Winning Blackjack

Bio Farma Lakukan Pengukuran Budaya Kerja Perusahaan

Post 60 of 135
“Dengan melakukan pengukuran budaya kerja, Bio Farma akan mengetahui permasalahan yang dihadapi. Sekarang bukan hanya fisik yang dapat diperiksa kesehatan  namun juga budaya perusahaan. Sehingga dengan tahu penyakit perusahaan, maka akan diketahui mapping-corporate culture dan perbaikannya,”

(Foto: http://esq-news.com)

Untuk melihat sejauh mana penghayatan setiap karyawan terhadap nilai-nilai dan budaya kerja, Bio Farma melakukan pengukuran budaya perusahaan yang dinamakan Culture Value Assessment (CVA) bekerjasama dengan ACT Consulting, salahsatu anak perusahaan ESQ Leadership Center. Program ini akan dilanjutkan dengan forum diskusi terbatas (Focus Group Discussion/FGD) untuk menggali lebih jauh budaya atau perilaku yang tergambar dalam pengukuran. Sebelumnya Bio Farma telah melaksanakan program pembangunan karakter bagi seluruh karyawannya yang berjumlah 900 orang melalui training ESQ Character Building.

Kepala Divisi SDM Bio Farma, Andi Rachmatmulya menyatakan bahwa pengukuran ini penting untuk melihat implementasi budaya kerja Bio Farma yaitu PITA (Profesional-Intergritas-Transparan-Akuntabel) sebagai nilai-nilai perusahaan.

Hasil dari pengukuran ini, tambah Andi, akan menjadi acuan bagi manajemen dalam menyusun kebijakan perusahan yang saat ini sedang mengalami transformasi bisnis.

Founder ESQ Ary Ginanjar menyatakan apresiasinya terhadap langkah yang diambil Bio Farma yaitu melakukan pengukuran budaya kerja karyawannya. Selama ini program peningkatan produktivitas perusahaan seringkali melalui perbaikan system, struktur, dan program. Namun produktivitas sesungguhnya ditentukan oleh eksekusi, sedangkan eksekusi bergantung pada manusianya (SDM) dalam menjalankan nilai-nilai dan budaya perusahaan.

“Dengan melakukan pengukuran budaya kerja, Bio Farma akan mengetahui permasalahan yang dihadapi. Sekarang bukan hanya fisik yang dapat diperiksa kesehatan  namun juga budaya perusahaan. Sehingga dengan tahu penyakit perusahaan, maka akan diketahui mapping-corporate culture dan perbaikannya,” papar Ary.

PT Bio Farma sebagai satu-satunya produsen vaksin di Indoneisa, selama ini telah mendedikasikan seluruh sumberdaya yang dimilikinya untuk memprodusi vaksin dan antisera yang berkualitas internasional untuk mendukung program imunisasi nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat Indonesia yang memiliki kualitas derajat kesehatan yang lebih baik.

Produk Bio Farma merupakan salah satu dari sekitar 30 produsen vaksin di dunia yang telah mendapatkan Prakualifikasi WHO (World Health Organization). Sejak memiliki prakualifikasi WHO inilah, Bio Farma mulai melakukan ekspansi pada tahun 1997 dengan mengirimkan produk-produknya ke pasar internasional yang sudah tersebar di lebih dari  123 negara.

Menginjak usia ke-123 tahun diharapkan Bio Farma tetap mempertahankan eksistensinya dan selalu tumbuh, berkembang menjadi produsen vaksin dan antisera yang berdaya saing gobal. (CCBF)

Menu