Bio Farma Lakukan Pengukuran Budaya Kerja Perusahaan

By biofarma

“Dengan melakukan pengukuran budaya kerja, Bio Farma akan mengetahui permasalahan yang dihadapi. Sekarang bukan hanya fisik yang dapat diperiksa kesehatan  namun juga budaya perusahaan. Sehingga dengan tahu penyakit perusahaan, maka akan diketahui mapping-corporate culture dan perbaikannya,”
(Foto: http://esq-news.com)

Untuk melihat sejauh mana penghayatan setiap karyawan terhadap nilai-nilai dan budaya kerja, Bio Farma melakukan pengukuran budaya perusahaan yang dinamakan Culture Value Assessment (CVA) bekerjasama dengan ACT Consulting, salahsatu anak perusahaan ESQ Leadership Center. Program ini akan dilanjutkan dengan forum diskusi terbatas (Focus Group Discussion/FGD) untuk menggali lebih jauh budaya atau perilaku yang tergambar dalam pengukuran. Sebelumnya Bio Farma telah melaksanakan program pembangunan karakter bagi seluruh karyawannya yang berjumlah 900 orang melalui training ESQ Character Building. Kepala Divisi SDM Bio Farma, Andi Rachmatmulya menyatakan bahwa pengukuran ini penting untuk melihat implementasi budaya kerja Bio Farma yaitu PITA (Profesional-Intergritas-Transparan-Akuntabel) sebagai nilai-nilai perusahaan. Hasil dari pengukuran ini, tambah Andi, akan menjadi acuan bagi manajemen dalam menyusun kebijakan perusahan yang saat ini sedang mengalami transformasi bisnis. Founder ESQ Ary Ginanjar menyatakan apresiasinya terhadap langkah yang diambil Bio Farma yaitu melakukan pengukuran budaya kerja karyawannya. Selama ini program peningkatan produktivitas perusahaan seringkali melalui perbaikan system, struktur, dan program. Namun produktivitas sesungguhnya ditentukan oleh eksekusi, sedangkan eksekusi bergantung pada manusianya (SDM) dalam menjalankan nilai-nilai dan budaya perusahaan. “Dengan melakukan pengukuran budaya kerja, Bio Farma akan mengetahui permasalahan yang dihadapi. Sekarang bukan hanya fisik yang dapat diperiksa kesehatan  namun juga budaya perusahaan. Sehingga dengan tahu penyakit perusahaan, maka akan diketahui mapping-corporate culture dan perbaikannya,” papar Ary. PT Bio Farma sebagai satu-satunya produsen vaksin di Indoneisa, selama ini telah mendedikasikan seluruh sumberdaya yang dimilikinya untuk memprodusi vaksin dan antisera yang berkualitas internasional untuk mendukung program imunisasi nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat Indonesia yang memiliki kualitas derajat kesehatan yang lebih baik. Produk Bio Farma merupakan salah satu dari sekitar 30 produsen vaksin di dunia yang telah mendapatkan Prakualifikasi WHO (World Health Organization). Sejak memiliki prakualifikasi WHO inilah, Bio Farma mulai melakukan ekspansi pada tahun 1997 dengan mengirimkan produk-produknya ke pasar internasional yang sudah tersebar di lebih dari  123 negara. Menginjak usia ke-123 tahun diharapkan Bio Farma tetap mempertahankan eksistensinya dan selalu tumbuh, berkembang menjadi produsen vaksin dan antisera yang berdaya saing gobal. (CCBF)

“Dengan melakukan pengukuran budaya kerja, Bio Farma akan mengetahui permasalahan yang dihadapi. Sekarang bukan hanya fisik yang dapat diperiksa kesehatan  namun juga budaya perusahaan. Sehingga dengan tahu penyakit perusahaan, maka akan diketahui mapping-corporate culture dan perbaikannya,”Bio Farma, in cooperation with ACT Consulting, a subsidiary of ESQ Leadership Center, conducted a Culture Value Assessment (CVA) exercise in order to measure the extent of individual employee’s comprehension of the company’s work culture and values. This exercise will be followed by Focus Group Discussion (FGD) sessions to further clarify the culture and attitudes that emerged from the assessment. Previously, Bio Farma had conducted a character building program through ESQ Character Building training for all of its 900 employees. Andi Rachmatmulya, Head of Human Resources Division at Bio Farma, explained that the CVA is important to assess the effectiveness of work culture implementation at Bio Farma based on its corporate values of PITA (Professionalism, Integrity, Transparency, Accountability). The result of this assessment will be used as a reference for company management in formulating company policies during the current business transformation phase. The founder of ESQ Leadership Center, Ary Ginanjar, expressed his appreciation on the steps taken by Bio Farma to evaluate the work culture among employees. Improvement in work systems, structures and programs are usual means of increasing productivity. However, productivity is determined by work execution, which in turn depends on the implementation by employees of corporate values and the work culture. “By assessing its work culture, Bio Farma can discover problem issues in the company. Similar to a physical health check-up, a corporate culture can be assessed for its health, too. Knowing the ‘illnesses’ affecting a company, we can then engage in a corporate culture mapping and improvement measures,” says Ary. Bio Farma is the only Vaccine producer in Indonesia, dedicating all its resources in producing international-standard vaccines and antisera in support of the national immunization program towards realizing better health for the people of Indonesia. Bio Farma is one of some 30 vaccine manufacturers in the world that have obtained the WHO (World Health Organization) Prequalification Certification. Following WHO Prequalification status, Bio Farma has been expanding since 1997 to market its products to overseas markets and currently exports to more than 123 countries. Entering its 123rd year, Bio Farma is highly optimistic about its prospects of sustained growth to become a globally-competitive vaccine and antisera  producer. (CCBF)