Biodiversity Indonesia Lahirkan Ragam Produk Herbal

By biofarma

smk-farmasiBisnis.com, BANDUNG – Indonesia merupakan negara yang memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah. Salah satu dari kekayaan alam tersebut adalah tumbuhan berkhasiat.

Sekitar 9.600 spesies tumbuhan di Indonesia diketahui berkhasiat sebagai obat. Namun, hanya sekitar 200 spesies yang telah dimanfaatkan sebagai bahan baku industri obat tradisional.

Jumlah angka spesies tersebut memberikan peluang bagi Indonesia sebagai penyedia bahan baku obat herbal dunia.

Bio Farma sebagai industri life science mendukung peningkatan kualitas bahan baku dan mutu produknya yang berbasis kekayaan alam Indonesia agar bisa menjadi industri yang mandiri.

Selain itu, Bio Farma juga mengedepankan tiga potensi keragaman alam antara lain keanekaragaman budaya (culture diversity), keanekaragaman geologi (geodiversity) dan keanekeragaman hayati (biodiversity).

Pada kegiatan Workshop on Vaccine Management, para delegasi Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) berkunjung ke SMK Farmasi YPF Bandung. Kunjungan ini bertujuan untuk memperkenalkan kekayaan keanekeragaman hayati dalam sebuah produk jadi.

Corporate Secretary Bio Farma M. Rahman Rustan mengatakan obat herbal yang paling berkembang ada di Jawa Tengah, namun, Jawa Barat juga memiliki potensi pengembangan obat-obat herbal.

“Kami memperkenalkan kekayaan biodiversity Indonesia hadir di dunia pendidikan,” ujar Rahman, Jumat (18/11).

SMK Farmasi YPF Bandung adalah sekolah yang mengharuskan para siswa untuk membuat olahan sederhana dari tumbuhan obat yang ada di lingkungan sekitar.

Selain itu, sekolah mengedepankan penyebarluasan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) sebagai sarana penghijauan, perbaikan gizi, pemerataan pendapatan, penyebar gerakan penghijauan serta sebagai sarana keindahan pekarangan.

Berbagai produk kreasi siswa yang sudah dihasilkan antara lain jamu instan jahe, jamu instan temulawak, minuman kunyit, keripik katuk, puding binahong, minuman nata de aloe, hand sanitizer berbahan baku lidah buaya, masker bengkuang dan lainnya.

Antusiasme terlihat saat para delegasi mencicipi produk-produk siswa SMK Farmasi YPF. Salah satunya Delegasi Turki Multu Topal yang menyukai jamu instan jahe.

“Rasanya enak. Saya ingin mencobanya lagi,” ujar Multu.

Ketua Yayasan YPF N.Caryana mengatakan rasa terima kasih karena sekolah ini bisa dipercaya untuk menerima delegasi tamu-tamu asing dari OKI. Dia menambahkan hubungan dunia usaha, pendidikan dan industri harus terus terjalin.