Informasi Serta Merta

Ketentuan mengenai informasi Serta Merta sebagaimana diatur dalam pasal 10 UU No 14 Tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik

Penanganan Limbah Industri

PENANGANAN LIMBAH INDUSTRI

PT Bio Farma (Persero) berkomitmen untuk melakukan pengendalian pencemaran dan penghematan sumber daya alam sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan kepada masyarakat dan lingkungan. Seiring dengan keberhasilan dalam bisnis yang menghasilkan profit maka perusahaan mewujudkan green industry yang efisien dan ramah lingkungan. Wujud green industry ini telah dibuktikan tidak hanya dengan kepatuhan terhadap peraturan perundangan khususnya di bidang lingkungan yang merupakan salah satu dari sembilan poin kebijakan perusahaan dan telah melangkah lebih jauh lagi dengan menerapkan standar kepatuhan yang lebih tinggi daripada yang diwajibkan oleh peraturan perundangan (beyond compliance) dalam pengelolaan lingkungan.

Penerapan pencegahan polusi yang dilakukan antara lain pengendalian polusi udara, pengurangan timbulan limbah cair, pengurangan timbulan sampah, efisiensi energi serta penghematan air. Perencanaan program ini disusun untuk program tahunan dan program jangka panjang 5 tahun. Hasil identifikasi aspek dan dampak penting dari tiap unit kerja dianalisis kemudian dibuat klasifikasi dan prioritas program.

Pengendalian polusi terhadap lingkungan dilakukan dengan melakukan kegiatan pengelolaan terhadap limbah cair, limbah padat, limbah B3 dan emisi pencemar udara. Hasil pengelolaan lingkungan dipantau melalui kegiatan monitoring lingkungan oleh pihak laboratorium independen sesuai dengan jadwal dan regulasi (pemantauan bulanan untuk air limbah, triwulanan untuk emisi insinerator, dan semesteran untuk emisi genset dan boiler). Hasil pengukuran kualitas lingkungan kemudian dibandingkan dengan baku mutu yang ditetapkan oleh regulasi untuk mengevaluasi kualitas kinerja pengelolaan lingkungan.

Pemantauan terhadap pencemaran dilakukan secara rutin terhadap 100% parameter yang ditetapkan oleh peraturan dan perundangan. Hasil pemantauan pencemaran seluruhnya memenuhi baku mutu yang berlaku dan tidak ada yang melampui nilai ambang batas baku mutu yang ditetapkan, bahkan Bio Farma merupakan perusahaan yang menerapkan standar melebihi dari apa yang dipersyaratkan peraturan perundangan dan persyaratan lainnya terkait pengelolaan lingkungan hidup (beyond compliance). Hal ini dibuktikan dengan perolehan predikat proper emas kinerja lingkungan periode 2013-2014.

Sertifikasi ISO & OHSAS

Quality Management System-ISO 9001:2008 SNI ISO 9001:2008

Sertifikasi Quality Management System - ISO 9001:2008, SNI ISO 9001:2008 untuk Sistem Manajemen Mutu dari Lembaga Sertifikasi Llyod’s Register Quality Assurance Ltd., Singapura dengan masa berlaku 30 Juni 2016.*

Occupational, Health And Safety Management System – OHSAS 18001: 2007

Sertifikasi Occupational, Health and Safety Management System-OHSAS 18001: 2007 untuk pengelolaan keamanan, keselamatan, dan kesehatan bekerja dari Lembaga Sertifikasi Lloyd’s Register Quality Assurance Ltd., Singapura dengan masa berlaku 16 September 2015.*

Enviromental Management System – ISO 14001:2004

Sertifikasi Enviromental Management System – ISO 14001: 2004 untuk Sistem Manajemen Lingkungan dari Lembaga Sertifikasi Lloyd’s Register Quality Assurance Ltd., Singapura dengan masa berlaku hingga 3 Oktober 2015.*

Sertifikat

Penghargaan

Jadwal Imunisasi

Sebagai kepedulian Bio Farma terhadap kebutuhan masyarakat mengenai Imunisasi, tahun 2012 kami meluncurkan portal Infoimunisasi.com, yang berisi semua informasi imunisasi, jadwal imunisasi berdasarkan tanggal lahir anak, serta adanya kolom tanya jawab dengan dokter. Informasi Jadwal Imunisasi juga bisa didapatkan pada bagan dibawah ini.

Imunisasi Wajib

Imunisasi Rutin

  • Imunisasi dasar
    Bayi lahir di Institusi Rumah Sakit, Klinik dan Bidan Praktik Swasta, imunisasi BCG dan Polio 1 diberikan sebelum dipulangkan.Bayi yang telah mendapatkan imunisasi dasar DPT-HB-Hib 1, DPT-HB-Hib 2, dan DPT-HB-Hib 3, dinyatakan mempunyai status imunisasi T2.
  • Imunisasi Lanjutan

    Imunisasi lanjutan merupakan kegiatan yang bertujuan untuk melengkapi imunisasi dasar pada bayi yang diberikan kepada anak Batita, anak usia sekolah, dan wanita usia subur (WUS) termasuk ibu hamil.

    Imunisasi lanjutan pada WUS salah satunya dilaksanakan pada waktu melakukan pelayanan antenatal.

    Jadwal imunisasi lanjutan pada anak bawah tiga tahun Jadwal imunisasi lanjutan pada anak bawah tiga tahun

    Jadwal imunisasi lanjutan pada anak usia sekolah dasar Jadwal imunisasi lanjutan pada anak usia sekolah dasar[/caption]

    Batita yang telah mendapatkan imunisasi lanjutan DPT-HB-Hib dinyatakan mempunyai status imunisasi T3.

     Anak usia sekolah dasar yang telah mendapatkan imunisasi DT dan Td dinyatakan mempunyai status imunisasi T4 dan T5.

    Imunisasi Lanjutan Pada Wanita Usia Subur (WUS) Imunisasi Lanjutan Pada Wanita Usia Subur (WUS)[/caption]

    Sebelum imunisasi, dilakukan penentuan status imunisasi T (screening) terlebih dahulu, terutama pada saat pelayanan antenatal.

    Pemberian imunisasi TT tidak perlu diberikan, apabila pemberian imunisasi TT sudah lengkap (status T5) yang harus dibuktikan dengan buku Kesehatan Ibu dan Anak, rekam medis, dan/atau kohort.

Imunisasi Tambahan

Yang termasuk dalam kegiatan imunisasi tambahan adalah:

a. Backlog fighting
Merupakan upaya aktif untuk melengkapi imunisasi dasar pada anak yang berumur di bawah 3 (tiga) tahun. Kegiatan ini diprioritaskan untuk dilaksanakan di desa yang selama 2 (dua) tahun berturut-turut tidak mencapai UCI.

b. Crash program
Kegiatan ini ditujukan untuk wilayah yang memerlukan intervensi secara cepat untuk mencegah terjadinya KLB. Kriteria pemilihan daerah yang akan dilakukan crash program adalah:

1. Angka kematian bayi akibat PD3I tinggi.
2. Infrastruktur (tenaga, sarana, dana) kurang.
3. Desa yang selama 3 tahun berturut-turut tidak mencapai UCI.

Crash program bisa dilakukan untuk satu atau lebih jenis imunisasi, misalnya campak, atau campak terpadu dengan polio.

c. PIN (Pekan Imunisasi Nasional)

Merupakan kegiatan imunisasi yang dilaksanakan secara serentak di suatu negara dalam waktu yang singkat. PIN bertujuan untuk memutuskan mata rantai penyebaran suatu penyakit (misalnya polio). Imunisasi yang diberikan pada PIN diberikan tanpa memandang status imunisasi sebelumnya.

d. Sub PIN

Merupakan kegiatan serupa dengan PIN tetapi dilaksanakan pada wilayah wilayah terbatas (beberapa provinsi atau kabupaten/kota).

e. Catch up Campaign campak

Merupakan suatu upaya untuk memutuskan transmisi penularan virus campak pada anak usia sekolah dasar. Kegiatan ini dilakukan dengan pemberian imunisasi campak secara serentak pada anak sekolah dasar dari kelas satu hingga kelas enam SD atau yang sederajat, serta anak usia 6 - 12 tahun yang tidak sekolah, tanpa mempertimbangkan status imunisasi sebelumnya. Pemberian imunisasi campak pada waktu catch up campaign campak di samping untuk memutus rantai penularan, juga berguna sebagai booster atau imunisasi ulangan (dosis kedua).

f. Imunisasi dalam Penanganan KLB (Outbreak Response Immunization/ORI)

Pedoman pelaksanaan imunisasi dalam penanganan KLB disesuaikan dengan situasi epidemiologis penyakit masing-masing.

Imunisasi Khusus

a. Imunisasi Meningitis Meningokokus

Meningitis meningokokus adalah penyakit akut radang selaput otak yang disebabkan oleh bakteri Neisseria meningitidis.

b. Imunisasi Yellow Fever (Demam Kuning)

Demam kuning adalah penyakit infeksi virus akut dengan durasi pendek masa inkubasi 3 (tiga) sampai dengan 6 (enam) hari dengan tingkat mortalitas yang bervariasi. Disebabkan oleh virus demam kuning dari genus Flavivirus, famili Flaviviridae, vektor perantaranya adalah nyamuk Aedes aegypti.

c. Imunisasi Rabies

Penyakit anjing gila atau dikenal dengan nama rabies merupakan suatu penyakit infeksi akut pada susunan saraf pusat yang disebabkan oleh virus rabies yang ditularkan oleh anjing, kucing dan kera.

Imunisasi pilihan

Imunisasi pilihan adalah imunisasi lain yang tidak termasuk dalam imunisasi wajib, namun penting diberikan pada bayi, anak, dan dewasa di Indonesia mengingat beban penyakit dari masing-masing penyakit. Yang termasuk dalam imunisasi pilihan ini adalah:

  1. Vaksin Measles, Mumps, Rubella:
    Vaksin MMR bertujuan untuk mencegah Measles (campak), Mumps (gondongan) dan Rubella merupakan vaksin kering yang mengandung virus hidup, harus disimpan pada suhu 2–80C atau lebih dingin dan terlindung dari cahaya.
  2. Haemophilllus influenzae tipe b (Hib)
    Vaksin Hib adalah vaksin polisakarida konyugasi dalam bentuk liquid, yang dapat diberikan tersendiri atau dikombinasikan dengan vaksin DpaT (tetravalent) atau DpaT/HB (pentavalent) atau DpaT/HB/IPV (heksavalent).
  3. Vaksin tifoid
    a. Vaksin tifoid oral
    b. Vaksin tifoid polisakarida parenteral
  4. Vaksin Varisela
  5. Vaksin Hepatitis A
    Vaksin dibuat dari virus yang dimatikan (inactivated vaccine). Pemberian bersama vaksin lain tidak mengganggu respon imun masing-masing vaksin dan tidak meningkatkan frekuensi efek samping.
  6. Vaksin Pneumokokus
    Terdapat dua macam vaksin pneumokokus yaitu vaksin pneumokokus polisakarida (pneumococcal polysacharide vaccine/PPV) dan vaksin pneumokokus polisakarida konyugasi (pneumococcal conjugate vaccine/PCV).
  7. Vaksin Rotavirus
    Terdapat dua jenis Vaksin Rotavirus (RV) yang telah ada di pasaran yaitu vaksin monovalent dan pentavalent.
  8. Vaksin Influenza
    a. Vaksin influenza mengandung virus yang tidak aktif (inactivated influenza virus).b. Vaksin influenza mengandung antigen dari dua sub tipe virus influenza A dan satu sub tipe virus influenza B, subtipenya setiap tahun direkomendasikan oleh WHO berdasarkan surveilans epidemiologi seluruh dunia.c. Untuk menjaga agar daya proteksi berlangsung terus-menerus, maka perlu dilakukan vaksinasi secara teratur setiap tahun, menggunakan vaksin yang mengandung galur yang mutakhir.d. Vaksin influenza inaktif aman dan imunogenesitas tinggi.

    e. Vaksin influenza harus disimpan dalam lemari es dengan suhu 2º- 8ºC. Tidak boleh dibekukan.

    Rekomendasi:

    a. Semua orang usia ≥ 65 tahun

    b. Anak dengan penyakit kronik seperti asma, diabetes, penyakit ginjal dan kelemahan sistem imun

    c. Anak dan dewasa yang menderita penyakit metabolik kronis, termasuk diabetes, penyakit disfungsi ginjal, hemoglobinopati dan imunodefisiensi

    d. Orang yang bisa menularkan virus influenza ke seseorang yang berisiko tinggi mendapat komplikasi yang berhubungan dengan influenza, seperti petugas kesehatan dan petugas di tempat perawatan dan orang-orang sekitarnya, semua orang yang kontak serumah, pengasuh anak usia 6–23 bulan, dan orang-orang yang melayani atau erat dengan orang yang mempunyai risiko tinggi

    e. Imunisasi influenza dapat diberikan kepada anak sehat usia 6–23 bulan

    Kontra Indikasi

    a. Individu dengan hipersensitif anafilaksis terhadap pemberian vaksin influenza sebelumnya dan protein telur jangan diberi vaksinasi influenza

    b. Termasuk ke dalam kelompok ini seseorang yang setelah makan telur mengalami pembengkakan bibir atau lidah, atau mengalami distres nafas akut atau pingsan

    c. Vaksin influenza tidak boleh diberikan pada seseorang yang sedang menderita penyakit demam akut yang berat

    Jadwal dan Dosis
    a. Dosis untuk anak usia kurang dari 2 tahun adalah 0,25 ml dan usia lebih dari 2 tahun adalah 0,5 ml

    b. Untuk anak yang pertama kali mendapat vaksin influenza pada usia ≤ 8 tahun, vaksin diberikan 2 dosis dengan selang waktu minimal 4 minggu, kemudian imunisasi diulang setiap tahun

    c. Vaksin influenza diberikan secara suntikan intra muskular di otot deltoid pada orang dewasa dan anak yang lebih besar, sedangkan untuk bayi diberikan di paha anterolateral

    d. Pada anak atau dewasa dengan gangguan imun, diberikan dua (2) dosis dengan jarak interval minimal 4 minggu, untuk mendapatkan antibodi yang memuaskan

    e. Bila anak usia ≥ 9 tahun cukup diberikan satu kali saja, teratur, setiap tahun satu kali

Produk Vaksin

Penghargaan

WORLD HEALTH ORGANIZATION (WHO)

Recognition from the world Health Organization (wHO) for polio vaccines (9 April 1997), measles 10 doses & 20 doses (9 April 1997 & 4 September 2006), Hepatitis B Uniject (13 May 2004), Oral Polio Vaccine Tipe 1/mOPV-1 monovalent (3 November 2009), Oral Polio Vaccine/bOPV bivalent (26 May 2010), bacterial vaccines (Diphtheria, Pertussis, Tetanus) (6 April 2011), Tetanus in vial form (11 March 1999) & Uniject (29 October 2003), Td (6 July 2011), DT (11 March 1999) and DTP-HB combination vaccine, have all passed the wHO prequalified test (7 October 2004), Pentabio (16 December 2014).
Halaman Achievement

Jenis Informasi Publik

Informasi Berkala

  1. Annual Report / Laporan Tahunan
  2. Informasi tentang profil PT Bio Farma
  3. Laporan Kinerja Perusahaan 5 (lima) tahun terakhir
  4. Informasi dan Tata Cara Memperoleh Infomasi Publik
  5. Informasi Pengadaan Barang dan Jasa

Informasi yang wajib tersedia setiap saat

  1. Profil perusahaan
  2. Kegiatan Perusahaan
  3. Remunerasi BODAn dan Dekom
  4. Mekanisme penetapan Direksi dan Dewan Komisaris sesuai ketentuan yang berlaku
  5. Pedoman GCG Perusahaan
  6. Penggantian akuntan yang mengaudit perusahaan
  7. Perubahan tahun fiskal perusahaan
  1. Kegiatan penugasan Pemerintah dan/atau kewajiban pelayanan umum atau subsidi
  2. Mekanisme pengadaan barang dan jasa
  3. Proses produksi secara umum
  4. Pengiriman produk
  5. Perjanjian dengan pihak ketiga
  6. Perijinan perusahaan
  7. Pemasaran produk