Bio Farma Boyong Batik Pakidulan Pameran Di Aljazair

Bisnis.com, BANDUNG–Mitra binaan PT Bio Farma (Persero) disertakan dalam pameran Indonesia terpadu di SAFEX (Societe Algerienne des Foires et Exportations), Club de Pins Alger, Aljazair pada tanggal 23 – 27 November 2016.

Mitra usaha binaan Bio Farma itu batik ramah lingkungan Batik Pakidulan dan N-Bee yang memroduksi kerajinan perhiasan perak, dan batu alam.

Pameran itu sendiri dibuka langsung oleh Perdana Menteri Aljazair, Abdelmalek Sellal.

R. Herry, Kepala Divisi Corporate Social Responsibility (CSR) Bio Farma mengatakan keikutsertaan mitra binaan pada acara itu untuk turut mempromosikan potensi cultural diversity dan geo diversity, serta turut mendukung sinergi antara Kementerian BUMN dan Kementerian Luar Negeri, Dirjen Asia Pasifik dan Afrika.

“Kami berharap dengan keikutsertaan ini dapat meningkatkan promosi destinasi wisata Indonesia dan mendorong pertumbuhan  mitra binaan kami untuk dapat memasuki pasar global,” katanya melalui siaran pers.

Pameran yang berlangsung selama lima hari ini merupakan pameran produk Indonesia, yang diikuti oleh sekitar 50 peserta dari berbagai sektor dunia usaha Indonesia, BUMN dan lembaga instansi pemerintah, diantaranya kerajinan, furniture, perhiasan, kosmetik, produk makanan, produk pertanian, produk alas kaki dan kulit, produk perikanan, elektronik, tekstil, garmen, produk plastik dan gelas, kertas dan peralatan kantor serta berbagai produk lainnya.

Pameran diikuti oleh 9 BUMN, termasuk Bio Farma, Pertamina, Telkom, Jasa Raharja, Semen Indonesia, Pelindo II, Waskita Karya, Jamkrida dan Garuda Indonesia.

Pameran Indonesia Terpadu di Aljazair bertujuan untuk meningkatkan kerjasama di bidang ekonomi, perdagangan dan pariwisata Indonesia – Aljazair membantu program pemasaran dan peningkatan produk ekspor migas dan nonmigas Indonesia utamanya konstruksi, consumer goods  dan sektor manufaktur lainya.

Herry menambahkan Bio Farma sudah memiliki program promosi mitra binaan dan CSR untuk bisa masuk ke pasar global, pada Oktober 2016 lalu, juga mengikuti pameran dalam kegiatan UNESCO Geo Fair di Torquay Inggris, dan bersama Disparbud Provinsi Jawa Barat, Pemprov Jabar dan Geologi UNPAD mempromosikan potensi wisata Geopark Nasional, Geopark Ciletuh Palabuhanratu untuk dapat diakui UNESCO.

Share with: