RZA_9518

Imunisasi pada keadaan tertentu

  • Pasien yang baru mendapat imunoglobulin

Imunoglobulin dapat menghambat respon imun terhadap vaksin virus-hidup, lamanya penghambatan bisa bervariasi tergantung dari indikasi pemberian dan produk yang diberikan, disarankan imunisasi diberikan 3bulan setelah pemberian immunoglobulin

  • Bayi kurang cukup bulan

Bayi prematur termasuk bayi dengan berat lahir rendah, pada umumnya harus diberi imunisasi menurut umurnya. Untuk vaksin Hepatitis B bayi dengan berat < 1KG, hendaknya vaksinasi ditunda sampai bayi mencapai berat 2kg atau berumur 2 bulan kecuali ibunya positif mengidap HBsAg

  • Pasien imunokompromis

Keadaan ini dapat terjadi berupa imunodefisiensi primer maupun sekunder akibat pemberian obat imunosupresif. Vaksin-vaksin virus hidup pada umumnya merupakan kontraindikasi terhadap pasien-pasien imunokompromis

peringatan dan perhatian pemberian vaksin

  • Vial vaksin harus dikocok untuk menghomogenkan suspensi
  • Setiap penyuntikan harus menggunakan syringe yang steril
  • Sebelum vaksin digunakan, infomasi pada gambar Vaksin Vial Monitor(VVM) agar di ikuti
  • Untuk vaksin dengan cara pemberian intramuskular, tidak boleh disuntikkan pada kulit(intrkutan) karena akan menimbulkan reaksi lokal. Penyuntikan terbaik untuk bayi dilakukan pada anterolateral paha atas, tidak boleh disuntikkan pada bagian pantat anak karena dapat menyebabkan luka pada sarat siatik. Untuk anak dan dewasa disuntikkan pada otot deltoid
  • Harus diberikan secara hati-hati kepada individu yang mempunyai riwayat penyakit alergi dan riwayat kejang. Larutan adrenalin 1:1000 harus selalu tersedia untuk penanganan segera terhadap reaksi anafilaktik