Profil Holding BUMN Farmasi

Munculnya pembentukan holding farmasi dengan induk holding Bio Farma dan beranggotakan PT Kimia Farma, Tbk, dan PT Indofarma Tbk, dilatar belakangi oleh, tren sektor kesehatan global dan penyakit di negara berkembang, yang memerlukan suatu solusi yang lebih menyeluruh bagi konsumen. Hal ini sejalan dengan tren kesehatan dimasa yang akan datang, menuntut industri kesehatan tidak hanya terbatas pada pengobatan dan pencegahan saja, melainkan sudah mulai merambah kepada pelayanan kesahatan, termasuk pembiayaan melalui asuransi kesehatan. Tujuan dari pembentukan holding farmasi ini adalah untuk memperkuat kemandirian industri farmasi nasional, meningkatkan ketersediaan produk, dengan menciptakan inovasi bersama dalam penyediaan produk farmasi.

Sinergi dari tiga BUMN yang tergabung dalam holding farmasi ini, dapat menurunkan impor bahan baku farmasi atau Active Pharmaceutical Ingredients (API) dari 90% menjadi 75%, dan kemudian dengan adanya holding ini, diharapkan produk farmasi dapat tersebar secara merata ke seluruh pelosok negeri, dan dapat menciptakan semangat untuk beinovasi dari anggota holding farmasi untuk menciptakan suatu produk baru.

Tujuan lain dari pembentukan holding ini adalah untuk menciptakan efisiensi bahan baku, sehingga akan dihasilkan harga obat yang terjangkau, yang akan meningkatkan skala bisnis dan yang terpenting dari pembentukan holding BUMN farmasi, akan menjadi menjadi milestone dalam rangka pembentukan Holding Healthcare di Indonesia, sehingga dari hulu ke hilirnya dapat dikelola semua dengan baik.

Sejarah Holding BUMN Farmasi

Kementerian BUMN RI telah mensahkan secara resmi beroperasinya Holding Farmasi di awal tahun 2020. Holding farmasi ini, terdiri dari tiga perusahaan BUMN farmasi yaitu; Bio Farma sebagai induk holding, yang sahamnya masih dimiliki 100% oleh pemerintah, beranggotakan PT Kimia Farma (Persero) Tbk dan PT Indofarma (Persero) Tbk. Dasar penetapan dan pengesahan Bio Farma sebagai induk holding BUMN farmasi, adalah dengan telah keluarnya surat persetujuan dari Menteri BUMN selaku RUPS yang menyetujui pengalihan seluruh saham seri B milik Negara Republik Indonesia pada Kimia Farma maupun Indofarma ke PT Bio Farma (Persero). Surat persetujuan Menteri BUMN tersebut merupakan tahap akhir dari serangkaian proses pembentukan holding yang telah dilalui sejak diterbitkannya PP No.76 yang di tandatangani oleh Presiden Jokowi pada tanggal 15 Oktober 2019 tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia ke dalam modal saham perusahaan perseroan (persero) PT Bio Farma.Jumlah saham Seri B yang dialihkan ke Bio Farma adalah 4.999.999.999 lembar saham PT Kimia Farma dan 2.499.999.999 lembar saham PT Indonesia Farma yang seluruhnya senilai Rp12.479.821.000.000.

News