Sebagai perusahaan BUMN yang berusia 128 tahun, Bio Farma telah melalui beragam dinamika dan perkembangan zaman. Kiprah di industri vaksin ini pun tak luput dari langkah strategi dan inovasi. Tak hanya sukses menjajal bisnis di dalam negeri, Bio Farma juga memiliki nama yang diperhitungkan di mancanegara.

       Berkomitmen mengikuti perkembangan dunia farmasi, perusahaan telah meluncurkan inovasi produk vaksin pentavalent dengan merek dagang pentaBio Five in One. Isinya terdiri dari 5 antigen, yaitu DTP - HB - HIB (difteri, tetanus, pertusis, hepatitis B dan Haemophilus influenzae tipe B. Setelah melewati beragam pengujian ketat, akhirnya produk inovatif ini dipatenkan dalam bentuk liquid. Bahkan keberadaannya sudah diakui oleh WHO.

     Ada nilai kepedulian yang juga ingin ditularkan Bio Farma kepada masyarakat. Kami akan selalu berkomitmen menghasilkan produk yang ramah lingkungan, mengendalikan pencemaran, melakukan perbaikan berkesinambungan, serta menghemat energi dan sumber daya alam. 

      Kami sangat memperhatikan faktor keamanan untuk konsumen, setiap produk Bio Farma yang dilengkapi dengan teknologi vaccine vial monitor (VVM). Tanda ini berperan menakar kualitas vaksin. Sehingga apabila terpapar suhu yang tidak semestinya, indikasi warna yang tertera pada kemasan vaksin  akan berubah warna.

       Kami juga membagi saluran distribusi produknya menjadi dua sektor, yakni sektor pemerintah dan sektor swasta. Untuk sektor pemerintah, vaksin Bio Farma dikirim langsung dari pabrik ke dinas kesehatan provinsi untuk didistribusikan lagi ke tingkat rumah sakit pemerintah, puskesmas, dan posyandu di tiap-tiap wiiayah. 

"Tak hanya sukses menjajal bisnis di dalam negeri, Bio Farma juga memiliki nama yang diperhitungkan di mancanegara."

Dedicated to improve quality of life,

Kemunculan Revolusi Industri 4.0 (RI 4.0), dipercaya akan merubah model bisnis secara menyeluruh, di seluruh industry. Hal ini dikarenakan RI 4.0 menggabungkan unsur teknologi dan digital yang memugkinkan membuat segalanya menjadi lebih cepat dan akurat. Untuk industri bioteknologi seperti Bio Farma, pemanfaatan RI 4.0 bisa juga diarahkan untuk pemanfaatan big data analysis, artificial intelligence dan machine learning yang akan memungkinkan penelitian di Bio Farma dilakukan lebih  cepat, efektif, dan memiliki time to market yang tepat.

Untuk bisa bersaing di pasar industry  bioteknologi, diperlukan semangat untuk selalu berinovasi dari seluruh karyawan Bio Farma. Oleh karenanya majamen Manajemen inovasi yang diterapkan di Bio Farma,  dibagi menjadi tiga hal yaitu ; yang berhubungan dengan produk, strategi dan proses bisnis. Inovasi Produk merupakan inovasi yang berkaitan dengan segala sesuatu yang berhubungan dengan produk Bio Farma. Sebut saja vaksin kombinsasi pentavalent yang terdiri dari lima antigen sekaligus untuk mencegah serangan penyakit Difteri, Tetanus, Pertusis, Hepatitis B dan Haemophylus Influenza Type B (DTP-HB-Hib). Dengan pengkombinasian vaksin tersebut, Bio Farma dapat meningkatkan kapasitas produksi sekaligus melakukan efisiensi baik dari penggunaan bahan baku dan tentu saja pengurangan limbah. Setelah melewati beragam pengujian ketat, akhirnya produk inovatif ini dipatenkan dalam bentuk liquid, bahkan sudah mendapatkan PQ WHO.

Inovasi dari sisi Strategi bisnis salah satuanya adalah melalui Diplomasi Pemasaran dengan berkolaborasi bersama Kementerian Luar Negeri RI melalaui Kedutaan – Kedutaan Besar Republik Indonesia(KBRI), Kementerian Perdagangan RI melalui Dirjen Penguatan Ekspor Nasional (DPEN). Dengan strategi tersebut, kami dapat menembus pasar Afrika lebih luas lagi dan juga jangkauan di negara OKI.

Sedangkan untuk proses bisnis, inovasi yang dilaksanakan lebih ke arah penelitian dan pengembangan produk. Salah satu inovasi dalam proses bisnis ini adalah pemanfaatan teknologi informasi, dengan menggunakan sistem track and trace dan authentication application, yang dapat mencegah pemalsuan produk vaksin. Sistem ini menggunakan Sistem Quick Response Code (QR Code) yang dipasang dalam setiap kemasan vaksin baik di kemasan primer maupun pada kemasan skunder.

Saat ini, Bio Farma juga fokus pada penelitian dan pengembangan produk berkualitas dan bersertifikasi
halal. Kami berusaha menemukan solusi bersama negara-negara OKI. Upaya ini menitikberatkan pada pencarian kriteria halal untuk medikasi dengan tetap namun tetap mengedepankan safety, quality dan efficacy.

Faktor Keamanan Menjadi Perhatian Penting Bio Farma

      Faktor keamanan juga menjadi perhatian Bio Farma. Hal ini dapat diamati dari setiap produk Bio Farma yang dilengkapi dengan teknologi Vaccine Vial Monitor (VVM). Tanda ini berperan menakar kualitas vaksin. Pasalnya, bila terpapar suhu yang tidak semestinya, vaksin itu akan berubah warna.

      Untuk kebutuhan vaksin dalam negeri, Bio Farma membagi saluran distribusi produknya menjadi dua sektor, yakni pemerintah dan sektor swasta. Untuk sektor pemerintah, vaksin Bio Farma dikirim langsung dari pabrik ke dinas kesehatan provinsi untuk didistribusikan lagi ke tingkat rumah sakit pemerintah, puskesmas. dan posyandu di tiap-tiap wiiayah.

        Bagaimana dengan sepak terjang di ranah internasional? Selain sinergi dengan lembaga riset nasional, Bio Farma juga mengandalkan kerjasama dengan berbagai Iembaga riset luar negeri dalam memenuhi kebutuhan negara-negara berkembang. Bio Farma juga menggandeng Iembaga seperti Organisasi Konferensi Islam (OKI) serta DeveIoping Countries Vaccine Manufacturer Network (DCVMN/organisasi produsen vaksin di negara-negara ber kembang).

CONTRIBUTED TO THE HEALTH OF NATION THROUGH THE YEARS

AKSES KESEHATAN DAN PERCEPATAN PENGEMBANGAN INDUSTRI FARMASI

      Sesuai instruksi presiden Republik Indonesia nomor 6 tahun 2016 tentang percepatan pengembangan industri farmasi dan alat kesehatan, Bio Farma senantiasa mendukung percepatan pengembangan industri farmasi dan alat kesehatan, dengan menjamin ketersediaan sediaan farmasi dan alat kesehatan sebagai upaya peningkatan pelayanan kesehatan dalam rangka Jaminan Kesehatan Nasional.

      Bio Farma berkomitmen meningkatkan daya saing industru farmasi dan alat kesehatan di dalam negri dan ekspor, Saat ini dengan sejumlah 13 produk yang telah mendapatkan pengakuan – Pra Qualifikasi dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) Lebih dari 130 negara telah menggunakan produk Bio Farma, kami telah menjadi produsen Vaksin yang terbesar di Asia Tenggara dengan kapasitas prduksi lebih dari 3,2 miliar dosis pertahun. Namun demikian Kami senantiasa memprioritaskan kebutuhan vaksin dalam negeri.

       Bio Farma mendorong penguasaan teknologi dan Inovasi dalam bidang farmasi dan alat kesehatan dan mempercepat kemandirian dan pengembangan produksi bahan baku untuk pemenuhan kebutuhan dalam negri dan ekspor serta memulihkan dan meningkatkan kegiatan industri/utilisasi kapasitas industri.

        Kami berkomitmen dalam pengembangan industri farmasi dan alat kesehatan terutama pengembangan ke arah Biopharmacutical, vaksin, natural, dan Active Pharmaceutical Ingredients (API) kimia. Melalui forum riset vaksin dan lifescience nasional kami mendorong dan mengembangkan penyelengaraan riset dan Pengembangan sediaan farmasi dan alat kesehatan dalam rangka kemandirian industri farmasi dan alat kesehatan

ACHIEVEMENT
IN
OUR INNOVATION

     Bio Farma terus  menorehkan prestasi yang membanggakan. Penghargaan PROPER Emas diraih selama tiga tahun berturut (2014,2015, 2016) dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.Ter|ebih, Bio Farma merupakan perusahaan farmasi satu-satunya yang mendapat penghargaan PROPER Emas. Pada ajang Indonesia Green Company 2012 yang diselenggarakan SWA, Bio Farma terpilih sebagai Salah satu perusahaan terbaik.

Bio Farma's Production Director, Juliman, received the Gold Proper award from Vice President Jusuf Kalla at the Vice Presidential Palace in Jakarta.