Vaksin Poliomyelitis Oral Bivalen Tipe 1 & 3

DESKRIPSI
Vaksin polio oral tipe 1 & 3 (bOPV) adalah vaksin bivalen yang mengandung virus Polio tipe 1 & 3 yang dilemahkan (strain Sabin) yang dibuat pada jaringan ginjal kera. Tiap dosis (2 tetes = 0,1 mL) mengandung tidak kurang dari 106.0 CCID50 tipe 1 dan 105.8 CCID50 tipe 3. Sukrosa digunakan sebagai penstabil. bOPV mengandung residu Eritromisin tidak lebih dari 2 mcg dan Kanamisin tidak lebih dari 10 mcg.

PEMBERIAN

  • bOPV hanya untuk pemberian oral. Dua tetes langsung diberikan ke dalam mulut menggunakan droper atau dispenser. Harus dijaga jangan sampai droper terkontaminasi air liur anak yang divaksinasi.
  • Sesudah dibuka, vial multidosis harus disimpan antara +2°C s/d +8°C.
  • Vial multidosis dari vaksin bOPV di mana satu dosis atau lebih sudah diambil pada suatu rangkaian imunisasi bisa digunakan untuk rangkaian imunisasi selanjutnya sampai maksimum 4 minggu, jika semua kondisi yang dipersyaratkan dipenuhi (sebagaimana dijabarkan dalam kebijakan WHO mengenai penggunaan vaksin dalam kemasan vial dosis ganda yang sudah dibuka (WHO/V&B/00.09).

 

JADWAL IMUNISASI

Vaksin Polio tipe 1 & 3 diindikasikan untuk kegiatan imunisasi tambahan poliomyelitis pada anak-anak usia 0 sampai 5 tahun, untuk mencegah transmisi virus polio 1 & 3 pada daerah endemik polio. Program imunisasi polio rutin harus tetap dilanjutkan menggunakan vaksin trivalen sesuai kebijakan nasional.

KEMASAN
Dus: 50 vial @ 2 mL (20 dosis)

EFEK SAMPING
Sebagian besar tidak terdapat kasus efek samping dengan OPV trivalen, yang engandung komponen yang sama dengan bOPV. Sangat jarang terjadi, kelumpuhan
yang diakibatkan vaksin. Individu yang berhubungan erat de-ngan anak yang telah divaksinasi ja-rang sekali beresiko mengalami lum-puh polio (paralytic poliomyelitis) akibat vaksinasi.

KONTRAINDIKASI
Defisiensi Sistem Imun. Individu yang terinfeksi dengan human immunodeficiency virus (HIV), tanpa atau dengan gejala, seharusnya diimu-nisasi dengan bOPV enurut jadwal yang telah ditentukan. Bagaimanapun vaksin dikontraindi-kasikan kepada orang-orang yang me- miliki penyakit defisiensi imun primer atau respon sistem imun yang ditekan karena obat, leukemia, limfoma, atau generalized malignansi.

PERINGATAN & PERHATIAN

  • Pada kasus diare, dosis yang diterima tidak dihitung sebagai bagian dari jad-
    wal imunisasi dan harus diulang sete-lah sembuh.
  • bOPV tidak untuk digunakan pada imunisasi rutin.

PENYIMPANAN

  • Potensi vaksin akan terjaga sampai dengan waktu daluarsa yang terdapat pada label/ etiket yang tertera pada vial jika disimpan pada suhu tidak lebih dari -20°C.
  • Dan hanya dapat disimpan selama 6 bulan pada suhu antara -2°C s/d -8°C.
  • Vaksin dapat memperlihatkan peru-bahan warna dari kuning muda sampai
    merah muda disebabkan variasi pH, namun tidak mempengaruhi kualitas
    vaksin.