Bio Farma Tingkatkan Daya Saing Melalui Sustainability

By Bio Farma

(Bandung 11/9) Bio Farma sebagai perusahaan yang bergerak dalam bidang life science kelas dunia yang berdaya saing global, memandang daya saing sebagai suatu yang dapat mempengaruhi performa suatu korporasi. Keunggulan daya saing ini, bisa dipengaruhi dari kualitas produk yang lebih baik dibandingkan dengan pesaing. Namun demikian, kualitas yang lebih baik (higher quality) dalam bisnis farmasi, hanya ada dua kategori yaitu  memenuhi atau tidak memenuhi standar dari BPOM atau Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Dalam bisnis farmasi, ada variabel lain untuk memenangkan daya saing tersebut yaitu kualitas yang memenuhi standar WHO, integrated managament system dalam hal Kualitas, Lingkungan, Kesehatan dan Safety (Quality, Environment, Health and Safety) yang lebih baik.

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Utama Bio Farma, M. Rahman Roestan dalam acara Media Gathering Bio Farma, dengan tema “Toward Pharma 2030 Menuju Peningkatan Daya Saing Industri Farmasi Nasional” pada tanggal 11 September 2019 di Maribaya.

“Bisnis farmasi tidak lagi berbicara mengenai kualitas produk yang memang harus memenuhi standar WHO, namun bagaimana perusahaan farmasi harus fokus kepada kepedulian terhadap lingkungan dan kepedulian kepada komunitas sekitar perusahaan.  Hal lain yang dapat menentukan daya saing industri farmasi adalah time to market, inovasi baik dalam bentuk produk, proses maupun strategi bisnis ” ujar Rahman.

Semua daya saing di industri farmasi, diharapkan sudah bisa berjalan pada tahun 2030 dimana pada tahun tersebut, akan ada bonus demografi, pergantian kepemimpinan generasi melalui  kaum millenial, disrupsi teknologi  dan sesuai dengan kebijakan global melalui Sustainable Development Goals (SGDs).

Berkaitan dengan daya saing, menurut Kepala Divisi Pengelolaan Lingkungan dan Sosial Bio Farma, R. Herry, harga dan kualitas dari produk farmasi diseluruh dunia relatif sama. Harus ada pembeda apabila produk Bio Farma ingin mendapatkan tempat di pasar vaksin. Salah satu caranya adalah melalui Tanggung Jawab Sosial (CSR) dan Tata Kelola (GCG) yang mengelola CSR dengan baik.

Transformasi Bio Farma dalam bisnis life Science di kancah global, harus mengikuti prinsip Deklarasi Lima UNIDO (United Nations Industrial Development Organization ) yang mengharuskan Industri untuk menerapkan prinsip distribusi kemakmuran (inclusive), dan menjalankan operasi yang ramah lingkungan (sustainable), dengan menjalankan operasi yang ramah lingkungan, sehingga dapat menghindari penggunaan sumber daya alam yang berlebih dan dapat menghindari dampak negatif dari kegiatan industri.

Bagi Bio Farma sendiri, upaya–upaya pemerataan kemakmuran tersebut sudah dilaksanakan melalui program CSR, yang ditujukan untuk masyarakat yang berada di ring 1 Bio Farma, dengan membantu masyarakat melalui keahlian dalam bidang bioteknologi yang Bio Farma miliki, seperti budidaya ikan Koi Mizumi di Sukabumi, budidaya domba garut dan pemberdayaan masyarakat sekitar geopark Ciletuh.

Menurut R. Herry ada dua aspek yang harus menjadi backbone dalam melaksanakan bisnis  yaitu aspek sosial dan aspek lingkungan sesuai dengan UNIDO, harus menjadi hal utama dalam pola bisnis Bio Farma, sehingga yang dilakukan akan memiliki nilai jual, bagaimana mendapatkan energi murah dan bisa dihemat termasuk membuat konsep green technology,

“Bio Farma sudah on track dalam menjalankan prinsip UNIDO, dapat dilihat dari aspek sosial, aspek lingkungan menjadi satu kesatuan untuk mengarusutamakan pada pola Bisnis Bio Farma, dengan filosofi perusahaan dedicated to improve quality of life, yang memiliki makna mendalam yaitu, mengembangkan kualitas kehidupan masyarakat maupun kualitas lingkungan”, ujar Herry.

Bio Farma memulai komitmen untuk ramah terhadap lingkungan dimulai dari kebiasaan / habit dari setiap karyawannya untuk concern terhadap lingkungan. Sehingga pada tahun 2012,  Bio Farma memiliki cita – cita untuk produk – produk baru akan menerapkan ramah lingkungan, dimulai pada tahap R&D yang tidak lagi menggunakan bahan – bahan berbasis hewan atau menghasilkan suatu produk yang konsumsi energinya rendah.

Herry menambahkan, program Community Development yang sedang berlangsung antara lain, pengembangan pakan ternak berkualitas tinggi di area Cisarua bekerjasama dengan BPPT maupun kelompok masyarakat tani Cisarua. Selain daripada itu, Bio Farma saat ini tengah mendampingi kelompok masyarakat difabel di sekitar Perusahaan dalam mengembangkan kegiatan ekonomi yang menerapkan nilai-nilai pelestarian lingkungan.

———-***———-

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi:

Iwan Setiawan

Head of Corporate Communications Dep Bio Farma.

Email : iwan.setiawan@biofarma.co.id

Jl. Pasteur No. 28 Bandung

Telp : 62 22 2033755

Fax : 62 22 2041306

 

Bio Farma dan Pegadaian Siapkan Sinergi Bisnis Bersama

By Bio Farma

(Bandung 5/9) Bio Farma dan PT Pegadaian (Persero), menjajagi potensi kerja sama untuk pengembangan bisnis, melalui kerja sama sinergi bisnis antar Badan Usaha Milik Negara.

Acara ini dilaksanakan di kantor wilayah X PT Pegadaian (Persero) Bandung pada tanggal 5 September 2019 dalam acara Nota Kesepahaman dan Kerja Sama Sinergi BUMN dan Korporasi.

Penandatanganan Nota Kesepahaman atau MoU ditandatangani oleh Kuswiyoto selaku Direktur Utama PT Pegadaian (Persero) dan Disril Revolin Putra selaku Direktur Sumber Daya Manusia dan Umum Bio Farma.

Tujuan dari penandatanganan MoU ini, sebagai pedoman untuk memungkinkan Bio Farma dan PT Pegadaian melakukan Kerja sama dengan mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki masing-masing Perusahaan.

Dalam sambutannya Kuswiyoto mengatakan setiap BUMN memiliki potensi sinergi yang dapat dijajaki, terutama setelah Pegadaian melakukan berbagai transformasi. Menurut dia, sinergi diperlukan di era disrupsi dan revolusi digital, untuk menciptakan nilai tambah dari setiap perusahaan.

Sementara itu, Disril mengatakan tujuan penandatanganan MoU ini merupakan langkah awal dan dasar untuk merumuskan dan mendiskusikan potensi serta mempersiapkan terlaksananya kerja sama sinergi bisnis antar Badan Usaha Milik Negara (BUMN)

“Nota dari kesepakatan ini meliputi perumusan dan diskusi potensi dari Bio Farma dan Pegadaian. Dari kami, akan menawarkan layanan medical checkup, pemeriksaan laboratorium dan vaksinasi baik melalui klinik Bio Farma atau Imunicare, kerja sama program Corporate Social Responsibility (CSR) berupa pengobatan dan vaksinasi gratis bagi masyarakat yang ada disekitar Bio Farma dan Pegadaian”, ujar Disril

Bentuk rencana kerjasama lainnya antara lain mempersiapkan kerja sama dibidang pembentukan agen pemasaran dan/atau agen pembayaran produk PT Pegadaian, kerja sama pemasaran dan pemanfaatan produk unggulan PT Pegadaian untuk karyawan dan afiliasi Bio Farma, kerja sama komunikasi pemasaran untuk produk dan layanan dari PT Pegadaian maupun Bio Farma melalui kanal social media , jaringan agen dan outlet keduanya, kerja sama pelayanan kesehatan bagi karyawan PT Pegadaian.

-00-

Untuk informasi Media, Hubungi :

Iwan Setiawan

Head of Corporate Communications.

Bio Farma

Email : iwan.setiawan@biofarma.co.id

62 22 2033755 ext 37431

www.biofarma.co.id

twitter : @biofarmaID

Instagram :@biofarmaID

Bio Care : 1500810

Produk Lifescience Bio Farma Segera Diluncurkan

By Bio Farma

(Jakarta 30/8) Bio Farma yang saat ini sudah bertransformasi menjadi perusahaan lifescience, akan segera meluncurkan produk lifescience, berupa produk plasma dalam beberapa waktu kedepan. Produk plasma merupakan turunan dari plasma darah seperti produk albumin, imunoglobulin, dan faktor VIII, yang dapat digunakan untuk pengobatan beberapa penyakit. Saat ini produk plasma yang beredar di Indonesia masih 100% impor dari luar negeri.

Produk plasma yang akan mulai dipasarkan pada tahun 2020 ini, akan diawali dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) tiga pihak yaitu Bio Farma Palang Merah Indonesia (PMI), dan perusahaan produk plasma asal Korea Selatan, SK Plasma. Penandatanganan MoU ini, merupakan bagian dari kesepakatan kerjasama antara Kemeterian Kesehatan Republik Indonesia dengan Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Korea Selatan dalam  implementasi Joint Working Group (JWG) on Health antara Indonesia dan Korea Selatan.

Penandatanganan ini dilaksanakan pada tanggal 30 Agustus 2019 oleh Direktur Utama Bio Farma, M. Rahman Roestan, Pelaksana Harian Ketua Umum PMI, Ginandjar Kartasasmita, dan CEO SK Plasma Yun-ho Kim, dan disaksikan oleh Dirjen Farmasi dan Alat Kesehatan Kemenkes RI, Engko Sosialine Magdalena, dan  Directorate General for Global Health Care Ministry of Health and Welfare South Korea, Kim Hye Seon.

Dalam kerja sama Bio Farma, PMI dan SK Plasma diharapkan dapat mendukung pemerintah dalam penyediaan produk dimana saat ini kebutuhan Indonesia dengan jumlah penduduk 270 juta sangat tinggi dibandingkan dengan ketersediaan dengan produk yang diperoleh dari impor. untuk menjaga kualitas produk, kerja sama ini tentu akan melibatkan badan pengawas obat dari masing – masing negara.

Menurut Rahman Roestan, kerja sama dengan SK Plasma akan berbagi pengetahuan dan pengalamannya dalam hal memproduksi plasma produk kepada Bio Farma melalui alih teknologi yang terbagi menjadi tiga tahap.

Tahap pertama Bio Farma akan melakukan kerja sama product partnership dengan SK Plasma, untuk memasarkan produknya di Indonesia, dan secara paralel akan dilakukan tahap kedua melalui skema kerja sama toll-manufacturing paling cepat pada tahun 2020, Tahap selanjutnya, Bio Farma diharapkan akan mampu secara mandiri untuk melakukan fraksionasi produk plasma dengan memproduksi produk secara mandiri di Indonesia.

“Kami menargetkan paling cepat pada tahun 2025, Indonesia akan secara mandiri mampu untuk membuat produk sendiri melalui Bio Farma, kemandirian ini akan diwujudkan melalui kolaborasi dengan salah satu perusahaan yang ada di Korea Selatan, yakni SK Plasma, melalui mekanisme toll-manufacturing paling cepat tahun 2020, sambil menunggu fasilitas produksi selesai dibangun. Dan pada tahun yang sama, kami berencana akan memasarkan produk plasma dari SK Plasma, untuk mulai mengisi kebutuhan produk di dalam negeri”, ujar Rahman.

Rahman menambahkan Bio Farma sebagai BUMN akan hadir untuk negeri dalam menyediakan produk plasma dengan harga yang terjangkau dan  tetap memperhatikan aspek kualitas, keamanan dan khasiat.

 

-00-

Untuk informasi Media, Hubungi :

Iwan Setiawan

Head of Corporate Communications.

Bio Farma

Email : iwan.setiawan@biofarma.co.id

62 22 2033755 ext 37431

www.biofarma.co.id

twitter : @biofarmaID

Instagram :@biofarmaID

Bio Care : 1500810

 

“Kulo Nuwun Yogyakarta, Imunicare Siap Melayani Masyarakat Kota Gudeg”

By Bio Farma

(Yogyakarta 29/8) Layanan vaksinasi Bio Farma, Imunicare, kembali membuka layanannya di DIY Yogyakarta pada tanggal 29 Agustus 2019, yang berlokasi di Jl. Timoho 86. Imunicare adalah outlet layanan vaksinasi sangat lengkap yang dilakukan oleh  praktek dokter, klinik atau rumahsakit dengan menggunakan vaksin yang terjamin mutu dan keasliannya, tempat yang nyaman, tenaga medis yang ahli, serta harga lebih terjangkau.

Peresmian Imunicare di kota gudeg ini merupakan hasil kolaborasi dengan Telkomedika setelah sebelumnya pada tanggal 22 Agustus yang lalu layanan vaksinasi Imunicare dibuka di Kota Madiun Jawa Timur.

Dalam peresmian di kota ke 5 dari rencana 25 kota, dihadiri oleh Kepala Dinas Kota Yogyakarta Fita Yulia Kisworini, Direktur Pemasaran Bio Farma Sri Harsi Teteki, Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Yogyakarta, Agus Syah Fiqhi Haerullah, dan Direktur Operasional & Marketing Telkomedika, Monica Morattha Sihombing.

Dalam sambutannya Kepala Dinas Kota Yogyakarta Fita Yulia Kisworini mengatakan beberapa negara sudah mewajibkan vaksinasi tertentu untuk pendatang, yang akan ke negaranya seperti Arab Saudi yang mewajibkan vaksin meningitis sebelum beribadah haji atau umrah. “Dengan adanya layanan imunicare akan memudahkan masyarakat Yogyakarta untuk mendapatkan vaksin, seperti misalkan sebelum berangkat umroh, Imunicare yang berada di klinik Telkomedika sudah sesuai dengan

Permenkes No 23 tahun 2015 untuk memudahkan dalam memberikan perlindungan pada masyarakat dalam menerima perlindungan”, Ujar Fitri.

Sementara itu, Agus Syah Fiqhi, pihaknya bersyukur ada alternatif lain bagi masyarakat untuk mendapatkan layanan vaksinasi terutama untuk kebutuhan haji dan umroh, sehingga tidak terkosentrasi hanya di KKP, dan memberikan kemudahan dan kenyamanan untuk masyarakat “Imunicare akan memberikan alternatif pilihan bagi masyarakat, terutama yang akan berangkat umrah dan haji, sehingga nantinya akan memberikan kemudahan bagi masyarakat”, ujar Agus.

Sedangkan Sri Harsi mengatakan dalam sambutannya, salah satu upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, yaitu melalui upaya preventif atau pencegahan melalui imunisasi. Bio Farma sebagai Badan Usaha Milik Negara, sekaligus salah satu produsen di antara 30 produsen vaksin di dunia yang telah mendapatkan PQ WHO, akan hadir untuk negeri, untuk memberikan pelayanan pencegahan penularan penyakit.

“Sebagai bentuk upaya BUMN Hadir Untuk Negeri awal tahun 2019, Bio Farma mengenalkan layanan Imunicare agar masyarakat lebih mudah mendapatkan layanan imunisasi selain dari puskesmas dan faskes lainnya yg sudah ada saat ini, dengan kualitas yang pasti terjamin, produk yang lengkap termasuk vaksin untuk kebutuhan umrah seperti menigitis dan flu, dan tentu saja dengan harga yang terjangkau”, ujar Sri Harsi.

Sri Harsi menambahkan dalam upaya mengembangkan konsep imunicare ini, disamping mengembangkan outlet sendiri, juga bekerjasama dengan mitra Dokter, Klinik atau Rumah Sakit. Dan saat ini Imunicare telah hadir di beberapa kota yaitu: Bandung, Makassar, Medan, Jakarta, Madiun. Dalam waktu dekat Imunicare juga akan hadir di: Bandar Lampung, Depok, Sukabumi, Denpasar dan Semarang.

========###========

 

Untuk info lebih lanjut hubungi

Iwan Setiawan

Head of Corporate Communications Bio Farma

Jl. Pasteur No 28 Bandung

Tlp : 022 – 2033755 ext 37431

Fax : 022 – 2041306

E : corcom@biofarma.co.id

Instagram : @biofarmaID

Twitter: @biofarmaID

Direktur Utama Bio Farma dan Bio Farma Raih Green CEO Award 2019

By Bio Farma

(Jakarta 29/8) Bio Farma mendapatkan Penghargaan Social Business Innovation Award 2019 (SBI Award 2019) untuk kategori Farmasi, dari Warta Ekonomi.co.id. Selain SBI Award, Direktur Utama Bio Farma, M. Rahman Roestan, juga meraih Penghargaan Green CEO Award 2019. Kedua penghargaan tersebut diserahkan oleh Fadhel Muhammad sebagai founder Warta Ekonomi, dan Munammad Ihsan sebagai CEO dan Chief Editor Warta Ekonomi, pada tanggal 29 Agustus 2019, di Jakarta.

Penghargaan ini diberikan, berdasarkan penilaian yang dilakukan oleh Warta Ekonomi.co.id Research and Consulting, yang memberikan penilaian berdasarkan inovasi yang dilakukan oleh perusahaan untuk menekan dampak negatif dari aktifitas produksi dan kemajuan teknologinya, dengan penilaian berdasarkan inovasi perusahaan dalam mengatasi masalah sosial dan lingkungan hidup melalui program CSR dalam kurun waktu 2018 – 2019.

Sedangkan untuk penilaian Green CEO didasarkan pada peran aktif dalam kegiatan tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan yang meliputi, Visi dan Misi yang ditetapkan oleh CEO maupun perusahaan yang memiliki tujuan bersama untuk mencapai bisnis berkelanjutan. Selain visi dan misi, juga dinilai inisiatif dalam aktifitas CEO dalam mengikuti kegiatan sosial perusahaan yang terkait dengan masalah lingkungan, dan komitmen CEO dalam penentuan strategi, kebijakan dan eksekusi program – program pro lingkungan.

M.Rahman Roestan mengatakan, Bio Farma secara konsisten menerapkan pengelolaan lingkungan dengan standar Excellent Compliance, di mana pengelolaan lingkungan tidak sebatas kewajiban penaatan terhadap regulasi dan standar yang dipersyaratkan, namun juga terhadap praktek pengelolaan lingkungan Beyond Compliance dengan memperhitungkan Best Available Techniques (BAT) untuk mencapai hasil kinerja pengelolaan lingkungan yang optimal “Dalam hal inovasi pengelolaan, Bio Farma menerapkan pemanfaatan kembali air dari Compressed Air Drain & Condensate Steam yang mampu mengefisienkan 19.872 kwh/tahun pemakaian energi dan efisiensi air 2.718 m3/tahun, Pemanfaatan condensate cooling coil sebesar 53.904 kwh/ tahun dan Pemanfaatan air reject WTP 8.892 m3/th. Dengan metode tersebut, Bio Farma berhasil melakukan efisiensi air 18,38% / tahun terhadap total pemakaian air dan efisiensi energi sebesar 9,99% per tahun terhadap total pemakaian energi.

Sebagai bagian dari komitmen global, Bio Farma menempatkan konsep Inclusive and Sustainable Industrial Development dari UNIDO (United Nation for Industrial Development Organization) menjadi mainstream pola bisnisnya. Setidaknya ada tiga nilai yang harus dipraktikan oleh perusahaan yang berstandar global antara lain; Green Industry, World Class Corporate Social Responsibility, Governance Risk Management, and Compliance, “Prinsip inilah yang menjadi landasan Bio Farma berbuat lebih, bagi lingkungan dan masyarakat sesuai dengan filosofi perusahaan, Dedicated to Improve Quality of Life,” Ujar Rahman.

Rahman menambahkan,  program Community Development yang sedang berlangsung antara lain, pengembangan pakan ternak berkualitas tinggi di area Cisarua bekerjasama dengan BPPT maupun kelompok masyarakat tani Cisarua. Selain daripada itu, Bio Farma saat ini tengah mendampingi kelompok masyarakat difabel di sekitar Perusahaan dalam mengembangkan kegiatan ekonomi yang menerapkan nilai-nilai pelestarian lingkungan.

======###========

 

Untuk info lebih lanjut hubungi

Iwan Setiawan

Head of Corporate Communications Bio Farma

Jl. Pasteur No 28 Bandung

Tlp : 022 – 2033755 ext 37431

Fax : 022 – 2041306

E : corcom@biofarma.co.id

Instagram : @biofarmaID

Twitter: @biofarmaID

Bio Farma Perkuat Kerjasama Untuk Melebarkan Pangsa Pasar di Benua Afrika

By Bio Farma

(Nusa Dua 20/8) Bio Farma BUMN Farmasi asal Indonesia akan menandatangani Nota Kesepahaman ( MoU ) dengan dua perusahaan farmasi asal Benua Afrika yaitu Bahari Pharma ltd dari Tanzania dan Biovaccines dari Nigeria. Bentuk kerjasama tersebut termasuk, regristrasi produk,  distribusi vaksin dalam bentuk finish product maupun Pre formulated bulk (produk antara) dan transfer teknologi untuk kemandirian produksi vaksin di negara Afrika.

Penandatanganan MoU ini, dilakukan oleh Pymt. Direktur Utama Bio Farma, Juliman, CEO Bahari Pharma ltd, Tanzania, Churchill Katzawa dan CEO Bio vaccines Nigeria Ltd, Nigeria, Oyewali Tomori, dan disaksikan oleh Presiden RI Joko Widodo dan pejabat tinggi dari masing masing negara, dalam acara Indonesia Africa Infrastructure Dialogue yang diselenggarakan di Nusa Dua Bali 21 – 22 Agustus 2019.

Juliman mengatakan, kerjasama dengan  melebarkan pangsa pasar Bio Farma di benua Afrika, merupakan hasil kolaborasi dengan Kementerian Luar Negeri RI dan produsen vaksin dari negara Tanzania dan Nigeria melalui kerjasama B2B dengan total nilai kerjasama sebesar 7.5 Juta USD.

Kerjasama Bio Farma bersama produsen vaksin asal Afrika dilatarbelakangi oleh arahan dari Joko Widodo dalam pidato kenegaraan di Gedung DPR / MPR pada 16 Agustus 2019, yang menyatakan  Badan Usaha Milik Negara dan pengusaha lokal harus bisa melakukan ekspansi ke kancah global untuk mengibarkan merah putih di Afrika.

Selain hal tersebut, beberapa negara di Afrika masih memiliki masalah dengan kesehatan / masih barusaha untuk meningkatkan taraf hidup masyarakatnya, terutama dalam bidang kesehatan, untuk pencegahan penyakit menular, dan  Indonesia memiliki produsen vaksin yaitu Bio Farma, yang sudah terkualifikasi oleh WHO.

“Benua Afrika, memang menjadi salah satu kosumen terbesar Bio Farma,  ada sekitar  54 negara dibenua Afrika, yang sudah menggunakan produk Bio Farma, melalui pembelian dari UNICEF, dengan produk yang banyak diserap antara lain, vaksin polio, campak, dan Difteri, Tetanus dan Pertusis (DTP) Dengan adanya MoU bersama perushaan farmasi dari Tanzania dan Nigeria, diharapkan pangsa pasar Bio Farma bisa bertambah karena  kerjasama akan mengarah pada perluasan pasar, yakni mulai dari kerjasama bilateral untuk distribusi finish product, hingga nantinya inisiasi kerjasama menuju kemandirian produksi vaksin, sebagai langkah meningkatkan nilai ekspor dan omzet yg sustainable, bagi Bio Farma”, Ungkap Juliman.

 

———***———-

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi:

Iwan Setiawan

Head of Corporate Communications Dep Bio Farma.

Email : iwan.setiawan@biofarma.co.id

Jl. Pasteur No. 28 Bandung

Telp : 62 22 2033755

Fax : 62 22 2041306

 

Seragam Spesial Paskibra Bio Farma

By Bio Farma

Sabtu, 17 Agustus 2019 Bio Farma melaksanakan upacara Kemerdekaan Republik Indonesia ke74 bertajuk SDM Unggul Indonesia Maju yang dihadiri oleh seluruh karyawan beserta jajaran Direksi Bio Farma. Upacara tersebut dilaksanakan di Lapangan PT Bio Farma (Persero).

Ada yang berbeda dalam rangkaian acara tersebut dari seragam yang dikenakan oleh Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra). Seragam ini dibuat oleh Creative D’Pro, yang merupakan kelompok difabel binaan Bio Farma yang berada di Sukajadi Bandung. Selain membuat seragam Paskibra, kelompok difabel ini juga telah menghasilkan beberapa karya, diantaranya mukena, baju muslim dan lain – lain.

Diharapkan kelompok difabel binaan Bio Farma ini dapat memberi insiprasi bagi seluruh masyarakat Indonesia untuk lebih memperhatikan potensi dan kemampuan yang dimiliki oleh kaum difabel.

 

 

———***———-

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi:

Iwan Setiawan

Head of Corporate Communications Dep Bio Farma.

Email : iwan.setiawan@biofarma.co.id

Jl. Pasteur No. 28 Bandung

Telp : 62 22 2033755

Fax : 62 22 2041306

Sinergi Bio Farma dan BUMN Lainnya Bersihkan Waduk Jatiluhur

By Bio Farma

Minggu, 18 Agustus 2019, dalam rangka memperingati Kemerdekaan RI ke-74 Bio Farma bersinergi dengan Jasa Marga, Jasa Tirta II, dan PT. Len Industri menggelar acara bertajuk “Padat Karya Tunai” yang merupakan salah satu rangkaian acara BUMN Hadir untuk Negeri. Acara ini diselenggarakan di kawasan Waduk Jatiluhur, Purwakarta dengan melibatkan sekitar 300 warga Desa Ciririp, Kec. Sukasari, Kab. Purwakarta, untuk membersihkan tanaman eceng gondok yang tumbuh banyak di Waduk Jatiluhur.

Eceng gondok merupakan gulma yang tumbuh di wilayah perairan dan hidup terapung pada air yang dalam atau dangkal. Namun, pertumbuhan eceng gondok yang berlebih dapat menimbulkan kerugian, yaitu menurunnya jumlah cahaya yang masuk ke dalam perairan sehingga menyebabkan menurunnya tingkat kelarutan oksigen dalam air dan mengganggu transportasi air. Hal ini sangat berpengaruh bagi masyarakat yang kehidupannya masih bergantung pada waduk seperti warga Desa Ciririp, Kec. Sukasari, Kab. Purwakarta yang tinggal disekitar kawasan waduk Jatiluhur ini.

Erwin Kurniawan selaku penanggung jawab dari Corporate Social Responsibility (CSR) Bio Farma menyampaikan bahwa pada prinsipnya eceng gondok memang dapat menguntungkan yaitu dapat memfilter kotoran atau racun, tetapi jika terlalu berlebihan akan mengganggu aktivitas masyarakat di waduk Jatiluhur, seperti terhambatnya perahu saat melalui waduk. Kepala Desa Ciririp, Mahdum menambahkan “Eceng gondok yang berlebih dapat mengganggu aktivitas masyarakat Desa Ciririp. Saya atas nama masyarakat berterima kasih kepada BUMN, dengan adanya program BUMN Hadir Untuk Negeri ini, eceng gondok dapat dibersihkan” ujar Mahdum.

Besar harapan bahwa warga Desa Ciririp dapat menjaga lingkungan dengan baik. Diharapkan juga melalui program ini transportasi di waduk Jatiluhur tidak lagi terhambat, sehingga memperlancar mobilisasi masyarakat Desa Ciririp dalam aktivitasnya sehari-hari yang bermata pencaharian sebagai nelayan dan petani ikan. Semoga program pembersihan eceng gondok yang telah diinisiasi BUMN ini dapat terus berjalan dengan  melibatkan kerjasama antar masyarakat sekitar waduk Jatiluhur.

 

 

———***———-

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi:

Iwan Setiawan

Head of Corporate Communications Dep Bio Farma.

Email : iwan.setiawan@biofarma.co.id

Jl. Pasteur No. 28 Bandung

Telp : 62 22 2033755

Fax : 62 22 2041306

Bio Farma Luncurkan Layanan Vaksinasi “Imunicare” Cabang Medan

By Bio Farma

(Medan 3/8) Layanan Imunisasi besutan Bio Farma dengan nama Imunicare, kini hadir di kota Medan untuk memberikan pelayanan Imunisasi untuk warga Medan dan sekitarnya. Layanan vaksinasi yang merupakan cabang pertama imunicare di Sumatera ini, berada di Jl. Sei Batang Hari No 88A dan diresmikan oleh Direktur Pemasaran Bio Farma Sri Harsi Teteki beserta jajarannya pada tanggal 3 Agustus 2019.

Turut hadir dalam pembukaan outlet Imunicare Cabang Medan ini antara lain, Direktur Pemasaran Bio Farma Sri Harsi Teteki, Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Sumatera Utara yang diwakili oleh Kepala Seksi Surveilan Vaksinasi Dinkes Provinsi Sumut Suhadi, M.Kes, dan Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Medan yang diwakili Kepala Bidang UKLW DR. Ziad Barubara, MPH.

Imunicare dengan moto solution to imunity merupakan layanan vaksinasi Bio Farma yang bertujuan untuk mendekatkan pelayanan ke masyarakat, sehingga masyarakat mendapatkan akses dan solusi untuk meningkatkan kekebalan spesifik, yang tentu saja dengan harga terjangkau dan ketersediaan jenis vaksin yang lengkap, serta terjamin kualitas dan keaslian produknya.

Dalam sambutannya Sri Harsi mengatakan, layanan baru Imunicare berbasis customer focus dan friendly experience untuk masyarakat dari segala usia tidak perlu khawatir dan takut untuk mendapatkan imunisasi, “Kami memberikan solusi kepada masyarakat yang ingin mendapatkan imunisasi untuk keperluan imunisasi dasar, dewasa, umrah, bahkan untuk liburan sekalipun, semuanya tersedia di imunicare dan tentu saja dengan harga yang terjangkau”, ujar Sri Harsi.

Pemilihan kota Medan dikarenakan Medan merupakan salah satu kota besar di Indonesia dengan kebutuhan masyarakat yang terus meningkat terhadap layanan vaksinasi yang berkualitas, lengkap dan terjangkau.

Sri Harsi menambahkan, kedepannya Imunicare akan hadir di seluruh Indonesia, melalui program kemitraan maupun pembukaan cabang langsung imunicare seperti yang akan dilakukan di kota Denpasar pada minggu ke-3 bulan Agustus 2019 mendatang.

Untuk imunicare dengan program kemitraan sudah dibuka di beberapa tempat di kota Bandung dan untuk di luar Jawa, cabang pertama sudah dibuka di kota Makassar pada 31 Juli 2019, dengan kolaborasi bersama Telkomedika.

 

———-***———-

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi:

Iwan Setiawan

Head of Corporate Communications Dep Bio Farma.

Email : iwan.setiawan@biofarma.co.id

Jl. Pasteur No. 28 Bandung

Telp : 62 22 2033755

Fax : 62 22 2041306