Bio Farma Ekspor Perdana Produk Baru ke Afrika

By Bio Farma

(Bandung 16/7) Bio Farma kembali melepas ekspor produk terbarunya, ke Angola, berupa Monovalent Oral Polio Vaccine type 2 (mOPV2), sebanyak 3,4 juta dosis yang akan digunakan untuk pencegahan penyebaran virus polio liar type 2 di kawasan tersebut, pada tanggal 16 Juli 2019 di Kantor Bio Farma di Bandung. mOPV2 merupakan produk yang baru saja mendapatkan Prakualifikasi (PQ) WHO pada bulan Juni 2019 yang lalu, dan merupakan produk terbaru Bio Farma yang dalam proses produksinya, memerlukan penanganan yang khusus, terkait dengan persyaratan containment, biosafety dan biosecurity virus polio type 2.

Turut hadir dalam pelepasan perdana ekspor ini antara lain, Jajaran Direksi Bio Farma, Direktur Produksi Juliman, dan Direktur Pemasaran Sri Harsi Teteki, dan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM) yang diwakilkan oleh Dra. Rita Endang, Apt., M.Kes, Direktur Pengawasan Produksi Obat, Narkotika, Psikotropika dan Prekursor dan Direktur Politik Luar Negeri dan Kerjasama Pembangunan Internasional Kementerian PPN / Bappenas, Ir. Wisnu Utomo, M.Sc.

Penyediaan vaksin mOPV2 ini merupakan kepercayaan dari The United Nations Children’s Fund (UNICEF) kepada Bio Farma, yang merupakan kelanjutan permintaan dari the Global Polio Eradication Initiative (GPEI) dan – WHO pada bulan Agustus 2018, untuk melakukan stockpiling mOPV2 guna mengantisipasi terjadinya global outbreak virus polio liar type 2.

Sri Harsi Teteki mengatakan, total kontrak penyedian vaksin mOPV2 dengan UNICEF adalah sebanyak 60 juta dosis, dan untuk teknis pengiriman ke negara tujuan akan diatur oleh UNICEF, “Alhamdulillah, Bio Farma mendapatkan kepercayaan dari UNICEF pada Juni 2019 yang lalu, untuk penyediaan finished product vaksin mOPV2 sebanyak 60 juta dosis. Dari 60 juta dosis tersebut, sebanyak 3,4 juta dosis pertama akan kami kirimkan ke Angola dalam bentuk finished product, dan mOPV2 ini lebih diperuntukkan export, hal ini disebabkan Indonesia saat ini tidak memerlukan vaksin Polio tipe 2 salah satunya karena keberhasilan program Imunisasi dari Kemenkes RI khususnya Polio”, Ujar Sri Harsi Teteki

Melanjutkan informasi sebelumnya, Sri Harsi Teteki mengungkapkan bahwa selain Angola, rencana pengiriman selanjutnya adalah Somalia dengan jumlah sebanyak 633 ribu dosis dan Ethiopia sebanyak 1.14 juta dosis. Saat ini Bio Farma sedang berkomunikasi secara intensif dengan UNICEF terkait jadwal pengirimannya.
Selain 60 juta dosis finished product, Bio Farma juga diminta untuk menyediakan 350 juta dosis mOPV2 dalam bentuk bulk (konsetrat vaksin mOPV2). Penyediaan mOPV2 dalam bentuk bulk ini juga merupakan bagian dari the Global Bulk Stockpile sesuai permintaan GPEI-WHO melalui UNICEF sebagai procurement agency WHO.

Sementara itu Juliman mengatakan, dengan dipilihnya Bio Farma sebagai penyedia tunggal bulk mOPV2 ini, merupakan gambaran kepercayaan dunia kepada Bio Farma, yang selalu bisa mempertahankan kualitas produknya, yang sesuai dengan standar Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan BPOM, terutama sisi safety, quality, efficacy, dari setiap produk yang dihasilkan oleh Bio Farma.

“Vaksin yang akan digunakan untuk program imunisasi di negara yang berada di kawasan Afrika Tengah tersebut, merupakan vaksin terbaru buatan Bio Farma yang baru saja mendapatkan Pre-Qualification World Health Organization (PQ-WHO) pada bulan Juni 2019 yang lalu, hal ini berlanjut pada kepercayaan dunia kepada Bio Farma, untuk mendukung program WHO terutama dalam program eradikasi penyakit polio secara global, dan kepercayaan dari UNICEF ini juga sejalan (in-line) dengan program WHO “Polio Eradication and Endgame Strategic Plan 2019-2023”, Ujar Juliman.

Juliman menambahkan keberhasilan produk mOPV2 Bio Farma dalam memperoleh PQ-WHO, tidak terlepas dari peran BPOM sebagai Bentuk dukungan BPOM kepada Bio Farma, selaku lembaga pemerintah yang melakukan fungsi pengawasan dan juga bimbingan kepada pelaku usaha, dalam hal ini produsen obat, senantiasa memberikan dukungan yang konkrit untuk pengembangan industri farmasi.

Peran yang tidak kalah pentingnya terkait prestasi Bio Farma dalam memproduksi mOPV2 dengan standard internasional tersebut adalah dari Indonesian National Authority for Containment (I-NAC) yang telah memberikan tanggapan positif atas hasil assessment yang dilakukan awal tahun 2019, dan memberikan persetujuannya untuk memproduksi mOPV2 ini melalui surat tanggal 28 Februari 2019.

Dalam sambutan Kepala Badan POM, Dr. Ir. Penny K. Lukito, MCP, yang dibacakan oleh Dra. Rita Endang, Apt., M.Kes, Direktur Pengawasan Produksi Obat, Narkotika, Psikotropika dan Prekursor, mengatakan KaBadan POM mempunyai komitmen utk terus mendorong Bio Farma dan industri farmasi indonesia lainnya untuk bisa terus ekspor produknya.

“Kami mengapresiasi kepada PT. Bio Farma Atas ekspor perdananya ke Angola, yang diharapkan akan diikuti dengan ekspor ke negara-negara lainnya Dengan keberhasilan ini, PT Bio Farma diharapkan dapat masuk ke pasar global secara lebih luas terhadap produk biologi lainnya membuka peluang kerjasama dengan negara lain untuk bidang alih teknologi untuk kemandirian industri Hal ini diharapkan dapat meningkatkan nilai ekspor dan keberhasilan ini juga diikuti oleh industri-industri farmasi dalam negeri lainnya ”, Ungkap Dr. Ir. Penny K. Lukito, MCP.

———-***———-
Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi:
Iwan Setiawan
Head of Corporate Communications Dep Bio Farma.
Email : iwan.setiawan@biofarma.co.id
Jl. Pasteur No. 28 Bandung
Telp : 62 22 2033755
Fax : 62 22 2041306

Edukasi Vaksin Melalui Advokasi dan Sosialisasi

By Bio Farma

Dinas Kesehatan Kabupaten Kebumen melaksanakan pertemuan advokasi, sosialisasi, koordinasi serta mobilisasi kepada masyarakat untuk mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi tingginya di Kabupaten Kebumen melalui pemberian imunisasi pada tanggal 9 Juli 2019. Hal ini berkaitan karena imunisasi merupakan cara yang paling efektif untuk mencegah penyakit menular agar anak tumbuh sehat dan dapat tumbuh secara optimal.

Eko Laksono selaku Kepala Seksie Surveilans dan Imunisasi Kabupaten Kebumen mengatakan di Kabupaten Kebumen masih ada beberapa kelompok yang kontra imunisasi, “oleh karenanya untuk memberikan pemahaman mengenai pentingnya imunisasi diperlukan advokasi, sosialisasi, koordinasi serta mobilisasi kepada masyarakat dalam penguatan Imunisasi Rutin”, ujar Eko.

Dalam kesempatan tersebut Evi Sylvia, selaku tim advokasi Bio Farma yang menjadi salah satu Narasumber, menyampaikan materi mengenai proses pembuatan vaksin yang digunakan dalam program imunisasi rutin Nasional, “Bio Farma sebagai Produsen Life Science berkomitmen untuk memproduksi produk-produk yang sudah terjamin dari sisi kualitas, keamanan dan keampuhannya  guna menyelamatkan generasi muda dari penyakit menular”, ujar Evi.

 

———-*****———-

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi:
Iwan Setiawan
Head of  Corporate Communications Dep Bio Farma.
Email : iwan.setiawan@biofarma.co.id
Jl. Pasteur No. 28 Bandung
Telp : 62 22 2033755
Fax : 62 22 2041306

Bio Farma Siap Laksanakan Penilaian KPKU Pada Semester II 2019

By Bio Farma

Bio Farma, melaksanakan Opening Meeting Assessment untuk penilaian Kriteria Penilai Kinerja Unggul (KPKU) BUMN untuk tahun 2019, pada tanggal 1 Juli 2019, di Bandung. Penilaian KPKU sendiri, akan dilaksanakan pada minggu ketiga bulan Juli 2019 mendatang.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Direktur Utama Bio Farma, M.Rahman Roestan. Dalam sambutannya, Rahman mengatakan bahwa penilaian KPKU ini harus dijadikan titik balik Bio Farma, untuk melangkah ke Industri Life science kelas dunia yang berdaya saing global, dan menjadi emerging industry leader, oleh karenanya, saat assessment nanti, semua potensi yang dimikliki Bio Farma, serta data-data yang sudah terkumpul, perlu disampaikan kepada assessor.

”Visi Bio Farma sudah berkembang dari menjadi perusahaan life science, artinya kita tidak dituntut hanya untuk memproduksi saja, tetapi juga siap menyediakan produk, yang dimulai dari risetnya yang mandiri, produksinya, dan tentu pemasarannya, dan yang tidak kalah penting adalah kolaborasi dengan stakeholder ”, ujar Rahman.

Rahman menambahkan, pilar farmasi nasional terdiri dari empat yaitu, chemical, natural/herbal, biological, vaccine, dan biofarmasetikel. Dan jika dilihat dari 178 industri farmasi yang ada di Indonesia semunya bergerak di chemical dan herbal. Vaksin hanya Bio Farma. hal ini menandakan bahwa Bio Farma yang memiliki kompetensi dalam bidang bioteknologi, wajib mengusahakan agar produk life science tersedia, karena hal ini merupakan salah satu amalan kita yaitu menjadi perusahaan life science kelas dunia.

***-***

Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi:

Iwan Setiawan

Head of Corporate Communications Dept.

Email :  iwan.setiwan@biofarma.co.id

Bio Farma

Jl. Pasteur No. 28 Bandung

Telp : 62 22 2033755

Fax : 62 22 2041306

Bio Farma Tertarik untuk Jadikan Kampus Sebagai Mitra Strategis Inovasi

By Bio Farma

(Makassar 21/6) Sebagai komitmen Bio Farma dalam hilirisasi inovasi riset terapan, mulai menunjukan ketertarikannya pada penelitian – penelitian yang dihasilkan oleh Perguruan Tinggi Negeri di Indonesia. Ketertarikan ini  akan disahkan melalui proses kerjasama yang diawali dengan penandatanganan Letter of Intent (LoI) sebagai langkah awal dari kemitraan aktif antara Majelis Senat Akademik (MSA) Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH) yang merupakan himpunan dari 11 Senat Akademik Perguruan Tinggi (UI, ITB, IPB, UPI, UNDIP, UGM, UNAIR, UNPAD, USU, UNHAS, dan ITS)  dengan Bio Farma sebagai Industri Farmasi.

Penandatanganan LoI ini dilatarbelakangi dari tuntutan pemerintah yang menginginkan PTNBH untuk dapat terus meningkatkan produktivitas dan daya saing bangsa. Demi menuju kemandirian ekonomi, sehingga menuntut PTNBH untuk menghasilkan karya yang mandiri dan inovatif yang dapat bermanfaat dan memiliki daya ungkit sains yang tinggi.

Kesepakatan akan ditandatangani oleh Direktur Utama Bio Farma, M. Rahman Roestan, dengan Ketua Majelis Senat Akademik (MSA) PTNBH, Prof. Ir. Priyo. Suprobo, MS., Ph.D dalam acara Rapat Paripurna MSA PTNBH pada tanggal 22 Juni 2019, yang diselenggarakan di Universitas Hasanuddin Makassar.

Direktur Utama Bio Farma, M. Rahman Roestan mengatakan dalam bidang kesehatan dan bioteknologi, PTNBH akan menyepakati kerangka LoI bersama Bio Farma, untuk hilirisasi bidang penelitian produk lifescience, yang kedepannya akan dapat menjadi produk unggulan Indonesia yang dihasilkan oleh Bio Farma.

“Kami menyambut baik langkah awal kesepakatan antara PTNBH dengan Bio Farma, karena produk bioteknologi merupakan salah satu produk yang memiliki tingkat kompleksitas yang tinggi dan memerlukan waktu yang tidak sebentar untuk menjadi produk akhir. Sehingga dengan adanya Komitmen kesepakatan ini, hasil peneltian dari pihak PTNBH akan dihilirisasi ke industri, yang pada akhirnya akan tercipta inovasi suatu produk unggulan yang sesuai kebutuhan masyarakat”, ujar Rahman.

Sementara itu, Direktur Perencanaan dan Pengembangan Bio Farma, Adriansjah Azhari menambahkan, untuk produk masa depan Bio Farma yang sudah masuk kedalam pipeline, akan dihasilkan dari kerjasama yang solid dan kokoh antara Bio Farma sebagai industri, dengan PTNBH sebagai pihak yang menginisiasi riset dasar / basic research dari suatu produk bioteknologi. Sehingga penelitian yang dikerjakan oleh PTNBH akan dapat menyesuaikan dengan kebutuhan dan standar industri farmasi terutama dari sisi quality, safety dan efficacy.

“Kami berharap, komitmen bersama dalam  hilirisasi hasil riset dan inovasi perguruan tinggi ini akan berjalan lancar, sehingga kemandirian dalam bidang bioteknologi dapat segera terwujud. Hilirisasi ini bukan hanya pada produk akhir saja, melainkan dapat juga menghasilkan inovasi dan kemandirian dalam bidang penggunaan bahan baku aktif farmasi, yang sampai dengan saat ini hampir 90% masih berasal dari luar negeri” ujar Adriansjah.

Sementara itu menurut Prof. Ir. Priyo. Suprobo, MS., Ph.D mengatakan, pemerintah telah mendorong kemitraan antara perguruan tinggi dan industri nasional yang saling menguntungkan  untuk dapat menghasilkan  produk yang bermanfaat bagi negara dan masyarakat secara luas, dan Bio Farma merupakan representasi dari semua industri di Indonesia. Kami menilai Bio Farma memiliki keunggulan yaitu sebagai satu-satunya industri yang telah menjadi role-model untuk pembangunan dan perbaikan berkelanjutan dalam bidang kesehatan dan kemasyarakatan di Indonesia.

“Tentu saja, kami berharap bahwa suatu saat nanti akan ada hasil dari riset dan inovasi yang dilakukan oleh PTNBH, yang semula hanya skala laboratorium, dapat ditingkatkan menjadi skala industri yang siap untuk dimanfaatkan oleh masyarakat luas. Sehingga dapat menciptakan suatu hilirisasi inovasi produk hasil riset yang sesuai kebutuhan masyarakat dan industri, sebagai bentuk harapan dari pihak industri” ungkap Prof. Ir. Priyo. Suprobo, MS., Ph.D.

 

—*—

 

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi:

Iwan Setiawan

Kepala Bagian Corporate Communication Bio Farma

(022) 2033755 ext 37412

Email : iwan.setiawan@biofarma.co.id

 

Bio Farma Berhasil Mempertahankan Sertifikasi Integrasi ISO dan OHSAS

By Bio Farma

Bio Farma berhasil mempertahankan sertifikat terintegrasi sebagai bentuk tanggung jawab dan komitmen dalam menghasilkan produk yang memenuhi unsur safety, quality dan efficacy dengan menerapkan :

 

  • ISO 9001: 2015 (Sistem manajemen mutu / Quality Management System)
  • ISO 14001: 2015 (Sistem Pengolaan Lingkungan / Environmental Management System)
  • OHSAS 18001: 2007 (Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja)

 

Pencapaian ini berdasarkan assesment audit yang dilaksanakan pada 18 – 21 juni 2019.

 

Bio Farma dedicated to improve quality of life

****

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi:

Iwan Setiawan

Kepala Bagian Corporate Communication Bio Farma

(022) 2033755 ext 37412

Email : iwan.setiawan@biofarma.co.id

 

Bio Farma Berangkatkan 1000 Warga dan Sediakan 22 Angkutan Mudik Gratis

By Bio Farma

(31/5) Bio Farma kembali mengadakan program mudik gratis sebagai bentuk kepedulian sosial dan membantu masyarakat Bandung dan sekitarnya untuk merayakan Hari Raya Idul Fitri 1440 H, dengan menyediakan moda transportasi mudik gratis, melalui program Mudik Bareng BUMN 2019 bersama Bio Farma.

Kegiatan tahun ketiga ini, merupakan bagian dari kegiatan BUMN Hadir Untuk Negeri dari Kementerian BUMN RI dan sinergi BUMN, yang bertujuan untuk memberikan kemudahan akses bagi masyarakat yang akan mudik menuju kampung halaman dengan aman dan nyaman, serta bagian dari Kegiatan Safari Ramadhan Bio Farma, seperti itikaf, buka puasa bersama mitra binaan difabel, anak yatim dan marbot masjid.

Para pemudik ini, langsung dilepas oleh Walikota Bandung, Oded M Danial, Camat Sukajadi, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Bandung, dan jajaran Direksi Bio Farma yang dari titik keberangkatan di Bio Farma, Bandung.

Dalam sambutannya, Oded mengatakan, pihaknya berterima kasih kepada Bio Farma, karena telah memberikan kesempatan mudik kepada warga Bandung, dan tahun ini lebih banyak dibandinyka. Dengan tahun – tahun sebelumnya, untuk menemui sanak keluarga.

Direktur SDM dan Umum Bio Farma Disril Revolin Putra mengatakan, program mudik bersama , merupakan bagian dari program Kementerian BUMN RI, yaitu BUMN Hadir untuk Negeri, untuk membantu masyarakat yang ingin merayakan hari kemenangan di kampung halaman bersama keluarga tercinta.

“Kami ingin membantu pemudik yang biasa menggunakan kendaraan roda dua untuk beralih ke moda transportasi yang lebih aman dan nyaman salah satunya bis, terutama bagi warga yang membawa keluarga terutama anak-anak, sehingga warga masyarakat dapat mudik dengan nyaman,“ ujar Disril.

Disril menambahkan kedepannya, diharapkan, program ini bisa menjadi pilihan utama masyarat kota Bandung ketika akan mudik ke kampung halaman untuk berkumpul bersama keluarga.

“Tahun 2019 Bio Farma memberangkatkan 1000 pemudik, yang merupakan masyarakat yg bekerja di kota Bandung dengan tujuan kampung halamannya masing-masing, yaitu: Wonosobo, Yogyakarta dan Wonogiri, ”

Tahun ini terjadi penambahan jumlah pemudik yang cukup signifikan, tahun lalu kami membantu 800 pemudik, dan tahun ini kami membantu 1000 pemudik yang berasal dari kota Bandung dan sekitarnya dan diberangkatkan menggunakan 22 bus dengan tujuan akhir ke kota Wonosobo sebanyak 3 bis, DI Yogyakarta sebanyak 8 bis dan Wonogiri sebanyak 11 bis”, ujar Disril.

———-*———-
Untuk informasi Media, Hubungi :
N. Nurlaela Arief
Head of Corporate Communications Dept.
Bio Farma
Email : lala@biofarma.co.id
Mobile : 081910102649 : 62 22 2033755
www.biofarma.co.id
Bio Care : 1500810

Tidak Mau Pemainnya Terkena Penyakit, Pemain Persib Divaksin Flubio

By Bio Farma

(31/5) Klub sepak bola kebanggaan Jawa Barat khususnya kota Bandung, Persib Bandung, mendatangi layanan klinik imunisasi Bio Farma imunicare, Jumat pagi, 31 Mei 2019.

Rombongan pemain Persib beserta official yang dipimpin oleh Media Officer, Irfan Suryadiredja, diterima oleh jajaran Direksi Bio Farma beserta bobotoh Pasteur 28.

Layanan imunicare, merupakan pelayanan vaksinasi, untuk memudahkan masyarakat ppuntuk mendapatkan akses dan solusi dalam upaya peningkatan imunitas, dengan harga terjangkau dan ketersediaan jenis vaksin yang lengkap,  serta terjamin kualitas dan keaslian dari produknya.

Dalam sambutannya, Direktur pemasaran. Bio Farma, dr. Sri Harsi Teteki, mengatakan pihaknya menyambut baik kedatangan tim Inti Persib beserta jajarannya untuk mendapatkan layanan vaksinasi dari Imunicare.

Kedatangan tim Persib ini bisa menjadi role model bagi masyarakat Jawa Barat khususnya kota Bandung dalam hal menjaga kesehatan. Karena pasalnya, menurut Teki sapaan akrab dr Sri Harsi Teteki, gaya hidup sehat bisa didapat selain dari berolahraga, istirahat yang cukup juga perlu dilengkapi dengan upaya pencegahan serangan penyakit, melalui pemberian vaksin.

“Latihan fisik yang intensif dan berat, jadwal pertandingan yang padat, serta cuaca yang tidak menentu, dapat menurunkan daya tahan tubuh atlet.

“sehingga berpotensi meningkatkan kemungkinan terserang oleh virus atau bakteri. Oleh karenanya para atlet ini perlu diberikan vaksin agar kualitas sistem pertahanan tubuhnya tetap optimal dan dapat menjalankan pertandingan dengan baik”, Ujar Teki.

Sementara itu Sekretaris Perusahaan Bio Farma, Bambang Heriyanto mengatakan, bahwa layanan imunicare dari Bio Farma ini, bisa menerima semua kalangan dan tidak terbatas pada atlet saja, tetapi juga untuk masyarakat umum

“Imunicare memiliki tagline Solution to Immunity, hadir ditengah Masyarakat untuk meningkatkan kualitas kesehatan dengan memberikan kemudahan untuk mendapatkan vaksin, dengan kualitas dan keaslin yang terjamin”, ungkap Bambang.

Bambang menambahkan, saat ini imunicare sudah menjadi mitra dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), sehingga untuk pelayanan vaksinasi Meningitis bisa dilakukan di Imunicare.

Sementara itu, Media Officer Persib, Irfan Suryadiredja mengatakan, kemitraan antara Persib dengan Bio Farma, diharapkan tidak hanya pada musim ini saja, melainkan sampai dengan seterusnya, terutama dalam hal pemberian vaksin untuk memperkuat daya tahan tubuh, “Kompetisi sepakbola di Indonesia sangat padat, dan sering juga ada beberapa penundaan dan perubahan – perubahan cuaca. Hal ini tentu saja menuntut badan yang sehat dan daya tahan tubuh yang prima. Oleh karenanya, pemain membutuhkan penunjang untuk pertandingan”, ujar Irfan.

———-*———-
Untuk informasi Media, Hubungi :
N. Nurlaela Arief
Head of Corporate Communications Dept.
Bio Farma
Email : lala@biofarma.co.id
Mobile : 081910102649 : 62 22 2033755
www.biofarma.co.id
Bio Care : 1500810

Safari Ramadhan; Dorong Kemandirian Difabel, Bio Farma Berikan Pelatihan Keterampilan Membuat Busana Muslim

By Bio Farma

(17/5) Pada bulan suci Ramadhan tahun 2019, Bio Farma kembali berbagi kebahagain kepada sesama, melalui program Safari Ramadhan 1440 H. Program ini berupa pemberian santunan untuk difabel, tunanetra, anak yatim, marbot masjid, dan bantuan untuk pesantren An Nahdlah Depok, sebagai bagian dari kegiatan BUMN Hadir Untuk Negeri.

Selain pemberian santunan, Bio Farma juga kembali mengadakan program mudik bersama, dan pasar murah. Seperti tahun – tahun sebelumnya, kegiatan ini dirangkai dengan buka puasa bersama keluarga besar karyawan Bio Farma, jajaran Komisaris, Direksi dan juga media massa. Kegiatan ini diselenggarakan pada tanggal 17 Mei 2019 di Masjid An Nuur Bio Farma.

Direktur Utama Bio Farma, M. Rahman Roestan mengatakan, pemberian santunan ini, merupakan program BUMN Hadir untuk negeri, dalam bentuk bantuan pangan murah dalam menyambut ramadhan, selain itu bagian dari semangat filosofi Bio Farma, dedicated to improve quality of life, atau berdedikasi untuk meningkatkan kualitas hidup.

“Kualitas hidup yang kami perhatikan tidak hanya dari sisi kesehatan saja, tapi juga dari sisi yang lain misalkan, pendidikan, ekonomi dan kemandirian mereka. Bagaimana bantuan yang kami berikan ini, bisa menjadikan mereka lebih mandiri dari sisi ekonomi dan sosial”, ungkap Rahman.

Bantuan yang dirangkai dalam kegiatan Safari Ramadhan 1440 H diberikan kepada enam orang difabel, Bio Farma memberikan bantuan pelatihan berupa pembuatan mukena, dan baju muslim yang sudah mulai dipasarkan.

Selain pelatihan untuk difabel, Bio Farma juga memberikan bantuan untuk 30 orang tunanetra, 125 marbot masjid, 170 anak yatim, pesantren, dengan total bantuan Rp 600 juta. Selain pemberian santunan, Bio Farma juga memberikan bantuan armada untuk 1000 pemudik yang akan diberangkatkan pada akhir bulan Ramadhan, dan penyelenggaraan pasar murah untuk daerah Kecematan Kertawangi dan Kecamatan Sukajadi dalam waktu dekat.

Mudik Bersama dan Pangan Murah

Bio Farma kembali menyelenggarakan program mudik gratis untuk Ramadhan tahun 2019 yang akan diselenggarakan pada minggu terakhir bulan Ramadhan.

Kegiatan ini sebagai bagian dari program Kementerin BUMN sebagai bentuk komitmen BUMN Hadir Untuk Negeri untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri 1440 H.
Menurut Sekretaris Perusahaan Bio Farma, Bambang Heriyanto, tahun ini Bio Farma akan menargetkan 1000 pemudik dengan rute Jawa Barat – Jawa Tengah melalui jalur utara dan selatan, “Program ini bertujuan untuk memudahkan pemudik yang biasa menggunakan roda dua, serta untuk menekan potensi kecelakaan lalu lintas, dan memberikan kenyamanan untuk pemudik, yang biasanya pergi bersama keluarga yang membawa bayi dan balita, sehingga mereka bisa merayakan hari kemenangan dengan perasaan tenang dan bahagia”, ungkap Bambang.

Selain program mudik, Bio Farma juga akan melaksanakan pasar murah secara serentak di dua tempat yaitu Kecamatan Sukajadi dan Desa Kertawangi Kec Cisarua, Bandung Barat yang merupakan daerah ring 1 Bio Farma, berupa Paket yang akan dibagikan berupa beras 10 kg, minyak goreng 2 liter, gula pasir 2 kg, senilai Rp 25.000,- sehingga mampu untuk dijangkau masyrakat pra sejahtera. Kegiatan ini akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini.

———-***———-

Untuk informasi lebih lanjut, media dapat menghubungi:
N. Nurlaela Arief
Head of Corporate Communications Dept.
Email : lala@biofarma.co.id
Bio Farma
Jl. Pasteur No. 28 Bandung
Telp : 62 22 2033755
Fax : 62 22 2041306

Menteri Keuangan Sri Mulyani Meninjau Fasilitas Riset dan Dukung Bio Farma untuk Pengembangan Ekspor Vaksin

By Bio Farma

Jum’at, 26 April 2019, Sri Mulyani meninjau fasilitas riset dan pengembangan vaksin Bio Farma di Bandung.  Kunjungan Sri Mulyani ini untuk mengetahui lebih lanjut kesiapan Bio Farma, setelah pada 16 April 2019, Direksi Bio Farma melakukan audiensi dengan Menteri Keuangan terkait rencana pengembangan ekspor dan kerja sama Bio Farma dengan berbagai lembaga internasional.

Rahman Roestan, Direktur Utama Bio Farma menyampaikan bahwa saat ini Bio Farma mendapat banyak kepercayaan dari lembaga internasional.

Selain kerja sama dengan Bill and Melinda Gates Foundation, PATH, UNICEF dan WHO, terdapat potensi kerjasama dengan pemerintah Maroko dalam pengembangan fasilitas produksi vaksin dan produk biologi lainnya”

“Saat ini tim Bio Farma sedang berada di Maroko untuk mendiskusikan lebih lanjut tentang kerjasama ini” tambah Rahman

Terkait dengan rencana berbagai kerjasama Bio Farma dengan pihak luar negeri, Menteri Keuangan menyampaikan bahwa pemerintah, dalam hal ini melalui Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (KPEI) mendukung pengembangan usaha Bio Farma dan akan melakukan pendampingan penuh khususnya mengenai pemberian fasilitas pembiayaan, penjaminan dan asuransi”

Bersamaan dengan peninjauan Sri Mulyani ke Bio Farma sekaligus mengecek langsung fasilitas riset dan pengembangan vaksin, paska dibentuknya Center of Excellence  Vaccine , Organization of Islamic Cooperation (OIC) di Gedung Riset Bio Farma.

Menteri Keuangan juga meninjau pelaksanaan investasi gedung-gedung dan mesin-mesin fasilitas produksi beserta penunjangnya, untuk meningkatkan kapasitas produk.

“Dengan kemampuan Bio Farma untuk memproduksi vaksin secara mandiri, sehingga bisa lebih efisien dari anggaran karena diproduksi di dalam negeri.

Produksi vaksin untuk kemandirian agar tidak di dominasi oleh negara-negara maju. Khususnya untuk menjaga ketersediaan produk vaksin di dalam negeri maupun pemenuhan vaksin untuk negara-negara berkembang, serta negara yang tergabung dalam organisasi kerjasama Islam  (OKI)” tambah Sri Mulyani

M.Rahman menjelaskan proses, manufacturing, kompleksitas vaksin dan produk life science serta menjelaskan pengembangan bahan baku produk.

Menteri Keuangan juga mendorong agar Bio Farma memanfaatkan secara optimal fasilitas bea masuk dan impor barang modal.

“Bio Farma mampu menghasilkan vaksin sendiri, masyarakat dapat menerima manfaat vaksin yang berkualitas tinggi dengan harga yang terjangkau, karena sebagain besar bahan baku vaksin merupakan hasil periset dalam negeri” tutup Rahman.

 

—*—

 

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi:

Nurlaela Arief

Head of Corporate Communications Dept.

Bio Farma

(022) 2033755 ext 37412

Email : lala@biofarma.co.id

Biocare : 15000810