Bio Farma Berangkatkan 1000 Warga dan Sediakan 22 Angkutan Mudik Gratis

By Bio Farma

(31/5) Bio Farma kembali mengadakan program mudik gratis sebagai bentuk kepedulian sosial dan membantu masyarakat Bandung dan sekitarnya untuk merayakan Hari Raya Idul Fitri 1440 H, dengan menyediakan moda transportasi mudik gratis, melalui program Mudik Bareng BUMN 2019 bersama Bio Farma.

Kegiatan tahun ketiga ini, merupakan bagian dari kegiatan BUMN Hadir Untuk Negeri dari Kementerian BUMN RI dan sinergi BUMN, yang bertujuan untuk memberikan kemudahan akses bagi masyarakat yang akan mudik menuju kampung halaman dengan aman dan nyaman, serta bagian dari Kegiatan Safari Ramadhan Bio Farma, seperti itikaf, buka puasa bersama mitra binaan difabel, anak yatim dan marbot masjid.

Para pemudik ini, langsung dilepas oleh Walikota Bandung, Oded M Danial, Camat Sukajadi, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Bandung, dan jajaran Direksi Bio Farma yang dari titik keberangkatan di Bio Farma, Bandung.

Dalam sambutannya, Oded mengatakan, pihaknya berterima kasih kepada Bio Farma, karena telah memberikan kesempatan mudik kepada warga Bandung, dan tahun ini lebih banyak dibandinyka. Dengan tahun – tahun sebelumnya, untuk menemui sanak keluarga.

Direktur SDM dan Umum Bio Farma Disril Revolin Putra mengatakan, program mudik bersama , merupakan bagian dari program Kementerian BUMN RI, yaitu BUMN Hadir untuk Negeri, untuk membantu masyarakat yang ingin merayakan hari kemenangan di kampung halaman bersama keluarga tercinta.

“Kami ingin membantu pemudik yang biasa menggunakan kendaraan roda dua untuk beralih ke moda transportasi yang lebih aman dan nyaman salah satunya bis, terutama bagi warga yang membawa keluarga terutama anak-anak, sehingga warga masyarakat dapat mudik dengan nyaman,“ ujar Disril.

Disril menambahkan kedepannya, diharapkan, program ini bisa menjadi pilihan utama masyarat kota Bandung ketika akan mudik ke kampung halaman untuk berkumpul bersama keluarga.

“Tahun 2019 Bio Farma memberangkatkan 1000 pemudik, yang merupakan masyarakat yg bekerja di kota Bandung dengan tujuan kampung halamannya masing-masing, yaitu: Wonosobo, Yogyakarta dan Wonogiri, ”

Tahun ini terjadi penambahan jumlah pemudik yang cukup signifikan, tahun lalu kami membantu 800 pemudik, dan tahun ini kami membantu 1000 pemudik yang berasal dari kota Bandung dan sekitarnya dan diberangkatkan menggunakan 22 bus dengan tujuan akhir ke kota Wonosobo sebanyak 3 bis, DI Yogyakarta sebanyak 8 bis dan Wonogiri sebanyak 11 bis”, ujar Disril.

———-*———-
Untuk informasi Media, Hubungi :
N. Nurlaela Arief
Head of Corporate Communications Dept.
Bio Farma
Email : lala@biofarma.co.id
Mobile : 081910102649 : 62 22 2033755
www.biofarma.co.id
Bio Care : 1500810

BUMN Hadir – Pembekalan SMN di Biofarma

By Bio Farma

 

(Dilansir Oleh ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/aww/18.)

Peserta Siswa Mengenal Nusantara (SMN) mencatat penjelasan tim Corporate communications Biofarma saat berkunjung ke Museum Biofarma, Bandung, Jawa Barat, Kamis (9/8). Program SMN yang diprakarsai Kementerian BUMN bertujuan menambah wawasan para pelajar di berbagai bidang seperti sejarah, budaya, kesehatan, fotografi jurnalistik, ekonomi, argo bisnis dan bahasa.

(Dilansir Oleh ANTARA JABAR/M Agung Rajasa/agr/18).

(Dilansir Oleh ANTARA JABAR/M Agung Rajasa/agr/18).

(Dilansir Oleh ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/aww/18.)

(Dilansir Oleh ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/aww/18.)

Tingkatkan Elektrifikasi Nasional,Kementrian BUMN Inisiasi Program Sambung Listrik Gratis

By Bio Farma

JAKARTA, 7 Agustus 2018 – Dalam rangka mewujudkan program BUMN hadir untuk negeri dan percepatan program peningkatan rasio elektrifikasi, sebanyak 35 perusahaan pelat merah bersinergi untuk membiayai penyambungan listrik bagi Rumah Tangga Tidak Mampu di sekitar Jawa Barat bagian selatan dan Banten.

Sinergi ini ditandai dengan penandatanganan kerja sama ‘Program Sinergi BUMN Sambung Listrik Gratis Bagi Rumah Tangga Tidak Mampu’, antara PT PLN (Persero) dengan 34 BUMN lainnya pada Selasa (7/8/2018). Penandatanganan yang dilakukan di Sinergi Lounge Kementerian BUMN ini disaksikan langsung oleh Menteri BUMN Rini Soemarno dan Menteri ESDM Ignasius Jonan.

“Masih ada warga yang mengakses listrik tapi itu diambil dari rumah tetangganya (Levering). Dengan bantuan sambungan listrik melalui Sinergi BUMN ini, maka warga sepenuhnya akan menikmati listrik resmi dari PLN. Ini tentunya sangat membantu masyarakat dalam menopang kegiatan ekonomi rumah tangganya,” kata Rini.

Sebanyak 35 BUMN dimaksud yakni PLN, Telkom, BRI, Pertamina, Bank Mandiri, BNI, Angkasa Pura II, Pelindo III, BTN, Pupuk Indonesia, Wijaya Karya, PT PP, PGN, Waskita Karya, Pegadaian, PTPN III, Antam, Jasa Marga, Jasa Raharja, Taspen, Airnav, Askrindo, Jasindo, ASDP Indonesia, Perum Bulog, Jamkrindo, Biofarma, Semen Indonesia, Hutama Karya, Kereta Api Indonesia, Dahana, Perhutani, Pindad, Pos Indonesia dan Jiwasraya.

Dalam mewujudkan program tersebut, BUMN sepakat untuk bersinergi sebagai upaya untuk menjamin terlaksananya penyambungan listrik bagi masyarakat Tidak Mampu dengan biaya penyambungan yang didanai dari dana program BUMN Hadir Untuk Negeri. Dana ini bersifat sponsorship dan bukan berasal dari dana Corporate Social Responsibility (CSR).

Program ini dilaksanakan berdasarkan Surat Kementerian BUMN No. S-114/S.MBU/07/2018, tanggal 13 Juli 2018, perihal Program Elektrifikasi Jawa Barat Bagian Selatan dan Banten. Dimana BUMN diminta untuk berkontribusi melistriki wilayah masing-masing berdasarkan penetapan dari Kementerian BUMN. Program ini ditargetkan mampu menembus hingga 103 ribu rumah tangga pada 28 Oktober 2018, dengan perkiraan biaya yang dibutuhkan mencapai Rp 56,9 Miliar.

Jumlah masyarakat kurang mampu yang dipilih untuk mendapatkan listrik tersebut ditetapkan berdasarkan data Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K).

Menteri ESDM Ignasius Jonan pun mengapresiasi program penyambungan listrik tersebut. Menurutnya, sinergi ini merupakan hal yang baik dan luar biasa manfaatnya. “Memang ini perlu untuk saudara-saudara kita dibantu. Kalau bulanan saya yakin mampu tapi kalau pasang yang berat. Saya ucapkan terima kasih kepada BUMN yang sudah berpartisipasi dalam program ini. Ini partisipasi yang luar biasa,” ungkap Jonan.

PLN mencatat, saat ini rasio elektrifikasi Provinsi Jawa Barat tercatat di level 96,79% dengan jumlah KK yang belum terlistriki masih mencapai sebanyak 334.260 KK. Rumah tangga kurang mampu yang mendapat bantuan program sambung listrik gratis ini akan mendapatkan sambungan listrik PLN berdaya 450 Volt Ampere (VA) dengan tarif bersubsidi dan sistem layanan prabayar.

Alasan sebagian besar warga tidak menyambungkan listrik secara resmi disebabkan relatif mahalnya biaya instalasi dan penyambungan listrik yang berkisar Rp 900 ribu hingga Rp 1,1 juta. Melalui program sambung listrik kali ini, PLN memberi potongan harga sebesar 50 persen untuk biaya penyambungan listrik, dan sisa biaya akan dibayarkan oleh sinergi BUMN yang turut terlibat.