“Kulo Nuwun Yogyakarta, Imunicare Siap Melayani Masyarakat Kota Gudeg”

By Bio Farma

(Yogyakarta 29/8) Layanan vaksinasi Bio Farma, Imunicare, kembali membuka layanannya di DIY Yogyakarta pada tanggal 29 Agustus 2019, yang berlokasi di Jl. Timoho 86. Imunicare adalah outlet layanan vaksinasi sangat lengkap yang dilakukan oleh  praktek dokter, klinik atau rumahsakit dengan menggunakan vaksin yang terjamin mutu dan keasliannya, tempat yang nyaman, tenaga medis yang ahli, serta harga lebih terjangkau.

Peresmian Imunicare di kota gudeg ini merupakan hasil kolaborasi dengan Telkomedika setelah sebelumnya pada tanggal 22 Agustus yang lalu layanan vaksinasi Imunicare dibuka di Kota Madiun Jawa Timur.

Dalam peresmian di kota ke 5 dari rencana 25 kota, dihadiri oleh Kepala Dinas Kota Yogyakarta Fita Yulia Kisworini, Direktur Pemasaran Bio Farma Sri Harsi Teteki, Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Yogyakarta, Agus Syah Fiqhi Haerullah, dan Direktur Operasional & Marketing Telkomedika, Monica Morattha Sihombing.

Dalam sambutannya Kepala Dinas Kota Yogyakarta Fita Yulia Kisworini mengatakan beberapa negara sudah mewajibkan vaksinasi tertentu untuk pendatang, yang akan ke negaranya seperti Arab Saudi yang mewajibkan vaksin meningitis sebelum beribadah haji atau umrah. “Dengan adanya layanan imunicare akan memudahkan masyarakat Yogyakarta untuk mendapatkan vaksin, seperti misalkan sebelum berangkat umroh, Imunicare yang berada di klinik Telkomedika sudah sesuai dengan

Permenkes No 23 tahun 2015 untuk memudahkan dalam memberikan perlindungan pada masyarakat dalam menerima perlindungan”, Ujar Fitri.

Sementara itu, Agus Syah Fiqhi, pihaknya bersyukur ada alternatif lain bagi masyarakat untuk mendapatkan layanan vaksinasi terutama untuk kebutuhan haji dan umroh, sehingga tidak terkosentrasi hanya di KKP, dan memberikan kemudahan dan kenyamanan untuk masyarakat “Imunicare akan memberikan alternatif pilihan bagi masyarakat, terutama yang akan berangkat umrah dan haji, sehingga nantinya akan memberikan kemudahan bagi masyarakat”, ujar Agus.

Sedangkan Sri Harsi mengatakan dalam sambutannya, salah satu upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, yaitu melalui upaya preventif atau pencegahan melalui imunisasi. Bio Farma sebagai Badan Usaha Milik Negara, sekaligus salah satu produsen di antara 30 produsen vaksin di dunia yang telah mendapatkan PQ WHO, akan hadir untuk negeri, untuk memberikan pelayanan pencegahan penularan penyakit.

“Sebagai bentuk upaya BUMN Hadir Untuk Negeri awal tahun 2019, Bio Farma mengenalkan layanan Imunicare agar masyarakat lebih mudah mendapatkan layanan imunisasi selain dari puskesmas dan faskes lainnya yg sudah ada saat ini, dengan kualitas yang pasti terjamin, produk yang lengkap termasuk vaksin untuk kebutuhan umrah seperti menigitis dan flu, dan tentu saja dengan harga yang terjangkau”, ujar Sri Harsi.

Sri Harsi menambahkan dalam upaya mengembangkan konsep imunicare ini, disamping mengembangkan outlet sendiri, juga bekerjasama dengan mitra Dokter, Klinik atau Rumah Sakit. Dan saat ini Imunicare telah hadir di beberapa kota yaitu: Bandung, Makassar, Medan, Jakarta, Madiun. Dalam waktu dekat Imunicare juga akan hadir di: Bandar Lampung, Depok, Sukabumi, Denpasar dan Semarang.

========###========

 

Untuk info lebih lanjut hubungi

Iwan Setiawan

Head of Corporate Communications Bio Farma

Jl. Pasteur No 28 Bandung

Tlp : 022 – 2033755 ext 37431

Fax : 022 – 2041306

E : corcom@biofarma.co.id

Instagram : @biofarmaID

Twitter: @biofarmaID

Direktur Utama Bio Farma dan Bio Farma Raih Green CEO Award 2019

By Bio Farma

(Jakarta 29/8) Bio Farma mendapatkan Penghargaan Social Business Innovation Award 2019 (SBI Award 2019) untuk kategori Farmasi, dari Warta Ekonomi.co.id. Selain SBI Award, Direktur Utama Bio Farma, M. Rahman Roestan, juga meraih Penghargaan Green CEO Award 2019. Kedua penghargaan tersebut diserahkan oleh Fadhel Muhammad sebagai founder Warta Ekonomi, dan Munammad Ihsan sebagai CEO dan Chief Editor Warta Ekonomi, pada tanggal 29 Agustus 2019, di Jakarta.

Penghargaan ini diberikan, berdasarkan penilaian yang dilakukan oleh Warta Ekonomi.co.id Research and Consulting, yang memberikan penilaian berdasarkan inovasi yang dilakukan oleh perusahaan untuk menekan dampak negatif dari aktifitas produksi dan kemajuan teknologinya, dengan penilaian berdasarkan inovasi perusahaan dalam mengatasi masalah sosial dan lingkungan hidup melalui program CSR dalam kurun waktu 2018 – 2019.

Sedangkan untuk penilaian Green CEO didasarkan pada peran aktif dalam kegiatan tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan yang meliputi, Visi dan Misi yang ditetapkan oleh CEO maupun perusahaan yang memiliki tujuan bersama untuk mencapai bisnis berkelanjutan. Selain visi dan misi, juga dinilai inisiatif dalam aktifitas CEO dalam mengikuti kegiatan sosial perusahaan yang terkait dengan masalah lingkungan, dan komitmen CEO dalam penentuan strategi, kebijakan dan eksekusi program – program pro lingkungan.

M.Rahman Roestan mengatakan, Bio Farma secara konsisten menerapkan pengelolaan lingkungan dengan standar Excellent Compliance, di mana pengelolaan lingkungan tidak sebatas kewajiban penaatan terhadap regulasi dan standar yang dipersyaratkan, namun juga terhadap praktek pengelolaan lingkungan Beyond Compliance dengan memperhitungkan Best Available Techniques (BAT) untuk mencapai hasil kinerja pengelolaan lingkungan yang optimal “Dalam hal inovasi pengelolaan, Bio Farma menerapkan pemanfaatan kembali air dari Compressed Air Drain & Condensate Steam yang mampu mengefisienkan 19.872 kwh/tahun pemakaian energi dan efisiensi air 2.718 m3/tahun, Pemanfaatan condensate cooling coil sebesar 53.904 kwh/ tahun dan Pemanfaatan air reject WTP 8.892 m3/th. Dengan metode tersebut, Bio Farma berhasil melakukan efisiensi air 18,38% / tahun terhadap total pemakaian air dan efisiensi energi sebesar 9,99% per tahun terhadap total pemakaian energi.

Sebagai bagian dari komitmen global, Bio Farma menempatkan konsep Inclusive and Sustainable Industrial Development dari UNIDO (United Nation for Industrial Development Organization) menjadi mainstream pola bisnisnya. Setidaknya ada tiga nilai yang harus dipraktikan oleh perusahaan yang berstandar global antara lain; Green Industry, World Class Corporate Social Responsibility, Governance Risk Management, and Compliance, “Prinsip inilah yang menjadi landasan Bio Farma berbuat lebih, bagi lingkungan dan masyarakat sesuai dengan filosofi perusahaan, Dedicated to Improve Quality of Life,” Ujar Rahman.

Rahman menambahkan,  program Community Development yang sedang berlangsung antara lain, pengembangan pakan ternak berkualitas tinggi di area Cisarua bekerjasama dengan BPPT maupun kelompok masyarakat tani Cisarua. Selain daripada itu, Bio Farma saat ini tengah mendampingi kelompok masyarakat difabel di sekitar Perusahaan dalam mengembangkan kegiatan ekonomi yang menerapkan nilai-nilai pelestarian lingkungan.

======###========

 

Untuk info lebih lanjut hubungi

Iwan Setiawan

Head of Corporate Communications Bio Farma

Jl. Pasteur No 28 Bandung

Tlp : 022 – 2033755 ext 37431

Fax : 022 – 2041306

E : corcom@biofarma.co.id

Instagram : @biofarmaID

Twitter: @biofarmaID

Edukasi Vaksin Melalui Advokasi dan Sosialisasi

By Bio Farma

Dinas Kesehatan Kabupaten Kebumen melaksanakan pertemuan advokasi, sosialisasi, koordinasi serta mobilisasi kepada masyarakat untuk mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi tingginya di Kabupaten Kebumen melalui pemberian imunisasi pada tanggal 9 Juli 2019. Hal ini berkaitan karena imunisasi merupakan cara yang paling efektif untuk mencegah penyakit menular agar anak tumbuh sehat dan dapat tumbuh secara optimal.

Eko Laksono selaku Kepala Seksie Surveilans dan Imunisasi Kabupaten Kebumen mengatakan di Kabupaten Kebumen masih ada beberapa kelompok yang kontra imunisasi, “oleh karenanya untuk memberikan pemahaman mengenai pentingnya imunisasi diperlukan advokasi, sosialisasi, koordinasi serta mobilisasi kepada masyarakat dalam penguatan Imunisasi Rutin”, ujar Eko.

Dalam kesempatan tersebut Evi Sylvia, selaku tim advokasi Bio Farma yang menjadi salah satu Narasumber, menyampaikan materi mengenai proses pembuatan vaksin yang digunakan dalam program imunisasi rutin Nasional, “Bio Farma sebagai Produsen Life Science berkomitmen untuk memproduksi produk-produk yang sudah terjamin dari sisi kualitas, keamanan dan keampuhannya  guna menyelamatkan generasi muda dari penyakit menular”, ujar Evi.

 

———-*****———-

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi:
Iwan Setiawan
Head of  Corporate Communications Dep Bio Farma.
Email : iwan.setiawan@biofarma.co.id
Jl. Pasteur No. 28 Bandung
Telp : 62 22 2033755
Fax : 62 22 2041306

Bio Farma Tertarik untuk Jadikan Kampus Sebagai Mitra Strategis Inovasi

By Bio Farma

(Makassar 21/6) Sebagai komitmen Bio Farma dalam hilirisasi inovasi riset terapan, mulai menunjukan ketertarikannya pada penelitian – penelitian yang dihasilkan oleh Perguruan Tinggi Negeri di Indonesia. Ketertarikan ini  akan disahkan melalui proses kerjasama yang diawali dengan penandatanganan Letter of Intent (LoI) sebagai langkah awal dari kemitraan aktif antara Majelis Senat Akademik (MSA) Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH) yang merupakan himpunan dari 11 Senat Akademik Perguruan Tinggi (UI, ITB, IPB, UPI, UNDIP, UGM, UNAIR, UNPAD, USU, UNHAS, dan ITS)  dengan Bio Farma sebagai Industri Farmasi.

Penandatanganan LoI ini dilatarbelakangi dari tuntutan pemerintah yang menginginkan PTNBH untuk dapat terus meningkatkan produktivitas dan daya saing bangsa. Demi menuju kemandirian ekonomi, sehingga menuntut PTNBH untuk menghasilkan karya yang mandiri dan inovatif yang dapat bermanfaat dan memiliki daya ungkit sains yang tinggi.

Kesepakatan akan ditandatangani oleh Direktur Utama Bio Farma, M. Rahman Roestan, dengan Ketua Majelis Senat Akademik (MSA) PTNBH, Prof. Ir. Priyo. Suprobo, MS., Ph.D dalam acara Rapat Paripurna MSA PTNBH pada tanggal 22 Juni 2019, yang diselenggarakan di Universitas Hasanuddin Makassar.

Direktur Utama Bio Farma, M. Rahman Roestan mengatakan dalam bidang kesehatan dan bioteknologi, PTNBH akan menyepakati kerangka LoI bersama Bio Farma, untuk hilirisasi bidang penelitian produk lifescience, yang kedepannya akan dapat menjadi produk unggulan Indonesia yang dihasilkan oleh Bio Farma.

“Kami menyambut baik langkah awal kesepakatan antara PTNBH dengan Bio Farma, karena produk bioteknologi merupakan salah satu produk yang memiliki tingkat kompleksitas yang tinggi dan memerlukan waktu yang tidak sebentar untuk menjadi produk akhir. Sehingga dengan adanya Komitmen kesepakatan ini, hasil peneltian dari pihak PTNBH akan dihilirisasi ke industri, yang pada akhirnya akan tercipta inovasi suatu produk unggulan yang sesuai kebutuhan masyarakat”, ujar Rahman.

Sementara itu, Direktur Perencanaan dan Pengembangan Bio Farma, Adriansjah Azhari menambahkan, untuk produk masa depan Bio Farma yang sudah masuk kedalam pipeline, akan dihasilkan dari kerjasama yang solid dan kokoh antara Bio Farma sebagai industri, dengan PTNBH sebagai pihak yang menginisiasi riset dasar / basic research dari suatu produk bioteknologi. Sehingga penelitian yang dikerjakan oleh PTNBH akan dapat menyesuaikan dengan kebutuhan dan standar industri farmasi terutama dari sisi quality, safety dan efficacy.

“Kami berharap, komitmen bersama dalam  hilirisasi hasil riset dan inovasi perguruan tinggi ini akan berjalan lancar, sehingga kemandirian dalam bidang bioteknologi dapat segera terwujud. Hilirisasi ini bukan hanya pada produk akhir saja, melainkan dapat juga menghasilkan inovasi dan kemandirian dalam bidang penggunaan bahan baku aktif farmasi, yang sampai dengan saat ini hampir 90% masih berasal dari luar negeri” ujar Adriansjah.

Sementara itu menurut Prof. Ir. Priyo. Suprobo, MS., Ph.D mengatakan, pemerintah telah mendorong kemitraan antara perguruan tinggi dan industri nasional yang saling menguntungkan  untuk dapat menghasilkan  produk yang bermanfaat bagi negara dan masyarakat secara luas, dan Bio Farma merupakan representasi dari semua industri di Indonesia. Kami menilai Bio Farma memiliki keunggulan yaitu sebagai satu-satunya industri yang telah menjadi role-model untuk pembangunan dan perbaikan berkelanjutan dalam bidang kesehatan dan kemasyarakatan di Indonesia.

“Tentu saja, kami berharap bahwa suatu saat nanti akan ada hasil dari riset dan inovasi yang dilakukan oleh PTNBH, yang semula hanya skala laboratorium, dapat ditingkatkan menjadi skala industri yang siap untuk dimanfaatkan oleh masyarakat luas. Sehingga dapat menciptakan suatu hilirisasi inovasi produk hasil riset yang sesuai kebutuhan masyarakat dan industri, sebagai bentuk harapan dari pihak industri” ungkap Prof. Ir. Priyo. Suprobo, MS., Ph.D.

 

—*—

 

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi:

Iwan Setiawan

Kepala Bagian Corporate Communication Bio Farma

(022) 2033755 ext 37412

Email : iwan.setiawan@biofarma.co.id

 

Safari Ramadhan; Dorong Kemandirian Difabel, Bio Farma Berikan Pelatihan Keterampilan Membuat Busana Muslim

By Bio Farma

(17/5) Pada bulan suci Ramadhan tahun 2019, Bio Farma kembali berbagi kebahagain kepada sesama, melalui program Safari Ramadhan 1440 H. Program ini berupa pemberian santunan untuk difabel, tunanetra, anak yatim, marbot masjid, dan bantuan untuk pesantren An Nahdlah Depok, sebagai bagian dari kegiatan BUMN Hadir Untuk Negeri.

Selain pemberian santunan, Bio Farma juga kembali mengadakan program mudik bersama, dan pasar murah. Seperti tahun – tahun sebelumnya, kegiatan ini dirangkai dengan buka puasa bersama keluarga besar karyawan Bio Farma, jajaran Komisaris, Direksi dan juga media massa. Kegiatan ini diselenggarakan pada tanggal 17 Mei 2019 di Masjid An Nuur Bio Farma.

Direktur Utama Bio Farma, M. Rahman Roestan mengatakan, pemberian santunan ini, merupakan program BUMN Hadir untuk negeri, dalam bentuk bantuan pangan murah dalam menyambut ramadhan, selain itu bagian dari semangat filosofi Bio Farma, dedicated to improve quality of life, atau berdedikasi untuk meningkatkan kualitas hidup.

“Kualitas hidup yang kami perhatikan tidak hanya dari sisi kesehatan saja, tapi juga dari sisi yang lain misalkan, pendidikan, ekonomi dan kemandirian mereka. Bagaimana bantuan yang kami berikan ini, bisa menjadikan mereka lebih mandiri dari sisi ekonomi dan sosial”, ungkap Rahman.

Bantuan yang dirangkai dalam kegiatan Safari Ramadhan 1440 H diberikan kepada enam orang difabel, Bio Farma memberikan bantuan pelatihan berupa pembuatan mukena, dan baju muslim yang sudah mulai dipasarkan.

Selain pelatihan untuk difabel, Bio Farma juga memberikan bantuan untuk 30 orang tunanetra, 125 marbot masjid, 170 anak yatim, pesantren, dengan total bantuan Rp 600 juta. Selain pemberian santunan, Bio Farma juga memberikan bantuan armada untuk 1000 pemudik yang akan diberangkatkan pada akhir bulan Ramadhan, dan penyelenggaraan pasar murah untuk daerah Kecematan Kertawangi dan Kecamatan Sukajadi dalam waktu dekat.

Mudik Bersama dan Pangan Murah

Bio Farma kembali menyelenggarakan program mudik gratis untuk Ramadhan tahun 2019 yang akan diselenggarakan pada minggu terakhir bulan Ramadhan.

Kegiatan ini sebagai bagian dari program Kementerin BUMN sebagai bentuk komitmen BUMN Hadir Untuk Negeri untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri 1440 H.
Menurut Sekretaris Perusahaan Bio Farma, Bambang Heriyanto, tahun ini Bio Farma akan menargetkan 1000 pemudik dengan rute Jawa Barat – Jawa Tengah melalui jalur utara dan selatan, “Program ini bertujuan untuk memudahkan pemudik yang biasa menggunakan roda dua, serta untuk menekan potensi kecelakaan lalu lintas, dan memberikan kenyamanan untuk pemudik, yang biasanya pergi bersama keluarga yang membawa bayi dan balita, sehingga mereka bisa merayakan hari kemenangan dengan perasaan tenang dan bahagia”, ungkap Bambang.

Selain program mudik, Bio Farma juga akan melaksanakan pasar murah secara serentak di dua tempat yaitu Kecamatan Sukajadi dan Desa Kertawangi Kec Cisarua, Bandung Barat yang merupakan daerah ring 1 Bio Farma, berupa Paket yang akan dibagikan berupa beras 10 kg, minyak goreng 2 liter, gula pasir 2 kg, senilai Rp 25.000,- sehingga mampu untuk dijangkau masyrakat pra sejahtera. Kegiatan ini akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini.

———-***———-

Untuk informasi lebih lanjut, media dapat menghubungi:
N. Nurlaela Arief
Head of Corporate Communications Dept.
Email : lala@biofarma.co.id
Bio Farma
Jl. Pasteur No. 28 Bandung
Telp : 62 22 2033755
Fax : 62 22 2041306

Menteri Keuangan Sri Mulyani Meninjau Fasilitas Riset dan Dukung Bio Farma untuk Pengembangan Ekspor Vaksin

By Bio Farma

Jum’at, 26 April 2019, Sri Mulyani meninjau fasilitas riset dan pengembangan vaksin Bio Farma di Bandung.  Kunjungan Sri Mulyani ini untuk mengetahui lebih lanjut kesiapan Bio Farma, setelah pada 16 April 2019, Direksi Bio Farma melakukan audiensi dengan Menteri Keuangan terkait rencana pengembangan ekspor dan kerja sama Bio Farma dengan berbagai lembaga internasional.

Rahman Roestan, Direktur Utama Bio Farma menyampaikan bahwa saat ini Bio Farma mendapat banyak kepercayaan dari lembaga internasional.

Selain kerja sama dengan Bill and Melinda Gates Foundation, PATH, UNICEF dan WHO, terdapat potensi kerjasama dengan pemerintah Maroko dalam pengembangan fasilitas produksi vaksin dan produk biologi lainnya”

“Saat ini tim Bio Farma sedang berada di Maroko untuk mendiskusikan lebih lanjut tentang kerjasama ini” tambah Rahman

Terkait dengan rencana berbagai kerjasama Bio Farma dengan pihak luar negeri, Menteri Keuangan menyampaikan bahwa pemerintah, dalam hal ini melalui Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (KPEI) mendukung pengembangan usaha Bio Farma dan akan melakukan pendampingan penuh khususnya mengenai pemberian fasilitas pembiayaan, penjaminan dan asuransi”

Bersamaan dengan peninjauan Sri Mulyani ke Bio Farma sekaligus mengecek langsung fasilitas riset dan pengembangan vaksin, paska dibentuknya Center of Excellence  Vaccine , Organization of Islamic Cooperation (OIC) di Gedung Riset Bio Farma.

Menteri Keuangan juga meninjau pelaksanaan investasi gedung-gedung dan mesin-mesin fasilitas produksi beserta penunjangnya, untuk meningkatkan kapasitas produk.

“Dengan kemampuan Bio Farma untuk memproduksi vaksin secara mandiri, sehingga bisa lebih efisien dari anggaran karena diproduksi di dalam negeri.

Produksi vaksin untuk kemandirian agar tidak di dominasi oleh negara-negara maju. Khususnya untuk menjaga ketersediaan produk vaksin di dalam negeri maupun pemenuhan vaksin untuk negara-negara berkembang, serta negara yang tergabung dalam organisasi kerjasama Islam  (OKI)” tambah Sri Mulyani

M.Rahman menjelaskan proses, manufacturing, kompleksitas vaksin dan produk life science serta menjelaskan pengembangan bahan baku produk.

Menteri Keuangan juga mendorong agar Bio Farma memanfaatkan secara optimal fasilitas bea masuk dan impor barang modal.

“Bio Farma mampu menghasilkan vaksin sendiri, masyarakat dapat menerima manfaat vaksin yang berkualitas tinggi dengan harga yang terjangkau, karena sebagain besar bahan baku vaksin merupakan hasil periset dalam negeri” tutup Rahman.

 

—*—

 

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi:

Nurlaela Arief

Head of Corporate Communications Dept.

Bio Farma

(022) 2033755 ext 37412

Email : lala@biofarma.co.id

Biocare : 15000810

 

Bill & Melinda Gates Foundation, PATH Percayakan Riset dan Pengembangan Produk Baru pada Bio Farma

By Bio Farma

Bandung, Bio Farma, Badan Kesehatan Dunia (WHO), Bill & Melinda Gates Foundation (BMGF), serta PATH mendiskusikan kerjasama riset dan pengembangan produk-produk baru Bio Farma ke depan, sejak 24 hingga 26 April di Bandung.

Bio Farma kembali mendapatkan kepercayaan lembaga penelitian dunia, untuk terlibat dalam penelitian dan produksi vaksin – vaksin terbaru, untuk mencegah beberapa penyakit, seperti penyakit polio yang akan eradikasi (musnah) pada tahun 2020 mendatang. Penelitian vaksin polio generasi terbaru (nOPV) ini, termasuk pengembangan teknologi vaksin, Uji Klinis tahap 1 – 3, hingga proses produksi.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Utama Bio Farma M. Rahman Roestan setelah menerima kunjungan tamu dari Bill and Melinda Gates Foundation (BMGF) sebagai salah satu lembaga dunia yang memiliki perhatian kesehatan masyarakat global, PATH, dan Badan Kesehatan Dunia (WHO) untuk membahas mengenai  pengembangan produksi  vaksin Polio generasi baru (nOPV).

“Bio Farma sudah sejak tahun 2012 bekerjasama dengan BMGF khususnya untuk transfer teknologi produk-produk masa depan, seperti vaksin novel OPV ini”.

Pada Oktober 2018 lalu, dalam pertemuan Annual Meeting IMF-World 2018 di Bali, BMGF telah menyatakan keinginannya untuk menindaklanjuti kerjasama dengan Bio Farma.

Bill & Melinda Gates Foundation sudah sejak lama peduli dengan kesehatan global. Salah satu langkah yang paling efektif dan memiliki biaya yang efisien adalah pencegahan penyakit. Pencegahan paling efektif, yakni melalui vaksin. Bill & Melinda Gates Foundation mencari mitra yang memiliki kapabilitas untuk bergabung.

“Kami dianggap memiliki kapabilitas untuk bergabung dan sudah berjalan prosesnya, bantuan yang diberikan disebut sudah berjalan sekitar lima tahun “ungkap Rahman.

Bill and Melinda Gates Foundation memang telah berperan besar dalam memberikan solusi-solusi terkait kesehatan anak di Indonesia. Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam Annual Meeting IMF-World Bank Group 2018, Bill & Melinda Gates Foundation menyampaikan akan membantu riset di Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melalui Bio Farma untuk pengembangan vaksin. Tujuannya, agar jenis vaksin terkait tidak hanya diproduksi oleh negara Barat. Indonesia diharapkan punya kapasitas sehingga bisa ikut menjadi pemain dunia di bidang produksi vaksin.

Sementara itu Direktur Perencanaan dan Pengembangan Bio Farma, Adriansjah Azhari mengatakan, riset vaksin – vaksin baru untuk nOPV ini, diawali dengan pembahasan transfer teknologi yang diterima oleh Bio Farma.

“Bentuk kerjasama ini akan dimulai dari proses penelitian, transfer teknologi, proses produksi, uji klinis dari tahap 1 – 3,  kami harapkan penelitian – peneltian vaksin baru ini, akan menambah portofolio Bio Farma, dan tidak hanya sampai disitu saja, semua hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi produk, sehingga bisa diterima pasar dalam waktu yang tepat (time to market)”, Ujar Adriansjah.

Dengan adanya penambahan portofolio produk terbaru, diharapkan pangsa pasar Bio Farma juga akan bertambah. Untuk tahun 2019, Bio Farma akan menambah pangsa pasar terutama untuk pasar Asia Tenggara, Afrika, dan stock pile untuk Eropa.

 

—*—

 

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi:

Nurlaela Arief

Head of Corporate Communications Dept.

Bio Farma

(022) 2033755 ext 37412

Email : lala@biofarma.co.id

Biocare : 15000810

Bio Farma dipilih Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan UNICEF dalam Penyediaan Monovalent Oral Polio Vaccine Tipe 2 (mOPV-2) untuk Global Stockpiling

By Bio Farma

Bandung, 25-26 April 2019, Tim UNICEF Suppy Division dari Copenhagen datang ke Bio Farma untuk membahas kerjasama pengadaan mOPV2 global stockpiling ini dalam bentuk produk akhir sebanyak 60 juta dosis atau 3 juta vial yang harus disiapkan di tahun 2019.

Sri Harsi Teteki, Direktur Pemasaran Bio Farma beserta tim penjualan Ekspor menerima delegasi tersebut sejak Kamis 25 April hingga 26 April di Bandung.

Menurut Sri Harsi Teteki,  pada bulan Agustus 2018, Badan Kesehatan Dunia (WHO) melalui the Global Polio Eradication Initiative (GPEI) telah mengirim surat resmi kepada Bio Farma mengenai permintaan stockpiling bulk mOPV sebanyak 500 juta dosis guna mengantisipasi terjadinya global outbreak virus polio liar tipe 2.

“Bio Farma menanggapi positif permintaan dari the GPEI-WHO tersebut, dan berkomitmen untuk mendukung program  WHO –  GPEI yaitu Global Stockpilling mOPV type 2, untuk mengantisipasi  wabah (outbreak) virus polio liar tipe 2  secara global” ungkap Sri Harsi Teteki, Direktur Pemasaran Bio Farma, saat menerima delegasi dari UNICEF.

WHO bekerjasama dengan UNICEF untuk merealisasikan global stockpiling mOPV type 2 melalui produsen vaksin dunia, dan Bio Farma (melalui mekanisme tender dari UNICEF) telah  dipercaya oleh WHO dan UNICEF untuk dapat menyediakan/melakukan penyimpanan atas produk tersebut. Untuk tahap awal, Bio Farma diminta  memproduksi dan melakukan penyimpanan atas produk mOPV-2 dalam bentuk finished product (produk akhir) sebanyak 60 juta dosis atau 3 juta vial mOPV type 2,  yang harus tersedia mulai akhir bulan Juni hingga Agustus tahun 2019.

“Sebagai produsen Vaksin terbesar di Asia Tenggara, kami memiliki tanggung jawab yang besar untuk mendukung program dunia dalam program global eradikasi penyakit Polio. Baru-baru ini memang terdapat 3 negara yang mengalami outbreak yaitu Nigeria, Congo, serta horn of Africa yaitu Somalia, Kenya dan Ethiopia”.

 

—*—

 

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi:

Nurlaela Arief

Head of Corporate Communications Dept.

Bio Farma

(022) 2033755

Email : lala@biofarma.co.id

Biocare : 15000810

Bio Farma siapkan Skema Perluasan Layanan vaksinasi melalui brand “Imunicare”

By Bio Farma

Bio Farma akan terjun ke pasar   retail layanan vaksinasi untuk mendekatkan pelayanan dan akses vaksinasi ke masyarakat, dengan harga yang terjangkau dengan jenis vaksin yang beragam. Menurut rencana, layanan vaksinasi yang diresmikan pada Januari 2019 yang lalu ini, akan hadir di seluruh provinsi di Indonesia, dan sebagai langkah awal, akan dimulai  untuk membuka di Medan dan Denpasar sebagai kantor cabang.

 

Direktur Pemasaran, Bio Farma, Sri Harsi Teteki, mengatakan layanan imunicare ini dibuat untuk mendekatkan layanan Bio Farma kepada end user dari layanan vaksinasi, “Kami berencana untuk membuka imunicare di 25 lokasi, dengan sistem kemitraan bersama klinik, rumah sakit BUMN maupun swasta melalui mekanisme kemitraan dengan meng add-on kan ke klinik yang sudah ada, dengan menambah pelayanan vaksinasi dari imunicare, sehingga layanan klinik tersebut akan bertambah dari layanan kuratif menjadi layanan kuratif dan preventif”, ujar Sri Harsi Teteki.

 

Kepala Divisi Unit Bisnis dan Klinik, Tjut Vina, mengatakan layanan imunicare akan dibuka melalui sistem kemitraan dimana, setiap calon mitra yang akan bekerjasama dengan Bio Farma akan mendapatkan pelatihan – pelatihan terkait pengelolaan vaksin “Kami akan memberikan standar – standar pelayanan dari vaksinasi kepada semua calon mitra kami, baik yang terkait dengan produk seperti system rantai dingin (cold chain system), pengolahan limbah, dan dukungan informasi dan teknologi dan terutama mengenai product knowledge termasuk Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) kepada tenaga medis”, Ujar Tjut Vina.

—*—

 

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi:

Nurlaela Arief

Head of Corporate Communications Dept.

Bio Farma

(022) 2033755 ext 37412

Email : lala@biofarma.co.id

Biocare : 15000810

Perluas Pangsa Pasar, Bio Farma akan Terjun Ke Pasar Retail

By Bio Farma

Bandung (22/4) Bio Farma melalui layanan vaksinasi terpadu Imunicare, siap untuk terjun ke pasar retail di Indonesia. Layanan ini dibuat untuk mempeluas pangsa pasar Bio Farma, yang selama ini terbagi menjadi Penjualan sektor dalam negeri, penjualan sektor swasta dan penjualan ekspor.

Layanan Imunicare, yang merupakan layanan dari klinik imunisasi Bio Farma yang bertujuan untuk mendekatkan masyarakat, kepada akses untuk mendapatkan vaksin.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Utama Bio Farma, M. Rahman Roestan dalam acara Coffee Morning di Bandung (22/4).

Terjunnya Bio Farma ke pasar retail ini, seiring dengan perluasan tren bisnis  farmasi, menuju industri farmasi 2030.

Kedepannya, industri farmasi Indonesia, tidak hanya akan bergerak pada bidang riset dan pengembangan, produksi dan distribusi saja, tetapi mulai memasuki fungsi lainnya seperti pencegahan melalui vaksinasi, diagnosis, perawatan, penyembuhan dan pelayanan.

“Dari sisi riset dan pengembangan, Bio Farma sudah memiliki link untuk melakukan kolaborasi dan kerjasama riset, dari sisi produksi dan distribusi, Bio Farma sudah sesuai dengan standar Badan Kesehatan dan Dunia (WHO), dan kini, untuk pelayanan, Bio Farma akan memperkuatnya melalui layanan vaksinasi terpadu ini berarti, industri farmasi Indonesia, akan memasuki fase end to end, dimulai dari kemandirian bahan baku, dengan kekuatan riset, produksi, distribusi dan layanan (services)”, ujar Rahman.

Sementara itu, Direktur Pemasaran, Sri Harsi Teteki, mengatakan,  dengan layanan ini,  masyarakat akan mendapatkan akses dan solusi untuk meningkatkan imunitas. Tentu saja, dengan harga terjangkau dan ketersediaan jenis vaksin yang lengkap, serta terjamin kualitas dan keaslian dari produknya.

“Kami berharap dengan adanya imunicare ini, masyarakat akan lebih mudah untuk mendapatkan akses vaksinasi, dengan kualitas layanan prima dengan harga yang tentu saja terjangkau”, Ujar Sri Harsi Teteki.

Sri Harsi menambahkan, kedepannya, imunicare ini akan hadir diseluruh Indonesia, baik hadir sebagai klinik di rumah sakit ataupun di klinik embarkasi mengingat Imunicare kini sudah menjadi Layanan Vaksinasi Internasional, yang bisa memberikan layanan vaksinasi meningitis untuk jamaah haji dan umrah.

 

—*—

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi:

Nurlaela Arief

Head of Corporate Communications Dept.

Bio Farma

(022) 2033755 ext 37412

Email : lala@biofarma.co.id

Biocare : 15000810