MPR Beri Dukungan Bio Farma untuk Produksi Vaksin Covid-19

By Bio Farma

 

(Bandung 15/9) Ketua MPR-RI Bambang Soesatyo, yang didampingi bersama empat Wakil Ketua MPR, Ahmad Muzani, Lestari Moerdijat, Arsul Sani, Fadel Muhammad, serta Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Penny K Lukito, yang didampingi oleh Direktur Standardisasi Obat dan NAPPZA – BPOM RI, Togi Junice Hutadjulu dan Plt. Direktur Pengawasan Produksi Pengawasan Produksi Obat, Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor, Nurma Hidayati, mengunjungi Bio Farma pada tanggal 15 September 2020. Kunjungan ini disambut langsung oleh Direktur Utama Bio Farma, Honesti Basyir dan beberapa jajaran Board of Executives Bio Farma.

Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan bahwa proses pengadaan vaksin Covid-19 untuk keselamatan masyarakat Indonesia sudah berjalan. Hal ini tentu saja sejalan dengan amanat pembukaan Undang  – Undang Dasar 45, dimana pemerintah wajib melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia serta memajukan kesejahteraan umum rakyat Indonesia. Kami meminta pemerintah untuk serius menanggulangi dan memutus mata rantai  pandemik Covid-19.

Dalam sambutannya, ketua MPR RI Periode 2019-2024, Bambang Soesatyo, menyampaikan bahwa  saat ini kita sedang di hadapkan dengan tarik ulur dua kutub kepentingan yaitu antara melindungi kesehatan masyarakat atau menyelamatkan perekonomian negara yang terus tergerus oleh dampak pandemik Covid-19 ini

“Ada langkah yang sangat urgent dan segera dilaksanakan, salah satunya adalah menemukan segera vaksin yang tidak saja efektif untuk melawan Covid-19, melainkan juga aman ketika kita gunakan dan disinilah peran sentral dan menentukan Bio Farma sebagai pesohor industri farmasi yang produk – nya telah digunakan di lebih dari 150 negara”, ujar Bambang Soesatyo.

Sementara itu, dalam sambuatan Penny K Lukito mengatakan, Peran Badan POM dikaitkan dengan kebutuhan vaksin dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19, peran vaksin menjadi perhatian kita semua. Saat ini, vaksin Covid-19 sudah mulai masuk uji klinis tahap ke III, tentunya dengan harapan keamanannya yang sudah terbukti pada uji klinis I dan II, dengan subjek yang lebih besar akan kita buktikan pada fase uji klinis ke III.

“Badan POM juga sudah mendampingi ekspansi kapasitas produksi dari Bio Farma untuk nanti kita bisa melakukan tahapan pengembangan vaksin di Indonesia. Jadi, kedepannya kita tidak hanya membeli produk yang sudah jadi dari luar negeri, tetapi juga bisa memproduksi sendiri di didalam negeri” , ujar Penny.

Dalam presentasi yang disampaikan oleh Honesti Basyir, Bio Farma memiliki dua pendekatan strategis dalam hal pembuatan vaksin, yaitu untuk jangka pendek dan jangka panjang. Dalam jangka panjang, Bio Farma akan mengembangkan vaksin merah-putih, berkolaborasi dengan Lembaga Biomolekuler Eijkman,  yang akan menggunakan strain virus asli Indonesia, “Vaksin merah putih ini, diharapkan akan diproduksi pada Q3 dan Q4 2022, bekerjasama dengan lembaga Eijkman yang berperan untuk penelitian awal sampai dengan pembuatan bibit vaksin, untuk kemudian pada Q1 – Q2 2021 akan dilanjutkan oleh Bio Farma dari mulai preclinical trial, Uji Klinis tahap I, II dan III yang kemudian untuk diregistrasikan ke Badan POM”, ujar Honesti.

Beliau menambahkan sambil menunggu vaksin buatan asli Indonesia ini dibuat, Bio Farma menggandeng Sinovac untuk penyediaan vaksin Covid-19. Saat ini, calon  vaksin dari Sinovac masih memasuki tahap uji klinis tahap III di Bandung bekerjasama dengan FK UNPAD, kepada 1620 relawan yang bertujuan untuk melihat keamanan dan keampuhan dari calon vaksin Covid-19 tersebut.  Alasan menggandeng Sinovac adalah, berdasarkan list dari Badan Kesehatan Dunia (WHO), Sinovac merupakan salah satu perusahaan yang penelitian vaksin untuk Covid-19 nya, sudah masuk kedalam tahap Uji Klinis tahap III.

“Sinovac bukanlah partner asing bagi Bio Farma, karena dalam perjalanannya, Bio Farma dan Sinovac sudah melaukan pengembangan produk bersama, dan mereka adalah salah satu perusahaan vaksin yang sudah mendapatkan sertifikasi dari WHO. Faktor lainnya adalah vaksin Covid-19 yang mereka kembangkan adalah jenis vaksin inactivated atau vaksin yang sudah dimatikan, dan Bio Farma sudah menguasai metode pembuatan vaksin tersebut ”, ujar Honesti.

Bio Farma sendiri, sudah siap untuk menerima bahan baku vaksin dari Sinovac pada bulan November 2020 mendatang sebanyak  10 juta dosis, dan berturut – turut akan dikirimkan 40 juta dosis dalam jangka waktu Desember 2020 – Maret 2021, sehingga total bahan baku vaksin yang akan Bio Farma terima dari sinovac sebanynak 50 juta dosis vaksin, “Sinovac sudah komitmen untuk mengirimkan bulk vaksin Covid-19 sebanyak 50 juta dosis hingga Maret 2021. Kemudian mereka juga akan memprioritaskan bahan baku vaksin Covid-19 tersebut, sebanyak 210 juta dosis hingga Desember 2021 mendatang sehingga total dari Sinovac ada 260 juta dosis”, ujar Honesti.

Selain dari Sinovac, Untuk memenuhi kebutuhan vaksin di Indonesia, salah satu anggota holding BUMN Farmasi yaitu PT Kimia Farma, Tbk, sudah melakukan MoU dengan perusahaan farmasi dari Uni Emirate Arab, G42, untuk mendapatkan 10 juta dosis vaksin dalam bentuk final product, pada Desember 2020 mendatang. Selain 10 juta dosis pada tahun 2021, G42 komitmen untuk memberikan supply sebanyak 50 juta dosis, sehingga dari G42, akan mendapatkan total 60 juta dosis.

 

—-0000—-

 

 

Untuk informasi Media, Hubungi :

Iwan Setiawan

Head of Corporate Communications.

Bio Farma

Email : iwan.setiawan@biofarma.co.id

62 22 2033755 ext 5093

www.biofarma.co.id

twitter : @biofarmaID

Instagram :@biofarmaID

Bio Care : 1500810

 

Masuki Industri 4.0 Bio Farma Perkuat Kolaborasi Bersama Kementerian Perindustrian RI dan Sucofindo

By Bio Farma

(Bandung 19/11) Bio Farma sebagai perusahaan lifescience kelas dunia berdaya saing global, telah menjajaki perubahan dunia industri yang memasuki industri 4.0. Untuk menjawab tantangan tersebut, Bio Farma mulai menyusun strategi – strategi dalam hal penelitian dan pengembangan, proses produksi, supply chain value yang memanfaatkan big data dan artificial intelligence.

Untuk memperkuat hal tersebut, Bio Farma berkolaborasi dengan Direktorat Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil (IKFT) Kementerian Perindustrian RI, melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU), yang bertujuan untuk melaksanakan kerja sama dalam bidang pilot project, implementasi Industri 4.0 yang bertujuan untuk mendukung program pemerintah “Making Indonesia 4.0” dan untuk membangun hubungan kerja sama yang berorientasi kepada program penumbuhan dan pengembangan industri kimia hilir dan farmasi.

Penandatanganan ini dilakukan oleh Direktur Industri Kimia Hilir dan Farmasi Kementerian Industri RI, Taufiek Bawazier, dengan Direktur Operasi Bio Farma, M. Rahman Roestan pada tanggal 30 Oktober 2019 lalu. Implementasi industri 4.0 ditandai dengan penyerahan MoU dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Kementerian Perindustrian Republik Indonesia pada tanggal 19 November 2019  diserahkan oleh Direktur Jendral Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil Kementerian Perindustrian RI, Muhammad Khayam kepada Direktur Operasi Bio Farma M. Rahman Roestan disaksikan oleh Board of Executives,  dan seluruh karyawan Bio Farma, di Bio Farma Bandung.

Menurut Muhammad Khayam, MoU ini merupakan Pilot Project untuk melihat dan mendapatkan gambaran terkini terkait profil dan kinerja perusahaan dan potensinya menuju platform industri 4.0, “Industri Farmasi di Indonesia, memiliki value added yang sangat tinggi, oleh karenanya, pemerintah telah menaruh perhatian khusus kepada industri ini,  dengan dikeluarkannya Inpres No 6 Tahun 2016*, Bio Farma sebagai bagian dari Industri Farmasi, terpilih menjadi salah satu perusahaan yang mewakili IKFT untuk dijadikan percontohan industri yang siap untuk bersaing di era 4.0, kami harap kesiapan Bio Farma dalam menghadapi persaingan di era internet of things (IoT) ini, bisa di aplikasikan di industri lainnya”, ujar Muhammad Khayam.

Sementara itu, M. Rahman Roestan mengatakan Bio Farma terpilih menjadi percontohan dari industri farmasi se Indonesia untuk menjadi percontohan dalam kesiapan menuju industri 4.0. Untuk masuk ke industri 4.0, Bio Farma sudah mempersiapkan teknologi terbaru di era disruptive, seperti Electronic Batch Record (EBR) yang menggunakan teknologi komunikasi sebagai landasannya. Hal lainnya yang disiapkan oleh Bio Farma adalah melakukan inovasi, dan kolaborasi untuk bisa bersaing di era ini, “Kunci dari industri 4.0 adalah connectivity dimana elemen – elemen yang terlibat didalamnya, harus saling terhubung dan terintergrasi, hal yang sudah kami lakukan adalah berkolaborasi bersama pihak Akademesi, Pemerintah, dan Lembaga penelitian baik dalam maupun luar negeri, untuk keperluan transfer teknologi dengan tujuan akhir penemuan produk baru”, ujar Rahman.

Rahman menambahkan, Bio Farma sudah menambahkan infrastruktur terkait 4.0 antara lain menyiapkan master plan IT untuk mendukung industry pharma 4.0, dan membuat pengembangan sistem atau aplikasi pendukung industry 4.0 Termasuk kerja sama riset dengan Untuk membuat Proof of Concept IoT (Internet of Things).

 

Factory Cell Industri 4.0

Sementara itu, pada saat yang bersamaan, diserahkan juga Non Disclosure Aggrement (NDA) antara Bio Farma dengan Sucofindo untuk memperkuat pondasi industri 4.0 di Bio Farma.  Perjanjian ini diserahkan oleh Penanggung Jawab Proyek Factory Cell 4.0 Ahmad Osman kepada M. Rahman Roestan.

Dalam perjanjian ini, Sucofindo yang ditunjuk oleh Kemenperin RI sebagai konsultan, akan melakukan pendampingan, konsultansi dan evaluasi dalam rangka pelaksanaan Penyusunan Model Factory Cell Industri 4.0 di Bio Farma.

Herliana Dewi mengatakan, kerjasama ini merupakan salah satu bentuk sinergi antar BUMN untuk bersama- sama mempersiapkan diri untuk terjun di industri 4.0 “Sucofindo siap untuk membantu Bio Farma dan mengimplementasikan Penerapan 4.0 dan Bio Farma bisa menjadi Role model bagi industri lainnya”, ujar Herliana

Herliana menambahkan, pihaknya berharap bahwa Sucofindo dan Bio Farma bisa maju dan tumbuh bersama mewujudkan “Making Indonesia 4.0” dan akan mendukung, apa yang jadi kebutuhan Bio Farma dan Kementerian Perindustrian.

* Tentang Percepatan Pengembangan Industri Farmasi Dan Alat Kesehatan, Karena Industri Farmasi Memiliki Nilai Tambah Yang Tinggi Untuk Mewujudkan Kemenadirian Dam Meningkatkan Daya Saing Industri Farmasi Dan Alat Kesehatan Dalam Negeri Melalui Percepatan Pengembangan Industri Dan Alat Kesehatan.

–00–

 

Iwan Setiawan

Head of Corporate Communications.

Bio Farma

Email : iwan.setiawan@biofarma.co.id

62 22 2033755 ext 37431

www.biofarma.co.id

twitter : @biofarmaID

Instagram :@biofarmaID

Bio Care : 1500810

SEA Games 2019 : Sebanyak 1.500 Kontingen Asal Indonesia Terima Vaksin IPV dari Bio Farma

By Bio Farma

(Jakarta  8/11) Bio Farma berikan vaksin Inactivated Polio Vaccine (IPV) kepada 1500 kontingen Sea Games 2019, yang akan berlaga di Filipina. Pemberian vaksin ini bertujuan untuk mencegah penularan wabah polio tipe 2, yang saat ini sedang mewabah di Filipina sejak September 2019 yang lalu. Pemberian vaksin dari Bio Farma, akan dihadiri oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali, Ketua Olimpiade Indonesia Raja Sapta Oktohari beserta jajaraannya, Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan, drg. R. Vensya Sitohang M.Epid, Direktur Pemasaran, Penelitian dan Pengembangan I Bio Farma, Sri Harsi Teteki, Kepala Divisi Pemasaran dan Penjualan Domestik Bio Farma, Tedi Herawan beserta jajarannya.

Sri Harsi mengatakan, pemberian vaksin IPV, merupakan rekomendasi dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) yang menyatakan bahwa semua orang yang berkunjung ke suatu negara dengan status terkena wabah polio, harus mendapatkan vaksinasi polio dan menjaga cakupan imunisasi rutinnya untuk meminimalisir masuknya wabah virus polio. Selain itu, pemberian vaksin IPV merupakan salah satu bentuk dukungan Bio Farma, kepada duta olahraga yang akan berlaga dan mengharumkan nama Indonesia pada 30 November – 11 Desember 2019 mendatang.

“Pemberian vaksin IPV ini, merupakan saran dari Badan Kesehatan Dunia, untuk mencegah masuknya virus polio ke Indonesia, dari negara yang sedang terajangkit wabah Polio. Kemudian, sebagai BUMN, kami hadir untuk negeri, dalam bentuk memberikan perlindungan kepada para atlet dan official Sea Games 2019. Mereka akan diberikan vaksin  polio dari Bio Farma, harapannya tentu saja mereka akan terlindungi dari wabah polio dan tidak membawa virus polio, saat kembali ke tanah air”, ungkap Sri Harsi.

Beliau menambahkan pemberian vaksin ini akan dibagi menjadi beberapa gelombang, berdasarkan keberangkatan kontingen ke negara yang beribukota di Manila. Untuk kelompok pertama, akan diberikan kepada 76 anggota kontingen dari cabang olahraga Sepakbola U22 pada tanggal 8 November 2019 di Jakarta. Sehingga saat tiba di Manila, kekebalan para kontingen dari wabah polio sudah terbentuk.

Sementara itu, Tedi Herawan mengatakan, untuk memenuhi kebutuhan pemberian vaksin seluruh kontingen Indonesia, Bio Farma harus menyiapkan sebanyak 375 vial vaksin IPV 5 dosis, sehingga bisa digunakan untuk  seluruh kontingen yang berjumlah 1500 orang, “Seluruh kebutuhan vaksin tersebut, sudah kami distribusikan ke KKP Kelas I di bandara Soekarno-Hatta melalui distributor resmi kami, dan akan diberikan kepada atlet dan officaial sesuai dengan jadwal keberangkatan mereka menuju Filipina”, ujar Tedi.

—-0000—-

Untuk informasi Media, Hubungi :

Iwan Setiawan

Head of Corporate Communications.

Bio Farma

Email : iwan.setiawan@biofarma.co.id

62 22 2033755 ext 37431

www.biofarma.co.id

twitter : @biofarmaID

Instagram :@biofarmaID

Bio Care : 1500810

“Kulo Nuwun Yogyakarta, Imunicare Siap Melayani Masyarakat Kota Gudeg”

By Bio Farma

(Yogyakarta 29/8) Layanan vaksinasi Bio Farma, Imunicare, kembali membuka layanannya di DIY Yogyakarta pada tanggal 29 Agustus 2019, yang berlokasi di Jl. Timoho 86. Imunicare adalah outlet layanan vaksinasi sangat lengkap yang dilakukan oleh  praktek dokter, klinik atau rumahsakit dengan menggunakan vaksin yang terjamin mutu dan keasliannya, tempat yang nyaman, tenaga medis yang ahli, serta harga lebih terjangkau.

Peresmian Imunicare di kota gudeg ini merupakan hasil kolaborasi dengan Telkomedika setelah sebelumnya pada tanggal 22 Agustus yang lalu layanan vaksinasi Imunicare dibuka di Kota Madiun Jawa Timur.

Dalam peresmian di kota ke 5 dari rencana 25 kota, dihadiri oleh Kepala Dinas Kota Yogyakarta Fita Yulia Kisworini, Direktur Pemasaran Bio Farma Sri Harsi Teteki, Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Yogyakarta, Agus Syah Fiqhi Haerullah, dan Direktur Operasional & Marketing Telkomedika, Monica Morattha Sihombing.

Dalam sambutannya Kepala Dinas Kota Yogyakarta Fita Yulia Kisworini mengatakan beberapa negara sudah mewajibkan vaksinasi tertentu untuk pendatang, yang akan ke negaranya seperti Arab Saudi yang mewajibkan vaksin meningitis sebelum beribadah haji atau umrah. “Dengan adanya layanan imunicare akan memudahkan masyarakat Yogyakarta untuk mendapatkan vaksin, seperti misalkan sebelum berangkat umroh, Imunicare yang berada di klinik Telkomedika sudah sesuai dengan

Permenkes No 23 tahun 2015 untuk memudahkan dalam memberikan perlindungan pada masyarakat dalam menerima perlindungan”, Ujar Fitri.

Sementara itu, Agus Syah Fiqhi, pihaknya bersyukur ada alternatif lain bagi masyarakat untuk mendapatkan layanan vaksinasi terutama untuk kebutuhan haji dan umroh, sehingga tidak terkosentrasi hanya di KKP, dan memberikan kemudahan dan kenyamanan untuk masyarakat “Imunicare akan memberikan alternatif pilihan bagi masyarakat, terutama yang akan berangkat umrah dan haji, sehingga nantinya akan memberikan kemudahan bagi masyarakat”, ujar Agus.

Sedangkan Sri Harsi mengatakan dalam sambutannya, salah satu upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, yaitu melalui upaya preventif atau pencegahan melalui imunisasi. Bio Farma sebagai Badan Usaha Milik Negara, sekaligus salah satu produsen di antara 30 produsen vaksin di dunia yang telah mendapatkan PQ WHO, akan hadir untuk negeri, untuk memberikan pelayanan pencegahan penularan penyakit.

“Sebagai bentuk upaya BUMN Hadir Untuk Negeri awal tahun 2019, Bio Farma mengenalkan layanan Imunicare agar masyarakat lebih mudah mendapatkan layanan imunisasi selain dari puskesmas dan faskes lainnya yg sudah ada saat ini, dengan kualitas yang pasti terjamin, produk yang lengkap termasuk vaksin untuk kebutuhan umrah seperti menigitis dan flu, dan tentu saja dengan harga yang terjangkau”, ujar Sri Harsi.

Sri Harsi menambahkan dalam upaya mengembangkan konsep imunicare ini, disamping mengembangkan outlet sendiri, juga bekerjasama dengan mitra Dokter, Klinik atau Rumah Sakit. Dan saat ini Imunicare telah hadir di beberapa kota yaitu: Bandung, Makassar, Medan, Jakarta, Madiun. Dalam waktu dekat Imunicare juga akan hadir di: Bandar Lampung, Depok, Sukabumi, Denpasar dan Semarang.

========###========

 

Untuk info lebih lanjut hubungi

Iwan Setiawan

Head of Corporate Communications Bio Farma

Jl. Pasteur No 28 Bandung

Tlp : 022 – 2033755 ext 37431

Fax : 022 – 2041306

E : corcom@biofarma.co.id

Instagram : @biofarmaID

Twitter: @biofarmaID

Direktur Utama Bio Farma dan Bio Farma Raih Green CEO Award 2019

By Bio Farma

(Jakarta 29/8) Bio Farma mendapatkan Penghargaan Social Business Innovation Award 2019 (SBI Award 2019) untuk kategori Farmasi, dari Warta Ekonomi.co.id. Selain SBI Award, Direktur Utama Bio Farma, M. Rahman Roestan, juga meraih Penghargaan Green CEO Award 2019. Kedua penghargaan tersebut diserahkan oleh Fadhel Muhammad sebagai founder Warta Ekonomi, dan Munammad Ihsan sebagai CEO dan Chief Editor Warta Ekonomi, pada tanggal 29 Agustus 2019, di Jakarta.

Penghargaan ini diberikan, berdasarkan penilaian yang dilakukan oleh Warta Ekonomi.co.id Research and Consulting, yang memberikan penilaian berdasarkan inovasi yang dilakukan oleh perusahaan untuk menekan dampak negatif dari aktifitas produksi dan kemajuan teknologinya, dengan penilaian berdasarkan inovasi perusahaan dalam mengatasi masalah sosial dan lingkungan hidup melalui program CSR dalam kurun waktu 2018 – 2019.

Sedangkan untuk penilaian Green CEO didasarkan pada peran aktif dalam kegiatan tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan yang meliputi, Visi dan Misi yang ditetapkan oleh CEO maupun perusahaan yang memiliki tujuan bersama untuk mencapai bisnis berkelanjutan. Selain visi dan misi, juga dinilai inisiatif dalam aktifitas CEO dalam mengikuti kegiatan sosial perusahaan yang terkait dengan masalah lingkungan, dan komitmen CEO dalam penentuan strategi, kebijakan dan eksekusi program – program pro lingkungan.

M.Rahman Roestan mengatakan, Bio Farma secara konsisten menerapkan pengelolaan lingkungan dengan standar Excellent Compliance, di mana pengelolaan lingkungan tidak sebatas kewajiban penaatan terhadap regulasi dan standar yang dipersyaratkan, namun juga terhadap praktek pengelolaan lingkungan Beyond Compliance dengan memperhitungkan Best Available Techniques (BAT) untuk mencapai hasil kinerja pengelolaan lingkungan yang optimal “Dalam hal inovasi pengelolaan, Bio Farma menerapkan pemanfaatan kembali air dari Compressed Air Drain & Condensate Steam yang mampu mengefisienkan 19.872 kwh/tahun pemakaian energi dan efisiensi air 2.718 m3/tahun, Pemanfaatan condensate cooling coil sebesar 53.904 kwh/ tahun dan Pemanfaatan air reject WTP 8.892 m3/th. Dengan metode tersebut, Bio Farma berhasil melakukan efisiensi air 18,38% / tahun terhadap total pemakaian air dan efisiensi energi sebesar 9,99% per tahun terhadap total pemakaian energi.

Sebagai bagian dari komitmen global, Bio Farma menempatkan konsep Inclusive and Sustainable Industrial Development dari UNIDO (United Nation for Industrial Development Organization) menjadi mainstream pola bisnisnya. Setidaknya ada tiga nilai yang harus dipraktikan oleh perusahaan yang berstandar global antara lain; Green Industry, World Class Corporate Social Responsibility, Governance Risk Management, and Compliance, “Prinsip inilah yang menjadi landasan Bio Farma berbuat lebih, bagi lingkungan dan masyarakat sesuai dengan filosofi perusahaan, Dedicated to Improve Quality of Life,” Ujar Rahman.

Rahman menambahkan,  program Community Development yang sedang berlangsung antara lain, pengembangan pakan ternak berkualitas tinggi di area Cisarua bekerjasama dengan BPPT maupun kelompok masyarakat tani Cisarua. Selain daripada itu, Bio Farma saat ini tengah mendampingi kelompok masyarakat difabel di sekitar Perusahaan dalam mengembangkan kegiatan ekonomi yang menerapkan nilai-nilai pelestarian lingkungan.

======###========

 

Untuk info lebih lanjut hubungi

Iwan Setiawan

Head of Corporate Communications Bio Farma

Jl. Pasteur No 28 Bandung

Tlp : 022 – 2033755 ext 37431

Fax : 022 – 2041306

E : corcom@biofarma.co.id

Instagram : @biofarmaID

Twitter: @biofarmaID

Edukasi Vaksin Melalui Advokasi dan Sosialisasi

By Bio Farma

Dinas Kesehatan Kabupaten Kebumen melaksanakan pertemuan advokasi, sosialisasi, koordinasi serta mobilisasi kepada masyarakat untuk mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi tingginya di Kabupaten Kebumen melalui pemberian imunisasi pada tanggal 9 Juli 2019. Hal ini berkaitan karena imunisasi merupakan cara yang paling efektif untuk mencegah penyakit menular agar anak tumbuh sehat dan dapat tumbuh secara optimal.

Eko Laksono selaku Kepala Seksie Surveilans dan Imunisasi Kabupaten Kebumen mengatakan di Kabupaten Kebumen masih ada beberapa kelompok yang kontra imunisasi, “oleh karenanya untuk memberikan pemahaman mengenai pentingnya imunisasi diperlukan advokasi, sosialisasi, koordinasi serta mobilisasi kepada masyarakat dalam penguatan Imunisasi Rutin”, ujar Eko.

Dalam kesempatan tersebut Evi Sylvia, selaku tim advokasi Bio Farma yang menjadi salah satu Narasumber, menyampaikan materi mengenai proses pembuatan vaksin yang digunakan dalam program imunisasi rutin Nasional, “Bio Farma sebagai Produsen Life Science berkomitmen untuk memproduksi produk-produk yang sudah terjamin dari sisi kualitas, keamanan dan keampuhannya  guna menyelamatkan generasi muda dari penyakit menular”, ujar Evi.

 

———-*****———-

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi:
Iwan Setiawan
Head of  Corporate Communications Dep Bio Farma.
Email : iwan.setiawan@biofarma.co.id
Jl. Pasteur No. 28 Bandung
Telp : 62 22 2033755
Fax : 62 22 2041306

Bio Farma Tertarik untuk Jadikan Kampus Sebagai Mitra Strategis Inovasi

By Bio Farma

(Makassar 21/6) Sebagai komitmen Bio Farma dalam hilirisasi inovasi riset terapan, mulai menunjukan ketertarikannya pada penelitian – penelitian yang dihasilkan oleh Perguruan Tinggi Negeri di Indonesia. Ketertarikan ini  akan disahkan melalui proses kerjasama yang diawali dengan penandatanganan Letter of Intent (LoI) sebagai langkah awal dari kemitraan aktif antara Majelis Senat Akademik (MSA) Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH) yang merupakan himpunan dari 11 Senat Akademik Perguruan Tinggi (UI, ITB, IPB, UPI, UNDIP, UGM, UNAIR, UNPAD, USU, UNHAS, dan ITS)  dengan Bio Farma sebagai Industri Farmasi.

Penandatanganan LoI ini dilatarbelakangi dari tuntutan pemerintah yang menginginkan PTNBH untuk dapat terus meningkatkan produktivitas dan daya saing bangsa. Demi menuju kemandirian ekonomi, sehingga menuntut PTNBH untuk menghasilkan karya yang mandiri dan inovatif yang dapat bermanfaat dan memiliki daya ungkit sains yang tinggi.

Kesepakatan akan ditandatangani oleh Direktur Utama Bio Farma, M. Rahman Roestan, dengan Ketua Majelis Senat Akademik (MSA) PTNBH, Prof. Ir. Priyo. Suprobo, MS., Ph.D dalam acara Rapat Paripurna MSA PTNBH pada tanggal 22 Juni 2019, yang diselenggarakan di Universitas Hasanuddin Makassar.

Direktur Utama Bio Farma, M. Rahman Roestan mengatakan dalam bidang kesehatan dan bioteknologi, PTNBH akan menyepakati kerangka LoI bersama Bio Farma, untuk hilirisasi bidang penelitian produk lifescience, yang kedepannya akan dapat menjadi produk unggulan Indonesia yang dihasilkan oleh Bio Farma.

“Kami menyambut baik langkah awal kesepakatan antara PTNBH dengan Bio Farma, karena produk bioteknologi merupakan salah satu produk yang memiliki tingkat kompleksitas yang tinggi dan memerlukan waktu yang tidak sebentar untuk menjadi produk akhir. Sehingga dengan adanya Komitmen kesepakatan ini, hasil peneltian dari pihak PTNBH akan dihilirisasi ke industri, yang pada akhirnya akan tercipta inovasi suatu produk unggulan yang sesuai kebutuhan masyarakat”, ujar Rahman.

Sementara itu, Direktur Perencanaan dan Pengembangan Bio Farma, Adriansjah Azhari menambahkan, untuk produk masa depan Bio Farma yang sudah masuk kedalam pipeline, akan dihasilkan dari kerjasama yang solid dan kokoh antara Bio Farma sebagai industri, dengan PTNBH sebagai pihak yang menginisiasi riset dasar / basic research dari suatu produk bioteknologi. Sehingga penelitian yang dikerjakan oleh PTNBH akan dapat menyesuaikan dengan kebutuhan dan standar industri farmasi terutama dari sisi quality, safety dan efficacy.

“Kami berharap, komitmen bersama dalam  hilirisasi hasil riset dan inovasi perguruan tinggi ini akan berjalan lancar, sehingga kemandirian dalam bidang bioteknologi dapat segera terwujud. Hilirisasi ini bukan hanya pada produk akhir saja, melainkan dapat juga menghasilkan inovasi dan kemandirian dalam bidang penggunaan bahan baku aktif farmasi, yang sampai dengan saat ini hampir 90% masih berasal dari luar negeri” ujar Adriansjah.

Sementara itu menurut Prof. Ir. Priyo. Suprobo, MS., Ph.D mengatakan, pemerintah telah mendorong kemitraan antara perguruan tinggi dan industri nasional yang saling menguntungkan  untuk dapat menghasilkan  produk yang bermanfaat bagi negara dan masyarakat secara luas, dan Bio Farma merupakan representasi dari semua industri di Indonesia. Kami menilai Bio Farma memiliki keunggulan yaitu sebagai satu-satunya industri yang telah menjadi role-model untuk pembangunan dan perbaikan berkelanjutan dalam bidang kesehatan dan kemasyarakatan di Indonesia.

“Tentu saja, kami berharap bahwa suatu saat nanti akan ada hasil dari riset dan inovasi yang dilakukan oleh PTNBH, yang semula hanya skala laboratorium, dapat ditingkatkan menjadi skala industri yang siap untuk dimanfaatkan oleh masyarakat luas. Sehingga dapat menciptakan suatu hilirisasi inovasi produk hasil riset yang sesuai kebutuhan masyarakat dan industri, sebagai bentuk harapan dari pihak industri” ungkap Prof. Ir. Priyo. Suprobo, MS., Ph.D.

 

—*—

 

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi:

Iwan Setiawan

Kepala Bagian Corporate Communication Bio Farma

(022) 2033755 ext 37412

Email : iwan.setiawan@biofarma.co.id

 

Safari Ramadhan; Dorong Kemandirian Difabel, Bio Farma Berikan Pelatihan Keterampilan Membuat Busana Muslim

By Bio Farma

(17/5) Pada bulan suci Ramadhan tahun 2019, Bio Farma kembali berbagi kebahagain kepada sesama, melalui program Safari Ramadhan 1440 H. Program ini berupa pemberian santunan untuk difabel, tunanetra, anak yatim, marbot masjid, dan bantuan untuk pesantren An Nahdlah Depok, sebagai bagian dari kegiatan BUMN Hadir Untuk Negeri.

Selain pemberian santunan, Bio Farma juga kembali mengadakan program mudik bersama, dan pasar murah. Seperti tahun – tahun sebelumnya, kegiatan ini dirangkai dengan buka puasa bersama keluarga besar karyawan Bio Farma, jajaran Komisaris, Direksi dan juga media massa. Kegiatan ini diselenggarakan pada tanggal 17 Mei 2019 di Masjid An Nuur Bio Farma.

Direktur Utama Bio Farma, M. Rahman Roestan mengatakan, pemberian santunan ini, merupakan program BUMN Hadir untuk negeri, dalam bentuk bantuan pangan murah dalam menyambut ramadhan, selain itu bagian dari semangat filosofi Bio Farma, dedicated to improve quality of life, atau berdedikasi untuk meningkatkan kualitas hidup.

“Kualitas hidup yang kami perhatikan tidak hanya dari sisi kesehatan saja, tapi juga dari sisi yang lain misalkan, pendidikan, ekonomi dan kemandirian mereka. Bagaimana bantuan yang kami berikan ini, bisa menjadikan mereka lebih mandiri dari sisi ekonomi dan sosial”, ungkap Rahman.

Bantuan yang dirangkai dalam kegiatan Safari Ramadhan 1440 H diberikan kepada enam orang difabel, Bio Farma memberikan bantuan pelatihan berupa pembuatan mukena, dan baju muslim yang sudah mulai dipasarkan.

Selain pelatihan untuk difabel, Bio Farma juga memberikan bantuan untuk 30 orang tunanetra, 125 marbot masjid, 170 anak yatim, pesantren, dengan total bantuan Rp 600 juta. Selain pemberian santunan, Bio Farma juga memberikan bantuan armada untuk 1000 pemudik yang akan diberangkatkan pada akhir bulan Ramadhan, dan penyelenggaraan pasar murah untuk daerah Kecematan Kertawangi dan Kecamatan Sukajadi dalam waktu dekat.

Mudik Bersama dan Pangan Murah

Bio Farma kembali menyelenggarakan program mudik gratis untuk Ramadhan tahun 2019 yang akan diselenggarakan pada minggu terakhir bulan Ramadhan.

Kegiatan ini sebagai bagian dari program Kementerin BUMN sebagai bentuk komitmen BUMN Hadir Untuk Negeri untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri 1440 H.
Menurut Sekretaris Perusahaan Bio Farma, Bambang Heriyanto, tahun ini Bio Farma akan menargetkan 1000 pemudik dengan rute Jawa Barat – Jawa Tengah melalui jalur utara dan selatan, “Program ini bertujuan untuk memudahkan pemudik yang biasa menggunakan roda dua, serta untuk menekan potensi kecelakaan lalu lintas, dan memberikan kenyamanan untuk pemudik, yang biasanya pergi bersama keluarga yang membawa bayi dan balita, sehingga mereka bisa merayakan hari kemenangan dengan perasaan tenang dan bahagia”, ungkap Bambang.

Selain program mudik, Bio Farma juga akan melaksanakan pasar murah secara serentak di dua tempat yaitu Kecamatan Sukajadi dan Desa Kertawangi Kec Cisarua, Bandung Barat yang merupakan daerah ring 1 Bio Farma, berupa Paket yang akan dibagikan berupa beras 10 kg, minyak goreng 2 liter, gula pasir 2 kg, senilai Rp 25.000,- sehingga mampu untuk dijangkau masyrakat pra sejahtera. Kegiatan ini akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini.

———-***———-

Untuk informasi lebih lanjut, media dapat menghubungi:
N. Nurlaela Arief
Head of Corporate Communications Dept.
Email : lala@biofarma.co.id
Bio Farma
Jl. Pasteur No. 28 Bandung
Telp : 62 22 2033755
Fax : 62 22 2041306

Menteri Keuangan Sri Mulyani Meninjau Fasilitas Riset dan Dukung Bio Farma untuk Pengembangan Ekspor Vaksin

By Bio Farma

Jum’at, 26 April 2019, Sri Mulyani meninjau fasilitas riset dan pengembangan vaksin Bio Farma di Bandung.  Kunjungan Sri Mulyani ini untuk mengetahui lebih lanjut kesiapan Bio Farma, setelah pada 16 April 2019, Direksi Bio Farma melakukan audiensi dengan Menteri Keuangan terkait rencana pengembangan ekspor dan kerja sama Bio Farma dengan berbagai lembaga internasional.

Rahman Roestan, Direktur Utama Bio Farma menyampaikan bahwa saat ini Bio Farma mendapat banyak kepercayaan dari lembaga internasional.

Selain kerja sama dengan Bill and Melinda Gates Foundation, PATH, UNICEF dan WHO, terdapat potensi kerjasama dengan pemerintah Maroko dalam pengembangan fasilitas produksi vaksin dan produk biologi lainnya”

“Saat ini tim Bio Farma sedang berada di Maroko untuk mendiskusikan lebih lanjut tentang kerjasama ini” tambah Rahman

Terkait dengan rencana berbagai kerjasama Bio Farma dengan pihak luar negeri, Menteri Keuangan menyampaikan bahwa pemerintah, dalam hal ini melalui Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (KPEI) mendukung pengembangan usaha Bio Farma dan akan melakukan pendampingan penuh khususnya mengenai pemberian fasilitas pembiayaan, penjaminan dan asuransi”

Bersamaan dengan peninjauan Sri Mulyani ke Bio Farma sekaligus mengecek langsung fasilitas riset dan pengembangan vaksin, paska dibentuknya Center of Excellence  Vaccine , Organization of Islamic Cooperation (OIC) di Gedung Riset Bio Farma.

Menteri Keuangan juga meninjau pelaksanaan investasi gedung-gedung dan mesin-mesin fasilitas produksi beserta penunjangnya, untuk meningkatkan kapasitas produk.

“Dengan kemampuan Bio Farma untuk memproduksi vaksin secara mandiri, sehingga bisa lebih efisien dari anggaran karena diproduksi di dalam negeri.

Produksi vaksin untuk kemandirian agar tidak di dominasi oleh negara-negara maju. Khususnya untuk menjaga ketersediaan produk vaksin di dalam negeri maupun pemenuhan vaksin untuk negara-negara berkembang, serta negara yang tergabung dalam organisasi kerjasama Islam  (OKI)” tambah Sri Mulyani

M.Rahman menjelaskan proses, manufacturing, kompleksitas vaksin dan produk life science serta menjelaskan pengembangan bahan baku produk.

Menteri Keuangan juga mendorong agar Bio Farma memanfaatkan secara optimal fasilitas bea masuk dan impor barang modal.

“Bio Farma mampu menghasilkan vaksin sendiri, masyarakat dapat menerima manfaat vaksin yang berkualitas tinggi dengan harga yang terjangkau, karena sebagain besar bahan baku vaksin merupakan hasil periset dalam negeri” tutup Rahman.

 

—*—

 

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi:

Nurlaela Arief

Head of Corporate Communications Dept.

Bio Farma

(022) 2033755 ext 37412

Email : lala@biofarma.co.id

Biocare : 15000810

 

Bill & Melinda Gates Foundation, PATH Percayakan Riset dan Pengembangan Produk Baru pada Bio Farma

By Bio Farma

Bandung, Bio Farma, Badan Kesehatan Dunia (WHO), Bill & Melinda Gates Foundation (BMGF), serta PATH mendiskusikan kerjasama riset dan pengembangan produk-produk baru Bio Farma ke depan, sejak 24 hingga 26 April di Bandung.

Bio Farma kembali mendapatkan kepercayaan lembaga penelitian dunia, untuk terlibat dalam penelitian dan produksi vaksin – vaksin terbaru, untuk mencegah beberapa penyakit, seperti penyakit polio yang akan eradikasi (musnah) pada tahun 2020 mendatang. Penelitian vaksin polio generasi terbaru (nOPV) ini, termasuk pengembangan teknologi vaksin, Uji Klinis tahap 1 – 3, hingga proses produksi.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Utama Bio Farma M. Rahman Roestan setelah menerima kunjungan tamu dari Bill and Melinda Gates Foundation (BMGF) sebagai salah satu lembaga dunia yang memiliki perhatian kesehatan masyarakat global, PATH, dan Badan Kesehatan Dunia (WHO) untuk membahas mengenai  pengembangan produksi  vaksin Polio generasi baru (nOPV).

“Bio Farma sudah sejak tahun 2012 bekerjasama dengan BMGF khususnya untuk transfer teknologi produk-produk masa depan, seperti vaksin novel OPV ini”.

Pada Oktober 2018 lalu, dalam pertemuan Annual Meeting IMF-World 2018 di Bali, BMGF telah menyatakan keinginannya untuk menindaklanjuti kerjasama dengan Bio Farma.

Bill & Melinda Gates Foundation sudah sejak lama peduli dengan kesehatan global. Salah satu langkah yang paling efektif dan memiliki biaya yang efisien adalah pencegahan penyakit. Pencegahan paling efektif, yakni melalui vaksin. Bill & Melinda Gates Foundation mencari mitra yang memiliki kapabilitas untuk bergabung.

“Kami dianggap memiliki kapabilitas untuk bergabung dan sudah berjalan prosesnya, bantuan yang diberikan disebut sudah berjalan sekitar lima tahun “ungkap Rahman.

Bill and Melinda Gates Foundation memang telah berperan besar dalam memberikan solusi-solusi terkait kesehatan anak di Indonesia. Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam Annual Meeting IMF-World Bank Group 2018, Bill & Melinda Gates Foundation menyampaikan akan membantu riset di Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melalui Bio Farma untuk pengembangan vaksin. Tujuannya, agar jenis vaksin terkait tidak hanya diproduksi oleh negara Barat. Indonesia diharapkan punya kapasitas sehingga bisa ikut menjadi pemain dunia di bidang produksi vaksin.

Sementara itu Direktur Perencanaan dan Pengembangan Bio Farma, Adriansjah Azhari mengatakan, riset vaksin – vaksin baru untuk nOPV ini, diawali dengan pembahasan transfer teknologi yang diterima oleh Bio Farma.

“Bentuk kerjasama ini akan dimulai dari proses penelitian, transfer teknologi, proses produksi, uji klinis dari tahap 1 – 3,  kami harapkan penelitian – peneltian vaksin baru ini, akan menambah portofolio Bio Farma, dan tidak hanya sampai disitu saja, semua hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi produk, sehingga bisa diterima pasar dalam waktu yang tepat (time to market)”, Ujar Adriansjah.

Dengan adanya penambahan portofolio produk terbaru, diharapkan pangsa pasar Bio Farma juga akan bertambah. Untuk tahun 2019, Bio Farma akan menambah pangsa pasar terutama untuk pasar Asia Tenggara, Afrika, dan stock pile untuk Eropa.

 

—*—

 

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi:

Nurlaela Arief

Head of Corporate Communications Dept.

Bio Farma

(022) 2033755 ext 37412

Email : lala@biofarma.co.id

Biocare : 15000810