Bio Farma siapkan Skema Perluasan Layanan vaksinasi melalui brand “Imunicare”

By Bio Farma

Bio Farma akan terjun ke pasar   retail layanan vaksinasi untuk mendekatkan pelayanan dan akses vaksinasi ke masyarakat, dengan harga yang terjangkau dengan jenis vaksin yang beragam. Menurut rencana, layanan vaksinasi yang diresmikan pada Januari 2019 yang lalu ini, akan hadir di seluruh provinsi di Indonesia, dan sebagai langkah awal, akan dimulai  untuk membuka di Medan dan Denpasar sebagai kantor cabang.

 

Direktur Pemasaran, Bio Farma, Sri Harsi Teteki, mengatakan layanan imunicare ini dibuat untuk mendekatkan layanan Bio Farma kepada end user dari layanan vaksinasi, “Kami berencana untuk membuka imunicare di 25 lokasi, dengan sistem kemitraan bersama klinik, rumah sakit BUMN maupun swasta melalui mekanisme kemitraan dengan meng add-on kan ke klinik yang sudah ada, dengan menambah pelayanan vaksinasi dari imunicare, sehingga layanan klinik tersebut akan bertambah dari layanan kuratif menjadi layanan kuratif dan preventif”, ujar Sri Harsi Teteki.

 

Kepala Divisi Unit Bisnis dan Klinik, Tjut Vina, mengatakan layanan imunicare akan dibuka melalui sistem kemitraan dimana, setiap calon mitra yang akan bekerjasama dengan Bio Farma akan mendapatkan pelatihan – pelatihan terkait pengelolaan vaksin “Kami akan memberikan standar – standar pelayanan dari vaksinasi kepada semua calon mitra kami, baik yang terkait dengan produk seperti system rantai dingin (cold chain system), pengolahan limbah, dan dukungan informasi dan teknologi dan terutama mengenai product knowledge termasuk Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) kepada tenaga medis”, Ujar Tjut Vina.

—*—

 

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi:

Nurlaela Arief

Head of Corporate Communications Dept.

Bio Farma

(022) 2033755 ext 37412

Email : lala@biofarma.co.id

Biocare : 15000810

Perluas Pangsa Pasar, Bio Farma akan Terjun Ke Pasar Retail

By Bio Farma

Bandung (22/4) Bio Farma melalui layanan vaksinasi terpadu Imunicare, siap untuk terjun ke pasar retail di Indonesia. Layanan ini dibuat untuk mempeluas pangsa pasar Bio Farma, yang selama ini terbagi menjadi Penjualan sektor dalam negeri, penjualan sektor swasta dan penjualan ekspor.

Layanan Imunicare, yang merupakan layanan dari klinik imunisasi Bio Farma yang bertujuan untuk mendekatkan masyarakat, kepada akses untuk mendapatkan vaksin.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Utama Bio Farma, M. Rahman Roestan dalam acara Coffee Morning di Bandung (22/4).

Terjunnya Bio Farma ke pasar retail ini, seiring dengan perluasan tren bisnis  farmasi, menuju industri farmasi 2030.

Kedepannya, industri farmasi Indonesia, tidak hanya akan bergerak pada bidang riset dan pengembangan, produksi dan distribusi saja, tetapi mulai memasuki fungsi lainnya seperti pencegahan melalui vaksinasi, diagnosis, perawatan, penyembuhan dan pelayanan.

“Dari sisi riset dan pengembangan, Bio Farma sudah memiliki link untuk melakukan kolaborasi dan kerjasama riset, dari sisi produksi dan distribusi, Bio Farma sudah sesuai dengan standar Badan Kesehatan dan Dunia (WHO), dan kini, untuk pelayanan, Bio Farma akan memperkuatnya melalui layanan vaksinasi terpadu ini berarti, industri farmasi Indonesia, akan memasuki fase end to end, dimulai dari kemandirian bahan baku, dengan kekuatan riset, produksi, distribusi dan layanan (services)”, ujar Rahman.

Sementara itu, Direktur Pemasaran, Sri Harsi Teteki, mengatakan,  dengan layanan ini,  masyarakat akan mendapatkan akses dan solusi untuk meningkatkan imunitas. Tentu saja, dengan harga terjangkau dan ketersediaan jenis vaksin yang lengkap, serta terjamin kualitas dan keaslian dari produknya.

“Kami berharap dengan adanya imunicare ini, masyarakat akan lebih mudah untuk mendapatkan akses vaksinasi, dengan kualitas layanan prima dengan harga yang tentu saja terjangkau”, Ujar Sri Harsi Teteki.

Sri Harsi menambahkan, kedepannya, imunicare ini akan hadir diseluruh Indonesia, baik hadir sebagai klinik di rumah sakit ataupun di klinik embarkasi mengingat Imunicare kini sudah menjadi Layanan Vaksinasi Internasional, yang bisa memberikan layanan vaksinasi meningitis untuk jamaah haji dan umrah.

 

—*—

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi:

Nurlaela Arief

Head of Corporate Communications Dept.

Bio Farma

(022) 2033755 ext 37412

Email : lala@biofarma.co.id

Biocare : 15000810

 

Komunitas Lari Karyawan Bio Farma Dampingi Anak Down Syndrome Berlari sejauh 1.6 KM

By Bio Farma

Bio Farma, turut serta ambil bagian dalam peringatan Hari Sindroma Down Sedunia (HSDD) 2019, yang diselenggarakan oleh Pusat Informasi dan Kegiatan  Persatuan Orang Tua Anak dengan Downs Syndrome (PIK – POTADS) Bandung, pada tanggal 31 Maret 2019. HSDD yang diperingati setiap tanggal 21 Maret, tahun ini mengambil tema “no one leave behind on education atau semua harus sekolah” yang mengkampanyekan bahwa anak down syndrome (ADS) pun memiliki hak yang sama dengan anak lainnya dalam hal pendidikan dan juga kegiatan lainnya.

Komunitas lari Bio Farma, BioRunner, mendapatakan kesempatan untuk mengambil bagian dari acara ini sebagai pengatur jalannya acara Fun Run, agar ADS dan running buddies berlari dengan rasa nyaman sepanjang 1.6 KM, ketua BioRunner, dr. Asep Irham mengatakan “Kegiatan berlari merupakan kegiatan positif yang dapat membantu ADS untuk bisa bersosialisasi dengan orang-orang sekitar. Selama ini kita tahu kalau ADS seringkali dikucilkan. Maka dengan melibatkan mereka di kegiatan outdoor, diharapkan rasa percaya diri ADS dan orang tua mereka semakin tumbuh dan diharapkan bisa menghilangkan stigma yang muncul pada masyarakat”, Ujar dr. Asep.

Kordinator acara HSDD Rina Suyani, mengatakan bahwa acara ini bertujuan untuk memperkenalkan anak Down Syndrome ke masyarakat umum, bahwa mereka (ADS) ada di tengah – tengah masyarakat dan memiliki hak yang sama dengan masyarakat lainnya, khususnya dalam bidang pendidikan, “Sejalan dengan tema dunia yaitu Semua harus sekolah, acara ini dimulai dengan ADS akan berlari dari dago menuju Balai kota didampingi oleh pendamping dan mendapat kesempatan untuk tampil dalam pentas seni serta menari (flash mob) bersama seluruh peserta”, ungkap Rina. Di Balai kota Bandung ini, akan berkumpul sebanyak 600 ADS beserta keluarganya yang berasal dari seluruh Indonesia.

Sementara itu salah satu orang tua peserta fun run ADS, Edo Hutapea mengapresiasi acara ini dan mengajak masyarakat untuk menghapus stigma mengenai ADS, “Kami berharap tidak ada lagi stigma tentang ADS, justru kita harus membantu mereka, untuk  menumbuhkan rasa kepercayaan diri mereka untuk bergaul ditengah masyarakat”. Ungkap Edo Hutapea.

—*—

 

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi:

N Nurlaela Arief

Head of  Corporate Communications Dept.

Bio Farma

(022) 2033755 ext 37412

Email : lala@biofarma.co.id

 

Calon Jemaah Umroh bisa dapatkan Vaksin Meningitis di Imunicare Bio Farma

By Bio Farma

Bandung (13/2) layanan terbaru imunisasi Bio Farma, yaitu Imunicare saat ini menyediakan vaksinasi Meningitis bagi Jamaah umrah.

Layanan vaksin Meningitis ini bisa didapatkan di Imunicare Bio Farma yang berlokasi di Jl Pasteur No 28 Bandung dengan jadwal Senin s/d Kamis pukul 07.30 – 15.00 dan Sabtu 08.00 – 10.00.

Peserta cukup membawa fotocopy passport.

“Selain memberikan layanan lengkap vaksinasi dasar untuk bayi & balita. Saat ini imunicare dapat memberikan layanan vaksin Meningitis yang dibutuhkan oleh calon Jamaah umrah”

“Kami bekerja sama dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), sehingga bagi calon Jamaah umrah yang membutuhkan vaksinasi meningitis, bisa langsung datang ke layanan imunicare” ujar Direktur Pemasaran Bio Farma, Sri Harsi Teteki.

Teki, menambahkan “untuk vaksin meningitis bagi jemaah haji, layanan tetap diberikan di Dinas Kesehatan, Puskesmas, atau KKP”.

Dr Mahsun Muhammadi selaku Kepala Bagian Manajemen Mutu Bio Farma menambahkan “Vaksin meningitis merupakan syarat yang ditetapkan oleh Pemerintah Arab Saudi bagi setiap warga negara yang akan pergi kesana untuk melaksanakan Ibadah Umrah dan Haji. Vaksin meningitis adalah vaksin wajib yang harus dilakukan calon jemaah umrah untuk melindungi risiko tertular meningitis meningokokus, suatu infeksi yang terjadi pada selaput otak dan sumsum tulang belakang”.

Imunicare merupakan bagian dari Klinik Pratama Bio Farma yang memberikan pelayanan kesehatan terpercaya melalui pelayanan vaksinasi.

Dengan tagline Solution to Immunity, Imunicare hadir menawarkan jaminan pelayanan yang memuaskan dengan dukungan kualitas produk dan petugas medis yang terpercaya.

Selain itu Imunicare memiliki tempat yang nyaman dilengkapi dengan berbagai fasilitas dengan harga yang terjangkau.

“Selain vaksin meningitis, calon haji dan umrah bisa mendapat vaksinasi influenza, imunicare memiliki paket mengitis dan flu untuk proteksi yang lengkap”.

**-**

Informasi media :
N. Nurlaela Arief
Head of Corporate Communications Dept.
Bio Farma
Email : lala@biofarma.co.id

Perluas Layanan Imunisasi, Bio Farma Luncurkan Imunicare

By Bio Farma

Bio Farma memperkenalkan layanan terbaru imunisasi dengan nama Imunicare, kepada masyarakat kota Bandung, diawali dengan “Petualangan Imunisasi Bersama Imunicare”. Acara yang merupakan Soft launching dari Imunicare ini, dilaksanakan pada hari Minggu 27 Januari 2019, dengan mengundang 10 komunitas ibu dan balita serta beberapa komunitas lari yang ada dikota Bandung dengan diisi berbagai kegiatan yang membangun kreativitas anak dan balita.

Sosialisasi Imunicare juga dilakukan pada momen Rapat Kerja Rencana Aksi 2019, Senin 28 Januari 2019 oleh M. Rahman Roestan, Direktur Utama Bio Farma disertai jajaran Direksi, disaksikan oleh Asisten Deputi Industri Agro & Farmasi 2 Kementerian BUMN, Agus Suharyono.

Menurut Direktur Pemasaran Bio Farma, Sri Harsi Teteki, Imunicare merupakan upaya dari Bio Farma untuk turut serta menyehatkan masyarakat Indonesia melalui pemberian imunisasi.

“Imunicare merupakan layanan dari klinik imunisasi Bio Farma yang bertujuan untuk mendekatkan pelayanan ke masyarakat, sehingga masyarakat mendapatkan akses dan solusi untuk meningkatkan imunitas, yang tentu saja dengan harga terjangkau dan ketersediaan jenis vaksin yang lengkap,  serta terjamin kualitas dan keaslian dari produknya”, ujar Teki, panggilan akrab Sri Harsi Teteki.

Teki menambahkan dengan layanan baru Imunicare, yang berbasis Customer Focus dan Friendly Experience, masyarakat dari segala usia, tidak khawatir dan tidak takut untuk mendapatkan imunisasi.

Sementara itu, Kepala Divisi Divisi Unit Klinik & Imunisasi Bio Farma, Tjut Vina mengatakan layanan Imunisasi di Imunicare, tidak terbatas hanya untuk balita saja, tetapi juga bisa untuk dewasa, dengan tagline Solution to Immunity, kami hadir terutama bagi masyarakat yang akan bepergian ke luar negeri, termasuk vaksin untuk ibadah haji dan umrah.

“Kami sudah bekerja sama dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), sehingga untuk pelayanan vaksinasi Meningitis bisa dilakukan di Imunicare. Selain vaksinasi untuk haji / umrah, di Imunicare juga tersedia vaksin yang diperlukan untuk para traveller, atau yang akan melakukan studi ke luar negeri, yang membutuhkan persyaratan vaksin-vaksin tertentu”, Ujar Tjut Vina.

Tjut Vina menambahkan penambahan layanan ini tidak hanya pemberian imunisasi saja, tetapi juga penambahan jenis vaksin seperti vaksin meningitis yang dibutuhkan oleh calon Jemaah haji dan umrah, juga untuk vaksin bagi pegiat travelling.

Melalui penyedian vaksin yang berkualitas dan terjamin keasliannya, layanan Imunicare yang saat ini  berlokasi di Jl. Pasteur No 28 Bandung,  Kedepannya, akan melayani seluruh negeri, sehingga membantu meningkatkan akses terhadap vaksin dan mendorong cakupan imunisasi nasional program Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

 

———-***———-

Untuk informasi Media, Hubungi :

N.Nurlaela Arief

Head of Corporate Communications Dept.

Bio Farma

Email : lala@biofarma.co.id

Mobile : 081910102649 : 62 22 2033755

www.biofarma.co.id

Bio Care : 1500810

Konsisten Perluas Ekspor Pasar Baru, Bio Farma raih kembali Penghargaan Primaniyarta 2018

By Bio Farma

PT Bio Farma meraih kembali Penghargaan Primaniyarta kategori Pelopor Pasar Baru dari Kementerian Perdagangan, diterima oleh Sri Harsi Teteki, Direktur Pemasaran Bio Farma yang diserahkan langsung oleh Presiden Joko Widodo, di Indonesia Convention Exhibition, BSD Tangerang Banten, Rabu (24/10).

“Kami satu-satunya BUMN yang mendapat apresiasi dari Pemerintah, tentunya turut serta berkontribusi bagi negara, kami terus upayakan peningkatan kapasitas dan kapabilitas produksi untuk mempertahankan dan meningkatkan kesinambungan Ekspor, saat ini kapasitas kami : bulk (intermediate product) sekitar 2.3 miliar dosis, produk akhir vaksin sekitar 700 juta dosis”kata Teki.

Teki menambahkan mengenai pelopor pasar baru “kami banyak melakukan ekspor ke negara tujuan yang mengandung risiko, baik, risiko politik, risiko ekonomi pada saat pembayaran, transportasi yang sulit juga adanya negara-negara baru  yang kami masuki, ” ungkap Teki

“Kami juga mengapresiasi dukungan Pemerintah akan memberikan kemudahan dari Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) dalam  skema pembiayaan ekspor Indonesia”

Keberhasilan perluasan pasar di negara-negara Afrika, tidak terlepas dari kerja sama yang dilakukan oleh Bio Farma dengan organisasi kerja sama negara-negara Islam (OKI), di mana Bio Farma ditunjuk sebagai “centre of excellence” serta vice chairman vaccine manufacturer group OIC.

Raihan penghargaan tersebut dilatarbelakangi oleh keberhasilan Bio Farma dalam memperluas pasar vaksin, dengan menambah jumlah “market” di negara-negara benua Asia dan Afrika, sehingga sampai dengan 2018, produk Bio Farma sudah digunakan di lebih dari 140 negara.Tahun ini untuk kali ke -7 Bio Farma raih penghargaan Primaniyarta.

Tantangan kami saat ini ekspansi fasilitas untuk produk baru, target kami ke depan terus menjajaki peluang Ekspor untuk produk final bulk (HiB, Campak) dan produk jadi (Pentabio – Difteri, Pertusis, Tetanus, Hepatitis B dan Haemophilus Influenza type B) serta memenuhi berbagai regulasi internasional  (WHO, FDA dan Registrasi di negara tujuan) dan tentunya mempertahankan Pra Kualifikasi WHO untuk produk existing dan produk baru”

Primaniyarta merupakan penghargaan tertinggi yang diberikan Pemerintah Indonesia kepada eksportir yang dinilai paling berprestasi di bidang ekspor dan dapat menjadi percontohan bagi eksportir lain. Penyelenggaraan Penghargaan Primaniyarta merupakan kegiatan rutin tahunan yang diadakan oleh Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan cq Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, penghargaan diberikan bersamaan dengan acara Trade Expo Indonesia ke-33 dengan tema “Creating Products For Global Oppotunities”.

*-*

 

Informasi Media :

N.Nurlaela Arief

Head of Corporate Communications Dept.

Bio Farma

lala@biofarma.co.id

 

Komitmen Terapkan Aturan Pajak, Bio Farma Hadirkan 200 UMKM Dalam Edukasi Pemanfaatan Fasilitas Perpajakan di Era Industri 4.0

By Bio Farma

Direktur Utama Bio Farma M. Rahman Roestan, berkomitmen untuk terapkan aturan pajak pada UMKM, hal ini disampaikan dalam acara talkshow dengan tema “Peran UMKM Terhadap Pembangunan Negara Dalam Pemanfaatan Fasilitas Perpajakan di Era Industri 4.0” di Bio Farma, Senin 1 Oktober 2018.

Hadir dalam acara ini Kepala Kanwil DJP Wajib Pajak Besar, Mekar Satria Utama, Kepala Bidang P2Humas, Raden Aris Handono, CEO Perisai Grup, Ferry Tristianto  dan Direktur Utama Bio Farma, M. Rahman Roestan, serta Direktur Keuangan Bio Farma, Pardiman.

Dalam sambutannya, Kepala Kanwil DJP Wajib Pajak Besar, Mekar Satria Utama menyampaikan “Acara ini diselenggarakan sebagai salah satu strategi DJP untuk menjangkau wajib pajak melalui pendekatan end to end terhadap usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan memperluas basis data perpajakan dalam rangka meningkatkan kesadaran dan kepatuhan dalam pemenuhan kewajiban dan hak Wajib Pajak UMKM.”

Sementara itu M. Rahman Roestan dalam sambutannya menyampaikan “Bio Farma berkomitmen untuk terapkan aturan pajak pada UMKM untuk meningkatkan partisipasi dan gotong royong UMKM dalam pembangunan negara menuju kemandirian APBN serta pemanfaatan fasilitas perpajakan”.

Acara yang dihadiri oleh 200 peserta ini terdiri dari Mitra binaan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) serta karyawan Bio Farma yang sedang memasuki masa persiapan pensiun (MPP) serta beberapa Head of Tax BUMN.

Salah satu program yang disosialisasikan dalam acara ini yaitu BDS (Business Development Service) “Program ini merupakan pembinaan dan pengawasan kepada Wajib Pajak UMKM untuk mendorong pengembangan usahanya secara berkesinambungan, meningkatkan kesadaran (awareness), keterikatan (engagement), dan menciptakan kepatuhan sukarela wajib pajak (voluntary compliance).  Jelas R. Aris Handono, Kepala Bidang P2Humas dalam paparannya.

Sedangkan Ferry Tristianto, CEO Perisai Grup menuturkan “UMKN itu jangan memasuki pasar, kita lah yang harus menciptakan pasar” tambahnya.

 

———-*****———-

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi:
N. Nurlaela Arief
Head of  Corporate Communications Dept.
Email : lala@biofarma.co.id
Bio Farma
Jl. Pasteur No. 28 Bandung
Telp : 62 22 2033755
Fax : 62 22 2041306

Kemenkes Sekuat Tenaga Mengeliminasi Dampak Campak Rubella

By Bio Farma

JAKARTA – Kementerian Kesehatan akan bertanggung jawab penuh dalam melakukan eliminasi dampak campak (measles) rubella, Bangsa Indonesia akan kehilangan sumber daya manusia (SDM) berkualitas mengingat kerugian nyawa dan ekonomi masyarakat.

“Dari sisi kesehatan kami bertanggung jawab untuk kesehatan, Kami melakukan kewajiban untuk mencegah dan kematian dari penyakit,” ujar Menteri Kesehatan (Menkes) Nila Moeloek.

Demikian disampaikan () dalam Diskusi Media Forum Merdeka Barat (FMB) 9 dengan tema “Jalan Panjang Fatwa MUI Vaksin MR”, bertempat di Ruang Serba Guna Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta, Selasa (18/9/2018).

Menkes menjelaskan, dari sisi kesehatan, penyakit measles rubella (MR) adalah penyakit serius dan mematika. Yakni kulit seorang anak mengalami bercak-bercak merah. Kondisi makin parah ketika gizi anaknya jelek karena virus bakal menyebar ke otak, paru-paru dan diare.

Menurut Menteri NIla, konsidi anak yang mengidap virus MR sangat berbahaya karena akan menyebabkan dehidrasi, penyakit jantung dan mata.

Nila Moeloek mengingatkan gejala campak Rubella yang dipicu dari demam sepertinya biasa-biasa saja.

“Seandainya perempuannya hamil muda dan tertular oleh anak yang terkena rubella maka ibu hamil dan bayinya tersebut juga akan tertular. Kemudian anak itu lahir bisa menjadi tuli, radang otak dan jantung,” ujar Menkes.

Menyikapi program imunisasi vaksin MR di seluruh Indonesia yang sudah dilakukan sejak tahun 2017 dan memasuki tahap kedua pada tahun ini, Menkes mengatakan sebenarnya sudah banyak negara menggunakan imunisasi MR untuk mengatasi penyakit ini.

Namun, demikian, Menkes menambahkan Indonesia masih mempunyai PR terkait eliminasi MR ini sebab negara lain juga mewaspadai ketika Indonesia terkena wabah MR ini.

“Diharapkan dengan adanya program eliminasi ini kasus campak Rubella akan turun pada tahun 2020,” jelas Nila Moeloek.

Satu hal, Menkes menambahkan selain dampak campak Rubella ini selain kecacatan bahkan kematian adalah dampak ekonomi bagi keluarga yang terkena penyaki ini.

“Kalau kita suntik saja dengan harga vaksinnya Rp29 ribu dan ini program pemerintah sehingga yang membiayai pemerintah,” tukas Menteri Nila Moeloek.

Tidak itu saja, ilustrasi Kemenkes menjabarkan, operasi bagi pasien campak tanpa komplikasi sedikitnya sebesar Rp2.680.000. Adapun operasi bagi anak terkena campak Rubella dengan komplikasi sedikitnya Rp12.890.700.

“Ini tugas kami, apapun caranya kita akan mencegah dan membuat sumber daya berkualitas,” ujar Menkes menjawab program eliminasi penyakit MR.

Seorang Ibu dari Lhok Seumawe, Aceh, yang memiliki anak berusia 8 tahun memberikan testimoni sampai harus menjual harta bendanya untuk membiayai pengobatan buah hatinya. Anak Ibu ini terkena campak sejak di kandungan sehingga saat ini kondisinya mata, tubuhnya dan pendengarannya tidak normal.

Turut hadir sebagai narasumber dalam FMB 9 kali ini Plt. Deputi Bidang Pengawasan Obat dan NAPPZA Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Reri Indriani, Direktur Utama PT Bio Farma M Rahman Rustan, dan Ketua Umum Majelis UlamaIndonesia (MUI) KH Ma’ruf Amin.

 

Kegiatan FMB 9 juga bisa diikuti secara langsung di: www.fmb9.id, FMB9ID (Twitter), FMB9.ID (Instagram), FMB9.ID (Facebook), dan FMB9ID (Youtube).

Pengakuan Nursiah, Ibu dengan Anak Penderita Rubella

By Bio Farma

JAKARTA (18/9/2018) – Ibu Nursiah, 47 tahun, warga Lhokseumawe, Aceh, tak pernah mengira bahwa anak keduanya yang bernama Syakila harus menderita penyakit Rubella akibat tertular saat dirinya hamil. Akibat penyakit tersebut, syakila yang saat ini berusia 7 tahun itu tidak dapat tumbuh kembang sebagaimana anak seusianya.

Berkaca dari pengalamannya, Ibu Nursiah pun mengajak seluruh masyarakat untuk turut menyukseskan programn Vaksin Measles Rubella (MR) yang digelar oleh Pemerintah, sehingga apa yang dialami oleh dirinya tidak dialami orang tua lainnya.

Hal tersebut Ibu Nursiah ungkapkan dalam Diskusi Media Forum Merdeka Barat (FMB) 9 dengan tema “Jalan Panjang Fatwa MUI Vaksin MR”, bertempat di Ruang Serba Guna Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta, Selasa (18/9/2018).

“Harapan saya pada ibu-ibu atau yang antivaksin, tolong lah jangan mengatakan vaksin itu tidak benar, haram. Bagaimana kalo ibu-ibu sendiri mengalami? Saya yang mengalami, kami ada komunitas ibu-ibu yang anaknya Rubella. Keluhan kami sama, kami saling menguatkan. Rubella itu ada,” tuturnya.

Lebih lanjut Ibu Nursiah menceritakan awal mula dirinya tertular Rubella saat kehamilannya berusia 2 bulan. Pada saat itu Ia dan suami mengira yang Ibu Nursiah alami adalah Campak karena ada memar-memar merah di kulit.

“Hamil ke 6 bulan, saya rutin ke dokter kandungan, tapi dokter bilang tidak ada apa-apa, mungkin karena USG tidak bisa membacanya. Pada usai 6 bulan itu, bayi sempat tidak bergerak lalu dikasih obat sama dokter. Saat hari kelahiran juga terjadi yang sama, jadi saya memutuskan operasi sesar. Ananda sempat tidak menangis saat lahir sehingga langsung dirawat ke ICU,” terangnya.

Ibu Nursiah mengaku akibat penyakit Rubella ini, seiring berkembangnya Syakila, anak bungsunya itu terus mengalami bermacam-macam penyakit yang mengharuskanya dioperasi.

“Anak Rubella bermasalah berat badan, kami harus operasi jantung, harus nunggu berat badannya naik dulu, lalu harus operasi mata, harus nunggu lagi berat badan naik. Pendengarannya juga terganggu. Jad harapan saya jangan lihat haramnya. Bagaimana kalo mengalami seperti yang kita alami, masihkah haram?,” ujarnya.

Ibu Nursiah pun berpesan kepada Pemerintah agar imunisasi juga diterapkan kepada orang dewasa, karena lingkungan juga berkontribusi dalam penularan Rubella.

“Tolong perhatian, imunisasi juga kepada orang dewasa juga, tidak hanya pada anak-anak, karen dampaknya pada ibu hamil. Dan untuk daerah, Aceh khususnya, gimana nasib anak-anak Aceh jika tidak diimunisasi? Apakah mau anak-anak Aceh seperti anak saya Syakila?” tandasnya.

Turut hadir sebagai narasumber dalam FMB 9 kali ini Menteri Kesehatan Nila F Moeloek, Plt. Deputi Bidang Pengawasan Obat dan NAPPZA Reri Indriani, Direktur Utama PT Bio Farma M Rahman Rustan, dan Ketua Umum MUI KH Ma’ruf Amin.

 

Kegiatan FMB 9 juga bisa diikuti secara langsung di: www.fmb9.id, FMB9ID (Twitter), FMB9.ID (Instagram), FMB9.ID (Facebook), dan FMB9ID (Youtube)

Jamin Keamanan dan Mutu, BPOM Awasi Ketat Vaksin MR Sejak Prapemasaran hingga Pascapemasaran

By Bio Farma

JAKARTA – BPOM melakukan proses panjang terkait pengawasan obat dan makanan, termasuk vaksin Measles Rubella (MR). pengawasan baik prapemasaran ataupun pascapemasaran dilakukan dengan sangat ketat, terkait keamanan dan kualitasnya.

Demikian disarikan dari keterangan yang disampaikan Plt Deputi Bidang Pengawasan Obat dan NAPPZA BPOM Reri Indriani, Dallas Diskusi Media Forum Merdeka Barat (FMB) 9 dengan tema “Jalan Panjang Fatwa MUI Vaksin MR”, bertempat di Ruang Serba Guna Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta, Selasa (18/9/2018).

“Peran BPOM dalam hal peredaran vaksin MR di Indonesia sesuai amanah yang diberikan. Yakni, melakukan pengawasan obat dan makanan yang diproduksi dan diedarkan, sehingga tercapai visi negara, yakni di antaranya meningkatkan keamanan obat, kualitas, dan daya saing bangsa,” katanya.

Pengawasan, menurut Reri, dilakukan baik pada tahap prapemasaran dan pascapemasaran vaksin MR. Secara umum, sambung dia, ada sejumlah syarat umum yang harus dipenuhi oleh obat dan makanan, termasuk vaksin. “Harus dipenuhi standar persyaratan mutu, yang merujuk pada standar nasional dan internasional,” tuturnya.

Kemudian juga, Reri menambahkan, pengawasan terhadap bahan baku, proses produksi, zat tambahan, dan stabilitasnya. Termasuk, sambung dia, terhadap informasi produk yang lengkap objektif dan jelas demi menjamin penggunaan obat yang rasional.

“Dalam hal ini termasuk juga informasi yang tertera pada label obat dan makanan,” katanya.

Pada kesempatan itu, Reri juga menyampaikan, vaksin MR juga sudah terdaftar dan memiliki ijin edar sejak 2017. Pengawasan yang dilakukan, sambung dia, terkait khasiat keamanan dan mutu, sarana produksi, dan distribusi,

“Jadi dapat disimpulkan, BPOM mempunyai kewenangan terhadap pemberian jaminan keamanan dan mutu sebuah produk obat dan makanan termasuk vaksin. Dan untuk pengawasan terhadap vaksin MR, sudah dilakukan secara komporehensif,” katanya.

Salah satu sistem pengawasan mutu, menurut Reri, adalah bets rilis. Artinya, sambung dia, produk yang sudah diimpor sudah memiliki sertifikat kelulusan .

Selain itu, Reri mengatakan, BPOM juga melakukan pemantauan farmacofidilense atau pengecekkan efek samping obat. “BPOM juga terus berkomitmen untuk menghasilkan vaksin halal, dengan mendampingi industri obat untuk menhasilkan produk halal,” katanya.

Sementara itu terkait ketersediaan, Reri menjelaskan, BPOM mendorong komitmen ketersediaan vaksin dengan melakukan fasttrack atau registrasi cepat.

Turut hadir sebagai narasumber dalam FMB 9 kali ini Menteri Kesehatan Nila F Moeloek, Direktur Utama PT Bio Farma M Rahman Rustan, dan Ketua Umum MUI KH Ma’ruf Amin.

 

Kegiatan FMB 9 juga bisa diikuti secara langsung di: www.fmb9.id, FMB9ID (Twitter), FMB9.ID (Instagram), FMB9.ID (Facebook), dan FMB9ID (Youtube).