Edukasi Vaksin Melalui Advokasi dan Sosialisasi

By Bio Farma

Dinas Kesehatan Kabupaten Kebumen melaksanakan pertemuan advokasi, sosialisasi, koordinasi serta mobilisasi kepada masyarakat untuk mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi tingginya di Kabupaten Kebumen melalui pemberian imunisasi pada tanggal 9 Juli 2019. Hal ini berkaitan karena imunisasi merupakan cara yang paling efektif untuk mencegah penyakit menular agar anak tumbuh sehat dan dapat tumbuh secara optimal.

Eko Laksono selaku Kepala Seksie Surveilans dan Imunisasi Kabupaten Kebumen mengatakan di Kabupaten Kebumen masih ada beberapa kelompok yang kontra imunisasi, “oleh karenanya untuk memberikan pemahaman mengenai pentingnya imunisasi diperlukan advokasi, sosialisasi, koordinasi serta mobilisasi kepada masyarakat dalam penguatan Imunisasi Rutin”, ujar Eko.

Dalam kesempatan tersebut Evi Sylvia, selaku tim advokasi Bio Farma yang menjadi salah satu Narasumber, menyampaikan materi mengenai proses pembuatan vaksin yang digunakan dalam program imunisasi rutin Nasional, “Bio Farma sebagai Produsen Life Science berkomitmen untuk memproduksi produk-produk yang sudah terjamin dari sisi kualitas, keamanan dan keampuhannya  guna menyelamatkan generasi muda dari penyakit menular”, ujar Evi.

 

———-*****———-

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi:
Iwan Setiawan
Head of  Corporate Communications Dep Bio Farma.
Email : iwan.setiawan@biofarma.co.id
Jl. Pasteur No. 28 Bandung
Telp : 62 22 2033755
Fax : 62 22 2041306

Bio Farma Siap Laksanakan Penilaian KPKU Pada Semester II 2019

By Bio Farma

Bio Farma, melaksanakan Opening Meeting Assessment untuk penilaian Kriteria Penilai Kinerja Unggul (KPKU) BUMN untuk tahun 2019, pada tanggal 1 Juli 2019, di Bandung. Penilaian KPKU sendiri, akan dilaksanakan pada minggu ketiga bulan Juli 2019 mendatang.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Direktur Utama Bio Farma, M.Rahman Roestan. Dalam sambutannya, Rahman mengatakan bahwa penilaian KPKU ini harus dijadikan titik balik Bio Farma, untuk melangkah ke Industri Life science kelas dunia yang berdaya saing global, dan menjadi emerging industry leader, oleh karenanya, saat assessment nanti, semua potensi yang dimikliki Bio Farma, serta data-data yang sudah terkumpul, perlu disampaikan kepada assessor.

”Visi Bio Farma sudah berkembang dari menjadi perusahaan life science, artinya kita tidak dituntut hanya untuk memproduksi saja, tetapi juga siap menyediakan produk, yang dimulai dari risetnya yang mandiri, produksinya, dan tentu pemasarannya, dan yang tidak kalah penting adalah kolaborasi dengan stakeholder ”, ujar Rahman.

Rahman menambahkan, pilar farmasi nasional terdiri dari empat yaitu, chemical, natural/herbal, biological, vaccine, dan biofarmasetikel. Dan jika dilihat dari 178 industri farmasi yang ada di Indonesia semunya bergerak di chemical dan herbal. Vaksin hanya Bio Farma. hal ini menandakan bahwa Bio Farma yang memiliki kompetensi dalam bidang bioteknologi, wajib mengusahakan agar produk life science tersedia, karena hal ini merupakan salah satu amalan kita yaitu menjadi perusahaan life science kelas dunia.

***-***

Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi:

Iwan Setiawan

Head of Corporate Communications Dept.

Email :  iwan.setiwan@biofarma.co.id

Bio Farma

Jl. Pasteur No. 28 Bandung

Telp : 62 22 2033755

Fax : 62 22 2041306

Bio Farma Raih Predikat “Sangat Baik” pada Penilaian Penerapan GCG Tahun 2018

By Bio Farma

Bio Farma meraih predikat “Sangat Baik” untuk penerapan Good Corporate Governance (GCG) Tahun 2018, dengan skor 90,938. Skor GCG Bio Farma, terus menunjukan trend peningkatan, selama tujuh kali keikut sertaan Bio Farma. Dan sejak tiga tahun terakhir sejak tahun 2015 – 2017 , baik penilaian secara internal maupun eksternal, nilai GCG Bio Farma, selalu masuk kedalam kategori sangat baik; sejak dengan hasil raihan nilai ; 87,00 ; 90, 49 dan 90,53.

Dalam sambutan, Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Jawa Barat, yang diwakili oleh Kordinator Pengawas Akuntan Negara II, Agus Sobarna mengatakan Penilaian GCG dilakukan selama 35 hari kerja oleh Badan Pengawasan Keuangan Dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Jawa Barat, dengan cakupan penilaian terdiri dari; Komitemen terhadap Penerapan Tata Kelola secara Berkelanjutan, Pemegang Saham dan RUPS, Dewan Komisaris, Direksi, Pengungkapan Informasi dan Transparasi dan Aspek lainnya, Yang terangkum dalam 43 indikator dan 153 parameter.

“Berdasarkan Assessment terhadap penerapan GCG di Bio Farma, sejak tanggal 11 Ferbruari 2019 – 9 maret 2019, dapat disimpulkan bahwa kondisi penerapan GCG di Bio Farma masuk kedalam predikat “Sangat Baik”, dengan skor 90,938”, ungkap Agus.

Saud Usman Nasution, Komisaris Bio Farma mengatakan hasil dari penilaian GCG diharapkan dapat mengoptimalkan peran dan fungsi peran Dewan Komisaris beserta perangkatnya seperti Komite Dekom dan Sekretaris Dewan Komisaris saat menjalankan tugasnya.

“Hasil yang selama ini dicapai oleh Bio Farma, dapat menjadi barometer kita untuk selalu konsisten menerapkan yang sudah baik dan memperbaiki diri untuk hal-hal yang masih perlu diperhatikan, karena penerapan GCG bukan hanya mampu menciptakan nilai tambah bagi perusahaan, tetap sebagai bentuk evaluasi perusahaan agar lebih mampu bersaing secara global dan bertahan dalam segala dinamika yang ada”, ungkap Saud.

Saud menambahkan, penerapan GCG diperlukan untuk rencana penerapan Holding BUMN Farmasi yang dilaksanakan oleh Kementerian BUMN agar setiap keputusan bisnis yang diambil saat holding BUMN farmasi terbentuk, tetap sesuai dengan kaidah GCG.

Sementara itu, Direktur Utama Bio Farma yang diwakili Juliman, mengatakan Bio Farma sudah enam kali mengikuti penilian GCG sejak tahun 2006, 2007-2008, tahun 2009 – 2010, tahun 2011-2012, tahun 2014, tahun 2017 dan tahun 2018 dan tiga penilaian secara internal yaitu tahun 2013, 2015 dan 2017.

“Saya berharap skor yang kita dapat di tahun 2018 ini, tidak menjadikan kita cepat puas, akan tetapi menjadi pengingat kita untuk selalu menerapkan prinsip – prinsip GCG secara konsisten, dan rekomendasi yang diberikan oleh TIM BPKP dapat menjadi upaya improvement Bio Farma” ujar Juliman.

Juliman menambahkan, hasil dari penilaian GCG ini, dapat memperbaiki atau menyempurnakan proses yang sudah ada, atau menciptakan proses yang dapat memberikan nilai tambah bagi perusahaan”,

 

—*—

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi:

N.Nurlaela Arief

Head of Corporate Communications Dept.

Bio Farma

(022) 2033755 ext 37412

Email : lala@biofarma.co.id

Komunitas Lari Karyawan Bio Farma Dampingi Anak Down Syndrome Berlari sejauh 1.6 KM

By Bio Farma

Bio Farma, turut serta ambil bagian dalam peringatan Hari Sindroma Down Sedunia (HSDD) 2019, yang diselenggarakan oleh Pusat Informasi dan Kegiatan  Persatuan Orang Tua Anak dengan Downs Syndrome (PIK – POTADS) Bandung, pada tanggal 31 Maret 2019. HSDD yang diperingati setiap tanggal 21 Maret, tahun ini mengambil tema “no one leave behind on education atau semua harus sekolah” yang mengkampanyekan bahwa anak down syndrome (ADS) pun memiliki hak yang sama dengan anak lainnya dalam hal pendidikan dan juga kegiatan lainnya.

Komunitas lari Bio Farma, BioRunner, mendapatakan kesempatan untuk mengambil bagian dari acara ini sebagai pengatur jalannya acara Fun Run, agar ADS dan running buddies berlari dengan rasa nyaman sepanjang 1.6 KM, ketua BioRunner, dr. Asep Irham mengatakan “Kegiatan berlari merupakan kegiatan positif yang dapat membantu ADS untuk bisa bersosialisasi dengan orang-orang sekitar. Selama ini kita tahu kalau ADS seringkali dikucilkan. Maka dengan melibatkan mereka di kegiatan outdoor, diharapkan rasa percaya diri ADS dan orang tua mereka semakin tumbuh dan diharapkan bisa menghilangkan stigma yang muncul pada masyarakat”, Ujar dr. Asep.

Kordinator acara HSDD Rina Suyani, mengatakan bahwa acara ini bertujuan untuk memperkenalkan anak Down Syndrome ke masyarakat umum, bahwa mereka (ADS) ada di tengah – tengah masyarakat dan memiliki hak yang sama dengan masyarakat lainnya, khususnya dalam bidang pendidikan, “Sejalan dengan tema dunia yaitu Semua harus sekolah, acara ini dimulai dengan ADS akan berlari dari dago menuju Balai kota didampingi oleh pendamping dan mendapat kesempatan untuk tampil dalam pentas seni serta menari (flash mob) bersama seluruh peserta”, ungkap Rina. Di Balai kota Bandung ini, akan berkumpul sebanyak 600 ADS beserta keluarganya yang berasal dari seluruh Indonesia.

Sementara itu salah satu orang tua peserta fun run ADS, Edo Hutapea mengapresiasi acara ini dan mengajak masyarakat untuk menghapus stigma mengenai ADS, “Kami berharap tidak ada lagi stigma tentang ADS, justru kita harus membantu mereka, untuk  menumbuhkan rasa kepercayaan diri mereka untuk bergaul ditengah masyarakat”. Ungkap Edo Hutapea.

—*—

 

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi:

N Nurlaela Arief

Head of  Corporate Communications Dept.

Bio Farma

(022) 2033755 ext 37412

Email : lala@biofarma.co.id

 

Perluas Layanan Imunisasi, Bio Farma Luncurkan Imunicare

By Bio Farma

Bio Farma memperkenalkan layanan terbaru imunisasi dengan nama Imunicare, kepada masyarakat kota Bandung, diawali dengan “Petualangan Imunisasi Bersama Imunicare”. Acara yang merupakan Soft launching dari Imunicare ini, dilaksanakan pada hari Minggu 27 Januari 2019, dengan mengundang 10 komunitas ibu dan balita serta beberapa komunitas lari yang ada dikota Bandung dengan diisi berbagai kegiatan yang membangun kreativitas anak dan balita.

Sosialisasi Imunicare juga dilakukan pada momen Rapat Kerja Rencana Aksi 2019, Senin 28 Januari 2019 oleh M. Rahman Roestan, Direktur Utama Bio Farma disertai jajaran Direksi, disaksikan oleh Asisten Deputi Industri Agro & Farmasi 2 Kementerian BUMN, Agus Suharyono.

Menurut Direktur Pemasaran Bio Farma, Sri Harsi Teteki, Imunicare merupakan upaya dari Bio Farma untuk turut serta menyehatkan masyarakat Indonesia melalui pemberian imunisasi.

“Imunicare merupakan layanan dari klinik imunisasi Bio Farma yang bertujuan untuk mendekatkan pelayanan ke masyarakat, sehingga masyarakat mendapatkan akses dan solusi untuk meningkatkan imunitas, yang tentu saja dengan harga terjangkau dan ketersediaan jenis vaksin yang lengkap,  serta terjamin kualitas dan keaslian dari produknya”, ujar Teki, panggilan akrab Sri Harsi Teteki.

Teki menambahkan dengan layanan baru Imunicare, yang berbasis Customer Focus dan Friendly Experience, masyarakat dari segala usia, tidak khawatir dan tidak takut untuk mendapatkan imunisasi.

Sementara itu, Kepala Divisi Divisi Unit Klinik & Imunisasi Bio Farma, Tjut Vina mengatakan layanan Imunisasi di Imunicare, tidak terbatas hanya untuk balita saja, tetapi juga bisa untuk dewasa, dengan tagline Solution to Immunity, kami hadir terutama bagi masyarakat yang akan bepergian ke luar negeri, termasuk vaksin untuk ibadah haji dan umrah.

“Kami sudah bekerja sama dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), sehingga untuk pelayanan vaksinasi Meningitis bisa dilakukan di Imunicare. Selain vaksinasi untuk haji / umrah, di Imunicare juga tersedia vaksin yang diperlukan untuk para traveller, atau yang akan melakukan studi ke luar negeri, yang membutuhkan persyaratan vaksin-vaksin tertentu”, Ujar Tjut Vina.

Tjut Vina menambahkan penambahan layanan ini tidak hanya pemberian imunisasi saja, tetapi juga penambahan jenis vaksin seperti vaksin meningitis yang dibutuhkan oleh calon Jemaah haji dan umrah, juga untuk vaksin bagi pegiat travelling.

Melalui penyedian vaksin yang berkualitas dan terjamin keasliannya, layanan Imunicare yang saat ini  berlokasi di Jl. Pasteur No 28 Bandung,  Kedepannya, akan melayani seluruh negeri, sehingga membantu meningkatkan akses terhadap vaksin dan mendorong cakupan imunisasi nasional program Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

 

———-***———-

Untuk informasi Media, Hubungi :

N.Nurlaela Arief

Head of Corporate Communications Dept.

Bio Farma

Email : lala@biofarma.co.id

Mobile : 081910102649 : 62 22 2033755

www.biofarma.co.id

Bio Care : 1500810

Komitmen Bio Farma Terapkan Pola Gerakan Masyarakat Hidup Sehat

By Bio Farma

(01/11) Direktur SDM & Umum Bio Farma, Disril Revolin Putra (ketiga Kiri) bersama 13 pelaku usaha di kota Bandung menandatangani Komitmen Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) bersama Pemerintah Kota Bandung yang dilakukan oleh Walikota Bandung M.Oded Danial (Kedua kanan) dan Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung, dr Rita Verita (kanan), pada tanggal 1 November 2018 di GSG Bio Farma. Oded M Danial, mengajak semua pelaku usaha yang berada di Bandung, untuk berkomitmen ikut serta menyehatkan masyarakat kota Bandung, sebagai Pilar Pembangunan kota Bandung, antara lain, Menyelenggarakan Aktivitas Fisik / Olaharaga Di Lingkungan Usaha, Memeriksakan Kesehatan Secara Berkala, Menerapkan Kawasan Tanpa Rokok Di Lingkungan Usaha Dan Membina Salah Satu Posyandu Di Wilayah Kerja Setiap Perusahaan.

Menteri Rini, Lepas Ekspor Produk Vaksin ke Pakistan, Turki dan Honduras

By Bio Farma

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno tunjukan komitmen dan dukungan peningkatan ekspor dari BUMN berbagai sektor.  Rini hadir langsung melepas ekspor produk vaksin Bio Farma, setelahnya sebelumnya melepas produk dari Pindad dan LEN Industri di Bandung, Rabu (31/10/2018).

Menurut Rini, “Di sektor industri Farmasi, BUMN didorong untuk memproduksi produk farmasi yang memiliki nilai tambah,  BUMN yang telah memiliki produksi melebihi kebutuhan dalam negeri kami dorong untuk meningkatkan ekspor.  Sesuai dengan INPRES No 6 tahun 2016 tentang percepatan pengembangan industri farmasi dan alat kesehatan”.

Rini menambahkan, “Bio Farma agar terus meningkatkan kemandirian bahan baku vaksin, memprioritaskan kebutuhan dalam negeri, serta kapasitas lebih dapat diekspor untuk membantu pasokan kebutuhan vaksin global”.

Sementara itu, M. Rahman Roestan, Direktur Utama Bio Farma, turut hadir dan menyampaikan “Bio Farma sudah lama mengekspor produk vaksin, kami memulai ekspor perdana pada tahun 1998, satu tahun setelah produk vaksin kami mendapat pra-kualifikasi dari Badan Kesehatan Dunia (WHO)”.

“Hari ini, terdapat pengiriman ke empat (4) negara tujuan ekspor. Tiga (3) diantaranya adalah finished product vaksin Polio  (bOPV-20 dosis)  ke Pakistan dan ke Turkey, serta vaksin Difteri Tetanus Pertusis (DTP) 10 dosis ke Honduras, Amerika Tengah. Selain itu kami juga ada pengiriman bulk (bahan setengah jadi atau intermediate product) Polio ke India”.tambahnya

“Jadi, total nilai ekspor vaksin yang dilepas hari ini, sebesar  USD 5,18 juta atau sekitar 75 Miliar rupiah”  yang diekspor terdiri dari 50 juta dosis bulk polio ke India sedangkan ke Pakistan, Turkey dan Honduras sekitar sebanyak 1 juta vial vaksin bOPV-20 dosis dan 10 dosis”. ungkap Rahman.

Menteri Rini menambahkan “Kami bangga dengan konsistensi dan pencapaian Bio Farma yang sudah beberapa kali meraih penghargaan Primaniyarta dan yang terbaru yaitu kategori Pelopor Pasar Baru dari Kementerian Perdagangan yang diserahkan langsung oleh Presiden RI”.

“Raihan penghargaan tersebut atas keberhasilan Bio Farma dalam memperluas pasar vaksin, dengan menambah jumlah market di negara-negara benua Asia dan Afrika, sehingga sampai dengan 2018, produk vaksin Bio Farma sudah digunakan di lebih dari 140 negara”tutup Rini.

**-**

 

Tentang Bio Farma

Bio Farma merupakan  BUMN produsen Vaksin dan Antisera, saat ini berkembang menjadi  perusahaan Life Science, didirikan 6 Agustus 1890. Selama 128 tahun pendiriannya Bio Farma telah berkontribusi untuk meningkatkan kualitas hidup bangsa, baik di Indonesia maupun mancanegara. Lebih dari 140 negara telah menggunakan produk Vaksin Bio Farma terutama negara – negara berkembang, dan 49 diantaranya adalah negara yang tergabung dalam Organisasi Kerjasama Islam (OKI). Dengan kapasitas produksi lebih dari 2 Miliar dosis pertahun, merupakan terbesar di Asia Tenggara. Bio Farma telah memenuhi kebutuhan vaksin Nasional, termasuk kebutuhan vaksin untuk Jemaah Haji dan Umrah, serta kebutuhan vaksin dunia melalui WHO dan UNICEF. Dengan filosofi Dedicated to Improve Quality of Life, Bio Farma berperan aktif dalam meningkatkan ketersediaan dan kemandirian produksi Vaksin di negara-negara berkembang dan negara-negara Islam untuk menjaga keamanan kesehatan global (Global Health Security).

 

Tentang Ekspor Vaksin Bio Farma

Bio Farma hampir setiap pekan mengirimkan produk ke mancanegara, mayoritas negara berkembang dan negara Islam. Selain produk akhir vaksin yang didistribusikan melalui lembaga Internasional UNICEF, PAHO, Bio Farma juga melakukan ekspor dalam bentuk bulk vaksin atau intermediate produk yang nantinya akan di formulasi dan dikemas menjadi produk akhir vaksin. Ekspor produk Vaskin Bio Farma dilakukan melalui bilateral dan melalui beberapa produsen vaksin langsung. Beberapa produsen yang membeli bulk antara lain produsen vaksin di India, perusahaan di Belgia, Turki, Mexico, Mesir, Thailand, Filipina, dan beberapa negara lain. Beberapa jenis vaksin yang diekspor sepanjang bulan September sampai dengan Desember 2018 terdiri dari vaksin polio, campak, TT, DTP, Td. Dengan tingkat komponen dalam negeri  (TKDN) yang lebih tinggi sehingga Bio Farma turut menciptakan kemandirian bahan baku vaksin.

 

Informasi lebih lanjut www.biofarma.co.id

 

***-***

Untuk informasi Media, Hubungi  :

N.Nurlaela Arief

Head of Corporate Communications Dept.

Bio Farma

Email : lala@biofarma.co.id

Mobile : 081910102649  : 62 22 2033755

www.biofarma.co.id

Bio Care : 1500810

 

Komitmen Terapkan Aturan Pajak, Bio Farma Hadirkan 200 UMKM Dalam Edukasi Pemanfaatan Fasilitas Perpajakan di Era Industri 4.0

By Bio Farma

Direktur Utama Bio Farma M. Rahman Roestan, berkomitmen untuk terapkan aturan pajak pada UMKM, hal ini disampaikan dalam acara talkshow dengan tema “Peran UMKM Terhadap Pembangunan Negara Dalam Pemanfaatan Fasilitas Perpajakan di Era Industri 4.0” di Bio Farma, Senin 1 Oktober 2018.

Hadir dalam acara ini Kepala Kanwil DJP Wajib Pajak Besar, Mekar Satria Utama, Kepala Bidang P2Humas, Raden Aris Handono, CEO Perisai Grup, Ferry Tristianto  dan Direktur Utama Bio Farma, M. Rahman Roestan, serta Direktur Keuangan Bio Farma, Pardiman.

Dalam sambutannya, Kepala Kanwil DJP Wajib Pajak Besar, Mekar Satria Utama menyampaikan “Acara ini diselenggarakan sebagai salah satu strategi DJP untuk menjangkau wajib pajak melalui pendekatan end to end terhadap usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan memperluas basis data perpajakan dalam rangka meningkatkan kesadaran dan kepatuhan dalam pemenuhan kewajiban dan hak Wajib Pajak UMKM.”

Sementara itu M. Rahman Roestan dalam sambutannya menyampaikan “Bio Farma berkomitmen untuk terapkan aturan pajak pada UMKM untuk meningkatkan partisipasi dan gotong royong UMKM dalam pembangunan negara menuju kemandirian APBN serta pemanfaatan fasilitas perpajakan”.

Acara yang dihadiri oleh 200 peserta ini terdiri dari Mitra binaan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) serta karyawan Bio Farma yang sedang memasuki masa persiapan pensiun (MPP) serta beberapa Head of Tax BUMN.

Salah satu program yang disosialisasikan dalam acara ini yaitu BDS (Business Development Service) “Program ini merupakan pembinaan dan pengawasan kepada Wajib Pajak UMKM untuk mendorong pengembangan usahanya secara berkesinambungan, meningkatkan kesadaran (awareness), keterikatan (engagement), dan menciptakan kepatuhan sukarela wajib pajak (voluntary compliance).  Jelas R. Aris Handono, Kepala Bidang P2Humas dalam paparannya.

Sedangkan Ferry Tristianto, CEO Perisai Grup menuturkan “UMKN itu jangan memasuki pasar, kita lah yang harus menciptakan pasar” tambahnya.

 

———-*****———-

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi:
N. Nurlaela Arief
Head of  Corporate Communications Dept.
Email : lala@biofarma.co.id
Bio Farma
Jl. Pasteur No. 28 Bandung
Telp : 62 22 2033755
Fax : 62 22 2041306

Kemenkes Sekuat Tenaga Mengeliminasi Dampak Campak Rubella

By Bio Farma

JAKARTA – Kementerian Kesehatan akan bertanggung jawab penuh dalam melakukan eliminasi dampak campak (measles) rubella, Bangsa Indonesia akan kehilangan sumber daya manusia (SDM) berkualitas mengingat kerugian nyawa dan ekonomi masyarakat.

“Dari sisi kesehatan kami bertanggung jawab untuk kesehatan, Kami melakukan kewajiban untuk mencegah dan kematian dari penyakit,” ujar Menteri Kesehatan (Menkes) Nila Moeloek.

Demikian disampaikan () dalam Diskusi Media Forum Merdeka Barat (FMB) 9 dengan tema “Jalan Panjang Fatwa MUI Vaksin MR”, bertempat di Ruang Serba Guna Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta, Selasa (18/9/2018).

Menkes menjelaskan, dari sisi kesehatan, penyakit measles rubella (MR) adalah penyakit serius dan mematika. Yakni kulit seorang anak mengalami bercak-bercak merah. Kondisi makin parah ketika gizi anaknya jelek karena virus bakal menyebar ke otak, paru-paru dan diare.

Menurut Menteri NIla, konsidi anak yang mengidap virus MR sangat berbahaya karena akan menyebabkan dehidrasi, penyakit jantung dan mata.

Nila Moeloek mengingatkan gejala campak Rubella yang dipicu dari demam sepertinya biasa-biasa saja.

“Seandainya perempuannya hamil muda dan tertular oleh anak yang terkena rubella maka ibu hamil dan bayinya tersebut juga akan tertular. Kemudian anak itu lahir bisa menjadi tuli, radang otak dan jantung,” ujar Menkes.

Menyikapi program imunisasi vaksin MR di seluruh Indonesia yang sudah dilakukan sejak tahun 2017 dan memasuki tahap kedua pada tahun ini, Menkes mengatakan sebenarnya sudah banyak negara menggunakan imunisasi MR untuk mengatasi penyakit ini.

Namun, demikian, Menkes menambahkan Indonesia masih mempunyai PR terkait eliminasi MR ini sebab negara lain juga mewaspadai ketika Indonesia terkena wabah MR ini.

“Diharapkan dengan adanya program eliminasi ini kasus campak Rubella akan turun pada tahun 2020,” jelas Nila Moeloek.

Satu hal, Menkes menambahkan selain dampak campak Rubella ini selain kecacatan bahkan kematian adalah dampak ekonomi bagi keluarga yang terkena penyaki ini.

“Kalau kita suntik saja dengan harga vaksinnya Rp29 ribu dan ini program pemerintah sehingga yang membiayai pemerintah,” tukas Menteri Nila Moeloek.

Tidak itu saja, ilustrasi Kemenkes menjabarkan, operasi bagi pasien campak tanpa komplikasi sedikitnya sebesar Rp2.680.000. Adapun operasi bagi anak terkena campak Rubella dengan komplikasi sedikitnya Rp12.890.700.

“Ini tugas kami, apapun caranya kita akan mencegah dan membuat sumber daya berkualitas,” ujar Menkes menjawab program eliminasi penyakit MR.

Seorang Ibu dari Lhok Seumawe, Aceh, yang memiliki anak berusia 8 tahun memberikan testimoni sampai harus menjual harta bendanya untuk membiayai pengobatan buah hatinya. Anak Ibu ini terkena campak sejak di kandungan sehingga saat ini kondisinya mata, tubuhnya dan pendengarannya tidak normal.

Turut hadir sebagai narasumber dalam FMB 9 kali ini Plt. Deputi Bidang Pengawasan Obat dan NAPPZA Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Reri Indriani, Direktur Utama PT Bio Farma M Rahman Rustan, dan Ketua Umum Majelis UlamaIndonesia (MUI) KH Ma’ruf Amin.

 

Kegiatan FMB 9 juga bisa diikuti secara langsung di: www.fmb9.id, FMB9ID (Twitter), FMB9.ID (Instagram), FMB9.ID (Facebook), dan FMB9ID (Youtube).