SEA Games 2019 : Sebanyak 1.500 Kontingen Asal Indonesia Terima Vaksin IPV dari Bio Farma

By Bio Farma

(Jakarta  8/11) Bio Farma berikan vaksin Inactivated Polio Vaccine (IPV) kepada 1500 kontingen Sea Games 2019, yang akan berlaga di Filipina. Pemberian vaksin ini bertujuan untuk mencegah penularan wabah polio tipe 2, yang saat ini sedang mewabah di Filipina sejak September 2019 yang lalu. Pemberian vaksin dari Bio Farma, akan dihadiri oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali, Ketua Olimpiade Indonesia Raja Sapta Oktohari beserta jajaraannya, Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan, drg. R. Vensya Sitohang M.Epid, Direktur Pemasaran, Penelitian dan Pengembangan I Bio Farma, Sri Harsi Teteki, Kepala Divisi Pemasaran dan Penjualan Domestik Bio Farma, Tedi Herawan beserta jajarannya.

Sri Harsi mengatakan, pemberian vaksin IPV, merupakan rekomendasi dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) yang menyatakan bahwa semua orang yang berkunjung ke suatu negara dengan status terkena wabah polio, harus mendapatkan vaksinasi polio dan menjaga cakupan imunisasi rutinnya untuk meminimalisir masuknya wabah virus polio. Selain itu, pemberian vaksin IPV merupakan salah satu bentuk dukungan Bio Farma, kepada duta olahraga yang akan berlaga dan mengharumkan nama Indonesia pada 30 November – 11 Desember 2019 mendatang.

“Pemberian vaksin IPV ini, merupakan saran dari Badan Kesehatan Dunia, untuk mencegah masuknya virus polio ke Indonesia, dari negara yang sedang terajangkit wabah Polio. Kemudian, sebagai BUMN, kami hadir untuk negeri, dalam bentuk memberikan perlindungan kepada para atlet dan official Sea Games 2019. Mereka akan diberikan vaksin  polio dari Bio Farma, harapannya tentu saja mereka akan terlindungi dari wabah polio dan tidak membawa virus polio, saat kembali ke tanah air”, ungkap Sri Harsi.

Beliau menambahkan pemberian vaksin ini akan dibagi menjadi beberapa gelombang, berdasarkan keberangkatan kontingen ke negara yang beribukota di Manila. Untuk kelompok pertama, akan diberikan kepada 76 anggota kontingen dari cabang olahraga Sepakbola U22 pada tanggal 8 November 2019 di Jakarta. Sehingga saat tiba di Manila, kekebalan para kontingen dari wabah polio sudah terbentuk.

Sementara itu, Tedi Herawan mengatakan, untuk memenuhi kebutuhan pemberian vaksin seluruh kontingen Indonesia, Bio Farma harus menyiapkan sebanyak 375 vial vaksin IPV 5 dosis, sehingga bisa digunakan untuk  seluruh kontingen yang berjumlah 1500 orang, “Seluruh kebutuhan vaksin tersebut, sudah kami distribusikan ke KKP Kelas I di bandara Soekarno-Hatta melalui distributor resmi kami, dan akan diberikan kepada atlet dan officaial sesuai dengan jadwal keberangkatan mereka menuju Filipina”, ujar Tedi.

—-0000—-

Untuk informasi Media, Hubungi :

Iwan Setiawan

Head of Corporate Communications.

Bio Farma

Email : iwan.setiawan@biofarma.co.id

62 22 2033755 ext 37431

www.biofarma.co.id

twitter : @biofarmaID

Instagram :@biofarmaID

Bio Care : 1500810

Bio Farma & Laboratorium Biosains Unibraw Mendapatkan Anugerah Karya Anak Bangsa

By Bio Farma

 

(Tangerang 9/11) Bio Farma mendapatkan Penghargaan Karya Anak Bangsa dalam Bidang Farmasi dan Alat Kesehatan dari Kementerian Kesehatan RI. Penghargaan yang merupakan rangkaian dari puncak peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-55, diserahkan oleh Menteri Kesehatan RI Terawan Putranto dan diterima oleh Direktur Pemasaran, Penelitian dan Pengembangan I Bio Farma Sri Harsi Teteki pada hari Sabtu (9/11) di BSD Tangerang.

Acara penyerahan penghargaan yang bersamaan dengan Pameran HKN 2019 ini, juga memberikan penghargaan kepada institusi atau perorangan, yang sudah berhasil meningkatkan derajat kesehatan melalui pengembangan produk farmasi dan alat kesehatan melalui promosi, inovasi teknologi Kesehatan untuk mendukung layanan kesehatan.

Inovasi menjadi isu yang penting, karena menjadi tantangan tersendiri dari dunia kesehatan khususnya di Indonesia. Sesuai dengan arahan Presiden RI Joko Widodo yang tertuang dalan Inpres No 6 Tahun 2016 mengenai Percepatan Pengembangan Industri Farmasi dan Alat Kesehatan. Inovasi dalam inpres ini, tidak hanya terbatas pada inovasi produk saja, melainkan bisa juga melalui kolaborasi riset dan sinergi lintas sektoral.

Berbicara mengenai kolaborasi dan sinergi, Bio Farma yang merupakan produsen lifescience, pada bulan September 2019 yang lalu dalam kegiatan Forum Riset Lifescience Nasional (FRLN), telah meluncurkan dan memasarkan produk diagnostik yang merupakan hasil kolaborasi Bio Farma dengan Laboratorium Biosains Universitas Brawijaya Malang. Alat yang diberi nama Kit Diagnostik Diabetes (KIT DM) GAD 65, berfungsi sebagai alat pendeteksi dini untuk memperikirakan seseorang akan terkena penyakit diabetes melitus type 1.

Menurut Sri Harsi, Bio Farma telah melakukan hilirisasi hasil riset Kit DM GAD 65, yang merupakan hasil penelitian dari akademisi dalam hal ini Laboratorium Biosains Universitas Brawijaya Malang, yang dimotori oleh Prof. Dr. Aulanni’am, DVM., DES “Fungsi dari Kit DM ini adalah untuk mengetahui potensi kesehatan seseorang, apakah akan terkena Diabetes di masa yang akan datang atau tidak. Apabila hasil pemeriksaannya dinyatakan positif akan terkena diabetes, maka pasien tersebut bisa mengubah pola hidupnya menjadi lebih sehat, dan komplikasi dari dampak penyakit DM, menjadi bisa ditekan mengingat diebetes ini termasuk kedalam penyakit yang katastropik”, ujar Sri Harsi.

Sri Harsi menambahkan, harapan dari adanya kit diagnostik yang sudah mendaptkan paten (Granted) pada tahun 2009 yang lalu, diharapkan dapat menjangkau semua lapisan masyarakat karena alat ini akan tersedia dan dapat diaplikasikan di fasilitas kesehatan tingkat 1 (PUSKESMAS) sampai dengan Lab Klinik, dan rumah sakit, serta memiliki sensitvitas dan tingkat sensitifitas yang baik, dan tidak membutuhkan waktu lama dalam pengujian.

 

—-0000—-

Untuk informasi Media, Hubungi :

Iwan Setiawan

Head of Corporate Communications.

Bio Farma

Email : iwan.setiawan@biofarma.co.id

62 22 2033755 ext 37431

www.biofarma.co.id

twitter : @biofarmaID

Instagram :@biofarmaID

Bio Care : 1500810

Bio Farma Raih Predikat “Excellent” kategori Indonesian State Owned Enterprise dari Infobank

By Bio Farma

(Jakarta 25/10) Bio Farma mendapatkan penghargaan dari Infobank untuk kategori Indonesian State Owned Enterprise dalam kinerja keuangan tahun 2018, dengan predikat “Excellent” selama 10 tahun berturut – turut. Penghargaan diberikan berdasarkan hasil rating Biro Riset Infobank atas 118 BUMN (State-Owned Enterprise/SOE).  Rating dilakukan terhadap dua periode laporan keuangan BUMN, yakni tahun 2017 dan 2018 (audited).  Penghargaan yang diselenggarakan pada tanggal 25 Oktober 2019 di Jakarta, diserahkan oleh Direktur Infobank Pranoto Muhammad kepada Direktur Keuangan dan Mitra Bisnis Bio Farma I.G.N Suharta Wijaya, dan turut dihadiri oleh Editor in Chief Infobank Eko B. Supriyanto serta Direktur Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat KPK Giri Suprapdiono.

Dalam sambutan Eko B Supriyanto mengatakan, bahwa saat ini Indonesia memiliki 118 BUMN, yang bergerak pada sektornya masing – masing. Penghargaan ini adalah bentuk apresiasi Infobank kepada BUMN dengan kinerja keuangan terbaik

Dari 118 BUMN, hari ini ada 54 BUMN yang berkinerja sangat baik, sehingga kami perlu memberikan apresiasi terhadap BUMN, dengan kinerja terbaik di tengah terjadinya stagnasi kondisi perekonomian nasional dan turbulensi ekonomi global”, ujar Eko B Supriyanto.

Sementara itu, I.G.N Suharta Wijaya menyampaikan apresiasi yang  tinggi kepada infobank, karena telah memilih Bio Farma, sebagai salah satu BUMN yang memiliki kinerja yang sangat baik untuk tahun 2018. “Kami mengucapkan terima kasih kepada pihak Infobank yang telah memberikan penilaian yang sangat baik untuk Bio Farma, terutama pada kinerja keuangan tahun 2018. Kami sebagai BUMN yang bergerak dalam sektor farmasi, telah diberikan amanat untuk menyehatkan bangsa. Untuk itu kami akan terus berkomitmen untuk menciptakan inovasi serta menyediakan produk – produk farmasi untuk kebutuhan nasional maupun global”, Ujar Suharta.

 

—-0000—-

Untuk informasi Media, Hubungi :

Iwan Setiawan

Head of Corporate Communications.

Bio Farma

Email : iwan.setiawan@biofarma.co.id

62 22 2033755 ext 37431

www.biofarma.co.id

twitter : @biofarmaID

Instagram :@biofarmaID

Bio Care : 1500810

 

 

 

 

 

Bio Farma Sabet Top Socio-Eco Friendly Sektor Processing Industry dari Warta Ekonomi

By Bio Farma

(Jakarta 28/10) Bio Farma meraih penghargaan Devising Adaptation And Transformation Contingency untuk kategori TOP Socio-Eco Friendly, Sector : Processing Industry dari Warta Ekonomi. Penghargaan yang diserahkan oleh Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survey dan Konsultan Kementrian BUMN RI Gatot Trihargo, dan CEO dan Pimpinan Redaksi Warta Ekonomi Muhammad Ihsan, kepada Senior Executive Vice President Production Bio Farma, Juliman pada tanggal 28 Oktober 2019 di Jakarta.

Penghargaan bertujuan untuk mendorong BUMN ke arah digitalisasi sehingga bisa tercipta daya saing dan pelayanan yang lebih baik dikemudian hari. Hal ini dilatarbelakangi dengan perkembangan teknologi yang kian cepat memberikan suatu pengaruh yang sangat signifikan pada dunia usaha secara global, termasuk di Indonesia Perkembangan teknologi tersebut turut mendorong perubahan karakteristik konsumen, ekspektasi masyarakat terhadap suatu produk dan jasa, serta perubahan metode bisnis yang semakin dinamis

Penilaian ini, didasarkan pada riset Warta Ekonomi yang memfokuskan kepada performa finansial, kebijakan strategis dalam melakukan inovasi ataupun ekspansi bisnis. Kemudian, pada aspek kebijakan perusahaan BUMN dalam beradaptasi pada perubahan teknologi baik pada aspek operasional ataupun teknis guna memberikan pengalaman yang terbaik bagi para konsumennya.

Metode penilaian terakhir adalah melalui metode kualitatif dengan Analisa laporan keuangan serta proses media monitoring terhadap pemberitaan perusahaan BUMN serta anak usaha untuk mengetahui kebijakan-kebijakan yang dilakukan perusahaan BUMN dan anak usaha terkait dengan inovasi, kepedulian sosial serta lingkungan.

Menurut Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei dan Konsultan, Kementerian BUMN Gatot Trihargo mengatakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebagai badan usaha yang dimiliki oleh pemerintah pun tidak terlepas dari tuntutan perubahan tersebut. Strategi bersaing yang konvensional kini tidak lagi menarik perhatian para konsumen,terutama konsumen usia muda ataupun milenial.

“Strategi-strategi yang kekinian serta mampu mengadopsi unsur teknologi lah yang diharapkan oleh konsumen tersebut. Dalam beberapa tahun ke depan, generasi milenial tersebut adalah para calon pengambil keputusan, baik dalam rumah tangga, bisnis, ataupun sosial”, Ujar Gatot.

Sementara itu Juliman mengatakan, penghargaan ini merupakan apresiasi bagi Bio Farma yang bergerak dalam bidang farmasi, yang sejak pendiriannya, harus selalu beradaptasi dengan perkembangan penyakit sehingga dituntut untuk terus berinovasi untuk menemukan produk yang memang dibutuhkan untuk mencegah penyakit tersebut

“Kecepatan virus atau bakteri bermutasi lebih cepat daripada kemampuan produsen farmasi untuk menemukan formula terbaru dalam hal mencegah suatu penyakit. Oleh karenanya inovasi dan beradaptasi dengan teknologi terkini dalam penemuan vaksin  menjadi suatu keharusan bagi kami,” Ujar Juliman

Juliman menambahkan, Inovasi yang dilakukan oleh Bio Farma, tidak terbatas pada aspek produksi, proses produksi maupun peneltiain, namun juga terletak pada aspek strategi bisnis, seperti perluasan pasar dan diplomasi pemasaran yang sifatnya inovatif, kreatif dan invensi.

 

—-0000—-

Untuk informasi Media, Hubungi :

Iwan Setiawan

Head of Corporate Communications.

Bio Farma

Email : iwan.setiawan@biofarma.co.id

62 22 2033755 ext 37431

www.biofarma.co.id

twitter : @biofarmaID

Instagram :@biofarmaID

Bio Care : 1500810

Direktur Operasi Bio Farma, M. Rahman Roestan Raih Penghargaan Top 50 Pemimpin Pembawa Perubahan

By Bio Farma

 

(Jakarta 25/10) Direktur Operasi Bio Farma, M. Rahman Roestan, raih penghargaan Top 50 Pembawa Perubahan untuk kategori Pemimpin Inspiratif dan inovatif indonesia, dari Seven Sky Global Media ( 7Sky Media ) dan Majalah I’M Indonesia bertempat di Jakarta, pada Jum’at 25 Oktober 2019.

Menurut Ketua Penyelenggara Anugerah Top 50 Pemimpin Pembawa Perubahan Bisma Mukti Wibowo, mengatakan penilaian berdasarkan pada riset internal yang dilakukan oleh 7sky Media dan Majalah IM Indonesia, diantaranya reputasi, pemberitaan di media massa dan kegiatan pemimpin yang dinilai telah memiliki prestasi/kenerja yang memuaskan serta berkontribusi tinggi dalam membangun di Indonesia.

 

—-0000—-

Untuk informasi Media, Hubungi :

Iwan Setiawan

Head of Corporate Communications.

Bio Farma

Email : iwan.setiawan@biofarma.co.id

62 22 2033755 ext 37431

www.biofarma.co.id

twitter : @biofarmaID

Instagram :@biofarmaID

Bio Care : 1500810

Tingkatkan Kapasitas Produksi, Bio Farma Siap Ekspansi Pasar ke Benua Afrika

By Bio Farma

(Jakarta 24/10) Bio Farma sudah menyiapkan serangkaian strategi pasca ditunjuk sebagai induk holding BUMN Farmasi. Penunjukan berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 76 Tahun 2019 Tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia Ke Dalam Modal Saham Perusahaan Perseroan (Persero) PT Bio Farma yang disahkan oleh Presiden Jokowi pada tanggal 15 Oktober 2019 yang lalu.

Strategi tersebut antara lain menambah pangsa pasar baik di dalam negeri maupun untuk pasar ekspor. Strategi ini sejalan dengan status Bio Farma sebagai perusahaan BUMN, yang turut hadir untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Indonesia, dengan memenuhi kebutuhan vaksin dalam negeri.

Kemudian peran Bio Farma di pasar global, dengan memperluas pasar ekspor dengan ekspansi ke benua Afrika dan beberapa negara Organisasi Kerjasama Islam (OKI).

Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir mengatakan, sesuai dengan tujuan dari Sustainable Development Goals, yang menargetkan pada tahun

2030, akan mengakhiri kematian pada bayi baru lahir dan balita salah satunya melalui pemberian vaksinasi.

“Program vaksinasi berupaya untuk menghapuskan penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin, serta untuk mendukung pencapaian Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals) nomor 3, yaitu tentang kesehatan universal, dimana semua anak dan balita dan orang dewasa harus mendapatkan vaksin dengan mudah. Oleh karenanya Bio Farma perlu untuk meningkatkan kapsitas produksinya baik untuk produk yang sudah ada, maupun untuk produk baru Bio Farma” ujar Honesti.

Honesti menambahkan Bio Farma akan menambah pangsa pasar untuk benua Afrika dan beberapa negara Islam, seperti Nigeria dan Tanzania yang MoU nya sudah di tanda tangani pada Agustus 2019 yang lalu pada acara Indonesia-Africa Infrastructure Dialogue di Bali, selain perluasan pangsa pasar, Bio Farma siap untuk melaksanakan transfer teknologi khususnya ke negara anggota OKI.

Untuk mendukung upaya penambahan kapsitas produksi tersebut, Bio Farma mendaptkan kepercayaan kredit investasi sindikasi dari tujuh Bank Nasional yang di lead oleh BRI, Bank Mandiri dan BNI selaku Joint Mandated Lead Arranger and Bookrunner (JMLAB) sebesar Rp 2,25 Triliun,- yang terdiri dari skema konvesional sebesar Rp 1,65 triliun dan skema syariah sebesar Rp 600 milyar. Ketujuh Bank tersebut antara lain, BNI, BRI, Bank Mandiri , BNI Syriah, BRI Syariah, Mandiri Syariah dan Indonesia Eximbank.

Skema kredit investasi ini menggunakan skema konvensional dan syariah (pembiayaan musyarakah). Hal ini menandakan bahwa Bio Farma memberikan dukungan untuk perkembangan ekonomi syariah termasuk pendanaan skema syariah untuk pembangunan infrastruktur kesehatan di Indonesia.

Pendanda tanganan kredit investasi tersebut dilaksanakan pada tanggal 24 Oktober 2019 di Jakarta, dan dilakukan oleh Direktur Keuangan dan Mitra Bisnis Bio Farma dan masing masing perwakilan dari tujuh bank sindikasi, disaksikan oleh Direktur Utama Bio Farma, Honesti Basyir.

Lebih lanjut, I.G.N Suharta mengatakan, pihaknya berterima kasih karena sudah mendaptkan kepercayaan untuk kredit investasi dari tujuh bank nasional. Dana tersebut, akan digunakan untuk membangun fasilitas penunjang produksi baik produk eksisting maupun produk baru untuk membantu rencana ekspansi pasar Bio Farma kedepan.

“Pendanaan kredit investasi ini, akan kami gunakan untuk penambahan fasilitas penunjang produksi dan perangkatnya, seperti fasilitas Quality Control, persiapan pre produksi, Uji Klinis, dan juga maintenance fasilitas produksi, sejalan dengan bertambahnya fasilitas produksi terbaru yang masih dalam tahap penyelesaian”, ungkap Suharta.

Untuk produk eksisting yang akan ditingkatkan kapasitasnya antara lain vaksin Pentavalen, dan peningkatan kapasitas bahan aktif (API) untuk bulk tetanus dan difteri.

Produk masa depan Bio Farma termasuk diantaranya adalah Vaksin MR, Vaksin Typoid, dan Vaksin Rotavirus, akan menggunakan fasilitas baru yang akan dibangun di daerah Pasteur Bandung.

 

 

 

—-0000—-

Untuk informasi Media, Hubungi :

Iwan Setiawan

Head of Corporate Communications.

Bio Farma

Email : iwan.setiawan@biofarma.co.id

62 22 2033755 ext 37431

www.biofarma.co.id

twitter : @biofarmaID

Instagram :@biofarmaID

Bio Care : 1500810

Bio Farma Beri Edukasi 400 Santri Jawa Timur Gaya Hidup Sehat

By Bio Farma

(Jombang 18/10) Bio Farma kembali menggelar Road Show Santri Sehat yang dilaksanakan pada tanggal 18 – 19 Oktober 2019, di Provinsi Jawa Timur. Sebanyak 200 santri yang berasal dari Pesantren Bustamul Makmur Kebonrejo, Genteng, Banyuwangi dan 200 santri pesantren Al Hikmah Bahrul Ulum Jombang, mendapatkan pemaparan mengenai gaya hidup sehat salah satunya melalui pemberian vaksin sebagai bentuk pencegahan penularan penyakit.

Roadshow Santri Sehat merupakan acara rutin yang dilaksanakan oleh Bio Farma, sejak tahun 2014, dengan agenda sosialisasi ke pesantren untuk memberikan gambaran mengenai pentingnya gaya hidup sehat kepada generasi muda. Diharapkan, peserta roadshow santri sehat ini, akan meneruskan informasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan, melalui pemberian vaksinasi kepada keluarga dan masyarakat yang lebih luas.

Head of Corporate Comumunications Bio Farma Iwan Setiawan mengatakan, tujuan dari roadshow ini adalah memberikan edukasi dan pengertian mengenai gaya hidup sehat dan pentingnya pemberian vaksinasi sebagai salah satu upaya pencegahan penularan penyakit , “Roadshow santri sehat, sudah dimulai sejak tahun 2014. Diawali dari pesantren – pesantren yang ada di Provinsi Jawa Barat. Sejak tahun 2017, kami melebarkan cakupan sosialisasi ini ke pesantren – pesantren yang ada di prov Jawa Tengah, D.I Yogyakarta dan Jawa Timur. Pemilihan pesantren, dikarenakan dimasa yang akan datang, para santri ini, akan menjadi tokoh masyarakat, atau tokoh agama, yang bisa membawa perubahan dan sebagai agent of change mengenai paradigma menjaga kesehatan melalui pencegahan“, ujar Iwan.

Iwan menambahkan, kelanjutan dari roadshow ini adalah pertemuan dengan tokoh pemimpin pondok pesantren yang berada di Jawa Timur, yang akan diselenggarakan pada bulan November 2019 mendatang di kota Surabaya.

Selain edukasi mengenai santri sehat,mereka juga akan diberikan pelatihan menulis, yang diberikan oleh jurnalis yang berasal dari Media. Pelatihan menulis jurnalistik ini, merupakan sebagai upaya untuk membangun kepercayaan diri dan bekal untuk mereka saat memberikan dakwah, salah satunya adalah melalui penulisan.

Sementara itu, Pengasuh Ponpes Bustanul Hikmah Makmur, KH Lukman Hakim, menyambut baik kedatangan tim Bio Farma karena dengan adanya edukasi ini, santri menjadi lebih peduli untuk lebih menjaga kesehatannya selama mereka mondok di pesantren maupun saat mereka ada di tengah – tengah masyarakat,

”Alhamdulillah santri kami bisa lebih memahami pentingnya menjaga kesehatan sedari dini, dan mengetahui bagaiman caranya untuk meredam penyebaran penyakit”, Ujar KH Lukman Hakim.

Senada dengan KH Lukman Hakim, Pengasuh Pondok Pesantren Al Hikmah Bahrul Ulum KH Abdullah Rofin mengatakan santri harus sehat karena sehat menjadi kunci ketika akan berdakwah.”Kesahatan merupakan kunci yang penting untuk para santri, dengan fisik yang prima, santri bisa berdakwah lebih baik lagi, baik dakwah secara langsung, mapuh melalui tulisan”, Ujar KH Abdullah Rofin.Dalam kegiatan Roadshow ini, Bio Farma memberikan bantuan kepada pesantren Bustanul Makmur dan Al Hikmah Bahrul Ulum berupa Fasilitas Pendidikan dan Pembangunan Pesantren.

—-0000—-

 

Untuk informasi Media, Hubungi :

Iwan Setiawan

Head of Corporate Communications.

Bio Farma

Email : iwan.setiawan@biofarma.co.id

62 22 2033755 ext 37431

www.biofarma.co.id

twitter : @biofarmaID

Instagram :@biofarmaID

Bio Care : 1500810

Bio Farma Tuan Rumah Workshop Cold Chain Management System untuk Negara-negara Organisasi Kerjasama Islam (OKI)

By Bio Farma

(Bandung 1/10) Bio Farma menjadi tuan rumah acara Workshop Cold Chain Management System untuk negara – negara yang tergabung dalam Organisasi Kerjasama Islam (OKI), yang diselenggarakan di Bandung pada tanggl 1 – 2 Oktober 2019. Acara ini diselenggarakan oleh Kemenkes RI, bertujuan untuk berbagi pengalaman dan keahlian juga melebar jejaring baik untuk penelitian, pemasaran, dan melihat simulasi pendistribusian vaksin di Indonesia, yang merupakan tindak lanjut dari diresmikannya Indonesia menjadi Center of Excellence dalam bidang bioteknologi dan vaksin pada Bulan Desember 2017 yang lalu.

Sebelum bertolak ke Bandung, Sebanyak 45 peserta dari 16 negara diterima oleh Menteri Kesehatan RI Nilla F Moelek di Jakarta. Dalam sambutannya Menkes mengatakan, saat ini, kesehatan global menjadi lebih menantang dari sebelumnya, seperti peningkatan risiko patogen, infeksius penularan penyakit dari hewan ke manusia, resistensi antimikroba, peningkatan mobilitas global ,penyebaran penyakit menular.

Akses untuk mendapatkan kesehatan seperti vaksin dan obat  – obatan, dan produk kesehatan lainnya, termasuk produk bioteknologi menjadi bagian penting untuk menjawab tantangan kesehatan global. Namun demikian, Negara-negara Anggota OKI masih tertinggal jauh dalam produksi vaksin.

“Indonesia ingin mengegaskan kembali komitmen sebagai Center of Excellence untuk produk Bioteknologi dan Vaksin untuk negara OKI, akan terus mendukung negara-negara anggota dalam upaya mereka menangani wabah terus-menerus dan prevalensi tinggi dari berbagai penyakit menular yang telah diberantas di tempat lain.  Sebagai bagian dari komitmen itu, workshop ini akan memberikan pengalaman yang bermanfaat bagi semua peserta, termasuk untuk Indonesia”, ujar Nilla

Menurut Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir, workshop ini merupakan salah satu bentuk global trust untuk industri farmasi di Indonesia, khususnya Bio Farma, karena diantara 56 anggota OKI, Indonesia termasuk negara yang maju dalam bidang bioteknologi dan vaksin.

“Kita selayaknya bangga menjadi bangsa Indonesia, karena memiliki industri farmasi khususnya bioteknologi yang maju, dan akan menjadi rujukan bagi negara lain khususnya yang tergabung dalam negara OKI, untuk menghasilkan vaksin dari hulu hingga ke hilir. Kami akan memberikan pelatihan-pelatihan terkait memproduksi vaksin, sehingga di masa yang akan datang, mereka bisa mandiri untuk memproduksi bioteknologi khususnya vaksin”, ujar Honesti.

Honesti menambahkan dalam workshop ini, peserta dari 22 negara akan diajak untuk melihat fasilitas Research and Development Bio Farma, sebagai bagian dari Center of Excellence, fasilitas pengemasan dan distribusi.

Sementara itu OIC Vaccine Manufacturer Group (VMG) Vice Chairman sekaligus Direktur Operasi Bio Farma, M. Rahman Roestan mengatakan, tujuan berikutnya dari workshop ini adalah untuk menemukan potensi-potensi peneliti untuk penemuan vaksin jenis baru yang lahir dari tangan – tangan peneliti OKI.

“Untuk menemukan vaksin jenis baru, dibutuhkan waktu yang cukup lama, antara 10 – 20 tahun. Dengan kolaborasi antara negara OKI, kami berharap penyakit – penyakit yang vaksinnya belum ditemukan seperti malaria, HIV,  demam berdarah, dan ebola, dapat segera ditemukan, sehingga produk yang masih dalam tahap penelitian tersebut, dapat langsung diterima / digunakan oleh negara-negara OKI yang membutuhkan “, ujar Rahman.

Sebelumnya, pada tahun 2018, Bio Farma sudah menjalin kerja sama riset dan pengembangan dengan Tunisia, kerja sama produksi dengan Kerajaan Saudi, pasokan produk ke negara-negara OKI, seperti Maroko, Tunisia, termasuk Saudi dan negara Teluk lainnya.

Sebagai BUMN, Bio Farma memiliki peran strategis, di dalam negeri untuk menjamin kemandirian dan ketersediaan vaksin, sedangkan di global Bio Farma turut serta mendorong kemandirian dan ketersediaan vaksin di negara Islam.

Rahman menambahkan, negara – negara OKI memiliki potensi researcher yang mumpuni untuk menemukan vaksin baru, sehingga pada akhirnya akan menciptakan suatu kemandirian, dan Bio Farma akan menjadi pelopor kemandirian tersebut.

Dalam workshop hari pertama tanggal 1 Oktober 2019, peserta akan mendapatkan penjelasan mengenai pedoman distribusi vaksin dari Technical Officer for Expanded Proggrame for Immunization (EPI) WHO Vinot Bura dan isu kemandirian produksi vaksin diantara negara anggota OKI yang disampaikan oleh Asisten Sekeretaris Jendral OIC Askar Musinov.

 

—-0000—-

Untuk informasi Media, Hubungi :

Iwan Setiawan

Head of Corporate Communications.

Bio Farma

Email : iwan.setiawan@biofarma.co.id

62 22 2033755 ext 37431

www.biofarma.co.id

twitter : @biofarmaID

Instagram :@biofarmaID

Bio Care : 1500810

 

Bio Farma Perkenalkan Board of Executives yang Baru

By Bio Farma

Bio Farma pada tanggal 16 September 2019 menyampaikan informasi Board of Executives (BoE) PT Bio Farma yang baru sebagai berikut :

Direktur Utama : Honesti Basyir

Direktur Operasi : M. Rahman Roestan

Direktur Keuangan dan Mitra Bisnis : I.G.N Suharta Wijaya

Direktur Pemasaran, Penelitian dan Pengembangan I : Sri Harsi Teteki

 

Senior Executive Vice President (SEVP) Legal dan Compliance : Disril Revolin Putra

Senior Executive Vice President (SEVP) Produksi : Juliman

Senior Executive Vice President (SEVP) Penelitian dan Pengembangan : Adriansjah Azhari

 

Suksesi atau pergantian Direksi di Bio Farma dalam rangka menjalankan program berkelanjutan Bio Farma untuk tetap berkontribusi positif untuk Indonesia dan dunia, khususnya sektor kesehatan. Perusahaan akan tetap menjalankan filosofi Dedicated to Improve Quality of Live untuk keamanan, kesehatan dan solusi kemakmuran, baik di tingkat nasional maupun global. Dengan adanya pergantian Direksi tersebut tidak akan berpengaruh terhadap kegiatan bisnis perusahaan.

SUSUNAN CORPORATE EXECUTIVES BIO FARMA

 

***************

Untuk info lebih lanjut hubungi

Iwan Setiawan

Head of Corporate Communications Bio Farma

Jl. Pasteur No 28 Bandung

Tlp : 022 – 2033755 ext 37431

Fax : 022 – 2041306

E : corcom@biofarma.co.id

Instagram : @biofarmaID

Twitter: @biofarmaID

 

“Kulo Nuwun Yogyakarta, Imunicare Siap Melayani Masyarakat Kota Gudeg”

By Bio Farma

(Yogyakarta 29/8) Layanan vaksinasi Bio Farma, Imunicare, kembali membuka layanannya di DIY Yogyakarta pada tanggal 29 Agustus 2019, yang berlokasi di Jl. Timoho 86. Imunicare adalah outlet layanan vaksinasi sangat lengkap yang dilakukan oleh  praktek dokter, klinik atau rumahsakit dengan menggunakan vaksin yang terjamin mutu dan keasliannya, tempat yang nyaman, tenaga medis yang ahli, serta harga lebih terjangkau.

Peresmian Imunicare di kota gudeg ini merupakan hasil kolaborasi dengan Telkomedika setelah sebelumnya pada tanggal 22 Agustus yang lalu layanan vaksinasi Imunicare dibuka di Kota Madiun Jawa Timur.

Dalam peresmian di kota ke 5 dari rencana 25 kota, dihadiri oleh Kepala Dinas Kota Yogyakarta Fita Yulia Kisworini, Direktur Pemasaran Bio Farma Sri Harsi Teteki, Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Yogyakarta, Agus Syah Fiqhi Haerullah, dan Direktur Operasional & Marketing Telkomedika, Monica Morattha Sihombing.

Dalam sambutannya Kepala Dinas Kota Yogyakarta Fita Yulia Kisworini mengatakan beberapa negara sudah mewajibkan vaksinasi tertentu untuk pendatang, yang akan ke negaranya seperti Arab Saudi yang mewajibkan vaksin meningitis sebelum beribadah haji atau umrah. “Dengan adanya layanan imunicare akan memudahkan masyarakat Yogyakarta untuk mendapatkan vaksin, seperti misalkan sebelum berangkat umroh, Imunicare yang berada di klinik Telkomedika sudah sesuai dengan

Permenkes No 23 tahun 2015 untuk memudahkan dalam memberikan perlindungan pada masyarakat dalam menerima perlindungan”, Ujar Fitri.

Sementara itu, Agus Syah Fiqhi, pihaknya bersyukur ada alternatif lain bagi masyarakat untuk mendapatkan layanan vaksinasi terutama untuk kebutuhan haji dan umroh, sehingga tidak terkosentrasi hanya di KKP, dan memberikan kemudahan dan kenyamanan untuk masyarakat “Imunicare akan memberikan alternatif pilihan bagi masyarakat, terutama yang akan berangkat umrah dan haji, sehingga nantinya akan memberikan kemudahan bagi masyarakat”, ujar Agus.

Sedangkan Sri Harsi mengatakan dalam sambutannya, salah satu upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, yaitu melalui upaya preventif atau pencegahan melalui imunisasi. Bio Farma sebagai Badan Usaha Milik Negara, sekaligus salah satu produsen di antara 30 produsen vaksin di dunia yang telah mendapatkan PQ WHO, akan hadir untuk negeri, untuk memberikan pelayanan pencegahan penularan penyakit.

“Sebagai bentuk upaya BUMN Hadir Untuk Negeri awal tahun 2019, Bio Farma mengenalkan layanan Imunicare agar masyarakat lebih mudah mendapatkan layanan imunisasi selain dari puskesmas dan faskes lainnya yg sudah ada saat ini, dengan kualitas yang pasti terjamin, produk yang lengkap termasuk vaksin untuk kebutuhan umrah seperti menigitis dan flu, dan tentu saja dengan harga yang terjangkau”, ujar Sri Harsi.

Sri Harsi menambahkan dalam upaya mengembangkan konsep imunicare ini, disamping mengembangkan outlet sendiri, juga bekerjasama dengan mitra Dokter, Klinik atau Rumah Sakit. Dan saat ini Imunicare telah hadir di beberapa kota yaitu: Bandung, Makassar, Medan, Jakarta, Madiun. Dalam waktu dekat Imunicare juga akan hadir di: Bandar Lampung, Depok, Sukabumi, Denpasar dan Semarang.

========###========

 

Untuk info lebih lanjut hubungi

Iwan Setiawan

Head of Corporate Communications Bio Farma

Jl. Pasteur No 28 Bandung

Tlp : 022 – 2033755 ext 37431

Fax : 022 – 2041306

E : corcom@biofarma.co.id

Instagram : @biofarmaID

Twitter: @biofarmaID