Bio Farma Innovation Award 2019 : Berani Inovasi “Mewujudkan Mimpi Dengan Inovasi”

By Bio Farma

Bandung (9/1) Bio Farma kembali mengadakan Innovation award 2019 yang bertemakan Berani Inovasi “Mewujudkan Mimpi Dengan Inovasi”. Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi Bio Farma, terhadap karyawan yang telah memberikan inovasinya untuk perusahaan. Tidak hanya penghargaan, acara ini juga diisi dengan talk show, penerimaan penghargaan ibadah haji dan  dimeriahkan oleh RedBox Band dan Project Chit Chat Comedy.

Acara ini dihadiri oleh Board Of Executives Bio Farma mulai dari Direktur Utama yaitu Honesti Basyir, Direktur Operasi yaitu M. Rahman Roestan, Direktur Pemasaran, Penelitian & Pengembangan I yaitu Sri Harsi Teteki, Direktur Keuangan dan Mitra Bisnis yaitu I.G.N Suharta Wijaya, Senior Executives Vice President (SEVP) Produksi yaitu Juliman, SEVP Legal and Compliance yaitu Disril Revolin Putra, dan SEVP Penelitian dan Pengembangan yaitu Adriansjah Azhari. Lalu dihadiri oleh seluruh karyawan Bio Farma kurang lebih sekitar 1200 orang.

“Bio Farma menerima berbagai inovasi dari karyawan. Semua karyawan dipancing untuk memberikan inovasi, asalkan inovasi itu memiliki gagasan berupa data dan fakta, nilai, dan terakhir konsisten” ujar Direktur Utama, Honesti Basyir.

Bagi Bio Farma, inovasi merupakan sebuah napas karena suatu perusahaan akan terus berjaya. Dalam sambutan Direktur Pemasaran, Penelitian & Pengembangan I yaitu Sri Harsi Teteki menjelaskan bahwa inovasi tidak hanya lahir dari sekelompok tertentu, tetapi diharapkan akan lahir dari seluruh ihsan Bio Farma.

“Tak lupa juga kami sangat berterimakasih banyak atas kontribusi yang diberikan, inovasi ini sebagai dasar untuk talent-talent berkembang dan memajukan Bio Farma” ujar Sri Harsi Teteki.

Pada tahun ini, Bio Farma mempunyai tiga kelompok inovasi. Inovasi tersebut terkait inisiatif, inovasi kreatifitas, dan invention (penemuan hal baru). Inovasi yang masuk sebanyak 26 inovasi yang terdiri dari kelompok inisiatif yang life science sebanyak 16 paper,  bisnis dan adminitrasi 3 paper sehingga untuk kelompok ini ada sebanyak 19 inovasi. Kemuduan, untuk kelompok kreatif life scince sebanyak 6 paper dan bisnis 1 paper sehingga untuk kelompok ini ada sebanyak 7 inovasi. Selanjutnya, untuk kelompok invention belum mendapatkan kelompok yang inovasi. Pemberian penghargaan ini bertujuan untuk lebih mengangkat semangat insan Bio Farma yang untuk lebih banyak lagi berinovasi. Tak lupa juga memberikan ruang seluas-luasya untuk berkreasi sebagai penguatan aktualisasi diri, bantuan tenaga dan bantuan pikiran.

Dari inovasi 26 paper inovasi tersebut,  terpilih tujuh finalis yang berhasil memenangkan kategori Good Improvement, Bronze Innovation, Silver Innovation dan Gold Innovation sebagai penghargaan tertinggi. Berikut adalah nama – nama pemenang :

  • Aryanto, Bagian Pengemasan – Divisi Produksi Farmasi “Penemuan Alat Pembersih Produk Untuk Meningkatkan Kapasitas Proses Inpeksi Visual” Sebagai Gold Innovation.
  • Rambat Wiguna, Bagian Produksi Vaksin Campak – Divisi Produksi Vaksin Virus “Peningkataan Kinerja Mesin Capping dengan Penambahan Supply Udara steril pada Alumunium-Cap Feeder” Sebagai Silver Innovation.
  • Tri Ariyani, Bagian Produksi Vaksin Difteri – Divisi Produksi Vaksin Bakteri “Peningkatan Kapasitas Inokulum pada Produksi Bulk Difteri” Sebagai Bronze Innovation.
  • Teguh Gunawan Ramdani, Bagian Kebijakan Pengaadaan- Divisi Pengadaan “Transformasi dan Modernisasi Proses Pengadaan Barang/Jasa Melalui Penerapan GTC” Sebagai Bronze Innovation.
  • Royan Firdaus, Bagian Produksi Vaksin Campak – Divisi Produksi Vaksin Virus “Penambahan Tongkat Pendorong untuk Loading Produksi” Sebagai Good Improvement.
  • Erwin Yulizar Herdiawan, Bagian Pendingin & Bangunan – Divisi Teknik & Pemeliharaan “Alat Penyiraman Otomatis” Sebagai Good Improvement.
  • Prita Maharani, Bagian Patologi & Toksikologi – Divisi Pengawasan Mutu “Kemnadirian Health Monitoring Hewan Laboratorium” Sebagai Bronze Innovation Sebagai Good Improvement.

Acara diakhiri dengan hiburan dari Project Chit Chat Comedy, Bio Harmony dan RedBox Band untuk seluruh karyawan Bio Farma. Dengan diadakanya acara Innovation Award 2019 diharapkan seluruh ihsan Bio Farma tertantang untuk terus berinovasi dan dapat mengharumkan nama baik perusahaan.

 

—-0000—-

Untuk informasi Media, Hubungi :

Iwan Setiawan

Head of Corporate Communications.

Bio Farma

Email : iwan.setiawan@biofarma.co.id

62 22 2033755 ext 37431

www.biofarma.co.id

twitter : @biofarmaID

Instagram :@biofarmaID

Bio Care : 1500810

Kekuatan Inovasi Bagi Bio Farma Innovation Award 2019

By Bio Farma

(Bandung 9/1) Pada tanggal 9 Januari 2019, Bio Farma mengadakan Innovation Award 2019 dengan beberapa rangkaian acara, alah satunya sesi talk show. Talk show ini sendiri turut mengundang para Board Of Executive Bio Farma dengan dimoderatori oleh Maharani, Kepala Divisi Hewan laboratorium, membahas mengenai inovasi untuk perusahaan.

Penting bagi perusahan untuk terus mengembangan inovasinya selaras dengan perkembangan zaman. Inovasi pada praktiknya merupakan suatu usaha untuk mengubah sesuatu yang ada melalui ide, metode baru dan produk baru. Pada dasarnya inovasi bisa meningkatkan korporasi suatu perusahaan terutama pada Bio Farma.

Dalam sesi talk show, Honesti Basyir, Direktur Utama Bio Farma menjelaskan bahwa bahwa semua orang harus berpikir untuk terus berinovasi. Inovasi bisa mengakomodasi perusahaan untuk terus berkembang lagi baik. Kita bisa mulai berinovasi dari yang sifatnya rutin setiap hari sehingga bisa mengetahui kendala dari permasalahan yang ada. Dengan berinovasi suatu perusahan akan tumbuh lebih cepat untuk mencapai target yang dituju.

“Selama kita memiliki gagasan untuk bisa diargumentasikan dan dipertanggung jawabkan terus lah berinovasi. Kita harus mulai memberanikan diri, jangan pernah takut gagal dan percaya diri” ujar Honesti Basyir.

Inovasi sendiri merupakan proses untuk meningkatkan produk bagi Bio Farma sehingga input dan output kualitas harus lebih baik dan lebih tinggi. Untuk perusahaan, inovasi tidak hanya untuk produk, tetapai inovasi juga bisa dengan proses seperti efesiensi.  Inovasi yang berbeda dan bernilai akan menjadikan suatu perusahaan menjadi lebih baik, maka dari itu Bio Farma dipercaya sebagai Center of Excellence di negara Organisasi Kerjasam Islam (OKI) karena memiliki banyak inovasi.

“Jangan hanya sekadar berbeda, jadilah berbeda dan memiliki nilai yang bisa diakui sebagai inovasi” ujar Direktur Operasi,  M. Rahman Roestan.

Diharapkan dengan adanya talk show dalam Innovation Award 2019 ini bisa membangkitkan motivasi setiap ihsan Bio Farma untuk terus berinovasi. Inovasi bukan hanya hal yang baru, tetapi inovasi itu bisa bermanfaat bagi semua orang sehingga bisa meningkatkan eksistensi perusahaan.

 

—-0000—-

Untuk informasi Media, Hubungi :

Iwan Setiawan

Head of Corporate Communications.

Bio Farma

Email : iwan.setiawan@biofarma.co.id

62 22 2033755 ext 37431

www.biofarma.co.id

twitter : @biofarmaID

Instagram :@biofarmaID

Bio Care : 1500810

Bio Farma Menjadi Leading Sector Industri Farmasi dalam Kepatuhan Terhadap Peraturan Lingkungan Hidup

By Bio Farma

(Jakarta 8/1) Bio Farma membuka awal tahun 2020 dengan mendapatkan penghargaan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI (KLHK), berupa Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan Dalam Pengelolaan Lingkungan (PROPER) dengan kategori Hijau. Penghargaan PROPER hijau ini, diserahkan oleh Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar dan disaksikan oleh Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin di Gedung 2 Istana Wakil Presiden di Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (8/1), yang diterima oleh Kepala Divisi Pengelolaan Lingkungan dan Sosial Bio Farma, R. Herry.

Bio Farma menjadi salah satu dari 200 perusahaan yang mendapatkan penghargaan dari KLHK, dan bahkan masuk kedalam top 30 perusahaan, yang didominasi oleh perusahaan tambang dan energi. Bahkan Bio Farma menjadi leading sector dalam industri farmasi, atas Kepatuhan Terhadap Peraturan Lingkungan Hidup.

PROPER merupakan penghargaan bagi dunia usaha yang menunjukkan kinerja luar biasa dalam pengelolaan lingkungan hidup. Penghargaan yang diberikan kepada dunia usaha dilakukan melalui proses evaluasi terhadap ketaatan peraturan pengelolaan lingkungan hidup, penerapan sistem manajemen lingkungan, efisiensi energi, konservasi air, pengurangan emisi, perlindungan keanekaragaman hayati, 3R limbah B3 dan limbah padat Non B3 serta pemberdayaan masyarakat.

Direkrtur Utama Bio Farma, Honesti Basyir, mengatakan prinsip dari tata nilai CSR Bio Farma adalah melalui Kemandirian Life Science dan melalui program pengembangan masyarakat sesuai dengan prinsip Sustainable Development Goals (SGDs), yaitu No One leave Behind, “Kami memiliki prinsip untuk maju bersama dengan seluruh masyarakat yang ada di sekitar Bio Farma. Untuk tahun 2019 ini,  Bio Farma menerapkan prinsip Sustainable Development Goals (SGDs), yaitu No One leave Behind, melalui pembeian pendidikan dan keahlian yang dapat meningkatkan kemandirian secara sosial dan ekonomi dan turut berbangga juga karena Bio Farma menjadi leading sector di sektor industri farmasi yang mendapatkan penghargaan PROPER”, ujar Honesti.

Beliau menambahkan Bio Farma terus berkomitmen untuk menerapkan operasional bisnis dengan prinsip excellence compliance. Sebagai agent of development yang terus berkontribusi terhadap tercapainya Sustainable Development Goals 2030 di Indonesia

Sementara itu, R. Herry mengatakan, dalam menjalankan program CSR yang berkelanjutan, Bio Farma menggunakan prinsip kemandirian life science dan proram pengembangan masyarakat melalui inovasi program CSR seperti kesehatan, ekonomi, pendidikan dan lingkungan hidup yang akan menghasilkan masyarakat yang madiri secara sosial dan ekonomi.

“Program yang menjadi unggulan Bio Farma dalam pengembangan masyarakat antara lain Create Shared Value yang diawali dengan melihat potensi apa saja yang dimiliki oleh masyarakat yang berada di sekitar perusahaan, kemudian dengan expertise yang Bio Farma miliki, kami mencoba membantu mereka untuk menggali potensi tersebut, dan menginplementasikannya sehingga muncul nilai ekonomi bagi masyarakat dan mereka bisa mandiri secara sosial dan ekonomi”, ujar Herry.

Sejauh ini program yang sudah dijalankan oleh Bio Farma untuk pengembangan masyarakat antara lain melalui pembangunan Kawasan Sustainable Village sebagai wahana riset dan eduwisata berbasis lingkungan, program ecovillage yang mampu mengurangi masalah sampah di kawasan Cisarua Kab Bandung Barat melalui Pemuliaan master seed hijauan pakan ternak, budidaya black soilder fly (magot) terintegrasi, pengembangan masterseed hidroponik, dan kemandirian difabel di Kota Bandung.

Sedangkan dalam hal inovasi dalam penghematan energi, Bio Farma telah melakukan penghematan  berupa konservasi air sebesar 743,48m3 /tahun, efisiensi penggunaan solar untuk heating boiler sebanyak 3,468 liter / bulan.

 

—-0000—-

Untuk informasi Media, Hubungi :

Iwan Setiawan

Head of Corporate Communications.

Bio Farma

Email : iwan.setiawan@biofarma.co.id

62 22 2033755 ext 37431

www.biofarma.co.id

twitter : @biofarmaID

Instagram :@biofarmaID

Bio Care : 1500810

Bio Farma Berikan Layanan Kesehatan untuk Korban Banjir

By Bio Farma

Bandung (4/1) Sebagai wujud dari kepedulian terhadap lingkungan serta masyarakat sekitar, Bio Farma hadir memberikan bantuan vaksin dan tim medis untuk korban banjir di Perumahan Cimareme Indah Kabupaten Bandung Barat dan Kecamatan Jatiasih Kota Bekasi.

Sebelumnya, pada malam pergantian tahun sejumlah daerah di Indonesia diguyur hujan deras. Hujan deras tersebut mengakibatkan beberapa daerah terkena dampak banjir cukup parah. Untuk kawasan Cimareme sendiri dari hasil Laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB) Provinsi Jawa Barat, banjir di tersebut disebabkan oleh tingginya intensitas hujan sehingga tanggul sungai jebol dan mengenangi perumahan warga sekitar.

Maka dari itu, Bio Farma bergerak memberikan bantuan tim medis serta bantuan vaksin gratis untuk korban banjir di kawasan Cimareme pada tanggal 4 Januari 2020. Tim bantuan Bio Farma memberikan bantuan berupa pemeriksaan kesehatan, pemberian obat, layanan vaksinasi influenza sebanyak 200 vial dan vaksinasi tetanus (Td) sebanyak 200 vial secara gratis untuk korban banjir dan juga relawan yang turut berpartisipasi.

Senior Executives Vice President Legal and Compliance Bio Farma Disril Revolin Putra, turut membantu para tim medis kawasan Cimareme untuk meninjau langsung keadaan korban yang terkena dampak banjir.

“Bio Farma sebagai BUMN hadir untuk negeri, membantu korban banjir dengan memberikan bantuan layanan kesehatan untuk korban dan relawan sebagai bentuk kepedulian  dan tanggung jawab terhadap warga sekitar” ujar Disril.

Sedangkan, Kecamatan Jatiasih Kota Bekasi, Bio Farma berkerjasama dengan Kimia Farma dan Indofarma memberikan bantuan tim medis dan layanan kesehatan gratis bagi korban maupun relawan dimulai dari tanggal 4-7 Januari 2020.

Untuk bantuan tim medis kawasan Jatiasih, tim membuka layanan kesehatan berupa pemeriksaan kesehatan, pemberian obat, layanan vaksinasi influenza sebanyak 500 vial, vaksinasi tetanus (Td) sebanyak 500 vial dan serum anti-bisa ular sebanyak 45 vial bagi korban maupun relawan. Diberikanya serum anti-bisa ular di kawasan tersebut merupakan bentuk pencegahan terhadap ancaman ular yang sewaktu-waktu dapat menyerang warga. Selanjutnya, bantuan tim medis menyerahkan serum anti-bisa ular kepada Dinas Kesehatan Kota Bekasi.

Keberadaan layanan kesehatan tersebut merupakan bentuk komitmen dan tanggung jawab Bio Farma sebagai BUMN dalam membantu meringankan beban para korban yang terkena dampak banjir.

—-0000—-

Untuk informasi Media, Hubungi :

Iwan Setiawan

Head of Corporate Communications.

Bio Farma

Email : iwan.setiawan@biofarma.co.id

62 22 2033755 ext 37431

www.biofarma.co.id

twitter : @biofarmaID

Instagram :@biofarmaID

Bio Care : 1500810

Menkes RI Ajak Anggota OKI Kunjungi Laboratorium Center of Excellence Bio Farma

By Bio Farma

(Abu Dhabi 17/12) Indonesia semakin memantapkan diri untuk menjadi Center of Excellence (CoE), untuk bidang vaksin dan bioteknologi bagi negara – negara yang tergabung dalam Organisasi Kerjasama Islam (OKI). Hal ini disampaikan oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Terawan Agus Putranto, pada Pertemuan Menteri Kesehatan yang tergabung dalam OKI atau The Islamic Conference Of Health Ministers (ICHM) ke 7 Di Abu Dhabi Uni Emirat Arab pada tanggal 17 December 2019.

Keberadaan CoE ini, mendapatkan pujian dari Negara-negara anggota OKI atas kemajuan dalam pengembangan Centre of Excellent (CoE) Vaksin dan Bioteknologi OKI Menkes Uni Emirat Arab dan  Ketua Konferensi ICHM ke 7, Abdurrahman Muhammad al-‘Uwais. Pengembangan lebih lanjut CoE, didukung oleh negara anggota OKI untuk untuk mencapai kemandirian negara – negara OKI dalam memenuhi obat, vaksin dan teknologi kesehatan sesuai dengan Resolusi nomor 4/7-ICHM “Self-Reliance in Supply and Production of Medicines, Vaccines and Medical Technologies”.

Dalam pidato sambutan delegasi Indonesia yang disampaikan oleh, Terawan, menyampikan bahwa visi dari pembentukan CoE adalah untuk mewujudkan kemandirian dalam pembuatan vaksin dan produk biologi lainnya diantara negara – negara peserta OKI. “Selain visi untuk membentuk kemandirian, pembentukan CoE ini harus ditekankan pada pembangunan kapasitas dalam produksi vaksin dan produk bioteknologi lainnya, utamanya dalam hal manajemen, keahlian, produksi, penelitian dan pengembangan serta distribusi produk – produk Biologi”, ujar Terawan.

Terawan menambahkan bahwa CoE yang diremsikan pada tahun 2018 di Jakarya oleh mantan Menkes RI Nilla Moeloek, dan beberapa duta besar negara OKI, telah melahirkan sekretariat CoE yang terletak di Kemenkes RI, dan dua fasilitas laboratorium yaitu di Bio Farma, yang akan menjadi tempat untuk melaksanakan workshop dan pelatihan untuk anggota OKI, yang dilengkapi dengan fasilitas untuk transfer teknologi, kolaborasi riset dan pengembagan, yang dilengkapi dengan fasilitas upstream dan downstream.

Laboratorium kedua ; terletak di Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspitek) yang terletak di lingkungan Kemenristek, Serpong, Kota Tangerang Selatan, didirikan untuk memperkuat penelitian dan inovasi berbasis teknologi dan bertujuan untuk menjadi pusat kolaborasi antara penelitian dalam inovasi produk life science. Dalam akhir  pidatonya, Terawan mengajak anggota OKI untuk mengunjungi laboratorim Center of Excellence di Bio Farma dan memanfaatkan sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan anggota OKI.

Sementara itu Direktur Operasi Bio Farma, sekaligus anggota delegasi dalam acara ICHM ke 7  dari Indonesia, Rahman Roestan, mengatakan, Bio Farma sebagai BUMN farmasi telah menjalani peran globalnya, dengan menjadi motor untuk anggota OKI untuk melakukan riset bersama, dengan tujuan menciptakan kemandirian untuk negara – negara OKI membuat vaksin yang sesuai dengan standar dari Badan Kesehatan Dunia (WHO).

“Dengan ditunjuknya Indonesia sebagai center of excellence untuk bioteknologi dan vaksin, peran Bio Farma akan memainkan peran globalnya, yang terbagi dalam tiga tahap. Tahap pertama atau jangka pendek, melalui peningkatan pengetahuan dalam handling vaksin (distribusi), kedua dalam jangka menengah, membantu dukungan teknis dalam pembuatan vaksin, dan dalam jangka panjang akan dilaksanakan dalam bentuk kerjasama riset untuk menemukan vaksin terbaru, untuk memperkuat, kesehatan global”, ujar Rahman.

Rahman Menambahkan, penunjukan Indonesia sebagai CoE ini, merupakan suatu kebanggaan tersendiri karena diantara 57 negara anggota OIC, hanya ada tujuh negara yang memiliki produsen vaksin antara lain ; Indonesia, Iran, Turki,  Mesir, Senegal, Saudi Aribia dan Tunisia. Namun dari ketujuh negara tersebut, yang produknya paling banyak dan sudah sesuai dengan standar WHO hanya dari Indonesia yaitu Bio Farma.

“Oleh karenanya, Bio Farma ditunjuk sebagai pusat untuk penelitian vaksin dan bioteknologi lainnya. Dan sampai dengan tahun 2019 yang lalu, setidaknya sudah ada 18 negara yang telah mengunjungi CoE di Bio Farma dalam program workshop on cold chain system yang diselanggarakan oleh Kementerian Kesehatan dalam jangka waktu 2018 – 2019, dan awal Desember kemarin, giliran Institut Pasteur de Dakar dari Senegal yang berkunjung ke CoE Bio Farma, dalam program Reverse Linkage (RL) yang diselenggarakan oleh Islamic Development Bank (IsDB), Bappenas, Kemenkes, BPOM dalam tema Development of A Reverse Linkage Project Between Senegal and Indonesia (Bio Farma) in Vaccine Production”, ujar Rahman.

 

—-0000—-

Untuk informasi Media, Hubungi :

Iwan Setiawan

Head of Corporate Communications.

Bio Farma

Email : iwan.setiawan@biofarma.co.id

62 22 2033755 ext 37431

www.biofarma.co.id

twitter : @biofarmaID

Instagram :@biofarmaID

Bio Care : 1500810

Kemenristek / KBRIN : Menristek KBRIN Dukung Bio Farma Menjadi Industri Bebasis Inovasi

By Bio Farma

 

(Bandung 12/12) Menteri Riset Teknologi  / Kepala Badan Riset Inovasi Nasional Bambang P.S Brodjonegoro,mengadakan kunjungan kerja ke Bio Farma pada tanggal 12 Desember 2019, diterima langsung oleh Direktur Utama Bio Farma, Honesti Basyir besert jajaran Board of Executives Bio Farma. Kunjungan ini, bertujuan untuk melihat perkembagan inovasi Riset dan Pengembangan yang dilakukan oleh Bio Farma, melalui mekanisme kerjasama riset dan konsorsium bersama Perguruan Tinggi yang ada di Indonesia, dan juga kerjasama riset dengan negara lain. Kunjungan kerja ini, Bambang P.S Brodjonegoro didampingi oleh Plt. Deputi Penguatan Inovasi Jumain Appedan Direktur Inovasi Industri kemenristek/BRIN ,Santosa Yudo Warsono.

Dalam Sambutannya Bambang PS Brodjonegoro mengatakan Kemenristek / BRIN, pihakn sudah mengenal Bio Farma sebagai industri yang aktif melakukan riset dan hilirisasi bersama lembaga penelitian.

“Kami melihat bahwa Bio Farma adalah salah satu industri yang sudah secara intens melakukan hilirisasi hasil penelitian, bersama lembaga penelitian seperti LIPI dan BPPT maupun Perguruan Tinggi dan Bio Farma sudah terlibat langsung dalam ekosistem inovasi dimana pihak Bio Farma berfungsi sebagai pihak dunia usaha yang berupaya agar riset yang dilakukan oleh universitas dan lembaga tadi berujung pada produk yang nantinya dibutuhkan oleh masyarakat”, ujar Bambang PS Brodjonegoro.

Bambang menambahkan tujuan datang ke Bio Farma untuk melihat fasilitas R&D yang terkait dengan Organisasi Kerjasama Islam dimana Bio Farma menjadi center of excellence dari pengembangan serum dan vaksin untuk negara OKI dan Indonesia melalui Bio Farma yang paling berpengalaman diantara negara OKI.

Sementara itu, dalam sambutan Honesti Basyir, Bio Farma yang sudah menjadi holding farmasi akan menjadi pilar untuk bisa mengembangkan produk health security sesuai arahan presiden. Kami juga bekerjasama dengan Perguruan Tinggi Negeri dan swasta, baik dalam negeri maupun swasta.

“Fungsi kami sebagai holding, adalah untuk membantu dalam hal hilirisasi produk. Karena tantangan berikutnya dari penelitian yang dilakukan oleh peruruan tinggi atau lembaga adalah, mengenai hilirisasi. Keberadaan holding farmasi sangat vital, karena disamping bisa memproduksi kita juga punya value chian yang langsung ke retail dengan jaringan retail dari Sabang sampai Marauke melalui group holding farmasi BUMN”, ujar Honesti

Sementara itu, Senior Executives Vice President (SEVP) Penelitian dan Pengembangan Bio Farma, Adriansjah Azhari mengatakan, dalam meluncurkan produk terbaru, Bio Farma mengacu kepada prioritas yang dikeluarkan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO), seperti vaksin Typhoid Conjugate dan Rotavirus yang saat sedang Bio Farma persiapkan, untuk diluncurkan pada tahun 2021 dan 2022.

“Untuk vaksin Rotavirus masih dalam proses uji klinis tahap 2 dan untuk typhoid saat ini masih dalam uji klinis tahap 3, uji ini untuk melihat sejauh mana tingkat safety, eficacy dan quality dari vaksin, sebelum vaksin diluncurkan. Untuk pengujian klinis kami berkolaborasi bersama Universitas Gajah Mada”, ujar Adriansjah.

Dalam kunjungannya ke Bio Farma, Bambang PS Brodjonegoro sempat mengunjungi fasilitas laboratorium Center of Excellence yang terletak di dalam kampus Bio Farma. Laboratorium ini telah menjadi rujukan bagi negara – negara yang tergabung dalam Organisasi Kerjasama Islam (OKI) untuk pelatihan dan sharing experience and knowledge dari Bio Farma tentang pembuatan vaksin yang sesuai dengan standar dari WHO.

Honesti Basyir pun memberikan laporan bahwa lab yang diresmikan pada tahun 2019 ini, telah dikunjungi oleh beberapa negara, seperti pada 2 – 9 Desember 2019 yang lalu, negara Senegal mengunjungi lab ini dalam kegiatan  Reverse Linkage Senegal – Indonesia yang merupakan bagian dari kerjasama Selatan – Selatan dari Bappenas dan Islamic Development Bank (IsDB). Kemudian pada bulan Oktober 2019 yang lalu sebanyak 16 Delegasi dari 16 Negara OIC mengikuti pelatihan mengenai Workshop on Cold Chain System Vaccine Management.

Target pembentukan lab CoE ini adalah untuk menciptakan kemandirian diantara negara – negara yang tergabung dalam (OKI) berdasarkann pengalaman Bio Farma yang produknya sudah digunakan di lebih dari 140 negara, selain untuk membuka potensi pasar baru di negara – negara benua Afrika  yang memiliki nilai strategis untuk membuka pintu gerbang tujuan ekspor nontradisional dan berbasis teknologi.

—-0000—-

 

Untuk informasi Media, Hubungi :

Iwan Setiawan

Head of Corporate Communications.

Bio Farma

Email : iwan.setiawan@biofarma.co.id

62 22 2033755 ext 37431

www.biofarma.co.id

twitter : @biofarmaID

Instagram :@biofarmaID

Bio Care : 1500810

Bio Farma Raih Penghargaan Top Digital Awards 2019

By Bio Farma

Jakarta, 27 November 2019 Bio Farma meraih penghargaan Top Digital Awards 2019 yang diselenggarakan oleh Majalah IT Work dengan kategori :

– Top Leader on Digital Implementation 2019 kepada Honesti Basyir sebagai Direktur Utama
– Top Digital Implementation 2019, level star 4

Penghargaan diserahkan oleh Mas Achmad Daniri Ketua KNKG ( Komite Nasional Kebijakan Governance) sebagai wakil ketua dewan juri TOP Digital Awards 2019.

Untuk informasi Media, Hubungi :
Iwan Setiawan
Head of Corporate Communications Dept.
Bio Farma
Email : iwan.setiawan@biofarma.co.id
Mobile : 081321174856 : 62 22 2033755
www.biofarma.co.id
Bio Care : 1500810

Masuki Industri 4.0 Bio Farma Perkuat Kolaborasi Bersama Kementerian Perindustrian RI dan Sucofindo

By Bio Farma

(Bandung 19/11) Bio Farma sebagai perusahaan lifescience kelas dunia berdaya saing global, telah menjajaki perubahan dunia industri yang memasuki industri 4.0. Untuk menjawab tantangan tersebut, Bio Farma mulai menyusun strategi – strategi dalam hal penelitian dan pengembangan, proses produksi, supply chain value yang memanfaatkan big data dan artificial intelligence.

Untuk memperkuat hal tersebut, Bio Farma berkolaborasi dengan Direktorat Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil (IKFT) Kementerian Perindustrian RI, melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU), yang bertujuan untuk melaksanakan kerja sama dalam bidang pilot project, implementasi Industri 4.0 yang bertujuan untuk mendukung program pemerintah “Making Indonesia 4.0” dan untuk membangun hubungan kerja sama yang berorientasi kepada program penumbuhan dan pengembangan industri kimia hilir dan farmasi.

Penandatanganan ini dilakukan oleh Direktur Industri Kimia Hilir dan Farmasi Kementerian Industri RI, Taufiek Bawazier, dengan Direktur Operasi Bio Farma, M. Rahman Roestan pada tanggal 30 Oktober 2019 lalu. Implementasi industri 4.0 ditandai dengan penyerahan MoU dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Kementerian Perindustrian Republik Indonesia pada tanggal 19 November 2019  diserahkan oleh Direktur Jendral Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil Kementerian Perindustrian RI, Muhammad Khayam kepada Direktur Operasi Bio Farma M. Rahman Roestan disaksikan oleh Board of Executives,  dan seluruh karyawan Bio Farma, di Bio Farma Bandung.

Menurut Muhammad Khayam, MoU ini merupakan Pilot Project untuk melihat dan mendapatkan gambaran terkini terkait profil dan kinerja perusahaan dan potensinya menuju platform industri 4.0, “Industri Farmasi di Indonesia, memiliki value added yang sangat tinggi, oleh karenanya, pemerintah telah menaruh perhatian khusus kepada industri ini,  dengan dikeluarkannya Inpres No 6 Tahun 2016*, Bio Farma sebagai bagian dari Industri Farmasi, terpilih menjadi salah satu perusahaan yang mewakili IKFT untuk dijadikan percontohan industri yang siap untuk bersaing di era 4.0, kami harap kesiapan Bio Farma dalam menghadapi persaingan di era internet of things (IoT) ini, bisa di aplikasikan di industri lainnya”, ujar Muhammad Khayam.

Sementara itu, M. Rahman Roestan mengatakan Bio Farma terpilih menjadi percontohan dari industri farmasi se Indonesia untuk menjadi percontohan dalam kesiapan menuju industri 4.0. Untuk masuk ke industri 4.0, Bio Farma sudah mempersiapkan teknologi terbaru di era disruptive, seperti Electronic Batch Record (EBR) yang menggunakan teknologi komunikasi sebagai landasannya. Hal lainnya yang disiapkan oleh Bio Farma adalah melakukan inovasi, dan kolaborasi untuk bisa bersaing di era ini, “Kunci dari industri 4.0 adalah connectivity dimana elemen – elemen yang terlibat didalamnya, harus saling terhubung dan terintergrasi, hal yang sudah kami lakukan adalah berkolaborasi bersama pihak Akademesi, Pemerintah, dan Lembaga penelitian baik dalam maupun luar negeri, untuk keperluan transfer teknologi dengan tujuan akhir penemuan produk baru”, ujar Rahman.

Rahman menambahkan, Bio Farma sudah menambahkan infrastruktur terkait 4.0 antara lain menyiapkan master plan IT untuk mendukung industry pharma 4.0, dan membuat pengembangan sistem atau aplikasi pendukung industry 4.0 Termasuk kerja sama riset dengan Untuk membuat Proof of Concept IoT (Internet of Things).

 

Factory Cell Industri 4.0

Sementara itu, pada saat yang bersamaan, diserahkan juga Non Disclosure Aggrement (NDA) antara Bio Farma dengan Sucofindo untuk memperkuat pondasi industri 4.0 di Bio Farma.  Perjanjian ini diserahkan oleh Penanggung Jawab Proyek Factory Cell 4.0 Ahmad Osman kepada M. Rahman Roestan.

Dalam perjanjian ini, Sucofindo yang ditunjuk oleh Kemenperin RI sebagai konsultan, akan melakukan pendampingan, konsultansi dan evaluasi dalam rangka pelaksanaan Penyusunan Model Factory Cell Industri 4.0 di Bio Farma.

Herliana Dewi mengatakan, kerjasama ini merupakan salah satu bentuk sinergi antar BUMN untuk bersama- sama mempersiapkan diri untuk terjun di industri 4.0 “Sucofindo siap untuk membantu Bio Farma dan mengimplementasikan Penerapan 4.0 dan Bio Farma bisa menjadi Role model bagi industri lainnya”, ujar Herliana

Herliana menambahkan, pihaknya berharap bahwa Sucofindo dan Bio Farma bisa maju dan tumbuh bersama mewujudkan “Making Indonesia 4.0” dan akan mendukung, apa yang jadi kebutuhan Bio Farma dan Kementerian Perindustrian.

* Tentang Percepatan Pengembangan Industri Farmasi Dan Alat Kesehatan, Karena Industri Farmasi Memiliki Nilai Tambah Yang Tinggi Untuk Mewujudkan Kemenadirian Dam Meningkatkan Daya Saing Industri Farmasi Dan Alat Kesehatan Dalam Negeri Melalui Percepatan Pengembangan Industri Dan Alat Kesehatan.

–00–

 

Iwan Setiawan

Head of Corporate Communications.

Bio Farma

Email : iwan.setiawan@biofarma.co.id

62 22 2033755 ext 37431

www.biofarma.co.id

twitter : @biofarmaID

Instagram :@biofarmaID

Bio Care : 1500810

Manfaatkan Industri 4.0 Bio Farma miliki Bank Plasma Nutfah

By Bio Farma

Perkembangan teknologi khususnya di era industri 4.0, dimanfaatkan secara baik oleh Bio Farma, dalam pemanfaatan lahan demplot koleksi master seed rumput dan pakan ternak yang sengaja dikoleksi oleh Bio Farma, yang merupakan salah satu dari kegiatan Community Development dari Bio Farma, hasil kolaborasi bersama Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Serpong.

Koleksi master seed rumput ini, bertujuan untuk menambah variasi dan mencari rumput yang sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh hewan ternak, khususnya yang ada di Bio Farma seperti kuda sebagai hewan donor terutama untuk pembuatan serum Anti Tetanus Serum (ATS), Anti Difteri Serum (ADS) dan Anti Bisa Ular (ABU).

Selama ini, pakan yang diperuntukan untuk hewan donor tersebut, masih mengandung serat yang tinggi dan kadar protein yang masih rendah, maka dari itu Bio Farma mencari jenis pakan ternak terbaru yang memiliki kadar nutrisi yang lebih baik yang diperoleh dari pegunungan yang berada di wilayah Bio Farma Cisarua,  seperti Gunung Burangrang, Gunung Tangkubanparahu, dan Bukittunggul.

Rumput yang saat ini akan menjadi andalan Bio Farma untuk digunakan sebagai pakan adalah, rumput  mentega atau rumput kikuyu (Pennisetum clandestinum Hochst ex. Chiov), yang memilki kadar protein yang tinggidengan serat kasar rendah (18,05 %) yang dapat berfungsi sebagai suplemen bagi hewan ternak. Selain rumput kikuyu jenis rumput lainnya adalah rumput gajah mini (Pennisetum purpureum cv. Mott) sebagai pakan utama untuk hewan ternak, yang memiliki kadar protein sebaik rumput kikuyu.

Menurut Penanggung Jawab pengelolaan Rumput Pakan Ternak binaan Bio Farma, Kiki Hendarsyah, rumput kukiyu ini sebagai Special Purposes, sudah teruji untuk nutrisinya dan mengandung protein sebanyak 16%, dibandingkan pakan ternak pada umumnya, “Rumput kikuyu ini, memang bisa dimanfaatkan untuk pakan ternak, hanya saja, tantangannya adalah rumput jenis ini memilki kuantitas produksi yang terbatas dibandingkan dengan jenis rumput lainnya seperti rumput gajah mini. Oleh karenanya kikuyu ini, dijadikan suplemen atau tambahan, dan rumput gajah mini, dijadikan pakan utama dengan kandungan protein sebanyak 12 – 14%” ujar Kiki.

Kiki menambahkan, bibit rumput yang ditanam dikawasan Bio Farma Cisarua, dapat juga dimanfaatkan oleh masyarakat umum, yaitu dengan melibatkan kelompok tani dan kelompok ternak yang juga dapat menanam jenis rumput ini dilahan mereka yang nantinya akan dimanfaatkan untuk kelompok ternak lain atau untuk ternak mereka sendiri, sehingga akan mendatangkan nilai ekonomi bagi masyarakat.Diharapkan jika para peternak Sapi Perah dapat memberikan pakan hijauan ini dapat meningkatkan kualitas TS (Total Solid) susu lebih maksimal.

Lahan yang berada ditanah seluas 500 meter ini sudah menerapkan teknologi yang canggih, dimana untuk mencegah kekeringan, sudah memanfaatkan teknologi solar cell, dengan adanya sensor kelembaban tanah di setiap titik jalur penanaman. Sehingga pada saat tanaman ini kering, pada kedalaman 10 – 20 cm, sensor kemudian akan memberikan signal yang akan menyalakan pompa air yang memanfaatkan pompa pipa irigasi, untuk memberikan suplai air ke rumput.

Sementara itu, Kepala Baian PKBL Bio Farma Sarmedi mengatakan, dengan memiliki lahan master seed rumput, Bio Farma akan memiliki big data mengenai 13 jenis plasma nutfah yang merupakan kekayaan alam yang sangat berharga bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, untuk dimanfaatkan oleh berbagai pihak seperti kelompok ternak itu sendiri, universitas untuk penelitian biodiversity dan pemerintah sebagai program CSV (Corporate Shared Value) Bio Farma.

“Terkait dengan era industri 4.0 dimana connectivity adalah kata kunci utama, kami berharap lahan master seed ini akan menjadi bank data untuk 13 jenis spesies rumput yang akan ditanam dilahan seluas 500 meter persegi, yang bisa dimanfaatkan oleh semua pihak untuk dijadikan pencarian informasi pakan ternak ataupun untuk kepentingan penelitian dalam bidang biodiversity dan akan memberikan nilai ekonomi bagi kelompok tani”, ujar Sarmedi.

 

—-0000—-

Untuk informasi Media, Hubungi :

Iwan Setiawan

Head of Corporate Communications.

Bio Farma

Email : iwan.setiawan@biofarma.co.id

62 22 2033755 ext 37431

www.biofarma.co.id

twitter : @biofarmaID

Instagram :@biofarmaID

Bio Care : 1500810

SEA Games 2019 : Sebanyak 1.500 Kontingen Asal Indonesia Terima Vaksin IPV dari Bio Farma

By Bio Farma

(Jakarta  8/11) Bio Farma berikan vaksin Inactivated Polio Vaccine (IPV) kepada 1500 kontingen Sea Games 2019, yang akan berlaga di Filipina. Pemberian vaksin ini bertujuan untuk mencegah penularan wabah polio tipe 2, yang saat ini sedang mewabah di Filipina sejak September 2019 yang lalu. Pemberian vaksin dari Bio Farma, akan dihadiri oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali, Ketua Olimpiade Indonesia Raja Sapta Oktohari beserta jajaraannya, Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan, drg. R. Vensya Sitohang M.Epid, Direktur Pemasaran, Penelitian dan Pengembangan I Bio Farma, Sri Harsi Teteki, Kepala Divisi Pemasaran dan Penjualan Domestik Bio Farma, Tedi Herawan beserta jajarannya.

Sri Harsi mengatakan, pemberian vaksin IPV, merupakan rekomendasi dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) yang menyatakan bahwa semua orang yang berkunjung ke suatu negara dengan status terkena wabah polio, harus mendapatkan vaksinasi polio dan menjaga cakupan imunisasi rutinnya untuk meminimalisir masuknya wabah virus polio. Selain itu, pemberian vaksin IPV merupakan salah satu bentuk dukungan Bio Farma, kepada duta olahraga yang akan berlaga dan mengharumkan nama Indonesia pada 30 November – 11 Desember 2019 mendatang.

“Pemberian vaksin IPV ini, merupakan saran dari Badan Kesehatan Dunia, untuk mencegah masuknya virus polio ke Indonesia, dari negara yang sedang terajangkit wabah Polio. Kemudian, sebagai BUMN, kami hadir untuk negeri, dalam bentuk memberikan perlindungan kepada para atlet dan official Sea Games 2019. Mereka akan diberikan vaksin  polio dari Bio Farma, harapannya tentu saja mereka akan terlindungi dari wabah polio dan tidak membawa virus polio, saat kembali ke tanah air”, ungkap Sri Harsi.

Beliau menambahkan pemberian vaksin ini akan dibagi menjadi beberapa gelombang, berdasarkan keberangkatan kontingen ke negara yang beribukota di Manila. Untuk kelompok pertama, akan diberikan kepada 76 anggota kontingen dari cabang olahraga Sepakbola U22 pada tanggal 8 November 2019 di Jakarta. Sehingga saat tiba di Manila, kekebalan para kontingen dari wabah polio sudah terbentuk.

Sementara itu, Tedi Herawan mengatakan, untuk memenuhi kebutuhan pemberian vaksin seluruh kontingen Indonesia, Bio Farma harus menyiapkan sebanyak 375 vial vaksin IPV 5 dosis, sehingga bisa digunakan untuk  seluruh kontingen yang berjumlah 1500 orang, “Seluruh kebutuhan vaksin tersebut, sudah kami distribusikan ke KKP Kelas I di bandara Soekarno-Hatta melalui distributor resmi kami, dan akan diberikan kepada atlet dan officaial sesuai dengan jadwal keberangkatan mereka menuju Filipina”, ujar Tedi.

—-0000—-

Untuk informasi Media, Hubungi :

Iwan Setiawan

Head of Corporate Communications.

Bio Farma

Email : iwan.setiawan@biofarma.co.id

62 22 2033755 ext 37431

www.biofarma.co.id

twitter : @biofarmaID

Instagram :@biofarmaID

Bio Care : 1500810