Bio Farma Luncurkan Layanan Vaksinasi “Imunicare” Cabang Medan

By Bio Farma

(Medan 3/8) Layanan Imunisasi besutan Bio Farma dengan nama Imunicare, kini hadir di kota Medan untuk memberikan pelayanan Imunisasi untuk warga Medan dan sekitarnya. Layanan vaksinasi yang merupakan cabang pertama imunicare di Sumatera ini, berada di Jl. Sei Batang Hari No 88A dan diresmikan oleh Direktur Pemasaran Bio Farma Sri Harsi Teteki beserta jajarannya pada tanggal 3 Agustus 2019.

Turut hadir dalam pembukaan outlet Imunicare Cabang Medan ini antara lain, Direktur Pemasaran Bio Farma Sri Harsi Teteki, Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Sumatera Utara yang diwakili oleh Kepala Seksi Surveilan Vaksinasi Dinkes Provinsi Sumut Suhadi, M.Kes, dan Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Medan yang diwakili Kepala Bidang UKLW DR. Ziad Barubara, MPH.

Imunicare dengan moto solution to imunity merupakan layanan vaksinasi Bio Farma yang bertujuan untuk mendekatkan pelayanan ke masyarakat, sehingga masyarakat mendapatkan akses dan solusi untuk meningkatkan kekebalan spesifik, yang tentu saja dengan harga terjangkau dan ketersediaan jenis vaksin yang lengkap, serta terjamin kualitas dan keaslian produknya.

Dalam sambutannya Sri Harsi mengatakan, layanan baru Imunicare berbasis customer focus dan friendly experience untuk masyarakat dari segala usia tidak perlu khawatir dan takut untuk mendapatkan imunisasi, “Kami memberikan solusi kepada masyarakat yang ingin mendapatkan imunisasi untuk keperluan imunisasi dasar, dewasa, umrah, bahkan untuk liburan sekalipun, semuanya tersedia di imunicare dan tentu saja dengan harga yang terjangkau”, ujar Sri Harsi.

Pemilihan kota Medan dikarenakan Medan merupakan salah satu kota besar di Indonesia dengan kebutuhan masyarakat yang terus meningkat terhadap layanan vaksinasi yang berkualitas, lengkap dan terjangkau.

Sri Harsi menambahkan, kedepannya Imunicare akan hadir di seluruh Indonesia, melalui program kemitraan maupun pembukaan cabang langsung imunicare seperti yang akan dilakukan di kota Denpasar pada minggu ke-3 bulan Agustus 2019 mendatang.

Untuk imunicare dengan program kemitraan sudah dibuka di beberapa tempat di kota Bandung dan untuk di luar Jawa, cabang pertama sudah dibuka di kota Makassar pada 31 Juli 2019, dengan kolaborasi bersama Telkomedika.

 

———-***———-

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi:

Iwan Setiawan

Head of Corporate Communications Dep Bio Farma.

Email : iwan.setiawan@biofarma.co.id

Jl. Pasteur No. 28 Bandung

Telp : 62 22 2033755

Fax : 62 22 2041306

Edukasi Vaksin Melalui Advokasi dan Sosialisasi

By Bio Farma

Dinas Kesehatan Kabupaten Kebumen melaksanakan pertemuan advokasi, sosialisasi, koordinasi serta mobilisasi kepada masyarakat untuk mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi tingginya di Kabupaten Kebumen melalui pemberian imunisasi pada tanggal 9 Juli 2019. Hal ini berkaitan karena imunisasi merupakan cara yang paling efektif untuk mencegah penyakit menular agar anak tumbuh sehat dan dapat tumbuh secara optimal.

Eko Laksono selaku Kepala Seksie Surveilans dan Imunisasi Kabupaten Kebumen mengatakan di Kabupaten Kebumen masih ada beberapa kelompok yang kontra imunisasi, “oleh karenanya untuk memberikan pemahaman mengenai pentingnya imunisasi diperlukan advokasi, sosialisasi, koordinasi serta mobilisasi kepada masyarakat dalam penguatan Imunisasi Rutin”, ujar Eko.

Dalam kesempatan tersebut Evi Sylvia, selaku tim advokasi Bio Farma yang menjadi salah satu Narasumber, menyampaikan materi mengenai proses pembuatan vaksin yang digunakan dalam program imunisasi rutin Nasional, “Bio Farma sebagai Produsen Life Science berkomitmen untuk memproduksi produk-produk yang sudah terjamin dari sisi kualitas, keamanan dan keampuhannya  guna menyelamatkan generasi muda dari penyakit menular”, ujar Evi.

 

———-*****———-

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi:
Iwan Setiawan
Head of  Corporate Communications Dep Bio Farma.
Email : iwan.setiawan@biofarma.co.id
Jl. Pasteur No. 28 Bandung
Telp : 62 22 2033755
Fax : 62 22 2041306

Bio Farma Siap Laksanakan Penilaian KPKU Pada Semester II 2019

By Bio Farma

Bio Farma, melaksanakan Opening Meeting Assessment untuk penilaian Kriteria Penilai Kinerja Unggul (KPKU) BUMN untuk tahun 2019, pada tanggal 1 Juli 2019, di Bandung. Penilaian KPKU sendiri, akan dilaksanakan pada minggu ketiga bulan Juli 2019 mendatang.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Direktur Utama Bio Farma, M.Rahman Roestan. Dalam sambutannya, Rahman mengatakan bahwa penilaian KPKU ini harus dijadikan titik balik Bio Farma, untuk melangkah ke Industri Life science kelas dunia yang berdaya saing global, dan menjadi emerging industry leader, oleh karenanya, saat assessment nanti, semua potensi yang dimikliki Bio Farma, serta data-data yang sudah terkumpul, perlu disampaikan kepada assessor.

”Visi Bio Farma sudah berkembang dari menjadi perusahaan life science, artinya kita tidak dituntut hanya untuk memproduksi saja, tetapi juga siap menyediakan produk, yang dimulai dari risetnya yang mandiri, produksinya, dan tentu pemasarannya, dan yang tidak kalah penting adalah kolaborasi dengan stakeholder ”, ujar Rahman.

Rahman menambahkan, pilar farmasi nasional terdiri dari empat yaitu, chemical, natural/herbal, biological, vaccine, dan biofarmasetikel. Dan jika dilihat dari 178 industri farmasi yang ada di Indonesia semunya bergerak di chemical dan herbal. Vaksin hanya Bio Farma. hal ini menandakan bahwa Bio Farma yang memiliki kompetensi dalam bidang bioteknologi, wajib mengusahakan agar produk life science tersedia, karena hal ini merupakan salah satu amalan kita yaitu menjadi perusahaan life science kelas dunia.

***-***

Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi:

Iwan Setiawan

Head of Corporate Communications Dept.

Email :  iwan.setiwan@biofarma.co.id

Bio Farma

Jl. Pasteur No. 28 Bandung

Telp : 62 22 2033755

Fax : 62 22 2041306

Bio Farma Tertarik untuk Jadikan Kampus Sebagai Mitra Strategis Inovasi

By Bio Farma

(Makassar 21/6) Sebagai komitmen Bio Farma dalam hilirisasi inovasi riset terapan, mulai menunjukan ketertarikannya pada penelitian – penelitian yang dihasilkan oleh Perguruan Tinggi Negeri di Indonesia. Ketertarikan ini  akan disahkan melalui proses kerjasama yang diawali dengan penandatanganan Letter of Intent (LoI) sebagai langkah awal dari kemitraan aktif antara Majelis Senat Akademik (MSA) Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH) yang merupakan himpunan dari 11 Senat Akademik Perguruan Tinggi (UI, ITB, IPB, UPI, UNDIP, UGM, UNAIR, UNPAD, USU, UNHAS, dan ITS)  dengan Bio Farma sebagai Industri Farmasi.

Penandatanganan LoI ini dilatarbelakangi dari tuntutan pemerintah yang menginginkan PTNBH untuk dapat terus meningkatkan produktivitas dan daya saing bangsa. Demi menuju kemandirian ekonomi, sehingga menuntut PTNBH untuk menghasilkan karya yang mandiri dan inovatif yang dapat bermanfaat dan memiliki daya ungkit sains yang tinggi.

Kesepakatan akan ditandatangani oleh Direktur Utama Bio Farma, M. Rahman Roestan, dengan Ketua Majelis Senat Akademik (MSA) PTNBH, Prof. Ir. Priyo. Suprobo, MS., Ph.D dalam acara Rapat Paripurna MSA PTNBH pada tanggal 22 Juni 2019, yang diselenggarakan di Universitas Hasanuddin Makassar.

Direktur Utama Bio Farma, M. Rahman Roestan mengatakan dalam bidang kesehatan dan bioteknologi, PTNBH akan menyepakati kerangka LoI bersama Bio Farma, untuk hilirisasi bidang penelitian produk lifescience, yang kedepannya akan dapat menjadi produk unggulan Indonesia yang dihasilkan oleh Bio Farma.

“Kami menyambut baik langkah awal kesepakatan antara PTNBH dengan Bio Farma, karena produk bioteknologi merupakan salah satu produk yang memiliki tingkat kompleksitas yang tinggi dan memerlukan waktu yang tidak sebentar untuk menjadi produk akhir. Sehingga dengan adanya Komitmen kesepakatan ini, hasil peneltian dari pihak PTNBH akan dihilirisasi ke industri, yang pada akhirnya akan tercipta inovasi suatu produk unggulan yang sesuai kebutuhan masyarakat”, ujar Rahman.

Sementara itu, Direktur Perencanaan dan Pengembangan Bio Farma, Adriansjah Azhari menambahkan, untuk produk masa depan Bio Farma yang sudah masuk kedalam pipeline, akan dihasilkan dari kerjasama yang solid dan kokoh antara Bio Farma sebagai industri, dengan PTNBH sebagai pihak yang menginisiasi riset dasar / basic research dari suatu produk bioteknologi. Sehingga penelitian yang dikerjakan oleh PTNBH akan dapat menyesuaikan dengan kebutuhan dan standar industri farmasi terutama dari sisi quality, safety dan efficacy.

“Kami berharap, komitmen bersama dalam  hilirisasi hasil riset dan inovasi perguruan tinggi ini akan berjalan lancar, sehingga kemandirian dalam bidang bioteknologi dapat segera terwujud. Hilirisasi ini bukan hanya pada produk akhir saja, melainkan dapat juga menghasilkan inovasi dan kemandirian dalam bidang penggunaan bahan baku aktif farmasi, yang sampai dengan saat ini hampir 90% masih berasal dari luar negeri” ujar Adriansjah.

Sementara itu menurut Prof. Ir. Priyo. Suprobo, MS., Ph.D mengatakan, pemerintah telah mendorong kemitraan antara perguruan tinggi dan industri nasional yang saling menguntungkan  untuk dapat menghasilkan  produk yang bermanfaat bagi negara dan masyarakat secara luas, dan Bio Farma merupakan representasi dari semua industri di Indonesia. Kami menilai Bio Farma memiliki keunggulan yaitu sebagai satu-satunya industri yang telah menjadi role-model untuk pembangunan dan perbaikan berkelanjutan dalam bidang kesehatan dan kemasyarakatan di Indonesia.

“Tentu saja, kami berharap bahwa suatu saat nanti akan ada hasil dari riset dan inovasi yang dilakukan oleh PTNBH, yang semula hanya skala laboratorium, dapat ditingkatkan menjadi skala industri yang siap untuk dimanfaatkan oleh masyarakat luas. Sehingga dapat menciptakan suatu hilirisasi inovasi produk hasil riset yang sesuai kebutuhan masyarakat dan industri, sebagai bentuk harapan dari pihak industri” ungkap Prof. Ir. Priyo. Suprobo, MS., Ph.D.

 

—*—

 

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi:

Iwan Setiawan

Kepala Bagian Corporate Communication Bio Farma

(022) 2033755 ext 37412

Email : iwan.setiawan@biofarma.co.id

 

Menteri Keuangan Sri Mulyani Meninjau Fasilitas Riset dan Dukung Bio Farma untuk Pengembangan Ekspor Vaksin

By Bio Farma

Jum’at, 26 April 2019, Sri Mulyani meninjau fasilitas riset dan pengembangan vaksin Bio Farma di Bandung.  Kunjungan Sri Mulyani ini untuk mengetahui lebih lanjut kesiapan Bio Farma, setelah pada 16 April 2019, Direksi Bio Farma melakukan audiensi dengan Menteri Keuangan terkait rencana pengembangan ekspor dan kerja sama Bio Farma dengan berbagai lembaga internasional.

Rahman Roestan, Direktur Utama Bio Farma menyampaikan bahwa saat ini Bio Farma mendapat banyak kepercayaan dari lembaga internasional.

Selain kerja sama dengan Bill and Melinda Gates Foundation, PATH, UNICEF dan WHO, terdapat potensi kerjasama dengan pemerintah Maroko dalam pengembangan fasilitas produksi vaksin dan produk biologi lainnya”

“Saat ini tim Bio Farma sedang berada di Maroko untuk mendiskusikan lebih lanjut tentang kerjasama ini” tambah Rahman

Terkait dengan rencana berbagai kerjasama Bio Farma dengan pihak luar negeri, Menteri Keuangan menyampaikan bahwa pemerintah, dalam hal ini melalui Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (KPEI) mendukung pengembangan usaha Bio Farma dan akan melakukan pendampingan penuh khususnya mengenai pemberian fasilitas pembiayaan, penjaminan dan asuransi”

Bersamaan dengan peninjauan Sri Mulyani ke Bio Farma sekaligus mengecek langsung fasilitas riset dan pengembangan vaksin, paska dibentuknya Center of Excellence  Vaccine , Organization of Islamic Cooperation (OIC) di Gedung Riset Bio Farma.

Menteri Keuangan juga meninjau pelaksanaan investasi gedung-gedung dan mesin-mesin fasilitas produksi beserta penunjangnya, untuk meningkatkan kapasitas produk.

“Dengan kemampuan Bio Farma untuk memproduksi vaksin secara mandiri, sehingga bisa lebih efisien dari anggaran karena diproduksi di dalam negeri.

Produksi vaksin untuk kemandirian agar tidak di dominasi oleh negara-negara maju. Khususnya untuk menjaga ketersediaan produk vaksin di dalam negeri maupun pemenuhan vaksin untuk negara-negara berkembang, serta negara yang tergabung dalam organisasi kerjasama Islam  (OKI)” tambah Sri Mulyani

M.Rahman menjelaskan proses, manufacturing, kompleksitas vaksin dan produk life science serta menjelaskan pengembangan bahan baku produk.

Menteri Keuangan juga mendorong agar Bio Farma memanfaatkan secara optimal fasilitas bea masuk dan impor barang modal.

“Bio Farma mampu menghasilkan vaksin sendiri, masyarakat dapat menerima manfaat vaksin yang berkualitas tinggi dengan harga yang terjangkau, karena sebagain besar bahan baku vaksin merupakan hasil periset dalam negeri” tutup Rahman.

 

—*—

 

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi:

Nurlaela Arief

Head of Corporate Communications Dept.

Bio Farma

(022) 2033755 ext 37412

Email : lala@biofarma.co.id

Biocare : 15000810

 

Bio Farma dipilih Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan UNICEF dalam Penyediaan Monovalent Oral Polio Vaccine Tipe 2 (mOPV-2) untuk Global Stockpiling

By Bio Farma

Bandung, 25-26 April 2019, Tim UNICEF Suppy Division dari Copenhagen datang ke Bio Farma untuk membahas kerjasama pengadaan mOPV2 global stockpiling ini dalam bentuk produk akhir sebanyak 60 juta dosis atau 3 juta vial yang harus disiapkan di tahun 2019.

Sri Harsi Teteki, Direktur Pemasaran Bio Farma beserta tim penjualan Ekspor menerima delegasi tersebut sejak Kamis 25 April hingga 26 April di Bandung.

Menurut Sri Harsi Teteki,  pada bulan Agustus 2018, Badan Kesehatan Dunia (WHO) melalui the Global Polio Eradication Initiative (GPEI) telah mengirim surat resmi kepada Bio Farma mengenai permintaan stockpiling bulk mOPV sebanyak 500 juta dosis guna mengantisipasi terjadinya global outbreak virus polio liar tipe 2.

“Bio Farma menanggapi positif permintaan dari the GPEI-WHO tersebut, dan berkomitmen untuk mendukung program  WHO –  GPEI yaitu Global Stockpilling mOPV type 2, untuk mengantisipasi  wabah (outbreak) virus polio liar tipe 2  secara global” ungkap Sri Harsi Teteki, Direktur Pemasaran Bio Farma, saat menerima delegasi dari UNICEF.

WHO bekerjasama dengan UNICEF untuk merealisasikan global stockpiling mOPV type 2 melalui produsen vaksin dunia, dan Bio Farma (melalui mekanisme tender dari UNICEF) telah  dipercaya oleh WHO dan UNICEF untuk dapat menyediakan/melakukan penyimpanan atas produk tersebut. Untuk tahap awal, Bio Farma diminta  memproduksi dan melakukan penyimpanan atas produk mOPV-2 dalam bentuk finished product (produk akhir) sebanyak 60 juta dosis atau 3 juta vial mOPV type 2,  yang harus tersedia mulai akhir bulan Juni hingga Agustus tahun 2019.

“Sebagai produsen Vaksin terbesar di Asia Tenggara, kami memiliki tanggung jawab yang besar untuk mendukung program dunia dalam program global eradikasi penyakit Polio. Baru-baru ini memang terdapat 3 negara yang mengalami outbreak yaitu Nigeria, Congo, serta horn of Africa yaitu Somalia, Kenya dan Ethiopia”.

 

—*—

 

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi:

Nurlaela Arief

Head of Corporate Communications Dept.

Bio Farma

(022) 2033755

Email : lala@biofarma.co.id

Biocare : 15000810

Bio Farma siapkan Skema Perluasan Layanan vaksinasi melalui brand “Imunicare”

By Bio Farma

Bio Farma akan terjun ke pasar   retail layanan vaksinasi untuk mendekatkan pelayanan dan akses vaksinasi ke masyarakat, dengan harga yang terjangkau dengan jenis vaksin yang beragam. Menurut rencana, layanan vaksinasi yang diresmikan pada Januari 2019 yang lalu ini, akan hadir di seluruh provinsi di Indonesia, dan sebagai langkah awal, akan dimulai  untuk membuka di Medan dan Denpasar sebagai kantor cabang.

 

Direktur Pemasaran, Bio Farma, Sri Harsi Teteki, mengatakan layanan imunicare ini dibuat untuk mendekatkan layanan Bio Farma kepada end user dari layanan vaksinasi, “Kami berencana untuk membuka imunicare di 25 lokasi, dengan sistem kemitraan bersama klinik, rumah sakit BUMN maupun swasta melalui mekanisme kemitraan dengan meng add-on kan ke klinik yang sudah ada, dengan menambah pelayanan vaksinasi dari imunicare, sehingga layanan klinik tersebut akan bertambah dari layanan kuratif menjadi layanan kuratif dan preventif”, ujar Sri Harsi Teteki.

 

Kepala Divisi Unit Bisnis dan Klinik, Tjut Vina, mengatakan layanan imunicare akan dibuka melalui sistem kemitraan dimana, setiap calon mitra yang akan bekerjasama dengan Bio Farma akan mendapatkan pelatihan – pelatihan terkait pengelolaan vaksin “Kami akan memberikan standar – standar pelayanan dari vaksinasi kepada semua calon mitra kami, baik yang terkait dengan produk seperti system rantai dingin (cold chain system), pengolahan limbah, dan dukungan informasi dan teknologi dan terutama mengenai product knowledge termasuk Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) kepada tenaga medis”, Ujar Tjut Vina.

—*—

 

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi:

Nurlaela Arief

Head of Corporate Communications Dept.

Bio Farma

(022) 2033755 ext 37412

Email : lala@biofarma.co.id

Biocare : 15000810

Perluas Pangsa Pasar, Bio Farma akan Terjun Ke Pasar Retail

By Bio Farma

Bandung (22/4) Bio Farma melalui layanan vaksinasi terpadu Imunicare, siap untuk terjun ke pasar retail di Indonesia. Layanan ini dibuat untuk mempeluas pangsa pasar Bio Farma, yang selama ini terbagi menjadi Penjualan sektor dalam negeri, penjualan sektor swasta dan penjualan ekspor.

Layanan Imunicare, yang merupakan layanan dari klinik imunisasi Bio Farma yang bertujuan untuk mendekatkan masyarakat, kepada akses untuk mendapatkan vaksin.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Utama Bio Farma, M. Rahman Roestan dalam acara Coffee Morning di Bandung (22/4).

Terjunnya Bio Farma ke pasar retail ini, seiring dengan perluasan tren bisnis  farmasi, menuju industri farmasi 2030.

Kedepannya, industri farmasi Indonesia, tidak hanya akan bergerak pada bidang riset dan pengembangan, produksi dan distribusi saja, tetapi mulai memasuki fungsi lainnya seperti pencegahan melalui vaksinasi, diagnosis, perawatan, penyembuhan dan pelayanan.

“Dari sisi riset dan pengembangan, Bio Farma sudah memiliki link untuk melakukan kolaborasi dan kerjasama riset, dari sisi produksi dan distribusi, Bio Farma sudah sesuai dengan standar Badan Kesehatan dan Dunia (WHO), dan kini, untuk pelayanan, Bio Farma akan memperkuatnya melalui layanan vaksinasi terpadu ini berarti, industri farmasi Indonesia, akan memasuki fase end to end, dimulai dari kemandirian bahan baku, dengan kekuatan riset, produksi, distribusi dan layanan (services)”, ujar Rahman.

Sementara itu, Direktur Pemasaran, Sri Harsi Teteki, mengatakan,  dengan layanan ini,  masyarakat akan mendapatkan akses dan solusi untuk meningkatkan imunitas. Tentu saja, dengan harga terjangkau dan ketersediaan jenis vaksin yang lengkap, serta terjamin kualitas dan keaslian dari produknya.

“Kami berharap dengan adanya imunicare ini, masyarakat akan lebih mudah untuk mendapatkan akses vaksinasi, dengan kualitas layanan prima dengan harga yang tentu saja terjangkau”, Ujar Sri Harsi Teteki.

Sri Harsi menambahkan, kedepannya, imunicare ini akan hadir diseluruh Indonesia, baik hadir sebagai klinik di rumah sakit ataupun di klinik embarkasi mengingat Imunicare kini sudah menjadi Layanan Vaksinasi Internasional, yang bisa memberikan layanan vaksinasi meningitis untuk jamaah haji dan umrah.

 

—*—

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi:

Nurlaela Arief

Head of Corporate Communications Dept.

Bio Farma

(022) 2033755 ext 37412

Email : lala@biofarma.co.id

Biocare : 15000810

 

Bio Farma Raih Predikat “Sangat Baik” pada Penilaian Penerapan GCG Tahun 2018

By Bio Farma

Bio Farma meraih predikat “Sangat Baik” untuk penerapan Good Corporate Governance (GCG) Tahun 2018, dengan skor 90,938. Skor GCG Bio Farma, terus menunjukan trend peningkatan, selama tujuh kali keikut sertaan Bio Farma. Dan sejak tiga tahun terakhir sejak tahun 2015 – 2017 , baik penilaian secara internal maupun eksternal, nilai GCG Bio Farma, selalu masuk kedalam kategori sangat baik; sejak dengan hasil raihan nilai ; 87,00 ; 90, 49 dan 90,53.

Dalam sambutan, Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Jawa Barat, yang diwakili oleh Kordinator Pengawas Akuntan Negara II, Agus Sobarna mengatakan Penilaian GCG dilakukan selama 35 hari kerja oleh Badan Pengawasan Keuangan Dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Jawa Barat, dengan cakupan penilaian terdiri dari; Komitemen terhadap Penerapan Tata Kelola secara Berkelanjutan, Pemegang Saham dan RUPS, Dewan Komisaris, Direksi, Pengungkapan Informasi dan Transparasi dan Aspek lainnya, Yang terangkum dalam 43 indikator dan 153 parameter.

“Berdasarkan Assessment terhadap penerapan GCG di Bio Farma, sejak tanggal 11 Ferbruari 2019 – 9 maret 2019, dapat disimpulkan bahwa kondisi penerapan GCG di Bio Farma masuk kedalam predikat “Sangat Baik”, dengan skor 90,938”, ungkap Agus.

Saud Usman Nasution, Komisaris Bio Farma mengatakan hasil dari penilaian GCG diharapkan dapat mengoptimalkan peran dan fungsi peran Dewan Komisaris beserta perangkatnya seperti Komite Dekom dan Sekretaris Dewan Komisaris saat menjalankan tugasnya.

“Hasil yang selama ini dicapai oleh Bio Farma, dapat menjadi barometer kita untuk selalu konsisten menerapkan yang sudah baik dan memperbaiki diri untuk hal-hal yang masih perlu diperhatikan, karena penerapan GCG bukan hanya mampu menciptakan nilai tambah bagi perusahaan, tetap sebagai bentuk evaluasi perusahaan agar lebih mampu bersaing secara global dan bertahan dalam segala dinamika yang ada”, ungkap Saud.

Saud menambahkan, penerapan GCG diperlukan untuk rencana penerapan Holding BUMN Farmasi yang dilaksanakan oleh Kementerian BUMN agar setiap keputusan bisnis yang diambil saat holding BUMN farmasi terbentuk, tetap sesuai dengan kaidah GCG.

Sementara itu, Direktur Utama Bio Farma yang diwakili Juliman, mengatakan Bio Farma sudah enam kali mengikuti penilian GCG sejak tahun 2006, 2007-2008, tahun 2009 – 2010, tahun 2011-2012, tahun 2014, tahun 2017 dan tahun 2018 dan tiga penilaian secara internal yaitu tahun 2013, 2015 dan 2017.

“Saya berharap skor yang kita dapat di tahun 2018 ini, tidak menjadikan kita cepat puas, akan tetapi menjadi pengingat kita untuk selalu menerapkan prinsip – prinsip GCG secara konsisten, dan rekomendasi yang diberikan oleh TIM BPKP dapat menjadi upaya improvement Bio Farma” ujar Juliman.

Juliman menambahkan, hasil dari penilaian GCG ini, dapat memperbaiki atau menyempurnakan proses yang sudah ada, atau menciptakan proses yang dapat memberikan nilai tambah bagi perusahaan”,

 

—*—

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi:

N.Nurlaela Arief

Head of Corporate Communications Dept.

Bio Farma

(022) 2033755 ext 37412

Email : lala@biofarma.co.id