Bio Farma Raih “Innovative Industrial Research and Development Institution (IIRDI) Award kategori Bidang Kesehatan/Obat

By Bio Farma

Jakarta, 2 Desember 2019, Bio Farma  meraih Penghargaan “Innovative Industrial Research and Development Institution (IIRDI) kategori Bidang Kesehatan/Obat yang diselenggarakan oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan tinggi. Penghargaan ini diserahkan oleh Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi RI didampingi oleh Prof. Dr. Ismunandar Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan kepada Senior Executive Vice Preseident Penelitian dan Pengembangan Bio Farma, Adriansjah Azhari yang bertempat di Auditorium BJ Habibie, Gedung II BPPT Lantai 3 MH Thamrin No.8, Jakarta Pusat

Sebagai bentuk nyata apresiasi Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi dalam memberikan apresiasi terhadap lembaga Litbang baik dalam lingkup litbang Pemerintah kementerian, litbang Pemerintah non kementerian, litbang daerah, dan litbang industi yang telah berkinerja unggul, inovative dan berdaya saing global dan juga sebagai apresiasi nyata kepada Badan Usaha/Industri yang memiliki unit kerja litbang dan melaksanakan kegiatan litbang dan penerapan IPTEK secara konsisten dan berkesinambungan, memanfaatkan dan mengembangkan hasil-hasil litbang, serta menghasilkan produk-produk inovatif yang berdaya saing.

Bio Farma dinobatkan sebagai salah satu industri yang menerima penghargaan lembaga litbang industri inovatif dibidang kesehatan/obat setelah proses penilaian dan seleksi dari 24 industri besar yang telah melalui proses seleksi administrasi, desk evaluastion, dan verifikasi data, serta penentuan terakhir menobatkan Bio Farma sebagai industri yang mendapatkan penganugerahan. Hal ini tak lepas dari peran Bio Farma dan lembaga litbang yang didalamnya terus menerapkan inovasi-inovasi guna menelurkan produk berinovasi tinggi yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat indonesia secara luas dan meningkatkan daya saing bangsa indonesia secara umum.

Bio Farma sebagai BUMN yang bergerak dalam industri life science menaruh perhatian besar pada aspek Inovasi, Riset dan Pengembangan produk baru.

 

—-0000—-

Untuk informasi Media, Hubungi :

Iwan Setiawan

Head of Corporate Communications.

Bio Farma

Email : iwan.setiawan@biofarma.co.id

62 22 2033755 ext 37431

www.biofarma.co.id

twitter : @biofarmaID

Instagram :@biofarmaID

Bio Care : 1500810

Bio Farma Raih Penghargaan Top Digital Awards 2019

By Bio Farma

Jakarta, 27 November 2019 Bio Farma meraih penghargaan Top Digital Awards 2019 yang diselenggarakan oleh Majalah IT Work dengan kategori :

– Top Leader on Digital Implementation 2019 kepada Honesti Basyir sebagai Direktur Utama
– Top Digital Implementation 2019, level star 4

Penghargaan diserahkan oleh Mas Achmad Daniri Ketua KNKG ( Komite Nasional Kebijakan Governance) sebagai wakil ketua dewan juri TOP Digital Awards 2019.

Untuk informasi Media, Hubungi :
Iwan Setiawan
Head of Corporate Communications Dept.
Bio Farma
Email : iwan.setiawan@biofarma.co.id
Mobile : 081321174856 : 62 22 2033755
www.biofarma.co.id
Bio Care : 1500810

Masuki Industri 4.0 Bio Farma Perkuat Kolaborasi Bersama Kementerian Perindustrian RI dan Sucofindo

By Bio Farma

(Bandung 19/11) Bio Farma sebagai perusahaan lifescience kelas dunia berdaya saing global, telah menjajaki perubahan dunia industri yang memasuki industri 4.0. Untuk menjawab tantangan tersebut, Bio Farma mulai menyusun strategi – strategi dalam hal penelitian dan pengembangan, proses produksi, supply chain value yang memanfaatkan big data dan artificial intelligence.

Untuk memperkuat hal tersebut, Bio Farma berkolaborasi dengan Direktorat Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil (IKFT) Kementerian Perindustrian RI, melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU), yang bertujuan untuk melaksanakan kerja sama dalam bidang pilot project, implementasi Industri 4.0 yang bertujuan untuk mendukung program pemerintah “Making Indonesia 4.0” dan untuk membangun hubungan kerja sama yang berorientasi kepada program penumbuhan dan pengembangan industri kimia hilir dan farmasi.

Penandatanganan ini dilakukan oleh Direktur Industri Kimia Hilir dan Farmasi Kementerian Industri RI, Taufiek Bawazier, dengan Direktur Operasi Bio Farma, M. Rahman Roestan pada tanggal 30 Oktober 2019 lalu. Implementasi industri 4.0 ditandai dengan penyerahan MoU dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Kementerian Perindustrian Republik Indonesia pada tanggal 19 November 2019  diserahkan oleh Direktur Jendral Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil Kementerian Perindustrian RI, Muhammad Khayam kepada Direktur Operasi Bio Farma M. Rahman Roestan disaksikan oleh Board of Executives,  dan seluruh karyawan Bio Farma, di Bio Farma Bandung.

Menurut Muhammad Khayam, MoU ini merupakan Pilot Project untuk melihat dan mendapatkan gambaran terkini terkait profil dan kinerja perusahaan dan potensinya menuju platform industri 4.0, “Industri Farmasi di Indonesia, memiliki value added yang sangat tinggi, oleh karenanya, pemerintah telah menaruh perhatian khusus kepada industri ini,  dengan dikeluarkannya Inpres No 6 Tahun 2016*, Bio Farma sebagai bagian dari Industri Farmasi, terpilih menjadi salah satu perusahaan yang mewakili IKFT untuk dijadikan percontohan industri yang siap untuk bersaing di era 4.0, kami harap kesiapan Bio Farma dalam menghadapi persaingan di era internet of things (IoT) ini, bisa di aplikasikan di industri lainnya”, ujar Muhammad Khayam.

Sementara itu, M. Rahman Roestan mengatakan Bio Farma terpilih menjadi percontohan dari industri farmasi se Indonesia untuk menjadi percontohan dalam kesiapan menuju industri 4.0. Untuk masuk ke industri 4.0, Bio Farma sudah mempersiapkan teknologi terbaru di era disruptive, seperti Electronic Batch Record (EBR) yang menggunakan teknologi komunikasi sebagai landasannya. Hal lainnya yang disiapkan oleh Bio Farma adalah melakukan inovasi, dan kolaborasi untuk bisa bersaing di era ini, “Kunci dari industri 4.0 adalah connectivity dimana elemen – elemen yang terlibat didalamnya, harus saling terhubung dan terintergrasi, hal yang sudah kami lakukan adalah berkolaborasi bersama pihak Akademesi, Pemerintah, dan Lembaga penelitian baik dalam maupun luar negeri, untuk keperluan transfer teknologi dengan tujuan akhir penemuan produk baru”, ujar Rahman.

Rahman menambahkan, Bio Farma sudah menambahkan infrastruktur terkait 4.0 antara lain menyiapkan master plan IT untuk mendukung industry pharma 4.0, dan membuat pengembangan sistem atau aplikasi pendukung industry 4.0 Termasuk kerja sama riset dengan Untuk membuat Proof of Concept IoT (Internet of Things).

 

Factory Cell Industri 4.0

Sementara itu, pada saat yang bersamaan, diserahkan juga Non Disclosure Aggrement (NDA) antara Bio Farma dengan Sucofindo untuk memperkuat pondasi industri 4.0 di Bio Farma.  Perjanjian ini diserahkan oleh Penanggung Jawab Proyek Factory Cell 4.0 Ahmad Osman kepada M. Rahman Roestan.

Dalam perjanjian ini, Sucofindo yang ditunjuk oleh Kemenperin RI sebagai konsultan, akan melakukan pendampingan, konsultansi dan evaluasi dalam rangka pelaksanaan Penyusunan Model Factory Cell Industri 4.0 di Bio Farma.

Herliana Dewi mengatakan, kerjasama ini merupakan salah satu bentuk sinergi antar BUMN untuk bersama- sama mempersiapkan diri untuk terjun di industri 4.0 “Sucofindo siap untuk membantu Bio Farma dan mengimplementasikan Penerapan 4.0 dan Bio Farma bisa menjadi Role model bagi industri lainnya”, ujar Herliana

Herliana menambahkan, pihaknya berharap bahwa Sucofindo dan Bio Farma bisa maju dan tumbuh bersama mewujudkan “Making Indonesia 4.0” dan akan mendukung, apa yang jadi kebutuhan Bio Farma dan Kementerian Perindustrian.

* Tentang Percepatan Pengembangan Industri Farmasi Dan Alat Kesehatan, Karena Industri Farmasi Memiliki Nilai Tambah Yang Tinggi Untuk Mewujudkan Kemenadirian Dam Meningkatkan Daya Saing Industri Farmasi Dan Alat Kesehatan Dalam Negeri Melalui Percepatan Pengembangan Industri Dan Alat Kesehatan.

–00–

 

Iwan Setiawan

Head of Corporate Communications.

Bio Farma

Email : iwan.setiawan@biofarma.co.id

62 22 2033755 ext 37431

www.biofarma.co.id

twitter : @biofarmaID

Instagram :@biofarmaID

Bio Care : 1500810

Manfaatkan Industri 4.0 Bio Farma miliki Bank Plasma Nutfah

By Bio Farma

Perkembangan teknologi khususnya di era industri 4.0, dimanfaatkan secara baik oleh Bio Farma, dalam pemanfaatan lahan demplot koleksi master seed rumput dan pakan ternak yang sengaja dikoleksi oleh Bio Farma, yang merupakan salah satu dari kegiatan Community Development dari Bio Farma, hasil kolaborasi bersama Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Serpong.

Koleksi master seed rumput ini, bertujuan untuk menambah variasi dan mencari rumput yang sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh hewan ternak, khususnya yang ada di Bio Farma seperti kuda sebagai hewan donor terutama untuk pembuatan serum Anti Tetanus Serum (ATS), Anti Difteri Serum (ADS) dan Anti Bisa Ular (ABU).

Selama ini, pakan yang diperuntukan untuk hewan donor tersebut, masih mengandung serat yang tinggi dan kadar protein yang masih rendah, maka dari itu Bio Farma mencari jenis pakan ternak terbaru yang memiliki kadar nutrisi yang lebih baik yang diperoleh dari pegunungan yang berada di wilayah Bio Farma Cisarua,  seperti Gunung Burangrang, Gunung Tangkubanparahu, dan Bukittunggul.

Rumput yang saat ini akan menjadi andalan Bio Farma untuk digunakan sebagai pakan adalah, rumput  mentega atau rumput kikuyu (Pennisetum clandestinum Hochst ex. Chiov), yang memilki kadar protein yang tinggidengan serat kasar rendah (18,05 %) yang dapat berfungsi sebagai suplemen bagi hewan ternak. Selain rumput kikuyu jenis rumput lainnya adalah rumput gajah mini (Pennisetum purpureum cv. Mott) sebagai pakan utama untuk hewan ternak, yang memiliki kadar protein sebaik rumput kikuyu.

Menurut Penanggung Jawab pengelolaan Rumput Pakan Ternak binaan Bio Farma, Kiki Hendarsyah, rumput kukiyu ini sebagai Special Purposes, sudah teruji untuk nutrisinya dan mengandung protein sebanyak 16%, dibandingkan pakan ternak pada umumnya, “Rumput kikuyu ini, memang bisa dimanfaatkan untuk pakan ternak, hanya saja, tantangannya adalah rumput jenis ini memilki kuantitas produksi yang terbatas dibandingkan dengan jenis rumput lainnya seperti rumput gajah mini. Oleh karenanya kikuyu ini, dijadikan suplemen atau tambahan, dan rumput gajah mini, dijadikan pakan utama dengan kandungan protein sebanyak 12 – 14%” ujar Kiki.

Kiki menambahkan, bibit rumput yang ditanam dikawasan Bio Farma Cisarua, dapat juga dimanfaatkan oleh masyarakat umum, yaitu dengan melibatkan kelompok tani dan kelompok ternak yang juga dapat menanam jenis rumput ini dilahan mereka yang nantinya akan dimanfaatkan untuk kelompok ternak lain atau untuk ternak mereka sendiri, sehingga akan mendatangkan nilai ekonomi bagi masyarakat.Diharapkan jika para peternak Sapi Perah dapat memberikan pakan hijauan ini dapat meningkatkan kualitas TS (Total Solid) susu lebih maksimal.

Lahan yang berada ditanah seluas 500 meter ini sudah menerapkan teknologi yang canggih, dimana untuk mencegah kekeringan, sudah memanfaatkan teknologi solar cell, dengan adanya sensor kelembaban tanah di setiap titik jalur penanaman. Sehingga pada saat tanaman ini kering, pada kedalaman 10 – 20 cm, sensor kemudian akan memberikan signal yang akan menyalakan pompa air yang memanfaatkan pompa pipa irigasi, untuk memberikan suplai air ke rumput.

Sementara itu, Kepala Baian PKBL Bio Farma Sarmedi mengatakan, dengan memiliki lahan master seed rumput, Bio Farma akan memiliki big data mengenai 13 jenis plasma nutfah yang merupakan kekayaan alam yang sangat berharga bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, untuk dimanfaatkan oleh berbagai pihak seperti kelompok ternak itu sendiri, universitas untuk penelitian biodiversity dan pemerintah sebagai program CSV (Corporate Shared Value) Bio Farma.

“Terkait dengan era industri 4.0 dimana connectivity adalah kata kunci utama, kami berharap lahan master seed ini akan menjadi bank data untuk 13 jenis spesies rumput yang akan ditanam dilahan seluas 500 meter persegi, yang bisa dimanfaatkan oleh semua pihak untuk dijadikan pencarian informasi pakan ternak ataupun untuk kepentingan penelitian dalam bidang biodiversity dan akan memberikan nilai ekonomi bagi kelompok tani”, ujar Sarmedi.

 

—-0000—-

Untuk informasi Media, Hubungi :

Iwan Setiawan

Head of Corporate Communications.

Bio Farma

Email : iwan.setiawan@biofarma.co.id

62 22 2033755 ext 37431

www.biofarma.co.id

twitter : @biofarmaID

Instagram :@biofarmaID

Bio Care : 1500810

SEA Games 2019 : Sebanyak 1.500 Kontingen Asal Indonesia Terima Vaksin IPV dari Bio Farma

By Bio Farma

(Jakarta  8/11) Bio Farma berikan vaksin Inactivated Polio Vaccine (IPV) kepada 1500 kontingen Sea Games 2019, yang akan berlaga di Filipina. Pemberian vaksin ini bertujuan untuk mencegah penularan wabah polio tipe 2, yang saat ini sedang mewabah di Filipina sejak September 2019 yang lalu. Pemberian vaksin dari Bio Farma, akan dihadiri oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali, Ketua Olimpiade Indonesia Raja Sapta Oktohari beserta jajaraannya, Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan, drg. R. Vensya Sitohang M.Epid, Direktur Pemasaran, Penelitian dan Pengembangan I Bio Farma, Sri Harsi Teteki, Kepala Divisi Pemasaran dan Penjualan Domestik Bio Farma, Tedi Herawan beserta jajarannya.

Sri Harsi mengatakan, pemberian vaksin IPV, merupakan rekomendasi dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) yang menyatakan bahwa semua orang yang berkunjung ke suatu negara dengan status terkena wabah polio, harus mendapatkan vaksinasi polio dan menjaga cakupan imunisasi rutinnya untuk meminimalisir masuknya wabah virus polio. Selain itu, pemberian vaksin IPV merupakan salah satu bentuk dukungan Bio Farma, kepada duta olahraga yang akan berlaga dan mengharumkan nama Indonesia pada 30 November – 11 Desember 2019 mendatang.

“Pemberian vaksin IPV ini, merupakan saran dari Badan Kesehatan Dunia, untuk mencegah masuknya virus polio ke Indonesia, dari negara yang sedang terajangkit wabah Polio. Kemudian, sebagai BUMN, kami hadir untuk negeri, dalam bentuk memberikan perlindungan kepada para atlet dan official Sea Games 2019. Mereka akan diberikan vaksin  polio dari Bio Farma, harapannya tentu saja mereka akan terlindungi dari wabah polio dan tidak membawa virus polio, saat kembali ke tanah air”, ungkap Sri Harsi.

Beliau menambahkan pemberian vaksin ini akan dibagi menjadi beberapa gelombang, berdasarkan keberangkatan kontingen ke negara yang beribukota di Manila. Untuk kelompok pertama, akan diberikan kepada 76 anggota kontingen dari cabang olahraga Sepakbola U22 pada tanggal 8 November 2019 di Jakarta. Sehingga saat tiba di Manila, kekebalan para kontingen dari wabah polio sudah terbentuk.

Sementara itu, Tedi Herawan mengatakan, untuk memenuhi kebutuhan pemberian vaksin seluruh kontingen Indonesia, Bio Farma harus menyiapkan sebanyak 375 vial vaksin IPV 5 dosis, sehingga bisa digunakan untuk  seluruh kontingen yang berjumlah 1500 orang, “Seluruh kebutuhan vaksin tersebut, sudah kami distribusikan ke KKP Kelas I di bandara Soekarno-Hatta melalui distributor resmi kami, dan akan diberikan kepada atlet dan officaial sesuai dengan jadwal keberangkatan mereka menuju Filipina”, ujar Tedi.

—-0000—-

Untuk informasi Media, Hubungi :

Iwan Setiawan

Head of Corporate Communications.

Bio Farma

Email : iwan.setiawan@biofarma.co.id

62 22 2033755 ext 37431

www.biofarma.co.id

twitter : @biofarmaID

Instagram :@biofarmaID

Bio Care : 1500810

Bio Farma & Laboratorium Biosains Unibraw Mendapatkan Anugerah Karya Anak Bangsa

By Bio Farma

 

(Tangerang 9/11) Bio Farma mendapatkan Penghargaan Karya Anak Bangsa dalam Bidang Farmasi dan Alat Kesehatan dari Kementerian Kesehatan RI. Penghargaan yang merupakan rangkaian dari puncak peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-55, diserahkan oleh Menteri Kesehatan RI Terawan Putranto dan diterima oleh Direktur Pemasaran, Penelitian dan Pengembangan I Bio Farma Sri Harsi Teteki pada hari Sabtu (9/11) di BSD Tangerang.

Acara penyerahan penghargaan yang bersamaan dengan Pameran HKN 2019 ini, juga memberikan penghargaan kepada institusi atau perorangan, yang sudah berhasil meningkatkan derajat kesehatan melalui pengembangan produk farmasi dan alat kesehatan melalui promosi, inovasi teknologi Kesehatan untuk mendukung layanan kesehatan.

Inovasi menjadi isu yang penting, karena menjadi tantangan tersendiri dari dunia kesehatan khususnya di Indonesia. Sesuai dengan arahan Presiden RI Joko Widodo yang tertuang dalan Inpres No 6 Tahun 2016 mengenai Percepatan Pengembangan Industri Farmasi dan Alat Kesehatan. Inovasi dalam inpres ini, tidak hanya terbatas pada inovasi produk saja, melainkan bisa juga melalui kolaborasi riset dan sinergi lintas sektoral.

Berbicara mengenai kolaborasi dan sinergi, Bio Farma yang merupakan produsen lifescience, pada bulan September 2019 yang lalu dalam kegiatan Forum Riset Lifescience Nasional (FRLN), telah meluncurkan dan memasarkan produk diagnostik yang merupakan hasil kolaborasi Bio Farma dengan Laboratorium Biosains Universitas Brawijaya Malang. Alat yang diberi nama Kit Diagnostik Diabetes (KIT DM) GAD 65, berfungsi sebagai alat pendeteksi dini untuk memperikirakan seseorang akan terkena penyakit diabetes melitus type 1.

Menurut Sri Harsi, Bio Farma telah melakukan hilirisasi hasil riset Kit DM GAD 65, yang merupakan hasil penelitian dari akademisi dalam hal ini Laboratorium Biosains Universitas Brawijaya Malang, yang dimotori oleh Prof. Dr. Aulanni’am, DVM., DES “Fungsi dari Kit DM ini adalah untuk mengetahui potensi kesehatan seseorang, apakah akan terkena Diabetes di masa yang akan datang atau tidak. Apabila hasil pemeriksaannya dinyatakan positif akan terkena diabetes, maka pasien tersebut bisa mengubah pola hidupnya menjadi lebih sehat, dan komplikasi dari dampak penyakit DM, menjadi bisa ditekan mengingat diebetes ini termasuk kedalam penyakit yang katastropik”, ujar Sri Harsi.

Sri Harsi menambahkan, harapan dari adanya kit diagnostik yang sudah mendaptkan paten (Granted) pada tahun 2009 yang lalu, diharapkan dapat menjangkau semua lapisan masyarakat karena alat ini akan tersedia dan dapat diaplikasikan di fasilitas kesehatan tingkat 1 (PUSKESMAS) sampai dengan Lab Klinik, dan rumah sakit, serta memiliki sensitvitas dan tingkat sensitifitas yang baik, dan tidak membutuhkan waktu lama dalam pengujian.

 

—-0000—-

Untuk informasi Media, Hubungi :

Iwan Setiawan

Head of Corporate Communications.

Bio Farma

Email : iwan.setiawan@biofarma.co.id

62 22 2033755 ext 37431

www.biofarma.co.id

twitter : @biofarmaID

Instagram :@biofarmaID

Bio Care : 1500810

Bio Farma Raih Predikat “Excellent” kategori Indonesian State Owned Enterprise dari Infobank

By Bio Farma

(Jakarta 25/10) Bio Farma mendapatkan penghargaan dari Infobank untuk kategori Indonesian State Owned Enterprise dalam kinerja keuangan tahun 2018, dengan predikat “Excellent” selama 10 tahun berturut – turut. Penghargaan diberikan berdasarkan hasil rating Biro Riset Infobank atas 118 BUMN (State-Owned Enterprise/SOE).  Rating dilakukan terhadap dua periode laporan keuangan BUMN, yakni tahun 2017 dan 2018 (audited).  Penghargaan yang diselenggarakan pada tanggal 25 Oktober 2019 di Jakarta, diserahkan oleh Direktur Infobank Pranoto Muhammad kepada Direktur Keuangan dan Mitra Bisnis Bio Farma I.G.N Suharta Wijaya, dan turut dihadiri oleh Editor in Chief Infobank Eko B. Supriyanto serta Direktur Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat KPK Giri Suprapdiono.

Dalam sambutan Eko B Supriyanto mengatakan, bahwa saat ini Indonesia memiliki 118 BUMN, yang bergerak pada sektornya masing – masing. Penghargaan ini adalah bentuk apresiasi Infobank kepada BUMN dengan kinerja keuangan terbaik

Dari 118 BUMN, hari ini ada 54 BUMN yang berkinerja sangat baik, sehingga kami perlu memberikan apresiasi terhadap BUMN, dengan kinerja terbaik di tengah terjadinya stagnasi kondisi perekonomian nasional dan turbulensi ekonomi global”, ujar Eko B Supriyanto.

Sementara itu, I.G.N Suharta Wijaya menyampaikan apresiasi yang  tinggi kepada infobank, karena telah memilih Bio Farma, sebagai salah satu BUMN yang memiliki kinerja yang sangat baik untuk tahun 2018. “Kami mengucapkan terima kasih kepada pihak Infobank yang telah memberikan penilaian yang sangat baik untuk Bio Farma, terutama pada kinerja keuangan tahun 2018. Kami sebagai BUMN yang bergerak dalam sektor farmasi, telah diberikan amanat untuk menyehatkan bangsa. Untuk itu kami akan terus berkomitmen untuk menciptakan inovasi serta menyediakan produk – produk farmasi untuk kebutuhan nasional maupun global”, Ujar Suharta.

 

—-0000—-

Untuk informasi Media, Hubungi :

Iwan Setiawan

Head of Corporate Communications.

Bio Farma

Email : iwan.setiawan@biofarma.co.id

62 22 2033755 ext 37431

www.biofarma.co.id

twitter : @biofarmaID

Instagram :@biofarmaID

Bio Care : 1500810

 

 

 

 

 

Bio Farma Sabet Top Socio-Eco Friendly Sektor Processing Industry dari Warta Ekonomi

By Bio Farma

(Jakarta 28/10) Bio Farma meraih penghargaan Devising Adaptation And Transformation Contingency untuk kategori TOP Socio-Eco Friendly, Sector : Processing Industry dari Warta Ekonomi. Penghargaan yang diserahkan oleh Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survey dan Konsultan Kementrian BUMN RI Gatot Trihargo, dan CEO dan Pimpinan Redaksi Warta Ekonomi Muhammad Ihsan, kepada Senior Executive Vice President Production Bio Farma, Juliman pada tanggal 28 Oktober 2019 di Jakarta.

Penghargaan bertujuan untuk mendorong BUMN ke arah digitalisasi sehingga bisa tercipta daya saing dan pelayanan yang lebih baik dikemudian hari. Hal ini dilatarbelakangi dengan perkembangan teknologi yang kian cepat memberikan suatu pengaruh yang sangat signifikan pada dunia usaha secara global, termasuk di Indonesia Perkembangan teknologi tersebut turut mendorong perubahan karakteristik konsumen, ekspektasi masyarakat terhadap suatu produk dan jasa, serta perubahan metode bisnis yang semakin dinamis

Penilaian ini, didasarkan pada riset Warta Ekonomi yang memfokuskan kepada performa finansial, kebijakan strategis dalam melakukan inovasi ataupun ekspansi bisnis. Kemudian, pada aspek kebijakan perusahaan BUMN dalam beradaptasi pada perubahan teknologi baik pada aspek operasional ataupun teknis guna memberikan pengalaman yang terbaik bagi para konsumennya.

Metode penilaian terakhir adalah melalui metode kualitatif dengan Analisa laporan keuangan serta proses media monitoring terhadap pemberitaan perusahaan BUMN serta anak usaha untuk mengetahui kebijakan-kebijakan yang dilakukan perusahaan BUMN dan anak usaha terkait dengan inovasi, kepedulian sosial serta lingkungan.

Menurut Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei dan Konsultan, Kementerian BUMN Gatot Trihargo mengatakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebagai badan usaha yang dimiliki oleh pemerintah pun tidak terlepas dari tuntutan perubahan tersebut. Strategi bersaing yang konvensional kini tidak lagi menarik perhatian para konsumen,terutama konsumen usia muda ataupun milenial.

“Strategi-strategi yang kekinian serta mampu mengadopsi unsur teknologi lah yang diharapkan oleh konsumen tersebut. Dalam beberapa tahun ke depan, generasi milenial tersebut adalah para calon pengambil keputusan, baik dalam rumah tangga, bisnis, ataupun sosial”, Ujar Gatot.

Sementara itu Juliman mengatakan, penghargaan ini merupakan apresiasi bagi Bio Farma yang bergerak dalam bidang farmasi, yang sejak pendiriannya, harus selalu beradaptasi dengan perkembangan penyakit sehingga dituntut untuk terus berinovasi untuk menemukan produk yang memang dibutuhkan untuk mencegah penyakit tersebut

“Kecepatan virus atau bakteri bermutasi lebih cepat daripada kemampuan produsen farmasi untuk menemukan formula terbaru dalam hal mencegah suatu penyakit. Oleh karenanya inovasi dan beradaptasi dengan teknologi terkini dalam penemuan vaksin  menjadi suatu keharusan bagi kami,” Ujar Juliman

Juliman menambahkan, Inovasi yang dilakukan oleh Bio Farma, tidak terbatas pada aspek produksi, proses produksi maupun peneltiain, namun juga terletak pada aspek strategi bisnis, seperti perluasan pasar dan diplomasi pemasaran yang sifatnya inovatif, kreatif dan invensi.

 

—-0000—-

Untuk informasi Media, Hubungi :

Iwan Setiawan

Head of Corporate Communications.

Bio Farma

Email : iwan.setiawan@biofarma.co.id

62 22 2033755 ext 37431

www.biofarma.co.id

twitter : @biofarmaID

Instagram :@biofarmaID

Bio Care : 1500810

Direktur Operasi Bio Farma, M. Rahman Roestan Raih Penghargaan Top 50 Pemimpin Pembawa Perubahan

By Bio Farma

 

(Jakarta 25/10) Direktur Operasi Bio Farma, M. Rahman Roestan, raih penghargaan Top 50 Pembawa Perubahan untuk kategori Pemimpin Inspiratif dan inovatif indonesia, dari Seven Sky Global Media ( 7Sky Media ) dan Majalah I’M Indonesia bertempat di Jakarta, pada Jum’at 25 Oktober 2019.

Menurut Ketua Penyelenggara Anugerah Top 50 Pemimpin Pembawa Perubahan Bisma Mukti Wibowo, mengatakan penilaian berdasarkan pada riset internal yang dilakukan oleh 7sky Media dan Majalah IM Indonesia, diantaranya reputasi, pemberitaan di media massa dan kegiatan pemimpin yang dinilai telah memiliki prestasi/kenerja yang memuaskan serta berkontribusi tinggi dalam membangun di Indonesia.

 

—-0000—-

Untuk informasi Media, Hubungi :

Iwan Setiawan

Head of Corporate Communications.

Bio Farma

Email : iwan.setiawan@biofarma.co.id

62 22 2033755 ext 37431

www.biofarma.co.id

twitter : @biofarmaID

Instagram :@biofarmaID

Bio Care : 1500810

Tingkatkan Kapasitas Produksi, Bio Farma Siap Ekspansi Pasar ke Benua Afrika

By Bio Farma

(Jakarta 24/10) Bio Farma sudah menyiapkan serangkaian strategi pasca ditunjuk sebagai induk holding BUMN Farmasi. Penunjukan berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 76 Tahun 2019 Tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia Ke Dalam Modal Saham Perusahaan Perseroan (Persero) PT Bio Farma yang disahkan oleh Presiden Jokowi pada tanggal 15 Oktober 2019 yang lalu.

Strategi tersebut antara lain menambah pangsa pasar baik di dalam negeri maupun untuk pasar ekspor. Strategi ini sejalan dengan status Bio Farma sebagai perusahaan BUMN, yang turut hadir untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Indonesia, dengan memenuhi kebutuhan vaksin dalam negeri.

Kemudian peran Bio Farma di pasar global, dengan memperluas pasar ekspor dengan ekspansi ke benua Afrika dan beberapa negara Organisasi Kerjasama Islam (OKI).

Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir mengatakan, sesuai dengan tujuan dari Sustainable Development Goals, yang menargetkan pada tahun

2030, akan mengakhiri kematian pada bayi baru lahir dan balita salah satunya melalui pemberian vaksinasi.

“Program vaksinasi berupaya untuk menghapuskan penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin, serta untuk mendukung pencapaian Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals) nomor 3, yaitu tentang kesehatan universal, dimana semua anak dan balita dan orang dewasa harus mendapatkan vaksin dengan mudah. Oleh karenanya Bio Farma perlu untuk meningkatkan kapsitas produksinya baik untuk produk yang sudah ada, maupun untuk produk baru Bio Farma” ujar Honesti.

Honesti menambahkan Bio Farma akan menambah pangsa pasar untuk benua Afrika dan beberapa negara Islam, seperti Nigeria dan Tanzania yang MoU nya sudah di tanda tangani pada Agustus 2019 yang lalu pada acara Indonesia-Africa Infrastructure Dialogue di Bali, selain perluasan pangsa pasar, Bio Farma siap untuk melaksanakan transfer teknologi khususnya ke negara anggota OKI.

Untuk mendukung upaya penambahan kapsitas produksi tersebut, Bio Farma mendaptkan kepercayaan kredit investasi sindikasi dari tujuh Bank Nasional yang di lead oleh BRI, Bank Mandiri dan BNI selaku Joint Mandated Lead Arranger and Bookrunner (JMLAB) sebesar Rp 2,25 Triliun,- yang terdiri dari skema konvesional sebesar Rp 1,65 triliun dan skema syariah sebesar Rp 600 milyar. Ketujuh Bank tersebut antara lain, BNI, BRI, Bank Mandiri , BNI Syriah, BRI Syariah, Mandiri Syariah dan Indonesia Eximbank.

Skema kredit investasi ini menggunakan skema konvensional dan syariah (pembiayaan musyarakah). Hal ini menandakan bahwa Bio Farma memberikan dukungan untuk perkembangan ekonomi syariah termasuk pendanaan skema syariah untuk pembangunan infrastruktur kesehatan di Indonesia.

Pendanda tanganan kredit investasi tersebut dilaksanakan pada tanggal 24 Oktober 2019 di Jakarta, dan dilakukan oleh Direktur Keuangan dan Mitra Bisnis Bio Farma dan masing masing perwakilan dari tujuh bank sindikasi, disaksikan oleh Direktur Utama Bio Farma, Honesti Basyir.

Lebih lanjut, I.G.N Suharta mengatakan, pihaknya berterima kasih karena sudah mendaptkan kepercayaan untuk kredit investasi dari tujuh bank nasional. Dana tersebut, akan digunakan untuk membangun fasilitas penunjang produksi baik produk eksisting maupun produk baru untuk membantu rencana ekspansi pasar Bio Farma kedepan.

“Pendanaan kredit investasi ini, akan kami gunakan untuk penambahan fasilitas penunjang produksi dan perangkatnya, seperti fasilitas Quality Control, persiapan pre produksi, Uji Klinis, dan juga maintenance fasilitas produksi, sejalan dengan bertambahnya fasilitas produksi terbaru yang masih dalam tahap penyelesaian”, ungkap Suharta.

Untuk produk eksisting yang akan ditingkatkan kapasitasnya antara lain vaksin Pentavalen, dan peningkatan kapasitas bahan aktif (API) untuk bulk tetanus dan difteri.

Produk masa depan Bio Farma termasuk diantaranya adalah Vaksin MR, Vaksin Typoid, dan Vaksin Rotavirus, akan menggunakan fasilitas baru yang akan dibangun di daerah Pasteur Bandung.

 

 

 

—-0000—-

Untuk informasi Media, Hubungi :

Iwan Setiawan

Head of Corporate Communications.

Bio Farma

Email : iwan.setiawan@biofarma.co.id

62 22 2033755 ext 37431

www.biofarma.co.id

twitter : @biofarmaID

Instagram :@biofarmaID

Bio Care : 1500810