Bio Farma Raih “Innovative Industrial Research and Development Institution (IIRDI) Award kategori Bidang Kesehatan/Obat

By Bio Farma

Jakarta, 2 Desember 2019, Bio Farma  meraih Penghargaan “Innovative Industrial Research and Development Institution (IIRDI) kategori Bidang Kesehatan/Obat yang diselenggarakan oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan tinggi. Penghargaan ini diserahkan oleh Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi RI didampingi oleh Prof. Dr. Ismunandar Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan kepada Senior Executive Vice Preseident Penelitian dan Pengembangan Bio Farma, Adriansjah Azhari yang bertempat di Auditorium BJ Habibie, Gedung II BPPT Lantai 3 MH Thamrin No.8, Jakarta Pusat

Sebagai bentuk nyata apresiasi Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi dalam memberikan apresiasi terhadap lembaga Litbang baik dalam lingkup litbang Pemerintah kementerian, litbang Pemerintah non kementerian, litbang daerah, dan litbang industi yang telah berkinerja unggul, inovative dan berdaya saing global dan juga sebagai apresiasi nyata kepada Badan Usaha/Industri yang memiliki unit kerja litbang dan melaksanakan kegiatan litbang dan penerapan IPTEK secara konsisten dan berkesinambungan, memanfaatkan dan mengembangkan hasil-hasil litbang, serta menghasilkan produk-produk inovatif yang berdaya saing.

Bio Farma dinobatkan sebagai salah satu industri yang menerima penghargaan lembaga litbang industri inovatif dibidang kesehatan/obat setelah proses penilaian dan seleksi dari 24 industri besar yang telah melalui proses seleksi administrasi, desk evaluastion, dan verifikasi data, serta penentuan terakhir menobatkan Bio Farma sebagai industri yang mendapatkan penganugerahan. Hal ini tak lepas dari peran Bio Farma dan lembaga litbang yang didalamnya terus menerapkan inovasi-inovasi guna menelurkan produk berinovasi tinggi yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat indonesia secara luas dan meningkatkan daya saing bangsa indonesia secara umum.

Bio Farma sebagai BUMN yang bergerak dalam industri life science menaruh perhatian besar pada aspek Inovasi, Riset dan Pengembangan produk baru.

 

—-0000—-

Untuk informasi Media, Hubungi :

Iwan Setiawan

Head of Corporate Communications.

Bio Farma

Email : iwan.setiawan@biofarma.co.id

62 22 2033755 ext 37431

www.biofarma.co.id

twitter : @biofarmaID

Instagram :@biofarmaID

Bio Care : 1500810

Masuki Industri 4.0 Bio Farma Perkuat Kolaborasi Bersama Kementerian Perindustrian RI dan Sucofindo

By Bio Farma

(Bandung 19/11) Bio Farma sebagai perusahaan lifescience kelas dunia berdaya saing global, telah menjajaki perubahan dunia industri yang memasuki industri 4.0. Untuk menjawab tantangan tersebut, Bio Farma mulai menyusun strategi – strategi dalam hal penelitian dan pengembangan, proses produksi, supply chain value yang memanfaatkan big data dan artificial intelligence.

Untuk memperkuat hal tersebut, Bio Farma berkolaborasi dengan Direktorat Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil (IKFT) Kementerian Perindustrian RI, melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU), yang bertujuan untuk melaksanakan kerja sama dalam bidang pilot project, implementasi Industri 4.0 yang bertujuan untuk mendukung program pemerintah “Making Indonesia 4.0” dan untuk membangun hubungan kerja sama yang berorientasi kepada program penumbuhan dan pengembangan industri kimia hilir dan farmasi.

Penandatanganan ini dilakukan oleh Direktur Industri Kimia Hilir dan Farmasi Kementerian Industri RI, Taufiek Bawazier, dengan Direktur Operasi Bio Farma, M. Rahman Roestan pada tanggal 30 Oktober 2019 lalu. Implementasi industri 4.0 ditandai dengan penyerahan MoU dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Kementerian Perindustrian Republik Indonesia pada tanggal 19 November 2019  diserahkan oleh Direktur Jendral Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil Kementerian Perindustrian RI, Muhammad Khayam kepada Direktur Operasi Bio Farma M. Rahman Roestan disaksikan oleh Board of Executives,  dan seluruh karyawan Bio Farma, di Bio Farma Bandung.

Menurut Muhammad Khayam, MoU ini merupakan Pilot Project untuk melihat dan mendapatkan gambaran terkini terkait profil dan kinerja perusahaan dan potensinya menuju platform industri 4.0, “Industri Farmasi di Indonesia, memiliki value added yang sangat tinggi, oleh karenanya, pemerintah telah menaruh perhatian khusus kepada industri ini,  dengan dikeluarkannya Inpres No 6 Tahun 2016*, Bio Farma sebagai bagian dari Industri Farmasi, terpilih menjadi salah satu perusahaan yang mewakili IKFT untuk dijadikan percontohan industri yang siap untuk bersaing di era 4.0, kami harap kesiapan Bio Farma dalam menghadapi persaingan di era internet of things (IoT) ini, bisa di aplikasikan di industri lainnya”, ujar Muhammad Khayam.

Sementara itu, M. Rahman Roestan mengatakan Bio Farma terpilih menjadi percontohan dari industri farmasi se Indonesia untuk menjadi percontohan dalam kesiapan menuju industri 4.0. Untuk masuk ke industri 4.0, Bio Farma sudah mempersiapkan teknologi terbaru di era disruptive, seperti Electronic Batch Record (EBR) yang menggunakan teknologi komunikasi sebagai landasannya. Hal lainnya yang disiapkan oleh Bio Farma adalah melakukan inovasi, dan kolaborasi untuk bisa bersaing di era ini, “Kunci dari industri 4.0 adalah connectivity dimana elemen – elemen yang terlibat didalamnya, harus saling terhubung dan terintergrasi, hal yang sudah kami lakukan adalah berkolaborasi bersama pihak Akademesi, Pemerintah, dan Lembaga penelitian baik dalam maupun luar negeri, untuk keperluan transfer teknologi dengan tujuan akhir penemuan produk baru”, ujar Rahman.

Rahman menambahkan, Bio Farma sudah menambahkan infrastruktur terkait 4.0 antara lain menyiapkan master plan IT untuk mendukung industry pharma 4.0, dan membuat pengembangan sistem atau aplikasi pendukung industry 4.0 Termasuk kerja sama riset dengan Untuk membuat Proof of Concept IoT (Internet of Things).

 

Factory Cell Industri 4.0

Sementara itu, pada saat yang bersamaan, diserahkan juga Non Disclosure Aggrement (NDA) antara Bio Farma dengan Sucofindo untuk memperkuat pondasi industri 4.0 di Bio Farma.  Perjanjian ini diserahkan oleh Penanggung Jawab Proyek Factory Cell 4.0 Ahmad Osman kepada M. Rahman Roestan.

Dalam perjanjian ini, Sucofindo yang ditunjuk oleh Kemenperin RI sebagai konsultan, akan melakukan pendampingan, konsultansi dan evaluasi dalam rangka pelaksanaan Penyusunan Model Factory Cell Industri 4.0 di Bio Farma.

Herliana Dewi mengatakan, kerjasama ini merupakan salah satu bentuk sinergi antar BUMN untuk bersama- sama mempersiapkan diri untuk terjun di industri 4.0 “Sucofindo siap untuk membantu Bio Farma dan mengimplementasikan Penerapan 4.0 dan Bio Farma bisa menjadi Role model bagi industri lainnya”, ujar Herliana

Herliana menambahkan, pihaknya berharap bahwa Sucofindo dan Bio Farma bisa maju dan tumbuh bersama mewujudkan “Making Indonesia 4.0” dan akan mendukung, apa yang jadi kebutuhan Bio Farma dan Kementerian Perindustrian.

* Tentang Percepatan Pengembangan Industri Farmasi Dan Alat Kesehatan, Karena Industri Farmasi Memiliki Nilai Tambah Yang Tinggi Untuk Mewujudkan Kemenadirian Dam Meningkatkan Daya Saing Industri Farmasi Dan Alat Kesehatan Dalam Negeri Melalui Percepatan Pengembangan Industri Dan Alat Kesehatan.

–00–

 

Iwan Setiawan

Head of Corporate Communications.

Bio Farma

Email : iwan.setiawan@biofarma.co.id

62 22 2033755 ext 37431

www.biofarma.co.id

twitter : @biofarmaID

Instagram :@biofarmaID

Bio Care : 1500810

Manfaatkan Industri 4.0 Bio Farma miliki Bank Plasma Nutfah

By Bio Farma

Perkembangan teknologi khususnya di era industri 4.0, dimanfaatkan secara baik oleh Bio Farma, dalam pemanfaatan lahan demplot koleksi master seed rumput dan pakan ternak yang sengaja dikoleksi oleh Bio Farma, yang merupakan salah satu dari kegiatan Community Development dari Bio Farma, hasil kolaborasi bersama Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Serpong.

Koleksi master seed rumput ini, bertujuan untuk menambah variasi dan mencari rumput yang sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh hewan ternak, khususnya yang ada di Bio Farma seperti kuda sebagai hewan donor terutama untuk pembuatan serum Anti Tetanus Serum (ATS), Anti Difteri Serum (ADS) dan Anti Bisa Ular (ABU).

Selama ini, pakan yang diperuntukan untuk hewan donor tersebut, masih mengandung serat yang tinggi dan kadar protein yang masih rendah, maka dari itu Bio Farma mencari jenis pakan ternak terbaru yang memiliki kadar nutrisi yang lebih baik yang diperoleh dari pegunungan yang berada di wilayah Bio Farma Cisarua,  seperti Gunung Burangrang, Gunung Tangkubanparahu, dan Bukittunggul.

Rumput yang saat ini akan menjadi andalan Bio Farma untuk digunakan sebagai pakan adalah, rumput  mentega atau rumput kikuyu (Pennisetum clandestinum Hochst ex. Chiov), yang memilki kadar protein yang tinggidengan serat kasar rendah (18,05 %) yang dapat berfungsi sebagai suplemen bagi hewan ternak. Selain rumput kikuyu jenis rumput lainnya adalah rumput gajah mini (Pennisetum purpureum cv. Mott) sebagai pakan utama untuk hewan ternak, yang memiliki kadar protein sebaik rumput kikuyu.

Menurut Penanggung Jawab pengelolaan Rumput Pakan Ternak binaan Bio Farma, Kiki Hendarsyah, rumput kukiyu ini sebagai Special Purposes, sudah teruji untuk nutrisinya dan mengandung protein sebanyak 16%, dibandingkan pakan ternak pada umumnya, “Rumput kikuyu ini, memang bisa dimanfaatkan untuk pakan ternak, hanya saja, tantangannya adalah rumput jenis ini memilki kuantitas produksi yang terbatas dibandingkan dengan jenis rumput lainnya seperti rumput gajah mini. Oleh karenanya kikuyu ini, dijadikan suplemen atau tambahan, dan rumput gajah mini, dijadikan pakan utama dengan kandungan protein sebanyak 12 – 14%” ujar Kiki.

Kiki menambahkan, bibit rumput yang ditanam dikawasan Bio Farma Cisarua, dapat juga dimanfaatkan oleh masyarakat umum, yaitu dengan melibatkan kelompok tani dan kelompok ternak yang juga dapat menanam jenis rumput ini dilahan mereka yang nantinya akan dimanfaatkan untuk kelompok ternak lain atau untuk ternak mereka sendiri, sehingga akan mendatangkan nilai ekonomi bagi masyarakat.Diharapkan jika para peternak Sapi Perah dapat memberikan pakan hijauan ini dapat meningkatkan kualitas TS (Total Solid) susu lebih maksimal.

Lahan yang berada ditanah seluas 500 meter ini sudah menerapkan teknologi yang canggih, dimana untuk mencegah kekeringan, sudah memanfaatkan teknologi solar cell, dengan adanya sensor kelembaban tanah di setiap titik jalur penanaman. Sehingga pada saat tanaman ini kering, pada kedalaman 10 – 20 cm, sensor kemudian akan memberikan signal yang akan menyalakan pompa air yang memanfaatkan pompa pipa irigasi, untuk memberikan suplai air ke rumput.

Sementara itu, Kepala Baian PKBL Bio Farma Sarmedi mengatakan, dengan memiliki lahan master seed rumput, Bio Farma akan memiliki big data mengenai 13 jenis plasma nutfah yang merupakan kekayaan alam yang sangat berharga bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, untuk dimanfaatkan oleh berbagai pihak seperti kelompok ternak itu sendiri, universitas untuk penelitian biodiversity dan pemerintah sebagai program CSV (Corporate Shared Value) Bio Farma.

“Terkait dengan era industri 4.0 dimana connectivity adalah kata kunci utama, kami berharap lahan master seed ini akan menjadi bank data untuk 13 jenis spesies rumput yang akan ditanam dilahan seluas 500 meter persegi, yang bisa dimanfaatkan oleh semua pihak untuk dijadikan pencarian informasi pakan ternak ataupun untuk kepentingan penelitian dalam bidang biodiversity dan akan memberikan nilai ekonomi bagi kelompok tani”, ujar Sarmedi.

 

—-0000—-

Untuk informasi Media, Hubungi :

Iwan Setiawan

Head of Corporate Communications.

Bio Farma

Email : iwan.setiawan@biofarma.co.id

62 22 2033755 ext 37431

www.biofarma.co.id

twitter : @biofarmaID

Instagram :@biofarmaID

Bio Care : 1500810

SEA Games 2019 : Sebanyak 1.500 Kontingen Asal Indonesia Terima Vaksin IPV dari Bio Farma

By Bio Farma

(Jakarta  8/11) Bio Farma berikan vaksin Inactivated Polio Vaccine (IPV) kepada 1500 kontingen Sea Games 2019, yang akan berlaga di Filipina. Pemberian vaksin ini bertujuan untuk mencegah penularan wabah polio tipe 2, yang saat ini sedang mewabah di Filipina sejak September 2019 yang lalu. Pemberian vaksin dari Bio Farma, akan dihadiri oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali, Ketua Olimpiade Indonesia Raja Sapta Oktohari beserta jajaraannya, Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan, drg. R. Vensya Sitohang M.Epid, Direktur Pemasaran, Penelitian dan Pengembangan I Bio Farma, Sri Harsi Teteki, Kepala Divisi Pemasaran dan Penjualan Domestik Bio Farma, Tedi Herawan beserta jajarannya.

Sri Harsi mengatakan, pemberian vaksin IPV, merupakan rekomendasi dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) yang menyatakan bahwa semua orang yang berkunjung ke suatu negara dengan status terkena wabah polio, harus mendapatkan vaksinasi polio dan menjaga cakupan imunisasi rutinnya untuk meminimalisir masuknya wabah virus polio. Selain itu, pemberian vaksin IPV merupakan salah satu bentuk dukungan Bio Farma, kepada duta olahraga yang akan berlaga dan mengharumkan nama Indonesia pada 30 November – 11 Desember 2019 mendatang.

“Pemberian vaksin IPV ini, merupakan saran dari Badan Kesehatan Dunia, untuk mencegah masuknya virus polio ke Indonesia, dari negara yang sedang terajangkit wabah Polio. Kemudian, sebagai BUMN, kami hadir untuk negeri, dalam bentuk memberikan perlindungan kepada para atlet dan official Sea Games 2019. Mereka akan diberikan vaksin  polio dari Bio Farma, harapannya tentu saja mereka akan terlindungi dari wabah polio dan tidak membawa virus polio, saat kembali ke tanah air”, ungkap Sri Harsi.

Beliau menambahkan pemberian vaksin ini akan dibagi menjadi beberapa gelombang, berdasarkan keberangkatan kontingen ke negara yang beribukota di Manila. Untuk kelompok pertama, akan diberikan kepada 76 anggota kontingen dari cabang olahraga Sepakbola U22 pada tanggal 8 November 2019 di Jakarta. Sehingga saat tiba di Manila, kekebalan para kontingen dari wabah polio sudah terbentuk.

Sementara itu, Tedi Herawan mengatakan, untuk memenuhi kebutuhan pemberian vaksin seluruh kontingen Indonesia, Bio Farma harus menyiapkan sebanyak 375 vial vaksin IPV 5 dosis, sehingga bisa digunakan untuk  seluruh kontingen yang berjumlah 1500 orang, “Seluruh kebutuhan vaksin tersebut, sudah kami distribusikan ke KKP Kelas I di bandara Soekarno-Hatta melalui distributor resmi kami, dan akan diberikan kepada atlet dan officaial sesuai dengan jadwal keberangkatan mereka menuju Filipina”, ujar Tedi.

—-0000—-

Untuk informasi Media, Hubungi :

Iwan Setiawan

Head of Corporate Communications.

Bio Farma

Email : iwan.setiawan@biofarma.co.id

62 22 2033755 ext 37431

www.biofarma.co.id

twitter : @biofarmaID

Instagram :@biofarmaID

Bio Care : 1500810

FRLN 2019, Kolaborasi Merah-Putih Menuju Kemandirian Produk Life Science Nasional

By Bio Farma

(Jakarta 26/9) Bio Farma kembali menyelenggarakan event tahunan terkait kolaborasi penelitian pada tahun 2019 dalam bentuk Forum Riset Life Science Nasional (FRLN) 2019, di Jakarta. Pada tahun 2019 ini, FRLN mengangkat tema “Kolaborasi Riset Untuk Kemandirian Produk Life Science Indonesia”, diresmikan oleh Menteri Kesehatan RI Nilla F Moeloek yang diwakili oleh Direktur Jendral Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, Engko Sosialine Magdalene, Direktur Jendral Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Ismunandar dan Kepala BPOM Penny K Lukito, yang diwakili oleh Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor dan Zat Adiktif, Rita Endang  didampingi oleh Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir, beserta jajaran Komisaris dan Board of Execuitive Bio Farma.

Forum yang diinisiasi oleh Bio Farma sejak 2011 ini, telah memfasilitasi 12 kelompok penelitian yaitu Hepatitis B, TB, EPO, HIV, Dengue, Malaria, Rotavirus, Influenza, HPV, Stemcell, Adjuvant Delivery System dan Pneumokokus, dan 20 target luaran utama dan 44 luaran samping, diantaranya Kandidat Hepatitis B Generasi 2 dan 3, Kandidat Vaksin Protein Sub-Unit Tuberculosis (TB), Prototype Vaksin Tetravalen Sub-Unit Dengue, Prototype Kit Diagnostik Hepatitis B, Prototype Kit Diagnostik Dengue, Publikasi dalam dan luar negeri, termasuk didalamnya kandidat paten telah dihasilkan dari kolaborasi merah putih ini.

Acara pertemuan tahunan yang melibatkan para periset dari seluruh Indonesia ini, merupakan tindak lanjut dari Simposium Forum Riset Life Science Nasional 2018. Untuk tahun 2019, diharapkan akan mendorong kolaborasi dan pengembangan antar lembaga pengembangan riset di Indonesia, antara Pemerintah, Perguruan Tinggi, Industri dan Komunitas pendukungnya, sebagai upaya agar penelitian dan inovasi di Indonesia tetap berkelanjutan.

Honesti Basyir mengatakan, industri, Bio Farma terus melakukan upaya agar terjadi kemandirian dalam penciptaan produk – produk baru. Setelah dilakukan harmonisasi, sinergi, kini kami dari industri akan melakukan kolaborasi untuk percepatan penemuan produk baru, khususnya dalam bidang life science.

”Bio Farma sebagai BUMN yang bergerak dalam industri life science menaruh perhatian besar pada aspek Inovasi, Riset dan Pengembangan produk baru. Rencana pembentukan perusahaan holding farmasi nasional dimana Bio Farma sebagai induk holding tentunya akan semakin menegaskan dukungan pemerintah dalam hilirisasi produk hasil riset dan inovasi anak negeri agar dapat dikomersialisasikan dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat Indonesia”. Ujar Honesti.

Sementara itu, Direktur Operasi Bio Farma, M. Rahman Roestan mengatakan dalam forum riset ke 9 ini, Bio Farma siap meluncurkan dan memasarkan produk diagnostik yaitu Kit Diagnostik Diabetes (KIT DM) GAD 65, yang merupakan alat pendeteksi dini untuk penyakit diabetes melitus type 1.

“Kit DM ini merupakan hasil kolaborasi Bio Farma bersama dengan Laboratorium Biosains Universitas Brawijaya Malang. Selain Kit Diagnostik, pada acara ini, akan juga dilaksanakan kick off dimulainya pengembangan produk darah, dalam rangka menuju kemandirian produk darah yang saat ini telah berkolaborasi bersamaPMI, yang saat ini sudah siap dengansembilan Unit Transfusi Darah yang telah tersertifikasi CPOB dari BPOM”, ujar Rahman.

 

Rahman menambahkan, selain launching Kit DM dan kick off menuju kemandirian produk darah, akan dilaksanakan juga dimulainya Uji Klinis Fase III untuk vaksin Rotavirus, dan vaksin Tifoid. Untuk  Uji Klinis III Vaksin Tifoid rencananya akan bekerjasama dengan Universitas Indonesia.

 

—-0000—-

Untuk informasi Media, Hubungi :

Iwan Setiawan

Head of Corporate Communications.

Bio Farma

Email : iwan.setiawan@biofarma.co.id

62 22 2033755 ext 37431

www.biofarma.co.id

twitter : @biofarmaID

Instagram :@biofarmaID

Bio Care : 1500810

Produk Lifescience Bio Farma Segera Diluncurkan

By Bio Farma

(Jakarta 30/8) Bio Farma yang saat ini sudah bertransformasi menjadi perusahaan lifescience, akan segera meluncurkan produk lifescience, berupa produk plasma dalam beberapa waktu kedepan. Produk plasma merupakan turunan dari plasma darah seperti produk albumin, imunoglobulin, dan faktor VIII, yang dapat digunakan untuk pengobatan beberapa penyakit. Saat ini produk plasma yang beredar di Indonesia masih 100% impor dari luar negeri.

Produk plasma yang akan mulai dipasarkan pada tahun 2020 ini, akan diawali dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) tiga pihak yaitu Bio Farma Palang Merah Indonesia (PMI), dan perusahaan produk plasma asal Korea Selatan, SK Plasma. Penandatanganan MoU ini, merupakan bagian dari kesepakatan kerjasama antara Kemeterian Kesehatan Republik Indonesia dengan Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Korea Selatan dalam  implementasi Joint Working Group (JWG) on Health antara Indonesia dan Korea Selatan.

Penandatanganan ini dilaksanakan pada tanggal 30 Agustus 2019 oleh Direktur Utama Bio Farma, M. Rahman Roestan, Pelaksana Harian Ketua Umum PMI, Ginandjar Kartasasmita, dan CEO SK Plasma Yun-ho Kim, dan disaksikan oleh Dirjen Farmasi dan Alat Kesehatan Kemenkes RI, Engko Sosialine Magdalena, dan  Directorate General for Global Health Care Ministry of Health and Welfare South Korea, Kim Hye Seon.

Dalam kerja sama Bio Farma, PMI dan SK Plasma diharapkan dapat mendukung pemerintah dalam penyediaan produk dimana saat ini kebutuhan Indonesia dengan jumlah penduduk 270 juta sangat tinggi dibandingkan dengan ketersediaan dengan produk yang diperoleh dari impor. untuk menjaga kualitas produk, kerja sama ini tentu akan melibatkan badan pengawas obat dari masing – masing negara.

Menurut Rahman Roestan, kerja sama dengan SK Plasma akan berbagi pengetahuan dan pengalamannya dalam hal memproduksi plasma produk kepada Bio Farma melalui alih teknologi yang terbagi menjadi tiga tahap.

Tahap pertama Bio Farma akan melakukan kerja sama product partnership dengan SK Plasma, untuk memasarkan produknya di Indonesia, dan secara paralel akan dilakukan tahap kedua melalui skema kerja sama toll-manufacturing paling cepat pada tahun 2020, Tahap selanjutnya, Bio Farma diharapkan akan mampu secara mandiri untuk melakukan fraksionasi produk plasma dengan memproduksi produk secara mandiri di Indonesia.

“Kami menargetkan paling cepat pada tahun 2025, Indonesia akan secara mandiri mampu untuk membuat produk sendiri melalui Bio Farma, kemandirian ini akan diwujudkan melalui kolaborasi dengan salah satu perusahaan yang ada di Korea Selatan, yakni SK Plasma, melalui mekanisme toll-manufacturing paling cepat tahun 2020, sambil menunggu fasilitas produksi selesai dibangun. Dan pada tahun yang sama, kami berencana akan memasarkan produk plasma dari SK Plasma, untuk mulai mengisi kebutuhan produk di dalam negeri”, ujar Rahman.

Rahman menambahkan Bio Farma sebagai BUMN akan hadir untuk negeri dalam menyediakan produk plasma dengan harga yang terjangkau dan  tetap memperhatikan aspek kualitas, keamanan dan khasiat.

 

-00-

Untuk informasi Media, Hubungi :

Iwan Setiawan

Head of Corporate Communications.

Bio Farma

Email : iwan.setiawan@biofarma.co.id

62 22 2033755 ext 37431

www.biofarma.co.id

twitter : @biofarmaID

Instagram :@biofarmaID

Bio Care : 1500810

 

Direktur Utama Bio Farma dan Bio Farma Raih Green CEO Award 2019

By Bio Farma

(Jakarta 29/8) Bio Farma mendapatkan Penghargaan Social Business Innovation Award 2019 (SBI Award 2019) untuk kategori Farmasi, dari Warta Ekonomi.co.id. Selain SBI Award, Direktur Utama Bio Farma, M. Rahman Roestan, juga meraih Penghargaan Green CEO Award 2019. Kedua penghargaan tersebut diserahkan oleh Fadhel Muhammad sebagai founder Warta Ekonomi, dan Munammad Ihsan sebagai CEO dan Chief Editor Warta Ekonomi, pada tanggal 29 Agustus 2019, di Jakarta.

Penghargaan ini diberikan, berdasarkan penilaian yang dilakukan oleh Warta Ekonomi.co.id Research and Consulting, yang memberikan penilaian berdasarkan inovasi yang dilakukan oleh perusahaan untuk menekan dampak negatif dari aktifitas produksi dan kemajuan teknologinya, dengan penilaian berdasarkan inovasi perusahaan dalam mengatasi masalah sosial dan lingkungan hidup melalui program CSR dalam kurun waktu 2018 – 2019.

Sedangkan untuk penilaian Green CEO didasarkan pada peran aktif dalam kegiatan tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan yang meliputi, Visi dan Misi yang ditetapkan oleh CEO maupun perusahaan yang memiliki tujuan bersama untuk mencapai bisnis berkelanjutan. Selain visi dan misi, juga dinilai inisiatif dalam aktifitas CEO dalam mengikuti kegiatan sosial perusahaan yang terkait dengan masalah lingkungan, dan komitmen CEO dalam penentuan strategi, kebijakan dan eksekusi program – program pro lingkungan.

M.Rahman Roestan mengatakan, Bio Farma secara konsisten menerapkan pengelolaan lingkungan dengan standar Excellent Compliance, di mana pengelolaan lingkungan tidak sebatas kewajiban penaatan terhadap regulasi dan standar yang dipersyaratkan, namun juga terhadap praktek pengelolaan lingkungan Beyond Compliance dengan memperhitungkan Best Available Techniques (BAT) untuk mencapai hasil kinerja pengelolaan lingkungan yang optimal “Dalam hal inovasi pengelolaan, Bio Farma menerapkan pemanfaatan kembali air dari Compressed Air Drain & Condensate Steam yang mampu mengefisienkan 19.872 kwh/tahun pemakaian energi dan efisiensi air 2.718 m3/tahun, Pemanfaatan condensate cooling coil sebesar 53.904 kwh/ tahun dan Pemanfaatan air reject WTP 8.892 m3/th. Dengan metode tersebut, Bio Farma berhasil melakukan efisiensi air 18,38% / tahun terhadap total pemakaian air dan efisiensi energi sebesar 9,99% per tahun terhadap total pemakaian energi.

Sebagai bagian dari komitmen global, Bio Farma menempatkan konsep Inclusive and Sustainable Industrial Development dari UNIDO (United Nation for Industrial Development Organization) menjadi mainstream pola bisnisnya. Setidaknya ada tiga nilai yang harus dipraktikan oleh perusahaan yang berstandar global antara lain; Green Industry, World Class Corporate Social Responsibility, Governance Risk Management, and Compliance, “Prinsip inilah yang menjadi landasan Bio Farma berbuat lebih, bagi lingkungan dan masyarakat sesuai dengan filosofi perusahaan, Dedicated to Improve Quality of Life,” Ujar Rahman.

Rahman menambahkan,  program Community Development yang sedang berlangsung antara lain, pengembangan pakan ternak berkualitas tinggi di area Cisarua bekerjasama dengan BPPT maupun kelompok masyarakat tani Cisarua. Selain daripada itu, Bio Farma saat ini tengah mendampingi kelompok masyarakat difabel di sekitar Perusahaan dalam mengembangkan kegiatan ekonomi yang menerapkan nilai-nilai pelestarian lingkungan.

======###========

 

Untuk info lebih lanjut hubungi

Iwan Setiawan

Head of Corporate Communications Bio Farma

Jl. Pasteur No 28 Bandung

Tlp : 022 – 2033755 ext 37431

Fax : 022 – 2041306

E : corcom@biofarma.co.id

Instagram : @biofarmaID

Twitter: @biofarmaID

Bio Farma Luncurkan Layanan Vaksinasi “Imunicare” Cabang Medan

By Bio Farma

(Medan 3/8) Layanan Imunisasi besutan Bio Farma dengan nama Imunicare, kini hadir di kota Medan untuk memberikan pelayanan Imunisasi untuk warga Medan dan sekitarnya. Layanan vaksinasi yang merupakan cabang pertama imunicare di Sumatera ini, berada di Jl. Sei Batang Hari No 88A dan diresmikan oleh Direktur Pemasaran Bio Farma Sri Harsi Teteki beserta jajarannya pada tanggal 3 Agustus 2019.

Turut hadir dalam pembukaan outlet Imunicare Cabang Medan ini antara lain, Direktur Pemasaran Bio Farma Sri Harsi Teteki, Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Sumatera Utara yang diwakili oleh Kepala Seksi Surveilan Vaksinasi Dinkes Provinsi Sumut Suhadi, M.Kes, dan Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Medan yang diwakili Kepala Bidang UKLW DR. Ziad Barubara, MPH.

Imunicare dengan moto solution to imunity merupakan layanan vaksinasi Bio Farma yang bertujuan untuk mendekatkan pelayanan ke masyarakat, sehingga masyarakat mendapatkan akses dan solusi untuk meningkatkan kekebalan spesifik, yang tentu saja dengan harga terjangkau dan ketersediaan jenis vaksin yang lengkap, serta terjamin kualitas dan keaslian produknya.

Dalam sambutannya Sri Harsi mengatakan, layanan baru Imunicare berbasis customer focus dan friendly experience untuk masyarakat dari segala usia tidak perlu khawatir dan takut untuk mendapatkan imunisasi, “Kami memberikan solusi kepada masyarakat yang ingin mendapatkan imunisasi untuk keperluan imunisasi dasar, dewasa, umrah, bahkan untuk liburan sekalipun, semuanya tersedia di imunicare dan tentu saja dengan harga yang terjangkau”, ujar Sri Harsi.

Pemilihan kota Medan dikarenakan Medan merupakan salah satu kota besar di Indonesia dengan kebutuhan masyarakat yang terus meningkat terhadap layanan vaksinasi yang berkualitas, lengkap dan terjangkau.

Sri Harsi menambahkan, kedepannya Imunicare akan hadir di seluruh Indonesia, melalui program kemitraan maupun pembukaan cabang langsung imunicare seperti yang akan dilakukan di kota Denpasar pada minggu ke-3 bulan Agustus 2019 mendatang.

Untuk imunicare dengan program kemitraan sudah dibuka di beberapa tempat di kota Bandung dan untuk di luar Jawa, cabang pertama sudah dibuka di kota Makassar pada 31 Juli 2019, dengan kolaborasi bersama Telkomedika.

 

———-***———-

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi:

Iwan Setiawan

Head of Corporate Communications Dep Bio Farma.

Email : iwan.setiawan@biofarma.co.id

Jl. Pasteur No. 28 Bandung

Telp : 62 22 2033755

Fax : 62 22 2041306

Chad, Negara Pemain Persib Ezechiel N’Douassel Telah Gunakan Vaksin Bio Farma sejak 2011

By Bio Farma

Jumat, 31 Mei 2019, Pemain dan official Persib Bandung mendapatkan vaksinasi flubio dilayanan imunicare Bio Farma, salah satunya Ezechiel N’Douassel atau yang akrab disapa Eze.

Striker Persib tersebut menyampaikan kesan-kesan nya setelah diberikan vaksinasi flubio.

“ Vaksin sangat penting untuk para atlit dan untuk semua orang, saya sangat bangga dan senang mendapatkan vaksin produksi Bio Farma, apalagi vaksin Bio Farma ini sudah digunakan di Negara saya, Chad” jelasnya

“Atlet membutuhkan pertahanan tubuh yang baik agar terhindar dari serangan penyakit menular” tambahnya.

Sementara itu Media Officer Persib Irvan Suradireja menyatakan kompetisi sepak bola di Indonesia sangat padat, sering ada penundaan, cuaca yang berubah-rubah, sehingga membuat stamina para pemain cepat menurun, sehingga diperlukan vaksin sebagai booster untuk menjaga stamina agar tetap prima.

Kunjungan ini diterima langsung oleh Sri Harsi Teteki, Direktur Pemasaran Bio Farma, dan jajaran direksi Bio Farma, menurut Teki, panggilan akrabnya

Suplai vaksin ke Chad sudah dimulai sejak tahun 2011 sampai saat ini, melalui UNICEF.

Vaksin yang diekspor terdiri dari Vaksin Campak, Vaksin bOPV 20 dosis, Vaksin tOPV 20 dosis, serta vaksin Difteri Tetanus (DT).

Total jumlah vaksin yang sudah di eksport sejak 2011 sampai saat ini sebanyak 2,1 juta vial.

“Saya mengucapkan terima kasih pada Bio Farma yang sudah membantu untuk menyediakan vaksin di negara Chad dan negara Afrika lainnya” ungkap Eze

Sri Harsi Teteki menambahkan “saat ini tim kami sedang mengikuti Africa Health 2019, di Johannesberg, South Africa. Kami sedang membidik pasar Afrika untuk peningkatan penjualan vaksin”.

” kebutuhan masyarakat Afrika terhadap vaksin masih sangat terbatas sehingga besar peluang untuk melakukan penetrasi market ke Negara Afrika, seperti Chad” tutupnya.

———-***———-
Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi:
N. Nurlaela Arief
Head of Corporate Communications Dept.
Email : lala@biofarma.co.id
Bio Farma
Jl. Pasteur No. 28 Bandung
Telp : 62 22 2033755
Fax : 62 22 2041306

Bill & Melinda Gates Foundation, PATH Percayakan Riset dan Pengembangan Produk Baru pada Bio Farma

By Bio Farma

Bandung, Bio Farma, Badan Kesehatan Dunia (WHO), Bill & Melinda Gates Foundation (BMGF), serta PATH mendiskusikan kerjasama riset dan pengembangan produk-produk baru Bio Farma ke depan, sejak 24 hingga 26 April di Bandung.

Bio Farma kembali mendapatkan kepercayaan lembaga penelitian dunia, untuk terlibat dalam penelitian dan produksi vaksin – vaksin terbaru, untuk mencegah beberapa penyakit, seperti penyakit polio yang akan eradikasi (musnah) pada tahun 2020 mendatang. Penelitian vaksin polio generasi terbaru (nOPV) ini, termasuk pengembangan teknologi vaksin, Uji Klinis tahap 1 – 3, hingga proses produksi.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Utama Bio Farma M. Rahman Roestan setelah menerima kunjungan tamu dari Bill and Melinda Gates Foundation (BMGF) sebagai salah satu lembaga dunia yang memiliki perhatian kesehatan masyarakat global, PATH, dan Badan Kesehatan Dunia (WHO) untuk membahas mengenai  pengembangan produksi  vaksin Polio generasi baru (nOPV).

“Bio Farma sudah sejak tahun 2012 bekerjasama dengan BMGF khususnya untuk transfer teknologi produk-produk masa depan, seperti vaksin novel OPV ini”.

Pada Oktober 2018 lalu, dalam pertemuan Annual Meeting IMF-World 2018 di Bali, BMGF telah menyatakan keinginannya untuk menindaklanjuti kerjasama dengan Bio Farma.

Bill & Melinda Gates Foundation sudah sejak lama peduli dengan kesehatan global. Salah satu langkah yang paling efektif dan memiliki biaya yang efisien adalah pencegahan penyakit. Pencegahan paling efektif, yakni melalui vaksin. Bill & Melinda Gates Foundation mencari mitra yang memiliki kapabilitas untuk bergabung.

“Kami dianggap memiliki kapabilitas untuk bergabung dan sudah berjalan prosesnya, bantuan yang diberikan disebut sudah berjalan sekitar lima tahun “ungkap Rahman.

Bill and Melinda Gates Foundation memang telah berperan besar dalam memberikan solusi-solusi terkait kesehatan anak di Indonesia. Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam Annual Meeting IMF-World Bank Group 2018, Bill & Melinda Gates Foundation menyampaikan akan membantu riset di Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melalui Bio Farma untuk pengembangan vaksin. Tujuannya, agar jenis vaksin terkait tidak hanya diproduksi oleh negara Barat. Indonesia diharapkan punya kapasitas sehingga bisa ikut menjadi pemain dunia di bidang produksi vaksin.

Sementara itu Direktur Perencanaan dan Pengembangan Bio Farma, Adriansjah Azhari mengatakan, riset vaksin – vaksin baru untuk nOPV ini, diawali dengan pembahasan transfer teknologi yang diterima oleh Bio Farma.

“Bentuk kerjasama ini akan dimulai dari proses penelitian, transfer teknologi, proses produksi, uji klinis dari tahap 1 – 3,  kami harapkan penelitian – peneltian vaksin baru ini, akan menambah portofolio Bio Farma, dan tidak hanya sampai disitu saja, semua hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi produk, sehingga bisa diterima pasar dalam waktu yang tepat (time to market)”, Ujar Adriansjah.

Dengan adanya penambahan portofolio produk terbaru, diharapkan pangsa pasar Bio Farma juga akan bertambah. Untuk tahun 2019, Bio Farma akan menambah pangsa pasar terutama untuk pasar Asia Tenggara, Afrika, dan stock pile untuk Eropa.

 

—*—

 

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi:

Nurlaela Arief

Head of Corporate Communications Dept.

Bio Farma

(022) 2033755 ext 37412

Email : lala@biofarma.co.id

Biocare : 15000810