Produk Lifescience Bio Farma Segera Diluncurkan

By Bio Farma

(Jakarta 30/8) Bio Farma yang saat ini sudah bertransformasi menjadi perusahaan lifescience, akan segera meluncurkan produk lifescience, berupa produk plasma dalam beberapa waktu kedepan. Produk plasma merupakan turunan dari plasma darah seperti produk albumin, imunoglobulin, dan faktor VIII, yang dapat digunakan untuk pengobatan beberapa penyakit. Saat ini produk plasma yang beredar di Indonesia masih 100% impor dari luar negeri.

Produk plasma yang akan mulai dipasarkan pada tahun 2020 ini, akan diawali dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) tiga pihak yaitu Bio Farma Palang Merah Indonesia (PMI), dan perusahaan produk plasma asal Korea Selatan, SK Plasma. Penandatanganan MoU ini, merupakan bagian dari kesepakatan kerjasama antara Kemeterian Kesehatan Republik Indonesia dengan Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Korea Selatan dalam  implementasi Joint Working Group (JWG) on Health antara Indonesia dan Korea Selatan.

Penandatanganan ini dilaksanakan pada tanggal 30 Agustus 2019 oleh Direktur Utama Bio Farma, M. Rahman Roestan, Pelaksana Harian Ketua Umum PMI, Ginandjar Kartasasmita, dan CEO SK Plasma Yun-ho Kim, dan disaksikan oleh Dirjen Farmasi dan Alat Kesehatan Kemenkes RI, Engko Sosialine Magdalena, dan  Directorate General for Global Health Care Ministry of Health and Welfare South Korea, Kim Hye Seon.

Dalam kerja sama Bio Farma, PMI dan SK Plasma diharapkan dapat mendukung pemerintah dalam penyediaan produk dimana saat ini kebutuhan Indonesia dengan jumlah penduduk 270 juta sangat tinggi dibandingkan dengan ketersediaan dengan produk yang diperoleh dari impor. untuk menjaga kualitas produk, kerja sama ini tentu akan melibatkan badan pengawas obat dari masing – masing negara.

Menurut Rahman Roestan, kerja sama dengan SK Plasma akan berbagi pengetahuan dan pengalamannya dalam hal memproduksi plasma produk kepada Bio Farma melalui alih teknologi yang terbagi menjadi tiga tahap.

Tahap pertama Bio Farma akan melakukan kerja sama product partnership dengan SK Plasma, untuk memasarkan produknya di Indonesia, dan secara paralel akan dilakukan tahap kedua melalui skema kerja sama toll-manufacturing paling cepat pada tahun 2020, Tahap selanjutnya, Bio Farma diharapkan akan mampu secara mandiri untuk melakukan fraksionasi produk plasma dengan memproduksi produk secara mandiri di Indonesia.

“Kami menargetkan paling cepat pada tahun 2025, Indonesia akan secara mandiri mampu untuk membuat produk sendiri melalui Bio Farma, kemandirian ini akan diwujudkan melalui kolaborasi dengan salah satu perusahaan yang ada di Korea Selatan, yakni SK Plasma, melalui mekanisme toll-manufacturing paling cepat tahun 2020, sambil menunggu fasilitas produksi selesai dibangun. Dan pada tahun yang sama, kami berencana akan memasarkan produk plasma dari SK Plasma, untuk mulai mengisi kebutuhan produk di dalam negeri”, ujar Rahman.

Rahman menambahkan Bio Farma sebagai BUMN akan hadir untuk negeri dalam menyediakan produk plasma dengan harga yang terjangkau dan  tetap memperhatikan aspek kualitas, keamanan dan khasiat.

 

-00-

Untuk informasi Media, Hubungi :

Iwan Setiawan

Head of Corporate Communications.

Bio Farma

Email : iwan.setiawan@biofarma.co.id

62 22 2033755 ext 37431

www.biofarma.co.id

twitter : @biofarmaID

Instagram :@biofarmaID

Bio Care : 1500810

 

“Kulo Nuwun Yogyakarta, Imunicare Siap Melayani Masyarakat Kota Gudeg”

By Bio Farma

(Yogyakarta 29/8) Layanan vaksinasi Bio Farma, Imunicare, kembali membuka layanannya di DIY Yogyakarta pada tanggal 29 Agustus 2019, yang berlokasi di Jl. Timoho 86. Imunicare adalah outlet layanan vaksinasi sangat lengkap yang dilakukan oleh  praktek dokter, klinik atau rumahsakit dengan menggunakan vaksin yang terjamin mutu dan keasliannya, tempat yang nyaman, tenaga medis yang ahli, serta harga lebih terjangkau.

Peresmian Imunicare di kota gudeg ini merupakan hasil kolaborasi dengan Telkomedika setelah sebelumnya pada tanggal 22 Agustus yang lalu layanan vaksinasi Imunicare dibuka di Kota Madiun Jawa Timur.

Dalam peresmian di kota ke 5 dari rencana 25 kota, dihadiri oleh Kepala Dinas Kota Yogyakarta Fita Yulia Kisworini, Direktur Pemasaran Bio Farma Sri Harsi Teteki, Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Yogyakarta, Agus Syah Fiqhi Haerullah, dan Direktur Operasional & Marketing Telkomedika, Monica Morattha Sihombing.

Dalam sambutannya Kepala Dinas Kota Yogyakarta Fita Yulia Kisworini mengatakan beberapa negara sudah mewajibkan vaksinasi tertentu untuk pendatang, yang akan ke negaranya seperti Arab Saudi yang mewajibkan vaksin meningitis sebelum beribadah haji atau umrah. “Dengan adanya layanan imunicare akan memudahkan masyarakat Yogyakarta untuk mendapatkan vaksin, seperti misalkan sebelum berangkat umroh, Imunicare yang berada di klinik Telkomedika sudah sesuai dengan

Permenkes No 23 tahun 2015 untuk memudahkan dalam memberikan perlindungan pada masyarakat dalam menerima perlindungan”, Ujar Fitri.

Sementara itu, Agus Syah Fiqhi, pihaknya bersyukur ada alternatif lain bagi masyarakat untuk mendapatkan layanan vaksinasi terutama untuk kebutuhan haji dan umroh, sehingga tidak terkosentrasi hanya di KKP, dan memberikan kemudahan dan kenyamanan untuk masyarakat “Imunicare akan memberikan alternatif pilihan bagi masyarakat, terutama yang akan berangkat umrah dan haji, sehingga nantinya akan memberikan kemudahan bagi masyarakat”, ujar Agus.

Sedangkan Sri Harsi mengatakan dalam sambutannya, salah satu upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, yaitu melalui upaya preventif atau pencegahan melalui imunisasi. Bio Farma sebagai Badan Usaha Milik Negara, sekaligus salah satu produsen di antara 30 produsen vaksin di dunia yang telah mendapatkan PQ WHO, akan hadir untuk negeri, untuk memberikan pelayanan pencegahan penularan penyakit.

“Sebagai bentuk upaya BUMN Hadir Untuk Negeri awal tahun 2019, Bio Farma mengenalkan layanan Imunicare agar masyarakat lebih mudah mendapatkan layanan imunisasi selain dari puskesmas dan faskes lainnya yg sudah ada saat ini, dengan kualitas yang pasti terjamin, produk yang lengkap termasuk vaksin untuk kebutuhan umrah seperti menigitis dan flu, dan tentu saja dengan harga yang terjangkau”, ujar Sri Harsi.

Sri Harsi menambahkan dalam upaya mengembangkan konsep imunicare ini, disamping mengembangkan outlet sendiri, juga bekerjasama dengan mitra Dokter, Klinik atau Rumah Sakit. Dan saat ini Imunicare telah hadir di beberapa kota yaitu: Bandung, Makassar, Medan, Jakarta, Madiun. Dalam waktu dekat Imunicare juga akan hadir di: Bandar Lampung, Depok, Sukabumi, Denpasar dan Semarang.

========###========

 

Untuk info lebih lanjut hubungi

Iwan Setiawan

Head of Corporate Communications Bio Farma

Jl. Pasteur No 28 Bandung

Tlp : 022 – 2033755 ext 37431

Fax : 022 – 2041306

E : corcom@biofarma.co.id

Instagram : @biofarmaID

Twitter: @biofarmaID

Direktur Utama Bio Farma dan Bio Farma Raih Green CEO Award 2019

By Bio Farma

(Jakarta 29/8) Bio Farma mendapatkan Penghargaan Social Business Innovation Award 2019 (SBI Award 2019) untuk kategori Farmasi, dari Warta Ekonomi.co.id. Selain SBI Award, Direktur Utama Bio Farma, M. Rahman Roestan, juga meraih Penghargaan Green CEO Award 2019. Kedua penghargaan tersebut diserahkan oleh Fadhel Muhammad sebagai founder Warta Ekonomi, dan Munammad Ihsan sebagai CEO dan Chief Editor Warta Ekonomi, pada tanggal 29 Agustus 2019, di Jakarta.

Penghargaan ini diberikan, berdasarkan penilaian yang dilakukan oleh Warta Ekonomi.co.id Research and Consulting, yang memberikan penilaian berdasarkan inovasi yang dilakukan oleh perusahaan untuk menekan dampak negatif dari aktifitas produksi dan kemajuan teknologinya, dengan penilaian berdasarkan inovasi perusahaan dalam mengatasi masalah sosial dan lingkungan hidup melalui program CSR dalam kurun waktu 2018 – 2019.

Sedangkan untuk penilaian Green CEO didasarkan pada peran aktif dalam kegiatan tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan yang meliputi, Visi dan Misi yang ditetapkan oleh CEO maupun perusahaan yang memiliki tujuan bersama untuk mencapai bisnis berkelanjutan. Selain visi dan misi, juga dinilai inisiatif dalam aktifitas CEO dalam mengikuti kegiatan sosial perusahaan yang terkait dengan masalah lingkungan, dan komitmen CEO dalam penentuan strategi, kebijakan dan eksekusi program – program pro lingkungan.

M.Rahman Roestan mengatakan, Bio Farma secara konsisten menerapkan pengelolaan lingkungan dengan standar Excellent Compliance, di mana pengelolaan lingkungan tidak sebatas kewajiban penaatan terhadap regulasi dan standar yang dipersyaratkan, namun juga terhadap praktek pengelolaan lingkungan Beyond Compliance dengan memperhitungkan Best Available Techniques (BAT) untuk mencapai hasil kinerja pengelolaan lingkungan yang optimal “Dalam hal inovasi pengelolaan, Bio Farma menerapkan pemanfaatan kembali air dari Compressed Air Drain & Condensate Steam yang mampu mengefisienkan 19.872 kwh/tahun pemakaian energi dan efisiensi air 2.718 m3/tahun, Pemanfaatan condensate cooling coil sebesar 53.904 kwh/ tahun dan Pemanfaatan air reject WTP 8.892 m3/th. Dengan metode tersebut, Bio Farma berhasil melakukan efisiensi air 18,38% / tahun terhadap total pemakaian air dan efisiensi energi sebesar 9,99% per tahun terhadap total pemakaian energi.

Sebagai bagian dari komitmen global, Bio Farma menempatkan konsep Inclusive and Sustainable Industrial Development dari UNIDO (United Nation for Industrial Development Organization) menjadi mainstream pola bisnisnya. Setidaknya ada tiga nilai yang harus dipraktikan oleh perusahaan yang berstandar global antara lain; Green Industry, World Class Corporate Social Responsibility, Governance Risk Management, and Compliance, “Prinsip inilah yang menjadi landasan Bio Farma berbuat lebih, bagi lingkungan dan masyarakat sesuai dengan filosofi perusahaan, Dedicated to Improve Quality of Life,” Ujar Rahman.

Rahman menambahkan,  program Community Development yang sedang berlangsung antara lain, pengembangan pakan ternak berkualitas tinggi di area Cisarua bekerjasama dengan BPPT maupun kelompok masyarakat tani Cisarua. Selain daripada itu, Bio Farma saat ini tengah mendampingi kelompok masyarakat difabel di sekitar Perusahaan dalam mengembangkan kegiatan ekonomi yang menerapkan nilai-nilai pelestarian lingkungan.

======###========

 

Untuk info lebih lanjut hubungi

Iwan Setiawan

Head of Corporate Communications Bio Farma

Jl. Pasteur No 28 Bandung

Tlp : 022 – 2033755 ext 37431

Fax : 022 – 2041306

E : corcom@biofarma.co.id

Instagram : @biofarmaID

Twitter: @biofarmaID

Bio Farma Luncurkan Layanan Vaksinasi “Imunicare” Cabang Medan

By Bio Farma

(Medan 3/8) Layanan Imunisasi besutan Bio Farma dengan nama Imunicare, kini hadir di kota Medan untuk memberikan pelayanan Imunisasi untuk warga Medan dan sekitarnya. Layanan vaksinasi yang merupakan cabang pertama imunicare di Sumatera ini, berada di Jl. Sei Batang Hari No 88A dan diresmikan oleh Direktur Pemasaran Bio Farma Sri Harsi Teteki beserta jajarannya pada tanggal 3 Agustus 2019.

Turut hadir dalam pembukaan outlet Imunicare Cabang Medan ini antara lain, Direktur Pemasaran Bio Farma Sri Harsi Teteki, Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Sumatera Utara yang diwakili oleh Kepala Seksi Surveilan Vaksinasi Dinkes Provinsi Sumut Suhadi, M.Kes, dan Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Medan yang diwakili Kepala Bidang UKLW DR. Ziad Barubara, MPH.

Imunicare dengan moto solution to imunity merupakan layanan vaksinasi Bio Farma yang bertujuan untuk mendekatkan pelayanan ke masyarakat, sehingga masyarakat mendapatkan akses dan solusi untuk meningkatkan kekebalan spesifik, yang tentu saja dengan harga terjangkau dan ketersediaan jenis vaksin yang lengkap, serta terjamin kualitas dan keaslian produknya.

Dalam sambutannya Sri Harsi mengatakan, layanan baru Imunicare berbasis customer focus dan friendly experience untuk masyarakat dari segala usia tidak perlu khawatir dan takut untuk mendapatkan imunisasi, “Kami memberikan solusi kepada masyarakat yang ingin mendapatkan imunisasi untuk keperluan imunisasi dasar, dewasa, umrah, bahkan untuk liburan sekalipun, semuanya tersedia di imunicare dan tentu saja dengan harga yang terjangkau”, ujar Sri Harsi.

Pemilihan kota Medan dikarenakan Medan merupakan salah satu kota besar di Indonesia dengan kebutuhan masyarakat yang terus meningkat terhadap layanan vaksinasi yang berkualitas, lengkap dan terjangkau.

Sri Harsi menambahkan, kedepannya Imunicare akan hadir di seluruh Indonesia, melalui program kemitraan maupun pembukaan cabang langsung imunicare seperti yang akan dilakukan di kota Denpasar pada minggu ke-3 bulan Agustus 2019 mendatang.

Untuk imunicare dengan program kemitraan sudah dibuka di beberapa tempat di kota Bandung dan untuk di luar Jawa, cabang pertama sudah dibuka di kota Makassar pada 31 Juli 2019, dengan kolaborasi bersama Telkomedika.

 

———-***———-

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi:

Iwan Setiawan

Head of Corporate Communications Dep Bio Farma.

Email : iwan.setiawan@biofarma.co.id

Jl. Pasteur No. 28 Bandung

Telp : 62 22 2033755

Fax : 62 22 2041306

Safari Ramadhan; Dorong Kemandirian Difabel, Bio Farma Berikan Pelatihan Keterampilan Membuat Busana Muslim

By Bio Farma

(17/5) Pada bulan suci Ramadhan tahun 2019, Bio Farma kembali berbagi kebahagain kepada sesama, melalui program Safari Ramadhan 1440 H. Program ini berupa pemberian santunan untuk difabel, tunanetra, anak yatim, marbot masjid, dan bantuan untuk pesantren An Nahdlah Depok, sebagai bagian dari kegiatan BUMN Hadir Untuk Negeri.

Selain pemberian santunan, Bio Farma juga kembali mengadakan program mudik bersama, dan pasar murah. Seperti tahun – tahun sebelumnya, kegiatan ini dirangkai dengan buka puasa bersama keluarga besar karyawan Bio Farma, jajaran Komisaris, Direksi dan juga media massa. Kegiatan ini diselenggarakan pada tanggal 17 Mei 2019 di Masjid An Nuur Bio Farma.

Direktur Utama Bio Farma, M. Rahman Roestan mengatakan, pemberian santunan ini, merupakan program BUMN Hadir untuk negeri, dalam bentuk bantuan pangan murah dalam menyambut ramadhan, selain itu bagian dari semangat filosofi Bio Farma, dedicated to improve quality of life, atau berdedikasi untuk meningkatkan kualitas hidup.

“Kualitas hidup yang kami perhatikan tidak hanya dari sisi kesehatan saja, tapi juga dari sisi yang lain misalkan, pendidikan, ekonomi dan kemandirian mereka. Bagaimana bantuan yang kami berikan ini, bisa menjadikan mereka lebih mandiri dari sisi ekonomi dan sosial”, ungkap Rahman.

Bantuan yang dirangkai dalam kegiatan Safari Ramadhan 1440 H diberikan kepada enam orang difabel, Bio Farma memberikan bantuan pelatihan berupa pembuatan mukena, dan baju muslim yang sudah mulai dipasarkan.

Selain pelatihan untuk difabel, Bio Farma juga memberikan bantuan untuk 30 orang tunanetra, 125 marbot masjid, 170 anak yatim, pesantren, dengan total bantuan Rp 600 juta. Selain pemberian santunan, Bio Farma juga memberikan bantuan armada untuk 1000 pemudik yang akan diberangkatkan pada akhir bulan Ramadhan, dan penyelenggaraan pasar murah untuk daerah Kecematan Kertawangi dan Kecamatan Sukajadi dalam waktu dekat.

Mudik Bersama dan Pangan Murah

Bio Farma kembali menyelenggarakan program mudik gratis untuk Ramadhan tahun 2019 yang akan diselenggarakan pada minggu terakhir bulan Ramadhan.

Kegiatan ini sebagai bagian dari program Kementerin BUMN sebagai bentuk komitmen BUMN Hadir Untuk Negeri untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri 1440 H.
Menurut Sekretaris Perusahaan Bio Farma, Bambang Heriyanto, tahun ini Bio Farma akan menargetkan 1000 pemudik dengan rute Jawa Barat – Jawa Tengah melalui jalur utara dan selatan, “Program ini bertujuan untuk memudahkan pemudik yang biasa menggunakan roda dua, serta untuk menekan potensi kecelakaan lalu lintas, dan memberikan kenyamanan untuk pemudik, yang biasanya pergi bersama keluarga yang membawa bayi dan balita, sehingga mereka bisa merayakan hari kemenangan dengan perasaan tenang dan bahagia”, ungkap Bambang.

Selain program mudik, Bio Farma juga akan melaksanakan pasar murah secara serentak di dua tempat yaitu Kecamatan Sukajadi dan Desa Kertawangi Kec Cisarua, Bandung Barat yang merupakan daerah ring 1 Bio Farma, berupa Paket yang akan dibagikan berupa beras 10 kg, minyak goreng 2 liter, gula pasir 2 kg, senilai Rp 25.000,- sehingga mampu untuk dijangkau masyrakat pra sejahtera. Kegiatan ini akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini.

———-***———-

Untuk informasi lebih lanjut, media dapat menghubungi:
N. Nurlaela Arief
Head of Corporate Communications Dept.
Email : lala@biofarma.co.id
Bio Farma
Jl. Pasteur No. 28 Bandung
Telp : 62 22 2033755
Fax : 62 22 2041306

Bill & Melinda Gates Foundation, PATH Percayakan Riset dan Pengembangan Produk Baru pada Bio Farma

By Bio Farma

Bandung, Bio Farma, Badan Kesehatan Dunia (WHO), Bill & Melinda Gates Foundation (BMGF), serta PATH mendiskusikan kerjasama riset dan pengembangan produk-produk baru Bio Farma ke depan, sejak 24 hingga 26 April di Bandung.

Bio Farma kembali mendapatkan kepercayaan lembaga penelitian dunia, untuk terlibat dalam penelitian dan produksi vaksin – vaksin terbaru, untuk mencegah beberapa penyakit, seperti penyakit polio yang akan eradikasi (musnah) pada tahun 2020 mendatang. Penelitian vaksin polio generasi terbaru (nOPV) ini, termasuk pengembangan teknologi vaksin, Uji Klinis tahap 1 – 3, hingga proses produksi.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Utama Bio Farma M. Rahman Roestan setelah menerima kunjungan tamu dari Bill and Melinda Gates Foundation (BMGF) sebagai salah satu lembaga dunia yang memiliki perhatian kesehatan masyarakat global, PATH, dan Badan Kesehatan Dunia (WHO) untuk membahas mengenai  pengembangan produksi  vaksin Polio generasi baru (nOPV).

“Bio Farma sudah sejak tahun 2012 bekerjasama dengan BMGF khususnya untuk transfer teknologi produk-produk masa depan, seperti vaksin novel OPV ini”.

Pada Oktober 2018 lalu, dalam pertemuan Annual Meeting IMF-World 2018 di Bali, BMGF telah menyatakan keinginannya untuk menindaklanjuti kerjasama dengan Bio Farma.

Bill & Melinda Gates Foundation sudah sejak lama peduli dengan kesehatan global. Salah satu langkah yang paling efektif dan memiliki biaya yang efisien adalah pencegahan penyakit. Pencegahan paling efektif, yakni melalui vaksin. Bill & Melinda Gates Foundation mencari mitra yang memiliki kapabilitas untuk bergabung.

“Kami dianggap memiliki kapabilitas untuk bergabung dan sudah berjalan prosesnya, bantuan yang diberikan disebut sudah berjalan sekitar lima tahun “ungkap Rahman.

Bill and Melinda Gates Foundation memang telah berperan besar dalam memberikan solusi-solusi terkait kesehatan anak di Indonesia. Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam Annual Meeting IMF-World Bank Group 2018, Bill & Melinda Gates Foundation menyampaikan akan membantu riset di Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melalui Bio Farma untuk pengembangan vaksin. Tujuannya, agar jenis vaksin terkait tidak hanya diproduksi oleh negara Barat. Indonesia diharapkan punya kapasitas sehingga bisa ikut menjadi pemain dunia di bidang produksi vaksin.

Sementara itu Direktur Perencanaan dan Pengembangan Bio Farma, Adriansjah Azhari mengatakan, riset vaksin – vaksin baru untuk nOPV ini, diawali dengan pembahasan transfer teknologi yang diterima oleh Bio Farma.

“Bentuk kerjasama ini akan dimulai dari proses penelitian, transfer teknologi, proses produksi, uji klinis dari tahap 1 – 3,  kami harapkan penelitian – peneltian vaksin baru ini, akan menambah portofolio Bio Farma, dan tidak hanya sampai disitu saja, semua hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi produk, sehingga bisa diterima pasar dalam waktu yang tepat (time to market)”, Ujar Adriansjah.

Dengan adanya penambahan portofolio produk terbaru, diharapkan pangsa pasar Bio Farma juga akan bertambah. Untuk tahun 2019, Bio Farma akan menambah pangsa pasar terutama untuk pasar Asia Tenggara, Afrika, dan stock pile untuk Eropa.

 

—*—

 

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi:

Nurlaela Arief

Head of Corporate Communications Dept.

Bio Farma

(022) 2033755 ext 37412

Email : lala@biofarma.co.id

Biocare : 15000810

Bio Farma dipilih Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan UNICEF dalam Penyediaan Monovalent Oral Polio Vaccine Tipe 2 (mOPV-2) untuk Global Stockpiling

By Bio Farma

Bandung, 25-26 April 2019, Tim UNICEF Suppy Division dari Copenhagen datang ke Bio Farma untuk membahas kerjasama pengadaan mOPV2 global stockpiling ini dalam bentuk produk akhir sebanyak 60 juta dosis atau 3 juta vial yang harus disiapkan di tahun 2019.

Sri Harsi Teteki, Direktur Pemasaran Bio Farma beserta tim penjualan Ekspor menerima delegasi tersebut sejak Kamis 25 April hingga 26 April di Bandung.

Menurut Sri Harsi Teteki,  pada bulan Agustus 2018, Badan Kesehatan Dunia (WHO) melalui the Global Polio Eradication Initiative (GPEI) telah mengirim surat resmi kepada Bio Farma mengenai permintaan stockpiling bulk mOPV sebanyak 500 juta dosis guna mengantisipasi terjadinya global outbreak virus polio liar tipe 2.

“Bio Farma menanggapi positif permintaan dari the GPEI-WHO tersebut, dan berkomitmen untuk mendukung program  WHO –  GPEI yaitu Global Stockpilling mOPV type 2, untuk mengantisipasi  wabah (outbreak) virus polio liar tipe 2  secara global” ungkap Sri Harsi Teteki, Direktur Pemasaran Bio Farma, saat menerima delegasi dari UNICEF.

WHO bekerjasama dengan UNICEF untuk merealisasikan global stockpiling mOPV type 2 melalui produsen vaksin dunia, dan Bio Farma (melalui mekanisme tender dari UNICEF) telah  dipercaya oleh WHO dan UNICEF untuk dapat menyediakan/melakukan penyimpanan atas produk tersebut. Untuk tahap awal, Bio Farma diminta  memproduksi dan melakukan penyimpanan atas produk mOPV-2 dalam bentuk finished product (produk akhir) sebanyak 60 juta dosis atau 3 juta vial mOPV type 2,  yang harus tersedia mulai akhir bulan Juni hingga Agustus tahun 2019.

“Sebagai produsen Vaksin terbesar di Asia Tenggara, kami memiliki tanggung jawab yang besar untuk mendukung program dunia dalam program global eradikasi penyakit Polio. Baru-baru ini memang terdapat 3 negara yang mengalami outbreak yaitu Nigeria, Congo, serta horn of Africa yaitu Somalia, Kenya dan Ethiopia”.

 

—*—

 

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi:

Nurlaela Arief

Head of Corporate Communications Dept.

Bio Farma

(022) 2033755

Email : lala@biofarma.co.id

Biocare : 15000810

Bio Farma siapkan Skema Perluasan Layanan vaksinasi melalui brand “Imunicare”

By Bio Farma

Bio Farma akan terjun ke pasar   retail layanan vaksinasi untuk mendekatkan pelayanan dan akses vaksinasi ke masyarakat, dengan harga yang terjangkau dengan jenis vaksin yang beragam. Menurut rencana, layanan vaksinasi yang diresmikan pada Januari 2019 yang lalu ini, akan hadir di seluruh provinsi di Indonesia, dan sebagai langkah awal, akan dimulai  untuk membuka di Medan dan Denpasar sebagai kantor cabang.

 

Direktur Pemasaran, Bio Farma, Sri Harsi Teteki, mengatakan layanan imunicare ini dibuat untuk mendekatkan layanan Bio Farma kepada end user dari layanan vaksinasi, “Kami berencana untuk membuka imunicare di 25 lokasi, dengan sistem kemitraan bersama klinik, rumah sakit BUMN maupun swasta melalui mekanisme kemitraan dengan meng add-on kan ke klinik yang sudah ada, dengan menambah pelayanan vaksinasi dari imunicare, sehingga layanan klinik tersebut akan bertambah dari layanan kuratif menjadi layanan kuratif dan preventif”, ujar Sri Harsi Teteki.

 

Kepala Divisi Unit Bisnis dan Klinik, Tjut Vina, mengatakan layanan imunicare akan dibuka melalui sistem kemitraan dimana, setiap calon mitra yang akan bekerjasama dengan Bio Farma akan mendapatkan pelatihan – pelatihan terkait pengelolaan vaksin “Kami akan memberikan standar – standar pelayanan dari vaksinasi kepada semua calon mitra kami, baik yang terkait dengan produk seperti system rantai dingin (cold chain system), pengolahan limbah, dan dukungan informasi dan teknologi dan terutama mengenai product knowledge termasuk Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) kepada tenaga medis”, Ujar Tjut Vina.

—*—

 

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi:

Nurlaela Arief

Head of Corporate Communications Dept.

Bio Farma

(022) 2033755 ext 37412

Email : lala@biofarma.co.id

Biocare : 15000810

Perluas Pangsa Pasar, Bio Farma akan Terjun Ke Pasar Retail

By Bio Farma

Bandung (22/4) Bio Farma melalui layanan vaksinasi terpadu Imunicare, siap untuk terjun ke pasar retail di Indonesia. Layanan ini dibuat untuk mempeluas pangsa pasar Bio Farma, yang selama ini terbagi menjadi Penjualan sektor dalam negeri, penjualan sektor swasta dan penjualan ekspor.

Layanan Imunicare, yang merupakan layanan dari klinik imunisasi Bio Farma yang bertujuan untuk mendekatkan masyarakat, kepada akses untuk mendapatkan vaksin.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Utama Bio Farma, M. Rahman Roestan dalam acara Coffee Morning di Bandung (22/4).

Terjunnya Bio Farma ke pasar retail ini, seiring dengan perluasan tren bisnis  farmasi, menuju industri farmasi 2030.

Kedepannya, industri farmasi Indonesia, tidak hanya akan bergerak pada bidang riset dan pengembangan, produksi dan distribusi saja, tetapi mulai memasuki fungsi lainnya seperti pencegahan melalui vaksinasi, diagnosis, perawatan, penyembuhan dan pelayanan.

“Dari sisi riset dan pengembangan, Bio Farma sudah memiliki link untuk melakukan kolaborasi dan kerjasama riset, dari sisi produksi dan distribusi, Bio Farma sudah sesuai dengan standar Badan Kesehatan dan Dunia (WHO), dan kini, untuk pelayanan, Bio Farma akan memperkuatnya melalui layanan vaksinasi terpadu ini berarti, industri farmasi Indonesia, akan memasuki fase end to end, dimulai dari kemandirian bahan baku, dengan kekuatan riset, produksi, distribusi dan layanan (services)”, ujar Rahman.

Sementara itu, Direktur Pemasaran, Sri Harsi Teteki, mengatakan,  dengan layanan ini,  masyarakat akan mendapatkan akses dan solusi untuk meningkatkan imunitas. Tentu saja, dengan harga terjangkau dan ketersediaan jenis vaksin yang lengkap, serta terjamin kualitas dan keaslian dari produknya.

“Kami berharap dengan adanya imunicare ini, masyarakat akan lebih mudah untuk mendapatkan akses vaksinasi, dengan kualitas layanan prima dengan harga yang tentu saja terjangkau”, Ujar Sri Harsi Teteki.

Sri Harsi menambahkan, kedepannya, imunicare ini akan hadir diseluruh Indonesia, baik hadir sebagai klinik di rumah sakit ataupun di klinik embarkasi mengingat Imunicare kini sudah menjadi Layanan Vaksinasi Internasional, yang bisa memberikan layanan vaksinasi meningitis untuk jamaah haji dan umrah.

 

—*—

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi:

Nurlaela Arief

Head of Corporate Communications Dept.

Bio Farma

(022) 2033755 ext 37412

Email : lala@biofarma.co.id

Biocare : 15000810

 

Vaksin Konjugat Tifoid Dari Indonesia Aman: Berdasarkan Hasil Imunogenik Dalam Uji Klinis Fase 1

By Bio Farma

Para peneliti dari Bio Farma, Universitas Indonesia, dan International Vaccine Institute (IVI) Korea, baru-baru ini mempublikasikan hasil uji klinis fase I dari vaksin baru (novel) yaitu vaksin konjugat tifoid. Uji klinis ini melibatkan orang dewasa dan anak-anak di Indonesia. Hasil menunjukkan bahwa vaksin tersebut aman dan berpotensi menghasilkan respons imun protektif.

Demam tifoid, yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi, memiliki beban penyakit yang  tinggi secara global,  dan diperkirakan menyebabkan  angka kematian hingga 200.000 per tahun. Demam tifoid juga menyerang anak-anak yang lebih kecil, terutama pada beberapa negara- endemik. Vaksinasi tifoid merupakan pencegahan yang penting. Namun demikian,  vaksin polisakarida tifoid konvensional (Vi-PS) ini tidak dianjurkan untuk anak di bawah usia 2 tahun.

Para peneliti dari IVI dan mitra peneliti di Indonesia memiliki tujuan untuk melihat aspek keamanan dan imunogenisitas vaksin konjugat S. typhi Vi-DT yang baru. Riset yang diterbitkan baru-baru ini dalam jurnal PLoS ONE, menunjukkan bahwa vaksin baru ini aman dan imunogenik pada orang dewasa dan anak-anak diatas usia 2 tahun, dengan dosis tunggal yang menginduksi respons kekebalan yang optimal tanpa memandang usia.

“Riset  ini merupakan langkah penting menuju pengembangan vaksin tifoid VI-DT yang dapat melindungi dunia, khususnya  yang paling rentan terhadap demam tifoid ini anak-anak” ujar Dr. Sushant Sahastrabuddhe, Direktur Program Tifoid IVI.

Dr Jerome Kim, Direktur Jenderal IVI menambahkan, “riset juga membuka jalan untuk pengembangan tahapan uji klinis lebih lanjut dari vaksin ini, sehingga  vaksin tifoid konjugat dapat lebih cepat masuk ke pasaran.”

Studi ini telah dilakukan bersama antara Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Universitas Indonesia, dan Bio Farma, bekerja sama dengan IVI yang mengembangkan vaksin dan melakukan transfer teknologi pada produsen vaksin dan antisera di Indonesia. Saat ini, Studi fase II dari vaksin ini  sedang berlangsung di Indonesia.

“Kami bangga atas kolaborasi yang sukses dengan tim dari Universitas Indonesia / Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo dan mitra kami dari IVI, sehingga memberikan hasil yang sangat positif dari studi fase I ini. Ini adalah pencapaian penting dalam upaya kami untuk mengembangkan vaksin tifoid konjugat baru, ”ungkap Dr.Novilia Sjafri Bachtiar, Kepala Divisi Surveilans & Uji klinis  Bio Farma.

Sementara itu, Adriansjah Azhari, Direktur Perencanaan & Pengembangan Bio Farma mengatakan, “Melalui kolaborasi dengan IVI dan para ahli dari  beberapa Universitas di Indonesia, kami akan menyelesaikan program pengembangan uji klinis sehingga vaksin tifoid konjugat ini dapat memenuhi kebutuhan masyarakat secepatnya dan memberikan perlindungan menyeluruh bagi masyarakat”

 

-**-

 

Untuk informasi Media, Hubungi :

N. Nurlaela Arief

Head of Corporate Communications Dept.

Bio Farma

Email : lala@biofarma.co.id

Mobile : 081910102649 : 62 22 2033755

www.biofarma.co.id

Bio Care : 1500810