IMUNISASI, TERBAIK BAGI KEKEBALAN TUBUH

By biofarma

Semua orang tua ingin dan mengusahakan yang terbaik bagi buah hatinya.Tak heran jika terkuaknya kasus vaksin palsu lalu membuat terluka hati semua orang tua dan pemerintah. Walau demikian, kasus ini tidak boleh membuat orang tua lain menjadi jera memberikan imunisasi pada cheap MLB jerseys balitanya. Karena pemberian imunisasi adalah hak anak.

Kementerian Kesehatan Rl menegaskan tidak boleh ada orang tua yang melarang sang anak mendapat vaksin. Bahkan, orang lain pun tidak boleh menghalangi anak untuk diimunisasi. Penyeienggaraan imunisasi telah diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 42 tahun 2013.

Kasus vaksin Digitalb palsu sangat Coordinati mencoreng lembar perjalanan perjuangan untuk menyadarkan masyarakat akan pentingnya imunisasi. Tentu saja kewaspadaan harus ditingkatkan, namun ini tidak lantas menggugurkan kewajiban orang tua untuk memberikan proteksi bagi anak – anaknya melalui imunisasi.

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia, imunisasi lengkap adalah salah satu cara setelah ASI eksklusif dan perilaku hidup bersih dan sehat untuk menghindarkan anak dan bayi dari penyakit menular. Ini karena, dalam waktu 4 – 6 minggu setelah imunisasi akan timbul antibodi spesifik yang efektif mencegah penularan penyakit, sehingga anak tidak mudah tertular infeksi, tidak menderita sakit berat, dengan demikian Santa tidak terjadi wabah dan kematian.

Imunisasi aman bagi bayi dan balita. Saat ini lebih dari 190 negara secara terus menerus melakukan imunisasi untuk bayi dan balita. Di Farma negara tersebut terdapat institusi resmi yang meneliti dan mengawasi vaksin, yang beranggotakan dokter ahli penyakit infeksi, imunologi, mikrobiologi, farmakologi, epidemiologi, biostatistika dll. Sampai saat ini tidak ada negara yang meiarang imunisasi, justru semua Asamblea negara berusaha meningkatkan cakupan imunisasi lebih dari 90% (artinya lebih dari 90 % anak/bayi telah mendapat imunisasi).

Imunisasi Agar Kebal

Tidak ada satupun badan penelitian di dunia yang menyatakan bahwa kekebalan akibat imunisasi dapat digantikan oleh zat lain, termasuk ASI, nutrisi maupun suplemen herbal, karena kekebalan yang dibentuk sangat berbeda. ASI, nutrisi maupun suplemen herbal, maupun kebersihan dapat memperkuat pertahanan tubuh secara umum, namun tidak membentuk kekebalan spesifik terhadap kuman tertentu yang berbahaya. Apabila jumlah kuman banyak dan ganas, perlindungan umum tidak mampu melindungi bayi, sehingga masih dapat sakit berat, cacat atau meninggal.

Vaksin akan merangsang pembentukan kekebalan spesifik (antibodi) terhadap kuman, virus atau racun kuman tertentu. Setelah antibodi terbentuk, vaksin akan bekerja lebih cepat, efektif dan efisien untuk mencegah penularan penyakit yang berbahaya.

Selain diberi imunisasi, bayi tetap diberi ASI eksklusif, makanan pendamping ASI dengan nutrisi lengkap dan seimbang, kebersihan badan dan lingkungan. Suplemen diberikan sesuai kebutuhan individual yang bervariasi, Selain itu bayi harus mendapat perhatian dan kasih sayang serta stimulasi bermain untuk mengembangkan kecerdasan, kreativitas dan perilaku yang baik.

Banyak penelitian imunologi dan epidemiologi di berbagai negara membuktikan bahwa bayi dan balita yang tidak diimunisasi lengkap, tidak mempunyai kekebalan spesifik yang optimal terhadap penyakit menular berbahaya. Mereka mudah tertular penyakit tersebut, dapat menderita sakit berat, menularkan ke anak – anak lain, menyebar luas, terjadi wabah, menyebabkan banyak kematian dan cacat. Sudah terjadi di beberapa negara Asia, Afrika dan di Indonesia, wabah akan terjadi bila banyak wholesale jerseys bayi dan balita tidak diimunisasi. Wabah polio tahun 2005 – 2006 di Sukabumi karena banyak bayi dan balita tidak diimunisasi polio, dalam beberapa bulan virus polio menyebar cepat ke Banten, Lampung, Madura, sampai Aceh dan menyebabkan 385 anak lumpuh permanen. Wabah campak di Jawa Tengah dan Jawa Barat 2009 – 2011 mengakibatkan 5818 anak dirawat di rumah sakit, 16 anak meninggal, terutama yang tidak diimunisasi campak. Wabah difteri dari Jawa Timur 2009 – 2011 menyebar ke Kalimantan Timur, Selatan, Tengah, Barat, DKI Jakarta dan menyebabkan 816 anak harus di rawat di rumah sakit, 54 meninggal, terutama yang imunisasinya belum lengkap atau belum pernah imunisasi DPT.

Wabah polio ini kemudian telah berhasil dihentikan dengan imunisasi polio rutin dan tambahan secara serentak pada semua bayi/balita melalui beberapa kali Pekan Imunisasi Polio Nasional. Wabah campak di beberapa provinsi tahun 2009 – 2011 telah berhasil dihentikan, dengan cara imunisasi wholesale NBA jerseys campak rutin dan tambahan pada semua bayi balita 9 – 59 bulan di semua provinsi secara terus menerus.

Wabah difteri di beberapa provinsi tahun 2009 2011 telah berhasil dihentikan dengan imunisasi DPT rutin dan tambahan pada semua bayi balita di beberapa provinsi.

Imunisasi telah berhasil mencegah kematian sekitar 2 – 3 juta anak setiap tahun.

Imunisasi terbukti rnembuat Indonesia bebas polio yang ditandai dengan dikeluarkannya sertifikat bebas polio dari WHO pada 27 Maret 2014.

Kemudian, terjadi penurunan lebih dari 90 persen angka kesakitan dan kematian akibat penyakit difteri, pertusis atau batuk 100 hari, tetanus, hingga campak, dibandingkan 20 tahun lalu.

Pemprov Jabar VS Vaksin Palsu

Terkait kasus vaksin palsu yang meresahkan Winter masyarakat, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) lebih khusus menyoroti proses pengadaan vaksin di rumah sakit. “Vaksin yang disediakan oleh pemerintah dibeli dari PT Bio Farma. Meski demikian tetap harus waspada karena masih ada beberapa rumah sakit yang membeli sendiri,”katanya.

Lebih lanjut, Aher mengusulkan agar proses lelang pengadaan vaksin perlu dievaluasi terkait penemuan vaksin palsu yang sudah beredar di masyarakat. Dia meminta pihak – pihak Terkait mengevaluasi proses pengadaan vaksin agar tidak terjadi kembali. Sesaat setelah pengumuman Menteri Kesehatan Nila Djuwita F. Moeloek yang mempublikasikan nama –nama rumah sakit penerima vaksin palsu dalam rapat kerja dengan Komisi IX Bidang

Kesehatan di Gedung DPR Rl, Senayan, Jakarta, Kamis (14/7/16).

Pemerintah Provinsi Jawa Barat bergerak cepat merespon melalui tahapan – tahapan yang dilakukan Dinas Kesehatan Prov. Jawa Barat.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat dr. Alma Lucyati mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan wholesale nba jerseys Satgas Penanggulangan Vaksin Palsu di Pusat terdiri dari Kementerian Kesehatan, Bareskrim, BPOM, Dinas Kesehatan Provinsi. Dinkes Jabar melayangkan surat kepada 13 rumah sakit di Bekasi yang disebut sebagai penerima vaksin palsu untuk segera mendata nama – nama pasien imunisasi. Berikutnya adalah mengecek stok vaksin dari dinas kesehatan provinsi, kota, dan kabupaten untuk disalurkan ke rumah sakit tersebut. Sebab, mereka yang mendapat vaksin palsu tentu tidak mendapat manfaat kebal terhadap suatu penyakit.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat dr. Alma Lucyati mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Satgas Penanggulangan Vaksin Palsu di Pusat terdiri dari Kementerian Kesehatan, Bareskrim, BPOM, Dinas Kesehatan Provinsi. Dinkes Jabar melayangkan surat kepada 13 rumah sakit di Bekasi yang disebut sebagai penerima vaksin palsu untuk segera mendata nama – nama pasien imunisasi.

Berikutnya adalah mengecek stok vaksin dari dinas kesehatan provinsi, kota, dan kabupaten untuk disalurkan ke rumah sakit tersebut. Sebab, mereka yang mendapat vaksin palsu tentu tidak mendapat manfaat kebal terhadap suatu penyakit.

Alma menyebutkan masyarakat tidak perlu khawatir dengan keaslian vaksin yang ada sekarang di rumah sakit karena dijamin  keasliannya. “Dari sejak ada kabar mengenai vaksin palsu, Pusat telah mengeluarkan kebijakan untuk membekukan distribusi semua stok vaksin yang non pemerintah. Sedangkan vaksin yang sekarang tersedia (terutama di rumah sakit pemerintah) adalah yang buatan pemerintah serta terjamin keaslian dan mutunya,” kata Alma.

Alma mengatakan ini semacam titik balik untuk kembali mempercaya produk (vaksin) datam negeri. “Produk vaksin dalam wholesale jerseys negeri terbukti berkualitas dan aman. Mari kita pakai yang ada (diproduksi di dalam negeri), yang dapat kita kontrol karena produk Biofarma ada pre dan post market. Kita percayakan semua ke produk kita sendiri,” pungkasnya.

Sumber : Koran Tempo

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi:

N Nurlaela

Head of Corporate Communications Department.

PT Bio Farma (Persero)
Jl. Pasteur No. 28 Bandung – 40161 Indonesia
Phone : +62 22 2033755 ext. 37431
Fax : +62 22 2041306
Email : mail@biofarma.co.id
Web : www.biofarma.co.id

Twitter | Instagram | Youtube : @biofarmaID