Vaksin H1N1 dan H5N1 Diproduksi 2010

BANDUNG, KOMPAS 09/10/2009 – Indonesia melalui PT Bio Farma kini telah mampu membuat vaksin influenza A-H1N1 dan A-H5N1. Vaksin itu diperkirakan dapat diluncurkan pada Agustus 2010 . Saat ini tahap yang sedang berlangsung ada­lah pra-ujiklinis.

Pasar dunia terhadap vaksin influenza A-H1N1 dan A-H5N1 sangat terbuka

Deputi Bidang Jasa Usaha Lainnya Kementerian Negara Badan Usaha Milik Negara Muchayat di Bandung, Kamis (8/10), mengatakan, pra-uji klinis sedang dilakukan bersama Universitas Airlangga, Surabaya. Setelah itu uji klinis akan dilakukan, yang diharapkan selesai pada Juli 2010.

Adapun tahap sebelumnya, yaitu pengembangan vaksin, sudah selesai. Tahap pembuatan vaksin itu menunjukkan, Indonesia lebih cepat dibandingkan dengan nega­ra-negara lain di Asia Tenggara dan telah diakui Organisasi Kese­hatan Dunia (WHO).

Bio Farma diketahui telah mampu membuat vaksin influenza A-H1N1 dan A-H5N1 pada bulan ini. HasH itu akan disam­paikan kepada WHO pada' akhir Oktober 2009. Beberapa negara, seperti Iran, Brazil, dan Singapura, tertarik dan menanyakan kemajuan pembuatan vaksin tersebut.

Pemerintah telah menganggarkan dana Rp 700 miliar pada tahun 2009 untuk membangun fasilitas produksi vaksin dan akan ditambah menjadi Rp 1,25 triliun pada 2010. Berpegangan pada negara-negara maju, persediaan yang diperlukan sebanyak 10-20 persen dari jumlah penduduk.

Oleh karena itu, Indonesia memerlukan persediaan vaksin. un­tuk 20 juta orang atau sebanyak 40 juta dosis. Menurut Muchayat, kapasitas produksi Bio Farma per tahun diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri tersebut.

Berdasarkan itu, jumlah vaksin yang ideal sebenarnya baru akan terpenuhi setelah satu tahun pro­duksi. Meski demikian, waktu yang dibutuhkan akan lebih lama dan WHO telah meminta sekitar 4 juta dosis. Jumlah itu belum termasuk permintaan ekspor.

Harga Masing-masing Rp 80.000 Per Dosis

Persediaan vaksin influenza A-H1N1 dan A-H5Nl sangat diperlukan untuk persiapan menghadapi pandemi. Pemerintah diminta mendukung pembuatan dan produksi vaksin dengan memesan produk tersebut. Permintaan itu sudahdisampaikan kepada Departemen Kesehatan.

Meski demikian, persediaan vaksir berbentuk bulk (siap olah), atau siap pakai pun belum dipastikan. Bila pemerintah memesan vaksin, Departemen Kesehatan harus menentukan bentuknya. Vaksin akan didistribusikan ke puskesmas-puskesmas.

Direktur Perencanaan dan Pengembangan PT Bio Farma Iskandar mengatakan, harga vaksin in­fluenza A-H1N1 dan A-H5N1 masing-masing sekitar Rp 80.000 per dosis. Saat ini 5.000 dosis vaksin tengah disiapkan untuk dipakai saat uji klinis pada Desember 2009.

Uji klinis dilakukan terhadap 1.000 orang dengan total biaya sekitar Rp 3 miliar. Pasar dunia terhadap vaksin influenza A-H1N1 dan A-H5N1 sangat terbuka. Produksi vaksin polio Bio Farma seba­nyak 1,2 miliar dosis pertahun, misalnya, dapat terserap.

Sebanyak 720 juta dosis itu diekspor. Indonesia adalah negara berkembang pertama yang mampu memproduksi vaksin influenza A­HINl dan A-H5N1 "Rentang waktu produksi vaksin dengan negara-negara maju yang biasanya lima tahun bisa dipersingkat menjadi hanya enam bulan' katanya. (BAY)