VAKSINASI  
 

DIFTERI

Penyakit difteri adalah infeksi saluran pernafasan yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diphtheriae, dengan bentuk basil Gram positif.                                                                                                   Difteri dapat menyerang seluruh lapisan usia tapi paling sering menyerang anak-anak yang belum diimunisasi. Pada tahun 2000, di seluruh dunia dilaporkan 30.000 kasus dan 3.000 orang diantaranya meninggal karena penyakit ini.

Cara penularan
Penyakit difteri disebarkan orang ke orang melalui pernafasan, terutama droplet tenggorokan yang disebabakan batuk dan bersin

Gambaran Klinis
Serangan berbahaya pada periode inkubasi 1 sampai dengan 5 hari, jarang ditemui lebih lama. Dapat menyebabkan infeksi nasopharynx yang menyebabkan kesulitan bernapas dan kematian.
Penyebab utamanya adalah radang pada membran saluran pernapasan bagian atas, biasanya pharynx tetapi kadang2 posterior nasal passages, larynx dan trakea, ditambah kerusakan menyeluruh ke seluruh organ termasuk myocardium, sistem saraf, ginjal yang disebabkan exotosin (Plotkins) organisme.
Ketika difteri menyerang tenggorokan dan tonsil, gejala awalnya adalah radang tenggorokan, kehilangan nafsu makan, dan demam. Dalam waktu 2-3 hari, lapisan putih atau aba-abu ditemukan di tenggorokan atau tonsil. Lapisan ini menempel pada langit-langit dari tenggorokan dan dapat berdarah. Jika terdapat pendarahan, lapisan berubah menjai aba-abu kehijauan atau hitam. Penderita difteri biasanya tidak demam panas tapi dapat sakit leher dan sesak napas.

 



 
 

 

Komplikasi difteri
Pada fase awal atau beberapa minggu kemudian, penderita akan mempunyai detak jantung yang abnormal, yang dapat menyebabkan gagal jantung. Beberapa penderita dapat mengalami radang otot dan katup jantung, menyebabkan penyakit jantung yang kronik dan gagal jantung. Kebanyakan komplikasi menyebabkan kesulitan bernapas yang diikuti dengan kematian.



Vaksinasi
Imunisasi bayi dan anak-anak dengan DTP atau DT, dan orang dewasa dengan vaksin Td untuk mencegah difteri

Rujukan :
1. Mortimer, E.A., Jr, Diphtheria Toxoid in : Plotkin, S.A., Orenstein, W.A., eds. Vaccines, 3rd Ed., W.B. Saunders Co., Philadelphia, 1999., 140 - 157
2. www.who.int/immunization/topics/diphtheria/en

 


VAKSINASI

 

 


 
   
 
Home l  Perusahaan l  Produk l  Vaksinasi l  Litbang l  Layanan l  Tanya Jawab l  Berita l  Kontak l