Jawa Barat Bakal Ajukan Ciletuh

By biofarma
BANDUNG — Pemerintah Provinsi Jawa Barat segera mengajukan kawasan geopark Ciletuh, Sukabumi sebagai kawasan ekonomi khusus atau KEK.
Gubernur Jabar Ahmad Heryawan mengatakan rencana pengajuan KEK Ciletuh ke pemerintah pusat itu sei­ring dengan proses pengajuan Ciletuh ke dalam UNESCO Global Geopark.
“Rencananya Ciletuh kami ajukan sebagai KEK kepariwisataan,” kata­nya di Bandung, Senin (28/11).
Menurutnya, secara geografis, Ciletuh adalah kawasan yang layak diusulkan menjadi KEK karena bisa mendongkrak dan membangkitkan ekonomi di wilayah Selatan.
Pemprov Jabar sendiri sudah menyusun sejumlah rencana agar kawasan seluas 126.000 hektare (ha) tersebut menjadi magnet baru inves­tasi. “Kami inginnya industri pari­wisata, dari mulai resor, perhotelan hingga perdagangan,” ujarnya.
Heryawan menunjuk KEK Ciletuh bisa dirancang mirip dengan Tanjung Lesung atau Morotai dan Labuan Bajo.
Potensi Ciletuh sebagai kawas­an pariwisata terbuka lebar karena terbentang panjang sampai Ujung Genteng dan Pelabuhan Ratu. “In kawasan yang meliputi 8 kecamatan 74 desa. Nanti izinnya akan diajukan khusus ke Kementerian Pariwisata dan Kementerian Koordinator Perekonomian,” paparnya.
Pemprov Jabar telah menyiapkan anggaran sekitar Rp200 miliar untuk pembangunan jalan di Ciletuh pada anggaran 2017. Nantinya sepanjang pinggir pantai akan dibangun akses sehingga memudahkan wisatawan dan pelaku usaha dalam mengeks­plorasi daerah tersebut. “Aksesnya pada 2017 kami perbaiki,” tuturnya.
Heryawan mengatakan pihaknya juga telah resmi menandatangani kerja sama dengan berbagai pihak. Antara lain dengan Pemerintah Kabupaten Sukabumi, PTPN VIII, Universitas Padjadjaran, PD Jawi, Forum Komunikasi Penggerak Pariwisata, dan Paguyuban Alam Pakidulan Sukabumi setelah sebe­lumnya bersama Bio Farma.”Bentuk kerja samanya, kita bersama­sama untuk terus mengembangkan Geopark Nasional Ciletuh menjadi UNESCO Global Geopark/’ katanya.
Rencananya, proyek pengembang­an kawasan Geopark Ciletuh akan mengutamakan pembangunan akses ke lokasi dengan melibatkan kerja sama dengan Perhutani, atau PTPN serta warga masyarakat.
Asisten Daerah Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Jabar Denny Juanda menambahkan, pihaknya akan membentuk badan khusus untuk mengelola taman bumi tersebut. “Badan ini terdiri dari unsur Pemprov Jabar dan Pemkab Sukabumi,” katanya.
Pemprov berharap pengembangan ini mendapat dukungan dari peme­rintah pusat khususnya Kementerian Pariwisata. “Biasanya porsinya lebih besar APBN karena Kementerian Pariwisata juga ingin menjadikan geo­park Ciletuh sebagai kawasan ekonomi khusus pariwisata,” papar Denny.
Kepala Dinas Perhubungan Jabar Deddy Taufik mengatakan, untuk mendukung pariwisata di kawasan Kabupaten Sukabumi itu maka bandara perintis Citarate yang berlokasi di Ujung Genteng juga akan segera dibangun.
Bandara ini sangat dibutuhkan karena akses ke lokasi yang cukup jauh. Pembangunan inipun diharap­ kan akan memuluskan niat Ciletuh untuk masuk ke dalam jaringan UNESCO Global Geopark. “Bandara Citarate ini akan menjadi gerbang masuk ke geopark Ciletuh. Pak Menteri Perhubungan sudah membe­rikan dukungan,” ujarnya. (k57)
Sumber : Bisnis Indonesia