Kawasan Geopark ciletuh Akan Diperluas

By biofarma
BANDUNG ­ Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ahmad Heryawan mengajak Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk berin­vestasi membangun kawasan Geopark Ciletuh­ Pelabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi, Jabar. Kawasan Geopark Ciletuh akan dikembangkan dengan memperluasnya, dari tiga men­jadi delapan kecamatan.
“Saya berharap besar pada sejumlah BUMN untuk ber­investasi di Ciletuh. Tentunya investasi yang saling mengun­tungkan. Atau jika tidak ada maka kami akan mencari in­vestor lain,” kata Heryawan, di Gedung Sate, Bandung, Senin (28/11).
Georpark menjadi konsep wisata baru yang saat ini tengah dikembangkan Kementerian Pariwisata. Konsep geopark mengacu pada pengembangan kawasan yang memberikan pe­ngaruh terhadap konservasi, edukasi, dan peningkatan kese­jahteraan masyarakat. Diperke­nalkan pertama kali oleh UNES­CO pada 2000­an, geopark tidak hanya menjaga kelestarian alam, namun juga meningkatkan taraf hidup masyarakat.
Saat ini Geopark Ciletuh berada dalam kawasan tiga kecamatan, yakni Ciemas, Surade, dan Ujimg Genteng. Kedepan akan diperluas menjadi 74 desa di delapan kecamatan. Nantinya, tambah Heryawan, Geopark Ciletuh dibagi men­jadi tiga wilayah. Setiap wilayah mempunyai tema geoarea ma­sing-­masing. Misalnya geoarea Cisolok dengan tema pergeser­an jalur magmatik, geoarea Simpenan dengan tema plato jampang, geoarea Ciletuh fosil subduksi.
Tak sampai di situ, kawasan ekonomi khusus kepariwisataan di Ciletuh pun tengah dipersiap­ kan dalam rangka menuju Global Geopark. Dokumen-­dokumen telah disiapkan, pengembangan kawasan juga sudah dilakukan semenjak tahun lalu. “Tahun lalu kami memba­ngun jalan di sana.
Tahun 2017 akan kami siapkan anggaran se­kitar 200 miliar rupiah di sana untuk pembangunan jalan dan jembatan. Akan disiapkan jalan dari Pantai Loji membentang terus pinggir pantai sampai kepuncak Darma, lalu ke kawasan pokoknya Ciletuh,” kata Hery­awan.
Pengembangan kawas­an geopark, juga akan didu­kung dengan pembangunan fasilitas lainnya yang tengah di­kerjakan, seperti pembangunan Bandara Citarate. Keberadaan bandara ini sangat diperlukan ketika nantinya UNESCO me­netapkan kawasan ini sebagai Global Qeopark, dan menjadi kawasan wisata dunia.
Sejumlah instansi dan BUMN sudah menyatakan kes­ediaannya untuk membangun Ciletuh, antara lain Pemkab Su­kabumi, Kementerian LH dan Kehutanan, PT Perkebunan Nu­santara VIII, PT Bio Farma (Per­sero), Universitas Padjadjaran, PD Jawi, Paguyuban Alam Paki­dulan Sukabumi, dan Forum Komunikasi Kelompok Peng­gerak Pariwisata Kabupaten Su­kabumi. ■ tgh/N­3
Sumber : Koran Jakarta