Menkes Nila Moeloek dan Dede Yusuf Tinjau Fasilitas Produksi Vaksin Bio Farma

By biofarma

(13/1) Bandung – Nila Moeloek, Menkes RI bersama Dede Yusuf, Ketua Komisi IX DPR-RI kunjungi fasilitas produksi vaksin Bio Farma, didampingi rombongan Kementerian Kesehatan RI, Dodo Suhendar Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat dan didampingi langsung, Juliman Dirut Bio Farma, Rahman Roestan, Direktur Pemasaran, serta Direksi lainnya. Pada hari Sabtu, 13 Januari 2018.

“Hari ini, kami datang ke Bio Farma untuk melihat langsung proses produksi, karena kejadian KLB difteri yang salah satunya akibat beberapa kelompok masyarakat yang tidak mau diimunisasi.

“Saya sangat meminta komisi IX untuk membantu bagi yang menolak atau tidak disiplin, dan tidak mau diimunisasi, salah satu yang kita dorong melalui Kemendikbud, adalah kebijakan sebelum masuk sekolah harus memperlihatkan buku imunisasi.
Begitupun jika putra – putri kita sekolah ke luar negeri akan diminta daftar kelengkapan imunisasi, dan jika tidak terpenuhi tidak akan diterima disekolah disana.

Terkait kesiapan pasokan vaksin yang mengandung difteri untuk tahun 2018 termasuk kesiapan pasokan untuk Outbreak Response Immunisastion (ORI), dan Program Imunisasi Nasional kesediaannya terjamin.

Menurut Juliman, semua vaksin yang diproduksi Bio Farma untuk program (ORI), Program Imunisasi Nasional dan ekspor, sangat terjamin kualitas, keamanan, dan khasiatnya, “Seluruh vaksin yang diproduksi Bio Farma, telah melewati seragkaian pengujian yang ketat, untuk mendapatkan release (ijin edar) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM). Bahkan untuk dapat mengekspor vaksin, produk Bio Farma harus diaudit oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO)”, Ujar Juliman.

Juliman mengatakan untuk pengalihan pasokan ekspor hanya vaksin yang mengandung difteri saja, sedangkan untuk vaksin lainnya seperti campak, polio, dan sebagainya masih tetap dapat kami penuhi untuk kebutuhan ekspor.

Sementara itu Dede Yusuf mengatakan, hasil dari kunjungan langsung ke Bio Farma, bahwa stok vaksin tersedia, adapun stok yang dialokasikan untuk ekspor dialihkan dulu untuk kebutuhan dalam negari, ini artinya, ada jaminan dari Bio Farma untuk menjaga ketersediaan vaksin. Jika diluar ada yang menyatakan bahwa vaksin langka, hal ini dikarenakan adanya proses distribusi”

Terkait dengan halal, kita melihat kepercayaan negara islam terhadap produk Bio Farma, negara – negara tersebut mempercayakan penyediaan vaksin kepada Bio Farma dibandingkan dengan produsen vaksin negara lain, ini membuktikan kepercayaan terhadap kualitas vaksin dan keamanannya.

—*—
Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi:
N. Nurlaela Arief
Head of Corporate Communications Dept.
Bio Farma
(022) 2033755 ext 37412
Email : lala@biofarma.co.id