ABOUT US

Biotech Innovation for a Global Competitiveness

Screen Shot 2015-10-06 at 12.35.33 PM

Perjalanan panjang Bio Farma hingga kini telah bertransformasi menjadi produsen vaksin dan antisera kelas dunia. Bermula ketika pemerintah kolonial Hindia Belanda mendirikan “Parc-vaccinogene” (Lembaga Pengembangan Vaksin Negara) pada tanggal 6 Agustus 1890. Lembaga tersebut menempati sebuah gedung di daerah Weltevreden – Batavia, yang kini menjadi Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto  Jakarta.

 

Sejak awal berdirinya, Parc-vaccinogene fokus pada berbagai penelitian untuk memberantas penyakit menular hingga akhirnya Parc-vaccinogene menjalin kerja sama dengan Institut Pasteur untuk melakukan penelitian mengenai mikrobiologi, sehingga lembaga ini berubah nama menjadi Parc-vaccinogene en Institut Pasteur. Sejalan dengan perkembangan jaman, Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan nama dan badan hukum hingga pada tahun 1997 berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 1 tahun 1997 Perusahaan berubah menjadi Perusahaan Perseroan (Persero) yang sahamnya sepenuhnya dimiliki oleh Pemerintah Republik Indonesia dengan nama PT Bio Farma (Persero).

 

Akta pendirian dan Anggaran Dasar atas perubahan bentuk Perusahaan tersebut telah diaktakan dengan Akta Notaris Muhani Salim SH., No. 1 tanggal 3 Februari 1997, dan telah disetujui oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. C2-1423HT.01.01. tanggal 5 Maret 1998 tentang Pengesahan Akta Pendirian Perusahaan dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia tanggal 16 Juli 2002 No. 57 Tambahan No. 6884. Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan dan terakhir berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia tanggal 14 Agustus 2009 No. 65 Tambahan No. 21702. Susunan Direksi terakhir telah dimuat dalam Akta No. 45 tanggal 30 Oktober 2009 tentang Pernyataan Keputusan Menteri Negara BUMN selaku Rapat Umum Pemegang

Saham Perseroan (Persero) yang dibuat oleh notaris Fathiah Helmi, SH., dan telah diterima dan dicatat didalam database Sistem Administrasi Badan Hukum Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia RI No.AHU-AH.01.10-19828 tanggal 9 November 2009, dan perubahan modal disetor yang telah dimuat dalam Akta No. 26 tanggal 18 Juli 2012 tentang Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Perusahaan Perseroan (Persero) yang telah disahkan oleh Notaris Fathiah Helmi, SH.

 

Sampai hari ini, Bio Farma telah memainkan peran signifikan dalam sejarah pengembangan vaksin dan serum. Sebagai satu-satunya Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang memproduksi vaksin dan antisera. Komitmen untuk mempersembahkan produk yang berkualitas dan inovatif ditunjukkan dengan kinerja yang senantiasa mengacu pada standar internasional dan sistem manajemen mutu terkini. Bio Farma telah menerapkan berbagai sistem terintegrasi, antara lain: CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik) dari Badan POM dan current Good Manufacturing Practices (cGMP) dari Badan Kesehatan Dunia (WHO), Good Laboratory Practices (GLP), Good Clinical Pratices (GCP), Good Distribution Practices (GDP), sistem manajemen terpadu ISO 9001:2008, ISO 14001:2004, dan OHSAS 18001:2007. Serta panduan world class standard antara lain ISO 26000 guidance for CSR, Enterprise Risk Management ISO 31000, International Financial Reporting Standard (IFRS).

 

Kiprah Bio Farma telah diakui di tingkat global. Sejak tahun 1997, Bio Farma merupakan salah satu dari sekitar 29 produsen vaksin/22 negara di dunia yang telah mendapatkan Prakualifikasi Badan Kesehatan Dunia atau WHO (World Health Organization) sehingga dipercaya untuk memenuhi kebutuhan vaksin di lebih dari 130 negara. Bekerja sama dengan jaringan internasional berskala global, lembaga penelitian, organisasi profesional tingkat regional dan juga perusahaan multinasional, Bio Farma ikut aktif mengupayakan kesehatan masyarakat dunia, baik secara langsung dengan menyediakan vaksin, transfer teknologi, perusahaan dan pemerintahan yang menghasilkan kebijakan kesehatan yang lebih bermanfaat bagi masyarakat.

 

Saat ini, kegiatan usaha Bio Farma berpusat di Jalan Pasteur No. 28 Bandung yang menempati lahan seluas 91.058 m2 yang digunakan untuk fasilitas produksi, penelitian dan pengembangan, pemasaran, serta administrasi. Disamping itu, Perusahaan memiliki fasilitas penunjang di Cisarua, Lembang, Kabupaten Bandung Barat di atas lahan seluas 282.441 m2 yang digunakan untuk pengembangbiakan dan pemeliharaan hewan laboratorium. Perusahaan juga memiliki kantor perwakilan di Gedung Pakarti Centre Jl. Tanah Abang III No. 23-27 Jakarta.