DIREKTUR UTAMA

DIREKTUR KEUANGAN

DIREKTUR PEMASARAN

DIREKTUR SDM

DIREKTUR PRODUKSI

DIREKTUR PERENCANAAN & PENGEMBANGAN

Pengawasan & Pengendalian Intern

Divisi Quality Assurance

Sekretaris Perusahaan

Divisi Perencanaan & Strategi Perusahaan

Divisi Teknologi Informasi

-Divisi Keuangan

-Divisi Anggaran & Akutansi Keuangan

-Divisi Kepatuhan & Manajemen Risiko

-Divisi Corporate Legal

-Divisi Penjualan Dalam Negeri

-Divisi Ekspor &
Pengembangan Bisnis

-Divisi Pemasaran

-Divisi Regulatory Affairs

-Unit Bisnis Klinik & Imunisasi

-Divisi Human Capital

-Divisi Pengadaan

-Divisi PKBL, CSR & EHS

-Divisi Manajemen Aset & Umum

-Divisi Produksi Vaksin Virus

-Divisi Produksi Vaksin Bakteri

-Divisi Produksi Farmasi

-Divisi Teknik & Pemeliharaan

-Divisi Perencanaan Produksi &
Manajemen 
Persediaan

-Divisi Pengawasan Mutu

-Divisi Hewan Laboratorium

-Divisi Surveilans & Uji Klinis

Quality Assurance (QA)

Divisi Quality Assurance memiliki peran dalam menjaga manajemen mutu produk Biofarma, melakukan audit manajemen lingkungan, audit sistem manajemen kesehatan  dan keselamatan kerja (K3),  audit praktik produksi yang baik (GMP), melakukan audit vendor serta mengaudit aduan pelanggan.

Tugas Kepala Divisi Quality Assurance (QA)

  1. Melakukan Audit Sistem Manajemen Mutu.
  2. Melakukan Audit Sistem Manajemen Lingkungan.
  3. Melakukan Audit Sistem Manajemen Kesehatan Keselamatan Kerja.
  4. Melakukan Audit Praktik Produksi yang Baik (GMP).
  5. Melakukan Audit Vendor
  6. Melakukan Audit Pengaduan Pelanggan

Wewenang Kepala Divisi Quality Assurance (QA)

Kepala Divisi Quality Assurance dan/atau MR berwenang untuk menyetujui program audit serta menunjuk tim audit yang kompeten dan independen yang akan melakukan audit ke setiap Divisi/Bagian yang terkait dan memerintahkan audit di luar jadwal yang telah ditentukan baik dengan pemberitahuan dan/atau tanpa pemberitahuan kepada auditee.

Tanggung Jawab Kepala Divisi Quality Assurance (QA)

  1. Bertanggung Jawab terhadaaap penerapan integrasi ISO 900i.
  2. Bertanggung jawab terhadap penerapan integrasi ISO 14001
  3. Bertanggung jawab terhadap penerapan integrasi OHSAS 18001

Kepala Bagian QA Service bertanggung jawab untuk membuat jadwal, program audit, lingkup audit dan evaluasinya termasuk penyimpanan rekaman internal audit serta melaporkan pelaksanaan audit pada Kepala Divisi QA dan/atau MR. Pembuatan jadwal internal audit berdasarkan analisis risiko (Risk Analysis).

Struktur Organisasi Quality Assurance (QA)

Sesuai SK Direksi No. 05586/DIR/VIII/2015 tanggal 21 Agustus 2015 tentang Bagan Organisasi PT Bio Farma (Persero), secara struktural Quality Assurance (QA) berada di bawah Direktur Utama dan dipimpin oleh seorang Kepala Divisi yang membawahi QA System, QA Operation, QA Service. Struktur Organisasi Divisi QA Bio Farma adalah sebagai berikut:

Corporate Secretary (Corsec)

Sekretaris Perusahaan memiliki peranan penting dalam memfasilitasi komunikasi antara perusahaan dengan seluruh pemangku kepentingan. Sekretaris Perusahaan juga bertanggung jawab untuk memastikan kepatuhan perusahaan terhadap perundangan dan peraturan, serta aspek keterbukaan dari perusahaan.

Struktur Organisasi Corporate Secretary (Corsec)

Sekretaris Perusahaan merupakan organ pendukung Direksi yang memiliki peranan penting untuk memastikan bahwa BUMN mematuhi peraturan tentang persyaratan keterbukaan sejalan dengan penerapan prinsip-prinsip GCG, memberikan informasi yang dibutuhkan oleh Direksi dan Dewan Komisaris/Dewan Pengawas secara berkala dan/atau sewaktu-waktu apabila diminta, sebagai penghubung (liaison officer), menatausahakan serta menyimpan dokumen perusahaan, risalah rapat Direksi, rapat Dewan Komisaris dan RUPS.

Pengendalian dan Pengawasan Internal

Audit Internal merupakan suatu kegiatan pemberian keyakinan (assurance) dan konsultasi yang bersifat independen dan objektif, dengan tujuan untuk meningkatkan nilai dan memperbaiki operasional perusahaan, melalui pendekatan yang sistematis, dengan cara mengevaluasi dan meningkatkan efektivitas sistem pengendalian intern, manajemen risiko, dan tata kelola perusahaan yang baik.

Struktur Organisasi Pengawasan Internal (PI)

Bio Farma membentuk Audit Internal yang disebut dengan Pengawasan Internal (PI) dipimpin oleh seorang Kepala Pengawasan Internal yang diangkat dan diberhentikan oleh Direktur Utama dengan persetujuan Dewan Komisaris. Pengawasan Internal merupakan pengawas yang objektif dan independen, dibentuk untuk memberikan nilai tambah dalam meningkatkan kinerja Perusahaan dengan memperhatikan prinsip-prinsip Good Corporate Governance.

Compliance & Risk Management (CRM)

Manajemen Risiko Korporat adalah upaya untuk mengidentifikasi, menganalisis/mengevaluasi, mengelola dan mengkaji ulang risiko perusahaan secara efektif agar tujuan perusahaan yang telah ditetapkan dapat tercapai dengan dampak risiko seminimal mungkin. Kewajiban Perusahan untuk menerapkan Manajemen Risiko terdapat dalam Peraturan Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor: PER-01/MBU/2011 tanggal 1 Agustus 2011 tentang Penerapan Tata Kelola Perusahaan Yang Baik (Good Corporate Governance) Pada Badan Usaha Milik Negara dan diperbaharui melalui Peraturan Menteri BUMN Nomor: PER-09/MBU/2012 Tanggal 6 Juli 2012. Manajemen Risiko Korporasi di Bio Farma dituangkan di dalam Manual Bio Farma (MBF-01 dan MBF-02).

Mengelola risiko adalah tanggung jawab setiap orang, sehingga setiap karyawan harus mengenali setiap risiko yang terkait dengan pekerjaannya dan mengelolanya secara proaktif. Bio Farma menyadari bahwa jalannya operasiona Perusahaan tidak terlepas dari berbagai risiko, baik yang berada di bawah kendali maupun di luar kendali Perusahaan. Karena itu risiko tidak boleh diabaikan dan harus dikelola secara integrasi, optimal, dan berkesinambungan, sebagai bagian yang tak terpisahkan dari praktik tata kelola yang baik.

Sejak tahun 2009, Sistem Manajemen Risiko yang diterapkan di Bio Farma mengacu kepada COSO Enterprise Risk Management – Integrated Framework. Seiring dengan perancangan Sistem Manajemen Terpadu Bio Farma, Sistem Manajemen Risiko Bio Farma mengalami perubahan dengan bridging COSO Enterprise Risk Management – Integrated Framework ke ISO 31000 (2009).