1. Penyerahan Barang/Jasa

  1. Penyerahan barang/jasa dilaksanakan secara sebagian/sekaligus, dalam keadaan baik dan lengkap, sesuai dengan kualitas/spesifikasi/contoh yang telah ditentukan , disertai Surat Pengantar Barang dan Faktur Pajak (lembar 1 dan 2).
  2. Untuk   barang   berupa   mesin/alat, disamping ketentuan tersebut diatas harus pula memenuhi   persyaratan sebagai berikut:
    1. Harga barang sudah/belum termasuk biaya pemasangan di lokasi;
    2. Jaminan bahwa mesin/alat tersebut berfungsi dengan baik;
    3. Selama masa garansi, Rekanan berkewajiban untuk melaksanakan pemeriksaan mesin/alat secara berkala.
  3. Untuk pekerjaan konstruksi  masa pemeliharaan harus sesuai dengan kesepakatan.

2. Penagihan/Pembayaran

  1. Penagihan dapat dilaksanakan jika barang/jasa     telah diserahkan (sebagian/seluruhnya) dan diterima oleh Bagian Penunjang Pembelian PT Bio Farma (Persero), yang dinyatakan dalam Product Receipt atau Berita Acara.
  2. Tagihan   diserahkan   langsung   ke Bagian Penunjang Pembelian, dengan kelengkapan sebagai berikut:
    1. Kwitansi  dan/atau Faktur Penjualan (asli dan salinan 1 lembar);
    2. Surat Pengantar Barang (asli);
    3. Faktur Pajak (salinan 1 lembar);
    4. Purchse Order (salinan 1 lembar).
  3. Pembayaran akan dilaksanakan sesuai dengan kebijakan yang berlaku di Divisi  Pengadaan PT Bio Farma (Persero).

3. Sanksi-Sanksi

  1. Terhadap barang   yang diserahkan, jika ternyata kemudian terdapat cacat yang tidak tampak, PT Bio Farma (Persero) berhak mengajukan tuntutan dalam tenggang waktu 1 (satu) bulan setelah cacat yang tidak tampak pada   barang tersebut diketahui dan diberitahukan secara tertulis.
  2. Sehubungan dengan Pasal 3.a diatas, PT Bio Farma (Persero) tidak akan menerima item yang merupakan hasil perbaikan dari barang/mesin/alat yang sebelumnya cacat secara fisik dan/atau cacat secara fungsi
  3. Jika ketentuan pada Pasal 3.a dan 3.b di atas tidak dapat dipenuhi dan barang/jasa terlambat diserahkan, maka akibat keterlambatan penyerahan baik sebagian maupun seluruhnya, kepada Rekanan akan dikenakan sanksi-sanksi sebagai berikut:
    1. Denda sebesar 10/00 (satu per seribu) per hari dari Nilai Purhcase Order atau Nilai Perjanjian (untuk pembelian yang berdasar kepada Perjanjian) apabila penyerahan barang/jasa tidak secara bertahap/sebagian, namun tidak melebihi 5% (lima per seratus) dari Nilai Purchase Order atau Nilai Perjanjian (untuk pembelian yang berdasarkan kepada Perjanjian); atau
    2. Denda sebesar 10/00   (satu per seribu)  per  hari   dari   nilai barang/jasa dalam Purchase Order yang terlambat diserahkan apabila penyerahan barang/jasa dilakukan secara bertahap/sebagian, namun tidak melebihi 5% (lima per seratus) invoice total value. dari nilai total tagihan.
    3. Jika terjadi kondisi dimana barang/jasa mungkin akan terlambat diserahkan, Rekanan harus memberitahukan secara tertulis, dilengkapi dengan alasan keterlambat paling lambat 14 (empat belas) hari sebelum batas   waktu penyerahan. Jika alasannya dapat diterima oleh PT Bio Farma (Persero), maka dapat dibuatkan suatu amendemen.

4. Ketentuan Pekerjaan Validasi/Kalibrasi

Untuk pekerjaan jasa perbaikan/validasi/kalibrasi yang dilaksanakan di luar fasilitas PT Bio Farma (Persero), Rekanan harus menyampaikan pemberitahuan mengenai pekerjaan tersebut ke Bagian terkait di PT Bio Farma (Persero) dan berkewajiban memastikan barang/mesin/alat yang akan diperbaiki/ divalidasi/dikalibrasi dalam keadaan baik secara kualitas maupun kuantitasnya.

5. Lain-Lain

Dalam hal ditemukan adanya indikasi penyimpangan dan/atau kecurangan dalam pelaksanaan kesepakatan antara PT Bio Farma (Persero) dan Rekanan yang dapat menimbulkan kerugian bagi PT Bio Farma (Persero), maka PT Bio Farma (Persero) berhak melakukan penundaan dan/atau pembatalan pelaksanaan Purhcase Order ini. Indikasi penyimpangan dan/atau kecurangan antara lain termasuk namun tidak terbatas pada:
  1. Adanya indikasi manipulasi harga baik penggelembungan (mark up) maupun mengurangi (mark down);
  2. Adanya indikasi proyek fiktif;
  3. Adanya indikasi pemalsuan identitas Rekanan;
  4. Adanya indikasi barang/jasa di bawah spesifikasi/kualitas yang disepakati