FAQ Seputar Vaksin MR

Apakah Vaksin MR ini Produksi dalam negeri?

Vaksin MR ini bukan diproduksi di dalam negeri, melainkan vaksin impor partnership sinergi dengan negara berkembang, produk vaksin MR sudah mempunyai Pra-Qualifikasi WHO, teregistrasi dan dipasarkan di lebih dari 140 negara, dipakai lebih dari 1 miliar dosis, termasuk di Malaysia, Iran, Kamerun, Maroko, Tunisia, Yaman dan negara Islam lainnya.

Apakah Vaksin MR ini mempunyai sertifikat halal?

Saat ini Vaksin MR belum mempunyai sertifikat Halal, namun Fatwa MUI No 4/2016 mendukung program imunisasi nasional. Secara Internasional penerapan vaksinasi di negara Islam (OIC) dianggap tidak ada masalah.

Apakah Vaksin MR ini mengandung Babi?

Karena ini produk import, harus dicek terlebih dahulu sumber awalnya, namun saat ini belum ada produk MR lainnya. Juga mempertimbangkan mengejar program imunisasi nasional yang sudah diterapkan mencapai target eliminasi campak rubella tahun 2018.

Apakah Vaksin MR dibuat menggunakan stem cells?

Vaksin MR tidak menggunakan stem cell dalam produksinya. Beredarnya isu bahwa vaksin MR menggunakan stem cell dikarenakan adanya kesalahan pemahaman.

Apakah Vaksin MR ini dibuat menggunakan virus dari aborsi wanita sehat yang dipaparkan virus rubella?

Vaksin MR bukan dibuat dari virus aborsi wanita sehat yang dipaparkan virus rubella.

Apakah bedanya MR dengan MMR?

Vaksin MMR mencegah penyakit mumps (gondongan), measles (campak) dan rubella, sedangkan Vaksin MR untuk mencegah penyakit measles (campak) dan rubella.

Kedua vaksin sama baiknya namun penggunaannya akan menyesuaikan dengan insiden penyakit di negara tersebut. Saat ini yang menjadi masalah di Indonesia adalah campak dan rubella, sehingga diputuskan untuk melaksanakan kampanye imunisasi MR.

Apakah produk MR aman?

Vaksin MR yang digunakan sangat aman dan berkualitas, karena sudah mepunyai ijin edar dari BPOM, mendapatkan pra qualifikasi dari badan kesehatan dunia (WHO) dan digunakan sejak tahun 1989 di lebih dari 140 negara termasuk negara Islam, dan lebih dari 1 miliar dosis.

Bagaimana efek samping vaksin MR pada pengguna?

Secara umum vaksin MR sangat aman, seperti pemberian imunisasi lainnya, dapat timbul nyeri ringan pada lokasi tempat suntikan 24 jam setelah vaksinasi. Demam ringan dapat terjadi pada 5-15 % penerima vaksin yang timbul pada hari ke 7 sampai hari ke 12 setelah vaksinasi. Demam ringan dapat terjadi selama 1 sampai 2 hari. Ruam (kemerahan pada kulit) dapat terjadi sekitar 2% timbul pada hari ke 7 sampai ke 10 setelah vaksinasi dan berlangsung sampai 2 hari. Nyeri sendi dapat terjadi sebanyak 0-3% pada anak-anak.

Apabila ada efek samping setelah imunisasi MR, kemana melapornya?

Silakan melapor ke Puskesmas wilayah setempat

Kondisi apa yang tidak membolehkan / menunda pemberian vaksin MR ?

Pemberian Vaksin MR agar ditunda apabila anak menderita demam tinggi, flu berat, diare berat atau bila anak tidak sehat dapat berkonsultasi ke petugas kesehatan.

Apakah Vaksin MR menimbulkan Autisme?

Sampai saat ini tidak ada bukti yang menunjukan bahwa imunisasi ini dapat menyebabkan Autisme.

Apakah Vaksin MR mengandung Mercury?

Vaksin MR tidak mengandung Mercury.

Bagaimana komposisi Vaksin MR?

Komposisi Vaksin MR terdiri dari virus campak dan rubella yang dilemahkan, setiap dosis vaksin MR mengandung 1000 CClD50 virus campak dan CClD5C virus rubella

Pada usia berapa Vaksin MR diberikan?

Vaksin MR dalam kampanye imunisasi nasional ini diberikan pada bayi usia 9 bulan sampai dengan kurang dari 15 tahun

Apakah kalau sudah pernah di berikan vaksin campak, vaksin MMR, apakah perlu diberlikan lagi vaksi MR?

Vaksin MR Program pemerintahan yang dimulai pada agustus 2017 aman diberikan lagi tanpa memperhitungkan status imunisasi sebelumnya.

Apakah Ibu Hamil perlu mendapat vaksin MR?

Vaksin MR diberikan pada bayi usia 9 bulan sampai dengan kurang dari 15 tahun, Vaksin MR tidak boleh diberikan pada wanita hamil.

Mengapa imunisasi MR diberikan pada anak usia 9 bulan — 15 tahun, padahal risiko yang fatal ada pada wanita hamil?

Karena berdasarkan data surveilans kasus rubella terbanyak di Indonesia adalah pada usia dibawah 15 tahun, untuk mencapai eliminasi rubella di Indonesia, maka kelompok usia inilah yang harus diimunisasi. Pelaksanaan Vaksin MR pada bulan Agustus khusus untuk anak usia sekolah, sedangkan untuk bayi di posyandu dan puskesmas dijadualkan pada bulan september. Bila cakupan imunisasi tinggi pada kelompok usia ini, maka akan melindungi juga ibu hamil dan calon ibu dari penyakit rubella (kekebalan berkelompok atau herd immunity).

Apakah pemberian vaksin dapat diberikan bersamaan dengan pemberian vaksin lainnya seperti vaksin DTP, HEP B, HIB, OPV atau IPV dan vaksin lainnya?

Vaksin MR dapat diberikan secara bersamaan dengan vaksin lainnya seperti vaksin DTP, HEP B, HIB, TT, Td,DT, OPV dan IPV.

Berapa hari jarak minimal pemberian vaksin dengan pemberian vaksin?

Jarak minimal pemberian vaksin MR dengan pemberian vaksin lain adalah 1 bulan.

FAQ Kunjungan

Bagaimana Penyaluran vaksin sampai ke masyarakat?

Distribusi sektor pemerintah

Dari Gudang bio farma, Vaksin dibawa dengan Kendaraan berpendingin menuju Gudang Dinas Kesehatan Provinsi. Dari gudang Dinas Kesehatan Provinsi, Vaksin akan didistribusikan ke gudang penyimpanan Dinas Kesehatan Kota dan Kabupaten. Dari gudang Dinas Kesehatan kota dan Kabupaten, Vaksin akan didistribusikan ke Puskesmas, yang selanjutnya diberikan kepada consumen

Distribusi sector swasta dan eksport

Dari Gudang Bio Farma, Vaksin dibawa dengan kendaraan berpendingin melalui transportasi darat/udara/laut menuju gudang distributor/pembeli, dengan tetap memperhatikan sistem rantai dingin. Dari gudang distributor/pembeli, Vaksin dibawa menggunakan kendaraan berpendingin ke tempat tujuan akhir (rumah sakit, klinik, tempat praktek dokter) yang selanjutnya diberikan kepada konsumen

Bagaimana menjamin vaksin yang diterima masih dalam kondisi baik, mengingat vaksin sangat peka terhadap perubahan suhu?

Kita dapat mengetahui vaksin dalam kondisi baik atau tidak dengan melihat VVM (Vaksin Vial Monitor). Dengan membaca perubahan warna pada kertas VVM, kita dapat mengetahui apakan vaksin tersebut disimpan dalam suhu yang sesuai atau tidak, jika warnanya sudah berubah berarti vaksin tersebut tidak dapat digunakan lagi karena sudah rusak walaupun masa expired datenya masih lama

Bagaimana proses produksi vaksin ?

Ada 7 tahapan dalam proses produksi vaksin, yaitu:

  1. Penyiapan Media : Pengambilan bibit vaksin terbaik (virus/bakteri), agar jumlahnya memenuhi kebutuhan pembuatan vaksin
  2. Inokulasi : Penanaman virus/bakteri pada suatu media yang sudah dimurnikan
  3. Panen : Proses memanen virus dan bakteri yang ditanam dalam media dalam jumlah tertentu
  4. Inaktivasi: Melakukan pelemahan/inaktivasi virus atau bakteri
  5. Pemurnian-Purifikasi : Melakukan pemurnian virus/bakteri yang sudah tumbuh tersebut, dalam proses purifikasi, yaitu suatu proses untuk menghilangkan zat-zat yang tidak relevan dengan produk vaksin
  6. Formulasi : Memformulasi bulk vaksin yang telah dimurnikan dengan zat-zat tambahan.
  7. Final Produk (Filling&Packaging) Melakukan pengisian vaksin kedalam kemasan. Pemasangan Label pada kemasan vaksin

Bagaimana tahapan uji klinis vaksin di Bio Farma?

Clinical Trial I: Mengetahui keamanan produk dan efek samping yang dapat ditimbulkan. Dalam tahap ini sudah mulai diberikan kepada 10-100 orang.

Clinical Trial II: Mencari tahu dan mengevaluasi respon imunitas dengan menambah jumlah responden menjadi 100-300 orang.

Clinical Trial III: Mengetahui tingkat efikasi vaksin dengan jumlah subjek dihitung secara statistik.

Bagaimana penanganan limbah di pabrik vaksin?

Limbah di bio farma ada 2 jenis yaitu limbah padat dan cair, untuk limbah padat akan dimusnahkan dengan insenerator, dibakar dengan suhu tinggi dan kemudian sisa pembakaran diserahkan kepada pihak ke-3 yang sudah terdaftar menurut undang – undang seperti peruahaan yang bergerak di bidang pengolahan limbah.

Limbah cair terdiri dari limbah cair virus dan bakteri. Sebelum masuk kedalam kolam limbah,

Dari mana bahan baku vaksin?

Bahan baku ada yang primer dan sekunder, Untuk yang primer seperti garam kimia memang masih import karena Indonesia belum mempunyai industry hulu farmasi. Sementara untuk bahan sekunder seperti vial, labeling itu dari dalam negeri

Dari mana mendapatkan bibit virus dan bakteri?

Bio Farma bekerja sama dengan kementerian kesehatan dan World Health Organization (WHO) sehingga mendapatkan bibit penyakit untuk dibuat vaksin

Media yang digunakan untuk menumbuhkan virus & bakteri?

Untuk menumbuhkan virus menggunakan media telur sedangkan untuk menumbuhkan baketeri menggunakan media seperti kentang & agar-agar

Apakah untuk membuat berbagai jenis vaksin menggunakan mesin yang sama?

Setiap produk obat dan vaksin menggunakan mesin yang berbeda, tergantung dari jenis dan golongan bahan bakunya. Untuk jenis dan golongan tertentu, diharuskan menggunakan mesin yang dedicated untuk menghindari cross contamination.

Bagaimana quality control di biofarma?

Bio Farma menerapkan QMS (Quality Management System) yang menyeluruh, mulai dari pemilihan vendor, sistem penerimaan - penyimpanan - pendistribusian raw material, sistem manufaktur meliputi produksi, in process control, sampling dan QC test sampai ke storage, package dan distribusi finish product. Setiap Batch yang diproduksi, di test, storage selama karantina maupun release product terpisah jelas dengan batch lainnya dengan segregasi sehingga menghindari ketercampuran antar bahan atau batch yang berbeda.
Badan Regulasi secara periodik melakukan inspeksi, yaitu BPOM dan Badan kesehatan dunia

Berapa lama proses penelitian yang dibutuhkan untuk menemukan satu jenis vaksin?

Membuat vaksin jenis baru bukanlah hal mudah. Mulai dari riset beban penyakit, hingga menemukan bibit mikroorganisme yang baik dan formulasinya dapat memakan waktu 12 tahun bahkan lebih. Setiap tahap pengembangan ini senatniasa harus dalam tatanan CPOB

Apakah semua orang dapat dilindungai dari penyakit dengan imunisasi?

Walaupun semua dosis vaksinasi telah diberikan, tidak semua orang terlindungi dari penyakit. Vaksin campak, tetanus, polio dan HIb memberi perlindungan lebih dari 95% kepada anak-anak yang telah mendapatkan dosis lengkap. TIga dosisi vaksin DPT melindungi kira-kira 85% anak-anak yang divaksinasi. Sisanya 15% bisa tetap menderita penyakit, namun dengan gejala yang lebih ringan dan tanpa komplikasi

Jika vaksin tidak memberikan perlindungan 100%, apa gunanya mendapatkan imunisasi?

Vaksin memang tidak 100% efektif, jadi mungkin aja anak tetap terkena penyakit yang telah diberikan vaksin tersebut. Namun anak yang divaksin jauh lebih kecil kemungkinan mereka terkena penyakit jika dibandungkan dengan anak yang tidak divaksin. Kalaupun anak yang divaksin terkena penyakit tersebut, system imun mereka sudah lebih siap untuk melawan kuman penyakit tersebut dan gejala yang diderita akan jauh lebih ringan. Mereka juga bisa dicegah dari mendapatkan komplikasi serius dari penyakit tersebut seperti kecacatan atau bahkan kematian

Berapa lama perlindungan yang diberikan vaksin?

Vaksin yang berbeda akan memberikan masa perlindungan yang berbeda. Ada vaksin yang memberikan perlindungan seumur hidup. Ada yang bia bertahan selama 30 tahun. Ada yang kurang dari itu. Virus influenza misalnya, karena cepat bermutasi, vaksin influenza perlu diberikan setiap tahun untuk memberi perlindungan terhadap virus paling muktahir.

Berapa lama waktu yang diperlukan oleh vaksin untuk berekasi dalam tubuh?

Secara umum, respons imun normal akan mulai bekerja sekitar dua minggu.Ini berarti perlindungan terhadap penyakit tidak langsung terjadi setelah imunisasi

Apa yang terkandung dalam vaksin ?

Vaksin mengandung :

  1. virus hidup yang dilemahkan dalam dosis yang sangat kecil
  2. Bakteri/virus yang telah mati atau bagian dari bakteri dalam dosis yang sangat kecil
  3. Toksin dari bakteri yang telah dimodifikasi dalam dosis yang kecil

Apa saja jenis vaksin?

  1. Vaksin hidup (live vaccine) mengandung kuman hidup yang dilemahkan
  2. Vaksin inaktif (misalnya whole cell vaccine) menggunakan kuman yang dimatikan dengan bahan kimira, panas atau radiasi
  3. Subunit vaccines (toxoid,acellular,DNA&recombinant vaccines) hanya menggunakan bag tertentu dr kuman

Apakah vaksin benar2 aman? Padahal dihaasilkan dari Virus/bakteri?

Vaksin hanya menggunakan bagian-bagian tertentu dari kuman/keseluruhan kuman yang telah dimatikan/dilemahkan. Ia tidak mempunyai kemampuan untuk menyebabkan terjadinya sesuatu penyakit

Vaksin mengandung bahan kimia berbahaya?

  1. Alumunium berperan sebagai ajuvan untuk meningkatkan respon imun vaksin. Kandungan alumunium dalam ASI bahkan lebih banyak
  2. Formalin digunakan untuk menetralkan tokin tetanus sehingga menjadi toksiud untuk merangsang kekebalan tubuh . Kandungan formalin dalam darah manusai bahkan lebih tinggi
  3. Merkuri dalam bentuk organiknya, etil merkuri berperan sebagai pengawet untuk mencegah kontaminasi bakteri dan jamur ke dalam vaksin

Benarkah ada vaksin yang mengandung merkuri?

Kebanyakan vaksin tidak menggunakan merkuri, kecuali dalam bentuk organic yang dikenal sebagai thimerosal. Bahan organic ini berasal dari etil merkuri yang bisa dibuang dengan mudah oleh tubuh. Selain itu, jumlahnya sangat kecil. Kita sebenarnya mendapat lebih banyak merkuri dari makanan yang dikonsumsi setiap hari

Seberapa amankah vakin?

Semua vaksin harus melewati tes keamanan yang ketat sebelum diluluskan penggunaannya oleh lembaga yang berwenang. Tes ini telah diatur oleh undang – undang dan biasanya dilakukan selama beberapa tahun ketika vaksin tersebut dikembangkan. Keamanan vaksin juga selalu dipantau setelah diluluskan penggunaannya di tengah-tengah masyarakat.

Sebelum dipasarkan, vaksin diuji klinis kepada ribuan orang dalam penelitian klinis skala besar. Penelitian ini dipantau keamanannya secara ketat. Proses mendapatkan kelulusan bisa memakan waktu hingga 10 tahun. Karena uji klinis yang begitu teliti, beberapa vaksin yang gagal dalam uji klinis tidak pernah diproduki untuk penggunaan secara masal

Vaksin yang diberikan kepada anak banyak sekali, tidakkah vaksin tersebut membebani system imunitas mereka?

Vaksin tidak membebani system imunitas anak karena system imunitas tersebut mampu menghadapi berbagai serangan sekaligus dalam satu waktu. Faktanya setiap hari anak dihadapkan dengan berbagai macam antigen asing

Bagaimana jadwal rekomendasi imuniasi ditetapkan?

Jadwal imunisasi ditetapkan dengan rekomendasi pakar dan ahli epidemologi, ahli pencegahan penyakit menular dan ahli imunologi. Jadwal tersebut dievaluasi setiap tahun berdasarkan data ilmiah terbaru yang ada dan penyesuaian dilakukan apabila perlu untuk secara terbaik melindingi anak – anak terhadap penyakit yang dapat dicegah oleh vaksin

Bagaimana waktu dan jarak antara suntikan ditentukan?

Setiap dosis vaksin dijadwalkan untuk usia anak yang dianggap optimal untuk menghasilkan respon imun terbaik yang diimbangi dengan kebutuhan untuk melindungi bayi dan anak – anak pada usia sedini mungkin. Beberapa dosis vaksin perlu diberi jarak dalam beberapa waktu tertentu untuk menghasilkan respon protektif

Mengapa jadwal imunisasi berbeda di dokter swasta, puskesmas dan rumah sakit?

Perbedaan jadwal imunisasi pada kurun waktu yang berbeda dibeberapa praktik dokter antara lain karena sumber rujukan yang berbeda, adanya modifikasi untuk memudahkan orang tua atau pertimbangan khusus berdasarkan keadaan bayi dan anak pada saat itu. Apabila diamati lebih teliti, jadwal yang seolah – olah berbeda tersebut umumnya masih berada direntang umur jadwal yang dianjurkan oleh Program Pengembangan Imunisasi maupun Satgas Imunisasi IDAI

Apakah anak yang sakit boleh divaksinasi?

Jika sakitnya batuk pilek ringan tanpa demam masih bisa diberikan vaksinasi, kecuali bila bayi sangat rewel, vaksinasi dapat ditunda 1 – 2 minggu kemudian.

Jika sedang minum antibiotic bolehkah diimunisasi?

Boleh, karena antibiotic tidak mengganggu potensi vaksin. Antibiotic yang sedang dikonsumsi bekerja melawan infeksi bakteri yang sedang menyerang tubuh, bukan melawan bakteri yang ada di dalam vaksin. Perlu dipertimbangkan apabila bayi/anak menderita penyakit atau kondisi tertentu sesuai pedoman umum vaksinasi

Apakah jadwal imunisasi untuk bayi premature harus ditunda?

Vaksin polio sebaiknya diberikan sesudah bayi premature 2 bulan/berat badan sudah > 2000 gram, demikian pula DPT, hepatitis B dan Hib.Stiap bayi premature memerlukan jadwal imunisasi masing2 yg spesifik, konsul dngn dsa

Kenapa vaksin tidak cukup satu kali diberikan?

Satu dosisi vaksin hanya bisa memberikan perlindungan rendah. Untuk beberapa vaksin, tiga atau empat dosis serial dibutuhkan untuk mendapatkan efek perlindungan yang optimal. Dosisi pertama akan memberikan respon minimal dan dosis – dosis selanjutnya akan memicu respon imun yang lebih baik dan efek perlindungan yang lebih besar

Apabila anak diberi beberapa jenis vakin sekaligus apakah tidak berbahaya?

Tidak berbahaya. Beberapa bakteri atau virus yang dimasukkan ke tubuh akan merangsang sel memori spesifik masing – masing. Yang penting imunisasi dilakukan dibagian tubuh yang berbeda (misalnya paha/ lengan kiri/ lengan kanan) menggunakan alat suntik yang berlaian dan memperhatikan ketentuan umum tentang pemberian vaksin

Bagaimana dengan anak yang tertunda jadwal imunisasinya?

Imunisasi yang terlewat dapat diberikan secepatnya katika kondisi anak sehat. Diskusikan dengan dokter bagaimana cara mengejar ketertinggalan imuniasi anak karena setiap kasus berbeda-beda dan harus dicocokkan dengan usia anak saat itu. Pemberian imunisasi yang tidak seuai jadwal, tidak lengkap atau tidak pernah diberikan bukan merupakan hambatan untuk melanjutkan imunisasi. Imunisasi yang telah diberikan sudah menghasilkan respons imunologi walaupun masih di bawah ambang kadar perlindungan atau belum mencapai perlindungan untuk kurun waktu yang panjang, sehingga dokter perlu melanjutkan dan melengkapi imunisasi (catch up) agar tercapai kadar perlindungan maksimal

Apakah anak yang menderita alergi boleh diimunisasi?

Jika ada anak alergi berat terhadap telur, kita harus sangat berhati – hati. Jika riwayat reaksi anafilaktik terhadap telur (pembengkakan mulut/ tenggorok, kesulitan bernafas, penurunan tekanan darah/ syok) merupakan kontraindikai untuk vakin influenza

Apakah benar vaksin dapat menyebabkan autism pada anak?

Tidak, sebenarnya tuduhan ini berasal dari penelitian Dr Andrew Wakefield di tahun 1998 dan telah terbukti salah. Malah banyak kajian lain telah dijalankan di berbagai Negara untuk membuktikan apakah dakwaan ini benar atau tidak. Dalam waktu 15 tahun tidak ada satu pun kajian yang menemui bukti kaitan vaksin ini dengan autism. Bahkan sebuah penelitian yang dilakukan di Jepang mendapati bahwa kasus autism di kalangan anak – anak terus meningkat walaupun setelah pemberian vaksin MMR dihentikan. Jadi vaksin MMR bukan penyebab autism

Apa saja efek samping imunisasi?

Banyak anak yang mengalami efek samping ringan dari imunisasi. Kebanyakan efek samping berlangsung sebentar saja dan kondisi anak membaik tanpa masalah apapun. Efek samping yang paling sering adalah kemerahan, nyeri dan pembengkakan di daerah suntikan, demam ringan dan anak menjadi rewel

Kenapa vaksin diberikan pada usia yang angat dini, bahkan sejak bayi baru dilahirkan?

Karerna penyakit – penyakit yang dapat dicegah penularannya dengan pemberian vaksinasi tersebut biasanya menyerang bayi pada awal kehidupannya, yaitu ketika istem kekebalan tubuh bayi belum mampu melawan serangan organism pathogen tersebut

Bagaimana sejarah imunisasi?

Imunisasi tidak dapat dilepaskan dari nama Edward Jenner, seorang dokter di Inggris yang memperkenalkan vaksinai variola. Namun sebenarnya sebelum Jenner, imunisasi telah dijalankan di India, Cina dan Negara Muslim seperti Turki. Lady Montagu, istri duta bear Inggri di Turki menceritakan kepada para dokter Inggris bagaimana praktek imunisasi terhadap variola dilakukan oleh para dokter muslim di Turki. Meski Jenner kemudian dikenal sebagai Bapak Imunisasi tetapi fakta sejarah menunjukan para dokter muslim telah memulai usaha imunisasi sebelum Jenner

Ada 2 versi jadwal imunisasi, kenapa bisa begitu?

Jadwal imuniasi yang terbaik adalah yang berada dalam rentang umur Jadwal Imunisasi Kemenkes atau rekomendai tgas Imunisasi IDAI. Namun harus dipertimbangkan pula keadaan & riwayat bayi/anak yang berkaitan dengan kontradiksi/ risiko kejadian ikutan pascaimunisasi (KIPI) serta permintaan orang tua

Apa fungsinya vaksin yang diberikan pada saat usia sekolah dasar?

Imunisasi yang perlu diberikan ulangan pada sekolah dasar yaitu campak dan DT (kelas 1, dan TT (kelas2,3 dan 6). Banyak anak yang sudah divaksinasi waktu bayi ternyata pada umur 5 – 7 tahun 28,3% di antaranya masih terkena campak. Pada umur > 10 tahun masih dijumpai kasus difteri

Bagaimana jika bayi memuntahkan vaksin polio?

Jika muntah terjadi ebelum 10 menit, segera berikan lagi vaksin polio dengan dosis sama. Jika muntah berulang, berikan lagi pada keesokan harinya

Berapa kama jarak antara pemberian ASI dengan pemberian vaksin polio oral?

Air susu ibu dapat diberikan segera setelah imunisasi polio oral pada umur lebih dari 1 minggu. Air susu ibu yang diproduksi dalam 1 minggu pertama (kolostrum) mengandung antibody dengan titer tinggi yang dapat mengikat vaksin polio oral

Jika jarak antar imunisasi lebih lama dari jarak yang dianjurkan, apakah vaksinasi perlu diulang?

Tidak perlu diulang, kareana istem imun tubuh dapat mengingat rangsangan vaksin terdahulu. Lanjutkan dengan vaksinasi yang belum diberikan dengan jarak sesuai anjuran

Jika pada imuniasi terdahulu timbul kejadian ikutan pascaimunisasi, bagaimana jadwal vaksinasi selanjutnya?

Jika kejadian ikutan pascaimunisasi (KIPI) hanya ringan, vaksinasi berikutnya sesuai jadwal, tetapi jika berat sebaiknya dosis berikutnya tidak dilanjutkan. Contohnya jika kejadian ikutan pascaimunisasi DPT cukup berat, dosis berikutnya menggunakan vaksin DT

Bagaimana mengatasi anak yang rewel akibat vaksin

Berikan minum lebih banyak, tidak memakaikan pakaian yang terlalu tebal dan jika perlu memberikan obat parasetamol untuk mengurangi nyeri dan demam. Reaksi serius jarang terjadi.

Apakah setelah divaksin bcg harus ada bekasnya?

Untuk penyuntikan BCG biasanya memang menimbulkan reaksi berupa radang dan nanah, kira2 3 minggu setelah penyuntikan, yang menandakan bahwa terdapat reaksi imun (kekebalan tubuh) terhadap imunisasi yang diberikan. Tapi tidak langsung ya, jadi 3 minggu kemudian barulah timbul reaksi tersebut

Apakah anak yang sudah pernah dapat MMR masih perlu booster campak?

Campak diberikan pada usia sekolah dalam program BIAS (bulan imunisasi anak sekolah) sebagai program pemerintah. Yang jelas, booster imunisasi campak will do no harm alias tidak berbahaya bagi anak yang sudah pernah mendapat MMR, justru akan memperkuat efek imunisasi sebelumnya.

FAQ PT. Bio Farma

Bagaimana mengetahui informasi lowongan kerja dan rekrutmen di PT Bio Farma (Persero)

PT Bio Farma (Persero) membuka lowongan pekerjaan dan melaksanakan rekrutmen setiap 2 kali dalam 1 tahun berdasarkan kebutuhan perusahaan. Pengumuman lowongan kerja biasanya kami umumkan di website perusahaan dan Media Cetak Nasional. Untuk mengetahui informasi lebih lengkapnya silahkan kunjungi menu karir di website ini.

Apakah Bio Farma menerima PKL untuk Mahasiswa? Bio Farma menerima Praktek Kerja Lapangan bagi Mahasiswa & Pelajar dari berbagai Universitas dan Jurusan.

Silahkan kirimkan surat pengajuan PKL ke PT Bio Farma (Persero) ditujukan kepada : Kepala Bagian Sekretariat Jl. Pasteur No.28 Bandung 40161 atau melalui fax (022) 2041306

Bagaimana prosedur untuk melakukan kunjungan industri ke PT Bio Farma (Persero)?

Bio Farma menerima kunjungan industri dari berbagai instansi, mulai dari TK, SD, SMP, SMA, SMK, Universitas & Dinas Kesehatan, baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Penerimaan kunjungan dilakukan pada hari kerja, maksimal peserta adalah 60 orang (termasuk pembimbing). Silahkan kirimkan surat permohonan kunjungan ke PT Bio Farma (Persero) Jl. Pasteur No.28 Bandung 40161 ditujukan kepada : Kepala Bagian Corporate Communications. Di dalam surat permohonan kunjungan cantumkan: Hari dan Tanggal rencana pelaksanaan kunjungan, no fax, alamat email serta contact person yang dapat dihubungi.

Bagaimana jika ingin mengajukan permohonan bantuan usaha kecil/program kemitraan kepada PT Bio Farma?

PT Bio Farma memiliki program kemitraan untuk meningkatkan usaha kecil agar lebih mandiri dan program bina lingkungan untuk pemberdayaan kondisi sosial masyarakat oleh BUMN melalui pemanfaatan dana dari sebagian laba perusahaan. Silahkan kirimkan surat dan proposal

Permohonan bantuan ke PT Bio Farma (Persero) ditujukan kepada: Kepala Bagian CSR

Jl. Pasteur No.28 Bandung 40161 atau melalui fax (022) 2041306

Apakah saya dapat membeli vaksin langsung dari PT Bio Farma?

PT Bio Farma (Persero) tidak melayani pembelian langsung, untuk mendapatkan produk Bio Farma, silahkan hubungi distributor kami yang berada di kota anda. Untuk mendapatkan informasi mengenai distributor Bio Farma, silahkan kunjungi menu distributor pada website kami

Apakah di Bio Farma melayani imunisasi untuk bayi dan orang dewasa?

Bio Farma menyediakan layanan publik yaitu jasa pelayanan vaksinasi/imunisasi untuk bayi, anak, dan dewasa. Selain itu, juga melayani pemeriksaan laboratorium yang terdiri dari pemeriksaan kimia darah, hematologi, bakteriologi, TBC/Mycologi, serologi, dan lain-lain. Silahkan kunjungi Klinik Imunisasi, di Jl. Pasteur No. 28 Bandung.

Apakah Bio Farma menyediakan beasiswa untuk masyarakat?

Anak-anak yang berprestasi tetapi berasal dari keluarga yang kurang mampu, dan berdomisili di Kota Bandung dan sekitarnya. Kualifikasi sasaran program adalah :

a. SD/SMP/SLTA / PT

b. Anak Laki-laki atau Perempuan.

c. Berprestasi (ranking 1-10 / IPK 3,00 – 4). d. Masih aktif bersekolah.

e. Memiliki prestasi baik akademis maupun prestasi non-akademis.

f. Aktif dalam Kegiatan Kemasyarakatan.

g. Tidak terlibat obat-obatan terlarang dan perilaku kriminal. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi DKM An Nur PT Bio Farma, telpon : 022 203 3755

Apakah Bio Farma melayani permintaan pembelian bahan-bahan untuk penelitian dan percobaan?

Bio Farma tidak melayani permintaan untuk pembelian bahan-bahan penelitian dan Percobaan

Apakah Bio Farma terbuka bagi mahasiswa yang akan melaksanakan penelitian berkaitan dengan tugas akhirnya?

Bio Farma menerima mahasiswa yang akan melakukan penelitian, berhubung tingginya minat mahasiswa dari berbagai universitas untuk melaksanakan penelitian, jadual dan penerimaan diatur sesuai kesediaan unit kerja. Silahkan kirimkan surat resmi pengajuan penelitian yang ditujukan kepada PT Bio Farma (Persero) Jl. Pasteur No.28 Bandung 40161

FAQ Difteri
  1. Apa itu Difteri
    Difteri adalah penyakit infeksi yang ditimbulkan oleh bakteri Corinebacterium diphtheria, Bakteri itu sangat berbahaya dan menular, menmbulkan infeksi di saluran pernapasan, sehingga penderita akan kesulitan bernafas, dan bakteri tersebut akan menimbulkan toksin atau racun yang bias merusak permukaan saluran pernapasan, mengganggu ke jantung, persyarafan dan akhirnya bias menimbulkan kematian.
  2. Apa saja gejala difteri ?
    Gejalanya tergantung pada tahap mana penderita sedang sakit, digejala awal penderita bias mengalami radang/nyeri tenggorokan , demam, ditenggorokannya dapat timbul selaput putih yang menghambat pernafasan.
  3. Siapa saja yang beresiko terkena penyakit ini ?
    preang yang beresiko tentunya orang yang tidak mempunyai kekebalan terhadap bakteri difteri ini, yaitu salah satunya orang yang belum diimunisasi, atau imunisasi nya sudah terlalu lama sehingga titer antibodynya sudah menurun bahkan hilang.
  4. Apakah ada kemungkinan menular ke orang dewasa ?
    Bisa, apabila memang tidak mempunyai kekebalan terhadap bakteri ini, dapat terkena, makanya vaksinasi ini harus dilakukan secara berkesinambungan, misalnya dari bayi dengan 3 dosis primer, diberikan booster kembali di usia 18-24 bulan, dan diberikan lagi saat dibangkku sekolah
  5. Apabila nanti ada program untuk vaksin ulangan ?
    Apakah dewasa perlu diberikan juga ? atau harus di uji terlebih dahulu titer antibody nya ?
    Tidak perlu uji titer antibody terlebih dahulu, apabila kita merasa sudah lama tidak diimunisasi, bias langsung minta diimunisasi dengan sukarela, tetapi kalua kampanye yang dilakukan pemerintah nanti akan dikaji sesuai dengan perkiraan umur yang paling rentan tertular infeksi bakteri ini.
  6. Seberapa efektif pencegahan melalui vaksinisasi ini ?
    sangat efektif, vaksinisasi yang kita lakukan akan menibulkan antibody sebesal > 95% dari orang yang diimunisasi
  7. Bagi penderita yang sudah terkena, apa yang bisa dilakukan ? apakah bisa sembuh ?
    Apabila sudah terkena, tentunya penderita harus mencari pertolongan kepada tim Medis/Dokter, sehingga ada beberapa terapi yang diberikan untuk pasien tersebuttermasuk antibiotic, anti difteri serum, jadi semmua terapinya harus diberikan secara komprehensif, dan bila tersedia semua pengobatannya, ada kemungkinan untuk bisa selamat.
  8. Ada berapa fase tingkat keparahan penyakit ini sampai benar-benar tidak bisa tertolong ?
    awalnya biasanya hanya mengeluh demam, sakit menelan, dan ada gangguan di saluran pernafasannya, kemudian jika sudah menyumbat ke saluran pernafasan, dia akan kesulitan untuk bernafas sehingga lehernya harus dilubangi, kemudian jika bakteri tersebut sudah mengahislkan toksin/racun dan mengenai ke jantung itu akan sulit
  9. Lalu apa himbauan dokter untuk para orang tua ?
    kepada orang tua, jangan lupa untuk membawa anaknnya vaksinisasi, ikuti semua jadwal imunisasi dari pemerintah mulai dari bayi, balita, juga bangku sekolah.
  10. Apabila sejak bayi tidak mengikkuti jadwal vaksinisasi dengan lengkap, bolehkan langsung mengikuti vaksinisasi di usia sekarang ?
    Boleh, silakan vaksinisasi secepatnya
  11. Vaksin apa saja yang mengandung unsur difteri ?
    Vaksin yang mengandung unsur difteri antara lain : DTP-HB-Hib (Difteri Tetanus Pertusis – Hepatitis B – Haemophylus Influenza Type B )untuk anak usia 1 – 5 tahun, DT(Difteri Tetanus) untuk anak usia 5 - <7 dan TD (Tetanus Difteri) untuk anak usia >7 tahun. Tidak ada batas maksimal pemberian vaksin, hingga usia di bawah 19 tahun khusus untuk kampanye
  12. Apakah vaksin tersebut aman ?
    Masyarakat tidak perlu khawatir terhadap mutu vaksin buatan Bio Farma, karena produk yang dihasilkan melalui pengawasan kualitas yang ketat, dan system rantai dingin (cold chain system)dengan teknologi Vaccine Vial Monitor (VVM) untuk menjamin vaksin berkualitas, aman dan efektif, vaksin Bio Farma ini telah dipasarkan > 130 negara, termasuk negara islam.
FAQ Hepatitis B

1. Apa itu Hepatitis B?
Hepatitis B adalah infeksi serius pada hati yang disebabkan oleh virus Hepatitis B (HBV). Hepatitis B bisa menyebabkan kondisi akut dan kronis pada pasien. Jika sudah memasuki level kronis, penyakit ini bisa membahayakan nyawa penderitanya. Jika tidak segera ditangani, penderita Hepatitis B kronis berisiko terkena sirosis, kanker hati, atau gagal hati.

2. Umur berapa saja yang perlu mendapatkan vaksin Hepatitis B?
Semakin muda diberikan vaksin Hepatitis B akan semakin baik. Karena itu dalam jadwal imunisasi nasional, dicanangkan pemberian dosis pertama vaksin Hepatitis B dimulai sejak bayi baru lahir untuk memutus rantai penularan virus Hepatitis B. Orang dewasa yang belum mendapatkan vaksinasi Hepatitis B saat balita, perlu mendapat vaksinasi ini agar terlindungi.

3. Berapa kali harus divaksinasi untuk mendapatkan perlindungan optimal terhadap Hepatitis B?
Agar dapat terproteksi secara optimal, perlu diberikan tiga kali penyuntikan vaksin Hepatitis B hingga tuntas.

4. Bagaimana jadwal vaksinasi Hepatitis B  pada bayi dan dewasa?
Untuk bayi, vaksinasi Hepatitis B pertama kali diberikan dalam 12 jam setelah lahir. Selanjutnya vaksinasi Hepatitis B diberikan dalam bentuk vaksin kombinasi pentavalen di usia 2, 3, dan 4 bulan, kemudian diberikan dosis penguat di usia 18 bulan. Untuk orang dewasa, dapat diberikan dengan jadwal sebagai berikut:

  • 0-1-6 bulan Dosis kedua satu bulan setelah dosis pertama, dan dosis ketiga dengan jarak 6 bulan sejak dosis pertama.
  • 0-1-2 bulan Dosis kedua satu bulan setelah dosis pertama, dan dosis ketiga dengan jarak dua bulan sejak dosis pertama.

4. Bagaimana jika karena alasan tertentu (misalnya  tuntutan pekerjaan) saya harus menyelesaikan vaksinasi Hepatitis B dalam waktu satu bulan? 

Ada jadwal cepat yaitu 0-7-21 hari. Dosis kedua diberikan 7 hari setelah penyuntikan pertama dan dosis ketiga diberikan 21 hari setelah penyuntikan pertama. Pengguna jadwal ini dianjurkan mendapatkan satu dosis penguat saat satu tahun setelah penyuntikan pertama agar memperoleh perlindungan jangka panjang.

5. Apa saja gejala Hepatitis B?
Hepatitis B sulit dikenali karena gejalanya tidak langsung terasa bahkan dapat sama sekali tidak muncul. Karena itu, banyak orang tidak menyadari dirinya terinfeksi. Virus ini biasa berkembang selama 1-5 bulan sejak terjadi pajanan sampai kemunculan gejala pertama. Beberapa gejala umum Hepatitis B antara lain:

  • Gejala umum yang tidak spesifik, misalnya lelah, nyeri pada tubuh, dan sakit kepala.
  • Kehilangan nafsu makan.
  • Mual , muntah dan mencret
  • Nyeri di perut bagian bawah.
  • Sakit kuning (dilihat dari kulit dan bagian putih mata yang menguning).
  • Air seni berwarna gelap dan pekat

6. Bagaimana penularan Hepatitis B?
Hepatitis B dapat menular melalui darah dan cairan tubuh seperti sperma dan cairan vagina. Beberapa cara penularan antara lain:

  • Kontak seksual. Misalnya berganti-ganti pasangan dan berhubungan seks tanpa pengaman.
  • Berbagi jarum suntik. Misalnya menggunakan alat suntik yang terkontaminasi darah penderita Hepatitis B.
  • Kontak dengan jarum suntik secara tidak disengaja. Misalnya petugas kesehatan (paramedis) yang sering berurusan dengan darah manusia.
  • Ibu dan bayi. Ibu yang sedang hamil dapat menularkan penyakit ini pada bayinya saat persalinan.

7. Kandungan apa yang terdapat dalam vaksin Hepatitis B?
Vaksin ini berisi Hepatitis B Surface Antigen (HBsAg), yaitu suatu protein rekombinan virus Hepatitis B yang dapat merangsang pembentukan kekebalan tubuh terhadap virus Hepatitis B (vaksinasi aktif).

8. Apakah vaksin Hepatitis B masih bisa diberikan kepada  orang yang telah terkena hepatitis B?
Tidak, vaksin berfungsi untuk mencegah terjangkitnya penyakit Hepatitis B. Karena itu, jika sudah terinfeksi penyakit Hepatitis B, maka pemberian vaksin Hepatitis B tidak lagi bermanfaat.

9. Jika penderita Hepatitis B tidak segera ditangani resikonya apa?

Jika tidak ditangani dengan tepat, Hepatitis B kronis dapat mengakibatkan gangguan kesehatan jangka panjang, antara lain kerusakan hati, perkerasan hati (sirosis), kanker hati, hingga kematian.

10. Jika wanita hamil menderita hepatitis B apakah akan menularkan kepada bayinya?
Virus Hepatitis B dapat ditularkan dari ibu pada bayi saat persalinan. Untuk ibu hamil yang mengidap Hepatitis B kronis, harus memberitahukan dan memeriksakan diri secara rutin ke tenaga kesehatan.

11. Apa yang harus dilakukan untuk mencegah penularan  kepada bayi dari ibu hamil yang positif  terkena Hepatitis B?

Saat persalinan, bayi harus segera diberikan vaksinasi Hepatitis B, disertai dengan antibodi (immunoglobulin) Hepatitis B dalam waktu 12 jam setelah lahir. Konsultasikan lebih lanjut dengan dokter yang menangani persalinan Anda.

12. Apakah ada efek samping setelah mendapatkan  vaksin Hepatitis B?
Vaksin Hepatitis Hepatitis B adalah vaksin yang aman dan sebagian besar orang tidak mengalami efek samping yang berarti. Vaksin ini tidak dapat menyebabkan infeksi Hepatitis B. Efek samping yang umumnya timbul adalah demam dan nyeri pada tempat penyuntikan. Efek samping lain yang sangat jarang adalah reaksi alergi berat, diare, konstipasi, nyeri kepala, nyeri sendi, rasa lemas, dan gatal pada kulit.

13. Apakah vaksinasi Hepatitis B cukup diberikan sekali?
Tidak. Diperlukan dosis vaksin yang lengkap sebanyak tiga kali untuk memberikan perlindungan terhadap penyakit Hepatitis B. Jika hanya satu vaksin saja, maka proteksinya tidak maksimal sehingga penyakit Hepatitis B masih bisa menghinggapi.

14. Di mana bisa mendapatkan vaksin Hepatitis B?
Di fasilitas kesehatan seperti rumah sakit, klinik dan dokter praktek swasta terdekat di kota Anda.

15. Apakah ada kondisi tertentu sehingga seseorang tidak  bisa mendapatkan vaksin Hepatitis B?
Vaksin Hepatitis B ini adalah kontra indikasi untuk orang yang alergi atau hipersensitif terhadap komponen dalam vaksin atau sensitif terhadap ragi roti, meskipun hal ini jarang terjadi atau dilaporkan.

16. Bagaimana upaya yang perlu dilakukan agar terhindar  dari Hepatitis B?

Untuk mencegah penularan virus Hepatitis B, disarankan untuk:

  • Terapkan pola hidup bersih dan sehat, seperti makan makanan yang bergizi dan berolahraga secara teratur.
  • Hindari perilaku berisiko dengan:
    • Setia dengan pasangan seksual Anda. Jika tidak dapat, lakukan hubungan seksual yang aman dengan menggunakan kondom.
    • Tidak berbagi jarum suntik, sikat gigi, handuk, gunting kuku, dan pisau cukur dengan orang lain.
    • Berhati-hati ketika ditato atau ditindik. Pastikan menggunakan jarum yang steril dan baru.
    • Bersihkan semua benda yang terkena darah menggunakan larutan pemutih dan air dengan perbandingan 1:9.
    • Bersihkan atau buang benda-benda yang terkena darah penderita Hepatitis B.
    • Bagi penderita penyakit Hepatitis B dilarang mendonorkan darah, organ tubuh, sperma, atau sel. 3. Vaksinasikan diri Anda dan keluarga

17. Jika sudah terkena Hepatitis B, apa yang harus dilakukan?
Jika sudah terkena Hepatitis B, maka perlu mendapatkan pengobatan. Ada konsensus nasional penatalaksanaan Hepatitis B yang dikeluarkan oleh Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia (PPHI) dalam pengobatan Hepatitis B. Pajanan virus ini akan menyebabkan dua keluaran klinis, yaitu: (1) Hepatitis akut yang kemudian sembuh secara spontan dan membentuk kekebalan terhadap penyakit ini, atau (2) Berkembang menjadi kronik. Pasien yang terinfeksi VHB secara kronik bisa mengalami 4 fase yaitu fase immune tolerant, fase immune clearance, fase pengidap inaktif, dan fase reaktivasi. Tujuan pengobatan Hepatitis B akut adalah untuk mengurangi gejala dengan obat pereda sakit, serta menjaga kenyamanan sehari-hari si penderita dan keseimbangan gizinya dan menjaga kekebalan tubuh terhadap virus. Namun perlu pemantauan lanjut dari infeksi Hepatitis B ini karena mungkin berkembang menjadi Hepatitis B kronis. Sementara itu, pengobatan untuk Hepatitis B kronis tergantung pada tingkat keparahan infeksi pada hati. Penanganan penyakit ini adalah menggunakan obat-obatan yang berfungsi untuk menghambat produksi virus dan mencegah kerusakan pada hati.

 

Unduh Poster Hepatitis B disini

FAQ Influenza

1. Apa itu Influenza?
Influenza adalah penyakit infeksi saluran pernafasan yang disebabkan oleh virus Influenza.

2. Mengapa saya harus divaksin Influenza?
Influenza merupakan penyakit yang sangat menular dan memiliki riwayat menjadi wabah di berbagai belahan dunia. Selain itu Influenza dapat menyebabkan penyakit seperti radang paru terutama pada individu yang rentan, hingga menimbulkan kematian.

3. Apakah virus flu dapat menyebabkan kematian?
Ya, ada beberapa flu yang mematikan seperti jenis A(H5N1) atau (flu burung) dan A(H1N1) yang menyebabkan wabah Spanish Flu. Wabah influenza A(H1N1) yang terjadi pada tahun 1918 ini telah mengakibatkan korban 100 juta jiwa, melebihi jumlah korban Perang Dunia. Wabah pandemik berikutnya terjadi pada tahun 2009, dengan virus jenis H1N1 dan menyerang 214 negara di dunia dengan kematian sekitar 18.449 orang.

4. Umur berapa saja yang bisa mendapatkan  vaksin flu musiman Influenza?
Vaksin Influenza dapat diberikan mulai usia 6 bulan.

5. Bagaimana penularan penyakit Influenza?
Biasanya, Influenza ditularkan melalui udara lewat batuk atau bersin, yang akan menimbulkan percikan lendir yang mengandung virus. Influenza juga dapat ditularkan melalui kontak dengan permukaan yang telah terkontaminasi oleh virus Influenza.

6. Kandungan apa saja yang terdapat dalam vaksin Influenza Flubio?
Vaksin influenza HA merupakan suspensi jernih atau sedikit berwarna keputihan (slightly turbid), mengandung haemagglutinin dare antigen virus Influenza. Vaksin Influenza HA berupa suspensi yang diberikan untuk injeksi. Tiap dosis vaksin (0,5 mL) mengandung strain :

  • A/ H1N1 15 p.g HA
  • A / H3N2 15 p.g HA
  • B 15 p.g HA

7. Berapa kali vaksin Influenza diberikan?
Vaksin Influenza direkomendasikan diberikan setahun sekali. Pada anak-anak di bawah 9 tahun, dosis awal diberikan dua kali dengan selang satu bulan, kemudian dilanjutkan setahun sekali.

8. Ada berapa banyak jenis virus flu?
Secara umum, virus Influenza terdiri atas tipe A, B, dan C. Tipe A dapat menulari manusia dan hewan, serta memiliki riwayat menimbulkan wabah dan korban jiwa di berbagai belahan dunia. Seperti: A (H1N1) yang menimbulkan Flu Spanyol pada tahun 1918 dan Flu Babi pada tahun 2009, A (H3N2) yang menimbulkan Flu Hongkong pada tahun 1968. Selain itu terdapat virus Influenza tipe B yang hanya menyerang manusia, gejalanya lebih ringan dare tipe A, namun cenderung lebih berat jika mengenai anak-anak. Tipe C biasanya tidak menimbulkan gejala pada manusia (subklinis). Karena itu, vaksin Influenza minimal mengandung antigen tipe A (H1N1), A(H3N2), serta tipe B.

9. Apa efek samping setelah mendapat vaksin Influenza?
Dapat timbul reaksi lokal seperti nyeri dan kemerahan pada lokasi suntikan serta reaksi sistemik seperti demam, nyeri otot, kelelahan Reaksi ini sifatnya individual, pada umumnya ringan dan akan hilang setelah 1-2 hari tanpa pengobatan.

10. Apakah vaksin Influenza mampu mencegah  flu akibat alergi?
Penderita alergi mungkin mendapatkan manfaat dari pemberian vaksinasi influenza, tetapi tidak menghilangkan kerentanan individu terhadap alergi yang diderita.

11. Seberapa penting vaksinasi Influenza?
Vaksinasi Influenza akan mengurangi resiko terjadinya co-infection (infeksi simultan oleh beberapa jenis virus influenza) dan genetic reassortment/ penyusunan ulang materi genetik dari virus Influenza manusia (H1N1) dan avian Influenza (H5N1) pada burung, yang dapat menyerang manusia. Dengan kata lain mencegah terbentuknya tipe baru virus Influenza yang lebih ganas.

12. Apakah vaksin Influenza benar
benar mampu  menghindarkan seseorang dari batuk dan pilek?

Vaksinasi Influenza memperjarang kejadian Influenza, kalaupun terkena biasanya akan lebih ringan dibandingkan tidak divaksinasi sama sekali.

13. Di mana bisa mendapatkan vaksin Influenza?
Di fasilitas kesehatan seperti rumah sakit, klinik, dan dokter prakte sta terdekat di kota Anda.

14. Apakah ada kondisi tertentu yang membuat seseorang tidak bisa mendapat vaksin Influenza?

Vaksin tidak boleh digunakan pada keadaan berikut :

  • Alergi telur, protein ayam atau komponen vaksin
  • Pada kasus demam tinggi, kejang-kejang atau infeksi akut , vaksinasi harus ditunda.

 

Unduh Poster FAQ Influenza disini