Klik untuk memperbesar gambar

Clinical Development Pipeline

Kegiatan riset merupakan dasar dari pengembangan suatu produk. Kegiatan riset dimulai dengan tahap penelitian awal dimana dilakukan pengkajian terhadap pola suatu penyakit yang menjadi sasaran penelitian serta pemahaman. Identifikasi molekul/antigen yang menjadi bakal calon produk serta metode untuk menghasilkan / memurnikan antigen merupakan hal yang kritis dalam pengembangan produk selanjutnya disamping perlunya informasi riwayat seed serta bahan baku yang terdokumentasi. Output dari kegitan riset ini adalah pembuktian Proof of Concept

Research and development partnering

Industri vaksin negara berkembang

28 Oktober 2014 telah berlangsung tahunan ke-15. produsen Vaksin Negara Berkembang atau 15th Annual General Meeting DCVMN (Developing Countries Vaccine Manufactures Network) di New Delhi, India. Kegiatan yang diadakan rutin setiap satu tahun sekali ini menambah kepercayaan dunia terhadap Indonesia, dengan dipercaya kembali Mahendra Suhardono, Direktur Pemasaran Bio Farma menjadi Presiden DCVMN periode 2014 -2016

Kemandirian Industri Vaksin di Negara Negara Islam

Bio Farma, dipercaya menjadi tuan rumah workshop produksi vaksin bagi negara  Islam di Bandung pada 15-18 November 2016.

Workshop ini diikuti oleh  peserta dari negara-negara Organisasi Kerjasama Islam (OKI) yang telah memiliki industri vaksin serta negara yang sedang mempersiapkan diri untuk membuat vaksin di negaranya. Negara-negara yang hadir diantaranya Pakistan, Turki, Tunisia, Malaysia, Iran, Saudi Arabia, Maroko, Senegal, Mesir, Bangladesh, serta tiga lembaga dunia yaitu Badan Kesehatan dunia (WHO), UNICEF dan Islamic Development Bank (IDB).

Program pelatihan ini sejalan dengan program Nawacita nomor enam yaitu meningkatkan produktivitas dan daya saing di pasar Internasional.

Dengan itu industri vaksin Indonesia mampu dipasarkan secara massif di dunia sekaligus mendorong kemajuan negara-negara Islam.

Indonesia perlu mensosialisasikan keberhasilan dan berbagi dengan negara Asia khususnya negara Islam untuk mendorong kepercayaan negara Islam. Selain itu Indonesia melalui Bio Farma diberikan tanggung jawab  sebagai center of excellence di bidang vaksin.

Dipilihnya Bio Farma karena perusahaan ini memiliki kompetensi dan pengalaman dalam memproduksi vaksin selama lebih dari 126 tahun dan produknya sudah diakui Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Clinical Trials

Tahap uji klinis (CT-clinical trial) diperlukan dalam proses produksi vaksin untuk menjamin keamanan, kualitas dan keampuhan produk. Uji klinis itu dibagi menjadi menjadi tiga tahap...

Research
And
Development

Kegiatan Riset merupakan dasar dari pengembangan suatu produk. Kegiatan riset dimulai dengan tahap penelitian awal dimana dilakukan pengkajian terhadap pola suatu penyakit yang menjadi sasaran penelitian serta pemahaman. Identifikasi molekul/antigen yang akan menjadi bakal calon produk serta metode untuk menghasilkan/memurnikan antigen merupakan hal-hal yang kritis dalam pengembangan produk selanjutnya disamping perlunya informasi riwayat seed serta bahan baku yang terdokumentasi. Output dari kegiatan riset ini adalah pembuktian Proof of Concept.

Research Activity

Life Science

Mengawali debut di industri vaksin, kini Bio Farma mengembangkan inovasinya di bidang life science. Dalam istilah medis, life science dimaknai sebagai ilmu yang menuntut studi sistematis dan holistik organisme hidup, dengan fokus tujuan melahirkan beragam terobosan ilmiah. Produk life science juga berperan memberikan kontribusi yang tinggi terhadap....

Bio Similar

Badan kesehatan dunia (WHO) mendefinisikan biosimilar sebagai produk obat biologis yang dibuat mirip dengan obat aslinya setelah masa paten berakhir. Dunia medis untuk molekul sederhana dan obat berbasis kimia mengistilahkannya sebagai obat generic. Bio Farma yang sejak lama menjadi produsen vaksin, kini tengah mengarah pada industri biosimilar. Tak jauh beda dengan vaksin, produk biosimilar  ini juga...

Vaksin

Vaksin merupakan antigen (mikroorganisma) yang diinaktivasi atau dilemahkan yang bila diberikan kepada orang yang sehat untuk menimbulkan antibodi spesifik terhadap mikroorganisma tersebut, sehingga bila kemudian terpapar, akan kebal dan tidak terserang penyakit. Bahan dasar membuat vaksin tentu memerlukan mikroorganisma, baik virus maupun bakteri. Menumbuhkan mikroorganisma memerlukan media..

Blood Product

Blood Product merupakan produk terapeutik. Blood product dalam fungsinya sebagai terapi, membutuhkan proses pengolahan khusus hingga menghasilkan produk yang memenuhi efikasi, memenuhi jaminan mutu (Quality Assurance) dan Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB atau Good Manufacturer Product). Produk darah juga harus diolah secara kesisteman sesuai dengan persyaratan WHO...

SERUM

Serum atau sera secara definisi adalah suatu cairan yang mengandung sistem kekebalan terhadap suatu bakteri yang apabila dimasukkan ke dalam tubuh seseorang, maka orang tersebut akan memiliki kekebalan terhadap kuman atau imunitas pasif. Fungsi utama serum adalah mengobati suatu penyakit yang diakibatkan oleh bakteri. Saat ini....

Our Innovations

Biofarma secara berkesinambungan senantiasa mengimplementasikan inovasi pada produksi, pemasaran dan antisera dengan kualitas berstandar internasional.

OUR JOURNALS

001 Immunogenicity and safety of a Trivalent Influenza HA vaccine in Indonesian infants and children

002 Imunogenitas dan Keamanan Vaksin DPT Setelah Imunisasi Dasar

003 Perbandingan Manfaat Vaksin Oral Polio 1 (Monovalen) dengan Vaksin Oral Polio Trivalen

004 Booster Vaksinasi Hepatitis B Terhadap Anak yang Non Responder

005 Kekebalan dan Keamanan setelah Mendapat Imunisasi Hepatitis B Rekombinan pada Anak Remaja

006 Perbandingan Keamanan dan Konversi Tuberkulin dari Vaksin BCG Strain Moskow dan Vaksin BCG Strain Pasteur pada Bayi

007 Immunogenicity and safety of a trivalent inactivated influenza vaccine

008 Safety and immunogenicity of the DTPHB Hib comination vaccine phase I study

009 Home delivery of heat stable vaccines in Indonesia

010 Protektivitas, Reaksi Lokal, dan Reaksi Sistemik setelah Imunisasi dengan Vaksin Td pada Anaka Sekolah Dasar di Indonesia

011 Protektivitas, Reaksi Lokal dan Sistemik Pascaimunisasi dengan Vaksin Campak Bio Farma dari Bets Vaksin yang berbeda pada anak sekolah dasar di Sumatera Barat

012 Eradikasi Polio dan IPV

013 Profil Keamanan setelah Pemberian Dosis Primer Vaksin Pentabio® pada Bayi di Indonesia

014 The quantity and quality of anti-PRP induced by the new Indonesian DTwP-HB-Hib vaccine compared to the Hib vaccine given with the DTwP-HB vaccine

015 DTwP HBHib antibody persistence after a primary series, immune response and safety after a booster dose in children 18-24 months old

016 Imunogenitas dan Keamanan Vaksin DPT Setelah Imunisasi Dasar

017 Haemophilus influenzae Type bPolyribosylribitol Phosphate Tetanus Hib PRP T Vaccine Safety Phase I study

018 The immunogenicity, safety, and consistency of an Indonesia combines DTP HB Hib vaccine in expanded program on immunization schedule

019 The immunogenicity and safety of the new Indonesian DTwP-HB-Hib vaccine compared to the DTwPHB vaccine given with the Hib vaccine

020 Protektivitas, Reaksi Lokal, dan Reaksi Sistemik setelah Imunisasi denganVaksin Td pada Anak Sekolah Dasar di Indonesia

021 Imunogenisitas dan Keamanan vaksin Tetanus Difteri (Td) pada Remaja sebagai salah satu upaya mencegah Reemerging Disease di Indonesia