Dr.Novilia Sjafri Bachtiar,dr.,M.Kes.

By biofarma

Inovasi Vaksin Cikal Bakal Uji Klinis di Bio Farma

Saya mengawali karir di Bio Farma sejak tahun 2001, dengan latarbelakang pendidikan di bidang kedokteran. Meski berbekal ilmu medis, vaksinologi dan uji klinis tetap menjadi hal baru yang penuh tantangan dan menarik untuk dipelajari.

Ada sebuah kebanggaan tersendiri ketika saya dan tim pernah merintis satu bagian baru bernama Evaluasi Produk yang kemudian berubah nama menjadi Uji Klinis. Bagian ini dibuat saat Bio Farma mulai meluncurkan berbagai vaksin baru, sehingga dibutuhkan satu bagian khusus yang menangani uji klinis.

 Seperti umumnya peneliti, saya tak boleh berhenti pada satu kajian saja. Sejak ditempatkan sebagai staf evaluasi produk hingga saat ini, di Divisi Surveilans & Uji Klinis, saya dituntut untuk terus mengembangkan pengetahuan dan skill di bidang uji klinis dan imunologi. Banyak upaya yang ditempuh, antara lain membaca berbagai jurnal, berkontribusi dalam berbagai working group kelas dunia, training, hingga diskusi dengan para ahli di bidang imunologi, serta mengoptimalkan kesempatan menempuh pendidikan dibidang S2 dan S3 yang diberikan oleh Bio Farma

Menjadi peneliti tidak boleh mudah dan lekas berpuas diri, tidak ada kata “berhenti” untuk belajar. Ketika suatu penyakit dinyatakan nol kasusnya di dunia (eradikasi) karena keberhasilan vaksin, di masa depan tak tertutup kemungkinan akan muncul penyakit baru dan kita dituntut untuk terus belajar. Harapan saya, kita harus siap berlari sejalan dengan produk baru yang akan dikeluarkan Bio Farma, dari berbagai aspek.

Di tahun 2017, uji klinis di Bio Farma semakin giat mengembangkan beberapa studi vaksin. Saat ini ada 6 fokus uji klinis yang tengah diproses pada bagian uji klinis, antara lain bOPV, Td pada wanita hamil, vaksin tifoid, rotavirus, influenza quadrivalen dan MR. Meski harus kerja keras,  saya bersyukur Bio Farma semakin banyak meluncurkan beberapa terobosan baik pada produk vaksin maupun biosmilar yang diproyeksikan harganya akan lebih terjangkau masyakarat.

Merintis bagian uji klinis mulai dari nol, saya juga mulai memahami pentingnya sinergi. Tak hanya di lingkungan internal perusahaan, hubungan baik dengan pihak luar pun sejatinya terbina dengan baik. Saat ini, Bio Farma telah bekerjasama dengan beberapa centre uji klinis seperti RSHS/UNPAD, RSCM/UI RS Sanglah Denpasar/UDAYANA, RS Dr Sardjito/UGM dan banyak lagi. Bukan hanya dengan center uji klinis, tapi dengan institusi lainnya seperti BPOM, ITAGI dan KOMNAS PP KIPI hubungan baik harus senantiasa dipelihara.

Demikian juga untuk sinergi kerjasama dengan luar negeri, saat ini Bio Farma tengah mengerjakan uji klinis dengan salah satu lembaga di Amerika untuk melaksanakan uji klinis vaksin di Kenya. Ada pula kerjasama dengan University of Antwerp di Belgia. Dapat dikatakan bahwa uji klinis merupakan gerbang bagi produk baru Bio Farma untuk masuk dalam pasar, setelah melalui peroses registrasi tentunya.

Melewati angka 16 tahun mengabdi di sini, Bio Farma kini sudah menjelma sebagai produsen vaksin masa depan. Bahkan inovasinya diperluas menuju life science. Harapannya, Bio Farma dapat terus berkontribusi dalam kemandirian vaksin/obat di dalam negeri juga semakin diakui di ranah internasional untuk berbagai inovasi produk biosimilar obat maupun vaksin terapeutik yang kini kian diminati masyarakat. 

novilia-2 novilia-3.png novilia-4 novilia-5 novilia-6 novilia-7
<
>

Recent Scientiest