Pedoman Penanganan Benturan Kepentingan

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

PT Bio Farma (Persero) yang selanjutnya disebut “Perusahaan” dalam melaksanakan kegiatan bisnisnya tidak terlepas dari hubungan dan interaksi dengan para Pemangku Kepentingan maupun pihak-pihak lainnya, yang kemungkinan terdapat kondisi terjadinya situasi Benturan Kepentingan yang mungkin tidak dapat terhindarkan antara satu pihak dengan pihak lainnya, di mana pertimbangan pribadi mungkin dapat mempengaruhidan/atau menyingkirkan profesionalitas Insan Bio Farma dalam melaksanakan kewajibannya.

Disisi lain, pemahaman yang tidak seragam mengenai Benturan Kepentingan menimbulkan penafsiran yang beragam dan dapat berpengaruh pada kinerja Insan Bio Farma dalam pelaksanaan tugasnya di PT Bio Farma (Persero).

Kesungguhan dan konsistensi upaya pencegahan terhadap adanya atau potensi adanya Benturan Kepentingan dalam pelaksanaan tugas di PT Bio Farma (Persero) akan menciptakan lingkungan kerja yang bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme serta memperkuat tata kelola Perusahaan yang baik (Good Corporate Governance) secara konsisten dan berkesinambungan.

B. MAKSUD DAN TUJUAN

  1. Sebagai Pedoman bagi Insan Bio Farma dalam memahami, mencegah dan menanggulangi Benturan Kepentingan di Perusahaan.
  2. Sebagai Pedoman bagi Insan Bio Farma dalam mengambil sikap yang tegas terhadap Benturan Kepentingan di Perusahaan untuk mewujudkan pengelolaan Perusahaan yang baik, sesuai dengan prinsip-prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik (Good Corporate Governance), sehingga dapat mendorong terlaksananya etika bisnis yang tinggi dan mencegah kecurangan serta penyimpangan perilaku lainnya.
  3. Mewujudkan pengelolaan Perusahaan yang bebas dari segala bentuk Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN).

C. TERMINOLOGI

  1. Benturan Kepentingan adalah situasi di mana Insan Bio Farma memiliki atau patut diduga memiliki kepentingan pribadi terhadap penggunaan wewenang dalam kedudukan atau jabatannya, sehingga mempengaruhi kualitas keputusan dan/atau tindakannya.
  2. Insan Bio Farma adalah Dewan Komisaris, Direksi dan Karyawan PT Bio Farma (Persero).
  3. Dewan Komisaris adalah organ perseroan yang bertugas melakukan pengawasan sesuai anggaran dasar serta memberi nasihat kepada Direksi.
  4. Direksi adalah organ perseroan yang berwenang dan bertanggung jawab penuh atas pengurusan Perusahaan untuk kepentingan Perusahaan, sesuai dengan maksud dan tujuan Perusahaan serta mewakili Perusahaan, baik di dalam maupun di luar pengadilan sesuai dengan ketentuan anggaran dasar.
  5. Karyawan adalah Karyawan Tetap dan Tenaga Kontrak.
  6. Mitra Bisnis adalah pihak perseorangan maupun perusahaan yang menjalin kerjasama bisnis dengan Perusahaan.
  7. Pemangku Kepentingan (stakeholders) adalah pihak-pihak yang berkepentingan dengan Perusahaan dan memiliki pengaruh secara langsung maupun tidak langsung terhadap kelangsungan hidup Perusahaan, termasuk didalamnya Pemegang Saham, Karyawan, Pemerintah, Pelanggan, Pemasok, Kreditur, Pesaing dan pihak lainnya yang berkepentingan.
  8. Perusahaan dengan huruf “p” besar adalah Perusahaan Perseroan (PERSERO) PT Bio Farma sedangkan dalam huruf kecil adalah perusahaan pada umumnya.
  9. Kode Etik Perilaku (Code of Conduct) adalah peraturan tertulis yang secara formal, jelas dan tegas menerangkan perilaku yang harus ditaati dan dilaksanakan oleh Direksi dan seluruh Karyawan sebagai organ Perusahaan, sehingga akan membentuk sikap dan perilaku bagi pribadi-pribadi yang beretika, bermoral, dan berbudaya tinggi.

BAB II

BENTURAN KEPENTINGAN

A. BENTUK-BENTUK BENTURAN KEPENTINGAN

Beberapa bentuk Benturan Kepentingan antara lain adalah:

  1. Situasi yang menyebabkan seseorang menerima gratifikasi atau pemberian hadiah atas suatu keputusan/jabatannya;
  2. Situasi yang menyebabkan penggunaan aset jabatan atau Perusahaan untuk kepentingan pribadi/ golongan;
  3. Situasi yang menyebabkan informasi rahasia jabatan/Perusahaan dipergunakan untuk kepentingan pribadi/golongan;
  4. Situasi perangkapan jabatan di beberapa perusahaan yang memiliki hubungan langsung/tidak langsung, sejenis/tidak sejenis, sehingga menyebabkan pemanfaatan suatu jabatan untuk jabatan lainnya, yang ada hubungannya dengan aktivitas bisnis Perusahaan;
  5. Situasi dimana Insan Bio Farma memberikan akses khusus kepada pihak tertentu tanpa prosedur yang seharusnya;
  6. Situasi yang menyebabkan proses pengawasan tidak mengikuti prosedur karena adanya pengaruh dan harapan dari pihak yang mengawasi atau yang diawasi;
  7. Situasi dimana melakukan penilaian atas sesuatu hal, yang mana sesuatu hal tersebut merupakan hasil kerja dari Insan Bio Farma yang bersangkutan;
  8. Situasi dimana adanya kesempatan penyalahgunaan jabatan/wewenang;
  9. Situasi dimana memungkinan untuk memberikan informasi lebih dari yang telah ditentukan Perusahaan, keistimewaan maupun peluang bagi calon penyedia barang/jasa untuk memenangkan dalam proses pengadaan barang/jasa di Perusahaan;
  10. Bekerja lain diluar pekerjaan pokoknya (moonlight/outside employment).

B. JENIS BENTURAN KEPENTINGAN

Jenis Benturan Kepentingan, antara lain adalah:

  1. Kebijakan dari Insan Bio Farma yang berpihak akibat pengaruh, hubungan dekat, ketergantungan, dan/atau pemberian gratifikasi.
  2. Pemberian izin, rekomendasi dan/atau persetujuan dari Insan Bio Farma yang diskriminatif.
  3. Pengangkatan Insan Bio Farma berdasarkan hubungan dekat/balas jasa/rekomendasi/pengaruh dari Insan Bio Farma lainnya atau pihak lainnya yang melanggar prosedur.
  4. Pemilihan Mitra Bisnis oleh Insan Bio Farma berdasarkan keputusan yang tidak profesional.
  5. Menggunakan aset Perusahaan dan informasi rahasia untuk kepentingan pribadi.
  6. Melakukan penilaian atas pengaruh pihak lain dan tidak sesuai norma, standar, dan prosedur.

C. SUMBER PENYEBAB BENTURAN KEPENTINGAN

Sumber penyebab Benturan Kepentingan, antara lain adalah:

  1. Penyalahgunaan wewenang, yaitu dengan membuat keputusan atau tindakan yang tidak sesuai dengan tujuan atau melampaui batas-batas dari wewenang yang dimilikinya;
  2. Hubungan afiliasi, yaitu hubungan yang dimiliki oleh Insan Bio Farma dengan pihak tertentu baik karena hubungan darah, hubungan perkawinan, maupun hubungan pertemanan yang dapat mempengaruhi keputusannya;
  3. Gratifikasi, yaitu pemberian dalam arti luas yakni meliputi pemberian uang, barang, rabat, komisi, pinjaman tanpa bunga, tiket perjalanan, fasilitas penginapan, perjalanan wisata, pengobatan cuma-cuma dan fasilitas lainnya. Gratifikasi tersebut baik yang diterima di dalam negeri maupun di luar negeri dan yang dilakukan dengan menggunakan sarana elektronik atau tanpa sarana elektronik;
  4. Kelemahan sistem organisasi yaitu keadaan yang menjadi kendala bagi pencapaian tujuan pelaksanaan kewenangan Insan Bio Farma yang disebabkan karena aturan, Pedoman, Prosedur baku atau uraian pekerjaan (Job descriptions)yang tidak jelas;
  5. Kepentingan pribadi (Vested interest) yaitu keinginan I kebutuhan lnsan Bio Farma mengenai suatu hal yang bersifat pribadi.

BAB III

PENANGANAN SITUASI BENTURAN KEPENTINGAN

A. PRINSIP DASAR

  1. Insan Bio Farma harus menghindarkan diri dari sikap, perilaku, dan tindakan yang dapat mengakibatkan Benturan Kepentingan.
  2. lnsan Bio Farma yang berpotensi dan atau telah berada dalam situasi Benturan Kepentingan DILARANG untuk meneruskan kegiatan/melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya tersebut. Selanjutnya yang bersangkutan harus mengungkapkan kejadian/keadaan Benturan Kepentingan yang dialami/diketahui dan tidak boleh berpartisipasi dalam pengambilan keputusan.
  3. Perangkapan Jabatan yang berpotensi terjadinya Benturan Kepentingan oleh lnsan Bio Farma dimungkinkan untuk dilaksanakan selama terdapat kebijakan dan peraturan Perusahaan yang mengatur mengenai hal tersebut.
  4. lnsan Bio Farma yang berpotensi dan atau telah berada dalam situasi Benturan Kepentingan wajib membuat dan menyampaikan Surat Pernyataan Potensi Benturan Kepentingan terhadap kondisi tersebut kepada atasan langsung.
  5. Pimpinan unit kerja dan atas langsung harus mengendalikan dan menangani Benturan Kepentingan secara memadai.

B. MEKANISME PELAPORAN BENTURAN KEPENTINGAN

Apabila terjadi situasi Benturan Kepentingan, maka lnsan Bio Farma wajib melaporkan hal tersebut melalui :

  1. Atasan Langsung Pelaporan melalui atasan langsung dilakukan apabila pelapor adalah lnsan Bio Farma yang terlibat atau memiliki potensi untuk terlibat secara langsung dalam situasi Benturan Kepentingan. Pelaporan dilaksanakan dengan menyampaikan Surat Pernyataan Potensi Benturan Kepentingan kepada atasan langsung.
  2. Sistem Pelaporan Pelanggaran/Whistle Blowing SystemPelaporan melalui Sistem Pelaporan Pelanggaran I Whistleblowing System dilakukan apabila pelapor adalah lnsan Bio Farma atau pihak-pihak lainnya (Pelanggan, Mitra Kerja dan Masyarakat) yang tidak memiliki keterlibatan secara langsung, namun mengetahui adanya atau potensi adanya Benturan Kepentingan

di Perusahaan. Pelaporan melalui Sistem Pelaporan Pelanggaran/Whistleblowing System dilaksanakan sesuai dengan mekanisme tersendiri yang mengatur mengenai Sistem Pelaporan Pelanggaran Whistleblowing System di Perusahaan.Pelaporan atas terjadinya Benturan Kepentingan butir 2 di atas, harus dilakukan dengan itikad baik dan bukan merupakan suatu keluhan pribadi atas suatu kebijakan Perusahaan tertentu ataupun didasari oleh kehendak buruk/fitnah.

C. FAKTOR-FAKTOR PENDUKUNG KEBERHASILAN PENANGANAN BENTURAN

KEPENTINGAN

  1. Komitmen dan Keteladanan ManajemenManajemen wajib mempergunakan kewenangannya secara wajar, baik dan benar dengan mempertimbangkan kepentingan Perusahaan, kepentingan lnsan Bio Farma, kepentingan masyarakat dan berbagai faktor lain.
  2. Partisipasi dan Keterlibatan Para lnsan Bio Farma lmplementasi kebijakan untuk mencegah Benturan Kepentingan membutuhkan keterlibatan para lnsan Bio Farma. Para lnsan Bio Farma harus sadar dan paham tentang isu Benturan Kepentingan dan harus bisa mengantisipasi sekaligus mencegah terjadinya Benturan Kepentingan.Untuk mendorong partisipasi dan keterlibatan lnsan Bio Farma, dapat dilakukan antara lain dengan :
    1. Melakukan sosialisasi guna meningkatkan pemahaman lnsan Bio Farma akan kebijakan penanganan Benturan Kepentingan;
    2. Memberi bantuan konsultasi bagi mereka yang belum memahami kebijakan penanganan Benturan Kepentingan.
  1. Perhatian Khusus Atas Hal Tertentu Perhatian khusus perlu dilakukan terhadap hal-hal tertentu yang dianggap berisiko tinggi menyebabkan terjadinya situasi Benturan Kepentingan. Hal-hal yang perlu mendapat perhatian khusus tersebut antara lain adalah :
    1. Hubungan afiliasi;
    2. Gratifikasi;
    3. Pekerjaan tambahan;
    4. lnformasi orang dalam;
    5. Kepentingan pribadi dalam pengadaan barang/jasa di Perusahaan;
    6. Tuntutan keluarga dan komunitas;
    7. Kedudukan di organisasi-organisasi lain di mana yang bersangkutan menerima upah/gaji/honorarium;
    8. Intervensi pada jabatan sebelumnya; dan
    9. Perangkapan jabatan.
  1. Langkah – langkah Preventif

Berbagai langkah preventif dapat dilakukan untuk menghindari situasi Benturan Kepentingan.

Terhadap situasi Benturan Kepentingan, maka setiap lnsan Bio Farma dapat melakukan hal sebagai berikut :

  1. Secara Profesional akan menghindari situasi Benturan Kepentingan dan selalu mengutamakan kepentingan Perusahaan di atas kepentingan pribadi atau pihak lain;
  2. Harus mengundurkan diri dari proses pengambilan keputusan apabila berada dalam posisi yang mengandung Benturan Kepentingan;
  3. Tidak melakukan transaksi dan/atau menggunakan harta Perusahaan untuk kepentingan pribadi, keluarga atau golongan;
  4. Tidak menerima dan/atau memberikan hadiah/manfaat dalam bentuk apapun yang berkaitan dengan kedudukannya di dalam Perusahaan;
  5. Tidak memanfaatkan informasi rahasia dan data bisnis Perusahaan untuk kepentingan di luar Perusahaan;
  6. Tidak memanfaatkan dan menggunakan Hak Kekayaan Intelektual Perusahaan yang dapat merugikan kepentingan atau yang dapat menghambat perkembangan Perusahaan;
  7. Tidak melakukan investasi atau ikatan bisnis dengan pihak lain yang mempunyai keterkaitan bisnis dengan Perusahaan;
  8. Tidak memberikan perlakuan istimewa kepada pelanggan, pemasok, mitra bisnis, pemerintah dan/atau pihak lain melebihi dari kebijakan yang ditetapkan oleh Perusahaan;
  9. Mematuhi Kode Etik Perilaku (Code of Conduct) yang telah ditetapkan oleh Perusahaan.

Insan Bio Farma agar selalu mengikuti prinsip-prinsip tata kelola Perusahaan yang baik (Good Corporate Governance) dan memproteksi diri dari tindakan Benturan Kepentingan.

D. SANKSI ATAS PELANGGARAN

Pelanggaran terhadap ketentuan dalam Pedoman Benturan Kepentingan ini akan dikenakan sanksi berdasarkan ketentuan yang berlaku di Perusahaan.