Piagam Satuan Pengawasan Intern

PIAGAM SATUAN PENGAWASAN INTERN (INTERNAL AUDIT CHARTER)
PT BIO FARMA (PERSERO)

Piagam Satuan Pengawasan Intern (Internal Audit Charter) PT Bio Farma (Persero) didasarkan pada Keputusan Bersama Dewan Komisaris dan Direksi PT Bio Farma (Persero) Nomor : KEP-13A/DK/BF/XII/2012 Nomor : 07357/DIR/XII/2012 Tanggal 17 Desember 2012 Tentang Piagam Satuan Pengawasan Intern (Internal Audit Charter). Dengan berlakunya SK ini, maka Audit Charter Satuan Pengawasan Intern PT Bio Farma (Persero) tanggal 31 Mei 2010 dinyatakan tidak berlaku.

PIAGAM SATUAN PENGAWASAN INTERN (INTERNAL AUDIT CHARTER)

Piagam Satuan Pengawasan Intern atau Internal Audit Charter adalah dokumen formal yang berisi pengakuan keberadaan dan komitmen pimpinan atas fungsi suatu Unit Pengawasan Intern (SPI) di sebuah organisasi atau badan hukum.

Piagam Satuan Pengawasan Intern (Internal Audit Charter) PT Bio Farma (Persero) merupakan dasar pelaksanaan tugas-tugas pengawasan para auditor SPI, dan agar diketahui oleh para karyawan dan pihak lain yang terkait, agar tercapai saling pengertian dan kerja sama yang baik dalam mewujudkan visi, misi dan tujuan PT Bio Farma (Persero).

AUDIT INTERNAL

Audit Internal adalah suatu kegiatan pemberian keyakinan (assurance) dan konslutasi yang bersifat independen dan objektif, dengan tujuan untuk meningkatkan nilai dan memperbaiki operasional perusahaan, melalui pendekatan yang sistematis, dengan cara mengevaluasi dan meningkatkan efektivitas sistem pengendalian intern, manajemen risiko, dan tata kelola perusahaan yang baik.

VISI

Menjadi unit pengawasan yang profesional, independen, objektif, memberikan konsultasi dan menjadi mitra manajemen yang terpercaya serta memberikan nilai tambah bagi perusahaan dalam pencapaian tujuannya.

MISI

Satuan Pengawasan Intern merupakan unit pengawasan yang dibentuk untuk membantu Direktur Utama dalam memenuhi kewajibannya kepada Pemegang Saham, berupa adanya kepastian pencapaian tujuan operasional perusahaan.

Atas hal tersebut maka Satuan Pengawasan Intern melakukan audit secara berkala kegiatan operasional perusahaan, berdasarkan prioritas risiko, dan menilai pengendalian dan pelaksanaan kegiatan operasional perusahaan, serta memberikan konsultasi dan rekomendasi untuk meningkatkan kualitas pengelolaan perusahaan.

DASAR HUKUM MENGENAI PENGAWASAN INTERN PADA BUMN

  • Undang-Undang Nomor 19 Tahun 20003 tentang Badan Usaha Milik Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 70, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4297);
  • Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 106, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4756);
  • Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 1997 tentang Pengalihan Bentuk Perusahaan Umum Bio Farma menjadi Perusahaan Perseroan (Persero) (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1997 Nomor 4);
  • Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2005 tentang Pendirian, Pengurusan, Pengawasan dan Pembubaran Badan Usaha Milik Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 117, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4556);
  • Peraturan Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor PER-01/MBU/2011 tanggal 1 Agustus 2011 tentang Penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik (Good Corporate Governance) pada Badan Usaha Milik Negara sebagaimana telah diubah berdasarkan Peraturan Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor PER-09/MBU/2012 tanggal 6 Juli 2012 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor PER-01/MBU/2011 tanggal 1 Agustus 2011 tentang Penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik (Good Corporate Governance) pada Badan Usaha Milik Negara;
  • Keputusan Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara Nomor SK-16/S.MBU/2012 tanggal 6 Juni 2012 tentang Indikator/Parameter Penilaian dan Evaluasi atas Penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik (Good Corporate Governance) pada Badan Usaha Milik Negara;
  • Anggaran Dasar Perusahaan Perseroan PT Bio Farma (Persero).

STRUKTUR dan KEDUDUKAN

  • SPI dipimpin oleh seorang Kepala Satuan Pengawasan Intern
  • Kepala SPI diangkat dan diberhentikan leh Direktur Utama atas persetujuan Dewan Komisaris
  • Kepala SPI bertanggung jawab kepada Direktur Utama
  • Auditor pada SPI bertanggung jawab kepada Kepala SPI

TUGAS dan TANGGUNG JAWAB

  • Menyusun dan melaksanakan Program Kerja Pemeriksaan Tahunan (PKPT)
  • Menguji dan mengevaluasi pelaksanaan pengendalian intern, manajemen risiko dan GCG sesuai dengan kebijakan perusahaan.
  • Melakukan pemeriksaan dan penilaian atas efisiensi dan efektivitas terhadap operasional, keuangan, sumber daya manusia, teknologi informasi dan kegiatan lainnya di perusahaan
  • Memberikan rekomendasi perbaikan dan informasi yang objektif tentang kegiatan yang diperiksa kepada Manajemen
  • Membuat laporan hasil audit dan menyampaikannya kepada Direktur Utama dan Komisaris
  • Memantau pelaksanaan Tindak Lanjut perbaikan yang direkomendasikan
  • Melakukan tugas konsultasi untuk memperbaiki sistem pengendalian intern
  • Bersama dengan komite audit membahas laporan hasil audit dan meminta masukkan yang diperlukan
  • Melakukan pemeriksanaan khusus apabila diperlukan

WEWENANG

Direktur Utama memberi wewenang kepada Kepala Satuan Pengawasan Intern untuk :

  • Mengakses ke seluruh informasi, dokumen, dan catatan, ke Direksi dan ke karyawan, ke lokasi asset perusahaan, ke sistem informasi, dan ke sistem dan prosedur yang relevan tentang perusahaan yang terkait dengan tugas dan fungsi audit.
  • Melakukan komunikasi secara langsung dengan Direksi, Dewan komisaris, Komite Audit, Komite Risiko.
  • Mengadakan rapat secara berkala dan asidentil dengan Direksi, Komisaris, Komite Audit, Komite Risiko
  • Melakukan koordinasi bila perusahaan sedang diaudit oleh auditor eksternal (KAP, BPK, dsb)
  • Mengalokasikan sumber daya audit, menentukan fokus ruang lingkup dan jadwal audit
  • Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan di bidang audit
  • Mendapatkan saran dan nasihat dari tenaga profesional/ahli

PERTANGGUNGJAWABAN

Kepala Satuan Pengawasan Intern bertanggung jawab kepada Direktur Utama untuk :

  • Memberikan penilaian dan saran-saran mengenai kecukupan dan efektivitas proses manajemen perusahaan dalam mengendalikan kegiatannya dan pengelolaan risiko.
  • Melaporkan kejadian penting yang berkaitan dengan sistem pengendalian manajemen, dan melaporkan peningkatan/pembenahan sistem pengendalian intern yang perlu dilakukan
  • Memberikan laporan hasil pemeriksaan sesuai program kerja pemeriksaan tahunan, secara berkala
  • Melaporkan pencapaian KPI unit Pengawasan Intern

PERSYARATAN AUDITOR

  • Memiliki integritas dan perilaku yang profesional, independen, jujur dan objektif dalam melaksanakan tugasnya
  • Memiliki pengetahuan dan pengalaman teknis audit dan disiplin ilmu lain yang relevan dengan tugasnya
  • Memiliki kecakapan berinteraksi dan berkomunikasi baik lisan maupun tulisan secara efektif
  • Mempunyai keinginan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan di bidang audit

KODE ETIK AUDITOR

  • Auditor internal harus jujur, objektif dan profesional dalam menjalankan tugasnya
  • Auditor internal harus menghindari hal-hal yang dapat menimbulkan konflik kepentingan
  • Auditor intenrla dilarang terlibat dalam kegiatan yang melanggar hukum
  • Auditor internal harus bersikap hati-hati dan bijaksana dalam menggunakan informasi yang diperoleh dalam pelaksanaan tugasnya
  • Auditor internal harus mengusahakan berbagai upaya agar senatiasa memenuhi standar Profesi Audit Internal
  • Auditor internal dilarang secara sadar terlibat dalam tindakan atau kegiatan yang dapat mendiskreditkan profesi audit internal dan mendiskreditkan organisasinya.
  • Auditor internal harus senantiasa meningkatkan kompetensinya dengan mengikuti pendidikan profesional berjenjang dan berkelanjutan