Konservasi Mangrove Karangsong

Berangkat dari keinginan untuk ikut menyelamatkan kawasan pesisir pantai dan ekosistemnya dari serangan abrasi, Bio Farma tergerak untuk melakukan rehabilitasi hutan bakau (mangrove) di pesisir pantai Karangsong, Kabupaten Indramayu. Dimulai dengan penanaman 6.000 bibit pohon mangrove pada tanggal 9 – 10 November 2012 oleh Tim CSR dan mitra perusahaan, hingga saat ini telah ditanam 12.300 pohon. Untuk melindungi tanaman mangrove yang baru ditanam,

Bio Farma berinisiatif mengumpulkan ban bekas yang berfungsi sebagai pemecah ombak dan pencegah abrasi. Tanaman Bakau yang tumbuh di muara sungai, daerah pasang surut atau tepi laut (pesisir) bersifat unik karena merupakan gabungan ciri-ciri tumbuhan yang hidup di darat dan di laut. Mangrove mempunyai susunan akar yang menonjol sebagai cara beradaptasi terhadap keadaan tanah yang miskin oksigen (anaerob). Mangrove memiliki banyak fungsi, yaitu fungsi fisik, biologi, dan ekonomi yang manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat pesisir. Secara fungsi fisik, mangrove dapat melindungi pantai dari erosi dan abrasi, melindungi pemukiman penduduk dari terpaan badai dan angin dari laut, serta dapat menetralisir logam berat dari limbah industri. Sedangkan fungsi biologi adalah sebagai sumber makanan, tempat hidup biota laut, dan tempat habitat berbagai satwa, seperti burung sehingga memiliki potensi edukasi dan wisata yang dapat dimanfaatkan masyarakat.