Konservasi Penyu Hijau Pangumbahan

Penyu hijau (chelonia mydas) merupakan hewan laut yang memanfaatkan pesisir pantai untuk bertelur. Penyu adalah satwa unik yang memiliki siklus kehidupan yang rumit dengan proses perkembangbiakan yang sangat lambat. Siklus bertelur penyu antara 2 – 8 tahun sekali. Telur akan menetas setelah 55 – 57 hari. Sejak ditetaskan, tukik (anak penyu) sudah harus mengalami serangkaian proses yang harus mereka jalani sendiri untuk menjalani proses kehidupan. Tukik yang menetas harus segera merangkak dan berenang ke laut untuk menghindari predator darat seperti anjing, kucing, biawak, elang dan kepiting. Di laut lepas, mereka akan menghadapi predator lainnya seperti anak hiu dan gurita. Dari 100 tukik yang menetas hanya ada satu yang mampu bertahan menjadi penyu dewasa. Disamping faktor alam, populasi penyu juga mendekati kepunahan akibat ulah manusia yang melakukan perburuan penyu dewasa dan penjualan telur penyu secara ilegal.

Bio Farma tergerak untuk ikut melakukan upaya nyata melakukan program konservasi penyu hijau di Pantai Pengumbahan, Ujung Genteng, Kabupaten Sukabumi Jawa Barat. Dengan menggandeng Kelompok Konservasi Penyu Sukabumi (KKPS) dan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sukabumi, program yang dimulai sejak bulan Juli 2013 ini telah mengevaluasi 123 sarang penyu dengan metode penetasan secara alami.