Kunjungan Duta Besar LBPP RI untuk Prancis, Andorra, Monako dan Delegasi Tetap RI untuk UNESCO

By Bio Farma

Direktur Utama Bio Farma, Honesti Basyir (kiri) menyerahkan cindera mata dari Bio Farma kepada Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) Republik Indonesia untuk Prancis, Andorra, Monako, serta Delegasi Tetap Republik Indonesia untuk UNESCO, Arrmanatha Christiawan Nasir (kanan). Dalam kunjungan yang dilaksanakan pada tanggal 11 Februari 2020, KBRI Perancis akan membatu rencana penjajakan kembali kolaborasi antara Bio Farma dengan Institute Pasteur Perancis, dan membantu Holding BUMN Farmasi, untuk memasarkan produk -produknya untuk wilayah Perancis, Afrika dan sekitarnya, dengan jenis produk antara lain vaksin, produk farmasi dan herbal.

Holding BUMN Farmasi : Hadir Untuk Negeri Memperkuat Kemandirian Industri Farmasi Nasional

By Bio Farma

(Jakarta 5/2) Setelah ditetapkan menjadi induk holding BUMN farmasi dengan anggota holding Kimia Farma Tbk dan Indofarma Tbk, Bio Farma siap untuk menjalankan perannya sebagai induk holding BUMN farmasi, antara lain ; mendorong anggota Holding BUMN Farmasi untuk mandiri baik dalam hal penelitian maupun produksi produk – produknya, mendorong anggota Holding BUMN Farmasi untuk menerapkan Produksi dan Quality Management System, untuk mendapatkan Pre-Qualification WHO (PQ WHO). Dengan PQ-WHO, diharapkan Kimia Farma dan Indofarma juga dapat menembus pasar global, dan membantu anggota Holding BUMN Farmasi untuk menjadi global player, mengingat saat ini, produk Bio Farma sudah digunakan di lebih dari 140 negara di dunia dan menembus pasar di negara – negara Organisasi Kerjasama Islam (OKI).

Penetapan Bio Farma sebagai holding BUMN farmasi, ditandai pasca keluarnya surat persetujuan dari Menteri BUMN selaku RUPS yang menyetujui pengalihan seluruh saham seri B milik Negara Republik Indonesia pada Kimia Farma Tbk maupun Indofarma Tbk ke PT Bio Farma (Persero) pada akhir Januari 2020.

Tujuan dari holding BUMN Farmasi ini adalah selain untuk memperkuat kemandirian industri farmasi nasional, juga untuk meningkatkan ketersediaan produk, dengan menciptakan inovasi bersama dalam penyediaan produk farmasi untuk mendukung ekosistem farmasi dimasa yang akan datang.

Direktur Utama Bio Farma, Honesti Basyir mengatakan dalam acara Press Conference dengan tema Holding BUMN Farmasi Memperkuat Kemandirian Industri Farmasi Nasional di Jakarta 5 Februari 2020, yang turut dihadiri oleh Direktur Utama Kimia Farma Tbk, Verdi Budidarmo dan Direktur Utama Indofarma Tbk, Arief Pramuhanto.

Saat ini, industri farmasi di Indonesia, masih dihadapkan pada beberapa tantangan yang cukup signifikan, dimana Indonesia masih bergantung pada impor khususnya untuk bahan baku obat atau Active Pharmaceutical Ingredients (API). Kemudian tantangan lainnya adalah access untuk mendapatkan produk farmasi yang cenderung sulit karena keterbatasa jalur distribusi yang membuat harga obat relatf mahal, dan tantangan berikutnya inovasi – inovasi terbaru yang dapat melahirkan produk farmasi yang dibutuhkan oleh masyarakat.

“Dengan bergabungnya Bio Farma, Kimia Farma dan Indofarma dalam suatu Holding BUMN Farmasi, diharapkan masing – masing dari perusahaan ini, akan memberikan kontribusi pada ketahanan farmasi nasional, sehingga harga produk farmasi bisa lebih murah, karena adanya penurunan harga API dan masyarakat akan lebih mudah mendapatkan produk farmasi dengan jaringan distribusi yang luas dan merata, bahkan hingga ke manca negara dan yang terpenting adalah inovasi – inovasi dapat melahirkan produk baru yang dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia”, Ujar Honesti.

Beliau menambahkan, dari sisi inovasi Bio Farma sebagai induk holding akan mendorong Kimia Farma Tbk dan Indofarma Tbk, untuk dapat melakukan penetrasi pasar yang lebih luas lagi dengan standar produk yang sudah terkualifikasi dari Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Setelah holding ini terbentuk, selain sebagai induk Holding Company, Bio Farma akan tetap fokus pada core bisnis utama saat ini yaitu sebagai produsen vaksin dan antisera, dengan adanya manajemen tersendiri yang fokus kepada sektor tersebut sebagai operating holding.

Sementara Verdi Budidarmo, Direktur Utama Kimia Farma mengatakan “Bahwa dengan Holding BUMN Farmasi ini akan mendukung hilirisasi produk Kimia Farma, Bio Farma dan Indofarma, mengingat saat ini Kimia Farma memiliki rantai bisnis dari hulu ke hilir (retail farmasi, distribusi, laboratorium diagnostik, dan klinik kesehatan).”

Direktur Utama Indofarma – Arief Pramuhanto – menambahkan bahwa, Indofarma berkomitmen mendukung Holding BUMN Farmasi untuk bersama-sama mewujudkan kemandirian dan meningkatkan daya saing industri farmasi dan alat kesehatan dalam negeri. Untuk itu, sesuai blueprint dari Holding BUMN Farmasi, selain tetap mengembangkan beberapa produk farma, Indofarma juga akan menitik fokuskan pada pengembangan produk Natural Extract dan Medical Equipment (alat kesehatan). Hal itu selaras dengan Indofarma Turnaround Strategy, yang telah ditetapkan Manajemen Indofarma sebagai pedoman penentuan arah pengembangan Perusahaan untuk secara berkelanjutan menjadi Profitable Healthcare Company.

Diharapkan, sebagai holding BUMN Farmasi, akan hadir untuk negeri dalam turut serta menciptapkan bangsa Indonesia yang sehat dengan produk – produk bioteknologi, farmasi dan health care kelas dunia yang berdaya saing global.

 

—-0000—-

Untuk informasi Media, Hubungi :

Iwan Setiawan

Head of Corporate Communications.

Bio Farma

Email : iwan.setiawan@biofarma.co.id

62 22 2033755 ext 37431

www.biofarma.co.id

twitter : @biofarmaID

Instagram :@biofarmaID

Bio Care : 1500810

PERSIB BANDUNG LAKUKAN VAKSINASI DI IMUNICARE

By Bio Farma

Bandung – Persib Bandung, klub sepakbola kebanggaan Jawa Barat, melakukan vaksinasi di Imunicare, Senin (03/02). Imunicare merupakan layanan vaksinasi milik Bio Farma. Vaksinasi dilakukan oleh para pemain serta tim manajemen klub Persib.

“Hal ini merupakan kontribusi biofarma untuk tim Persib Bandung, sebagai tim kebanggaan kota Bandung dan Jawa Barat,” ujar Honesti Basyir, Direktur Utama Bio Farma dalam sambutannya di Gedung Herritage, Bio Farma.

Tim Persib Bandung melakukan vaksinasi dalam rangka menghadapi kompetisi panjang dengan tempat yang berpindah-pindah. Vaksin yang diberikan adalah vaksin flu, yang dapat menjaga daya tahan tubuh para pemain agar tetap kuat serta dapat bermain dengan optimal di sela-sela jadwal yang padat.

“Vaksin yang diberikan tujuannya untuk memberikan antibodi bagi para pemain. Sehingga, tubuh mereka lebih kuat dan memiliki pertahanan terhadap penyakit yang akan menyerang,” papar Dr. Mohamad Rafi Ghani, dokter tim Persib Bandung.

Kegiatan vaksinasi ini juga dilakukan sebagai bagian dalam memeriahkan ulang tahun Imunicare yang pertama, sabtu (01/02), lalu. Imunicare merupakan layanan vaksinasi yang memudahkan masyarakat dalam mendapatkan akses dan solusi dalam upaya meningkatkan imunitas, dengan harga terjangkau serta produk yang lengkap, terjamin kualitas dan keaslian produknya.

“Saya berterimakasih pada Bio Farma atas support yang diberikan pada tim. Hal ini dapat meningkatkan kepercayaan diri bagi para pemain,” tutur Rene Alberts, Pelatih tim Persib Bandung.

Bio Farma, memberikan dukungannya sebagai bentuk kepeduliah terhadap kesehatan tim untuk menghadapi pertandingan panjang musim ini. Bio Farma juga memastikan agar tim Persib Bandung dapat bertanding dengan baik dan selalu sehat serta terhindar dari flu yang sewaktu-waktu dapat menyerang.

Biofarma menegaskan bahwa adanya kegiatan vaksinasi ini merupakan bentuk dukungan biofarma dalam kancah olahraga di Indonesia. Bio Farma akan terus melakukan kontribusi vaksinasi melalui Imunicare serta memberikan pelayanan yang terbaik.

 

—-0000—-

Untuk informasi Media, Hubungi :

Iwan Setiawan

Head of Corporate Communications.

Bio Farma

Email : iwan.setiawan@biofarma.co.id

62 22 2033755 ext 37431

www.biofarma.co.id

twitter : @biofarmaID

Instagram :@biofarmaID

Bio Care : 1500810

IMUNICARE BIOFARMA RAYAKAN HARI JADI YANG PERTAMA

By Bio Farma

Bandung – Imunicare, layanan vaksinasi besutan PT Bio Farma (persero) rayakan hari jadinya yang pertama, (01/02). Mengusung tema “Healthy Lifestyle for Healthy Life,” acara ini dilakukan di halaman depan gedung Bio Farma, dihadiri oleh lebih dari 10 komunitas dari Bandung Community dan komunitas internal Bio Farma.

“Acara kali ini selain diadakan untuk mengucapkan rasa syukur satu tahun berdirinya imunicare, juga ingin mengajak masyarakat untuk mempraktekkan pola hidup sehat. Tidak lupa juga, kami selalu mengajak masyarakat untuk melakukan imunisasi agar terhindar dari bahaya penyakit menular,” ujar Nandra Danudesa, ketua penyelenggara ulang tahun pertama Imunicare.

Kegiatan ini diisi dengan talkshow yang mengundang praktisi kesehatan, Dr. Frecilia Regina., SpA, IBCLC dan Dr. Dwi Monik Purnamasari, M.Kes, sebagai bintang tamu yang akan berbicara mengenai tumbuh kembang anak dan nutrisi serta gizi yang baik bagi anak. Acara ini juga semakin meriah dengan adanya performance, bazaar, games yang dapat diikuti oleh orangtua dan anak, doorprize dengan berbagai hadiah menarik untuk para pemenang, dan masih banyak acara seru lainnya.

Ulang tahun Imunicare yang pertama ini, melibatkan seluruh lapisan masyarakat dari berbagai usia, dengan tujuan agar lebih dikenal dan lebih dekat dengan masyarakat. Imunicare selalu berupaya agar masyarakat menyadari pentingnya imunisasi. Imunicare hadir di berbagai kota di Indonesia sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan di Indonesia.

Direktur Pemasaran, Penelitian, dan Pengembangan I Bio Farma, Sri Harsi Teteki menegaskan bahwa, Imunicare merupakan layanan vaksinasi dari Bio Farma yang sudah ada di lebih dari 20 kota, seperti Jakarta, Medan, Makassar, Bandung, Bandar Lampung, hingga Madiun dan kota-kota lainnya. Sri Harsi Teteki menginginkan layanan ini agar terus berkembang dan dapat merambah ke 56 kota lainnya di Indonesia.

“Kehadiran Imunicare ini supaya dapat menciptakan generasi Indonesia yang sehat dan kuat. Sehingga, Indonesia bisa bersaing di kancah global,” tutur Sri Harsi Teteki.

Imunicare berusaha untuk memberikan pengalaman layanan vaksinasi yang terbaik dan berkualitas bagi masyarakat. Imunicare hadir dengan tenaga medis yang ahli di bidangnya, kualitas produk tinggi, serta harga yang terjangkau bagi masyarakat. Imunicare berkomitmen menyediakan kebutuhan pelayanan vaksinasi untuk segala usia mulai dari bayi, anak-anak, remaja, dewasa, dan lansia, layanan ini merupakan layanan vaksinasi yang sangat lengkap.

Bio Farma berharap, layanan ini dapat menjadi solusi bagi kesehatan masyarakat kedepannya. Melalui Imunicare, Bio Farma ingin masyarakat lebih mengetahui dan tidak takut lagi untuk melakukan imunisasi. Timbulnya kesadaran masyarakat untuk imunisasi, diharapkan menjadi faktor agar anak Indonesia menjadi lebih sehat.

 

—-0000—-

Untuk informasi Media, Hubungi :

Iwan Setiawan

Head of Corporate Communications.

Bio Farma

Email : iwan.setiawan@biofarma.co.id

62 22 2033755 ext 37431

www.biofarma.co.id

twitter : @biofarmaID

Instagram :@biofarmaID

Bio Care : 1500810

Holding BUMN Farmasi Mulai Beroperasi 2020 : Bersinergi Menyehatkan Indonesia dan Dunia

By Bio Farma

(Jakarta 31/01) Kementerian BUMN RI telah mensahkan secara resmi beroperasinya Holding Farmasi di awal tahun 2020. Holding farmasi ini, terdiri dari tiga perusahaan BUMN farmasi yaitu; Bio Farma sebagai induk holding, yang sahamnya masih dimiliki 100% oleh pemerintah, beranggotakan PT Kimia Farma  Tbk dan PT Indofarma Tbk. Dasar penetapan dan pengesahan Bio Farma sebagai induk holding BUMN farmasi, adalah dengan telah keluarnya surat persetujuan dari Menteri BUMN selaku RUPS yang menyetujui pengalihan seluruh saham seri B milik Negara Republik Indonesia pada Kimia Farma maupun Indofarma ke PT Bio Farma (Persero). Surat persetujuan Menteri BUMN tersebut merupakan tahap akhir dari serangkaian proses pembentukan holding yang telah dilalui sejak diterbitkannya  PP No.76 yang di tandatangani oleh Presiden Jokowi pada tanggal 15 Oktober 2019 tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia ke dalam modal saham perusahaan perseroan (persero) PT Bio Farma.

Jumlah saham Seri B yang dialihkan ke Bio Farma adalah 4.999.999.999 lembar saham PT Kimia Farma dan 2.499.999.999 lembar saham PT Indonesia Farma yang seluruhnya senilai Rp12.479.821.000.000.

Munculnya inisiatif pembentukan holding farmasi ini antara lain dilatar belakangi oleh, tren sektor kesehatan global dan baik di negara berkembang maupun negara maju, yang memerlukan suatu solusi yang lebih menyeluruh bagi pemenuhan kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan yang terbaik. Hal ini sejalan dengan tren kesehatan dimasa yang akan datang, industri kesehatan tidak hanya terbatas pada pengobatan dan pencegahan saja, melainkan sudah mulai merambah kepada pelayanan kesahatan, termasuk pembiayaan melalui asuransi kesehatan.

Direktur Utama Bio Farma, Honesti Basyir mengatakan, bahwa tujuan dari pembentukan holding farmasi ini adalah untuk memperkuat kemandirian industri farmasi nasional, meningkatkan ketersediaan produk, dengan menciptakan inovasi bersama dalam penyediaan produk farmasi.

“Sinergi dari tiga BUMN yang tergabung dalam holding farmasi ini, dapat menurunkan impor bahan baku farmasi atau Active Pharmaceutical Ingredients (API) dimana saat ini lebih dari dari 90% bahan impor farmasi masih diimpor dari luar negeri, dan kemudian dengan adanya holding ini, diharapkan produk farmasi dapat tersebar secara merata ke seluruh pelosok negeri, dan inovasi dari anggota holding farmasi untuk menciptakan suatu produk baru”, ujar Honesti.

Adapun Bio Farma, selain sebagai Holding Company, tetap fokus pada core bisnis utama saat ini yaitu sebagai produsen vaksin dan antisera, dengan adanya manajemen tersendiri yang fokus kepada sektor tersebut sebagai operating holding.

Honesti menambahkan tujuan lain dari pembentukan holding ini adalah untuk menciptakan efisiensi dan kepastian ketersediaan supply bahan baku, sehingga akan dihasilkan harga produk yang terjangkau, yang akan meningkatkan skala bisnis dan pembentukan holding BUMN farmasi ini merupakan milestone dalam rangka pembentukan ekosistem Healthcare di Indonesia, sehingga dari hulu ke hilirnya dapat dikelola semua dengan baik.

Sinergi Setelah Holding

Setelah holding farmasi ini terbentuk, dalam jangka pendek, holding BUMN farmasi akan tetap melakukan pemenuhan regulasi dari otoritas berwenang untuk aspek yang berkaitan dengan produksi, distribusi dan hal lainnya.

Honesti menegaskan “Holding BUMN Farmasi  dengan keunggulannya masing – masing, akan saling membantu satu sama lain dan bersinergi, seperti contohnya, Bio Farma sebagai induk perusahaan, akan mendorong Kimia Farma dan Indofarma, untuk dapat menghasilkan produk yang sesuai dengan kualifikasi Badan Kesehatan Dunia (WHO), mengingat sebagian besar produk Bio Farma sudah memiliki standarisasi WHO. Kemudian Bio Farma juga akan mendorong Kimia Farma dan Indofarma untuk masuk ke pasar global, dan yang terpenting kami semua akan bersinergi dengan sumber daya manusia yang mempunyai kompetensi untuk menciptakan produk inovasi farmasi nasional”.

 

—-0000—-

Untuk informasi Media, Hubungi :

Iwan Setiawan

Head of Corporate Communications.

Bio Farma

Email : iwan.setiawan@biofarma.co.id

62 22 2033755 ext 37431

www.biofarma.co.id

twitter : @biofarmaID

Instagram :@biofarmaID

Bio Care : 1500810

Bio Farma Innovation Award 2019 : Berani Inovasi “Mewujudkan Mimpi Dengan Inovasi”

By Bio Farma

Bandung (9/1) Bio Farma kembali mengadakan Innovation award 2019 yang bertemakan Berani Inovasi “Mewujudkan Mimpi Dengan Inovasi”. Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi Bio Farma, terhadap karyawan yang telah memberikan inovasinya untuk perusahaan. Tidak hanya penghargaan, acara ini juga diisi dengan talk show, penerimaan penghargaan ibadah haji dan  dimeriahkan oleh RedBox Band dan Project Chit Chat Comedy.

Acara ini dihadiri oleh Board Of Executives Bio Farma mulai dari Direktur Utama yaitu Honesti Basyir, Direktur Operasi yaitu M. Rahman Roestan, Direktur Pemasaran, Penelitian & Pengembangan I yaitu Sri Harsi Teteki, Direktur Keuangan dan Mitra Bisnis yaitu I.G.N Suharta Wijaya, Senior Executives Vice President (SEVP) Produksi yaitu Juliman, SEVP Legal and Compliance yaitu Disril Revolin Putra, dan SEVP Penelitian dan Pengembangan yaitu Adriansjah Azhari. Lalu dihadiri oleh seluruh karyawan Bio Farma kurang lebih sekitar 1200 orang.

“Bio Farma menerima berbagai inovasi dari karyawan. Semua karyawan dipancing untuk memberikan inovasi, asalkan inovasi itu memiliki gagasan berupa data dan fakta, nilai, dan terakhir konsisten” ujar Direktur Utama, Honesti Basyir.

Bagi Bio Farma, inovasi merupakan sebuah napas karena suatu perusahaan akan terus berjaya. Dalam sambutan Direktur Pemasaran, Penelitian & Pengembangan I yaitu Sri Harsi Teteki menjelaskan bahwa inovasi tidak hanya lahir dari sekelompok tertentu, tetapi diharapkan akan lahir dari seluruh ihsan Bio Farma.

“Tak lupa juga kami sangat berterimakasih banyak atas kontribusi yang diberikan, inovasi ini sebagai dasar untuk talent-talent berkembang dan memajukan Bio Farma” ujar Sri Harsi Teteki.

Pada tahun ini, Bio Farma mempunyai tiga kelompok inovasi. Inovasi tersebut terkait inisiatif, inovasi kreatifitas, dan invention (penemuan hal baru). Inovasi yang masuk sebanyak 26 inovasi yang terdiri dari kelompok inisiatif yang life science sebanyak 16 paper,  bisnis dan adminitrasi 3 paper sehingga untuk kelompok ini ada sebanyak 19 inovasi. Kemuduan, untuk kelompok kreatif life scince sebanyak 6 paper dan bisnis 1 paper sehingga untuk kelompok ini ada sebanyak 7 inovasi. Selanjutnya, untuk kelompok invention belum mendapatkan kelompok yang inovasi. Pemberian penghargaan ini bertujuan untuk lebih mengangkat semangat insan Bio Farma yang untuk lebih banyak lagi berinovasi. Tak lupa juga memberikan ruang seluas-luasya untuk berkreasi sebagai penguatan aktualisasi diri, bantuan tenaga dan bantuan pikiran.

Dari inovasi 26 paper inovasi tersebut,  terpilih tujuh finalis yang berhasil memenangkan kategori Good Improvement, Bronze Innovation, Silver Innovation dan Gold Innovation sebagai penghargaan tertinggi. Berikut adalah nama – nama pemenang :

  • Aryanto, Bagian Pengemasan – Divisi Produksi Farmasi “Penemuan Alat Pembersih Produk Untuk Meningkatkan Kapasitas Proses Inpeksi Visual” Sebagai Gold Innovation.
  • Rambat Wiguna, Bagian Produksi Vaksin Campak – Divisi Produksi Vaksin Virus “Peningkataan Kinerja Mesin Capping dengan Penambahan Supply Udara steril pada Alumunium-Cap Feeder” Sebagai Silver Innovation.
  • Tri Ariyani, Bagian Produksi Vaksin Difteri – Divisi Produksi Vaksin Bakteri “Peningkatan Kapasitas Inokulum pada Produksi Bulk Difteri” Sebagai Bronze Innovation.
  • Teguh Gunawan Ramdani, Bagian Kebijakan Pengaadaan- Divisi Pengadaan “Transformasi dan Modernisasi Proses Pengadaan Barang/Jasa Melalui Penerapan GTC” Sebagai Bronze Innovation.
  • Royan Firdaus, Bagian Produksi Vaksin Campak – Divisi Produksi Vaksin Virus “Penambahan Tongkat Pendorong untuk Loading Produksi” Sebagai Good Improvement.
  • Erwin Yulizar Herdiawan, Bagian Pendingin & Bangunan – Divisi Teknik & Pemeliharaan “Alat Penyiraman Otomatis” Sebagai Good Improvement.
  • Prita Maharani, Bagian Patologi & Toksikologi – Divisi Pengawasan Mutu “Kemnadirian Health Monitoring Hewan Laboratorium” Sebagai Bronze Innovation Sebagai Good Improvement.

Acara diakhiri dengan hiburan dari Project Chit Chat Comedy, Bio Harmony dan RedBox Band untuk seluruh karyawan Bio Farma. Dengan diadakanya acara Innovation Award 2019 diharapkan seluruh ihsan Bio Farma tertantang untuk terus berinovasi dan dapat mengharumkan nama baik perusahaan.

 

—-0000—-

Untuk informasi Media, Hubungi :

Iwan Setiawan

Head of Corporate Communications.

Bio Farma

Email : iwan.setiawan@biofarma.co.id

62 22 2033755 ext 37431

www.biofarma.co.id

twitter : @biofarmaID

Instagram :@biofarmaID

Bio Care : 1500810

Kekuatan Inovasi Bagi Bio Farma Innovation Award 2019

By Bio Farma

(Bandung 9/1) Pada tanggal 9 Januari 2019, Bio Farma mengadakan Innovation Award 2019 dengan beberapa rangkaian acara, alah satunya sesi talk show. Talk show ini sendiri turut mengundang para Board Of Executive Bio Farma dengan dimoderatori oleh Maharani, Kepala Divisi Hewan laboratorium, membahas mengenai inovasi untuk perusahaan.

Penting bagi perusahan untuk terus mengembangan inovasinya selaras dengan perkembangan zaman. Inovasi pada praktiknya merupakan suatu usaha untuk mengubah sesuatu yang ada melalui ide, metode baru dan produk baru. Pada dasarnya inovasi bisa meningkatkan korporasi suatu perusahaan terutama pada Bio Farma.

Dalam sesi talk show, Honesti Basyir, Direktur Utama Bio Farma menjelaskan bahwa bahwa semua orang harus berpikir untuk terus berinovasi. Inovasi bisa mengakomodasi perusahaan untuk terus berkembang lagi baik. Kita bisa mulai berinovasi dari yang sifatnya rutin setiap hari sehingga bisa mengetahui kendala dari permasalahan yang ada. Dengan berinovasi suatu perusahan akan tumbuh lebih cepat untuk mencapai target yang dituju.

“Selama kita memiliki gagasan untuk bisa diargumentasikan dan dipertanggung jawabkan terus lah berinovasi. Kita harus mulai memberanikan diri, jangan pernah takut gagal dan percaya diri” ujar Honesti Basyir.

Inovasi sendiri merupakan proses untuk meningkatkan produk bagi Bio Farma sehingga input dan output kualitas harus lebih baik dan lebih tinggi. Untuk perusahaan, inovasi tidak hanya untuk produk, tetapai inovasi juga bisa dengan proses seperti efesiensi.  Inovasi yang berbeda dan bernilai akan menjadikan suatu perusahaan menjadi lebih baik, maka dari itu Bio Farma dipercaya sebagai Center of Excellence di negara Organisasi Kerjasam Islam (OKI) karena memiliki banyak inovasi.

“Jangan hanya sekadar berbeda, jadilah berbeda dan memiliki nilai yang bisa diakui sebagai inovasi” ujar Direktur Operasi,  M. Rahman Roestan.

Diharapkan dengan adanya talk show dalam Innovation Award 2019 ini bisa membangkitkan motivasi setiap ihsan Bio Farma untuk terus berinovasi. Inovasi bukan hanya hal yang baru, tetapi inovasi itu bisa bermanfaat bagi semua orang sehingga bisa meningkatkan eksistensi perusahaan.

 

 

—-0000—-

Untuk informasi Media, Hubungi :

Iwan Setiawan

Head of Corporate Communications.

Bio Farma

Email : iwan.setiawan@biofarma.co.id

62 22 2033755 ext 37431

www.biofarma.co.id

twitter : @biofarmaID

Instagram :@biofarmaID

Bio Care : 1500810

Bio Farma Menjadi Leading Sector Industri Farmasi dalam Kepatuhan Terhadap Peraturan Lingkungan Hidup

By Bio Farma

(Jakarta 8/1) Bio Farma membuka awal tahun 2020 dengan mendapatkan penghargaan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI (KLHK), berupa Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan Dalam Pengelolaan Lingkungan (PROPER) dengan kategori Hijau. Penghargaan PROPER hijau ini, diserahkan oleh Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar dan disaksikan oleh Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin di Gedung 2 Istana Wakil Presiden di Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (8/1), yang diterima oleh Kepala Divisi Pengelolaan Lingkungan dan Sosial Bio Farma, R. Herry.

Bio Farma menjadi salah satu dari 200 perusahaan yang mendapatkan penghargaan dari KLHK, dan bahkan masuk kedalam top 30 perusahaan, yang didominasi oleh perusahaan tambang dan energi. Bahkan Bio Farma menjadi leading sector dalam industri farmasi, atas Kepatuhan Terhadap Peraturan Lingkungan Hidup.

PROPER merupakan penghargaan bagi dunia usaha yang menunjukkan kinerja luar biasa dalam pengelolaan lingkungan hidup. Penghargaan yang diberikan kepada dunia usaha dilakukan melalui proses evaluasi terhadap ketaatan peraturan pengelolaan lingkungan hidup, penerapan sistem manajemen lingkungan, efisiensi energi, konservasi air, pengurangan emisi, perlindungan keanekaragaman hayati, 3R limbah B3 dan limbah padat Non B3 serta pemberdayaan masyarakat.

Direkrtur Utama Bio Farma, Honesti Basyir, mengatakan prinsip dari tata nilai CSR Bio Farma adalah melalui Kemandirian Life Science dan melalui program pengembangan masyarakat sesuai dengan prinsip Sustainable Development Goals (SGDs), yaitu No One leave Behind, “Kami memiliki prinsip untuk maju bersama dengan seluruh masyarakat yang ada di sekitar Bio Farma. Untuk tahun 2019 ini,  Bio Farma menerapkan prinsip Sustainable Development Goals (SGDs), yaitu No One leave Behind, melalui pembeian pendidikan dan keahlian yang dapat meningkatkan kemandirian secara sosial dan ekonomi dan turut berbangga juga karena Bio Farma menjadi leading sector di sektor industri farmasi yang mendapatkan penghargaan PROPER”, ujar Honesti.

Beliau menambahkan Bio Farma terus berkomitmen untuk menerapkan operasional bisnis dengan prinsip excellence compliance. Sebagai agent of development yang terus berkontribusi terhadap tercapainya Sustainable Development Goals 2030 di Indonesia

Sementara itu, R. Herry mengatakan, dalam menjalankan program CSR yang berkelanjutan, Bio Farma menggunakan prinsip kemandirian life science dan proram pengembangan masyarakat melalui inovasi program CSR seperti kesehatan, ekonomi, pendidikan dan lingkungan hidup yang akan menghasilkan masyarakat yang madiri secara sosial dan ekonomi.

“Program yang menjadi unggulan Bio Farma dalam pengembangan masyarakat antara lain Create Shared Value yang diawali dengan melihat potensi apa saja yang dimiliki oleh masyarakat yang berada di sekitar perusahaan, kemudian dengan expertise yang Bio Farma miliki, kami mencoba membantu mereka untuk menggali potensi tersebut, dan menginplementasikannya sehingga muncul nilai ekonomi bagi masyarakat dan mereka bisa mandiri secara sosial dan ekonomi”, ujar Herry.

Sejauh ini program yang sudah dijalankan oleh Bio Farma untuk pengembangan masyarakat antara lain melalui pembangunan Kawasan Sustainable Village sebagai wahana riset dan eduwisata berbasis lingkungan, program ecovillage yang mampu mengurangi masalah sampah di kawasan Cisarua Kab Bandung Barat melalui Pemuliaan master seed hijauan pakan ternak, budidaya black soilder fly (magot) terintegrasi, pengembangan masterseed hidroponik, dan kemandirian difabel di Kota Bandung.

Sedangkan dalam hal inovasi dalam penghematan energi, Bio Farma telah melakukan penghematan  berupa konservasi air sebesar 743,48m3 /tahun, efisiensi penggunaan solar untuk heating boiler sebanyak 3,468 liter / bulan.

 

—-0000—-

Untuk informasi Media, Hubungi :

Iwan Setiawan

Head of Corporate Communications.

Bio Farma

Email : iwan.setiawan@biofarma.co.id

62 22 2033755 ext 37431

www.biofarma.co.id

twitter : @biofarmaID

Instagram :@biofarmaID

Bio Care : 1500810

Bio Farma Berikan Layanan Kesehatan untuk Korban Banjir

By Bio Farma

Bandung (4/1) Sebagai wujud dari kepedulian terhadap lingkungan serta masyarakat sekitar, Bio Farma hadir memberikan bantuan vaksin dan tim medis untuk korban banjir di Perumahan Cimareme Indah Kabupaten Bandung Barat dan Kecamatan Jatiasih Kota Bekasi.

Sebelumnya, pada malam pergantian tahun sejumlah daerah di Indonesia diguyur hujan deras. Hujan deras tersebut mengakibatkan beberapa daerah terkena dampak banjir cukup parah. Untuk kawasan Cimareme sendiri dari hasil Laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB) Provinsi Jawa Barat, banjir di tersebut disebabkan oleh tingginya intensitas hujan sehingga tanggul sungai jebol dan mengenangi perumahan warga sekitar.

Maka dari itu, Bio Farma bergerak memberikan bantuan tim medis serta bantuan vaksin gratis untuk korban banjir di kawasan Cimareme pada tanggal 4 Januari 2020. Tim bantuan Bio Farma memberikan bantuan berupa pemeriksaan kesehatan, pemberian obat, layanan vaksinasi influenza sebanyak 200 vial dan vaksinasi tetanus (Td) sebanyak 200 vial secara gratis untuk korban banjir dan juga relawan yang turut berpartisipasi.

Senior Executives Vice President Legal and Compliance Bio Farma Disril Revolin Putra, turut membantu para tim medis kawasan Cimareme untuk meninjau langsung keadaan korban yang terkena dampak banjir.

“Bio Farma sebagai BUMN hadir untuk negeri, membantu korban banjir dengan memberikan bantuan layanan kesehatan untuk korban dan relawan sebagai bentuk kepedulian  dan tanggung jawab terhadap warga sekitar” ujar Disril.

Sedangkan, Kecamatan Jatiasih Kota Bekasi, Bio Farma berkerjasama dengan Kimia Farma dan Indofarma memberikan bantuan tim medis dan layanan kesehatan gratis bagi korban maupun relawan dimulai dari tanggal 4-7 Januari 2020.

Untuk bantuan tim medis kawasan Jatiasih, tim membuka layanan kesehatan berupa pemeriksaan kesehatan, pemberian obat, layanan vaksinasi influenza sebanyak 500 vial, vaksinasi tetanus (Td) sebanyak 500 vial dan serum anti-bisa ular sebanyak 45 vial bagi korban maupun relawan. Diberikanya serum anti-bisa ular di kawasan tersebut merupakan bentuk pencegahan terhadap ancaman ular yang sewaktu-waktu dapat menyerang warga. Selanjutnya, bantuan tim medis menyerahkan serum anti-bisa ular kepada Dinas Kesehatan Kota Bekasi.

Keberadaan layanan kesehatan tersebut merupakan bentuk komitmen dan tanggung jawab Bio Farma sebagai BUMN dalam membantu meringankan beban para korban yang terkena dampak banjir.

—-0000—-

Untuk informasi Media, Hubungi :

Iwan Setiawan

Head of Corporate Communications.

Bio Farma

Email : iwan.setiawan@biofarma.co.id

62 22 2033755 ext 37431

www.biofarma.co.id

twitter : @biofarmaID

Instagram :@biofarmaID

Bio Care : 1500810

Menkes RI Ajak Anggota OKI Kunjungi Laboratorium Center of Excellence Bio Farma

By Bio Farma

(Abu Dhabi 17/12) Indonesia semakin memantapkan diri untuk menjadi Center of Excellence (CoE), untuk bidang vaksin dan bioteknologi bagi negara – negara yang tergabung dalam Organisasi Kerjasama Islam (OKI). Hal ini disampaikan oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Terawan Agus Putranto, pada Pertemuan Menteri Kesehatan yang tergabung dalam OKI atau The Islamic Conference Of Health Ministers (ICHM) ke 7 Di Abu Dhabi Uni Emirat Arab pada tanggal 17 December 2019.

Keberadaan CoE ini, mendapatkan pujian dari Negara-negara anggota OKI atas kemajuan dalam pengembangan Centre of Excellent (CoE) Vaksin dan Bioteknologi OKI Menkes Uni Emirat Arab dan  Ketua Konferensi ICHM ke 7, Abdurrahman Muhammad al-‘Uwais. Pengembangan lebih lanjut CoE, didukung oleh negara anggota OKI untuk untuk mencapai kemandirian negara – negara OKI dalam memenuhi obat, vaksin dan teknologi kesehatan sesuai dengan Resolusi nomor 4/7-ICHM “Self-Reliance in Supply and Production of Medicines, Vaccines and Medical Technologies”.

Dalam pidato sambutan delegasi Indonesia yang disampaikan oleh, Terawan, menyampikan bahwa visi dari pembentukan CoE adalah untuk mewujudkan kemandirian dalam pembuatan vaksin dan produk biologi lainnya diantara negara – negara peserta OKI. “Selain visi untuk membentuk kemandirian, pembentukan CoE ini harus ditekankan pada pembangunan kapasitas dalam produksi vaksin dan produk bioteknologi lainnya, utamanya dalam hal manajemen, keahlian, produksi, penelitian dan pengembangan serta distribusi produk – produk Biologi”, ujar Terawan.

Terawan menambahkan bahwa CoE yang diremsikan pada tahun 2018 di Jakarya oleh mantan Menkes RI Nilla Moeloek, dan beberapa duta besar negara OKI, telah melahirkan sekretariat CoE yang terletak di Kemenkes RI, dan dua fasilitas laboratorium yaitu di Bio Farma, yang akan menjadi tempat untuk melaksanakan workshop dan pelatihan untuk anggota OKI, yang dilengkapi dengan fasilitas untuk transfer teknologi, kolaborasi riset dan pengembagan, yang dilengkapi dengan fasilitas upstream dan downstream.

Laboratorium kedua ; terletak di Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspitek) yang terletak di lingkungan Kemenristek, Serpong, Kota Tangerang Selatan, didirikan untuk memperkuat penelitian dan inovasi berbasis teknologi dan bertujuan untuk menjadi pusat kolaborasi antara penelitian dalam inovasi produk life science. Dalam akhir  pidatonya, Terawan mengajak anggota OKI untuk mengunjungi laboratorim Center of Excellence di Bio Farma dan memanfaatkan sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan anggota OKI.

Sementara itu Direktur Operasi Bio Farma, sekaligus anggota delegasi dalam acara ICHM ke 7  dari Indonesia, Rahman Roestan, mengatakan, Bio Farma sebagai BUMN farmasi telah menjalani peran globalnya, dengan menjadi motor untuk anggota OKI untuk melakukan riset bersama, dengan tujuan menciptakan kemandirian untuk negara – negara OKI membuat vaksin yang sesuai dengan standar dari Badan Kesehatan Dunia (WHO).

“Dengan ditunjuknya Indonesia sebagai center of excellence untuk bioteknologi dan vaksin, peran Bio Farma akan memainkan peran globalnya, yang terbagi dalam tiga tahap. Tahap pertama atau jangka pendek, melalui peningkatan pengetahuan dalam handling vaksin (distribusi), kedua dalam jangka menengah, membantu dukungan teknis dalam pembuatan vaksin, dan dalam jangka panjang akan dilaksanakan dalam bentuk kerjasama riset untuk menemukan vaksin terbaru, untuk memperkuat, kesehatan global”, ujar Rahman.

Rahman Menambahkan, penunjukan Indonesia sebagai CoE ini, merupakan suatu kebanggaan tersendiri karena diantara 57 negara anggota OIC, hanya ada tujuh negara yang memiliki produsen vaksin antara lain ; Indonesia, Iran, Turki,  Mesir, Senegal, Saudi Aribia dan Tunisia. Namun dari ketujuh negara tersebut, yang produknya paling banyak dan sudah sesuai dengan standar WHO hanya dari Indonesia yaitu Bio Farma.

“Oleh karenanya, Bio Farma ditunjuk sebagai pusat untuk penelitian vaksin dan bioteknologi lainnya. Dan sampai dengan tahun 2019 yang lalu, setidaknya sudah ada 18 negara yang telah mengunjungi CoE di Bio Farma dalam program workshop on cold chain system yang diselanggarakan oleh Kementerian Kesehatan dalam jangka waktu 2018 – 2019, dan awal Desember kemarin, giliran Institut Pasteur de Dakar dari Senegal yang berkunjung ke CoE Bio Farma, dalam program Reverse Linkage (RL) yang diselenggarakan oleh Islamic Development Bank (IsDB), Bappenas, Kemenkes, BPOM dalam tema Development of A Reverse Linkage Project Between Senegal and Indonesia (Bio Farma) in Vaccine Production”, ujar Rahman.

 

—-0000—-

Untuk informasi Media, Hubungi :

Iwan Setiawan

Head of Corporate Communications.

Bio Farma

Email : iwan.setiawan@biofarma.co.id

62 22 2033755 ext 37431

www.biofarma.co.id

twitter : @biofarmaID

Instagram :@biofarmaID

Bio Care : 1500810