Komisi VI DPR-RI: Industri Farmasi Indonesia Bisa Jadi Mendunia

By Bio Farma

(13/03) Bio Farma mendapatkan kunjungan dari Komisi VI DPR-RI (Bidang Industri, Investasi ,Persaingan Usaha), pada tanggal 13 Maret 2019. Kunjungan ini dilaksanakan dalam rangka Kunjungan Kerja Spesifik ke PT Bio Farma (Persero) dan PT Kimia Farma (Persero) tbk, pada masa persidangan IV tahun 2018 – 2019.

Rombongan Komisi VI yang dipimpin oleh Inas Nasrullah Zubir dari Fraksi Hanura, bersama enam anggota lainnya, menyampaikan tujuan dari kunjungan kerja ini adalah untuk monitoring dan evalusi kinerja BUMN, untuk mencari bahan masukan bagi pemerintah sehingga dapat ditindak lanjuti sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Turut hadir dalam acara ini, Deputi Bidang Infrastruktur Bisnis Kementerian BUMN, Hambra, Asisten Deputi Usaha Industri Agro dan Farmasi II, Agus Suharyono.

Rombongan tamu diterima oleh Direktur Utama Bio Farma, M.Rahman Roestan, Direktur Produksi Bio Farma, Juliman, Direktur SDM & Umum Disril Revolin Putra, dan Direktur Perencanaan dan Pengembangan Adriansjah Azhari, Direktur Pengembangan Bisnis Kimia Farma, Pujianto.

Dalam sambutannya, Asisten Deputi Usaha Industri Agro dan Farmasi II, Agus Suharyono, dalam sambutannya yang mewakili Deputi Bidang Infrastruktur Bisnis Kementerian BUMN, Hambra, mengatakan bahwa persaingan industri saat ini semakin kompleks dan berat, diharapkan industri farmasi tidak cukup untuk melakukan kegiatan yag repititif, tapi juga harus melakukan inovasi teknologi dan kerja keras sejalan dengan tuntutan dari masyarakat bahwa BUMN harus memberikan kinerja dan pelayanan publik yang baik untuk aktif sebagai agen pembangunan dan kepanjangan tangan dari pemerintah untuk pelaksanaan program – program dan pelaksanaan pembangunan.

Sementara itu, dalam sambutannya, Inas Nasrullah Zubir mengatakan bahwa kesehatan masyarakat merupakan hak asasi yang paling mendasar sesuai dengan Undang – Undang No 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan menyatakan bahwa kesehatan merupakan hak asasi manusia, dan merupakan salah satu unsur kesejahteraan masyarakat yang harus diwujudkan, “Sesuai dengan Inpres No 6 Tahun 2016 (tentag Tentang Percepatan Pengembangan Industri Farmasi Dan Alat Kesehatan) , segala upaya pembangunan dibidang kesehatan, harus dilakukan secara terpadu, terintegrasi dan berkesinambungan antara Kementerian, lembaga pemerintah dan termasuk BUMN, guna meningkatkan daya saing industry farmasi nasional” Ujar Inas.

Dalam pemaparan Direktur Utama Bio Farma, Rahman Roestan menyampaikan pemaparan mengenai bisnis biopharmacetical yang dijalankan Bio Farma.

sebagai salah satu pilar dari industri farmasi masa depan selain, bahan baku kimia, herbal, dan obat – obatan kimia sintetis. “Dalam beberapa tahun kedepan, selain produk vaksin, Bio Fama akan bergerak kedalam produk lifescience, seperti, biosimilar, albumin dan produk diagnostik dan dalam lima tahun kedepan setidaknya ada beberapa vaksin yang akan diluncurkan antara lain; Rotavirus, malaria, dengue, Typhoid dan untuk mendekatkan dengan layanan imunisasi kepada masyarakat, Bio Farma sudah memperkenalkan Imunicare”, ujar Rahman.

Rahman menambahkan, industri farmasi nasional tetap memerlukan dukungan dari pemerintah, terutama untuk penguatan Riset dan Pengembangan (R&D) sehingga cita – cita untuk kemandirian produk farmasi dan alat kesehatan bisa terwujud dan bisa bersaing di dunia internasional.

Anggota Komisi VI DPR RI Adang Daradjatun dari Fraksi Partai Keadilan Sosial mengatakan, mengapresiasi peran Bio Farma dalam dunia internasional yang sudah mengebiarkan merah putih di kancah global. Menurutnya, hal ini memiliki arti yang sangat mendalam. Berkaitan dengan hal tersebut, Anggota Komisi VI DPR-RI dari Fraksi GERINDRA, Gde Sumarjaya Linggih mengatakan, hasil dari penemuan R&D dalam bidang farmasi, akan menjadikan industry ini menjadi besar dan munkin bisa menjadu pendorong untuk daya saing perusahaan, “Saya rasa, landasan untuk mendukung R&D industry farmasi adalah, bahwa hasil penemuan (produk farmasi) ini bisa menjadi pemasukan bagi negara yang cukup besar.

Seperti halnya negara – negara maju,R&D mereka ditopang oleh Pemerintah, sehingga pemasukan buat negaranya juga besar”, ujar Gde Sumarjaya Linggih

Untuk informasi Media, Hubungi :
N. Nurlaela Arief
Head of Corporate Communications Dept.
Bio Farma
Email : lala@biofarma.co.id
Mobile : 081910102649 : 62 22 2033755
www.biofarma.co.id
Bio Care : 1500810

Bio Farma Ajak Kampus Riset Produk Baru Vaksin

By Bio Farma

BALE SAWALA – Direktur Utama PT Bio Farma (Persero) Dr M Rahman Roestan mengajak para akademisi untuk berkolaborasi dalam mencari potensi untuk riset produk-produk baru vaksin Bio Farma. Rahman menyebut hingga kini sudah 14 vaksin produk Bio Farma yang diakui Badan Kesehatan Dunia WHO.

“Di kita tersebar potensi-potensi periset untuk membuat produk baru. Karena itu kami mengajak berkolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi mulai dari Unpad, ITB, sampai ke Indonesia bagian timur seperti Universitas Hasanuddin untuk membuat vaksin yang baru, agar kita ada kemandirian dalam kebutuhan vaksi dan tidak tergantung dengan vaksin impor,” ungkap Rahman kepada Balebandung.com usai jadi nara sumber Kuliah Umum Leadership Challenges in Digital Biotechnology Industry di Bale Sawala Kampus Unpad Jatinangor, Selasa (5/3/19).

Rahman menilai berkolaborasi dengan perguruan tinggi melalui Kemenristek Dikti sangat penting dalam rangka percepatan produk baru, selain terus mempererat sinergi dengan stakeholder terkait lainnya dengan Kementerian Kesehatan BPOM, dan Bappenas.

Di samping meningkatkan kolaborasi di dalam negeri, pihaknya juga terus mempererat sinergi dengan negara-negara Islam seperti yang tergabung dalam Organisasi Kerjasama Islam (OKI).

Sebelumnya, sejumlah delegasi negara OKI mengunjungi Bio Farma di Bandung pada 23 November 2018 untuk saling membantu dan menguatkan sehingga bisa tercapai kemandirian vaksin di negara OKI.

“Kerjasama dengan negara-negara Islam sangat penting, salah satunya dalam rangka kerjasama untuk kriteria halal produk farmasi. Nah, di negara-negara Islam pun vaksin Bio Farma sudah banyak digunakan dan tidak ada masalah sejauh ini,” imbuhnya.

Sementara di Indonesia sendiri, tukas Rahman, masih diperlukan adanya harmonisasi kriteria vaksin, material mana saja yang aman digunakan baik dari sisi kualitas maupun khasiatnya. “Karena itu kami juga gencar melakukan sosialisasi dengan melakukan syiar ke masjid-masjid, juga melalui media sosial,” pungkasnya.***

 

Sumber : http://www.balebandung.com/bio-farma-ajak-kampus-riset-produk-baru-vaksin/

Dirut PT Bio Farma: Perbanyak Mitra, Hilangkan Kompetisi

By Bio Farma

BALE SAWALA – Era Revolusi Industri 4.0 mendorong sektor industri di seluruh dunia menghasilkan teknologi yang mempermudah aktivitas manusia. Meski implementasi yang tampak masih didominasi negara maju, negara berkembang juga diharapkan ikut bersaing.

Demikian disampaikan Direktur Utama PT. Bio Farma M. Rahman Roestan saat memberikan Kuliah Umum Leadership Challenges in Digital Biotechnology Industry di Bale Sawala Gedung Rektorat Unpad, Jatinangor, Selasa (5/3/19).

Pemanfaatan teknologi di era revolusi industri 4.0 menjadi fokus dari Bio Farma. Inovasi menjadi bagian dari setiap aktivitas bisnis yang dijalankan BUMN yang bergerak di bidang manufaktur vaksin dan obat ini.

Rahman menjelaskan, kemajuan teknologi bidang industri vaksin dan obat di dunia ini tidak lantas menjadi kompetitor dari Bio Farma. Pihaknya justru menggandeng untuk menjadi mitra kerja guna menghasilkan teknologi vaksin dan obat yang lebih baik. “Negara-negara luar bukan lagi jadi kompetitor, tapi harus jadikan partner,” ucapnya.

Alumnus Sarjana pada Fakultas Farmasi Unpad ini juga mengatakan, era revolusi industri 4.0 membutuhkan komitmen kuat di setiap tubuh perusahaan. Tidak hanya visi misi, komitmen ini juga harus sampai ke tangan para karyawan. Kemampuan kepemimpinan yang baik dibutuhkan oleh pimpinan perusahaan.

“Kalau kita ingin menang di pertandingan, jadikan karyawan bukan sebagai bawahan, tapi sebagai team work. Direksi hanya sebagai sopir. Dia tidak bisa menang pertandingan kalau tidak ada dukungan dari karyawannya,” papar Rahman.

Jika setiap industri di Indonesia dapat menjalankan model kepemimpinan dengan baik, Rahman optimis industri Indonesia akan maju. “Indonesia bisa dipercaya kalau industri nasionalnya juga bisa dipercaya,” tandasnya.

Dalam kuliah umum tersebut, dilakukan penandatanganan Nota Kesempahaman oleh Wakil Rektor Bidang Riset, Pengabdian kepada Masyarakat, Kerja Sama, dan Korporasi Akademik Unpad Dr. Keri Lestari, M.Si., Apt., dengan M. Rahman Roestam.*** Humas Unpad

 

Sumber : http://www.balebandung.com/dirut-pt-bio-farma-perbanyak-mitra-hilangkan-kompetisi/

 

Perkuat Kerjasama Penelitian, Bio Farma Gandeng Unhas

By Bio Farma

Bio Farma, menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) bersama Fakultas Farmasi Universitas Hasanuddin Makassar pada tanggal 21 Februari 2019 di Ruang Senta Unhas Makassar.

Acara penandatanganan MoU ini, dihadiri oleh Rektor Unhas, Prof. Dr. Dwia Aries Tina Pulubuhu, MA, Komisaris Utama Bio Farma Dr. dr. Farid Husain, Direktur Utama Bio Farma Dr. M. Rahman Roestam, S.Si, MBA, Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Kerja Sama Prof. Dr. dr. Nasrum Masi, para dekan di lingkungan Unhas.

Farid Husain menjelaskan bahwa Bio Farma sangat mendukung kerja sama ini, dengan semangat untuk melakukan proses pembelajaran bersama “Ilmu farmasi meruakan salah satu ilmu yang terus berkembang. Dan kampus, menjadi salah satu tempat pengayaan ilmu. Bio Farma tentu saja membutuhkan pemikrian – pemikiran baru dari kampus, oleh karenanya kerjasama ini sangat penting untuk dilakukan melalui kerjasama kemitraan”.

Sedangkan menurut Rahman Roestan, bentuk kerjasama antara Bio Farma dengan Unhas, akan diformulasikan dalam bentuk kerjasama penelitian, membangun kemitraan dalam pendidikan, dan pengabdian kepada masyarakat untuk kawasan Timur Indonesia, “Kami melihat bahwa kota Makassar memiliki potensi untuk menjadi pusat informasi mengenai kegiatan industry farmasi, khususnya untuk kawasan timur Indonesia, ditambah lagi lokasi Unhas yang berada di Makassar, akan memperkuat kemitraan yang telah terbangun selama ini, “Ujar Rahman.

Rahman menegaskan bahwa secara parsial, Bio Farma, telah melibatkan beberapa person dari Unhas untuk berbagai kegiatan penelitian.

Rektor Unhas, Prof. Dr. Dwia Aries Tina Pulubuhu, MA menyambut hangat kerja sama dengan PT. Bio Farma ini. Dalam sambutannya, Prof. Dwia mengatakan bahwa implementasi kerja sama ini di pihak Unhas akan dilaksanakan oleh Fakultas Farmasi, yang merupakan fakultas dengan capaian gemilang, “Sebagai bagian dari upaya mempertahankan dan meningkatkan kualitas, maka kerja sama dengan pihak industri sangat dibutuhkan. Itulah yang mendasari kerja sama dengan Bio Farma ini. Karena Bio Farma sebagaimana kita ketahui, merupakan perusahaan farmasi terdepan di Indonesia dan telah diakui dunia. Maka, kami ingin menghasilkan apoteker berstandar internasional, salah satunya adalah melalui kerja sama ini,” lanjut Prof. Dwia

Sebagai tindak lanjut pertama dari MOU ini, Bio Farma dan Fakultas Farmasi Unhas akan segera menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) pada bulan Maret 2019 ini, khusus untuk program magang bersertifikat bagi mahasiswa program sarjana dan profesi apoteker Fakultas Farmasi.(*)

 

 

Untuk informasi Media, Hubungi :

N. Nurlaela Arief

Head of Corporate Communications Dept.

Bio Farma

Email : lala@biofarma.co.id

Mobile : 081910102649 : 62 22 2033755

www.biofarma.co.id

Bio Care : 1500810

Calon Jemaah Umroh bisa dapatkan Vaksin Meningitis di Imunicare Bio Farma

By Bio Farma

Bandung (13/2) layanan terbaru imunisasi Bio Farma, yaitu Imunicare saat ini menyediakan vaksinasi Meningitis bagi Jamaah umrah.

Layanan vaksin Meningitis ini bisa didapatkan di Imunicare Bio Farma yang berlokasi di Jl Pasteur No 28 Bandung dengan jadwal Senin s/d Kamis pukul 07.30 – 15.00 dan Sabtu 08.00 – 10.00.

Peserta cukup membawa fotocopy passport.

“Selain memberikan layanan lengkap vaksinasi dasar untuk bayi & balita. Saat ini imunicare dapat memberikan layanan vaksin Meningitis yang dibutuhkan oleh calon Jamaah umrah”

“Kami bekerja sama dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), sehingga bagi calon Jamaah umrah yang membutuhkan vaksinasi meningitis, bisa langsung datang ke layanan imunicare” ujar Direktur Pemasaran Bio Farma, Sri Harsi Teteki.

Teki, menambahkan “untuk vaksin meningitis bagi jemaah haji, layanan tetap diberikan di Dinas Kesehatan, Puskesmas, atau KKP”.

Dr Mahsun Muhammadi selaku Kepala Bagian Manajemen Mutu Bio Farma menambahkan “Vaksin meningitis merupakan syarat yang ditetapkan oleh Pemerintah Arab Saudi bagi setiap warga negara yang akan pergi kesana untuk melaksanakan Ibadah Umrah dan Haji. Vaksin meningitis adalah vaksin wajib yang harus dilakukan calon jemaah umrah untuk melindungi risiko tertular meningitis meningokokus, suatu infeksi yang terjadi pada selaput otak dan sumsum tulang belakang”.

Imunicare merupakan bagian dari Klinik Pratama Bio Farma yang memberikan pelayanan kesehatan terpercaya melalui pelayanan vaksinasi.

Dengan tagline Solution to Immunity, Imunicare hadir menawarkan jaminan pelayanan yang memuaskan dengan dukungan kualitas produk dan petugas medis yang terpercaya.

Selain itu Imunicare memiliki tempat yang nyaman dilengkapi dengan berbagai fasilitas dengan harga yang terjangkau.

“Selain vaksin meningitis, calon haji dan umrah bisa mendapat vaksinasi influenza, imunicare memiliki paket mengitis dan flu untuk proteksi yang lengkap”.

**-**

Informasi media :
N. Nurlaela Arief
Head of Corporate Communications Dept.
Bio Farma
Email : lala@biofarma.co.id

Vaccinology Training Kembali Digelar di Bio Farma yang Diikuti oleh 80 Dokter Seluruh Indonesia

By Bio Farma

Acara ini dapat terselenggara atas  kerjasama antara PAPDI, Satgas Imunisasi Dewasa dan Bio Farma.

Sejumlah pakar vaksin hadir sebagai pembicara hari ini, tanggal 9 Februari 2019 di Bio Farma

Prof Dr dr Samsuridjal Djauzi,SpPD,K-AI ; Dr Benget Saragih,M.Epid; Dr dr Iris Rengganis,SpPD,K-AI; Dr dr Sukamto Koesnoe, SpPD,K-AI; Prof Dr dr Kusnandi Rusmil,SpA(K),MM, dr Primal Sudjana, SpPD,KPTI

Selain mendapatkan ilmu update tentang vaksin dewasa, vaksin traveller, peserta  juga mendapat materi tambahan dari Bio Farma tentang produk yang telah lulus PQ WHO dan pengelolaan cold chain yang baik dan benar sebagai bekal utama dalam standar layanan vaksin sesuai Permenkes 23 Tahun 2018 tentang penerbitan sertifikasi vaksin internasional.

Sebelum peserta kembali ke tempat masing-masing, dipersilahkan untuk meninjau layanan vaksinasi @imunicare.biofarma ( #imunicarebybiofarma ) dan museum Biofarma

Selamat berkiprah bersama membangun Indonesia kuat dan sehat ya para sejawat,  tentunya melalui salah satu upaya preventif yaitu imunisasi dengan vaksin yang terjaga kualitasnya.

 

Mau imunisasi …?

Ya Imunicare

 

#biofarma

#imunicare

#imunicarebybiofarma

#solutiontoimmunity

#vaksin

#vaccinationbeforevacation

#vaccinologytraining

 

*-*

 

Untuk informasi Media, Hubungi :

N.Nurlaela Arief

Head of Corporate Communications Dept.

Bio Farma

Email : lala@biofarma.co.id

Mobile : 081910102649 : 62 22 2033755

www.biofarma.co.id

Bio Care : 1500810

 

Dirut Bio Farma Paparkan Strategi Untuk Pencapaian Target Kinerja 2019

By Bio Farma

Dirut Bio Farma, M. Rahman Roestan, pada sosialisasi RKAP 2019 dan RJPP 2018 – 2022, kepada seluruh karyawan dan stakeholder internal Bio Farma sampaikan paparan strategi untuk mencapai target kinerja 2019.

Rahman Roestan mengatakan, dengan lima pilar percepatan, yaitu : Percepatan produk baru dengan semangat inovasi, On time project yang fokus, pengendalian biaya, penambahan pangsa pasar dalam negeri dan global serta peningkatan kompetensi SDM, Bio Farma yakin bisa mencapai target yang sudah disahkan oleh pemegang saham.

“Komitmen untuk terus melakukan inovasi yang smart sehingga penetrasi pasar produk baru bisa diluncurkan tepat waktu, ditambah dengan kolaborasi dan sinergi dengan berbagai pihak untuk penambahan pangsa pasar baru, Insya Allah target Bio Farma pada tahun 2019 bisa tercapai”.

Rahman menambahkan, Bio Farma akan terus menggenjot penjualan vaksin didalam negeri untuk sektor swasta dan juga ekspor, serta peningkatan pelayanan akses untuk masyarakat melalui Imunicare.

Dalam acara sosialisasi ini, dilaksanakan juga sosialisasi mengenai Tata Kelola Perushaan (GCG) dan penandatanganan pakta integritas oleh seluruh insan Bio Farma.

Meningkatnya kepercayaan global kepada Bio Farma, seperti dari Organisasi Kerjasama Islam (OKI) sebagai Centre of Excellence for vaccine and Biotechnology, dan dari dalam negeri untuk menyediakan vaksin untuk Program Imunisasi Nasional harus diikuti dengan pengelolaan perusahaan yang baik, agar tidak terjadi potensi pelanggaran yang mungkin dapat terjadi selama proses kerjasama dengan pihak luar.

 

*-*

Untuk informasi Media, Hubungi :
N. Nurlaela Arief
Head of Corporate Communications Dept.
Bio Farma
Email : lala@biofarma.co.id
Mobile : 081910102649 : 62 22 2033755
www.biofarma.co.id
Bio Care : 1500810

Perluas Layanan Imunisasi, Bio Farma Luncurkan Imunicare

By Bio Farma

Bio Farma memperkenalkan layanan terbaru imunisasi dengan nama Imunicare, kepada masyarakat kota Bandung, diawali dengan “Petualangan Imunisasi Bersama Imunicare”. Acara yang merupakan Soft launching dari Imunicare ini, dilaksanakan pada hari Minggu 27 Januari 2019, dengan mengundang 10 komunitas ibu dan balita serta beberapa komunitas lari yang ada dikota Bandung dengan diisi berbagai kegiatan yang membangun kreativitas anak dan balita.

Sosialisasi Imunicare juga dilakukan pada momen Rapat Kerja Rencana Aksi 2019, Senin 28 Januari 2019 oleh M. Rahman Roestan, Direktur Utama Bio Farma disertai jajaran Direksi, disaksikan oleh Asisten Deputi Industri Agro & Farmasi 2 Kementerian BUMN, Agus Suharyono.

Menurut Direktur Pemasaran Bio Farma, Sri Harsi Teteki, Imunicare merupakan upaya dari Bio Farma untuk turut serta menyehatkan masyarakat Indonesia melalui pemberian imunisasi.

“Imunicare merupakan layanan dari klinik imunisasi Bio Farma yang bertujuan untuk mendekatkan pelayanan ke masyarakat, sehingga masyarakat mendapatkan akses dan solusi untuk meningkatkan imunitas, yang tentu saja dengan harga terjangkau dan ketersediaan jenis vaksin yang lengkap,  serta terjamin kualitas dan keaslian dari produknya”, ujar Teki, panggilan akrab Sri Harsi Teteki.

Teki menambahkan dengan layanan baru Imunicare, yang berbasis Customer Focus dan Friendly Experience, masyarakat dari segala usia, tidak khawatir dan tidak takut untuk mendapatkan imunisasi.

Sementara itu, Kepala Divisi Divisi Unit Klinik & Imunisasi Bio Farma, Tjut Vina mengatakan layanan Imunisasi di Imunicare, tidak terbatas hanya untuk balita saja, tetapi juga bisa untuk dewasa, dengan tagline Solution to Immunity, kami hadir terutama bagi masyarakat yang akan bepergian ke luar negeri, termasuk vaksin untuk ibadah haji dan umrah.

“Kami sudah bekerja sama dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), sehingga untuk pelayanan vaksinasi Meningitis bisa dilakukan di Imunicare. Selain vaksinasi untuk haji / umrah, di Imunicare juga tersedia vaksin yang diperlukan untuk para traveller, atau yang akan melakukan studi ke luar negeri, yang membutuhkan persyaratan vaksin-vaksin tertentu”, Ujar Tjut Vina.

Tjut Vina menambahkan penambahan layanan ini tidak hanya pemberian imunisasi saja, tetapi juga penambahan jenis vaksin seperti vaksin meningitis yang dibutuhkan oleh calon Jemaah haji dan umrah, juga untuk vaksin bagi pegiat travelling.

Melalui penyedian vaksin yang berkualitas dan terjamin keasliannya, layanan Imunicare yang saat ini  berlokasi di Jl. Pasteur No 28 Bandung,  Kedepannya, akan melayani seluruh negeri, sehingga membantu meningkatkan akses terhadap vaksin dan mendorong cakupan imunisasi nasional program Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

 

———-***———-

Untuk informasi Media, Hubungi :

N.Nurlaela Arief

Head of Corporate Communications Dept.

Bio Farma

Email : lala@biofarma.co.id

Mobile : 081910102649 : 62 22 2033755

www.biofarma.co.id

Bio Care : 1500810

Penuhi Kepatuhan Pajak, Bio Farma raih Penghargaan Pajak

By Bio Farma

Jakarta, 24 Januari. Membuka tahun 2019, Bio Farma menerima prestasi berupa penghargaan & apresiasi di bidang perpajakan.

Kali ini diperoleh dari Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar Tiga. Penghargaan ini terbilang bergengsi. Karena Wajib Pajak yang terdaftar adalah Wajib Pajak BUMN beserta entitas anak & afiliasi sektor industri dan perdagangan yang berjumlah lebih dari 200 Wajib Pajak terdaftar.

Adapun yang menerima penghargaan hanya 20 Wajib Pajak.

Acara ini di laksanakan pada hari Kamis, 24 Januari 2019 di Gedung Ditjend Pajak.

Direktur Keuangan Bio Farma, Pardiman menerima langsung penghargaan tersebut yang diserahkan oleh Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Wajib Pajak Besar Tiga, Abdul Manan.

Dalam sambutan, Abdul Manan mengatakan bahwa apresiasi & penghargaan ini diberikan kepada Wajib Pajak yg terdaftar di KPP WP Besar Tiga yang telah memberikan kerjasama & kontribusi optimal dalam pemenuhan kepatuhan pajak serta penerimaan negara sehingga KPP Wajib Pajak Besar Tiga telah melampui target yaitu sebesar 100,38%.

Ini menandakan bahwa sinergi Ditjend Pajak & BUMN telah memberikan dampak positif dalam membangun negara melalui penerimaan negara dari sektor pajak.

Direktur Keuangan Bio Farma, Pardiman mengatakan “dengan diterima apresiasi & penghargaan ini oleh Bio Farma menandakan Bio Farma telah melakukan sinergi antar stakeholders dan telah melakukan pemenuhan kepatuhan pajak secara optimal. Harapannya prestasi ini tetap dipertahankan”tutup Pardiman.

 

*-*

Informasi Media:

N. Nurlaela Arief

Head of Corporate Communications Dept.

Bio Farma

Bersentuhan dengan sumber penyakit, sekitar 2000 Petugas Kebersihan dan Satpol PP diimunisasi Flubio & Tetanus

By Bio Farma

Bandung, Selama 4 hari mulai 21 sampai 24 Januari 2019, Bio Farma berikan imunisasi Flubio dan Tetanus gratis kepada 1650 Petugas Kebersihan dan 350 Satpol Kota Bandung di layanan vaksinasi Bio Farma.

“Kami berharap dengan program ini bisa berkontribusi kepada kotamadya Bandung bagi kesehatan berkelanjutan, mudah – mudahan program ini bisa terus kita lanjutkan dari waktu ke waktu”.

“Dua tahun yang lalu kami melakukan kegiatan vaksinasi ini melalui program vaksin untuk hepatitis, karena hepatitisnya sudah memiliki kekebalan, kita perlu vaksinasi yang lain yaitu flu dan tetanus” Ujar Disril Revolin Putra, selaku Direktur SDM & Umum Bio Farma.

Disril menambahkan “Mudah – mudahan ada produk – produk lainnya yang bisa kita berikan kepada bapak/ ibu petugas lapangan.

“Temen – temen yang ada di area kebersihan bersinggungan dengan hal – hal yang perlu perlindungan, begitupun bapak/ ibu satpol pp mudah – mudahan dengan vaksin tetanus ini bisa memberikan kepercayaan diri terlindung dari penyakit saat bekerja kepada para petugas kesehatan”

Dalam sambutannya, Deni Nurdyana, Direktur Utama PD Kebersihan Kota Bandung mengatakan

“Kami ucapkan terimakasih kepada manajemen Bio Farma atas program CSR pemberian vaksin yang rutin yang kami terima”

“Pekerjaan kami memang bersentuhan dengan hal – hal yang bisa disebutkan disana terdapat semua sumber penyakit”

“Sehingga memang program yang seperti ini sangat kita nantikan. Sangat bermanfaat apalagi saat musim pancaroba saat ini vaksin flu dirasa efektif. Kemudian vaksin tetanus, karena tidak sedikit karyawan kami ketika mengangkat sampah banyak terkena pecahan beling. Kondisi ini memerlukan preventif kesehatan”

Hadir pula Kepala Dinas Kesehatan, Rita Verita yang menyaksikan dan secara langsung penyuntikan pada petugas kebersihan dan satpol PP, meninjau berbagai fasilitas perusahaan, termasuk layanan baru Imunicare dan kantin sehat.

 

*-*

Informasi Media:

N. Nurlaela Arief

Head of Corporate Communications Dept.

Bio Farma