Safari Ramadhan; Dorong Kemandirian Difabel, Bio Farma Berikan Pelatihan Keterampilan Membuat Busana Muslim

By Bio Farma

(17/5) Pada bulan suci Ramadhan tahun 2019, Bio Farma kembali berbagi kebahagain kepada sesama, melalui program Safari Ramadhan 1440 H. Program ini berupa pemberian santunan untuk difabel, tunanetra, anak yatim, marbot masjid, dan bantuan untuk pesantren An Nahdlah Depok, sebagai bagian dari kegiatan BUMN Hadir Untuk Negeri.

Selain pemberian santunan, Bio Farma juga kembali mengadakan program mudik bersama, dan pasar murah. Seperti tahun – tahun sebelumnya, kegiatan ini dirangkai dengan buka puasa bersama keluarga besar karyawan Bio Farma, jajaran Komisaris, Direksi dan juga media massa. Kegiatan ini diselenggarakan pada tanggal 17 Mei 2019 di Masjid An Nuur Bio Farma.

Direktur Utama Bio Farma, M. Rahman Roestan mengatakan, pemberian santunan ini, merupakan program BUMN Hadir untuk negeri, dalam bentuk bantuan pangan murah dalam menyambut ramadhan, selain itu bagian dari semangat filosofi Bio Farma, dedicated to improve quality of life, atau berdedikasi untuk meningkatkan kualitas hidup.

“Kualitas hidup yang kami perhatikan tidak hanya dari sisi kesehatan saja, tapi juga dari sisi yang lain misalkan, pendidikan, ekonomi dan kemandirian mereka. Bagaimana bantuan yang kami berikan ini, bisa menjadikan mereka lebih mandiri dari sisi ekonomi dan sosial”, ungkap Rahman.

Bantuan yang dirangkai dalam kegiatan Safari Ramadhan 1440 H diberikan kepada enam orang difabel, Bio Farma memberikan bantuan pelatihan berupa pembuatan mukena, dan baju muslim yang sudah mulai dipasarkan.

Selain pelatihan untuk difabel, Bio Farma juga memberikan bantuan untuk 30 orang tunanetra, 125 marbot masjid, 170 anak yatim, pesantren, dengan total bantuan Rp 600 juta. Selain pemberian santunan, Bio Farma juga memberikan bantuan armada untuk 1000 pemudik yang akan diberangkatkan pada akhir bulan Ramadhan, dan penyelenggaraan pasar murah untuk daerah Kecematan Kertawangi dan Kecamatan Sukajadi dalam waktu dekat.

Mudik Bersama dan Pangan Murah

Bio Farma kembali menyelenggarakan program mudik gratis untuk Ramadhan tahun 2019 yang akan diselenggarakan pada minggu terakhir bulan Ramadhan.

Kegiatan ini sebagai bagian dari program Kementerin BUMN sebagai bentuk komitmen BUMN Hadir Untuk Negeri untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri 1440 H.
Menurut Sekretaris Perusahaan Bio Farma, Bambang Heriyanto, tahun ini Bio Farma akan menargetkan 1000 pemudik dengan rute Jawa Barat – Jawa Tengah melalui jalur utara dan selatan, “Program ini bertujuan untuk memudahkan pemudik yang biasa menggunakan roda dua, serta untuk menekan potensi kecelakaan lalu lintas, dan memberikan kenyamanan untuk pemudik, yang biasanya pergi bersama keluarga yang membawa bayi dan balita, sehingga mereka bisa merayakan hari kemenangan dengan perasaan tenang dan bahagia”, ungkap Bambang.

Selain program mudik, Bio Farma juga akan melaksanakan pasar murah secara serentak di dua tempat yaitu Kecamatan Sukajadi dan Desa Kertawangi Kec Cisarua, Bandung Barat yang merupakan daerah ring 1 Bio Farma, berupa Paket yang akan dibagikan berupa beras 10 kg, minyak goreng 2 liter, gula pasir 2 kg, senilai Rp 25.000,- sehingga mampu untuk dijangkau masyrakat pra sejahtera. Kegiatan ini akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini.

———-***———-

Untuk informasi lebih lanjut, media dapat menghubungi:
N. Nurlaela Arief
Head of Corporate Communications Dept.
Email : lala@biofarma.co.id
Bio Farma
Jl. Pasteur No. 28 Bandung
Telp : 62 22 2033755
Fax : 62 22 2041306

KEK CILETUH: Pemprov Jabar Siapkan Pengajuan ke Pusat

By biofarma

Bisnis.com, BANDUNG – Pemerintah Provinsi Jawa Barat segera mengajukan kawasan geopark Ciletuh, Sukabumi, sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

Gubernur Jabar Ahmad Heryawan mengatakan rencana pihaknya mengajukan KEK Ciletuh ke pemerintah pusat akan segera disusun seiring dengan proses pihaknya mengajukan Ciletuh masuk dalam UNESCO Global Geopark.

“Rencananya Ciletuh kami ajukan sebagai KEK khusus kepariwisataan,” katanya di Bandung, Senin (28/11/2016).

Menurutnya dari kondisi geografis Ciletuh, kawasan tersebut layak diusulkan menjadi KEK karena bisa mendongkrak bangkitan ekonomi di wilayah Selatan.

Pemprov Jabar sendiri sudah menyusun sejumlah rencana agar kawasan seluas 126.000 hektar tersebut jadi magnet baru investasi. “Kita inginnya industri pariwisata, dari mulai resort, perhotelan hingga perdagangan,” ujarnya.

Heryawan menunjuk KEK Ciletuh bisa dirancang mirip dengan Tanjung Lesung atau Morotai dan Labuan Bajo. Potensi Ciletuh sebagai kawasan pariwisata terbuka lebar karena terbentang panjang sampai Ujung Genteng dan Pelabuhan Ratu.

“Ini kawasan yang meliputi 8 kecamatan 74 desa. Nanti izinnya akan diajukan khusus ke Kementerian Pariwisata dan Kementerian Koordinator Perekonomian,” paparnya.

Pemprov Jabar juga dikatakan Aher telah menyiapkan anggaran Rp 200-an miliar untuk pembangunan jalan di Ciletuh pada anggaran 2017.

Nantinya, sepanjang pinggir pantai akan dibangun akses sehingga memudahkan wisatawan dan pelaku usaha mengeksplorasi. “Sekarang aksesnya masih ada yang jelek. Pada 2017 kita perbaiki,” tuturnya.

Heryawan mengatakan pihaknya juga telah resmi menandatangi kerja sama dengan berbagai pihak. Antara lain dengan Pemerintah Kabupaten Sukabumi, PTPN VIII, Universitas Padjadjaran, PD Jawi, Forum Komunikasi Penggerak Pariwisata, dan Paguyuban Alam Pakidulan Sukabumi setelah menggandeng Bio Farma.

“Bentuk kerja sama kita bersama untuk terus mengembangkan Geopark Nasional Ciletuh menjadi UNESCO Global Geopark,” katanya.

Heryawan memastikan pengembangan kawasan Geopark Ciletuh terlebih dahulu diutamakan pada pembangunan akses ke lokasi mengingat jalan yang harus dilalui menuju Ciletuh masih sulit dilalui.

“Jalannya setapak ada juga jalan batu-batu, ada juga yang belum ada jalannya. Nanti jalan kita akan diperbesar. Dengan Perhutani, atau PTPN kita kerjasama. Masyarakat juga kerja sama,” ujarnya

[:id]Bio Farma resmikan Jembatan di Jasinga Kabupaten Bogor [:en]Bio Farma resmikan Jembatan di Jasinga Kabupaten Bogor[:]

By biofarma

Bio Farma melalui program PKBL membantu masyarakat Desa Cikopomayak Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor untuk merenovasi jembatan penyebrangan yang biasa digunakan masyarakat setempat untuk beraktivitas sehari – hari.

Jembatan yang diresmikan pada tanggal 12 Januari 2017 oleh Staf Ahli Bupati Bidang Sosial, Ekonomi dan pembangunan Ridwan Syamsuddin dan Direktur Utama Bio Farma, Iskandar, memiliki panjang 12.5 meter dan lebar 4.5 meter nantinya akan menghubungkan tiga kampung yaitu Cibiuk, Pondok Kelapa dan Kerawang.

Menurut Ridwan, pihaknya menyambut baik renovasi jembatan Cibiuk melalui program PKBL Bio Farma, karena dengan terbangunnya jembatan ini , dapat memperlancar distribusi barang dan jasa asal Desa Cikopomayak ke wilayah lain yang ada disekitarnya “Jembatan ini dapat dimanfaatkan oleh warga disini, untuk melakukan kegiatan – kegiatannya seperti berdagang, bertani, sekolah, dan tentu saja dapat meningkatkan pemberdayaan masyarakat secara mandiri” ujar Ridwan.

Sementara itu Iskandar menjelaskan, terpilihnya Desa Cikopomayak ini dikarenakan adanya potensi sumber daya alam yang luar biasa yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan ekonomi warga Kecamatan Jasinga, sehingga dimasa mendatang, masyarakatnya dapat menjadi mandiri baik secara ekonomi dan sosial, selain itu sejalan dengan CSR Kami.

“Dengan keahlian dalam bidang bioteknologi yang kami miliki, kami siap membantu warga jasinga untuk mengoptimalkan hasil sumber daya alam yang ada, seperti pembuatan ruang seteril sederhana untuk menyimpan persediaan cempedak agar tidak terkontaminasi oleh bakteri atau hama”, Ujar Iskandar.

Kepala Divisi Umum, PKBL dan CSR Bio Farma R Herry menambahkan Dengan membawa salah satu konsep nawacita yaitu ‘Membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan’, dan pembentukan kelompok pertanian, perkebunan, seperti yang ada di Geopark Ciletuh Pelabuhanratu, Bio Farma mengajak warga Jasinga, untuk membentuk komunitas yang sesuai dengan keahlian, sehingga nantinya dari komunitas ini akan terbentuk kelompok – kelompok yang secara bersama – sama akan membangun Jasinga, “Kecamatan Jasinga merupakan salah satu mitra binaan dari Bio Farma, dengan hasil sumber daya alamnya salah satunya adalah cempedak. Nantinya dengan pelatihan – pelatihan yang Bio Farma berikan kepada kelompok – kelompok petani cempedak, dapat menghasilkan produk turunan dari cempedak seperti manisan atau makan ringan”, ujar Herry.
Selain renovasi jembatan desa cibiuk, Bio Farma juga mengadakan pengobatan gratis untuk 1000 warga Kecamatan Jasinga. Pengobatan ini dilaksanakan Untuk membantu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat terutama di wilayah dengan akses kesehatan terbatas. Dengan tenaga paramedis dari Poltekes Bandung, Puskesmas Jasinga dan Bio Farma, bentuk pengobatan gratis seperti tensi darah, tes gula darah dan obat obatan gratis.

Bio Farma Raih Juara Terbaik Laporan Keberlanjutan 2016

By biofarma

Jakarta, 14 Desember 2016 bertempat di Hotel Fairmont Jakarta, pada ajang 12th Sustainability Reporting Award 2016. Bio Farma meraih penghargaan “Best Sustainability Report Category Manufacturers”.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Sarwono Kusumaatmadja selaku Ketua Dewan Juri  SRA 2016 dari National Center for Sustainability Reporting (NCSR) dan diterima oleh Juliman, Direktur Produksi Bio Farma

“Saat ini, Sustainability Report Bio Farma sudah comply pada panduan Global Reporting Initiative (GRI) G4 versi terakhir selain itu Sustainability Report (SR) Bio Farma juga sudah menyelaraskan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) sehingga berbeda dengan perusahaan lain” ujar Juliman saat menjelaskan keunggulan Laporan Keberlanjutan Bio Farma 2016 sehingga dapat menjadi juara.

Juliman menambahkan  “Kami sampaikan juga bahwa Bio Farma sudah menjadi anggota Organizational Stakeholders (OS) GRI, ini mencerminkan komitmen penerapan keberlanjutan”

Laporan keberlanjutan merupakan laporan yang memuat kinerja perusahaan dalam tiga aspek, yakni ekonomi, lingkungan, dan sosial. Tujuan dibuatnya laporan ini adalah untuk menjadi penilaian apakah suatu perusahaan telah mampu mengatasi isu keberlanjutan, seperti penghematan dan konservasi energi, selain itu juga bagaimana perusahaan memperlakukan karyawannya hingga apa saja upaya yang dilakukan perusahaan untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.

Sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Bio Farma wajib menyusun laporan tahunan (annual report) sebagai bentuk laporan Direksi dalam RUPS. Namun selain itu, Bio Farma telah menyusun Sustainability Report sejak tahun 2013 dan terus menerus melakukan perbaikan dan mengikuti panduan yang ditetapkan oleh Global Reporting Initiative (GRI).

Pada tanggal 1 Desember 2016, Bio Farma juga diminta untuk sharing penyusunan SR Bio Farma aspek Human Rights, dengan Pihak GRI Belanda, dan selanjutnya sharing penyusunan SR Biofarma akan dijadikan study case pembelajaran anggota GRI dari negara negara lain yang tergabung dalam Organization Stakeholder GRI Internasional”.

=======================================

 

Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi:

Nurlaela Arief

Head of  Corporate Communications Dept.

Email : lala@biofarma.co.id

Bio Farma

Jl. Pasteur No. 28 Bandung

Telp : 62 22 2033755

Fax : 62 22 2041306

 

[:en]Jakarta, 14 Desember 2016 bertempat di Hotel Fairmont Jakarta, pada ajang 12th Sustainability Reporting Award 2016. Bio Farma meraih penghargaan “Best Sustainability Report Category Manufacturers”.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Sarwono Kusumaatmadja selaku Ketua Dewan Juri  SRA 2016 dari National Center for Sustainability Reporting (NCSR) dan diterima oleh Juliman, Direktur Produksi Bio Farma

“Saat ini, Sustainability Report Bio Farma sudah comply pada panduan Global Reporting Initiative (GRI) G4 versi terakhir selain itu Sustainability Report (SR) Bio Farma juga sudah menyelaraskan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) sehingga berbeda dengan perusahaan lain” ujar Juliman saat menjelaskan keunggulan Laporan Keberlanjutan Bio Farma 2016 sehingga dapat menjadi juara.

Juliman menambahkan  “Kami sampaikan juga bahwa Bio Farma sudah menjadi anggota Organizational Stakeholders (OS) GRI, ini mencerminkan komitmen penerapan keberlanjutan”

Laporan keberlanjutan merupakan laporan yang memuat kinerja perusahaan dalam tiga aspek, yakni ekonomi, lingkungan, dan sosial. Tujuan dibuatnya laporan ini adalah untuk menjadi penilaian apakah suatu perusahaan telah mampu mengatasi isu keberlanjutan, seperti penghematan dan konservasi energi, selain itu juga bagaimana perusahaan memperlakukan karyawannya hingga apa saja upaya yang dilakukan perusahaan untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.

 

Sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Bio Farma wajib menyusun laporan tahunan (annual report) sebagai bentuk laporan Direksi dalam RUPS. Namun selain itu, Bio Farma telah menyusun Sustainability Report sejak tahun 2013 dan terus menerus melakukan perbaikan dan mengikuti panduan yang ditetapkan oleh Global Reporting Initiative (GRI).

 

Pada tanggal 1 Desember 2016, Bio Farma juga diminta untuk sharing penyusunan SR Bio Farma aspek Human Rights, dengan Pihak GRI Belanda, dan selanjutnya sharing penyusunan SR Biofarma akan dijadikan study case pembelajaran anggota GRI dari negara negara lain yang tergabung dalam Organization Stakeholder GRI Internasional”.

 

 

 

=======================================

 

 

 

Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi:

  1. Nurlaela Arief

Head of  Corporate Communications Dept.

Email : lala@biofarma.co.id

Bio Farma

Jl. Pasteur No. 28 Bandung

Telp : 62 22 2033755

Fax : 62 22 2041306

 

[:]

Bio Farma Terus Dorong Ciletuh Masuk Jaringan Geopark UNESCO

By biofarma

Bisnis.com, BANDUNG–Kawasan Geopark Nasional Ciletuh Palabuhanratu akan terus dibangun dan dikembangkan yang salah satunya supaya masuk daftar UNESCO Global Geopark pada tahun depan.

Untuk mengakselerasi itu, PT Bio Farma (Persero), Pemkab Sukabumi, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, PTPN VIII, Universitas Padjadjaran, PD Jawi, Forum Komunikasi Kelompok Penggerak Pariwisata Kabupaten Sukabumi, dan Paguyuban Alam Pakidulan Sukabumi, telah menandatangani MoU dengan Pemprov Jabar.

MoU sendiri berlangsung pada Senin 28 November 2016 di Gedung Sate Bandung yang ditandatangani Direktur Utama Bio Farma Iskandar dan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan.

Iskandar mengatakan Bio Farma menitikberatkan pada upaya pemberdayaan masyarakat dan pelestarian lingkungan di Kawasan Geopark Nasional Ciletuh Palabuhanratu melalui Program CSR.

Menurutnya, kawasan Geopark Nasional Ciletuh Palabuhanratu  yang sejak tahun 2013 telah menjadi salah satu wilayah sasaran Program CSR Bio Farma ini sudah menghasilkan beberapa jenis produk UKM berbasis sumber daya lokal antara lain kerajinan Batik Pakidulan, Geokuliner Ciletuh, produk keripik mangga dan papaya calina, beras hitam, pais lubang, dan unagi kabayaki yang berasal dari sidat lokal di Ciletuh.

Iskandar mengatakan MoU ini juga memuat kesepakatan untuk menjadikan Kawasan Geopark Nasional Ciletuh Palabuhanratu ini menjadi UNESCO Global Geopark.

“Sebelum menjadi kawasan Geopark yang mendunia, masyarakat yang tinggal di kawasan ini harus maju dan mandiri, serta mahir untuk mengelola sendiri potensi yang ada di kawasan ini,” katanya melalui siaran pers.

Pemprov Jabar juga akan mengajukan kawasan Geopark Ciletuh Palabuhanratu menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

”Keahlian Bio Farma dalam pembuatan vaksin, dan potensi yang ada di kawasan ini, kami ingin masyarakat di sini untuk dapat menerapkannya secara sederhana dalam kegiatan perekonomian mereka, seperti pembuatan Batik Pakidulan, proses pengeringan makanan ringan, pengelolaan air bersih sehingga dapat meningkatkan perkonomian masyarakat lokal,” ucap Iskandar.

Iskandar menambahkan dengan adanya MoU ini, menggambarkan bawah Bio Farma sangat serius dalam menjadikan Kawasan Geopark Ciletuh Palabuhanratu, menjadi daerah yang mandiri secara sosial dan ekonomi dan sejalan dengan program CSR Bio Farma yang berkelanjutan.

Bio Farma Turut Serta Dalam Pameran Indonesia Terpadu di Al-Jazair

By biofarma

 

Bio Farma turut serta dalam pameran indonesia terpadu di Al jazair
Yan Jauhardi, Kepala Bagian PKBL Bio Farma (paling kanan) beserta Dubes RI untuk Aljazair Safira Machrusah (tengah) beserta perwakilan Kementerian luar negeri di arena SAFEX Aljazair.

(Bandung, 29/11), Bio Farma turut serta dalam pameran Indonesia terpadu di SAFEX (Societe Algerienne des Foires et Exportations), Club de Pins Alger, Aljazair pada tanggal 23 – 27 November 2016. Bio Farma membawa serta mitra binaan yang sudah berhasil dan memiliki keunggulan yaitu Batik Ramah Lingkungan, Batik Pakidulan dan N-Bee Kerajinan Perhiasan Perak dan Batu Alam pada pameran dagang yang dibuka langsung oleh Perdana Menteri Aljazair, Abdelmalek Sellal.

Menurut R.Herry, Kepala Divisi Corporate Social Responsibility (CSR) Bio Farma, “keikutsertaan mitra binaannya di acara tersebut untuk turut mempromosikan potensi keragaman di bidang budaya – cultural diversity dan geo diversity, serta turut mendukung sinergi antara Kementerian BUMN dan Kementerian Luar Negeri, Dirjen Asia Pasifik dan Afrika. Kami berharap dengan keikutsertaan ini dapat meningkatkan promosi destinasi wisata Indonesia dan mendorong pertumbuhan  mitra binaan kami untuk dapat memasuki pasar global.”

 

Pameran yang berlangsung selama lima hari ini merupakan pameran produk Indonesia, yang diikuti oleh sekitar 50 peserta dari berbagai sektor dunia usaha Indonesia, BUMN dan lembaga instansi pemerintah, diantaranya kerajinan, furniture, perhiasan, kosmetik, produk makanan, produk pertanian, produk alas kaki dan kulit, produk perikanan, elektronik, tekstil, garmen, produk plastik dan gelas, kertas dan peralatan kantor serta berbagai produk lainnya.

 

Pameran diikuti oleh 9 BUMN, termasuk Bio Farma, Pertamina, Telkom, Jasa Raharja, Semen Indonesia, Pelindo II, Waskita Karya, Jamkrida dan Garuda Indonesia.

Pameran Indonesia Terpadu di Aljazair bertujuan untuk meningkatkan kerjasama di bidang ekonomi, perdagangan dan pariwisata Indonesia – Aljazair membantu program pemasaran dan peningkatan produk ekspor migas dan nonmigas Indonesia utamanya konstruksi, consumer goods  dan sektor manufaktur lainya.

Herry menambahkan “Bio Farma sudah memiliki program promosi mitra binaan dan CSR untuk bisa masuk ke pasar global, pada Oktober 2016 lalu, juga mengikuti pameran dalam kegiatan UNESCO Geo Fair di Torquay Inggris, dan bersama Disparbud Provinsi Jawa Barat, Pemprov Jabar dan Geologi UNPAD mempromosikan potensi wisata Geopark Nasional, Geopark Ciletuh Palabuhanratu untuk dapat diakui UNESCO”

———-*****———-

 

Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi:
N. Nurlaela Arief
Head of  Corporate Communications Dept.
Email : lala@biofarma.co.id
Bio Farma
Jl. Pasteur No. 28 Bandung
Telp : 62 22 2033755
Fax : 62 22 2041306

[:en]

Bio Farma turut serta dalam pameran indonesia terpadu di Al jazair
Yan Jauhardi, Kepala Bagian PKBL Bio Farma (paling kanan) beserta Dubes RI untuk Aljazair Safira Machrusah (tengah) beserta perwakilan Kementerian luar negeri di arena SAFEX Aljazair.

(Bandung, 29/11), Bio Farma turut serta dalam pameran Indonesia terpadu di SAFEX (Societe Algerienne des Foires et Exportations), Club de Pins Alger, Aljazair pada tanggal 23 – 27 November 2016. Bio Farma membawa serta mitra binaan yang sudah berhasil dan memiliki keunggulan yaitu Batik Ramah Lingkungan, Batik Pakidulan dan N-Bee Kerajinan Perhiasan Perak dan Batu Alam pada pameran dagang yang dibuka langsung oleh Perdana Menteri Aljazair, Abdelmalek Sellal.

Menurut R.Herry, Kepala Divisi Corporate Social Responsibility (CSR) Bio Farma, “keikutsertaan mitra binaannya di acara tersebut untuk turut mempromosikan potensi keragaman di bidang budaya – cultural diversity dan geo diversity, serta turut mendukung sinergi antara Kementerian BUMN dan Kementerian Luar Negeri, Dirjen Asia Pasifik dan Afrika. Kami berharap dengan keikutsertaan ini dapat meningkatkan promosi destinasi wisata Indonesia dan mendorong pertumbuhan  mitra binaan kami untuk dapat memasuki pasar global.”

Pameran yang berlangsung selama lima hari ini merupakan pameran produk Indonesia, yang diikuti oleh sekitar 50 peserta dari berbagai sektor dunia usaha Indonesia, BUMN dan lembaga instansi pemerintah, diantaranya kerajinan, furniture, perhiasan, kosmetik, produk makanan, produk pertanian, produk alas kaki dan kulit, produk perikanan, elektronik, tekstil, garmen, produk plastik dan gelas, kertas dan peralatan kantor serta berbagai produk lainnya.

Pameran diikuti oleh 9 BUMN, termasuk Bio Farma, Pertamina, Telkom, Jasa Raharja, Semen Indonesia, Pelindo II, Waskita Karya, Jamkrida dan Garuda Indonesia.

Pameran Indonesia Terpadu di Aljazair bertujuan untuk meningkatkan kerjasama di bidang ekonomi, perdagangan dan pariwisata Indonesia – Aljazair membantu program pemasaran dan peningkatan produk ekspor migas dan nonmigas Indonesia utamanya konstruksi, consumer goods  dan sektor manufaktur lainya.

Herry menambahkan “Bio Farma sudah memiliki program promosi mitra binaan dan CSR untuk bisa masuk ke pasar global, pada Oktober 2016 lalu, juga mengikuti pameran dalam kegiatan UNESCO Geo Fair di Torquay Inggris, dan bersama Disparbud Provinsi Jawa Barat, Pemprov Jabar dan Geologi UNPAD mempromosikan potensi wisata Geopark Nasional, Geopark Ciletuh Palabuhanratu untuk dapat diakui UNESCO”

———-*****———-

Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi:
N. Nurlaela Arief
Head of  Corporate Communications Dept.
Email : lala@biofarma.co.id
Bio Farma
Jl. Pasteur No. 28 Bandung
Telp : 62 22 2033755
Fax : 62 22 2041306

[:]

Bio Farma Dukung Pengembangan Geopark Ciletuh-Pelabuhanratu

By biofarma

BANDUNG — Bio Farma berpartisipasi untuk pengembangan Kawasan Geopark Nasional Ciletuh Palabuhanratu sebagai salah satu upaya agar dapat menjadi UNESCO Global Geopark. Perusahaan ini menekan MoU bersama Pemerintah Kabupaten Sukabumi, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, PTPN VIII, Universitas Padjadjaran, PD Jawi, Forum Komunikasi Kelompok Penggerak Pariwisata Kabupaten Sukabumi, dan Paguyuban Alam Pakidulan Sukabumi, Senin (28/11).

Bio Farma menitik beratkan pada upaya pemberdayaan masyarakat dan pelestarian lingkungan di Kawasan Geopark Nasional Ciletuh Palabuhanratu melalui Program CSR. Kawasan Geopark Nasional Ciletuh Palabuhanratu  yang sejak tahun 2013 telah menjadi salah satu wilayah sasaran Program CSR Bio Farma ini sudah menghasilkan / beberapa jenis produk UKM berbasis sumber daya lokal antara lain kerajinan Batik Pakidulan, Geokuliner Ciletuh, produk keripik mangga dan papaya calina, beras hitam, pais lubang, dan unagi kabayaki yang berasal dari sidat lokal di Ciletuh.

Direktur Bio Farma Iskandar mengatakan sebelum menjadi kawasan Geopark yang mendunia, masyarakat yang tinggal di kawasan ini harus maju dan mandiri, serta mahir untuk mengelola sendiri potensi yang ada di kawasan ini. ”Dengan keahlian yang Bio Farma miliki dalam pembuatan vaksin, dan potensi yang ada di kawasan ini, kami ingin masyarakat di sini untuk dapat menerapkannya secara sederhana dalam kegiatan perekonomian mereka, seperti pembuatan Batik Pakidulan, proses pengeringan makanan ringan, pengelolaan air bersih dll, sehingga dapat meningkatkan perkonomian masyarakat lokal”, ujar Iskandar.

Iskandar menambahkan dengan adanya MoU ini, menggambarkan Bio Farma serius dalam menjadikan Kawasan Geopark Ciletuh Palabuhanratu, menjadi daerah yang mandiri secara sosial dan ekonomi dan sejalan dengan program CSR Bio Farma yang berkelanjutan.

Berharap Geopark Ciletuh Mendunia

By biofarma

Konferensi Internasional UNESCO, Global Geopark Network (GGN), di Torquay Inggris pada 27-30 September 2016 dihadiri oleh sekitar 800 delegasi dari 50 negara. Konferensi ini digagas Badan Dunia PBB yang membidangi masalah pendidikan, sains dan kebudayaan.

 

Sesuatu yang membanggakan, delegasi Indonesia tidak hanya sebagai peserta, namun juga mempresentasikan beberapa praktek pengelolaan Geopark. Perwakilan Jawa Barat hadir dari Kabupaten Sukabumi, Disparbud Jabar, Universitas Padjadjaran, Badan Geologi dan Bio Farma, yang memaparkan peran BUMN dalam  pengembangan kawasan geopark Ciletuh Palabuhanratu sebagai salah satu role model bagi UNESCO.

 

Geopark adalah sebuah konsep manajemen pengembangan kawasan berkelanjutan yang menyelaraskan keragaman geologi, hayati dan budaya melalui prinsip konservasi dan tata ruang wilayah. Geopark merupakan wilayah geografis yang  memiliki situs warisan geologi, dikelola dengan memberdayakan masyarakat disekitar kawasan dengan dukungan infrastruktur, fasilitas dan regulasi pemerintah, untuk melindungi dan meningkatkan fungsi warisan alam.

 

Pengembangan warisan geologi tentu akan bermanfaat bagi pengembangan destinasi wisata baru Indonesia yang berdimensi global. Inisiatif dalam pengembangan Geopark menjadi dimensi baru bagi perlindungan warisan budaya dan alam, yang menekankan pada potensi interaksi antara pengembangan sosio-ekonomi dan budaya dengan konservasi lingkungan alam serta kepentingan pendidikan.

 

Indonesia saat ini menargetkan destinasi wisata baru, 10 Geopark menjadi pilihan, Geopark Batur dan Geopark Gunung Sewu, saat ini sudah memperoleh status global dari UNESCO.    4 Geopark yang dipersiapkan adalah Geopark Kaldera Toba, Geopark Merangin, Geopark Rinjani dan Geopark Ciletuh Palabuhan Ratu.

 

Bagi yang pernah melihat  Geopark Ciletuh, kita serasa diajak menelusuri lorong waktu geologi yang periodenya tidak hanya mencakup masa ratusan tahun tetapi hingga jutaan tahun. Geopark tidak hanya menyajikan alam yang termonumenkan secara geologi, tetapi juga kehidupan yang ada di dalamnya yaitu keragaman hayati, keragaman geologi dan keragamanan budaya.

 

Geo-Science Communications

 

Dari Konferensi Internasional UNESCO Global Geoparks,  kita dapat mengambil praktik terbaik dari Geopark English Riviera di Torquay, yaitu tentang bagaimana pengelolaan Geo wisata dan mengemas pesan tentang geo yang lebih komunikatif dan mudah dicerna.

 

Salah satu pembicara adalah Iain Stewart, Professor bidang Geo-science Communication, Plymouth University. Bidang komunikasi Geo-science berfokus pada komunikasi lingkungan, alam dan geologi. Bagaimana mengemas pesan – pesan dari setiap geosites, termasuk penamaan beberapa layanan. Di kawasan ini, semua produk diberi nama awalan geo antara lain, geo tourism, geo gift, geo play, geo park, geo van, geo fair. beberapa tempat melibatkan geo ranger dan geo ambassador, yaitu volunteer atau sukarelawan yang mayoritas wanita, aktif membantu memberikan layanan informasi pada setiap tamu.

 

Pakar Geopark UNESCO, Prof. Guy Martini, setelah mengunjungi Ciletuh menuturkan Ciletuh sangat potensial bisa menjadi Global Geopark, karena memiliki banyak keunikan, dia juga mengkonfirmasi bahwa peran BUMN dalam pengembangan Geopark baru pertama dan sangat unik, dalam pengembangan geopark di Ciletuh.

 

Potensi Besar Geo Tourism

 

Potensi keunikan dan keindahan alam bagi  pemerintah provinsi Jawa Barat, melalui Dinas Pariwisata dan Budaya adalah peluang dan sekaligus tantangan besar untuk mewujudkannya menjadi destinasi geo wisata yang berdimensi global dan sekaligus memberi nilai tambah bagi masyarakat sekitarnya.

 

Pada 2016 ini, pariwisata Indonesia ditargetkan mencapai 12 juta kunjungan wisman dengan devisa diproyeksikan sebesar Rp 172 triliun, jumlah perjalanan wisnus sebanyak 260 juta perjalan dengan uang yang dibelanjakan sebesar Rp 223,6 triliun, juga diharapkan kontribusi pariwisata terhadap PDB nasional akan meningkat menjadi 5%; dan jumlah lapangan kerja yang diciptakan menjadi 11,7 juta tenaga kerja.

 

Salah satu langkah nyata Pemprov Jawa Barat untuk mewujudkan Geopark Ciletuh sebagai destinasi wisata global  dengan dibentuknya Badan Pengelola Kawasan Geopark, Tim Operasional Percepatan Geopark Ciletuh dan Tim Koordinasi Kawasan Geopark Ciletuh, yang kesemuanya tertuang dalam SK Gubernur Jabar, yang berisikan anggota dari berbagai lintas stakeholder  perwakilan dari pemerintah, akademisi,  masyarakat setempat dan BUMN.

 

Tim Kordinasi Pengembangan Geopark Ciletuh diharapkan dapat menopang percepatan target Provinsi Jawa Barat untuk mempersiapkan Geopark Ciletuh agar segera mendapat pengakuan dari UNESCO, menjadi destinasi wisata Wonderful Geopark Indonesia sehingga turut mendatangkan devisi bagi negara. Juga memperluas area wisata hingga menyatu ke arah utara sehingga terintegrasi dengan kawasan wisata Pantai Palabuhanratu.

 

Keberhasilan membangun Geopark Ciletuh merupakan bentuk apresiasi kita semua kepada nilai dan makna keunikan, kelangkaan dan estetika dari keragaman dan warisan geologi yang terdapat di Kabupaten Sukabumi Jawa Barat. Ciletuh Wonderful Geopark Indonesia  semoga tercapai sesuai semboyan Geopark ”Memuliakan Warisan Bumi, Mensejahterakan Masyarakat”. ***

 

Oleh : N. Nurlaela Arief

Mahasiswa S3 Komunikasi UNPAD dan Ketua PERHUMAS BDG-JABAR

*Sudah dimuat di rubrik OPINI, Koran Pikiran Rakyat, Selasa, 11 Oktober 2016

Bio Farma dan PLN Bantu Korban Banjir Bandang Garut

By biofarma

BANDUNG, (PR).- Sejumlah badan usaha milik negara (BUMN) menyalurkan dana social reaponsibility (CSR) untuk membantu korban banjir bandang di Sumedang dan Garut. Dua diantaranya adalah PT Bio Farma (Persero) dan PT PLN (Persero).

Corporate Secretary Bio Farma, M. Rahman Rustan, mengatakan, Bio Farma menyalutkan bantuan senilai Rp 75 juta. Bantuan tersebut, menurut dia, nantinya akan digabung dengan bantuan dari BUMN lain yang berada di wilayah Jawa Barat (Jabar), seperti Pertamina, Telkom, dan BRI,.

Bantuan tersebut, menurut dia, akan diserahkan kepada Koordinator PIC Tanggap Bencana di Posko Sinergi BUMN Hadir untuk Negeri di Garut yang berlokasi di Kantor PT Telkom Garut. Selanjutnya akan diserahkan ke Dansatgas Penanggulangan Bencana Alam Garut yang berlokasi di Posko Penanggulangan Bencana Alam Garut, Makodim 0611/Garut.

“Semoga dengan bantuan yang kami berikan, dapat meringankan beban para korban, kami juga akan mengadakan pelayanan kesehatan gratis sebagai langkah antisipasi pasca bencana” kata Rahmat.

Bantuan yang diberikan oleh Bio Farma, menurut dia, antara lain peralatan mandi, handuk, selimut, makanan/sembako untuk dapur lapangan. Selain itu, Biofarma juga menyediakan pelayanan kesehatan gratis untuk mengantisipasi penyakit pasca banjir, seperti diare, infeksi saluran pernafasan akut (ISPA), leptospirosis, dsb.

Sementara itu, Deputi Manager Komunikasi dan Bina Lingkungan PLN Distribusi Jabar, Suargina, mengatakan, sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang mengalami musibah, PLN telah melakukan pembagian 300 paket sembako dan keperluan sehari-hari di pusat pengungsian Gor Tadjimalela, Sumedang. Di wilayah Area Garut, PLN juga mendirikan posko kesehatan yang bekerjsama dengan Lazis PLN dan memberikan 400 paket makan.***

Sumber : http://www.pikiran-rakyat.com/jawa-barat/2016/09/22/bio-farma-dan-pln-bantu-korban-banjir-bandang-garut-380518

 

Konservasi Seni dan Budaya ala CSR Bio Farma

By biofarma

Yogyakarta, 8 Mei 2015, Media Workshop ‘School Of Vaccine For Journalist’ (SVJ) ke dua selain diisi dengan kurikulum tentang Vaksin oleh dr.Soedjatmiko dari Satgas Imunisasi IDAI Pusat; pengembangan kompetensi media dari Arif Zulkifly Pemimpin Redaksi Majalah Tempo, juga dilengkapi dengan materi terkait Corporate Social Responsibility (CSR), dengan narasumber, Ihsan Setiadi Latief, Pemerhati Komunikasi dan Komisaris Bio Farma dan N. Nurlaela Arief, Corporate Communications PT Bio Farma. Workshop diikuti oleh 40 peserta dari media Bandung, Jakarta, Yogyakarta, Solo, Semarang, serta perwakilan biro-biro media nasional di Yogya.

Menurut Ihsan Setiadi Latief, dalam presentasinya “Filosofi CSR Bio Farma adalah keberlanjutan (Sustainability), kemandirian, kedaulatan, serta eksistensi. Strategi CSR Bio Farma bukan sekedar charity, namun semua programnya terintegrasi juga melakukan partnership dengan seluruh stakeholder terkait. Selain itu yang menjadi rujukan CSR Bio Farma mengacu pada  ISO 26000 yang secara internasional menjadi pegangan paling mutakhir dan komprehensif. Adapun dari sisi pelaporan (reporting) merujuk pada GRI (Global Reporting Index) versi G4, Semua standar internasional ini dijadikan pegangan karena Bio Farma percaya bahwa agar CSR bisa berkesinambungan, selain memperhatikan keseimbangan triple P (profit, people, planet), Bio Farma juga harus menjalankannya sesuai “P” yang lain: prosedur.

Menurut R. Herry, Kepala Divisi CSR Bio Farma, Kegiatan-kegiatan utama CSR yang dilakukan oleh perusahaan sampai dengan semester I, 2015 yaitu melanjutkan program-progam sebelumnya dengan target kemandirian kelompok dan masyarakat. Disamping itu penguatan/pemberdayaan masyarakat menjadi prioritas agar kemandirian masyarakat dapat terwujud. “Kegiatan akses terhadap layanan kesehatan dan pengobatan (access to medicine and healthcare) antara lain pengobatan gratis dan Vaksinasi gratis (Vaksin Influenza, Vaksinasi Hepatitis B), pemberian bantuan sarana prasarana umum, pemberian bantuan pendidikan, pemberian bantuan bencana alam diberbagai wilayah seperti Bencana Angin Puting Beliung di Bandung Timur, Bencana Alam Banjir di Dayeuh Kolot, serta Bencana Alam Banjir di Ciparay, dan pemberian bantuan sarana Ibadah bagi masyarakat. Penyaluran bantuan ini diprioritaskan untuk disalurkan kepada masyarakat yang berada di wilayah yang terdekat dengan perusahaan.

Herry menambahkan bahwa Bio Farma juga berperan dalam mendukung pendaftaran Geopark ke UNESCO,  “Saat ini kami berperan aktif dalam tim kerja Geopark Ciletuh yang dibentuk oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Tim kerja ini melibatkan unsur pemerintah provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kabupaten Sukabumi, Perguruan Tinggi yang diwakili oleh Fakultas Teknik Geologi dari Universitas Padjadjaran, Badan Geologi, dan perwakilan Kelompok Masyarakat yang memiliki ketertarikan dalam pengembangan Geopark. Peranan Bio Farma dalam program ini berkaitan dengan Bio-Diversity, Geo-Diversity dan Cultural Diversity serta pemberdayaan masyarakat di wilayah yang termasuk dalam Geopark Ciletuh.

“Sebagai persiapan, saat ini kami sedang membuat delinasi kawasan, dossier geopark ciletuh dan master plan dengan target bulan Juni 2015 masuk sebagai geopark nasional. Kami juga sudah menginformasikan dan meminta dukungan  kepada PTRI Paris untuk UNESCO dalam rencana pengajuan GGN (Global Geopark Network)”Ujar Herry.

Sementara itu N. Nurlaela, Corporate Communications Bio Farma menjelaskan dalam presentasi dengan tema “Lifescience for Society”  bahwa apa yang menjadi ekspertis atau keahlian korporasi seperti di bidang pengelolaan air, lingkungan, udara,mengelola quality, pemuliaan, serta rekayasa DNA,  kami bagikan dalam bentuk solusi aplikatif kepada masyarakat, baik desa binaan maupun UKM”. Implementasi yang ril dari solusi yang kami berikan antara lain penerapan teknologi Biosecure untuk Mizumi Koi (Breeder terbaik Nasional), penerapan nano teknologi untuk Batik Pakidulan yang merupakan Batik ramah Lingkungan, serta peningkatan kualitas domba garut galur murni, juga beberapa binaan lainnya.

Selain itu, korporasi juga sedang gencar melakukan konservasi Seni dan pengembangan budaya Sunda melalui pembentukan komunitas kesenian Sunda, serta mewarnai dalam setiap kegiatan korporasi dengan aspek seni dan budaya yang kental, baik internal  juga stakeholder perusahaan. Contoh dilingkungan perusahaan dengan pembuatan leuit  atau lumbung padi di area fasilitas makan karyawan. “Kami memilih leuit karena memiliki kesamaan filosofi dengan vaksin seperti untuk keberlanjutan, kedaulatan dan persiapan(preparedness) jika terjadi wabah dan keperluan yang mendesak”

Desa Binaan Bio Farma

Perkembangan pembinaan desa binaan saat ini lebih pada tahap pelaksanaan program jangka panjang yang telah direncanakan sebelumnya, seperti Pengembangan Budidaya Domba Garut telah sampai pada tahapan pembangunan fasilitas pembudidayaan. Sedangkan untuk Pengembangan Kawasan Geopark Ciletuh yang telah dilakukan sampai dengan saat ini berupa memberikan kegiatan pengobatan kepada masyarakat, memberikan pelatihan terkait pengelolaan kawasan geopark ke Geopark Gunung  Sewu di Yogyakarta dan pelatihan pengelolaan manajemen geopark ke Geopark Langkawi di Malaysia, pembangunan fasilitas kesehatan berupa Unit Gawat Darurat di Puskesmas Tamanjaya, serta pelatihan konservasi mangrove bagi Kelompok Masyarakat binaan di wilayah Geopark Ciletuh.

———-*****———-

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi:

N. Nurlaela Arief

Head of  Corporate Communications Dept.

Email : lala@biofarma.co.id

Bio Farma

Jl. Pasteur No. 28 Bandung

Telp : 62 22 2033755

Fax : 62 22 2041306[:en]Yogyakarta, 8 Mei 2015, Media Workshop ‘School Of Vaccine For Journalist’ (SVJ) ke dua selain diisi dengan kurikulum tentang Vaksin oleh dr.Soedjatmiko dari Satgas Imunisasi IDAI Pusat; pengembangan kompetensi media dari Arif Zulkifly Pemimpin Redaksi Majalah Tempo, juga dilengkapi dengan materi terkait Corporate Social Responsibility (CSR), dengan narasumber, Ihsan Setiadi Latief, Pemerhati Komunikasi dan Komisaris Bio Farma dan N. Nurlaela Arief, Corporate Communications PT Bio Farma. Workshop diikuti oleh 40 peserta dari media Bandung, Jakarta, Yogyakarta, Solo, Semarang, serta perwakilan biro-biro media nasional di Yogya.

Menurut Ihsan Setiadi Latief, dalam presentasinya “Filosofi CSR Bio Farma adalah keberlanjutan (Sustainability), kemandirian, kedaulatan, serta eksistensi. Strategi CSR Bio Farma bukan sekedar charity, namun semua programnya terintegrasi juga melakukan partnership dengan seluruh stakeholder terkait. Selain itu yang menjadi rujukan CSR Bio Farma mengacu pada  ISO 26000 yang secara internasional menjadi pegangan paling mutakhir dan komprehensif. Adapun dari sisi pelaporan (reporting) merujuk pada GRI (Global Reporting Index) versi G4, Semua standar internasional ini dijadikan pegangan karena Bio Farma percaya bahwa agar CSR bisa berkesinambungan, selain memperhatikan keseimbangan triple P (profit, people, planet), Bio Farma juga harus menjalankannya sesuai “P” yang lain: prosedur.

Menurut R. Herry, Kepala Divisi CSR Bio Farma, Kegiatan-kegiatan utama CSR yang dilakukan oleh perusahaan sampai dengan semester I, 2015 yaitu melanjutkan program-progam sebelumnya dengan target kemandirian kelompok dan masyarakat. Disamping itu penguatan/pemberdayaan masyarakat menjadi prioritas agar kemandirian masyarakat dapat terwujud. “Kegiatan akses terhadap layanan kesehatan dan pengobatan (access to medicine and healthcare) antara lain pengobatan gratis dan Vaksinasi gratis (Vaksin Influenza, Vaksinasi Hepatitis B), pemberian bantuan sarana prasarana umum, pemberian bantuan pendidikan, pemberian bantuan bencana alam diberbagai wilayah seperti Bencana Angin Puting Beliung di Bandung Timur, Bencana Alam Banjir di Dayeuh Kolot, serta Bencana Alam Banjir di Ciparay, dan pemberian bantuan sarana Ibadah bagi masyarakat. Penyaluran bantuan ini diprioritaskan untuk disalurkan kepada masyarakat yang berada di wilayah yang terdekat dengan perusahaan.

Herry menambahkan bahwa Bio Farma juga berperan dalam mendukung pendaftaran Geopark ke UNESCO,  “Saat ini kami berperan aktif dalam tim kerja Geopark Ciletuh yang dibentuk oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Tim kerja ini melibatkan unsur pemerintah provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kabupaten Sukabumi, Perguruan Tinggi yang diwakili oleh Fakultas Teknik Geologi dari Universitas Padjadjaran, Badan Geologi, dan perwakilan Kelompok Masyarakat yang memiliki ketertarikan dalam pengembangan Geopark. Peranan Bio Farma dalam program ini berkaitan dengan Bio-Diversity, Geo-Diversity dan Cultural Diversity serta pemberdayaan masyarakat di wilayah yang termasuk dalam Geopark Ciletuh.

“Sebagai persiapan, saat ini kami sedang membuat delinasi kawasan, dossier geopark ciletuh dan master plan dengan target bulan Juni 2015 masuk sebagai geopark nasional. Kami juga sudah menginformasikan dan meminta dukungan  kepada PTRI Paris untuk UNESCO dalam rencana pengajuan GGN (Global Geopark Network)”Ujar Herry.

Sementara itu N. Nurlaela, Corporate Communications Bio Farma menjelaskan dalam presentasi dengan tema “Lifescience for Society”  bahwa apa yang menjadi ekspertis atau keahlian korporasi seperti di bidang pengelolaan air, lingkungan, udara,mengelola quality, pemuliaan, serta rekayasa DNA,  kami bagikan dalam bentuk solusi aplikatif kepada masyarakat, baik desa binaan maupun UKM”. Implementasi yang ril dari solusi yang kami berikan antara lain penerapan teknologi Biosecure untuk Mizumi Koi (Breeder terbaik Nasional), penerapan nano teknologi untuk Batik Pakidulan yang merupakan Batik ramah Lingkungan, serta peningkatan kualitas domba garut galur murni, juga beberapa binaan lainnya.

Selain itu, korporasi juga sedang gencar melakukan konservasi Seni dan pengembangan budaya Sunda melalui pembentukan komunitas kesenian Sunda, serta mewarnai dalam setiap kegiatan korporasi dengan aspek seni dan budaya yang kental, baik internal  juga stakeholder perusahaan. Contoh dilingkungan perusahaan dengan pembuatan leuit  atau lumbung padi di area fasilitas makan karyawan. “Kami memilih leuit karena memiliki kesamaan filosofi dengan vaksin seperti untuk keberlanjutan, kedaulatan dan persiapan(preparedness) jika terjadi wabah dan keperluan yang mendesak”

Desa Binaan Bio Farma

Perkembangan pembinaan desa binaan saat ini lebih pada tahap pelaksanaan program jangka panjang yang telah direncanakan sebelumnya, seperti Pengembangan Budidaya Domba Garut telah sampai pada tahapan pembangunan fasilitas pembudidayaan. Sedangkan untuk Pengembangan Kawasan Geopark Ciletuh yang telah dilakukan sampai dengan saat ini berupa memberikan kegiatan pengobatan kepada masyarakat, memberikan pelatihan terkait pengelolaan kawasan geopark ke Geopark Gunung  Sewu di Yogyakarta dan pelatihan pengelolaan manajemen geopark ke Geopark Langkawi di Malaysia, pembangunan fasilitas kesehatan berupa Unit Gawat Darurat di Puskesmas Tamanjaya, serta pelatihan konservasi mangrove bagi Kelompok Masyarakat binaan di wilayah Geopark Ciletuh.

———-*****———-

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi:

N. Nurlaela Arief

Head of  Corporate Communications Dept.

Email : lala@biofarma.co.id

Bio Farma

Jl. Pasteur No. 28 Bandung

Telp : 62 22 2033755

Fax : 62 22 2041306[:ID]undefinedYogyakarta, 8 Mei 2015, Media Workshop ‘School Of Vaccine For Journalist’ (SVJ) ke dua selain diisi dengan kurikulum tentang Vaksin oleh dr.Soedjatmiko dari Satgas Imunisasi IDAI Pusat; pengembangan kompetensi media dari Arif Zulkifly Pemimpin Redaksi Majalah Tempo, juga dilengkapi dengan materi terkait Corporate Social Responsibility (CSR), dengan narasumber, Ihsan Setiadi Latief, Pemerhati Komunikasi dan Komisaris Bio Farma dan N. Nurlaela Arief, Corporate Communications PT Bio Farma. Workshop diikuti oleh 40 peserta dari media Bandung, Jakarta, Yogyakarta, Solo, Semarang, serta perwakilan biro-biro media nasional di Yogya.

Menurut Ihsan Setiadi Latief, dalam presentasinya “Filosofi CSR Bio Farma adalah keberlanjutan (Sustainability), kemandirian, kedaulatan, serta eksistensi. Strategi CSR Bio Farma bukan sekedar charity, namun semua programnya terintegrasi juga melakukan partnership dengan seluruh stakeholder terkait. Selain itu yang menjadi rujukan CSR Bio Farma mengacu pada  ISO 26000 yang secara internasional menjadi pegangan paling mutakhir dan komprehensif. Adapun dari sisi pelaporan (reporting) merujuk pada GRI (Global Reporting Index) versi G4, Semua standar internasional ini dijadikan pegangan karena Bio Farma percaya bahwa agar CSR bisa berkesinambungan, selain memperhatikan keseimbangan triple P (profit, people, planet), Bio Farma juga harus menjalankannya sesuai “P” yang lain: prosedur.

Menurut R. Herry, Kepala Divisi CSR Bio Farma, Kegiatan-kegiatan utama CSR yang dilakukan oleh perusahaan sampai dengan semester I, 2015 yaitu melanjutkan program-progam sebelumnya dengan target kemandirian kelompok dan masyarakat. Disamping itu penguatan/pemberdayaan masyarakat menjadi prioritas agar kemandirian masyarakat dapat terwujud. “Kegiatan akses terhadap layanan kesehatan dan pengobatan (access to medicine and healthcare) antara lain pengobatan gratis dan Vaksinasi gratis (Vaksin Influenza, Vaksinasi Hepatitis B), pemberian bantuan sarana prasarana umum, pemberian bantuan pendidikan, pemberian bantuan bencana alam diberbagai wilayah seperti Bencana Angin Puting Beliung di Bandung Timur, Bencana Alam Banjir di Dayeuh Kolot, serta Bencana Alam Banjir di Ciparay, dan pemberian bantuan sarana Ibadah bagi masyarakat. Penyaluran bantuan ini diprioritaskan untuk disalurkan kepada masyarakat yang berada di wilayah yang terdekat dengan perusahaan.

Herry menambahkan bahwa Bio Farma juga berperan dalam mendukung pendaftaran Geopark ke UNESCO,  “Saat ini kami berperan aktif dalam tim kerja Geopark Ciletuh yang dibentuk oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Tim kerja ini melibatkan unsur pemerintah provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kabupaten Sukabumi, Perguruan Tinggi yang diwakili oleh Fakultas Teknik Geologi dari Universitas Padjadjaran, Badan Geologi, dan perwakilan Kelompok Masyarakat yang memiliki ketertarikan dalam pengembangan Geopark. Peranan Bio Farma dalam program ini berkaitan dengan Bio-Diversity, Geo-Diversity dan Cultural Diversity serta pemberdayaan masyarakat di wilayah yang termasuk dalam Geopark Ciletuh.

“Sebagai persiapan, saat ini kami sedang membuat delinasi kawasan, dossier geopark ciletuh dan master plan dengan target bulan Juni 2015 masuk sebagai geopark nasional. Kami juga sudah menginformasikan dan meminta dukungan  kepada PTRI Paris untuk UNESCO dalam rencana pengajuan GGN (Global Geopark Network)”Ujar Herry.

Sementara itu N. Nurlaela, Corporate Communications Bio Farma menjelaskan dalam presentasi dengan tema “Lifescience for Society”  bahwa apa yang menjadi ekspertis atau keahlian korporasi seperti di bidang pengelolaan air, lingkungan, udara,mengelola quality, pemuliaan, serta rekayasa DNA,  kami bagikan dalam bentuk solusi aplikatif kepada masyarakat, baik desa binaan maupun UKM”. Implementasi yang ril dari solusi yang kami berikan antara lain penerapan teknologi Biosecure untuk Mizumi Koi (Breeder terbaik Nasional), penerapan nano teknologi untuk Batik Pakidulan yang merupakan Batik ramah Lingkungan, serta peningkatan kualitas domba garut galur murni, juga beberapa binaan lainnya.

Selain itu, korporasi juga sedang gencar melakukan konservasi Seni dan pengembangan budaya Sunda melalui pembentukan komunitas kesenian Sunda, serta mewarnai dalam setiap kegiatan korporasi dengan aspek seni dan budaya yang kental, baik internal  juga stakeholder perusahaan. Contoh dilingkungan perusahaan dengan pembuatan leuit  atau lumbung padi di area fasilitas makan karyawan. “Kami memilih leuit karena memiliki kesamaan filosofi dengan vaksin seperti untuk keberlanjutan, kedaulatan dan persiapan(preparedness) jika terjadi wabah dan keperluan yang mendesak”

Desa Binaan Bio Farma

Perkembangan pembinaan desa binaan saat ini lebih pada tahap pelaksanaan program jangka panjang yang telah direncanakan sebelumnya, seperti Pengembangan Budidaya Domba Garut telah sampai pada tahapan pembangunan fasilitas pembudidayaan. Sedangkan untuk Pengembangan Kawasan Geopark Ciletuh yang telah dilakukan sampai dengan saat ini berupa memberikan kegiatan pengobatan kepada masyarakat, memberikan pelatihan terkait pengelolaan kawasan geopark ke Geopark Gunung  Sewu di Yogyakarta dan pelatihan pengelolaan manajemen geopark ke Geopark Langkawi di Malaysia, pembangunan fasilitas kesehatan berupa Unit Gawat Darurat di Puskesmas Tamanjaya, serta pelatihan konservasi mangrove bagi Kelompok Masyarakat binaan di wilayah Geopark Ciletuh.

———-*****———-

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi:

N. Nurlaela Arief

Head of  Corporate Communications Dept.

Email : lala@biofarma.co.id

Bio Farma

Jl. Pasteur No. 28 Bandung

Telp : 62 22 2033755

Fax : 62 22 2041306

[:]