Deddy Mizwar Apresiasi BUMN Dukung Wisata Geopark Ciletuh

By biofarma

Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar mengapreasiasi BUMN yang selama ini mendukung destinasi wisata Geopark Ciletuh di kawasan Sukabumi Jawa Barat.

Salah satu BUMN tersebut adalah Bio farma yang secara konsisten memberikan dukungannya terhadap seluruh kegiatan Geopark Ciletuh.

“Kepada Bio farma kami atas nama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat menghaturkan apresiasi yang selalu mendukung seluruh kegiatan Geopark Ciletuh Pelabuhan Ratu ini,” kata Wagub Jabar kepada wartawan di pantai Cimaja, Kabupaten Sukabumi Jawa Barat, Sabtu (14/10/2017).

Selama mengikuti dan mengawal proses penetapan Unesco Global Geopark pada September 2018. Biofarma memberikan dukungan sepenuhnya dalam kegiatan pembangunan destinasi wisata tersebut.

“Mudah-mudahan memberikan inspirasi kepada BUMN atau perusahaan lainya agar memberidak dukungan yang positif bagi Geopark Ciletuh,” jelas Demiz

Adapun Kepala Divisi PKBL, CSR dan EHS PT Bio farma, R Herry mengungkapkan AGAT 2017 merupakan salah satu rangkaian kegiatan untuk mempromosikan Geopark Nasional Ciletuh Palabuhanratu, salah satu media untuk menarik pengunjung yaitu mengundang peselancar kelas dunia untuk menikmati potensi ombak yang ada di kawasan geopark nasional Ciletuh Pelabuhanratu yaitu di kawasan Pantai Cimaja.

Selain itu, kegiatan ini menampilkan produk lokal masyarakat sekitar, sehingga dampak dari kegiatan ini akan meningkatkan ekonomi masyarakat. Kemudian dilakukan juga penanaman pohon butun di sekitar pantai Simaja.

“Kami selalu mendukung Geopark Ciletuh dari mulai pemberdayaan masyarakat, proses untuk pengakuan UNESCO sampai saat ini,” tutur Herry

Dia berharap AGAT menjadi agenda rutin setiap tahunnya, karena untuk mempromosikan keunikan dan keindahan potensi ombak Pantai Cimaja yang merupakan bagian dari pariwisata kawasan Geopark Ciletuh

“Semoga sektor pariwisata dikawasan Geopark terus meningkat, dan binaan CSR Bio Farma dikawasan Geopark turut berkembang dan lebih sejahtera dengan adanya Geowisata Ciletuh,” pungkasnya.

Penulis:Rahmat Saepulloh

Editor:Vicky Fadil

Foto: Rahmat Saepulloh

Sumber : Warta Ekonomi.co.id, Sukabumi

https://www.wartaekonomi.co.id/read157689/deddy-mizwar-apresiasi-bumn-dukung-wisata-geopark-ciletuh.html

Tiga Kali Berturut-turut, Bio Farma Sabet Proper Emas

By biofarma

Bisnis.com, BANDUNG–PT Bio Farma (Persero) kembali meraih penghargaan tertinggi dalam Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER) Emas dari Kementerian Lingkungan Hidup RI untuk yang ketigakalinya.

Moment penting pemberian penghargaan itu diserahkan langsung oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla kepada Direktur Produksi Bio Farma Juliman,  dan disaksikan oleh Menteri Lingkungan Hidup RI, Siti Nurbaya,  bertempat di Istana Wapres, Jakarta.

PROPER Emas merupakan bukti upaya berkelanjutan dalam bidang lingkungan, efisiensi energi, serta pengembangan dan pemberdayaan masyarakat yang berhasil, hanya 12 perusahaan yang mampu meraih PROPER emas pada tahun 2016 dan salah satunya Bio Farma.

Juliman, Direktur Produksi Bio Farma, mengatakan perusahaannya senantiasa berinovasi dalam berbagai bidang.

“Seperti program pemanfaatan sumber daya dan efisiensi energi, penanggulangan dampak lingkungan atas aktivitas operasional perusahaan, dan program pemberdayaan masyarakat menjadi kunci untuk kembali meraih predikat PROPER Emas untuk ketiga kalinya,” melalui siaran pers Rabu (7/12/2016)

R. Herry, Kepala Divisi CSR Bio Farma, yang turut hadir dalam acara itu mengatakan tahun 2016 ini program unggulan perusahaan fokus pada pengembangan kawasan Geopark Nasional Ciletuh Palabuhanratu.

Bahkan Bio Farma menjadi satu satunya industri yang terlibat sejak awal dalam pengembangan geopark yang sedang dalam proses untuk diakui UNESCO, ditandai dengan diterimanya presentasi Tim Bio Farma pada Global Geopark Network awal Oktober 2016 di English Riviera Torquay Inggris.

“Kami juga terus menerus memberikan edukasi kepada masyarakat di sekitar Geopark Ciletuh, dan mengembangkan masyarakat yang sebelumnya memiliki kegiatan penambang illegal sekarang dikembangkan untuk menjadi kawasan geowisata,” ujarnya.

Sejak 2013 Bio Farma telah aktif melakukan pendampingan di Geopark Ciletuh. Antara lain dengan memperkenalkan konsep Geopark kepada masyarakat setempat, peningkatan kapasitas masyarakat lokal, program pipanisasi air bersih bagi masyarakat, memberikan pelatihan dan pembinaan homestay dan wisata lokal.

Selain itu, pengembangan dan promosi batik ramah lingkungan Batik Pakidulan juga digalakkan dalam rangka ekspor dan pemenuhan kebutuhan domestik. Dari aspek kelestarian lingkungan dilakukan juga proyek pelestarian tanaman endemik, mangrove dan terumbu karang, serta memfasilitasi akses masyarakat terhadap layanan kesehatan dan obat-obatan

Juliman mengatakan Bio Farma konsisten menerapkan kinerja yang beyond compliance yang dilakukan secara keberlanjutan dalam pengembangan manfaat dan pengembangan produk,  melakukan konservasi, pengetahuan dan keahlian perusahaan di bidang pengelolaan air, udara, lingkungan.

“Upaya itu diteruskan perusahaan kepada stakeholder perusahaan, tidak hanya kepada karyawan melainkan juga kepada mitra binaan dan lingkungan sekitar.”

Pencapaian ini merupakan bukti Implementasi corporate sustainability dan merupakan titik awal untuk menuju perusahaan life science yang lebih besar yang menerapkan sistem terintegrasi.

 

Sumber : http://bandung.bisnis.com/read/20161207/34231/564510/tiga-kali-berturut-turut-bio-farma-sabet-proper-emas

[:en]Bisnis.com, BANDUNG–PT Bio Farma (Persero) kembali meraih penghargaan tertinggi dalam Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER) Emas dari Kementerian Lingkungan Hidup RI untuk yang ketigakalinya.

Moment penting pemberian penghargaan itu diserahkan langsung oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla kepada Direktur Produksi Bio Farma Juliman,  dan disaksikan oleh Menteri Lingkungan Hidup RI, Siti Nurbaya,  bertempat di Istana Wapres, Jakarta.

PROPER Emas merupakan bukti upaya berkelanjutan dalam bidang lingkungan, efisiensi energi, serta pengembangan dan pemberdayaan masyarakat yang berhasil, hanya 12 perusahaan yang mampu meraih PROPER emas pada tahun 2016 dan salah satunya Bio Farma.

Juliman, Direktur Produksi Bio Farma, mengatakan perusahaannya senantiasa berinovasi dalam berbagai bidang.

“Seperti program pemanfaatan sumber daya dan efisiensi energi, penanggulangan dampak lingkungan atas aktivitas operasional perusahaan, dan program pemberdayaan masyarakat menjadi kunci untuk kembali meraih predikat PROPER Emas untuk ketiga kalinya,” melalui siaran pers Rabu (7/12/2016)

R. Herry, Kepala Divisi CSR Bio Farma, yang turut hadir dalam acara itu mengatakan tahun 2016 ini program unggulan perusahaan fokus pada pengembangan kawasan Geopark Nasional Ciletuh Palabuhanratu.

Bahkan Bio Farma menjadi satu satunya industri yang terlibat sejak awal dalam pengembangan geopark yang sedang dalam proses untuk diakui UNESCO, ditandai dengan diterimanya presentasi Tim Bio Farma pada Global Geopark Network awal Oktober 2016 di English Riviera Torquay Inggris.

“Kami juga terus menerus memberikan edukasi kepada masyarakat di sekitar Geopark Ciletuh, dan mengembangkan masyarakat yang sebelumnya memiliki kegiatan penambang illegal sekarang dikembangkan untuk menjadi kawasan geowisata,” ujarnya.

Sejak 2013 Bio Farma telah aktif melakukan pendampingan di Geopark Ciletuh. Antara lain dengan memperkenalkan konsep Geopark kepada masyarakat setempat, peningkatan kapasitas masyarakat lokal, program pipanisasi air bersih bagi masyarakat, memberikan pelatihan dan pembinaan homestay dan wisata lokal.

Selain itu, pengembangan dan promosi batik ramah lingkungan Batik Pakidulan juga digalakkan dalam rangka ekspor dan pemenuhan kebutuhan domestik. Dari aspek kelestarian lingkungan dilakukan juga proyek pelestarian tanaman endemik, mangrove dan terumbu karang, serta memfasilitasi akses masyarakat terhadap layanan kesehatan dan obat-obatan

Juliman mengatakan Bio Farma konsisten menerapkan kinerja yang beyond compliance yang dilakukan secara keberlanjutan dalam pengembangan manfaat dan pengembangan produk,  melakukan konservasi, pengetahuan dan keahlian perusahaan di bidang pengelolaan air, udara, lingkungan.

“Upaya itu diteruskan perusahaan kepada stakeholder perusahaan, tidak hanya kepada karyawan melainkan juga kepada mitra binaan dan lingkungan sekitar.”

Pencapaian ini merupakan bukti Implementasi corporate sustainability dan merupakan titik awal untuk menuju perusahaan life science yang lebih besar yang menerapkan sistem terintegrasi.

 

Sumber : http://bandung.bisnis.com/read/20161207/34231/564510/tiga-kali-berturut-turut-bio-farma-sabet-proper-emas[:]

Bio Farma Terus Dorong Ciletuh Masuk Jaringan Geopark UNESCO

By biofarma

Bisnis.com, BANDUNG–Kawasan Geopark Nasional Ciletuh Palabuhanratu akan terus dibangun dan dikembangkan yang salah satunya supaya masuk daftar UNESCO Global Geopark pada tahun depan.

Untuk mengakselerasi itu, PT Bio Farma (Persero), Pemkab Sukabumi, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, PTPN VIII, Universitas Padjadjaran, PD Jawi, Forum Komunikasi Kelompok Penggerak Pariwisata Kabupaten Sukabumi, dan Paguyuban Alam Pakidulan Sukabumi, telah menandatangani MoU dengan Pemprov Jabar.

MoU sendiri berlangsung pada Senin 28 November 2016 di Gedung Sate Bandung yang ditandatangani Direktur Utama Bio Farma Iskandar dan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan.

Iskandar mengatakan Bio Farma menitikberatkan pada upaya pemberdayaan masyarakat dan pelestarian lingkungan di Kawasan Geopark Nasional Ciletuh Palabuhanratu melalui Program CSR.

Menurutnya, kawasan Geopark Nasional Ciletuh Palabuhanratu  yang sejak tahun 2013 telah menjadi salah satu wilayah sasaran Program CSR Bio Farma ini sudah menghasilkan beberapa jenis produk UKM berbasis sumber daya lokal antara lain kerajinan Batik Pakidulan, Geokuliner Ciletuh, produk keripik mangga dan papaya calina, beras hitam, pais lubang, dan unagi kabayaki yang berasal dari sidat lokal di Ciletuh.

Iskandar mengatakan MoU ini juga memuat kesepakatan untuk menjadikan Kawasan Geopark Nasional Ciletuh Palabuhanratu ini menjadi UNESCO Global Geopark.

“Sebelum menjadi kawasan Geopark yang mendunia, masyarakat yang tinggal di kawasan ini harus maju dan mandiri, serta mahir untuk mengelola sendiri potensi yang ada di kawasan ini,” katanya melalui siaran pers.

Pemprov Jabar juga akan mengajukan kawasan Geopark Ciletuh Palabuhanratu menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

”Keahlian Bio Farma dalam pembuatan vaksin, dan potensi yang ada di kawasan ini, kami ingin masyarakat di sini untuk dapat menerapkannya secara sederhana dalam kegiatan perekonomian mereka, seperti pembuatan Batik Pakidulan, proses pengeringan makanan ringan, pengelolaan air bersih sehingga dapat meningkatkan perkonomian masyarakat lokal,” ucap Iskandar.

Iskandar menambahkan dengan adanya MoU ini, menggambarkan bawah Bio Farma sangat serius dalam menjadikan Kawasan Geopark Ciletuh Palabuhanratu, menjadi daerah yang mandiri secara sosial dan ekonomi dan sejalan dengan program CSR Bio Farma yang berkelanjutan.

Bio Farma Boyong Batik Pakidulan Pameran Di Aljazair

By biofarma

Bisnis.com, BANDUNG–Mitra binaan PT Bio Farma (Persero) disertakan dalam pameran Indonesia terpadu di SAFEX (Societe Algerienne des Foires et Exportations), Club de Pins Alger, Aljazair pada tanggal 23 – 27 November 2016.

Mitra usaha binaan Bio Farma itu batik ramah lingkungan Batik Pakidulan dan N-Bee yang memroduksi kerajinan perhiasan perak, dan batu alam.

Pameran itu sendiri dibuka langsung oleh Perdana Menteri Aljazair, Abdelmalek Sellal.

R. Herry, Kepala Divisi Corporate Social Responsibility (CSR) Bio Farma mengatakan keikutsertaan mitra binaan pada acara itu untuk turut mempromosikan potensi cultural diversity dan geo diversity, serta turut mendukung sinergi antara Kementerian BUMN dan Kementerian Luar Negeri, Dirjen Asia Pasifik dan Afrika.

“Kami berharap dengan keikutsertaan ini dapat meningkatkan promosi destinasi wisata Indonesia dan mendorong pertumbuhan  mitra binaan kami untuk dapat memasuki pasar global,” katanya melalui siaran pers.

Pameran yang berlangsung selama lima hari ini merupakan pameran produk Indonesia, yang diikuti oleh sekitar 50 peserta dari berbagai sektor dunia usaha Indonesia, BUMN dan lembaga instansi pemerintah, diantaranya kerajinan, furniture, perhiasan, kosmetik, produk makanan, produk pertanian, produk alas kaki dan kulit, produk perikanan, elektronik, tekstil, garmen, produk plastik dan gelas, kertas dan peralatan kantor serta berbagai produk lainnya.

Pameran diikuti oleh 9 BUMN, termasuk Bio Farma, Pertamina, Telkom, Jasa Raharja, Semen Indonesia, Pelindo II, Waskita Karya, Jamkrida dan Garuda Indonesia.

Pameran Indonesia Terpadu di Aljazair bertujuan untuk meningkatkan kerjasama di bidang ekonomi, perdagangan dan pariwisata Indonesia – Aljazair membantu program pemasaran dan peningkatan produk ekspor migas dan nonmigas Indonesia utamanya konstruksi, consumer goods  dan sektor manufaktur lainya.

Herry menambahkan Bio Farma sudah memiliki program promosi mitra binaan dan CSR untuk bisa masuk ke pasar global, pada Oktober 2016 lalu, juga mengikuti pameran dalam kegiatan UNESCO Geo Fair di Torquay Inggris, dan bersama Disparbud Provinsi Jawa Barat, Pemprov Jabar dan Geologi UNPAD mempromosikan potensi wisata Geopark Nasional, Geopark Ciletuh Palabuhanratu untuk dapat diakui UNESCO.

Bio Farma Dukung Pengembangan Geopark Ciletuh-Pelabuhanratu

By biofarma

BANDUNG — Bio Farma berpartisipasi untuk pengembangan Kawasan Geopark Nasional Ciletuh Palabuhanratu sebagai salah satu upaya agar dapat menjadi UNESCO Global Geopark. Perusahaan ini menekan MoU bersama Pemerintah Kabupaten Sukabumi, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, PTPN VIII, Universitas Padjadjaran, PD Jawi, Forum Komunikasi Kelompok Penggerak Pariwisata Kabupaten Sukabumi, dan Paguyuban Alam Pakidulan Sukabumi, Senin (28/11).

Bio Farma menitik beratkan pada upaya pemberdayaan masyarakat dan pelestarian lingkungan di Kawasan Geopark Nasional Ciletuh Palabuhanratu melalui Program CSR. Kawasan Geopark Nasional Ciletuh Palabuhanratu  yang sejak tahun 2013 telah menjadi salah satu wilayah sasaran Program CSR Bio Farma ini sudah menghasilkan / beberapa jenis produk UKM berbasis sumber daya lokal antara lain kerajinan Batik Pakidulan, Geokuliner Ciletuh, produk keripik mangga dan papaya calina, beras hitam, pais lubang, dan unagi kabayaki yang berasal dari sidat lokal di Ciletuh.

Direktur Bio Farma Iskandar mengatakan sebelum menjadi kawasan Geopark yang mendunia, masyarakat yang tinggal di kawasan ini harus maju dan mandiri, serta mahir untuk mengelola sendiri potensi yang ada di kawasan ini. ”Dengan keahlian yang Bio Farma miliki dalam pembuatan vaksin, dan potensi yang ada di kawasan ini, kami ingin masyarakat di sini untuk dapat menerapkannya secara sederhana dalam kegiatan perekonomian mereka, seperti pembuatan Batik Pakidulan, proses pengeringan makanan ringan, pengelolaan air bersih dll, sehingga dapat meningkatkan perkonomian masyarakat lokal”, ujar Iskandar.

Iskandar menambahkan dengan adanya MoU ini, menggambarkan Bio Farma serius dalam menjadikan Kawasan Geopark Ciletuh Palabuhanratu, menjadi daerah yang mandiri secara sosial dan ekonomi dan sejalan dengan program CSR Bio Farma yang berkelanjutan.

Bio Farma Ajak Mitra Binaan Pameran di Aljazair

By biofarma

REPUBLIKA.CO.ID,BANDUNG —  Bio Farma turut serta dalam pameran Indonesia terpadu di SAFEX (Societe Algerienne des Foires et Exportations), Club de Pins Alger, Aljazair. Pada tanggal 23 – 27 November, Bio Farma membawa serta mitra binaan yang sudah berhasil dan memiliki keunggulan yaitu batik ramah lingkungan, batik pakidulan dan N-Bee kerajinan perhiasan perak dan batu alam.

Menurut R.Herry, Kepala Divisi Corporate Social Responsibility (CSR) Bio Farma, keikutsertaan mitra binaannya di acara tersebut untuk turut mempromosikan potensi keragaman di bidang budaya – cultural diversity dan geo diversity. “Serta turut mendukung sinergi antara Kementerian BUMN dan Kementerian Luar Negeri, Dirjen Asia Pasifik dan Afrika. Kami berharap dengan keikutsertaan ini dapat meningkatkan promosi destinasi wisata Indonesia dan mendorong pertumbuhan  mitra binaan kami untuk dapat memasuki pasar global,” kata dia.

Pameran yang berlangsung selama lima hari ini merupakan pameran produk Indonesia, yang diikuti oleh sekitar 50 peserta dari berbagai sektor dunia usaha Indonesia, BUMN dan lembaga instansi pemerintah, diantaranya kerajinan, furnitur, perhiasan, kosmetik, produk makanan, produk pertanian, produk alas kaki dan kulit, produk perikanan, elektronik, tekstil, garmen, produk plastik dan gelas, kertas dan peralatan kantor serta berbagai produk lainnya.

Pameran Indonesia Terpadu di Aljazair bertujuan untuk meningkatkan kerjasama di bidang ekonomi, perdagangan dan pariwisata Indonesia – Aljazair membantu program pemasaran dan peningkatan produk ekspor migas dan nonmigas Indonesia utamanya konstruksi, consumer goods  dan sektor manufaktur lainya.

Bio Farma Turut Serta Dalam Pameran Indonesia Terpadu di Al-Jazair

By biofarma

 

Bio Farma turut serta dalam pameran indonesia terpadu di Al jazair
Yan Jauhardi, Kepala Bagian PKBL Bio Farma (paling kanan) beserta Dubes RI untuk Aljazair Safira Machrusah (tengah) beserta perwakilan Kementerian luar negeri di arena SAFEX Aljazair.

(Bandung, 29/11), Bio Farma turut serta dalam pameran Indonesia terpadu di SAFEX (Societe Algerienne des Foires et Exportations), Club de Pins Alger, Aljazair pada tanggal 23 – 27 November 2016. Bio Farma membawa serta mitra binaan yang sudah berhasil dan memiliki keunggulan yaitu Batik Ramah Lingkungan, Batik Pakidulan dan N-Bee Kerajinan Perhiasan Perak dan Batu Alam pada pameran dagang yang dibuka langsung oleh Perdana Menteri Aljazair, Abdelmalek Sellal.

Menurut R.Herry, Kepala Divisi Corporate Social Responsibility (CSR) Bio Farma, “keikutsertaan mitra binaannya di acara tersebut untuk turut mempromosikan potensi keragaman di bidang budaya – cultural diversity dan geo diversity, serta turut mendukung sinergi antara Kementerian BUMN dan Kementerian Luar Negeri, Dirjen Asia Pasifik dan Afrika. Kami berharap dengan keikutsertaan ini dapat meningkatkan promosi destinasi wisata Indonesia dan mendorong pertumbuhan  mitra binaan kami untuk dapat memasuki pasar global.”

 

Pameran yang berlangsung selama lima hari ini merupakan pameran produk Indonesia, yang diikuti oleh sekitar 50 peserta dari berbagai sektor dunia usaha Indonesia, BUMN dan lembaga instansi pemerintah, diantaranya kerajinan, furniture, perhiasan, kosmetik, produk makanan, produk pertanian, produk alas kaki dan kulit, produk perikanan, elektronik, tekstil, garmen, produk plastik dan gelas, kertas dan peralatan kantor serta berbagai produk lainnya.

 

Pameran diikuti oleh 9 BUMN, termasuk Bio Farma, Pertamina, Telkom, Jasa Raharja, Semen Indonesia, Pelindo II, Waskita Karya, Jamkrida dan Garuda Indonesia.

Pameran Indonesia Terpadu di Aljazair bertujuan untuk meningkatkan kerjasama di bidang ekonomi, perdagangan dan pariwisata Indonesia – Aljazair membantu program pemasaran dan peningkatan produk ekspor migas dan nonmigas Indonesia utamanya konstruksi, consumer goods  dan sektor manufaktur lainya.

Herry menambahkan “Bio Farma sudah memiliki program promosi mitra binaan dan CSR untuk bisa masuk ke pasar global, pada Oktober 2016 lalu, juga mengikuti pameran dalam kegiatan UNESCO Geo Fair di Torquay Inggris, dan bersama Disparbud Provinsi Jawa Barat, Pemprov Jabar dan Geologi UNPAD mempromosikan potensi wisata Geopark Nasional, Geopark Ciletuh Palabuhanratu untuk dapat diakui UNESCO”

———-*****———-

 

Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi:
N. Nurlaela Arief
Head of  Corporate Communications Dept.
Email : lala@biofarma.co.id
Bio Farma
Jl. Pasteur No. 28 Bandung
Telp : 62 22 2033755
Fax : 62 22 2041306

[:en]

Bio Farma turut serta dalam pameran indonesia terpadu di Al jazair
Yan Jauhardi, Kepala Bagian PKBL Bio Farma (paling kanan) beserta Dubes RI untuk Aljazair Safira Machrusah (tengah) beserta perwakilan Kementerian luar negeri di arena SAFEX Aljazair.

(Bandung, 29/11), Bio Farma turut serta dalam pameran Indonesia terpadu di SAFEX (Societe Algerienne des Foires et Exportations), Club de Pins Alger, Aljazair pada tanggal 23 – 27 November 2016. Bio Farma membawa serta mitra binaan yang sudah berhasil dan memiliki keunggulan yaitu Batik Ramah Lingkungan, Batik Pakidulan dan N-Bee Kerajinan Perhiasan Perak dan Batu Alam pada pameran dagang yang dibuka langsung oleh Perdana Menteri Aljazair, Abdelmalek Sellal.

Menurut R.Herry, Kepala Divisi Corporate Social Responsibility (CSR) Bio Farma, “keikutsertaan mitra binaannya di acara tersebut untuk turut mempromosikan potensi keragaman di bidang budaya – cultural diversity dan geo diversity, serta turut mendukung sinergi antara Kementerian BUMN dan Kementerian Luar Negeri, Dirjen Asia Pasifik dan Afrika. Kami berharap dengan keikutsertaan ini dapat meningkatkan promosi destinasi wisata Indonesia dan mendorong pertumbuhan  mitra binaan kami untuk dapat memasuki pasar global.”

Pameran yang berlangsung selama lima hari ini merupakan pameran produk Indonesia, yang diikuti oleh sekitar 50 peserta dari berbagai sektor dunia usaha Indonesia, BUMN dan lembaga instansi pemerintah, diantaranya kerajinan, furniture, perhiasan, kosmetik, produk makanan, produk pertanian, produk alas kaki dan kulit, produk perikanan, elektronik, tekstil, garmen, produk plastik dan gelas, kertas dan peralatan kantor serta berbagai produk lainnya.

Pameran diikuti oleh 9 BUMN, termasuk Bio Farma, Pertamina, Telkom, Jasa Raharja, Semen Indonesia, Pelindo II, Waskita Karya, Jamkrida dan Garuda Indonesia.

Pameran Indonesia Terpadu di Aljazair bertujuan untuk meningkatkan kerjasama di bidang ekonomi, perdagangan dan pariwisata Indonesia – Aljazair membantu program pemasaran dan peningkatan produk ekspor migas dan nonmigas Indonesia utamanya konstruksi, consumer goods  dan sektor manufaktur lainya.

Herry menambahkan “Bio Farma sudah memiliki program promosi mitra binaan dan CSR untuk bisa masuk ke pasar global, pada Oktober 2016 lalu, juga mengikuti pameran dalam kegiatan UNESCO Geo Fair di Torquay Inggris, dan bersama Disparbud Provinsi Jawa Barat, Pemprov Jabar dan Geologi UNPAD mempromosikan potensi wisata Geopark Nasional, Geopark Ciletuh Palabuhanratu untuk dapat diakui UNESCO”

———-*****———-

Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi:
N. Nurlaela Arief
Head of  Corporate Communications Dept.
Email : lala@biofarma.co.id
Bio Farma
Jl. Pasteur No. 28 Bandung
Telp : 62 22 2033755
Fax : 62 22 2041306

[:]

Kawasan Geopark ciletuh Akan Diperluas

By biofarma
BANDUNG ­ Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ahmad Heryawan mengajak Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk berin­vestasi membangun kawasan Geopark Ciletuh­ Pelabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi, Jabar. Kawasan Geopark Ciletuh akan dikembangkan dengan memperluasnya, dari tiga men­jadi delapan kecamatan.
“Saya berharap besar pada sejumlah BUMN untuk ber­investasi di Ciletuh. Tentunya investasi yang saling mengun­tungkan. Atau jika tidak ada maka kami akan mencari in­vestor lain,” kata Heryawan, di Gedung Sate, Bandung, Senin (28/11).
Georpark menjadi konsep wisata baru yang saat ini tengah dikembangkan Kementerian Pariwisata. Konsep geopark mengacu pada pengembangan kawasan yang memberikan pe­ngaruh terhadap konservasi, edukasi, dan peningkatan kese­jahteraan masyarakat. Diperke­nalkan pertama kali oleh UNES­CO pada 2000­an, geopark tidak hanya menjaga kelestarian alam, namun juga meningkatkan taraf hidup masyarakat.
Saat ini Geopark Ciletuh berada dalam kawasan tiga kecamatan, yakni Ciemas, Surade, dan Ujimg Genteng. Kedepan akan diperluas menjadi 74 desa di delapan kecamatan. Nantinya, tambah Heryawan, Geopark Ciletuh dibagi men­jadi tiga wilayah. Setiap wilayah mempunyai tema geoarea ma­sing-­masing. Misalnya geoarea Cisolok dengan tema pergeser­an jalur magmatik, geoarea Simpenan dengan tema plato jampang, geoarea Ciletuh fosil subduksi.
Tak sampai di situ, kawasan ekonomi khusus kepariwisataan di Ciletuh pun tengah dipersiap­ kan dalam rangka menuju Global Geopark. Dokumen-­dokumen telah disiapkan, pengembangan kawasan juga sudah dilakukan semenjak tahun lalu. “Tahun lalu kami memba­ngun jalan di sana.
Tahun 2017 akan kami siapkan anggaran se­kitar 200 miliar rupiah di sana untuk pembangunan jalan dan jembatan. Akan disiapkan jalan dari Pantai Loji membentang terus pinggir pantai sampai kepuncak Darma, lalu ke kawasan pokoknya Ciletuh,” kata Hery­awan.
Pengembangan kawas­an geopark, juga akan didu­kung dengan pembangunan fasilitas lainnya yang tengah di­kerjakan, seperti pembangunan Bandara Citarate. Keberadaan bandara ini sangat diperlukan ketika nantinya UNESCO me­netapkan kawasan ini sebagai Global Qeopark, dan menjadi kawasan wisata dunia.
Sejumlah instansi dan BUMN sudah menyatakan kes­ediaannya untuk membangun Ciletuh, antara lain Pemkab Su­kabumi, Kementerian LH dan Kehutanan, PT Perkebunan Nu­santara VIII, PT Bio Farma (Per­sero), Universitas Padjadjaran, PD Jawi, Paguyuban Alam Paki­dulan Sukabumi, dan Forum Komunikasi Kelompok Peng­gerak Pariwisata Kabupaten Su­kabumi. ■ tgh/N­3
Sumber : Koran Jakarta

Jawa Barat Bakal Ajukan Ciletuh

By biofarma
BANDUNG — Pemerintah Provinsi Jawa Barat segera mengajukan kawasan geopark Ciletuh, Sukabumi sebagai kawasan ekonomi khusus atau KEK.
Gubernur Jabar Ahmad Heryawan mengatakan rencana pengajuan KEK Ciletuh ke pemerintah pusat itu sei­ring dengan proses pengajuan Ciletuh ke dalam UNESCO Global Geopark.
“Rencananya Ciletuh kami ajukan sebagai KEK kepariwisataan,” kata­nya di Bandung, Senin (28/11).
Menurutnya, secara geografis, Ciletuh adalah kawasan yang layak diusulkan menjadi KEK karena bisa mendongkrak dan membangkitkan ekonomi di wilayah Selatan.
Pemprov Jabar sendiri sudah menyusun sejumlah rencana agar kawasan seluas 126.000 hektare (ha) tersebut menjadi magnet baru inves­tasi. “Kami inginnya industri pari­wisata, dari mulai resor, perhotelan hingga perdagangan,” ujarnya.
Heryawan menunjuk KEK Ciletuh bisa dirancang mirip dengan Tanjung Lesung atau Morotai dan Labuan Bajo.
Potensi Ciletuh sebagai kawas­an pariwisata terbuka lebar karena terbentang panjang sampai Ujung Genteng dan Pelabuhan Ratu. “In kawasan yang meliputi 8 kecamatan 74 desa. Nanti izinnya akan diajukan khusus ke Kementerian Pariwisata dan Kementerian Koordinator Perekonomian,” paparnya.
Pemprov Jabar telah menyiapkan anggaran sekitar Rp200 miliar untuk pembangunan jalan di Ciletuh pada anggaran 2017. Nantinya sepanjang pinggir pantai akan dibangun akses sehingga memudahkan wisatawan dan pelaku usaha dalam mengeks­plorasi daerah tersebut. “Aksesnya pada 2017 kami perbaiki,” tuturnya.
Heryawan mengatakan pihaknya juga telah resmi menandatangani kerja sama dengan berbagai pihak. Antara lain dengan Pemerintah Kabupaten Sukabumi, PTPN VIII, Universitas Padjadjaran, PD Jawi, Forum Komunikasi Penggerak Pariwisata, dan Paguyuban Alam Pakidulan Sukabumi setelah sebe­lumnya bersama Bio Farma.”Bentuk kerja samanya, kita bersama­sama untuk terus mengembangkan Geopark Nasional Ciletuh menjadi UNESCO Global Geopark/’ katanya.
Rencananya, proyek pengembang­an kawasan Geopark Ciletuh akan mengutamakan pembangunan akses ke lokasi dengan melibatkan kerja sama dengan Perhutani, atau PTPN serta warga masyarakat.
Asisten Daerah Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Jabar Denny Juanda menambahkan, pihaknya akan membentuk badan khusus untuk mengelola taman bumi tersebut. “Badan ini terdiri dari unsur Pemprov Jabar dan Pemkab Sukabumi,” katanya.
Pemprov berharap pengembangan ini mendapat dukungan dari peme­rintah pusat khususnya Kementerian Pariwisata. “Biasanya porsinya lebih besar APBN karena Kementerian Pariwisata juga ingin menjadikan geo­park Ciletuh sebagai kawasan ekonomi khusus pariwisata,” papar Denny.
Kepala Dinas Perhubungan Jabar Deddy Taufik mengatakan, untuk mendukung pariwisata di kawasan Kabupaten Sukabumi itu maka bandara perintis Citarate yang berlokasi di Ujung Genteng juga akan segera dibangun.
Bandara ini sangat dibutuhkan karena akses ke lokasi yang cukup jauh. Pembangunan inipun diharap­ kan akan memuluskan niat Ciletuh untuk masuk ke dalam jaringan UNESCO Global Geopark. “Bandara Citarate ini akan menjadi gerbang masuk ke geopark Ciletuh. Pak Menteri Perhubungan sudah membe­rikan dukungan,” ujarnya. (k57)
Sumber : Bisnis Indonesia

CSR Kelas Global Ala Bio Farma Di Geopark Ciletuh Sukabumi

By biofarma

Bisnis.com, BANDUNG – PT Bio Farma (Persero) sebagai salah satu BUMN produsen vaksin dan life science tidak hanya fokus pada pengembangan produknya saja tapi juga serius menjalankan kegiatan corporate social responsibility (CSR).

Salah satu kegiatan CSR Bio Farma adalah program pengembangan budidaya ikan koi di Kabupaten Sukabumi. Pengelolaan budidaya ikan koi ini berbasis bio secure atau keamanan hayati yang mengadopsi proses produksi vaksin yang menjadi keahlian Bio Farma.

Adapun program pembangunan kampung pemuliaan domba Garut di Desa Wanaraja Kabupaten Garut difokuskan pada pengembangan pakan, kesehatan dan pengolahan limbah kotoran domba garut.

Selain itu, ada juga kegiatan CSR Bio Farma yang dilaksanakan berupa pengembangan desa geowisata di kawasan Geopark Ciletuh Sukabumi.

Bio Farma menargetkan Geopark Ciletuh ini mendapatkan pengakuan UNESCO pada tahun 2017.

“Ribuan proposal ditolak UNESCO tapi Bio Farma mampu menembus kegiatan CSR berskala global ini,” ujar Iskandar, Direktur Utama Bio Farma, Rabu (26/10/2016).

Pengembangan Geopark Ciletuh dikembangkan dengan memperhatikan tiga aspek, yaitu konservasi warisan geologi, keamanan hayati dan budaya, membangun kapasitas masyarakat lokal serta menjadikan Ciletuh sebagai produk wisata yang inovatif untuk meningkatkan ekonomi masyarakat.

“Ciletuh adalah peradaban baru,” ujar Iskandar.

Sementara itu, Kepala Bagian CSR Bio Farma  Zaki Zakaria mengatakan pembangunan Geopark Ciletuh ini berdampak pada ekonomi masyarakat.

Tahun 2014 pengunjung Ciletuh hanya 319 orang dan di tahun 2016 naik hingga 3.200 pengunjung.

“Keberhasilan Bio Farma didukung oleh stakeholders terintegrasi antara lain pemerintah, akademisi dan masyarakat Paguyuban Alam Pakidulan Sukabumi atau Papsi,” ujar Zaki.

Bio Farma juga memberikan pendampingan kepada pengusaha mikro berbahan dasar potensi lokal Ciletuh antara lain belut lokal yang diolah menjadi Unagi Kubayaki, beras hitam, gula palem dan mangga yang diolah menjadi kripik.

Adapun produk binaan Bio Farma, Batik Pakidulan, yang diproduksi menggunakan nano technology sehingga lebih ramah lingkungan.