Vaccinology Training Kembali Digelar di Bio Farma yang Diikuti oleh 80 Dokter Seluruh Indonesia

By Bio Farma

Acara ini dapat terselenggara atas  kerjasama antara PAPDI, Satgas Imunisasi Dewasa dan Bio Farma.

Sejumlah pakar vaksin hadir sebagai pembicara hari ini, tanggal 9 Februari 2019 di Bio Farma

Prof Dr dr Samsuridjal Djauzi,SpPD,K-AI ; Dr Benget Saragih,M.Epid; Dr dr Iris Rengganis,SpPD,K-AI; Dr dr Sukamto Koesnoe, SpPD,K-AI; Prof Dr dr Kusnandi Rusmil,SpA(K),MM, dr Primal Sudjana, SpPD,KPTI

Selain mendapatkan ilmu update tentang vaksin dewasa, vaksin traveller, peserta  juga mendapat materi tambahan dari Bio Farma tentang produk yang telah lulus PQ WHO dan pengelolaan cold chain yang baik dan benar sebagai bekal utama dalam standar layanan vaksin sesuai Permenkes 23 Tahun 2018 tentang penerbitan sertifikasi vaksin internasional.

Sebelum peserta kembali ke tempat masing-masing, dipersilahkan untuk meninjau layanan vaksinasi @imunicare.biofarma ( #imunicarebybiofarma ) dan museum Biofarma

Selamat berkiprah bersama membangun Indonesia kuat dan sehat ya para sejawat,  tentunya melalui salah satu upaya preventif yaitu imunisasi dengan vaksin yang terjaga kualitasnya.

 

Mau imunisasi …?

Ya Imunicare

 

#biofarma

#imunicare

#imunicarebybiofarma

#solutiontoimmunity

#vaksin

#vaccinationbeforevacation

#vaccinologytraining

 

*-*

 

Untuk informasi Media, Hubungi :

N.Nurlaela Arief

Head of Corporate Communications Dept.

Bio Farma

Email : lala@biofarma.co.id

Mobile : 081910102649 : 62 22 2033755

www.biofarma.co.id

Bio Care : 1500810

 

Perluas Layanan Imunisasi, Bio Farma Luncurkan Imunicare

By Bio Farma

Bio Farma memperkenalkan layanan terbaru imunisasi dengan nama Imunicare, kepada masyarakat kota Bandung, diawali dengan “Petualangan Imunisasi Bersama Imunicare”. Acara yang merupakan Soft launching dari Imunicare ini, dilaksanakan pada hari Minggu 27 Januari 2019, dengan mengundang 10 komunitas ibu dan balita serta beberapa komunitas lari yang ada dikota Bandung dengan diisi berbagai kegiatan yang membangun kreativitas anak dan balita.

Sosialisasi Imunicare juga dilakukan pada momen Rapat Kerja Rencana Aksi 2019, Senin 28 Januari 2019 oleh M. Rahman Roestan, Direktur Utama Bio Farma disertai jajaran Direksi, disaksikan oleh Asisten Deputi Industri Agro & Farmasi 2 Kementerian BUMN, Agus Suharyono.

Menurut Direktur Pemasaran Bio Farma, Sri Harsi Teteki, Imunicare merupakan upaya dari Bio Farma untuk turut serta menyehatkan masyarakat Indonesia melalui pemberian imunisasi.

“Imunicare merupakan layanan dari klinik imunisasi Bio Farma yang bertujuan untuk mendekatkan pelayanan ke masyarakat, sehingga masyarakat mendapatkan akses dan solusi untuk meningkatkan imunitas, yang tentu saja dengan harga terjangkau dan ketersediaan jenis vaksin yang lengkap,  serta terjamin kualitas dan keaslian dari produknya”, ujar Teki, panggilan akrab Sri Harsi Teteki.

Teki menambahkan dengan layanan baru Imunicare, yang berbasis Customer Focus dan Friendly Experience, masyarakat dari segala usia, tidak khawatir dan tidak takut untuk mendapatkan imunisasi.

Sementara itu, Kepala Divisi Divisi Unit Klinik & Imunisasi Bio Farma, Tjut Vina mengatakan layanan Imunisasi di Imunicare, tidak terbatas hanya untuk balita saja, tetapi juga bisa untuk dewasa, dengan tagline Solution to Immunity, kami hadir terutama bagi masyarakat yang akan bepergian ke luar negeri, termasuk vaksin untuk ibadah haji dan umrah.

“Kami sudah bekerja sama dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), sehingga untuk pelayanan vaksinasi Meningitis bisa dilakukan di Imunicare. Selain vaksinasi untuk haji / umrah, di Imunicare juga tersedia vaksin yang diperlukan untuk para traveller, atau yang akan melakukan studi ke luar negeri, yang membutuhkan persyaratan vaksin-vaksin tertentu”, Ujar Tjut Vina.

Tjut Vina menambahkan penambahan layanan ini tidak hanya pemberian imunisasi saja, tetapi juga penambahan jenis vaksin seperti vaksin meningitis yang dibutuhkan oleh calon Jemaah haji dan umrah, juga untuk vaksin bagi pegiat travelling.

Melalui penyedian vaksin yang berkualitas dan terjamin keasliannya, layanan Imunicare yang saat ini  berlokasi di Jl. Pasteur No 28 Bandung,  Kedepannya, akan melayani seluruh negeri, sehingga membantu meningkatkan akses terhadap vaksin dan mendorong cakupan imunisasi nasional program Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

 

———-***———-

Untuk informasi Media, Hubungi :

N.Nurlaela Arief

Head of Corporate Communications Dept.

Bio Farma

Email : lala@biofarma.co.id

Mobile : 081910102649 : 62 22 2033755

www.biofarma.co.id

Bio Care : 1500810

Dirut Bio Farma Raih Top Leader on IT Leadership 2018

By Bio Farma

Jakarta, 6 Desember 2018. M. Rahman Rustan Direktur Utama Bio Farma raih penghargaan Top Leader on IT Leadership 2018 dari Majalah It Work yang diserahkan langsung oleh Ketua Penyelenggara dan Pemimpin Redaksi Majalah IT Works, M. Lutfi Handayani, MM, MBA. Selain itu Bio Farma juga meraih TOP IT on Digital Track and Trace System 2018. Penghargaan ini merupakan inovasi digitalisasi untuk menghindari produk vaksin palsu .

Menurut Rahman, “Track & Trace merupakan inovasi digital yang diinisiasi Bio Farma, inovasi ini sudah diuji coba terhadap produk terbaru Bio Farma di beberapa titik distribusi sampai ke konsumen”

“kedepannya, sistem ini direncanakan akan di terapkan untuk produk Bio Farma secara bertahap, saat ini  produk  vaksin Bio Farma  sudah didistribusikan ke lebih dari 140 negara”

Rahman menambahkan “saat ini Indonesia memasuki revolusi industri 4.0. Dalam Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) Bio Farma tahun 2018 – 2022 pun sudah direncanakan transformasi digital menuju industri 4.0 dengan penggunaan teknologi business intelligence, big data dan bioinformatic, sehingga peran Teknologi Informasi dapat membantu manajemen dalam pengambilan keputusan bisnis (enabler) dan menuju ke arah driver”.

Adopsi trasformasi digital Bio Farma  fokus setidaknya kepada tiga area utama yaitu customer experience, operational processes, dan business model dengan sasaran  harus meningkatkan kepuasan pelanggan, efisiensi operasional, mempercepat proses pengambilan keputusan dan cepat dalam beradaptasi terhadap perubahan.

Dalam implementasi transformasi digital ini melibatkan karyawan, khususnya pada Divisi Teknologi Informasi, dan juga dengan berkolaborasi dengan akademisi dan lembaga riset  serta sharing capacity dengan  BUMN dan Kementerian BUMN.

Sebelum meraih penghargaan ini, Bio Farma sudah melewati tahapan penilaian dengan menjawab kuesioner, melakukan sesi wawancara, dan presentasi dihadapan para penilai, yang dilaksanakan pada tanggal 1 November 2018.

“Menghadapi era disruptive technology dan era industri 4.0, kami menyiapkan proses bisnis untuk mengimplementasikan smart technology, diantaranya proses material handling, storage dan proses produksi yang terintegrasi dan terkoneksi dengan sistem pencatatan dan analisa data”.

“Adapun pada bidang riset, kami sudah mulai mengembangkan bioinformatics untuk percepatan R&D produk-produk baru. Time to market produk baru menjadi kunci agar peningkatan daya saing industri bioteknologi dan farmasi nasional bisa dicapai” tutup Rahman.

 

—*—

 

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi:

N Nurlaela Arief

Head of  Corporate Communications Dept.

Bio Farma

(022) 2033755 ext 37412

Email : lala@biofarma.co.id

Komitmen Bio Farma Terapkan Pola Gerakan Masyarakat Hidup Sehat

By Bio Farma

(01/11) Direktur SDM & Umum Bio Farma, Disril Revolin Putra (ketiga Kiri) bersama 13 pelaku usaha di kota Bandung menandatangani Komitmen Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) bersama Pemerintah Kota Bandung yang dilakukan oleh Walikota Bandung M.Oded Danial (Kedua kanan) dan Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung, dr Rita Verita (kanan), pada tanggal 1 November 2018 di GSG Bio Farma. Oded M Danial, mengajak semua pelaku usaha yang berada di Bandung, untuk berkomitmen ikut serta menyehatkan masyarakat kota Bandung, sebagai Pilar Pembangunan kota Bandung, antara lain, Menyelenggarakan Aktivitas Fisik / Olaharaga Di Lingkungan Usaha, Memeriksakan Kesehatan Secara Berkala, Menerapkan Kawasan Tanpa Rokok Di Lingkungan Usaha Dan Membina Salah Satu Posyandu Di Wilayah Kerja Setiap Perusahaan.

Menteri Rini, Lepas Ekspor Produk Vaksin ke Pakistan, Turki dan Honduras

By Bio Farma

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno tunjukan komitmen dan dukungan peningkatan ekspor dari BUMN berbagai sektor.  Rini hadir langsung melepas ekspor produk vaksin Bio Farma, setelahnya sebelumnya melepas produk dari Pindad dan LEN Industri di Bandung, Rabu (31/10/2018).

Menurut Rini, “Di sektor industri Farmasi, BUMN didorong untuk memproduksi produk farmasi yang memiliki nilai tambah,  BUMN yang telah memiliki produksi melebihi kebutuhan dalam negeri kami dorong untuk meningkatkan ekspor.  Sesuai dengan INPRES No 6 tahun 2016 tentang percepatan pengembangan industri farmasi dan alat kesehatan”.

Rini menambahkan, “Bio Farma agar terus meningkatkan kemandirian bahan baku vaksin, memprioritaskan kebutuhan dalam negeri, serta kapasitas lebih dapat diekspor untuk membantu pasokan kebutuhan vaksin global”.

Sementara itu, M. Rahman Roestan, Direktur Utama Bio Farma, turut hadir dan menyampaikan “Bio Farma sudah lama mengekspor produk vaksin, kami memulai ekspor perdana pada tahun 1998, satu tahun setelah produk vaksin kami mendapat pra-kualifikasi dari Badan Kesehatan Dunia (WHO)”.

“Hari ini, terdapat pengiriman ke empat (4) negara tujuan ekspor. Tiga (3) diantaranya adalah finished product vaksin Polio  (bOPV-20 dosis)  ke Pakistan dan ke Turkey, serta vaksin Difteri Tetanus Pertusis (DTP) 10 dosis ke Honduras, Amerika Tengah. Selain itu kami juga ada pengiriman bulk (bahan setengah jadi atau intermediate product) Polio ke India”.tambahnya

“Jadi, total nilai ekspor vaksin yang dilepas hari ini, sebesar  USD 5,18 juta atau sekitar 75 Miliar rupiah”  yang diekspor terdiri dari 50 juta dosis bulk polio ke India sedangkan ke Pakistan, Turkey dan Honduras sekitar sebanyak 1 juta vial vaksin bOPV-20 dosis dan 10 dosis”. ungkap Rahman.

Menteri Rini menambahkan “Kami bangga dengan konsistensi dan pencapaian Bio Farma yang sudah beberapa kali meraih penghargaan Primaniyarta dan yang terbaru yaitu kategori Pelopor Pasar Baru dari Kementerian Perdagangan yang diserahkan langsung oleh Presiden RI”.

“Raihan penghargaan tersebut atas keberhasilan Bio Farma dalam memperluas pasar vaksin, dengan menambah jumlah market di negara-negara benua Asia dan Afrika, sehingga sampai dengan 2018, produk vaksin Bio Farma sudah digunakan di lebih dari 140 negara”tutup Rini.

 

**-**

 

Tentang Bio Farma

Bio Farma merupakan  BUMN produsen Vaksin dan Antisera, saat ini berkembang menjadi  perusahaan Life Science, didirikan 6 Agustus 1890. Selama 128 tahun pendiriannya Bio Farma telah berkontribusi untuk meningkatkan kualitas hidup bangsa, baik di Indonesia maupun mancanegara. Lebih dari 140 negara telah menggunakan produk Vaksin Bio Farma terutama negara – negara berkembang, dan 49 diantaranya adalah negara yang tergabung dalam Organisasi Kerjasama Islam (OKI). Dengan kapasitas produksi lebih dari 2 Miliar dosis pertahun, merupakan terbesar di Asia Tenggara. Bio Farma telah memenuhi kebutuhan vaksin Nasional, termasuk kebutuhan vaksin untuk Jemaah Haji dan Umrah, serta kebutuhan vaksin dunia melalui WHO dan UNICEF. Dengan filosofi Dedicated to Improve Quality of Life, Bio Farma berperan aktif dalam meningkatkan ketersediaan dan kemandirian produksi Vaksin di negara-negara berkembang dan negara-negara Islam untuk menjaga keamanan kesehatan global (Global Health Security).

 

Tentang Ekspor Vaksin Bio Farma

Bio Farma hampir setiap pekan mengirimkan produk ke mancanegara, mayoritas negara berkembang dan negara Islam. Selain produk akhir vaksin yang didistribusikan melalui lembaga Internasional UNICEF, PAHO, Bio Farma juga melakukan ekspor dalam bentuk bulk vaksin atau intermediate produk yang nantinya akan di formulasi dan dikemas menjadi produk akhir vaksin. Ekspor produk Vaskin Bio Farma dilakukan melalui bilateral dan melalui beberapa produsen vaksin langsung. Beberapa produsen yang membeli bulk antara lain produsen vaksin di India, perusahaan di Belgia, Turki, Mexico, Mesir, Thailand, Filipina, dan beberapa negara lain. Beberapa jenis vaksin yang diekspor sepanjang bulan September sampai dengan Desember 2018 terdiri dari vaksin polio, campak, TT, DTP, Td. Dengan tingkat komponen dalam negeri  (TKDN) yang lebih tinggi sehingga Bio Farma turut menciptakan kemandirian bahan baku vaksin.

 

Informasi lebih lanjut www.biofarma.co.id

 

 

***-***

Untuk informasi Media, Hubungi  :

N.Nurlaela Arief

Head of Corporate Communications Dept.

Bio Farma

Email : lala@biofarma.co.id

Mobile : 081910102649  : 62 22 2033755

www.biofarma.co.id

Bio Care : 1500810

 

Konsisten Perluas Ekspor Pasar Baru, Bio Farma raih kembali Penghargaan Primaniyarta 2018

By Bio Farma

PT Bio Farma meraih kembali Penghargaan Primaniyarta kategori Pelopor Pasar Baru dari Kementerian Perdagangan, diterima oleh Sri Harsi Teteki, Direktur Pemasaran Bio Farma yang diserahkan langsung oleh Presiden Joko Widodo, di Indonesia Convention Exhibition, BSD Tangerang Banten, Rabu (24/10).

“Kami satu-satunya BUMN yang mendapat apresiasi dari Pemerintah, tentunya turut serta berkontribusi bagi negara, kami terus upayakan peningkatan kapasitas dan kapabilitas produksi untuk mempertahankan dan meningkatkan kesinambungan Ekspor, saat ini kapasitas kami : bulk (intermediate product) sekitar 2.3 miliar dosis, produk akhir vaksin sekitar 700 juta dosis”kata Teki.

Teki menambahkan mengenai pelopor pasar baru “kami banyak melakukan ekspor ke negara tujuan yang mengandung risiko, baik, risiko politik, risiko ekonomi pada saat pembayaran, transportasi yang sulit juga adanya negara-negara baru  yang kami masuki, ” ungkap Teki

“Kami juga mengapresiasi dukungan Pemerintah akan memberikan kemudahan dari Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) dalam  skema pembiayaan ekspor Indonesia”

Keberhasilan perluasan pasar di negara-negara Afrika, tidak terlepas dari kerja sama yang dilakukan oleh Bio Farma dengan organisasi kerja sama negara-negara Islam (OKI), di mana Bio Farma ditunjuk sebagai “centre of excellence” serta vice chairman vaccine manufacturer group OIC.

Raihan penghargaan tersebut dilatarbelakangi oleh keberhasilan Bio Farma dalam memperluas pasar vaksin, dengan menambah jumlah “market” di negara-negara benua Asia dan Afrika, sehingga sampai dengan 2018, produk Bio Farma sudah digunakan di lebih dari 140 negara.Tahun ini untuk kali ke -7 Bio Farma raih penghargaan Primaniyarta.

Tantangan kami saat ini ekspansi fasilitas untuk produk baru, target kami ke depan terus menjajaki peluang Ekspor untuk produk final bulk (HiB, Campak) dan produk jadi (Pentabio – Difteri, Pertusis, Tetanus, Hepatitis B dan Haemophilus Influenza type B) serta memenuhi berbagai regulasi internasional  (WHO, FDA dan Registrasi di negara tujuan) dan tentunya mempertahankan Pra Kualifikasi WHO untuk produk existing dan produk baru”

Primaniyarta merupakan penghargaan tertinggi yang diberikan Pemerintah Indonesia kepada eksportir yang dinilai paling berprestasi di bidang ekspor dan dapat menjadi percontohan bagi eksportir lain. Penyelenggaraan Penghargaan Primaniyarta merupakan kegiatan rutin tahunan yang diadakan oleh Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan cq Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, penghargaan diberikan bersamaan dengan acara Trade Expo Indonesia ke-33 dengan tema “Creating Products For Global Oppotunities”.

*-*

 

Informasi Media :

N.Nurlaela Arief

Head of Corporate Communications Dept.

Bio Farma

lala@biofarma.co.id

 

Lanjutkan Kolaborasi dalam Bidang Lingkungan dan Kesehatan, Walikota Bandung Kunjungi Bio Farma di Dua Minggu Pertama Masa Jabatannya

By Bio Farma

Walikota Bandung, Oded M danial, bersama jajaran Kepala Dinas Pemerintah kota Bandung memenuhi undangan Bio Farma untuk berdiskusi melanjutkan kolaborasi yang telah terjalin dengan baik terutama dibidang lingkungan dan kesehatan, diakhir diskusi pun Oded diajak untuk meninjau langsung fasilitas produksi vaksin di Bio Farma, pada Senin sore, 1 Oktober 2018.

Direktur Utama dan seluruh jajaran Direksi Bio Farma menerima langsung kunjungan kerja tersebut, yang bertempat disalah satu gedung heritage di kota Bandung ini. Menurut Oded “Bio Farma sebagai BUMN yang berada dikota Bandung diharapkan untuk terus berpartisipasi dalam mensukeskan program-program Pemerintah, terutama permasalahan sampah di kota Bandung.”

Menurut Kepala Dinas lingkungan hidup dan kebersihan kota Bandung, Salman Fauzi ”Pihaknya mengapresiasi kegiatan CSR Bio Farma dalam kinerja sosial dan lingkungan Bio Farma, sejak tahun 2010 Bio Farma merupakan satu-satunya industri di Bandung yang meraih PROPER emas dari Kementerian Lingkungan Hidup, Bio Farma pun sudah menerapkan emisi bersih dilingkungannya, diharapkan Bio Farma bisa menjadi mentor bagi industri lainnya di kota Bandung” Ungkapnya.

Sementara itu dr Rita Verita, Kepala Dinas Kesehatan Kota Jawa Barat mengungkapkan “ Terimakaih kepada Bio Farma karena sudah memberikan vaksinasi kepada petugas kebersihan kota Bandung serta program-programnya dalam mengedukasi pentingnya vaksinasi di wilayah kota Bandung.”

Dalam kesempatan yang sama M. Rahman Rustan, Direktur Utama Bio Farma pun menyampaikan informasi update terkait rencana pengembangan Bio Farma,  “Kedepan Bio Farma pun akan menambah kapasitas produksi serta mengembangkan fasilitas gedung produksi untuk pemenuhan   kebutuhan vaksin di dalam maupun luar negeri juga untuk membuat vaksin-vaksin baru”, Pungkasnya.

 

———-*****———-

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi:
N. Nurlaela Arief
Head of  Corporate Communications Dept.
Email : lala@biofarma.co.id
Bio Farma
Jl. Pasteur No. 28 Bandung
Telp : 62 22 2033755
Fax : 62 22 2041306

Committed to Implement Tax Rules, Bio Farma Presents 200 MSMEs in Education on Utilizing Tax Facilities in the Industrial Age 4.0

By Bio Farma

President Director of Bio Farma M. Rahman Roestan, is committed to applying tax rules to MSMEs, this was stated in a talk show with the theme “The Role of MSMEs on State Development in Utilizing Tax Facilities in the 4.0 Industry Era” at Bio Farma, Monday October 1st, 2018.

The Head of Large Taxpayers Regional Tax Office, Mekar Satria Utama, Head of P2Humas Division, Raden Aris Handono, CEO of Perisai Grup, Ferry Tristianto and President Director of Bio Farma, M. Rahman Roestan, and Director of Finance of Bio Farma, Pardiman, presented at the event.

In his remarks, the Head of the Large Taxpayers Regional Tax Office, Mekar Satria Utama said, “The event was held as one of DGT’s strategies to reach taxpayers through an end to end approach to micro, small and medium enterprises (MSME) and expand taxation database in order to increase awareness and compliance in fulfilling the obligations and rights of MSME Taxpayers.”

Meanwhile, M. Rahman Roestan in his remarks said “Bio Farma is committed to applying tax rules to MSMEs to increase MSMEs participation and mutual cooperation in the development of the country towards the state budget independence and utilization of tax facilities”.

The event which was attended by 200 participants consisted of partners fostered by the Partnership and Community Development Program (PKBL) and Bio Farma employees who were entering retirement preparation (MPP) as well as several SOE Head of Tax.

One of the programs socialized in this event is BDS (Business Development Service). “This program is a guidance and supervision for MSME Taxpayers to encourage the development of their businesses in a sustainable manner, increase awareness, engagement, and create voluntary compliance,” R. Aris Handono, Head of P2Humas Division explained in his presentation.

While Ferry Tristianto, CEO of Perisai Grup said “The MSME should not enter the market, it is we who have to create the market,” he added.

———-*****———-

For more information, you can contact:

Nurlaela Arief

Head of Corporate Communications Dept.

Email: lala@biofarma.co.id

Bio Farma

Jl. Pasteur No. 28 Bandung

Tel: 62 22 2033755

Fax: 62 22 2041306

Ministry of Health with All Its Might to Eliminate the Impact of Rubella Measles

By Bio Farma

JAKARTA – The Ministry of Health will take full responsibility in eliminating the impact of rubella measles, the Indonesian people will lose quality human resources considering the loss of life and economy of the community.

“In terms of our health, we are responsible for health, we carry out the obligation to prevent death from diseases,” said Minister of Health (Menkes) Nila Moeloek.

This was stated in the Media Discussion of the Forum Merdeka Barat (FMB) 9 with the theme “The Long Way of MR Vaccine MUI Fatwa”, held in the Multifunction Hall of the Ministry of Communication and Information, Jakarta, Tuesday (09/18/2018).

Minister of Health explained, in terms of health, measles rubella (MR) is a serious and deadly disease. That is the skin of a child experiencing red patches. Conditions get worse when children’s nutrition is bad because the virus will spread to the brain, lungs and diarrhea.

According to Minister Nila, the condition of children with MR virus is very dangerous because it will cause dehydration, heart and eye disease.

Nila Moeloek reminded that Rubella measles symptoms triggered by a fever seem to be normal.

“If the woman is in less-than-six-months-pregnancy and is infected by a child affected by rubella, the pregnant woman and her baby will also be infected. Then the born child can become deaf, inflammation of the brain and heart,” said Minister of Health.

Responding to the MR vaccine immunization program throughout Indonesia which has been carried out since 2017 and entered the second phase this year, Minister of Health said that in fact many countries have used MR immunization to treat this disease.

However, the Minister of Health added that Indonesia still has duty related to MR elimination because other countries are also wary of when Indonesia is hit by this MR outbreak.

“It is expected that with this elimination program Rubella measles cases will decrease by 2020,” explained Nila Moeloek.

One thing, the Minister of Health added that besides the impact of Rubella’s measles, besides disability, even death is an economic impact on the family affected by this disease.

“If we just inject it with the price of the vaccine is IDR 29 thousand and this is the government’s program so that it will finance the government,” said Minister Nila Moeloek.

Not only that, the illustration of the Ministry of Health describes, the operation for uncomplicated measles patients is at least IDR 6,680,000. The surgery for children affected by Rubella measles with complications is at least IDR 12,890,700.

“This is our duty, no matter how, we will prevent and create quality resources,” said the Minister of Health answering the MR elimination program.

A mother from Lhokseumawe, Aceh, who has an 8-year-old child gave testimony until she had to sell her property to pay for the treatment of her baby.

This mother’s child has been exposed to measles since the child was in the womb so that the condition is currently abnormal in eyes, body and hearing.

Plt. Deputy for Drug and NAPPZA of National Agency of Drug and Food Control (BPOM) Reri Indriani, President Director of PT Bio Farma M Rahman Roestan, and General Chairperson of the Indonesian Religious Leader (MUI) KH Ma’ruf Amin also attended as resource person in FMB 9 this time.

You can also follow FMB 9 activities directly at: www.fmb9.id, FMB9ID (Twitter), FMB9.ID (Instagram), FMB9.ID (Facebook), and FMB9ID (Youtube).

Nursiah’s Confession, Mother of Rubella Sufferer

By Bio Farma

JAKARTA (9/18/2018) – Mrs. Nursiah, 47, a resident of Lhokseumawe, Aceh, never thought that her second child named Syakila had to suffer from Rubella due to contracting when she was pregnant. As a result of the disease, Syakila who is currently 7 years old cannot grow like children of her age.

Reflecting on her experience, Mrs. Nursiah invited all communities to participate in the success of the Measles Rubella (MR) Vaccines program that was held by the Government, so that what she experienced was not experienced by other parents.

Mrs. Nursiah conveyed this in the Forum Merdeka Barat (FMB) 9 Media Discussion with the theme “The Long Way of MUI Fatwa MR Vaccine”, held in the Multifunction Hall of the Ministry of Communication and Information, Jakarta, Tuesday (09/18/2018).

“My hope for mothers or those who are anti-vaccine, please do not say that the vaccine is not right, haram. What if you yourselves experience? I have experienced it, we have a community of mothers whose children are Rubella sufferers. Our complaints are the same, we strengthen each other. Rubella is exist,” she said.

Furthermore Mrs. Nursiah told of the beginning of her infection with Rubella when she was 2 months pregnant. At that time she and her husband thought that she naturally had measles because there were red bruises on the skin.

“6 months pregnant, I routinely went to the obstetrician, but the doctor said there was nothing, maybe because ultrasound could not identify it. At that 6 months, the baby did not move and doctor gave her medication. At the birth there was a same thing happened, so I decided on a cesarean section. She did not cry when she was born so she was immediately treated at the ICU,” she explained.

Mrs. Nursiah admitted that due to Rubella’s disease, as Syakila grew, that her youngest child continued to experience various diseases that required surgery.

“Rubella sufferer has a weight problem, we have to undergo a heart surgery, we have to wait for the weight to gain first, then we have to undergo eye surgery, we have to wait for the weight to gain again. Her hearing was also disrupted. So I don’t want you to see the haram. What if you experience it as we do, is it still haram?” She said.

Mrs. Nursiah then advised the Government that immunization is also applied to adults, because the environment also contributes to Rubella transmission.

“Please pay attention, immunization is also for adults, not only for children, because of the impact on pregnant women. And for the region, Aceh in particular, how will the Acehnese children be if they are not immunized? Do you want Acehnese children like my daughter, Syakila?” She said.

The Minister of Health Nila F Moeloek, Plt. Deputy of Drug Supervision and NAPPZA Reri Indriani, President Director of PT Bio Farma M Rahman Roestan, and General Chairman of MUI KH Ma’ruf Amin also attended as resource person in FMB 9 this time.

You can also follow the FMB 9 activity directly on: www.fmb9.id, FMB9ID (Twitter), FMB9.ID (Instagram), FMB9.ID (Facebook), and FMB9ID (Youtube)