Deddy Mizwar Apresiasi BUMN Dukung Wisata Geopark Ciletuh

By biofarma

Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar mengapreasiasi BUMN yang selama ini mendukung destinasi wisata Geopark Ciletuh di kawasan Sukabumi Jawa Barat.

Salah satu BUMN tersebut adalah Bio farma yang secara konsisten memberikan dukungannya terhadap seluruh kegiatan Geopark Ciletuh.

“Kepada Bio farma kami atas nama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat menghaturkan apresiasi yang selalu mendukung seluruh kegiatan Geopark Ciletuh Pelabuhan Ratu ini,” kata Wagub Jabar kepada wartawan di pantai Cimaja, Kabupaten Sukabumi Jawa Barat, Sabtu (14/10/2017).

Selama mengikuti dan mengawal proses penetapan Unesco Global Geopark pada September 2018. Biofarma memberikan dukungan sepenuhnya dalam kegiatan pembangunan destinasi wisata tersebut.

“Mudah-mudahan memberikan inspirasi kepada BUMN atau perusahaan lainya agar memberidak dukungan yang positif bagi Geopark Ciletuh,” jelas Demiz

Adapun Kepala Divisi PKBL, CSR dan EHS PT Bio farma, R Herry mengungkapkan AGAT 2017 merupakan salah satu rangkaian kegiatan untuk mempromosikan Geopark Nasional Ciletuh Palabuhanratu, salah satu media untuk menarik pengunjung yaitu mengundang peselancar kelas dunia untuk menikmati potensi ombak yang ada di kawasan geopark nasional Ciletuh Pelabuhanratu yaitu di kawasan Pantai Cimaja.

Selain itu, kegiatan ini menampilkan produk lokal masyarakat sekitar, sehingga dampak dari kegiatan ini akan meningkatkan ekonomi masyarakat. Kemudian dilakukan juga penanaman pohon butun di sekitar pantai Simaja.

“Kami selalu mendukung Geopark Ciletuh dari mulai pemberdayaan masyarakat, proses untuk pengakuan UNESCO sampai saat ini,” tutur Herry

Dia berharap AGAT menjadi agenda rutin setiap tahunnya, karena untuk mempromosikan keunikan dan keindahan potensi ombak Pantai Cimaja yang merupakan bagian dari pariwisata kawasan Geopark Ciletuh

“Semoga sektor pariwisata dikawasan Geopark terus meningkat, dan binaan CSR Bio Farma dikawasan Geopark turut berkembang dan lebih sejahtera dengan adanya Geowisata Ciletuh,” pungkasnya.

Penulis:Rahmat Saepulloh

Editor:Vicky Fadil

Foto: Rahmat Saepulloh

Sumber : Warta Ekonomi.co.id, Sukabumi

https://www.wartaekonomi.co.id/read157689/deddy-mizwar-apresiasi-bumn-dukung-wisata-geopark-ciletuh.html

Berharap Geopark Ciletuh Mendunia

By biofarma

Konferensi Internasional UNESCO, Global Geopark Network (GGN), di Torquay Inggris pada 27-30 September 2016 dihadiri oleh sekitar 800 delegasi dari 50 negara. Konferensi ini digagas Badan Dunia PBB yang membidangi masalah pendidikan, sains dan kebudayaan.

 

Sesuatu yang membanggakan, delegasi Indonesia tidak hanya sebagai peserta, namun juga mempresentasikan beberapa praktek pengelolaan Geopark. Perwakilan Jawa Barat hadir dari Kabupaten Sukabumi, Disparbud Jabar, Universitas Padjadjaran, Badan Geologi dan Bio Farma, yang memaparkan peran BUMN dalam  pengembangan kawasan geopark Ciletuh Palabuhanratu sebagai salah satu role model bagi UNESCO.

 

Geopark adalah sebuah konsep manajemen pengembangan kawasan berkelanjutan yang menyelaraskan keragaman geologi, hayati dan budaya melalui prinsip konservasi dan tata ruang wilayah. Geopark merupakan wilayah geografis yang  memiliki situs warisan geologi, dikelola dengan memberdayakan masyarakat disekitar kawasan dengan dukungan infrastruktur, fasilitas dan regulasi pemerintah, untuk melindungi dan meningkatkan fungsi warisan alam.

 

Pengembangan warisan geologi tentu akan bermanfaat bagi pengembangan destinasi wisata baru Indonesia yang berdimensi global. Inisiatif dalam pengembangan Geopark menjadi dimensi baru bagi perlindungan warisan budaya dan alam, yang menekankan pada potensi interaksi antara pengembangan sosio-ekonomi dan budaya dengan konservasi lingkungan alam serta kepentingan pendidikan.

 

Indonesia saat ini menargetkan destinasi wisata baru, 10 Geopark menjadi pilihan, Geopark Batur dan Geopark Gunung Sewu, saat ini sudah memperoleh status global dari UNESCO.    4 Geopark yang dipersiapkan adalah Geopark Kaldera Toba, Geopark Merangin, Geopark Rinjani dan Geopark Ciletuh Palabuhan Ratu.

 

Bagi yang pernah melihat  Geopark Ciletuh, kita serasa diajak menelusuri lorong waktu geologi yang periodenya tidak hanya mencakup masa ratusan tahun tetapi hingga jutaan tahun. Geopark tidak hanya menyajikan alam yang termonumenkan secara geologi, tetapi juga kehidupan yang ada di dalamnya yaitu keragaman hayati, keragaman geologi dan keragamanan budaya.

 

Geo-Science Communications

 

Dari Konferensi Internasional UNESCO Global Geoparks,  kita dapat mengambil praktik terbaik dari Geopark English Riviera di Torquay, yaitu tentang bagaimana pengelolaan Geo wisata dan mengemas pesan tentang geo yang lebih komunikatif dan mudah dicerna.

 

Salah satu pembicara adalah Iain Stewart, Professor bidang Geo-science Communication, Plymouth University. Bidang komunikasi Geo-science berfokus pada komunikasi lingkungan, alam dan geologi. Bagaimana mengemas pesan – pesan dari setiap geosites, termasuk penamaan beberapa layanan. Di kawasan ini, semua produk diberi nama awalan geo antara lain, geo tourism, geo gift, geo play, geo park, geo van, geo fair. beberapa tempat melibatkan geo ranger dan geo ambassador, yaitu volunteer atau sukarelawan yang mayoritas wanita, aktif membantu memberikan layanan informasi pada setiap tamu.

 

Pakar Geopark UNESCO, Prof. Guy Martini, setelah mengunjungi Ciletuh menuturkan Ciletuh sangat potensial bisa menjadi Global Geopark, karena memiliki banyak keunikan, dia juga mengkonfirmasi bahwa peran BUMN dalam pengembangan Geopark baru pertama dan sangat unik, dalam pengembangan geopark di Ciletuh.

 

Potensi Besar Geo Tourism

 

Potensi keunikan dan keindahan alam bagi  pemerintah provinsi Jawa Barat, melalui Dinas Pariwisata dan Budaya adalah peluang dan sekaligus tantangan besar untuk mewujudkannya menjadi destinasi geo wisata yang berdimensi global dan sekaligus memberi nilai tambah bagi masyarakat sekitarnya.

 

Pada 2016 ini, pariwisata Indonesia ditargetkan mencapai 12 juta kunjungan wisman dengan devisa diproyeksikan sebesar Rp 172 triliun, jumlah perjalanan wisnus sebanyak 260 juta perjalan dengan uang yang dibelanjakan sebesar Rp 223,6 triliun, juga diharapkan kontribusi pariwisata terhadap PDB nasional akan meningkat menjadi 5%; dan jumlah lapangan kerja yang diciptakan menjadi 11,7 juta tenaga kerja.

 

Salah satu langkah nyata Pemprov Jawa Barat untuk mewujudkan Geopark Ciletuh sebagai destinasi wisata global  dengan dibentuknya Badan Pengelola Kawasan Geopark, Tim Operasional Percepatan Geopark Ciletuh dan Tim Koordinasi Kawasan Geopark Ciletuh, yang kesemuanya tertuang dalam SK Gubernur Jabar, yang berisikan anggota dari berbagai lintas stakeholder  perwakilan dari pemerintah, akademisi,  masyarakat setempat dan BUMN.

 

Tim Kordinasi Pengembangan Geopark Ciletuh diharapkan dapat menopang percepatan target Provinsi Jawa Barat untuk mempersiapkan Geopark Ciletuh agar segera mendapat pengakuan dari UNESCO, menjadi destinasi wisata Wonderful Geopark Indonesia sehingga turut mendatangkan devisi bagi negara. Juga memperluas area wisata hingga menyatu ke arah utara sehingga terintegrasi dengan kawasan wisata Pantai Palabuhanratu.

 

Keberhasilan membangun Geopark Ciletuh merupakan bentuk apresiasi kita semua kepada nilai dan makna keunikan, kelangkaan dan estetika dari keragaman dan warisan geologi yang terdapat di Kabupaten Sukabumi Jawa Barat. Ciletuh Wonderful Geopark Indonesia  semoga tercapai sesuai semboyan Geopark ”Memuliakan Warisan Bumi, Mensejahterakan Masyarakat”. ***

 

Oleh : N. Nurlaela Arief

Mahasiswa S3 Komunikasi UNPAD dan Ketua PERHUMAS BDG-JABAR

*Sudah dimuat di rubrik OPINI, Koran Pikiran Rakyat, Selasa, 11 Oktober 2016

Konservasi Seni dan Budaya ala CSR Bio Farma

By biofarma

Yogyakarta, 8 Mei 2015, Media Workshop ‘School Of Vaccine For Journalist’ (SVJ) ke dua selain diisi dengan kurikulum tentang Vaksin oleh dr.Soedjatmiko dari Satgas Imunisasi IDAI Pusat; pengembangan kompetensi media dari Arif Zulkifly Pemimpin Redaksi Majalah Tempo, juga dilengkapi dengan materi terkait Corporate Social Responsibility (CSR), dengan narasumber, Ihsan Setiadi Latief, Pemerhati Komunikasi dan Komisaris Bio Farma dan N. Nurlaela Arief, Corporate Communications PT Bio Farma. Workshop diikuti oleh 40 peserta dari media Bandung, Jakarta, Yogyakarta, Solo, Semarang, serta perwakilan biro-biro media nasional di Yogya.

Menurut Ihsan Setiadi Latief, dalam presentasinya “Filosofi CSR Bio Farma adalah keberlanjutan (Sustainability), kemandirian, kedaulatan, serta eksistensi. Strategi CSR Bio Farma bukan sekedar charity, namun semua programnya terintegrasi juga melakukan partnership dengan seluruh stakeholder terkait. Selain itu yang menjadi rujukan CSR Bio Farma mengacu pada  ISO 26000 yang secara internasional menjadi pegangan paling mutakhir dan komprehensif. Adapun dari sisi pelaporan (reporting) merujuk pada GRI (Global Reporting Index) versi G4, Semua standar internasional ini dijadikan pegangan karena Bio Farma percaya bahwa agar CSR bisa berkesinambungan, selain memperhatikan keseimbangan triple P (profit, people, planet), Bio Farma juga harus menjalankannya sesuai “P” yang lain: prosedur.

Menurut R. Herry, Kepala Divisi CSR Bio Farma, Kegiatan-kegiatan utama CSR yang dilakukan oleh perusahaan sampai dengan semester I, 2015 yaitu melanjutkan program-progam sebelumnya dengan target kemandirian kelompok dan masyarakat. Disamping itu penguatan/pemberdayaan masyarakat menjadi prioritas agar kemandirian masyarakat dapat terwujud. “Kegiatan akses terhadap layanan kesehatan dan pengobatan (access to medicine and healthcare) antara lain pengobatan gratis dan Vaksinasi gratis (Vaksin Influenza, Vaksinasi Hepatitis B), pemberian bantuan sarana prasarana umum, pemberian bantuan pendidikan, pemberian bantuan bencana alam diberbagai wilayah seperti Bencana Angin Puting Beliung di Bandung Timur, Bencana Alam Banjir di Dayeuh Kolot, serta Bencana Alam Banjir di Ciparay, dan pemberian bantuan sarana Ibadah bagi masyarakat. Penyaluran bantuan ini diprioritaskan untuk disalurkan kepada masyarakat yang berada di wilayah yang terdekat dengan perusahaan.

Herry menambahkan bahwa Bio Farma juga berperan dalam mendukung pendaftaran Geopark ke UNESCO,  “Saat ini kami berperan aktif dalam tim kerja Geopark Ciletuh yang dibentuk oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Tim kerja ini melibatkan unsur pemerintah provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kabupaten Sukabumi, Perguruan Tinggi yang diwakili oleh Fakultas Teknik Geologi dari Universitas Padjadjaran, Badan Geologi, dan perwakilan Kelompok Masyarakat yang memiliki ketertarikan dalam pengembangan Geopark. Peranan Bio Farma dalam program ini berkaitan dengan Bio-Diversity, Geo-Diversity dan Cultural Diversity serta pemberdayaan masyarakat di wilayah yang termasuk dalam Geopark Ciletuh.

“Sebagai persiapan, saat ini kami sedang membuat delinasi kawasan, dossier geopark ciletuh dan master plan dengan target bulan Juni 2015 masuk sebagai geopark nasional. Kami juga sudah menginformasikan dan meminta dukungan  kepada PTRI Paris untuk UNESCO dalam rencana pengajuan GGN (Global Geopark Network)”Ujar Herry.

Sementara itu N. Nurlaela, Corporate Communications Bio Farma menjelaskan dalam presentasi dengan tema “Lifescience for Society”  bahwa apa yang menjadi ekspertis atau keahlian korporasi seperti di bidang pengelolaan air, lingkungan, udara,mengelola quality, pemuliaan, serta rekayasa DNA,  kami bagikan dalam bentuk solusi aplikatif kepada masyarakat, baik desa binaan maupun UKM”. Implementasi yang ril dari solusi yang kami berikan antara lain penerapan teknologi Biosecure untuk Mizumi Koi (Breeder terbaik Nasional), penerapan nano teknologi untuk Batik Pakidulan yang merupakan Batik ramah Lingkungan, serta peningkatan kualitas domba garut galur murni, juga beberapa binaan lainnya.

Selain itu, korporasi juga sedang gencar melakukan konservasi Seni dan pengembangan budaya Sunda melalui pembentukan komunitas kesenian Sunda, serta mewarnai dalam setiap kegiatan korporasi dengan aspek seni dan budaya yang kental, baik internal  juga stakeholder perusahaan. Contoh dilingkungan perusahaan dengan pembuatan leuit  atau lumbung padi di area fasilitas makan karyawan. “Kami memilih leuit karena memiliki kesamaan filosofi dengan vaksin seperti untuk keberlanjutan, kedaulatan dan persiapan(preparedness) jika terjadi wabah dan keperluan yang mendesak”

Desa Binaan Bio Farma

Perkembangan pembinaan desa binaan saat ini lebih pada tahap pelaksanaan program jangka panjang yang telah direncanakan sebelumnya, seperti Pengembangan Budidaya Domba Garut telah sampai pada tahapan pembangunan fasilitas pembudidayaan. Sedangkan untuk Pengembangan Kawasan Geopark Ciletuh yang telah dilakukan sampai dengan saat ini berupa memberikan kegiatan pengobatan kepada masyarakat, memberikan pelatihan terkait pengelolaan kawasan geopark ke Geopark Gunung  Sewu di Yogyakarta dan pelatihan pengelolaan manajemen geopark ke Geopark Langkawi di Malaysia, pembangunan fasilitas kesehatan berupa Unit Gawat Darurat di Puskesmas Tamanjaya, serta pelatihan konservasi mangrove bagi Kelompok Masyarakat binaan di wilayah Geopark Ciletuh.

———-*****———-

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi:

N. Nurlaela Arief

Head of  Corporate Communications Dept.

Email : lala@biofarma.co.id

Bio Farma

Jl. Pasteur No. 28 Bandung

Telp : 62 22 2033755

Fax : 62 22 2041306[:en]Yogyakarta, 8 Mei 2015, Media Workshop ‘School Of Vaccine For Journalist’ (SVJ) ke dua selain diisi dengan kurikulum tentang Vaksin oleh dr.Soedjatmiko dari Satgas Imunisasi IDAI Pusat; pengembangan kompetensi media dari Arif Zulkifly Pemimpin Redaksi Majalah Tempo, juga dilengkapi dengan materi terkait Corporate Social Responsibility (CSR), dengan narasumber, Ihsan Setiadi Latief, Pemerhati Komunikasi dan Komisaris Bio Farma dan N. Nurlaela Arief, Corporate Communications PT Bio Farma. Workshop diikuti oleh 40 peserta dari media Bandung, Jakarta, Yogyakarta, Solo, Semarang, serta perwakilan biro-biro media nasional di Yogya.

Menurut Ihsan Setiadi Latief, dalam presentasinya “Filosofi CSR Bio Farma adalah keberlanjutan (Sustainability), kemandirian, kedaulatan, serta eksistensi. Strategi CSR Bio Farma bukan sekedar charity, namun semua programnya terintegrasi juga melakukan partnership dengan seluruh stakeholder terkait. Selain itu yang menjadi rujukan CSR Bio Farma mengacu pada  ISO 26000 yang secara internasional menjadi pegangan paling mutakhir dan komprehensif. Adapun dari sisi pelaporan (reporting) merujuk pada GRI (Global Reporting Index) versi G4, Semua standar internasional ini dijadikan pegangan karena Bio Farma percaya bahwa agar CSR bisa berkesinambungan, selain memperhatikan keseimbangan triple P (profit, people, planet), Bio Farma juga harus menjalankannya sesuai “P” yang lain: prosedur.

Menurut R. Herry, Kepala Divisi CSR Bio Farma, Kegiatan-kegiatan utama CSR yang dilakukan oleh perusahaan sampai dengan semester I, 2015 yaitu melanjutkan program-progam sebelumnya dengan target kemandirian kelompok dan masyarakat. Disamping itu penguatan/pemberdayaan masyarakat menjadi prioritas agar kemandirian masyarakat dapat terwujud. “Kegiatan akses terhadap layanan kesehatan dan pengobatan (access to medicine and healthcare) antara lain pengobatan gratis dan Vaksinasi gratis (Vaksin Influenza, Vaksinasi Hepatitis B), pemberian bantuan sarana prasarana umum, pemberian bantuan pendidikan, pemberian bantuan bencana alam diberbagai wilayah seperti Bencana Angin Puting Beliung di Bandung Timur, Bencana Alam Banjir di Dayeuh Kolot, serta Bencana Alam Banjir di Ciparay, dan pemberian bantuan sarana Ibadah bagi masyarakat. Penyaluran bantuan ini diprioritaskan untuk disalurkan kepada masyarakat yang berada di wilayah yang terdekat dengan perusahaan.

Herry menambahkan bahwa Bio Farma juga berperan dalam mendukung pendaftaran Geopark ke UNESCO,  “Saat ini kami berperan aktif dalam tim kerja Geopark Ciletuh yang dibentuk oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Tim kerja ini melibatkan unsur pemerintah provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kabupaten Sukabumi, Perguruan Tinggi yang diwakili oleh Fakultas Teknik Geologi dari Universitas Padjadjaran, Badan Geologi, dan perwakilan Kelompok Masyarakat yang memiliki ketertarikan dalam pengembangan Geopark. Peranan Bio Farma dalam program ini berkaitan dengan Bio-Diversity, Geo-Diversity dan Cultural Diversity serta pemberdayaan masyarakat di wilayah yang termasuk dalam Geopark Ciletuh.

“Sebagai persiapan, saat ini kami sedang membuat delinasi kawasan, dossier geopark ciletuh dan master plan dengan target bulan Juni 2015 masuk sebagai geopark nasional. Kami juga sudah menginformasikan dan meminta dukungan  kepada PTRI Paris untuk UNESCO dalam rencana pengajuan GGN (Global Geopark Network)”Ujar Herry.

Sementara itu N. Nurlaela, Corporate Communications Bio Farma menjelaskan dalam presentasi dengan tema “Lifescience for Society”  bahwa apa yang menjadi ekspertis atau keahlian korporasi seperti di bidang pengelolaan air, lingkungan, udara,mengelola quality, pemuliaan, serta rekayasa DNA,  kami bagikan dalam bentuk solusi aplikatif kepada masyarakat, baik desa binaan maupun UKM”. Implementasi yang ril dari solusi yang kami berikan antara lain penerapan teknologi Biosecure untuk Mizumi Koi (Breeder terbaik Nasional), penerapan nano teknologi untuk Batik Pakidulan yang merupakan Batik ramah Lingkungan, serta peningkatan kualitas domba garut galur murni, juga beberapa binaan lainnya.

Selain itu, korporasi juga sedang gencar melakukan konservasi Seni dan pengembangan budaya Sunda melalui pembentukan komunitas kesenian Sunda, serta mewarnai dalam setiap kegiatan korporasi dengan aspek seni dan budaya yang kental, baik internal  juga stakeholder perusahaan. Contoh dilingkungan perusahaan dengan pembuatan leuit  atau lumbung padi di area fasilitas makan karyawan. “Kami memilih leuit karena memiliki kesamaan filosofi dengan vaksin seperti untuk keberlanjutan, kedaulatan dan persiapan(preparedness) jika terjadi wabah dan keperluan yang mendesak”

Desa Binaan Bio Farma

Perkembangan pembinaan desa binaan saat ini lebih pada tahap pelaksanaan program jangka panjang yang telah direncanakan sebelumnya, seperti Pengembangan Budidaya Domba Garut telah sampai pada tahapan pembangunan fasilitas pembudidayaan. Sedangkan untuk Pengembangan Kawasan Geopark Ciletuh yang telah dilakukan sampai dengan saat ini berupa memberikan kegiatan pengobatan kepada masyarakat, memberikan pelatihan terkait pengelolaan kawasan geopark ke Geopark Gunung  Sewu di Yogyakarta dan pelatihan pengelolaan manajemen geopark ke Geopark Langkawi di Malaysia, pembangunan fasilitas kesehatan berupa Unit Gawat Darurat di Puskesmas Tamanjaya, serta pelatihan konservasi mangrove bagi Kelompok Masyarakat binaan di wilayah Geopark Ciletuh.

———-*****———-

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi:

N. Nurlaela Arief

Head of  Corporate Communications Dept.

Email : lala@biofarma.co.id

Bio Farma

Jl. Pasteur No. 28 Bandung

Telp : 62 22 2033755

Fax : 62 22 2041306[:ID]undefinedYogyakarta, 8 Mei 2015, Media Workshop ‘School Of Vaccine For Journalist’ (SVJ) ke dua selain diisi dengan kurikulum tentang Vaksin oleh dr.Soedjatmiko dari Satgas Imunisasi IDAI Pusat; pengembangan kompetensi media dari Arif Zulkifly Pemimpin Redaksi Majalah Tempo, juga dilengkapi dengan materi terkait Corporate Social Responsibility (CSR), dengan narasumber, Ihsan Setiadi Latief, Pemerhati Komunikasi dan Komisaris Bio Farma dan N. Nurlaela Arief, Corporate Communications PT Bio Farma. Workshop diikuti oleh 40 peserta dari media Bandung, Jakarta, Yogyakarta, Solo, Semarang, serta perwakilan biro-biro media nasional di Yogya.

Menurut Ihsan Setiadi Latief, dalam presentasinya “Filosofi CSR Bio Farma adalah keberlanjutan (Sustainability), kemandirian, kedaulatan, serta eksistensi. Strategi CSR Bio Farma bukan sekedar charity, namun semua programnya terintegrasi juga melakukan partnership dengan seluruh stakeholder terkait. Selain itu yang menjadi rujukan CSR Bio Farma mengacu pada  ISO 26000 yang secara internasional menjadi pegangan paling mutakhir dan komprehensif. Adapun dari sisi pelaporan (reporting) merujuk pada GRI (Global Reporting Index) versi G4, Semua standar internasional ini dijadikan pegangan karena Bio Farma percaya bahwa agar CSR bisa berkesinambungan, selain memperhatikan keseimbangan triple P (profit, people, planet), Bio Farma juga harus menjalankannya sesuai “P” yang lain: prosedur.

Menurut R. Herry, Kepala Divisi CSR Bio Farma, Kegiatan-kegiatan utama CSR yang dilakukan oleh perusahaan sampai dengan semester I, 2015 yaitu melanjutkan program-progam sebelumnya dengan target kemandirian kelompok dan masyarakat. Disamping itu penguatan/pemberdayaan masyarakat menjadi prioritas agar kemandirian masyarakat dapat terwujud. “Kegiatan akses terhadap layanan kesehatan dan pengobatan (access to medicine and healthcare) antara lain pengobatan gratis dan Vaksinasi gratis (Vaksin Influenza, Vaksinasi Hepatitis B), pemberian bantuan sarana prasarana umum, pemberian bantuan pendidikan, pemberian bantuan bencana alam diberbagai wilayah seperti Bencana Angin Puting Beliung di Bandung Timur, Bencana Alam Banjir di Dayeuh Kolot, serta Bencana Alam Banjir di Ciparay, dan pemberian bantuan sarana Ibadah bagi masyarakat. Penyaluran bantuan ini diprioritaskan untuk disalurkan kepada masyarakat yang berada di wilayah yang terdekat dengan perusahaan.

Herry menambahkan bahwa Bio Farma juga berperan dalam mendukung pendaftaran Geopark ke UNESCO,  “Saat ini kami berperan aktif dalam tim kerja Geopark Ciletuh yang dibentuk oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Tim kerja ini melibatkan unsur pemerintah provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kabupaten Sukabumi, Perguruan Tinggi yang diwakili oleh Fakultas Teknik Geologi dari Universitas Padjadjaran, Badan Geologi, dan perwakilan Kelompok Masyarakat yang memiliki ketertarikan dalam pengembangan Geopark. Peranan Bio Farma dalam program ini berkaitan dengan Bio-Diversity, Geo-Diversity dan Cultural Diversity serta pemberdayaan masyarakat di wilayah yang termasuk dalam Geopark Ciletuh.

“Sebagai persiapan, saat ini kami sedang membuat delinasi kawasan, dossier geopark ciletuh dan master plan dengan target bulan Juni 2015 masuk sebagai geopark nasional. Kami juga sudah menginformasikan dan meminta dukungan  kepada PTRI Paris untuk UNESCO dalam rencana pengajuan GGN (Global Geopark Network)”Ujar Herry.

Sementara itu N. Nurlaela, Corporate Communications Bio Farma menjelaskan dalam presentasi dengan tema “Lifescience for Society”  bahwa apa yang menjadi ekspertis atau keahlian korporasi seperti di bidang pengelolaan air, lingkungan, udara,mengelola quality, pemuliaan, serta rekayasa DNA,  kami bagikan dalam bentuk solusi aplikatif kepada masyarakat, baik desa binaan maupun UKM”. Implementasi yang ril dari solusi yang kami berikan antara lain penerapan teknologi Biosecure untuk Mizumi Koi (Breeder terbaik Nasional), penerapan nano teknologi untuk Batik Pakidulan yang merupakan Batik ramah Lingkungan, serta peningkatan kualitas domba garut galur murni, juga beberapa binaan lainnya.

Selain itu, korporasi juga sedang gencar melakukan konservasi Seni dan pengembangan budaya Sunda melalui pembentukan komunitas kesenian Sunda, serta mewarnai dalam setiap kegiatan korporasi dengan aspek seni dan budaya yang kental, baik internal  juga stakeholder perusahaan. Contoh dilingkungan perusahaan dengan pembuatan leuit  atau lumbung padi di area fasilitas makan karyawan. “Kami memilih leuit karena memiliki kesamaan filosofi dengan vaksin seperti untuk keberlanjutan, kedaulatan dan persiapan(preparedness) jika terjadi wabah dan keperluan yang mendesak”

Desa Binaan Bio Farma

Perkembangan pembinaan desa binaan saat ini lebih pada tahap pelaksanaan program jangka panjang yang telah direncanakan sebelumnya, seperti Pengembangan Budidaya Domba Garut telah sampai pada tahapan pembangunan fasilitas pembudidayaan. Sedangkan untuk Pengembangan Kawasan Geopark Ciletuh yang telah dilakukan sampai dengan saat ini berupa memberikan kegiatan pengobatan kepada masyarakat, memberikan pelatihan terkait pengelolaan kawasan geopark ke Geopark Gunung  Sewu di Yogyakarta dan pelatihan pengelolaan manajemen geopark ke Geopark Langkawi di Malaysia, pembangunan fasilitas kesehatan berupa Unit Gawat Darurat di Puskesmas Tamanjaya, serta pelatihan konservasi mangrove bagi Kelompok Masyarakat binaan di wilayah Geopark Ciletuh.

———-*****———-

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi:

N. Nurlaela Arief

Head of  Corporate Communications Dept.

Email : lala@biofarma.co.id

Bio Farma

Jl. Pasteur No. 28 Bandung

Telp : 62 22 2033755

Fax : 62 22 2041306

[:]