Bio Farma Terus Percepat Penemuan Vaksin & Produk Life Science Baru Melalui FRLN

By Bio Farma
(Kiri – Kanan) Direktur Utama Bio Farma, Rahman Roestan (Kedua dari Kiri) menyerahkan Prosiding Forum Riset Lifescience Nasional Tahun 2017, kepada Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi RI, Mohamad Nasir (Kedua Kanan), disaksikan oleh. Direktur Jendral Penguatan Riset dan Pengembangan Muhammad Dimyati dan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Siswanto

JAKARTA, 13 September 2018. Bio Farma kembali mengumpulkan peneliti – peneliti level nasional dari seluruh Indonesia untuk berkumpul bersama, dalam rangkaian acara Forum Riset Life Science Nasional (FRLN), yang diselenggarakan pada tanggal 13 September 2018 di Jakarta. Kegiatan yang bertema “Riset dan Inovasi Bidang Life Science yang Berkelanjutan di Indonesia” bertujuan membangun sinergi antara Pemerintah, Perguruan Tinggi, Industri serta Komunitas pendukungnya, sebagai upaya agar vaksin dan biopharmaceutical buatan dalam negeri dapat segera terwujud.

Menurut Direktur Riset dan Pengembangan Bio Farma, Adriansjah Azhari sesuai dengan Instruksi Presiden No 6 Tahun 2016 mengenai Percepatan Pengembangan Industri Farmasi dan Alat Kesehatan, Bio Farma terus melakukan upaya percepatan dan kemandirian dalam pengembangan produk biopharmaceutical dan vaksin.

“Untuk mempercepat hilirisasi dan komersialisasi produk biopharmaceutical dan vaksin, Bio Farma memerlukan kerjasama dan juga dukungan dari berbagai pihak baik dari Pemerintah termasuk regulator, peneliti – baik peneliti yang berasal dari akademisi, lembaga riset, maupun komunitas, sehingga nantinya produk-produk baru bisa dinikmati oleh masyarakat luas secara tepat waktu sesuai kebutuhan”, ujar Adriansjah.

Direktur yang juga expert di bidang current Good Manufacturing Practice (cGMP) mengatakan bahwa Bangsa Indonesia layak kagum dan bangga dengan prestasi rekan-rekan peneliti life science di Indonesia. Di tengah berbagai keterbatasan yang ada, para peneliti yang tergabung dalam FRLN berhasil menunjukkan hasil kerja nyata. Pada saat acara FRLN 2018 akan diluncurkan prototipe kit HbsAg dan dan kit antiHBsAg yang masing – masing memiliki fungsi untuk mendeteksi virus HbsAg dan mendeteksi keberhasilan imunisasi. Kit tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Bio Farma, & ITB, serta merupakan penelitian lanjutan dari Konsorsium Hep B yang terdiri dari Lembaga Eijkman, ITB, BPPT dan Bio Farma.

Neni Nurainy, Peneliti Senior Bio Farma sekaligus Ketua FRLN 2018, menjelaskan lebih lanjut bahwa kit HbsAg temuan konsorsium riset Hepatitis B memiliki keunggulan dibanding kit diagnostik tipe screening yang ada di pasaran, yaitu mampu mendeteksi titer virus secara kuantitatif. Sehingga hasil diagnosa yang didapat akan lebih akurat menggambarkan kondisi pasien yang diperiksa dibanding kit screening yang hanya memberi hasil positif dan negatif.

Neni mengharapkan kehadiran kit diagnostik asli buatan negeri sendiri bisa menjadi jawaban atas kebutuhan masyarakat untuk melindungi diri dari ancaman infeksi Hepatitis B yang pada tahun 2017 diperkirakan menginfeksi 7,1% dari penduduk Indonesia.

Kendala Penelitian Life Science

Namun dibalik keberhasilan yang dicapai dengan susah payah tersebut, menurut Neni tersimpan kendala besar. Kebutuhan mendesak saat ini untuk menjaga keberlanjutan riset life science adalah ketersediaan pendanaan jangka panjang atau multi years untuk kelanjutan riset dari awal sampai menghasilkan luaran berupa produk.

“Selama ini jangka waktu pendanaan relatif pendek, tidak berkelanjutan, kadang satu tahun dapat dana, tetapi tahun berikutnya tidak dapat dana, sehingga target roadmap penelitian tidak tercapai. Pendanaan penelitian untuk Konsorsium masih competitive based dan terkadang persyaratan administrasi yang tidak terpenuhi. Kami mengharapkan Konsorsium riset yang telah terpilih secara kompetitif akan mendapat pendanaan jangka panjang hingga menghasilkan produk” lanjut Neni.

Lebih jauh Neni menjelaskan untuk mengatasi kendala tersebut pada FRLN 2018 akan dihadirkan pembicara dari Kemenristek Dikti, Kemenkeu, dan LPDP selaku pengelola dana penelitian milik negara. Diharapkan akan ditemukan solusi jangka panjang. Terutama pembiayaan untuk riset-riset rintisan.

Peneliti yang memiliki keahlian pengembangan vaksin rekombinan ini menambahkan bahwa disamping pendanaan jangka panjang, faktor lain yang menentukan keberlanjutan riset dan inovasi bidang life science di Indonesia adalah bagaimana membangun komunikasi yang baik antara industri, akademisi, pemerintah dan komunitas. Karena faktanya, ada beberapa penelitian yang sudah dilakukan oleh perguruan tinggi, ternyata tidak bisa dipakai oleh industri, karena belum sesuai dengan standar kebutuhan industri.

“Forum ini bertujuan untuk melakukan sinkronisasi antara kebutuhan industri khususnya produk vaksin dan biopharmaceutical, dengan penelitian yang dilakukan oleh perguruan tinggi / lembaga riset, sehingga nantinya, hasil penelitian dari institusi tersebut bisa ditindaklanjuti dan diproduksi dalam skala industri yang pada akhirnya bisa tercipta pemenuhan kebutuhan masyarakat sesuai dengan jenis penyakit yang sedang dihadapi oleh Indonesia” ujar Neni.

 

Tentang Forum Riset Life Science Nasional (FRLN)

Forum yang dibentuk pada tahun 2011 semula bernama Forum Riset Vaksin Nasional (FRVN) dibentuk atas inisiatif PT Bio Farma sinergi dengan Kemenristek, Lembaga Riset, Universitas dan Kemenkes. Forum yang selalu dihadiri oleh para periset/peneliti Indonesia dari Universitas, Pemerintah dan Industri, khususnya periset dalam bidang Vaksin dan Life Science, bertujuan untuk melakukan pengembangan vaksin dan produk Life Science baru dalam negeri untuk kemandirian riset Nasional.

FRLN 2018 akan diikuti oleh dua belas konsorsium dan working group riset, yaitu Human Immunodeficiency Virus (HIV), Hepatitis B, Human Human papillomavirus (HPV), Stemcell, Eritropoetin (EPO), Tuberculosis (TBC), Demam Berdarah (Dengue), Influenza, Malaria, Rotavirus, Stem Cell, Pneumococcus dan Delivery System.

———-***———-

 

Untuk informasi lebih lanjut, media dapat menghubungi:

Nurlaela Arief

Head of Corporate Communications Dept.

Email : lala@biofarma.co.id

Bio Farma Jl. Pasteur No. 28 Bandung

Telp : 62 22 2033755 Fax : 62 22 2041306

Ratusan Santri Tebuireng Diberi Pelatihan Kesehatan

By Bio Farma

REPUBLIKA.CO.ID, JOMBANG — Ratusan santriwan-santriwati Pondok Pesantren Tebuireng Jombang mendapat pelatihan kesehatan dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) produsen Vaksin dan Antisera Bio Farma pada Selasa (17/4). Kegiatan yang diselenggarakan atas bekerja sama dengan Republika ini masih merupakan rangkaian acara Santri Sehat 2018.

Hari sebelumnya, Bio Farma juga memberi pelatihan serupa kepada santriwan dan santriwati di Mambaus Sholihin Islamic Boarding School, Gresik. Rencananya pelatihan serupa juga akan diselenggarakan di Pesantren Pabelan Magelang, dan Pesantren As-Salam, Solo.

Hubungan Eksternal Bio Farma Yuni Miyansari mengungkapkan, kegiatan serupa sebenarnya sudah dilakukan Bio Farma sejak 2016. Hanya saja, kegiatan yang diselenggarakan dalam rangka memperingati Pekan Imunisasi Dunia tersebut, biasanya diselenggarakan di pesantren-pesantren di Jawa Barat.

“Tahun ini ingin melakukan di luar Jawa Barat. Maka digelar lah di wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah. Nanti akan diberi edukasi terkait kesehatan,” kata Yuni dalam sambutannya, Selasa.

Head of Corporate Communication Bio Farma Nurlaela Arief berharap, dengan adanya program ini, para santri, pengajar, dan pengurus pesantren mendapatkan gambaran edukasi pentingnya vaksin dan menjaga kesehatan di lingkungan pesantren. Apalagi, Bio Farma sebagai BUMN selalu mendukung pemerintah, karena memiliki tanggung jawab dalam meningkatkan kesadaran masyarakat. Khususnya generasi muda akan pentingnya vaksinasi.

Nurlaela juga mengungkapkan pentingnya gelaran Santri Sehat. Itu tak lain karena selain para santri sebagai generasi muda, serta para ustaz dan ustazah juga memiliki peranan yang cukup besar dalam mempengaruhi lingkungannya. “Mereka juga dapat menjadi agent of change atau agen penyebar informasi, untuk itu perlu diberikan informasi yang baik dan benar,” ujar Nurlaela.

Sekretaris Pesantren Tebuireng Jombang, Abdul Ghofar menyampaikan betapa pentingnya pelatihan tentang kesehatan digelar di pesantren-pesantren. Apalagi selama ini, pendidikan tentang hidup sehat tergolong kesempatan yang jarang terjadi di lingkungan pesantren.

Saat ini, lanjut Ghofar, Pesantren Tebuireng mempunyai sebanyak 3.000 santri yang mondok dan 800-an santri yang tidak mondok. Ponpes Tebuireng juga telah menyediakan fasilitas kesehatan di pusat kesehatan pesantren. Yaitu poli rawat jalan dan poli rawat inap.

“Ada 30 tenaga medis yang bekerja di sana. Sering dilakukan tes terhadap kecukupan gizi dan kandungan hemoglobin yang ada dalam darah anak-anak. Ternyata memang rata-rata masih ada kekurangan dari angka normal standarnya,” ujar Ghofar.

Dalam kegiatan yang sama, Bio Farma juga menggelar lomba tulis bagi para santriwan dan santriwati di empat pesantren yang mengikuti kegiatan Santri Sehat 2018. Maka dari itu, para santriwan dan santriwati pun mendapat pelatihan menulis dari Redaktur Republika, Fernan Rahadi.

 

Sumber : http://www.republika.co.id/berita/pendidikan/eduaction/18/04/17/p7bejh291-ratusan-santri-tebuireng-diberi-pelatihan-kesehatan

Deddy Mizwar Apresiasi BUMN Dukung Wisata Geopark Ciletuh

By biofarma

Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar mengapreasiasi BUMN yang selama ini mendukung destinasi wisata Geopark Ciletuh di kawasan Sukabumi Jawa Barat.

Salah satu BUMN tersebut adalah Bio farma yang secara konsisten memberikan dukungannya terhadap seluruh kegiatan Geopark Ciletuh.

“Kepada Bio farma kami atas nama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat menghaturkan apresiasi yang selalu mendukung seluruh kegiatan Geopark Ciletuh Pelabuhan Ratu ini,” kata Wagub Jabar kepada wartawan di pantai Cimaja, Kabupaten Sukabumi Jawa Barat, Sabtu (14/10/2017).

Selama mengikuti dan mengawal proses penetapan Unesco Global Geopark pada September 2018. Biofarma memberikan dukungan sepenuhnya dalam kegiatan pembangunan destinasi wisata tersebut.

“Mudah-mudahan memberikan inspirasi kepada BUMN atau perusahaan lainya agar memberidak dukungan yang positif bagi Geopark Ciletuh,” jelas Demiz

Adapun Kepala Divisi PKBL, CSR dan EHS PT Bio farma, R Herry mengungkapkan AGAT 2017 merupakan salah satu rangkaian kegiatan untuk mempromosikan Geopark Nasional Ciletuh Palabuhanratu, salah satu media untuk menarik pengunjung yaitu mengundang peselancar kelas dunia untuk menikmati potensi ombak yang ada di kawasan geopark nasional Ciletuh Pelabuhanratu yaitu di kawasan Pantai Cimaja.

Selain itu, kegiatan ini menampilkan produk lokal masyarakat sekitar, sehingga dampak dari kegiatan ini akan meningkatkan ekonomi masyarakat. Kemudian dilakukan juga penanaman pohon butun di sekitar pantai Simaja.

“Kami selalu mendukung Geopark Ciletuh dari mulai pemberdayaan masyarakat, proses untuk pengakuan UNESCO sampai saat ini,” tutur Herry

Dia berharap AGAT menjadi agenda rutin setiap tahunnya, karena untuk mempromosikan keunikan dan keindahan potensi ombak Pantai Cimaja yang merupakan bagian dari pariwisata kawasan Geopark Ciletuh

“Semoga sektor pariwisata dikawasan Geopark terus meningkat, dan binaan CSR Bio Farma dikawasan Geopark turut berkembang dan lebih sejahtera dengan adanya Geowisata Ciletuh,” pungkasnya.

Penulis:Rahmat Saepulloh

Editor:Vicky Fadil

Foto: Rahmat Saepulloh

Sumber : Warta Ekonomi.co.id, Sukabumi

https://www.wartaekonomi.co.id/read157689/deddy-mizwar-apresiasi-bumn-dukung-wisata-geopark-ciletuh.html

CSR Kelas Global Ala Bio Farma Di Geopark Ciletuh Sukabumi

By biofarma

Bisnis.com, BANDUNG – PT Bio Farma (Persero) sebagai salah satu BUMN produsen vaksin dan life science tidak hanya fokus pada pengembangan produknya saja tapi juga serius menjalankan kegiatan corporate social responsibility (CSR).

Salah satu kegiatan CSR Bio Farma adalah program pengembangan budidaya ikan koi di Kabupaten Sukabumi. Pengelolaan budidaya ikan koi ini berbasis bio secure atau keamanan hayati yang mengadopsi proses produksi vaksin yang menjadi keahlian Bio Farma.

Adapun program pembangunan kampung pemuliaan domba Garut di Desa Wanaraja Kabupaten Garut difokuskan pada pengembangan pakan, kesehatan dan pengolahan limbah kotoran domba garut.

Selain itu, ada juga kegiatan CSR Bio Farma yang dilaksanakan berupa pengembangan desa geowisata di kawasan Geopark Ciletuh Sukabumi.

Bio Farma menargetkan Geopark Ciletuh ini mendapatkan pengakuan UNESCO pada tahun 2017.

“Ribuan proposal ditolak UNESCO tapi Bio Farma mampu menembus kegiatan CSR berskala global ini,” ujar Iskandar, Direktur Utama Bio Farma, Rabu (26/10/2016).

Pengembangan Geopark Ciletuh dikembangkan dengan memperhatikan tiga aspek, yaitu konservasi warisan geologi, keamanan hayati dan budaya, membangun kapasitas masyarakat lokal serta menjadikan Ciletuh sebagai produk wisata yang inovatif untuk meningkatkan ekonomi masyarakat.

“Ciletuh adalah peradaban baru,” ujar Iskandar.

Sementara itu, Kepala Bagian CSR Bio Farma  Zaki Zakaria mengatakan pembangunan Geopark Ciletuh ini berdampak pada ekonomi masyarakat.

Tahun 2014 pengunjung Ciletuh hanya 319 orang dan di tahun 2016 naik hingga 3.200 pengunjung.

“Keberhasilan Bio Farma didukung oleh stakeholders terintegrasi antara lain pemerintah, akademisi dan masyarakat Paguyuban Alam Pakidulan Sukabumi atau Papsi,” ujar Zaki.

Bio Farma juga memberikan pendampingan kepada pengusaha mikro berbahan dasar potensi lokal Ciletuh antara lain belut lokal yang diolah menjadi Unagi Kubayaki, beras hitam, gula palem dan mangga yang diolah menjadi kripik.

Adapun produk binaan Bio Farma, Batik Pakidulan, yang diproduksi menggunakan nano technology sehingga lebih ramah lingkungan.

HUT Ke-126, Bio Farma Makin Mencrang

By biofarma

Bisnis.com, BANDUNG–Memperingati Hari Ulang Tahun ke-126, Bio Farma, Bio Farma mengadakan acara Family Gathering di Trans Studio Bandung.

Acara ini bertemakan ‘’Bio Farma Mencrang’’ diikuti oleh seluruh karyawan beserta keluarga. Sekitar 4.500 peserta Family Gathering berkumpul di depan panggung utama Trans Studio Bandung untuk mengikuti beberapa rangkaian acara.

Acara utama dari Family Gathering adalah silaturahmi. Namun, untuk lebih memeriahkan acara, sekitar 90 karyawan Bio Farma menampilkan pertunjukan rampak gendang, tari tradisional dan Teater Sunda.

Hotman Permadi Widiarto, Ketua Panitia HUT Bio Farma 2016, mengatakan persiapan pertunjukan Seni Sunda dilakukan dari satu bulan lalu. Setelah jam kerja selesai, karyawan yang akan tampil berlatih selama empat hari dalam satu minggu. Namun, latihan dilakukan setiap hari selama satu minggu menjelang hari H−tanggal 6 Agustus 2016. Family Gathering kali ini dimeriahkan juga oleh penyanyi bersuara emas, Yura Yunita.

‘’Bio Farma kalau menggelar acara selalu seru dan menghibur. Bisa refreshing buat keluarga sekalian buat silaturahmi,” kata Cecep Koswara, karyawan bagian produksi vaksin difteri.

Ada pula pembagian penghargaan secara simbolis untuk karyawan yang akan mengakhiri masa bakti kerja, karyawan teladan dan karyawan baru, serta pembagian door prize . Setelah acara utama selesai, seluruh karyawan dan keluarga bebas menaiki wahana permainan di Trans Studio Bandung.

“Acaranya seru. Senang lihat cucu-cucu pada main,” kata Siti Sumpeni, salah satu keluarga karyawan Bio Farma.

 

Sumber : http://bandung.bisnis.com/read/20160808/34231/559123/hut-ke-126-bio-farma-makin-mencrang

 

 

 

[:en]Bisnis.com, BANDUNG–Memperingati Hari Ulang Tahun ke-126, Bio Farma, Bio Farma mengadakan acara Family Gathering di Trans Studio Bandung.

Acara ini bertemakan ‘’Bio Farma Mencrang’’ diikuti oleh seluruh karyawan beserta keluarga. Sekitar 4.500 peserta Family Gathering berkumpul di depan panggung utama Trans Studio Bandung untuk mengikuti beberapa rangkaian acara.

Acara utama dari Family Gathering adalah silaturahmi. Namun, untuk lebih memeriahkan acara, sekitar 90 karyawan Bio Farma menampilkan pertunjukan rampak gendang, tari tradisional dan Teater Sunda.

Hotman Permadi Widiarto, Ketua Panitia HUT Bio Farma 2016, mengatakan persiapan pertunjukan Seni Sunda dilakukan dari satu bulan lalu. Setelah jam kerja selesai, karyawan yang akan tampil berlatih selama empat hari dalam satu minggu. Namun, latihan dilakukan setiap hari selama satu minggu menjelang hari H−tanggal 6 Agustus 2016. Family Gathering kali ini dimeriahkan juga oleh penyanyi bersuara emas, Yura Yunita.

‘’Bio Farma kalau menggelar acara selalu seru dan menghibur. Bisa refreshing buat keluarga sekalian buat silaturahmi,” kata Cecep Koswara, karyawan bagian produksi vaksin difteri.

Ada pula pembagian penghargaan secara simbolis untuk karyawan yang akan mengakhiri masa bakti kerja, karyawan teladan dan karyawan baru, serta pembagian door prize . Setelah acara utama selesai, seluruh karyawan dan keluarga bebas menaiki wahana permainan di Trans Studio Bandung.

“Acaranya seru. Senang lihat cucu-cucu pada main,” kata Siti Sumpeni, salah satu keluarga karyawan Bio Farma.

Sumber : http://bandung.bisnis.com/read/20160808/34231/559123/hut-ke-126-bio-farma-makin-mencrang[:]

Bio Farma Gelar Book Talk “Life Science for A Better Life”

By biofarma

booktalk lifescience nov 15Bandung, 26 November 2015, Bio Farma gelar Book Talk “Life Science for A Better Life” untuk kedua kalinya. Kali ini kegiatan Book Talk “Life Science for A Better Life” diselenggarakan di lingkungan internal perusahaan tepatnya di Gedung Serba Guna PT Bio Farma (Persero) yang dihadiri oleh 100 peserta diantaranya karyawan Bio Farma, komunitas blogger, siswa SMK, mahasiswa dan komuitas CSR. Acara dihadiri oleh narasumber Yuswohady dan pemerhati CSR Ust. Dr. dr. Tauhid Nur Azhar, S.Ked., M.Kes. Sebelumnya peluncuran buku Life Science for A Better Life dilakukan di Kembang Goela, Jl. Jendral Sudirman Jakarta.

Menurut Rahman Rustan, Kepala Divisi Corporate Secretary, “Saat ini inovasi tidak hanya diakukan di bagian riset tetapi juga sudah harus mencakup seluruh bagian unit kerja. Buku ini sangat bagus, bagaimana kita mengelola keanekaragaman hayati dengan menggunakan life science sehingga tercipta kemandirian bangsa.”

Yuswohady juga mengatakan, “Saya baru tau indahnya ide yang dikeluarkan Pak Iskandar di Sukabumi, rupanya pemikirannya luar biasa. Pertama pemikiran mengenai teknologi, kedua nasionalisme, yang ketiga lebih luar biasa warna spiritualisme. Bio Farma dibikin bukan hanya untuk cari profit tapi bermanfaat untuk Indonesia. Sebenarnya buku ini tidak banyak menyinggung Bio Farma,tapi banyak menyinggung dunia yang sangat dibutuhkan Indonesia. Pak Iskandar berfikir ilmu yang sama yang diterapkan oleh virus dan bakteri bisa diterapkan untuk kemandirian bangsa.”

 

Sementara itu Ust. Dr. dr. Tauhid Nur Azhar, S.Ked., M.Kes., menuturkan “Pak Iskandar luar biasa, beliau sudah berfikir kearifan lokal yang luar biasa. Ada 3 hal yang dapat saya simpulkan, yaitu : optimalkan potensi fikir lewat ilmu, tingkatkan sensitifitas terhadap berbagai potensial yang telah Allah berikan, niatkan untuk melakukan perubahan transformasi.”

 

Diharapkan dengan adanya buku ini bisa menciptakan kemandirian dalam pemanfaatan kekayaan sumber daya hati Indonesia.

———-*****———-

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi:

N Nurlaela

Head of Corporate Communications Department.

PT Bio Farma (Persero)
Jl. Pasteur No. 28 Bandung – 40161 Indonesia
Phone : +62 22 2033755 ext. 37431 Fax : +62 22 2041306
Email : mail@biofarma.co.id Web : www.biofarma.co.id

Twitter | Instagram | Youtube : @biofarmaID