Safari Ramadhan; Dorong Kemandirian Difabel, Bio Farma Berikan Pelatihan Keterampilan Membuat Busana Muslim

By Bio Farma

(17/5) Pada bulan suci Ramadhan tahun 2019, Bio Farma kembali berbagi kebahagain kepada sesama, melalui program Safari Ramadhan 1440 H. Program ini berupa pemberian santunan untuk difabel, tunanetra, anak yatim, marbot masjid, dan bantuan untuk pesantren An Nahdlah Depok, sebagai bagian dari kegiatan BUMN Hadir Untuk Negeri.

Selain pemberian santunan, Bio Farma juga kembali mengadakan program mudik bersama, dan pasar murah. Seperti tahun – tahun sebelumnya, kegiatan ini dirangkai dengan buka puasa bersama keluarga besar karyawan Bio Farma, jajaran Komisaris, Direksi dan juga media massa. Kegiatan ini diselenggarakan pada tanggal 17 Mei 2019 di Masjid An Nuur Bio Farma.

Direktur Utama Bio Farma, M. Rahman Roestan mengatakan, pemberian santunan ini, merupakan program BUMN Hadir untuk negeri, dalam bentuk bantuan pangan murah dalam menyambut ramadhan, selain itu bagian dari semangat filosofi Bio Farma, dedicated to improve quality of life, atau berdedikasi untuk meningkatkan kualitas hidup.

“Kualitas hidup yang kami perhatikan tidak hanya dari sisi kesehatan saja, tapi juga dari sisi yang lain misalkan, pendidikan, ekonomi dan kemandirian mereka. Bagaimana bantuan yang kami berikan ini, bisa menjadikan mereka lebih mandiri dari sisi ekonomi dan sosial”, ungkap Rahman.

Bantuan yang dirangkai dalam kegiatan Safari Ramadhan 1440 H diberikan kepada enam orang difabel, Bio Farma memberikan bantuan pelatihan berupa pembuatan mukena, dan baju muslim yang sudah mulai dipasarkan.

Selain pelatihan untuk difabel, Bio Farma juga memberikan bantuan untuk 30 orang tunanetra, 125 marbot masjid, 170 anak yatim, pesantren, dengan total bantuan Rp 600 juta. Selain pemberian santunan, Bio Farma juga memberikan bantuan armada untuk 1000 pemudik yang akan diberangkatkan pada akhir bulan Ramadhan, dan penyelenggaraan pasar murah untuk daerah Kecematan Kertawangi dan Kecamatan Sukajadi dalam waktu dekat.

Mudik Bersama dan Pangan Murah

Bio Farma kembali menyelenggarakan program mudik gratis untuk Ramadhan tahun 2019 yang akan diselenggarakan pada minggu terakhir bulan Ramadhan.

Kegiatan ini sebagai bagian dari program Kementerin BUMN sebagai bentuk komitmen BUMN Hadir Untuk Negeri untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri 1440 H.
Menurut Sekretaris Perusahaan Bio Farma, Bambang Heriyanto, tahun ini Bio Farma akan menargetkan 1000 pemudik dengan rute Jawa Barat – Jawa Tengah melalui jalur utara dan selatan, “Program ini bertujuan untuk memudahkan pemudik yang biasa menggunakan roda dua, serta untuk menekan potensi kecelakaan lalu lintas, dan memberikan kenyamanan untuk pemudik, yang biasanya pergi bersama keluarga yang membawa bayi dan balita, sehingga mereka bisa merayakan hari kemenangan dengan perasaan tenang dan bahagia”, ungkap Bambang.

Selain program mudik, Bio Farma juga akan melaksanakan pasar murah secara serentak di dua tempat yaitu Kecamatan Sukajadi dan Desa Kertawangi Kec Cisarua, Bandung Barat yang merupakan daerah ring 1 Bio Farma, berupa Paket yang akan dibagikan berupa beras 10 kg, minyak goreng 2 liter, gula pasir 2 kg, senilai Rp 25.000,- sehingga mampu untuk dijangkau masyrakat pra sejahtera. Kegiatan ini akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini.

———-***———-

Untuk informasi lebih lanjut, media dapat menghubungi:
N. Nurlaela Arief
Head of Corporate Communications Dept.
Email : lala@biofarma.co.id
Bio Farma
Jl. Pasteur No. 28 Bandung
Telp : 62 22 2033755
Fax : 62 22 2041306

Menteri Keuangan Sri Mulyani Meninjau Fasilitas Riset dan Dukung Bio Farma untuk Pengembangan Ekspor Vaksin

By Bio Farma

Jum’at, 26 April 2019, Sri Mulyani meninjau fasilitas riset dan pengembangan vaksin Bio Farma di Bandung.  Kunjungan Sri Mulyani ini untuk mengetahui lebih lanjut kesiapan Bio Farma, setelah pada 16 April 2019, Direksi Bio Farma melakukan audiensi dengan Menteri Keuangan terkait rencana pengembangan ekspor dan kerja sama Bio Farma dengan berbagai lembaga internasional.

Rahman Roestan, Direktur Utama Bio Farma menyampaikan bahwa saat ini Bio Farma mendapat banyak kepercayaan dari lembaga internasional.

Selain kerja sama dengan Bill and Melinda Gates Foundation, PATH, UNICEF dan WHO, terdapat potensi kerjasama dengan pemerintah Maroko dalam pengembangan fasilitas produksi vaksin dan produk biologi lainnya”

“Saat ini tim Bio Farma sedang berada di Maroko untuk mendiskusikan lebih lanjut tentang kerjasama ini” tambah Rahman

Terkait dengan rencana berbagai kerjasama Bio Farma dengan pihak luar negeri, Menteri Keuangan menyampaikan bahwa pemerintah, dalam hal ini melalui Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (KPEI) mendukung pengembangan usaha Bio Farma dan akan melakukan pendampingan penuh khususnya mengenai pemberian fasilitas pembiayaan, penjaminan dan asuransi”

Bersamaan dengan peninjauan Sri Mulyani ke Bio Farma sekaligus mengecek langsung fasilitas riset dan pengembangan vaksin, paska dibentuknya Center of Excellence  Vaccine , Organization of Islamic Cooperation (OIC) di Gedung Riset Bio Farma.

Menteri Keuangan juga meninjau pelaksanaan investasi gedung-gedung dan mesin-mesin fasilitas produksi beserta penunjangnya, untuk meningkatkan kapasitas produk.

“Dengan kemampuan Bio Farma untuk memproduksi vaksin secara mandiri, sehingga bisa lebih efisien dari anggaran karena diproduksi di dalam negeri.

Produksi vaksin untuk kemandirian agar tidak di dominasi oleh negara-negara maju. Khususnya untuk menjaga ketersediaan produk vaksin di dalam negeri maupun pemenuhan vaksin untuk negara-negara berkembang, serta negara yang tergabung dalam organisasi kerjasama Islam  (OKI)” tambah Sri Mulyani

M.Rahman menjelaskan proses, manufacturing, kompleksitas vaksin dan produk life science serta menjelaskan pengembangan bahan baku produk.

Menteri Keuangan juga mendorong agar Bio Farma memanfaatkan secara optimal fasilitas bea masuk dan impor barang modal.

“Bio Farma mampu menghasilkan vaksin sendiri, masyarakat dapat menerima manfaat vaksin yang berkualitas tinggi dengan harga yang terjangkau, karena sebagain besar bahan baku vaksin merupakan hasil periset dalam negeri” tutup Rahman.

 

—*—

 

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi:

Nurlaela Arief

Head of Corporate Communications Dept.

Bio Farma

(022) 2033755 ext 37412

Email : lala@biofarma.co.id

Biocare : 15000810

 

Bill & Melinda Gates Foundation, PATH Percayakan Riset dan Pengembangan Produk Baru pada Bio Farma

By Bio Farma

Bandung, Bio Farma, Badan Kesehatan Dunia (WHO), Bill & Melinda Gates Foundation (BMGF), serta PATH mendiskusikan kerjasama riset dan pengembangan produk-produk baru Bio Farma ke depan, sejak 24 hingga 26 April di Bandung.

Bio Farma kembali mendapatkan kepercayaan lembaga penelitian dunia, untuk terlibat dalam penelitian dan produksi vaksin – vaksin terbaru, untuk mencegah beberapa penyakit, seperti penyakit polio yang akan eradikasi (musnah) pada tahun 2020 mendatang. Penelitian vaksin polio generasi terbaru (nOPV) ini, termasuk pengembangan teknologi vaksin, Uji Klinis tahap 1 – 3, hingga proses produksi.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Utama Bio Farma M. Rahman Roestan setelah menerima kunjungan tamu dari Bill and Melinda Gates Foundation (BMGF) sebagai salah satu lembaga dunia yang memiliki perhatian kesehatan masyarakat global, PATH, dan Badan Kesehatan Dunia (WHO) untuk membahas mengenai  pengembangan produksi  vaksin Polio generasi baru (nOPV).

“Bio Farma sudah sejak tahun 2012 bekerjasama dengan BMGF khususnya untuk transfer teknologi produk-produk masa depan, seperti vaksin novel OPV ini”.

Pada Oktober 2018 lalu, dalam pertemuan Annual Meeting IMF-World 2018 di Bali, BMGF telah menyatakan keinginannya untuk menindaklanjuti kerjasama dengan Bio Farma.

Bill & Melinda Gates Foundation sudah sejak lama peduli dengan kesehatan global. Salah satu langkah yang paling efektif dan memiliki biaya yang efisien adalah pencegahan penyakit. Pencegahan paling efektif, yakni melalui vaksin. Bill & Melinda Gates Foundation mencari mitra yang memiliki kapabilitas untuk bergabung.

“Kami dianggap memiliki kapabilitas untuk bergabung dan sudah berjalan prosesnya, bantuan yang diberikan disebut sudah berjalan sekitar lima tahun “ungkap Rahman.

Bill and Melinda Gates Foundation memang telah berperan besar dalam memberikan solusi-solusi terkait kesehatan anak di Indonesia. Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam Annual Meeting IMF-World Bank Group 2018, Bill & Melinda Gates Foundation menyampaikan akan membantu riset di Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melalui Bio Farma untuk pengembangan vaksin. Tujuannya, agar jenis vaksin terkait tidak hanya diproduksi oleh negara Barat. Indonesia diharapkan punya kapasitas sehingga bisa ikut menjadi pemain dunia di bidang produksi vaksin.

Sementara itu Direktur Perencanaan dan Pengembangan Bio Farma, Adriansjah Azhari mengatakan, riset vaksin – vaksin baru untuk nOPV ini, diawali dengan pembahasan transfer teknologi yang diterima oleh Bio Farma.

“Bentuk kerjasama ini akan dimulai dari proses penelitian, transfer teknologi, proses produksi, uji klinis dari tahap 1 – 3,  kami harapkan penelitian – peneltian vaksin baru ini, akan menambah portofolio Bio Farma, dan tidak hanya sampai disitu saja, semua hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi produk, sehingga bisa diterima pasar dalam waktu yang tepat (time to market)”, Ujar Adriansjah.

Dengan adanya penambahan portofolio produk terbaru, diharapkan pangsa pasar Bio Farma juga akan bertambah. Untuk tahun 2019, Bio Farma akan menambah pangsa pasar terutama untuk pasar Asia Tenggara, Afrika, dan stock pile untuk Eropa.

 

—*—

 

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi:

Nurlaela Arief

Head of Corporate Communications Dept.

Bio Farma

(022) 2033755 ext 37412

Email : lala@biofarma.co.id

Biocare : 15000810

 

 

 

 

Bio Farma Ajak Kampus Riset Produk Baru Vaksin

By Bio Farma

BALE SAWALA – Direktur Utama PT Bio Farma (Persero) Dr M Rahman Roestan mengajak para akademisi untuk berkolaborasi dalam mencari potensi untuk riset produk-produk baru vaksin Bio Farma. Rahman menyebut hingga kini sudah 14 vaksin produk Bio Farma yang diakui Badan Kesehatan Dunia WHO.

“Di kita tersebar potensi-potensi periset untuk membuat produk baru. Karena itu kami mengajak berkolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi mulai dari Unpad, ITB, sampai ke Indonesia bagian timur seperti Universitas Hasanuddin untuk membuat vaksin yang baru, agar kita ada kemandirian dalam kebutuhan vaksi dan tidak tergantung dengan vaksin impor,” ungkap Rahman kepada Balebandung.com usai jadi nara sumber Kuliah Umum Leadership Challenges in Digital Biotechnology Industry di Bale Sawala Kampus Unpad Jatinangor, Selasa (5/3/19).

Rahman menilai berkolaborasi dengan perguruan tinggi melalui Kemenristek Dikti sangat penting dalam rangka percepatan produk baru, selain terus mempererat sinergi dengan stakeholder terkait lainnya dengan Kementerian Kesehatan BPOM, dan Bappenas.

Di samping meningkatkan kolaborasi di dalam negeri, pihaknya juga terus mempererat sinergi dengan negara-negara Islam seperti yang tergabung dalam Organisasi Kerjasama Islam (OKI).

Sebelumnya, sejumlah delegasi negara OKI mengunjungi Bio Farma di Bandung pada 23 November 2018 untuk saling membantu dan menguatkan sehingga bisa tercapai kemandirian vaksin di negara OKI.

“Kerjasama dengan negara-negara Islam sangat penting, salah satunya dalam rangka kerjasama untuk kriteria halal produk farmasi. Nah, di negara-negara Islam pun vaksin Bio Farma sudah banyak digunakan dan tidak ada masalah sejauh ini,” imbuhnya.

Sementara di Indonesia sendiri, tukas Rahman, masih diperlukan adanya harmonisasi kriteria vaksin, material mana saja yang aman digunakan baik dari sisi kualitas maupun khasiatnya. “Karena itu kami juga gencar melakukan sosialisasi dengan melakukan syiar ke masjid-masjid, juga melalui media sosial,” pungkasnya.***

 

Sumber : http://www.balebandung.com/bio-farma-ajak-kampus-riset-produk-baru-vaksin/

Bio Farma Terus Percepat Penemuan Vaksin & Produk Life Science Baru Melalui FRLN

By Bio Farma
(Kiri – Kanan) Direktur Utama Bio Farma, Rahman Roestan (Kedua dari Kiri) menyerahkan Prosiding Forum Riset Lifescience Nasional Tahun 2017, kepada Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi RI, Mohamad Nasir (Kedua Kanan), disaksikan oleh. Direktur Jendral Penguatan Riset dan Pengembangan Muhammad Dimyati dan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Siswanto

JAKARTA, 13 September 2018. Bio Farma kembali mengumpulkan peneliti – peneliti level nasional dari seluruh Indonesia untuk berkumpul bersama, dalam rangkaian acara Forum Riset Life Science Nasional (FRLN), yang diselenggarakan pada tanggal 13 September 2018 di Jakarta. Kegiatan yang bertema “Riset dan Inovasi Bidang Life Science yang Berkelanjutan di Indonesia” bertujuan membangun sinergi antara Pemerintah, Perguruan Tinggi, Industri serta Komunitas pendukungnya, sebagai upaya agar vaksin dan biopharmaceutical buatan dalam negeri dapat segera terwujud.

Menurut Direktur Riset dan Pengembangan Bio Farma, Adriansjah Azhari sesuai dengan Instruksi Presiden No 6 Tahun 2016 mengenai Percepatan Pengembangan Industri Farmasi dan Alat Kesehatan, Bio Farma terus melakukan upaya percepatan dan kemandirian dalam pengembangan produk biopharmaceutical dan vaksin.

“Untuk mempercepat hilirisasi dan komersialisasi produk biopharmaceutical dan vaksin, Bio Farma memerlukan kerjasama dan juga dukungan dari berbagai pihak baik dari Pemerintah termasuk regulator, peneliti – baik peneliti yang berasal dari akademisi, lembaga riset, maupun komunitas, sehingga nantinya produk-produk baru bisa dinikmati oleh masyarakat luas secara tepat waktu sesuai kebutuhan”, ujar Adriansjah.

Direktur yang juga expert di bidang current Good Manufacturing Practice (cGMP) mengatakan bahwa Bangsa Indonesia layak kagum dan bangga dengan prestasi rekan-rekan peneliti life science di Indonesia. Di tengah berbagai keterbatasan yang ada, para peneliti yang tergabung dalam FRLN berhasil menunjukkan hasil kerja nyata. Pada saat acara FRLN 2018 akan diluncurkan prototipe kit HbsAg dan dan kit antiHBsAg yang masing – masing memiliki fungsi untuk mendeteksi virus HbsAg dan mendeteksi keberhasilan imunisasi. Kit tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Bio Farma, & ITB, serta merupakan penelitian lanjutan dari Konsorsium Hep B yang terdiri dari Lembaga Eijkman, ITB, BPPT dan Bio Farma.

Neni Nurainy, Peneliti Senior Bio Farma sekaligus Ketua FRLN 2018, menjelaskan lebih lanjut bahwa kit HbsAg temuan konsorsium riset Hepatitis B memiliki keunggulan dibanding kit diagnostik tipe screening yang ada di pasaran, yaitu mampu mendeteksi titer virus secara kuantitatif. Sehingga hasil diagnosa yang didapat akan lebih akurat menggambarkan kondisi pasien yang diperiksa dibanding kit screening yang hanya memberi hasil positif dan negatif.

Neni mengharapkan kehadiran kit diagnostik asli buatan negeri sendiri bisa menjadi jawaban atas kebutuhan masyarakat untuk melindungi diri dari ancaman infeksi Hepatitis B yang pada tahun 2017 diperkirakan menginfeksi 7,1% dari penduduk Indonesia.

Kendala Penelitian Life Science

Namun dibalik keberhasilan yang dicapai dengan susah payah tersebut, menurut Neni tersimpan kendala besar. Kebutuhan mendesak saat ini untuk menjaga keberlanjutan riset life science adalah ketersediaan pendanaan jangka panjang atau multi years untuk kelanjutan riset dari awal sampai menghasilkan luaran berupa produk.

“Selama ini jangka waktu pendanaan relatif pendek, tidak berkelanjutan, kadang satu tahun dapat dana, tetapi tahun berikutnya tidak dapat dana, sehingga target roadmap penelitian tidak tercapai. Pendanaan penelitian untuk Konsorsium masih competitive based dan terkadang persyaratan administrasi yang tidak terpenuhi. Kami mengharapkan Konsorsium riset yang telah terpilih secara kompetitif akan mendapat pendanaan jangka panjang hingga menghasilkan produk” lanjut Neni.

Lebih jauh Neni menjelaskan untuk mengatasi kendala tersebut pada FRLN 2018 akan dihadirkan pembicara dari Kemenristek Dikti, Kemenkeu, dan LPDP selaku pengelola dana penelitian milik negara. Diharapkan akan ditemukan solusi jangka panjang. Terutama pembiayaan untuk riset-riset rintisan.

Peneliti yang memiliki keahlian pengembangan vaksin rekombinan ini menambahkan bahwa disamping pendanaan jangka panjang, faktor lain yang menentukan keberlanjutan riset dan inovasi bidang life science di Indonesia adalah bagaimana membangun komunikasi yang baik antara industri, akademisi, pemerintah dan komunitas. Karena faktanya, ada beberapa penelitian yang sudah dilakukan oleh perguruan tinggi, ternyata tidak bisa dipakai oleh industri, karena belum sesuai dengan standar kebutuhan industri.

“Forum ini bertujuan untuk melakukan sinkronisasi antara kebutuhan industri khususnya produk vaksin dan biopharmaceutical, dengan penelitian yang dilakukan oleh perguruan tinggi / lembaga riset, sehingga nantinya, hasil penelitian dari institusi tersebut bisa ditindaklanjuti dan diproduksi dalam skala industri yang pada akhirnya bisa tercipta pemenuhan kebutuhan masyarakat sesuai dengan jenis penyakit yang sedang dihadapi oleh Indonesia” ujar Neni.

 

Tentang Forum Riset Life Science Nasional (FRLN)

Forum yang dibentuk pada tahun 2011 semula bernama Forum Riset Vaksin Nasional (FRVN) dibentuk atas inisiatif PT Bio Farma sinergi dengan Kemenristek, Lembaga Riset, Universitas dan Kemenkes. Forum yang selalu dihadiri oleh para periset/peneliti Indonesia dari Universitas, Pemerintah dan Industri, khususnya periset dalam bidang Vaksin dan Life Science, bertujuan untuk melakukan pengembangan vaksin dan produk Life Science baru dalam negeri untuk kemandirian riset Nasional.

FRLN 2018 akan diikuti oleh dua belas konsorsium dan working group riset, yaitu Human Immunodeficiency Virus (HIV), Hepatitis B, Human Human papillomavirus (HPV), Stemcell, Eritropoetin (EPO), Tuberculosis (TBC), Demam Berdarah (Dengue), Influenza, Malaria, Rotavirus, Stem Cell, Pneumococcus dan Delivery System.

———-***———-

 

Untuk informasi lebih lanjut, media dapat menghubungi:

Nurlaela Arief

Head of Corporate Communications Dept.

Email : lala@biofarma.co.id

Bio Farma Jl. Pasteur No. 28 Bandung

Telp : 62 22 2033755 Fax : 62 22 2041306

Ratusan Santri Tebuireng Diberi Pelatihan Kesehatan

By Bio Farma

REPUBLIKA.CO.ID, JOMBANG — Ratusan santriwan-santriwati Pondok Pesantren Tebuireng Jombang mendapat pelatihan kesehatan dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) produsen Vaksin dan Antisera Bio Farma pada Selasa (17/4). Kegiatan yang diselenggarakan atas bekerja sama dengan Republika ini masih merupakan rangkaian acara Santri Sehat 2018.

Hari sebelumnya, Bio Farma juga memberi pelatihan serupa kepada santriwan dan santriwati di Mambaus Sholihin Islamic Boarding School, Gresik. Rencananya pelatihan serupa juga akan diselenggarakan di Pesantren Pabelan Magelang, dan Pesantren As-Salam, Solo.

Hubungan Eksternal Bio Farma Yuni Miyansari mengungkapkan, kegiatan serupa sebenarnya sudah dilakukan Bio Farma sejak 2016. Hanya saja, kegiatan yang diselenggarakan dalam rangka memperingati Pekan Imunisasi Dunia tersebut, biasanya diselenggarakan di pesantren-pesantren di Jawa Barat.

“Tahun ini ingin melakukan di luar Jawa Barat. Maka digelar lah di wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah. Nanti akan diberi edukasi terkait kesehatan,” kata Yuni dalam sambutannya, Selasa.

Head of Corporate Communication Bio Farma Nurlaela Arief berharap, dengan adanya program ini, para santri, pengajar, dan pengurus pesantren mendapatkan gambaran edukasi pentingnya vaksin dan menjaga kesehatan di lingkungan pesantren. Apalagi, Bio Farma sebagai BUMN selalu mendukung pemerintah, karena memiliki tanggung jawab dalam meningkatkan kesadaran masyarakat. Khususnya generasi muda akan pentingnya vaksinasi.

Nurlaela juga mengungkapkan pentingnya gelaran Santri Sehat. Itu tak lain karena selain para santri sebagai generasi muda, serta para ustaz dan ustazah juga memiliki peranan yang cukup besar dalam mempengaruhi lingkungannya. “Mereka juga dapat menjadi agent of change atau agen penyebar informasi, untuk itu perlu diberikan informasi yang baik dan benar,” ujar Nurlaela.

Sekretaris Pesantren Tebuireng Jombang, Abdul Ghofar menyampaikan betapa pentingnya pelatihan tentang kesehatan digelar di pesantren-pesantren. Apalagi selama ini, pendidikan tentang hidup sehat tergolong kesempatan yang jarang terjadi di lingkungan pesantren.

Saat ini, lanjut Ghofar, Pesantren Tebuireng mempunyai sebanyak 3.000 santri yang mondok dan 800-an santri yang tidak mondok. Ponpes Tebuireng juga telah menyediakan fasilitas kesehatan di pusat kesehatan pesantren. Yaitu poli rawat jalan dan poli rawat inap.

“Ada 30 tenaga medis yang bekerja di sana. Sering dilakukan tes terhadap kecukupan gizi dan kandungan hemoglobin yang ada dalam darah anak-anak. Ternyata memang rata-rata masih ada kekurangan dari angka normal standarnya,” ujar Ghofar.

Dalam kegiatan yang sama, Bio Farma juga menggelar lomba tulis bagi para santriwan dan santriwati di empat pesantren yang mengikuti kegiatan Santri Sehat 2018. Maka dari itu, para santriwan dan santriwati pun mendapat pelatihan menulis dari Redaktur Republika, Fernan Rahadi.

 

Sumber : http://www.republika.co.id/berita/pendidikan/eduaction/18/04/17/p7bejh291-ratusan-santri-tebuireng-diberi-pelatihan-kesehatan

Deddy Mizwar Apresiasi BUMN Dukung Wisata Geopark Ciletuh

By biofarma

Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar mengapreasiasi BUMN yang selama ini mendukung destinasi wisata Geopark Ciletuh di kawasan Sukabumi Jawa Barat.

Salah satu BUMN tersebut adalah Bio farma yang secara konsisten memberikan dukungannya terhadap seluruh kegiatan Geopark Ciletuh.

“Kepada Bio farma kami atas nama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat menghaturkan apresiasi yang selalu mendukung seluruh kegiatan Geopark Ciletuh Pelabuhan Ratu ini,” kata Wagub Jabar kepada wartawan di pantai Cimaja, Kabupaten Sukabumi Jawa Barat, Sabtu (14/10/2017).

Selama mengikuti dan mengawal proses penetapan Unesco Global Geopark pada September 2018. Biofarma memberikan dukungan sepenuhnya dalam kegiatan pembangunan destinasi wisata tersebut.

“Mudah-mudahan memberikan inspirasi kepada BUMN atau perusahaan lainya agar memberidak dukungan yang positif bagi Geopark Ciletuh,” jelas Demiz

Adapun Kepala Divisi PKBL, CSR dan EHS PT Bio farma, R Herry mengungkapkan AGAT 2017 merupakan salah satu rangkaian kegiatan untuk mempromosikan Geopark Nasional Ciletuh Palabuhanratu, salah satu media untuk menarik pengunjung yaitu mengundang peselancar kelas dunia untuk menikmati potensi ombak yang ada di kawasan geopark nasional Ciletuh Pelabuhanratu yaitu di kawasan Pantai Cimaja.

Selain itu, kegiatan ini menampilkan produk lokal masyarakat sekitar, sehingga dampak dari kegiatan ini akan meningkatkan ekonomi masyarakat. Kemudian dilakukan juga penanaman pohon butun di sekitar pantai Simaja.

“Kami selalu mendukung Geopark Ciletuh dari mulai pemberdayaan masyarakat, proses untuk pengakuan UNESCO sampai saat ini,” tutur Herry

Dia berharap AGAT menjadi agenda rutin setiap tahunnya, karena untuk mempromosikan keunikan dan keindahan potensi ombak Pantai Cimaja yang merupakan bagian dari pariwisata kawasan Geopark Ciletuh

“Semoga sektor pariwisata dikawasan Geopark terus meningkat, dan binaan CSR Bio Farma dikawasan Geopark turut berkembang dan lebih sejahtera dengan adanya Geowisata Ciletuh,” pungkasnya.

Penulis:Rahmat Saepulloh

Editor:Vicky Fadil

Foto: Rahmat Saepulloh

Sumber : Warta Ekonomi.co.id, Sukabumi

https://www.wartaekonomi.co.id/read157689/deddy-mizwar-apresiasi-bumn-dukung-wisata-geopark-ciletuh.html

CSR Kelas Global Ala Bio Farma Di Geopark Ciletuh Sukabumi

By biofarma

Bisnis.com, BANDUNG – PT Bio Farma (Persero) sebagai salah satu BUMN produsen vaksin dan life science tidak hanya fokus pada pengembangan produknya saja tapi juga serius menjalankan kegiatan corporate social responsibility (CSR).

Salah satu kegiatan CSR Bio Farma adalah program pengembangan budidaya ikan koi di Kabupaten Sukabumi. Pengelolaan budidaya ikan koi ini berbasis bio secure atau keamanan hayati yang mengadopsi proses produksi vaksin yang menjadi keahlian Bio Farma.

Adapun program pembangunan kampung pemuliaan domba Garut di Desa Wanaraja Kabupaten Garut difokuskan pada pengembangan pakan, kesehatan dan pengolahan limbah kotoran domba garut.

Selain itu, ada juga kegiatan CSR Bio Farma yang dilaksanakan berupa pengembangan desa geowisata di kawasan Geopark Ciletuh Sukabumi.

Bio Farma menargetkan Geopark Ciletuh ini mendapatkan pengakuan UNESCO pada tahun 2017.

“Ribuan proposal ditolak UNESCO tapi Bio Farma mampu menembus kegiatan CSR berskala global ini,” ujar Iskandar, Direktur Utama Bio Farma, Rabu (26/10/2016).

Pengembangan Geopark Ciletuh dikembangkan dengan memperhatikan tiga aspek, yaitu konservasi warisan geologi, keamanan hayati dan budaya, membangun kapasitas masyarakat lokal serta menjadikan Ciletuh sebagai produk wisata yang inovatif untuk meningkatkan ekonomi masyarakat.

“Ciletuh adalah peradaban baru,” ujar Iskandar.

Sementara itu, Kepala Bagian CSR Bio Farma  Zaki Zakaria mengatakan pembangunan Geopark Ciletuh ini berdampak pada ekonomi masyarakat.

Tahun 2014 pengunjung Ciletuh hanya 319 orang dan di tahun 2016 naik hingga 3.200 pengunjung.

“Keberhasilan Bio Farma didukung oleh stakeholders terintegrasi antara lain pemerintah, akademisi dan masyarakat Paguyuban Alam Pakidulan Sukabumi atau Papsi,” ujar Zaki.

Bio Farma juga memberikan pendampingan kepada pengusaha mikro berbahan dasar potensi lokal Ciletuh antara lain belut lokal yang diolah menjadi Unagi Kubayaki, beras hitam, gula palem dan mangga yang diolah menjadi kripik.

Adapun produk binaan Bio Farma, Batik Pakidulan, yang diproduksi menggunakan nano technology sehingga lebih ramah lingkungan.

HUT Ke-126, Bio Farma Makin Mencrang

By biofarma

Bisnis.com, BANDUNG–Memperingati Hari Ulang Tahun ke-126, Bio Farma, Bio Farma mengadakan acara Family Gathering di Trans Studio Bandung.

Acara ini bertemakan ‘’Bio Farma Mencrang’’ diikuti oleh seluruh karyawan beserta keluarga. Sekitar 4.500 peserta Family Gathering berkumpul di depan panggung utama Trans Studio Bandung untuk mengikuti beberapa rangkaian acara.

Acara utama dari Family Gathering adalah silaturahmi. Namun, untuk lebih memeriahkan acara, sekitar 90 karyawan Bio Farma menampilkan pertunjukan rampak gendang, tari tradisional dan Teater Sunda.

Hotman Permadi Widiarto, Ketua Panitia HUT Bio Farma 2016, mengatakan persiapan pertunjukan Seni Sunda dilakukan dari satu bulan lalu. Setelah jam kerja selesai, karyawan yang akan tampil berlatih selama empat hari dalam satu minggu. Namun, latihan dilakukan setiap hari selama satu minggu menjelang hari H−tanggal 6 Agustus 2016. Family Gathering kali ini dimeriahkan juga oleh penyanyi bersuara emas, Yura Yunita.

‘’Bio Farma kalau menggelar acara selalu seru dan menghibur. Bisa refreshing buat keluarga sekalian buat silaturahmi,” kata Cecep Koswara, karyawan bagian produksi vaksin difteri.

Ada pula pembagian penghargaan secara simbolis untuk karyawan yang akan mengakhiri masa bakti kerja, karyawan teladan dan karyawan baru, serta pembagian door prize . Setelah acara utama selesai, seluruh karyawan dan keluarga bebas menaiki wahana permainan di Trans Studio Bandung.

“Acaranya seru. Senang lihat cucu-cucu pada main,” kata Siti Sumpeni, salah satu keluarga karyawan Bio Farma.

 

Sumber : http://bandung.bisnis.com/read/20160808/34231/559123/hut-ke-126-bio-farma-makin-mencrang

 

 

 

[:en]Bisnis.com, BANDUNG–Memperingati Hari Ulang Tahun ke-126, Bio Farma, Bio Farma mengadakan acara Family Gathering di Trans Studio Bandung.

Acara ini bertemakan ‘’Bio Farma Mencrang’’ diikuti oleh seluruh karyawan beserta keluarga. Sekitar 4.500 peserta Family Gathering berkumpul di depan panggung utama Trans Studio Bandung untuk mengikuti beberapa rangkaian acara.

Acara utama dari Family Gathering adalah silaturahmi. Namun, untuk lebih memeriahkan acara, sekitar 90 karyawan Bio Farma menampilkan pertunjukan rampak gendang, tari tradisional dan Teater Sunda.

Hotman Permadi Widiarto, Ketua Panitia HUT Bio Farma 2016, mengatakan persiapan pertunjukan Seni Sunda dilakukan dari satu bulan lalu. Setelah jam kerja selesai, karyawan yang akan tampil berlatih selama empat hari dalam satu minggu. Namun, latihan dilakukan setiap hari selama satu minggu menjelang hari H−tanggal 6 Agustus 2016. Family Gathering kali ini dimeriahkan juga oleh penyanyi bersuara emas, Yura Yunita.

‘’Bio Farma kalau menggelar acara selalu seru dan menghibur. Bisa refreshing buat keluarga sekalian buat silaturahmi,” kata Cecep Koswara, karyawan bagian produksi vaksin difteri.

Ada pula pembagian penghargaan secara simbolis untuk karyawan yang akan mengakhiri masa bakti kerja, karyawan teladan dan karyawan baru, serta pembagian door prize . Setelah acara utama selesai, seluruh karyawan dan keluarga bebas menaiki wahana permainan di Trans Studio Bandung.

“Acaranya seru. Senang lihat cucu-cucu pada main,” kata Siti Sumpeni, salah satu keluarga karyawan Bio Farma.

Sumber : http://bandung.bisnis.com/read/20160808/34231/559123/hut-ke-126-bio-farma-makin-mencrang[:]

Bio Farma Gelar Book Talk “Life Science for A Better Life”

By biofarma

booktalk lifescience nov 15Bandung, 26 November 2015, Bio Farma gelar Book Talk “Life Science for A Better Life” untuk kedua kalinya. Kali ini kegiatan Book Talk “Life Science for A Better Life” diselenggarakan di lingkungan internal perusahaan tepatnya di Gedung Serba Guna PT Bio Farma (Persero) yang dihadiri oleh 100 peserta diantaranya karyawan Bio Farma, komunitas blogger, siswa SMK, mahasiswa dan komuitas CSR. Acara dihadiri oleh narasumber Yuswohady dan pemerhati CSR Ust. Dr. dr. Tauhid Nur Azhar, S.Ked., M.Kes. Sebelumnya peluncuran buku Life Science for A Better Life dilakukan di Kembang Goela, Jl. Jendral Sudirman Jakarta.

Menurut Rahman Rustan, Kepala Divisi Corporate Secretary, “Saat ini inovasi tidak hanya diakukan di bagian riset tetapi juga sudah harus mencakup seluruh bagian unit kerja. Buku ini sangat bagus, bagaimana kita mengelola keanekaragaman hayati dengan menggunakan life science sehingga tercipta kemandirian bangsa.”

Yuswohady juga mengatakan, “Saya baru tau indahnya ide yang dikeluarkan Pak Iskandar di Sukabumi, rupanya pemikirannya luar biasa. Pertama pemikiran mengenai teknologi, kedua nasionalisme, yang ketiga lebih luar biasa warna spiritualisme. Bio Farma dibikin bukan hanya untuk cari profit tapi bermanfaat untuk Indonesia. Sebenarnya buku ini tidak banyak menyinggung Bio Farma,tapi banyak menyinggung dunia yang sangat dibutuhkan Indonesia. Pak Iskandar berfikir ilmu yang sama yang diterapkan oleh virus dan bakteri bisa diterapkan untuk kemandirian bangsa.”

 

Sementara itu Ust. Dr. dr. Tauhid Nur Azhar, S.Ked., M.Kes., menuturkan “Pak Iskandar luar biasa, beliau sudah berfikir kearifan lokal yang luar biasa. Ada 3 hal yang dapat saya simpulkan, yaitu : optimalkan potensi fikir lewat ilmu, tingkatkan sensitifitas terhadap berbagai potensial yang telah Allah berikan, niatkan untuk melakukan perubahan transformasi.”

 

Diharapkan dengan adanya buku ini bisa menciptakan kemandirian dalam pemanfaatan kekayaan sumber daya hati Indonesia.

———-*****———-

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi:

N Nurlaela

Head of Corporate Communications Department.

PT Bio Farma (Persero)
Jl. Pasteur No. 28 Bandung – 40161 Indonesia
Phone : +62 22 2033755 ext. 37431 Fax : +62 22 2041306
Email : mail@biofarma.co.id Web : www.biofarma.co.id

Twitter | Instagram | Youtube : @biofarmaID