Komunitas Lari Karyawan Bio Farma Dampingi Anak Down Syndrome Berlari sejauh 1.6 KM

By Bio Farma

Bio Farma, turut serta ambil bagian dalam peringatan Hari Sindroma Down Sedunia (HSDD) 2019, yang diselenggarakan oleh Pusat Informasi dan Kegiatan  Persatuan Orang Tua Anak dengan Downs Syndrome (PIK – POTADS) Bandung, pada tanggal 31 Maret 2019. HSDD yang diperingati setiap tanggal 21 Maret, tahun ini mengambil tema “no one leave behind on education atau semua harus sekolah” yang mengkampanyekan bahwa anak down syndrome (ADS) pun memiliki hak yang sama dengan anak lainnya dalam hal pendidikan dan juga kegiatan lainnya.

Komunitas lari Bio Farma, BioRunner, mendapatakan kesempatan untuk mengambil bagian dari acara ini sebagai pengatur jalannya acara Fun Run, agar ADS dan running buddies berlari dengan rasa nyaman sepanjang 1.6 KM, ketua BioRunner, dr. Asep Irham mengatakan “Kegiatan berlari merupakan kegiatan positif yang dapat membantu ADS untuk bisa bersosialisasi dengan orang-orang sekitar. Selama ini kita tahu kalau ADS seringkali dikucilkan. Maka dengan melibatkan mereka di kegiatan outdoor, diharapkan rasa percaya diri ADS dan orang tua mereka semakin tumbuh dan diharapkan bisa menghilangkan stigma yang muncul pada masyarakat”, Ujar dr. Asep.

Kordinator acara HSDD Rina Suyani, mengatakan bahwa acara ini bertujuan untuk memperkenalkan anak Down Syndrome ke masyarakat umum, bahwa mereka (ADS) ada di tengah – tengah masyarakat dan memiliki hak yang sama dengan masyarakat lainnya, khususnya dalam bidang pendidikan, “Sejalan dengan tema dunia yaitu Semua harus sekolah, acara ini dimulai dengan ADS akan berlari dari dago menuju Balai kota didampingi oleh pendamping dan mendapat kesempatan untuk tampil dalam pentas seni serta menari (flash mob) bersama seluruh peserta”, ungkap Rina. Di Balai kota Bandung ini, akan berkumpul sebanyak 600 ADS beserta keluarganya yang berasal dari seluruh Indonesia.

Sementara itu salah satu orang tua peserta fun run ADS, Edo Hutapea mengapresiasi acara ini dan mengajak masyarakat untuk menghapus stigma mengenai ADS, “Kami berharap tidak ada lagi stigma tentang ADS, justru kita harus membantu mereka, untuk  menumbuhkan rasa kepercayaan diri mereka untuk bergaul ditengah masyarakat”. Ungkap Edo Hutapea.

—*—

 

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi:

N Nurlaela Arief

Head of  Corporate Communications Dept.

Bio Farma

(022) 2033755 ext 37412

Email : lala@biofarma.co.id

Vaccinology Training Kembali Digelar di Bio Farma yang Diikuti oleh 80 Dokter Seluruh Indonesia

By Bio Farma

Acara ini dapat terselenggara atas  kerjasama antara PAPDI, Satgas Imunisasi Dewasa dan Bio Farma.

Sejumlah pakar vaksin hadir sebagai pembicara hari ini, tanggal 9 Februari 2019 di Bio Farma

Prof Dr dr Samsuridjal Djauzi,SpPD,K-AI ; Dr Benget Saragih,M.Epid; Dr dr Iris Rengganis,SpPD,K-AI; Dr dr Sukamto Koesnoe, SpPD,K-AI; Prof Dr dr Kusnandi Rusmil,SpA(K),MM, dr Primal Sudjana, SpPD,KPTI

Selain mendapatkan ilmu update tentang vaksin dewasa, vaksin traveller, peserta  juga mendapat materi tambahan dari Bio Farma tentang produk yang telah lulus PQ WHO dan pengelolaan cold chain yang baik dan benar sebagai bekal utama dalam standar layanan vaksin sesuai Permenkes 23 Tahun 2018 tentang penerbitan sertifikasi vaksin internasional.

Sebelum peserta kembali ke tempat masing-masing, dipersilahkan untuk meninjau layanan vaksinasi @imunicare.biofarma ( #imunicarebybiofarma ) dan museum Biofarma

Selamat berkiprah bersama membangun Indonesia kuat dan sehat ya para sejawat,  tentunya melalui salah satu upaya preventif yaitu imunisasi dengan vaksin yang terjaga kualitasnya.

 

Mau imunisasi …?

Ya Imunicare

 

#biofarma

#imunicare

#imunicarebybiofarma

#solutiontoimmunity

#vaksin

#vaccinationbeforevacation

#vaccinologytraining

 

*-*

 

Untuk informasi Media, Hubungi :

N.Nurlaela Arief

Head of Corporate Communications Dept.

Bio Farma

Email : lala@biofarma.co.id

Mobile : 081910102649 : 62 22 2033755

www.biofarma.co.id

Bio Care : 1500810

 

Perluas Layanan Imunisasi, Bio Farma Luncurkan Imunicare

By Bio Farma

Bio Farma memperkenalkan layanan terbaru imunisasi dengan nama Imunicare, kepada masyarakat kota Bandung, diawali dengan “Petualangan Imunisasi Bersama Imunicare”. Acara yang merupakan Soft launching dari Imunicare ini, dilaksanakan pada hari Minggu 27 Januari 2019, dengan mengundang 10 komunitas ibu dan balita serta beberapa komunitas lari yang ada dikota Bandung dengan diisi berbagai kegiatan yang membangun kreativitas anak dan balita.

Sosialisasi Imunicare juga dilakukan pada momen Rapat Kerja Rencana Aksi 2019, Senin 28 Januari 2019 oleh M. Rahman Roestan, Direktur Utama Bio Farma disertai jajaran Direksi, disaksikan oleh Asisten Deputi Industri Agro & Farmasi 2 Kementerian BUMN, Agus Suharyono.

Menurut Direktur Pemasaran Bio Farma, Sri Harsi Teteki, Imunicare merupakan upaya dari Bio Farma untuk turut serta menyehatkan masyarakat Indonesia melalui pemberian imunisasi.

“Imunicare merupakan layanan dari klinik imunisasi Bio Farma yang bertujuan untuk mendekatkan pelayanan ke masyarakat, sehingga masyarakat mendapatkan akses dan solusi untuk meningkatkan imunitas, yang tentu saja dengan harga terjangkau dan ketersediaan jenis vaksin yang lengkap,  serta terjamin kualitas dan keaslian dari produknya”, ujar Teki, panggilan akrab Sri Harsi Teteki.

Teki menambahkan dengan layanan baru Imunicare, yang berbasis Customer Focus dan Friendly Experience, masyarakat dari segala usia, tidak khawatir dan tidak takut untuk mendapatkan imunisasi.

Sementara itu, Kepala Divisi Divisi Unit Klinik & Imunisasi Bio Farma, Tjut Vina mengatakan layanan Imunisasi di Imunicare, tidak terbatas hanya untuk balita saja, tetapi juga bisa untuk dewasa, dengan tagline Solution to Immunity, kami hadir terutama bagi masyarakat yang akan bepergian ke luar negeri, termasuk vaksin untuk ibadah haji dan umrah.

“Kami sudah bekerja sama dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), sehingga untuk pelayanan vaksinasi Meningitis bisa dilakukan di Imunicare. Selain vaksinasi untuk haji / umrah, di Imunicare juga tersedia vaksin yang diperlukan untuk para traveller, atau yang akan melakukan studi ke luar negeri, yang membutuhkan persyaratan vaksin-vaksin tertentu”, Ujar Tjut Vina.

Tjut Vina menambahkan penambahan layanan ini tidak hanya pemberian imunisasi saja, tetapi juga penambahan jenis vaksin seperti vaksin meningitis yang dibutuhkan oleh calon Jemaah haji dan umrah, juga untuk vaksin bagi pegiat travelling.

Melalui penyedian vaksin yang berkualitas dan terjamin keasliannya, layanan Imunicare yang saat ini  berlokasi di Jl. Pasteur No 28 Bandung,  Kedepannya, akan melayani seluruh negeri, sehingga membantu meningkatkan akses terhadap vaksin dan mendorong cakupan imunisasi nasional program Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

 

———-***———-

Untuk informasi Media, Hubungi :

N.Nurlaela Arief

Head of Corporate Communications Dept.

Bio Farma

Email : lala@biofarma.co.id

Mobile : 081910102649 : 62 22 2033755

www.biofarma.co.id

Bio Care : 1500810

Dirut Bio Farma Raih Top Leader on IT Leadership 2018

By Bio Farma

Jakarta, 6 Desember 2018. M. Rahman Rustan Direktur Utama Bio Farma raih penghargaan Top Leader on IT Leadership 2018 dari Majalah It Work yang diserahkan langsung oleh Ketua Penyelenggara dan Pemimpin Redaksi Majalah IT Works, M. Lutfi Handayani, MM, MBA. Selain itu Bio Farma juga meraih TOP IT on Digital Track and Trace System 2018. Penghargaan ini merupakan inovasi digitalisasi untuk menghindari produk vaksin palsu .

Menurut Rahman, “Track & Trace merupakan inovasi digital yang diinisiasi Bio Farma, inovasi ini sudah diuji coba terhadap produk terbaru Bio Farma di beberapa titik distribusi sampai ke konsumen”

“kedepannya, sistem ini direncanakan akan di terapkan untuk produk Bio Farma secara bertahap, saat ini  produk  vaksin Bio Farma  sudah didistribusikan ke lebih dari 140 negara”

Rahman menambahkan “saat ini Indonesia memasuki revolusi industri 4.0. Dalam Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) Bio Farma tahun 2018 – 2022 pun sudah direncanakan transformasi digital menuju industri 4.0 dengan penggunaan teknologi business intelligence, big data dan bioinformatic, sehingga peran Teknologi Informasi dapat membantu manajemen dalam pengambilan keputusan bisnis (enabler) dan menuju ke arah driver”.

Adopsi trasformasi digital Bio Farma  fokus setidaknya kepada tiga area utama yaitu customer experience, operational processes, dan business model dengan sasaran  harus meningkatkan kepuasan pelanggan, efisiensi operasional, mempercepat proses pengambilan keputusan dan cepat dalam beradaptasi terhadap perubahan.

Dalam implementasi transformasi digital ini melibatkan karyawan, khususnya pada Divisi Teknologi Informasi, dan juga dengan berkolaborasi dengan akademisi dan lembaga riset  serta sharing capacity dengan  BUMN dan Kementerian BUMN.

Sebelum meraih penghargaan ini, Bio Farma sudah melewati tahapan penilaian dengan menjawab kuesioner, melakukan sesi wawancara, dan presentasi dihadapan para penilai, yang dilaksanakan pada tanggal 1 November 2018.

“Menghadapi era disruptive technology dan era industri 4.0, kami menyiapkan proses bisnis untuk mengimplementasikan smart technology, diantaranya proses material handling, storage dan proses produksi yang terintegrasi dan terkoneksi dengan sistem pencatatan dan analisa data”.

“Adapun pada bidang riset, kami sudah mulai mengembangkan bioinformatics untuk percepatan R&D produk-produk baru. Time to market produk baru menjadi kunci agar peningkatan daya saing industri bioteknologi dan farmasi nasional bisa dicapai” tutup Rahman.

 

—*—

 

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi:

N Nurlaela Arief

Head of  Corporate Communications Dept.

Bio Farma

(022) 2033755 ext 37412

Email : lala@biofarma.co.id

Badan POM RI Siap Membantu Percepatan Vaksin Halal Bio Farma

By Bio Farma

(28/11/) Kepala Badan POM RI, Penny K Lukito, mengunjungi Bio Farma pada tanggal 28 November 2018, untuk menindaklanjuti potensi kerjasama sebagai hasil dari pertemuan internasional The First Meeting of Heads of National Medicines Regulatory Authorities (NMRAs) from OIC Member Countries, yang baru saja diselenggarakan pada tanggal 20 – 23 Novemeber 2018, di Jakarta dan Bandung.

Kegiatan yang dihadiri oleh Kepala Otoritas Medis dan Regulator negara Organisasi Kerjasama Islam (OKI) tersebut, menghasilkan Deklarasi Jakarta yang berisi diantaranya komitmen bersama untuk mewujudkan kemandirian dalam bidang produksi obat dan vaksin dan juga akses untuk mendapatkannya, serta mewujudkan Sustainable Development Goals (SGDs) ke-3 tentang Kesehatan dan Kesejahteraan yang baik, dan penelitian dan pengembangan vaksin dan obat-obatan untuk penyakit menukar dan penyakit tidak menular di negara berkembang.

Posisi Bio Farma sebagai produsen lifescience dari negara anggota OIC yang sudah memiliki PQ-WHO, dan sebagai Centre of Excellence  untuk vaksin dan Bioteknologi dijadikan acuan negara OKI untuk dapat memiliki kemampuan yang sama dengan Indonesia dalam pembuatan vaksin. Hal ini mengingat negara OKI pada dasarnya mempunyai potensi yang baik untuk membuat vaksin atau produk lifescience lainnya.

Menurut Peny K Lukito, dengan ditunjuknya Bio Farma sebagai Centre of Excellence untuk vaksin, memberikan kebanggaan tersendiri, karena tentu saja hal ini dapat mengangkat pemerintahan Indonesia, dimata dunia, karena Indonesia leading diantara negara-negara muslim untuk pembuatan vaksin “Pemerintah dalam hal CoE bisa mendorong untuk masuk ke pangsa pasar lain (lebih luas) dan banyak hal yang bisa kita lakukan bersama dan membantu bio farma untuk untuk terus berkembang untuk pembuatan produk lainnya”, ujar Penny.

Penny K Lukito menambahkan, pembuatan perlu ada percepatan untuk pembuatan vaksin halal, dan BPOM siap untuk membantu Bio Farma untuk percepatan pembuatan vaksin halal, termasuk pembentukan Working Group antara Heads of National Medicines Regulatory Authorities (NMRAs) untuk menyamakan pemahaman mengenai kriteria vaksin halal.

Sementara itu, Direktur Utama Bio Farma menyampaikan bahwa, hasil dari ditunjuknya indonesia sebagai CoE berhasil mendatangkan partner strategis dan potensial untuk Bio Farma, untuk bidang alih teknologi maupun dari sisi penelitian dan pengembangan, “Secara bertahap Bio Farma akan membantu proses downstream pembuatan vaksin untuk salah satu perusahaan di Arab Saudi,. Kemudian, untuk bidang penelitian, Bio Farma akan menggandeng Tunisia dan Maroko, karena kami melihat negara OIC memiliki potensial researcher, dalam bidang bioteknologi, sehingga diharpkan vaksin yang sesuai dengan syariah Islam dapat ditemukan”, ujar Rahman.

Kesiapan Bio Farma untuk memproduksi vaksin halal, menurut Direktur Perencanaan dan Pengembangan Bio Farma, Adriansjah Azhari mengatakan hal lain yang harus diperhatikan adalah Keamanan, Keampuahan dan Keefektifan dari vaksin tersebut. Oleh karenanya, sejak tahun 2010, Bio Farma membentuk Kelompok Kerja untuk mengawal proses mendapatkan sertifikathalal, yang terdiri dari tim teknis dan no teknis.

 

———-***———-

 

Untuk informasi Media, Hubungi :

N.Nurlaela Arief

Head of Corporate Communications Dept.

Bio Farma

Email : lala@biofarma.co.id

Mobile : 081910102649 : 62 22 2033755

www.biofarma.co.id

Bio Care : 1500810

Komitmen Bio Farma Terapkan Pola Gerakan Masyarakat Hidup Sehat

By Bio Farma

(01/11) Direktur SDM & Umum Bio Farma, Disril Revolin Putra (ketiga Kiri) bersama 13 pelaku usaha di kota Bandung menandatangani Komitmen Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) bersama Pemerintah Kota Bandung yang dilakukan oleh Walikota Bandung M.Oded Danial (Kedua kanan) dan Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung, dr Rita Verita (kanan), pada tanggal 1 November 2018 di GSG Bio Farma. Oded M Danial, mengajak semua pelaku usaha yang berada di Bandung, untuk berkomitmen ikut serta menyehatkan masyarakat kota Bandung, sebagai Pilar Pembangunan kota Bandung, antara lain, Menyelenggarakan Aktivitas Fisik / Olaharaga Di Lingkungan Usaha, Memeriksakan Kesehatan Secara Berkala, Menerapkan Kawasan Tanpa Rokok Di Lingkungan Usaha Dan Membina Salah Satu Posyandu Di Wilayah Kerja Setiap Perusahaan.

Menteri Rini, Lepas Ekspor Produk Vaksin ke Pakistan, Turki dan Honduras

By Bio Farma

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno tunjukan komitmen dan dukungan peningkatan ekspor dari BUMN berbagai sektor.  Rini hadir langsung melepas ekspor produk vaksin Bio Farma, setelahnya sebelumnya melepas produk dari Pindad dan LEN Industri di Bandung, Rabu (31/10/2018).

Menurut Rini, “Di sektor industri Farmasi, BUMN didorong untuk memproduksi produk farmasi yang memiliki nilai tambah,  BUMN yang telah memiliki produksi melebihi kebutuhan dalam negeri kami dorong untuk meningkatkan ekspor.  Sesuai dengan INPRES No 6 tahun 2016 tentang percepatan pengembangan industri farmasi dan alat kesehatan”.

Rini menambahkan, “Bio Farma agar terus meningkatkan kemandirian bahan baku vaksin, memprioritaskan kebutuhan dalam negeri, serta kapasitas lebih dapat diekspor untuk membantu pasokan kebutuhan vaksin global”.

Sementara itu, M. Rahman Roestan, Direktur Utama Bio Farma, turut hadir dan menyampaikan “Bio Farma sudah lama mengekspor produk vaksin, kami memulai ekspor perdana pada tahun 1998, satu tahun setelah produk vaksin kami mendapat pra-kualifikasi dari Badan Kesehatan Dunia (WHO)”.

“Hari ini, terdapat pengiriman ke empat (4) negara tujuan ekspor. Tiga (3) diantaranya adalah finished product vaksin Polio  (bOPV-20 dosis)  ke Pakistan dan ke Turkey, serta vaksin Difteri Tetanus Pertusis (DTP) 10 dosis ke Honduras, Amerika Tengah. Selain itu kami juga ada pengiriman bulk (bahan setengah jadi atau intermediate product) Polio ke India”.tambahnya

“Jadi, total nilai ekspor vaksin yang dilepas hari ini, sebesar  USD 5,18 juta atau sekitar 75 Miliar rupiah”  yang diekspor terdiri dari 50 juta dosis bulk polio ke India sedangkan ke Pakistan, Turkey dan Honduras sekitar sebanyak 1 juta vial vaksin bOPV-20 dosis dan 10 dosis”. ungkap Rahman.

Menteri Rini menambahkan “Kami bangga dengan konsistensi dan pencapaian Bio Farma yang sudah beberapa kali meraih penghargaan Primaniyarta dan yang terbaru yaitu kategori Pelopor Pasar Baru dari Kementerian Perdagangan yang diserahkan langsung oleh Presiden RI”.

“Raihan penghargaan tersebut atas keberhasilan Bio Farma dalam memperluas pasar vaksin, dengan menambah jumlah market di negara-negara benua Asia dan Afrika, sehingga sampai dengan 2018, produk vaksin Bio Farma sudah digunakan di lebih dari 140 negara”tutup Rini.

 

**-**

 

Tentang Bio Farma

Bio Farma merupakan  BUMN produsen Vaksin dan Antisera, saat ini berkembang menjadi  perusahaan Life Science, didirikan 6 Agustus 1890. Selama 128 tahun pendiriannya Bio Farma telah berkontribusi untuk meningkatkan kualitas hidup bangsa, baik di Indonesia maupun mancanegara. Lebih dari 140 negara telah menggunakan produk Vaksin Bio Farma terutama negara – negara berkembang, dan 49 diantaranya adalah negara yang tergabung dalam Organisasi Kerjasama Islam (OKI). Dengan kapasitas produksi lebih dari 2 Miliar dosis pertahun, merupakan terbesar di Asia Tenggara. Bio Farma telah memenuhi kebutuhan vaksin Nasional, termasuk kebutuhan vaksin untuk Jemaah Haji dan Umrah, serta kebutuhan vaksin dunia melalui WHO dan UNICEF. Dengan filosofi Dedicated to Improve Quality of Life, Bio Farma berperan aktif dalam meningkatkan ketersediaan dan kemandirian produksi Vaksin di negara-negara berkembang dan negara-negara Islam untuk menjaga keamanan kesehatan global (Global Health Security).

 

Tentang Ekspor Vaksin Bio Farma

Bio Farma hampir setiap pekan mengirimkan produk ke mancanegara, mayoritas negara berkembang dan negara Islam. Selain produk akhir vaksin yang didistribusikan melalui lembaga Internasional UNICEF, PAHO, Bio Farma juga melakukan ekspor dalam bentuk bulk vaksin atau intermediate produk yang nantinya akan di formulasi dan dikemas menjadi produk akhir vaksin. Ekspor produk Vaskin Bio Farma dilakukan melalui bilateral dan melalui beberapa produsen vaksin langsung. Beberapa produsen yang membeli bulk antara lain produsen vaksin di India, perusahaan di Belgia, Turki, Mexico, Mesir, Thailand, Filipina, dan beberapa negara lain. Beberapa jenis vaksin yang diekspor sepanjang bulan September sampai dengan Desember 2018 terdiri dari vaksin polio, campak, TT, DTP, Td. Dengan tingkat komponen dalam negeri  (TKDN) yang lebih tinggi sehingga Bio Farma turut menciptakan kemandirian bahan baku vaksin.

 

Informasi lebih lanjut www.biofarma.co.id

 

 

***-***

Untuk informasi Media, Hubungi  :

N.Nurlaela Arief

Head of Corporate Communications Dept.

Bio Farma

Email : lala@biofarma.co.id

Mobile : 081910102649  : 62 22 2033755

www.biofarma.co.id

Bio Care : 1500810

 

Konsisten Perluas Ekspor Pasar Baru, Bio Farma raih kembali Penghargaan Primaniyarta 2018

By Bio Farma

PT Bio Farma meraih kembali Penghargaan Primaniyarta kategori Pelopor Pasar Baru dari Kementerian Perdagangan, diterima oleh Sri Harsi Teteki, Direktur Pemasaran Bio Farma yang diserahkan langsung oleh Presiden Joko Widodo, di Indonesia Convention Exhibition, BSD Tangerang Banten, Rabu (24/10).

“Kami satu-satunya BUMN yang mendapat apresiasi dari Pemerintah, tentunya turut serta berkontribusi bagi negara, kami terus upayakan peningkatan kapasitas dan kapabilitas produksi untuk mempertahankan dan meningkatkan kesinambungan Ekspor, saat ini kapasitas kami : bulk (intermediate product) sekitar 2.3 miliar dosis, produk akhir vaksin sekitar 700 juta dosis”kata Teki.

Teki menambahkan mengenai pelopor pasar baru “kami banyak melakukan ekspor ke negara tujuan yang mengandung risiko, baik, risiko politik, risiko ekonomi pada saat pembayaran, transportasi yang sulit juga adanya negara-negara baru  yang kami masuki, ” ungkap Teki

“Kami juga mengapresiasi dukungan Pemerintah akan memberikan kemudahan dari Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) dalam  skema pembiayaan ekspor Indonesia”

Keberhasilan perluasan pasar di negara-negara Afrika, tidak terlepas dari kerja sama yang dilakukan oleh Bio Farma dengan organisasi kerja sama negara-negara Islam (OKI), di mana Bio Farma ditunjuk sebagai “centre of excellence” serta vice chairman vaccine manufacturer group OIC.

Raihan penghargaan tersebut dilatarbelakangi oleh keberhasilan Bio Farma dalam memperluas pasar vaksin, dengan menambah jumlah “market” di negara-negara benua Asia dan Afrika, sehingga sampai dengan 2018, produk Bio Farma sudah digunakan di lebih dari 140 negara.Tahun ini untuk kali ke -7 Bio Farma raih penghargaan Primaniyarta.

Tantangan kami saat ini ekspansi fasilitas untuk produk baru, target kami ke depan terus menjajaki peluang Ekspor untuk produk final bulk (HiB, Campak) dan produk jadi (Pentabio – Difteri, Pertusis, Tetanus, Hepatitis B dan Haemophilus Influenza type B) serta memenuhi berbagai regulasi internasional  (WHO, FDA dan Registrasi di negara tujuan) dan tentunya mempertahankan Pra Kualifikasi WHO untuk produk existing dan produk baru”

Primaniyarta merupakan penghargaan tertinggi yang diberikan Pemerintah Indonesia kepada eksportir yang dinilai paling berprestasi di bidang ekspor dan dapat menjadi percontohan bagi eksportir lain. Penyelenggaraan Penghargaan Primaniyarta merupakan kegiatan rutin tahunan yang diadakan oleh Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan cq Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, penghargaan diberikan bersamaan dengan acara Trade Expo Indonesia ke-33 dengan tema “Creating Products For Global Oppotunities”.

*-*

 

Informasi Media :

N.Nurlaela Arief

Head of Corporate Communications Dept.

Bio Farma

lala@biofarma.co.id

 

Bio Farma Sent Vaccine Aid and Medical Team to Help the Earthquake & Tsunami Victims of Palu – Donggala

By Bio Farma

(Palu 3/10) Bio Farma sent a relief team consisting of seven personnel to the center of the earthquake and tsunami spot that occurred on September 28th, 2018 in the cities of Palu and Donggala, Central Sulawesi. The team, which was led by Director of Human Resources & General of Bio Farma, Disril Revolin Putra, will be in the location for nine days, starting from October 3rd to 12th, 2018.

Arriving in Palu, Bio Farma’s team would join a team from other SOEs, as well as a team from the Indonesian Ministry of Health. Later in the location of the earthquake and tsunami, Bio Farma would provide aid in the form of 1000 vials of Td Vaccine, 250 vials for flu vaccine, 500 ampoules of Anti Tetanus Serum (ATS 1500 IU) and 10 6×14 platoon tent units.

According to Disril, this aid was intended to alleviate the burden experienced by the people of Palu and surrounding areas, due to the earthquake and tsunami at the end of September 2018, and also help the medical team who had first arrived at the scene.

“We share in condolences for the incident which has killed more than 1,000 people and injured other thousands. As a state-owned company engaged in the health sector, we help to maintain the health of refugees, by providing immunizations for Tetanus and Diphtheria (Td), Flu, and treatment with Anti Tetanus Serum (ATS). With a team of seven personnel, God willing, we will join the SOE is There for the Country team, and the Indonesian Ministry of Health team,” said Disril.

About Bio Farma

Bio Farma is a state-owned manufacturer of Vaccines and Antisera, currently developing into a Life science company, established on August 6th, 1890. During its 128 years of establishment Bio Farma has contributed to improving the quality of life of the nation, both in Indonesia and abroad. More than 140 countries have used Bio Farma Vaccine products, especially developing countries, and 50 of them are countries that are members of the Organization of Islamic Cooperation (OIC).

With a production capacity of more than 2 billion doses per year, it is the largest in Southeast Asia. Bio Farma has fulfilled the needs of National vaccines, including the need for vaccines for Hajj and Umrah Pilgrims, as well as world vaccine needs through WHO and UNICEF.

With the philosophy Dedicated to Improve Quality of Life, Bio Farma plays an active role in increasing the availability and self-reliance of vaccine production in developing countries and Islamic countries to safeguard global health security. Further information  www.biofarma.co.id

 

———-***———-

 

 

For media information, please contact:

N.Nurlaela Arief

Head of Corporate Communications Dept.

Bio Farma

Email: lala@biofarma.co.id

Mobile: 081910102649: 62 22 2033755

www.biofarma.co.id

Bio Care: 1500810

Lanjutkan Kolaborasi dalam Bidang Lingkungan dan Kesehatan, Walikota Bandung Kunjungi Bio Farma di Dua Minggu Pertama Masa Jabatannya

By Bio Farma

Walikota Bandung, Oded M danial, bersama jajaran Kepala Dinas Pemerintah kota Bandung memenuhi undangan Bio Farma untuk berdiskusi melanjutkan kolaborasi yang telah terjalin dengan baik terutama dibidang lingkungan dan kesehatan, diakhir diskusi pun Oded diajak untuk meninjau langsung fasilitas produksi vaksin di Bio Farma, pada Senin sore, 1 Oktober 2018.

Direktur Utama dan seluruh jajaran Direksi Bio Farma menerima langsung kunjungan kerja tersebut, yang bertempat disalah satu gedung heritage di kota Bandung ini. Menurut Oded “Bio Farma sebagai BUMN yang berada dikota Bandung diharapkan untuk terus berpartisipasi dalam mensukeskan program-program Pemerintah, terutama permasalahan sampah di kota Bandung.”

Menurut Kepala Dinas lingkungan hidup dan kebersihan kota Bandung, Salman Fauzi ”Pihaknya mengapresiasi kegiatan CSR Bio Farma dalam kinerja sosial dan lingkungan Bio Farma, sejak tahun 2010 Bio Farma merupakan satu-satunya industri di Bandung yang meraih PROPER emas dari Kementerian Lingkungan Hidup, Bio Farma pun sudah menerapkan emisi bersih dilingkungannya, diharapkan Bio Farma bisa menjadi mentor bagi industri lainnya di kota Bandung” Ungkapnya.

Sementara itu dr Rita Verita, Kepala Dinas Kesehatan Kota Jawa Barat mengungkapkan “ Terimakaih kepada Bio Farma karena sudah memberikan vaksinasi kepada petugas kebersihan kota Bandung serta program-programnya dalam mengedukasi pentingnya vaksinasi di wilayah kota Bandung.”

Dalam kesempatan yang sama M. Rahman Rustan, Direktur Utama Bio Farma pun menyampaikan informasi update terkait rencana pengembangan Bio Farma,  “Kedepan Bio Farma pun akan menambah kapasitas produksi serta mengembangkan fasilitas gedung produksi untuk pemenuhan   kebutuhan vaksin di dalam maupun luar negeri juga untuk membuat vaksin-vaksin baru”, Pungkasnya.

 

———-*****———-

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi:
N. Nurlaela Arief
Head of  Corporate Communications Dept.
Email : lala@biofarma.co.id
Bio Farma
Jl. Pasteur No. 28 Bandung
Telp : 62 22 2033755
Fax : 62 22 2041306