Sekda Kota Bandung Vaksinansi Influenza

By Bio Farma

Sekretaris Daerah Kota Bandung, Ema Sumarna dan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Ronny Ahmad Nurudin melaksanakan / mendapatkan melakukan vaksin Influlenza di layanan vaksinasi Imunicare, Bio Farma pada Jumat 20 Maret 2020. Dalam kunjungan singkat tersebut, Ema mengharapkan dengan mewabahnya virus  Covid19 ini, masyarakat kota Bandung khususnya, diminta untuk tetap tenang dan menjaga kesehatan sealah satu caranya melalui cuci tangan secara teratur.

Holding BUMN Farmasi : Hadir Untuk Negeri Memperkuat Kemandirian Industri Farmasi Nasional

By Bio Farma

(Jakarta 5/2) Setelah ditetapkan menjadi induk holding BUMN farmasi dengan anggota holding Kimia Farma Tbk dan Indofarma Tbk, Bio Farma siap untuk menjalankan perannya sebagai induk holding BUMN farmasi, antara lain ; mendorong anggota Holding BUMN Farmasi untuk mandiri baik dalam hal penelitian maupun produksi produk – produknya, mendorong anggota Holding BUMN Farmasi untuk menerapkan Produksi dan Quality Management System, untuk mendapatkan Pre-Qualification WHO (PQ WHO). Dengan PQ-WHO, diharapkan Kimia Farma dan Indofarma juga dapat menembus pasar global, dan membantu anggota Holding BUMN Farmasi untuk menjadi global player, mengingat saat ini, produk Bio Farma sudah digunakan di lebih dari 140 negara di dunia dan menembus pasar di negara – negara Organisasi Kerjasama Islam (OKI).

Penetapan Bio Farma sebagai holding BUMN farmasi, ditandai pasca keluarnya surat persetujuan dari Menteri BUMN selaku RUPS yang menyetujui pengalihan seluruh saham seri B milik Negara Republik Indonesia pada Kimia Farma Tbk maupun Indofarma Tbk ke PT Bio Farma (Persero) pada akhir Januari 2020.

Tujuan dari holding BUMN Farmasi ini adalah selain untuk memperkuat kemandirian industri farmasi nasional, juga untuk meningkatkan ketersediaan produk, dengan menciptakan inovasi bersama dalam penyediaan produk farmasi untuk mendukung ekosistem farmasi dimasa yang akan datang.

Direktur Utama Bio Farma, Honesti Basyir mengatakan dalam acara Press Conference dengan tema Holding BUMN Farmasi Memperkuat Kemandirian Industri Farmasi Nasional di Jakarta 5 Februari 2020, yang turut dihadiri oleh Direktur Utama Kimia Farma Tbk, Verdi Budidarmo dan Direktur Utama Indofarma Tbk, Arief Pramuhanto.

Saat ini, industri farmasi di Indonesia, masih dihadapkan pada beberapa tantangan yang cukup signifikan, dimana Indonesia masih bergantung pada impor khususnya untuk bahan baku obat atau Active Pharmaceutical Ingredients (API). Kemudian tantangan lainnya adalah access untuk mendapatkan produk farmasi yang cenderung sulit karena keterbatasa jalur distribusi yang membuat harga obat relatf mahal, dan tantangan berikutnya inovasi – inovasi terbaru yang dapat melahirkan produk farmasi yang dibutuhkan oleh masyarakat.

“Dengan bergabungnya Bio Farma, Kimia Farma dan Indofarma dalam suatu Holding BUMN Farmasi, diharapkan masing – masing dari perusahaan ini, akan memberikan kontribusi pada ketahanan farmasi nasional, sehingga harga produk farmasi bisa lebih murah, karena adanya penurunan harga API dan masyarakat akan lebih mudah mendapatkan produk farmasi dengan jaringan distribusi yang luas dan merata, bahkan hingga ke manca negara dan yang terpenting adalah inovasi – inovasi dapat melahirkan produk baru yang dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia”, Ujar Honesti.

Beliau menambahkan, dari sisi inovasi Bio Farma sebagai induk holding akan mendorong Kimia Farma Tbk dan Indofarma Tbk, untuk dapat melakukan penetrasi pasar yang lebih luas lagi dengan standar produk yang sudah terkualifikasi dari Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Setelah holding ini terbentuk, selain sebagai induk Holding Company, Bio Farma akan tetap fokus pada core bisnis utama saat ini yaitu sebagai produsen vaksin dan antisera, dengan adanya manajemen tersendiri yang fokus kepada sektor tersebut sebagai operating holding.

Sementara Verdi Budidarmo, Direktur Utama Kimia Farma mengatakan “Bahwa dengan Holding BUMN Farmasi ini akan mendukung hilirisasi produk Kimia Farma, Bio Farma dan Indofarma, mengingat saat ini Kimia Farma memiliki rantai bisnis dari hulu ke hilir (retail farmasi, distribusi, laboratorium diagnostik, dan klinik kesehatan).”

Direktur Utama Indofarma – Arief Pramuhanto – menambahkan bahwa, Indofarma berkomitmen mendukung Holding BUMN Farmasi untuk bersama-sama mewujudkan kemandirian dan meningkatkan daya saing industri farmasi dan alat kesehatan dalam negeri. Untuk itu, sesuai blueprint dari Holding BUMN Farmasi, selain tetap mengembangkan beberapa produk farma, Indofarma juga akan menitik fokuskan pada pengembangan produk Natural Extract dan Medical Equipment (alat kesehatan). Hal itu selaras dengan Indofarma Turnaround Strategy, yang telah ditetapkan Manajemen Indofarma sebagai pedoman penentuan arah pengembangan Perusahaan untuk secara berkelanjutan menjadi Profitable Healthcare Company.

Diharapkan, sebagai holding BUMN Farmasi, akan hadir untuk negeri dalam turut serta menciptapkan bangsa Indonesia yang sehat dengan produk – produk bioteknologi, farmasi dan health care kelas dunia yang berdaya saing global.

 

—-0000—-

Untuk informasi Media, Hubungi :

Iwan Setiawan

Head of Corporate Communications.

Bio Farma

Email : iwan.setiawan@biofarma.co.id

62 22 2033755 ext 37431

www.biofarma.co.id

twitter : @biofarmaID

Instagram :@biofarmaID

Bio Care : 1500810

Bio Farma Menjadi Leading Sector Industri Farmasi dalam Kepatuhan Terhadap Peraturan Lingkungan Hidup

By Bio Farma

(Jakarta 8/1) Bio Farma membuka awal tahun 2020 dengan mendapatkan penghargaan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI (KLHK), berupa Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan Dalam Pengelolaan Lingkungan (PROPER) dengan kategori Hijau. Penghargaan PROPER hijau ini, diserahkan oleh Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar dan disaksikan oleh Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin di Gedung 2 Istana Wakil Presiden di Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (8/1), yang diterima oleh Kepala Divisi Pengelolaan Lingkungan dan Sosial Bio Farma, R. Herry.

Bio Farma menjadi salah satu dari 200 perusahaan yang mendapatkan penghargaan dari KLHK, dan bahkan masuk kedalam top 30 perusahaan, yang didominasi oleh perusahaan tambang dan energi. Bahkan Bio Farma menjadi leading sector dalam industri farmasi, atas Kepatuhan Terhadap Peraturan Lingkungan Hidup.

PROPER merupakan penghargaan bagi dunia usaha yang menunjukkan kinerja luar biasa dalam pengelolaan lingkungan hidup. Penghargaan yang diberikan kepada dunia usaha dilakukan melalui proses evaluasi terhadap ketaatan peraturan pengelolaan lingkungan hidup, penerapan sistem manajemen lingkungan, efisiensi energi, konservasi air, pengurangan emisi, perlindungan keanekaragaman hayati, 3R limbah B3 dan limbah padat Non B3 serta pemberdayaan masyarakat.

Direkrtur Utama Bio Farma, Honesti Basyir, mengatakan prinsip dari tata nilai CSR Bio Farma adalah melalui Kemandirian Life Science dan melalui program pengembangan masyarakat sesuai dengan prinsip Sustainable Development Goals (SGDs), yaitu No One leave Behind, “Kami memiliki prinsip untuk maju bersama dengan seluruh masyarakat yang ada di sekitar Bio Farma. Untuk tahun 2019 ini,  Bio Farma menerapkan prinsip Sustainable Development Goals (SGDs), yaitu No One leave Behind, melalui pembeian pendidikan dan keahlian yang dapat meningkatkan kemandirian secara sosial dan ekonomi dan turut berbangga juga karena Bio Farma menjadi leading sector di sektor industri farmasi yang mendapatkan penghargaan PROPER”, ujar Honesti.

Beliau menambahkan Bio Farma terus berkomitmen untuk menerapkan operasional bisnis dengan prinsip excellence compliance. Sebagai agent of development yang terus berkontribusi terhadap tercapainya Sustainable Development Goals 2030 di Indonesia

Sementara itu, R. Herry mengatakan, dalam menjalankan program CSR yang berkelanjutan, Bio Farma menggunakan prinsip kemandirian life science dan proram pengembangan masyarakat melalui inovasi program CSR seperti kesehatan, ekonomi, pendidikan dan lingkungan hidup yang akan menghasilkan masyarakat yang madiri secara sosial dan ekonomi.

“Program yang menjadi unggulan Bio Farma dalam pengembangan masyarakat antara lain Create Shared Value yang diawali dengan melihat potensi apa saja yang dimiliki oleh masyarakat yang berada di sekitar perusahaan, kemudian dengan expertise yang Bio Farma miliki, kami mencoba membantu mereka untuk menggali potensi tersebut, dan menginplementasikannya sehingga muncul nilai ekonomi bagi masyarakat dan mereka bisa mandiri secara sosial dan ekonomi”, ujar Herry.

Sejauh ini program yang sudah dijalankan oleh Bio Farma untuk pengembangan masyarakat antara lain melalui pembangunan Kawasan Sustainable Village sebagai wahana riset dan eduwisata berbasis lingkungan, program ecovillage yang mampu mengurangi masalah sampah di kawasan Cisarua Kab Bandung Barat melalui Pemuliaan master seed hijauan pakan ternak, budidaya black soilder fly (magot) terintegrasi, pengembangan masterseed hidroponik, dan kemandirian difabel di Kota Bandung.

Sedangkan dalam hal inovasi dalam penghematan energi, Bio Farma telah melakukan penghematan  berupa konservasi air sebesar 743,48m3 /tahun, efisiensi penggunaan solar untuk heating boiler sebanyak 3,468 liter / bulan.

 

—-0000—-

Untuk informasi Media, Hubungi :

Iwan Setiawan

Head of Corporate Communications.

Bio Farma

Email : iwan.setiawan@biofarma.co.id

62 22 2033755 ext 37431

www.biofarma.co.id

twitter : @biofarmaID

Instagram :@biofarmaID

Bio Care : 1500810

Menkes RI Ajak Anggota OKI Kunjungi Laboratorium Center of Excellence Bio Farma

By Bio Farma

(Abu Dhabi 17/12) Indonesia semakin memantapkan diri untuk menjadi Center of Excellence (CoE), untuk bidang vaksin dan bioteknologi bagi negara – negara yang tergabung dalam Organisasi Kerjasama Islam (OKI). Hal ini disampaikan oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Terawan Agus Putranto, pada Pertemuan Menteri Kesehatan yang tergabung dalam OKI atau The Islamic Conference Of Health Ministers (ICHM) ke 7 Di Abu Dhabi Uni Emirat Arab pada tanggal 17 December 2019.

Keberadaan CoE ini, mendapatkan pujian dari Negara-negara anggota OKI atas kemajuan dalam pengembangan Centre of Excellent (CoE) Vaksin dan Bioteknologi OKI Menkes Uni Emirat Arab dan  Ketua Konferensi ICHM ke 7, Abdurrahman Muhammad al-‘Uwais. Pengembangan lebih lanjut CoE, didukung oleh negara anggota OKI untuk untuk mencapai kemandirian negara – negara OKI dalam memenuhi obat, vaksin dan teknologi kesehatan sesuai dengan Resolusi nomor 4/7-ICHM “Self-Reliance in Supply and Production of Medicines, Vaccines and Medical Technologies”.

Dalam pidato sambutan delegasi Indonesia yang disampaikan oleh, Terawan, menyampikan bahwa visi dari pembentukan CoE adalah untuk mewujudkan kemandirian dalam pembuatan vaksin dan produk biologi lainnya diantara negara – negara peserta OKI. “Selain visi untuk membentuk kemandirian, pembentukan CoE ini harus ditekankan pada pembangunan kapasitas dalam produksi vaksin dan produk bioteknologi lainnya, utamanya dalam hal manajemen, keahlian, produksi, penelitian dan pengembangan serta distribusi produk – produk Biologi”, ujar Terawan.

Terawan menambahkan bahwa CoE yang diremsikan pada tahun 2018 di Jakarya oleh mantan Menkes RI Nilla Moeloek, dan beberapa duta besar negara OKI, telah melahirkan sekretariat CoE yang terletak di Kemenkes RI, dan dua fasilitas laboratorium yaitu di Bio Farma, yang akan menjadi tempat untuk melaksanakan workshop dan pelatihan untuk anggota OKI, yang dilengkapi dengan fasilitas untuk transfer teknologi, kolaborasi riset dan pengembagan, yang dilengkapi dengan fasilitas upstream dan downstream.

Laboratorium kedua ; terletak di Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspitek) yang terletak di lingkungan Kemenristek, Serpong, Kota Tangerang Selatan, didirikan untuk memperkuat penelitian dan inovasi berbasis teknologi dan bertujuan untuk menjadi pusat kolaborasi antara penelitian dalam inovasi produk life science. Dalam akhir  pidatonya, Terawan mengajak anggota OKI untuk mengunjungi laboratorim Center of Excellence di Bio Farma dan memanfaatkan sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan anggota OKI.

Sementara itu Direktur Operasi Bio Farma, sekaligus anggota delegasi dalam acara ICHM ke 7  dari Indonesia, Rahman Roestan, mengatakan, Bio Farma sebagai BUMN farmasi telah menjalani peran globalnya, dengan menjadi motor untuk anggota OKI untuk melakukan riset bersama, dengan tujuan menciptakan kemandirian untuk negara – negara OKI membuat vaksin yang sesuai dengan standar dari Badan Kesehatan Dunia (WHO).

“Dengan ditunjuknya Indonesia sebagai center of excellence untuk bioteknologi dan vaksin, peran Bio Farma akan memainkan peran globalnya, yang terbagi dalam tiga tahap. Tahap pertama atau jangka pendek, melalui peningkatan pengetahuan dalam handling vaksin (distribusi), kedua dalam jangka menengah, membantu dukungan teknis dalam pembuatan vaksin, dan dalam jangka panjang akan dilaksanakan dalam bentuk kerjasama riset untuk menemukan vaksin terbaru, untuk memperkuat, kesehatan global”, ujar Rahman.

Rahman Menambahkan, penunjukan Indonesia sebagai CoE ini, merupakan suatu kebanggaan tersendiri karena diantara 57 negara anggota OIC, hanya ada tujuh negara yang memiliki produsen vaksin antara lain ; Indonesia, Iran, Turki,  Mesir, Senegal, Saudi Aribia dan Tunisia. Namun dari ketujuh negara tersebut, yang produknya paling banyak dan sudah sesuai dengan standar WHO hanya dari Indonesia yaitu Bio Farma.

“Oleh karenanya, Bio Farma ditunjuk sebagai pusat untuk penelitian vaksin dan bioteknologi lainnya. Dan sampai dengan tahun 2019 yang lalu, setidaknya sudah ada 18 negara yang telah mengunjungi CoE di Bio Farma dalam program workshop on cold chain system yang diselanggarakan oleh Kementerian Kesehatan dalam jangka waktu 2018 – 2019, dan awal Desember kemarin, giliran Institut Pasteur de Dakar dari Senegal yang berkunjung ke CoE Bio Farma, dalam program Reverse Linkage (RL) yang diselenggarakan oleh Islamic Development Bank (IsDB), Bappenas, Kemenkes, BPOM dalam tema Development of A Reverse Linkage Project Between Senegal and Indonesia (Bio Farma) in Vaccine Production”, ujar Rahman.

 

—-0000—-

Untuk informasi Media, Hubungi :

Iwan Setiawan

Head of Corporate Communications.

Bio Farma

Email : iwan.setiawan@biofarma.co.id

62 22 2033755 ext 37431

www.biofarma.co.id

twitter : @biofarmaID

Instagram :@biofarmaID

Bio Care : 1500810

Bio Farma Raih Gold Rank Pada Asia Sustainability Reporting Rating 2019

By Bio Farma

(Bali, 23/11) National Center for Sustainability Reporting (NCSR) menggelar Asia Sustainability Reporting Rating (ASSRAT) di The Westin Resort Nusa Dua Bali. Penyelengaraan konferensi yang berkolaborasi dengan Ikatan Praktisi Keberlanjutan Berserikat (IPKB) ini, diawali dengan penyerahan Trophy (ASSRAT) kepada perusahaan – perusahaan terbaik yang telah berhasil mengkomunikasikan kinerja keberlanjutan kepada pemangku kepentingan melalui laporan keberlanjutan.

Bio Farma sebagai produsen vaksin & antisera yang bertransformasi menjadi perusahaan life science di Indonesia, kembali mendulang prestasi yaitu meraih “Gold Rank” in the Asia Sustainability Reporting Rating 2019. Penghargaan diserahkan langsung oleh Michele Lemmens, Regional Head ASEAN Hub at Global Reporting Initiative (GRI) dan diterima oleh Direktur Keuangan & Mitra Bisnis Bio Farma, I.G.N Suharta Wijaya.

Ini adalah penghargaan tahun ke 15 yang dilakukan NCSR. Sampai dengan tahun 2017 kita menyebutnya sebagai Sustainability Reporting Award tetapi sejak tahun 2018 kita merubah sistemnya dari Award menjadi Rating, ujar Prof Eko Ganis Ketua IPKB.

“Bagi kami laporan keberlanjutan merupakan hal yang penting dalam mempertanggungjawabkan bisnis yg kami jalankan kepada publik, terutama menunjukkan kepedulian perusahaan terhadap lingkungan, sosial & pelestarian” ujar Suharta.

Menurut Ali Darwin, Direktur Eksekutif NCSR, sejak tahun lalu, sistem tersebut dirubah menjadi Pemeringkatan (Rating). Pesertanya bukan hanya saja dari Indonesia, tetapi juga dari negara – negara lainnya di Asia, maka brand name yang kita pakai adalah “Asia Sustainability Reporting Rating”, ini merupakan satu – satunya sistem pemeringkatan laporan keberlanjutan yang ada saat ini.

ASRRAT 2019 dihadiri pula oleh Prof Bambang Permadi Soemantri Ph.D, Menteri Riset & Teknologi RI. Dalam sambutannya menyampaikan bahwa perusahaan harus menyampaikan 3 bottom lines dalam laporan keberlanjutan yaitu profit, people, planet. Selain itu dampak lingkungan dan sosial dari perusahaan dan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). ASRRAT diikuti oleh 50 perusahaan terdiri dari 41 perusahaan Indonesia, 2 perusahaan Bangladesh, 3 perusahaan Malaysia, 2 perusahaan Singapur dan 2 perusahaan Filipina.

—-0000—-

Untuk informasi Media, Hubungi :

Iwan Setiawan

Head of Corporate Communications.

Bio Farma

Email : iwan.setiawan@biofarma.co.id

62 22 2033755 ext 37431

www.biofarma.co.id

twitter : @biofarmaID

Instagram :@biofarmaID

Bio Care : 1500810

Masuki Industri 4.0 Bio Farma Perkuat Kolaborasi Bersama Kementerian Perindustrian RI dan Sucofindo

By Bio Farma

(Bandung 19/11) Bio Farma sebagai perusahaan lifescience kelas dunia berdaya saing global, telah menjajaki perubahan dunia industri yang memasuki industri 4.0. Untuk menjawab tantangan tersebut, Bio Farma mulai menyusun strategi – strategi dalam hal penelitian dan pengembangan, proses produksi, supply chain value yang memanfaatkan big data dan artificial intelligence.

Untuk memperkuat hal tersebut, Bio Farma berkolaborasi dengan Direktorat Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil (IKFT) Kementerian Perindustrian RI, melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU), yang bertujuan untuk melaksanakan kerja sama dalam bidang pilot project, implementasi Industri 4.0 yang bertujuan untuk mendukung program pemerintah “Making Indonesia 4.0” dan untuk membangun hubungan kerja sama yang berorientasi kepada program penumbuhan dan pengembangan industri kimia hilir dan farmasi.

Penandatanganan ini dilakukan oleh Direktur Industri Kimia Hilir dan Farmasi Kementerian Industri RI, Taufiek Bawazier, dengan Direktur Operasi Bio Farma, M. Rahman Roestan pada tanggal 30 Oktober 2019 lalu. Implementasi industri 4.0 ditandai dengan penyerahan MoU dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Kementerian Perindustrian Republik Indonesia pada tanggal 19 November 2019  diserahkan oleh Direktur Jendral Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil Kementerian Perindustrian RI, Muhammad Khayam kepada Direktur Operasi Bio Farma M. Rahman Roestan disaksikan oleh Board of Executives,  dan seluruh karyawan Bio Farma, di Bio Farma Bandung.

Menurut Muhammad Khayam, MoU ini merupakan Pilot Project untuk melihat dan mendapatkan gambaran terkini terkait profil dan kinerja perusahaan dan potensinya menuju platform industri 4.0, “Industri Farmasi di Indonesia, memiliki value added yang sangat tinggi, oleh karenanya, pemerintah telah menaruh perhatian khusus kepada industri ini,  dengan dikeluarkannya Inpres No 6 Tahun 2016*, Bio Farma sebagai bagian dari Industri Farmasi, terpilih menjadi salah satu perusahaan yang mewakili IKFT untuk dijadikan percontohan industri yang siap untuk bersaing di era 4.0, kami harap kesiapan Bio Farma dalam menghadapi persaingan di era internet of things (IoT) ini, bisa di aplikasikan di industri lainnya”, ujar Muhammad Khayam.

Sementara itu, M. Rahman Roestan mengatakan Bio Farma terpilih menjadi percontohan dari industri farmasi se Indonesia untuk menjadi percontohan dalam kesiapan menuju industri 4.0. Untuk masuk ke industri 4.0, Bio Farma sudah mempersiapkan teknologi terbaru di era disruptive, seperti Electronic Batch Record (EBR) yang menggunakan teknologi komunikasi sebagai landasannya. Hal lainnya yang disiapkan oleh Bio Farma adalah melakukan inovasi, dan kolaborasi untuk bisa bersaing di era ini, “Kunci dari industri 4.0 adalah connectivity dimana elemen – elemen yang terlibat didalamnya, harus saling terhubung dan terintergrasi, hal yang sudah kami lakukan adalah berkolaborasi bersama pihak Akademesi, Pemerintah, dan Lembaga penelitian baik dalam maupun luar negeri, untuk keperluan transfer teknologi dengan tujuan akhir penemuan produk baru”, ujar Rahman.

Rahman menambahkan, Bio Farma sudah menambahkan infrastruktur terkait 4.0 antara lain menyiapkan master plan IT untuk mendukung industry pharma 4.0, dan membuat pengembangan sistem atau aplikasi pendukung industry 4.0 Termasuk kerja sama riset dengan Untuk membuat Proof of Concept IoT (Internet of Things).

 

Factory Cell Industri 4.0

Sementara itu, pada saat yang bersamaan, diserahkan juga Non Disclosure Aggrement (NDA) antara Bio Farma dengan Sucofindo untuk memperkuat pondasi industri 4.0 di Bio Farma.  Perjanjian ini diserahkan oleh Penanggung Jawab Proyek Factory Cell 4.0 Ahmad Osman kepada M. Rahman Roestan.

Dalam perjanjian ini, Sucofindo yang ditunjuk oleh Kemenperin RI sebagai konsultan, akan melakukan pendampingan, konsultansi dan evaluasi dalam rangka pelaksanaan Penyusunan Model Factory Cell Industri 4.0 di Bio Farma.

Herliana Dewi mengatakan, kerjasama ini merupakan salah satu bentuk sinergi antar BUMN untuk bersama- sama mempersiapkan diri untuk terjun di industri 4.0 “Sucofindo siap untuk membantu Bio Farma dan mengimplementasikan Penerapan 4.0 dan Bio Farma bisa menjadi Role model bagi industri lainnya”, ujar Herliana

Herliana menambahkan, pihaknya berharap bahwa Sucofindo dan Bio Farma bisa maju dan tumbuh bersama mewujudkan “Making Indonesia 4.0” dan akan mendukung, apa yang jadi kebutuhan Bio Farma dan Kementerian Perindustrian.

* Tentang Percepatan Pengembangan Industri Farmasi Dan Alat Kesehatan, Karena Industri Farmasi Memiliki Nilai Tambah Yang Tinggi Untuk Mewujudkan Kemenadirian Dam Meningkatkan Daya Saing Industri Farmasi Dan Alat Kesehatan Dalam Negeri Melalui Percepatan Pengembangan Industri Dan Alat Kesehatan.

–00–

 

Iwan Setiawan

Head of Corporate Communications.

Bio Farma

Email : iwan.setiawan@biofarma.co.id

62 22 2033755 ext 37431

www.biofarma.co.id

twitter : @biofarmaID

Instagram :@biofarmaID

Bio Care : 1500810

Bio Farma & Laboratorium Biosains Unibraw Mendapatkan Anugerah Karya Anak Bangsa

By Bio Farma

(Tangerang 9/11) Bio Farma mendapatkan Penghargaan Karya Anak Bangsa dalam Bidang Farmasi dan Alat Kesehatan dari Kementerian Kesehatan RI. Penghargaan yang merupakan rangkaian dari puncak peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-55, diserahkan oleh Menteri Kesehatan RI Terawan Putranto dan diterima oleh Direktur Pemasaran, Penelitian dan Pengembangan I Bio Farma Sri Harsi Teteki pada hari Sabtu (9/11) di BSD Tangerang.

Acara penyerahan penghargaan yang bersamaan dengan Pameran HKN 2019 ini, juga memberikan penghargaan kepada institusi atau perorangan, yang sudah berhasil meningkatkan derajat kesehatan melalui pengembangan produk farmasi dan alat kesehatan melalui promosi, inovasi teknologi Kesehatan untuk mendukung layanan kesehatan.

Inovasi menjadi isu yang penting, karena menjadi tantangan tersendiri dari dunia kesehatan khususnya di Indonesia. Sesuai dengan arahan Presiden RI Joko Widodo yang tertuang dalan Inpres No 6 Tahun 2016 mengenai Percepatan Pengembangan Industri Farmasi dan Alat Kesehatan. Inovasi dalam inpres ini, tidak hanya terbatas pada inovasi produk saja, melainkan bisa juga melalui kolaborasi riset dan sinergi lintas sektoral.

Berbicara mengenai kolaborasi dan sinergi, Bio Farma yang merupakan produsen lifescience, pada bulan September 2019 yang lalu dalam kegiatan Forum Riset Lifescience Nasional (FRLN), telah meluncurkan dan memasarkan produk diagnostik yang merupakan hasil kolaborasi Bio Farma dengan Laboratorium Biosains Universitas Brawijaya Malang. Alat yang diberi nama Kit Diagnostik Diabetes (KIT DM) GAD 65, berfungsi sebagai alat pendeteksi dini untuk memperikirakan seseorang akan terkena penyakit diabetes melitus type 1.

Menurut Sri Harsi, Bio Farma telah melakukan hilirisasi hasil riset Kit DM GAD 65, yang merupakan hasil penelitian dari akademisi dalam hal ini Laboratorium Biosains Universitas Brawijaya Malang, yang dimotori oleh Prof. Dr. Aulanni’am, DVM., DES “Fungsi dari Kit DM ini adalah untuk mengetahui potensi kesehatan seseorang, apakah akan terkena Diabetes di masa yang akan datang atau tidak. Apabila hasil pemeriksaannya dinyatakan positif akan terkena diabetes, maka pasien tersebut bisa mengubah pola hidupnya menjadi lebih sehat, dan komplikasi dari dampak penyakit DM, menjadi bisa ditekan mengingat diebetes ini termasuk kedalam penyakit yang katastropik”, ujar Sri Harsi.

Sri Harsi menambahkan, harapan dari adanya kit diagnostik yang sudah mendaptkan paten (Granted) pada tahun 2009 yang lalu, diharapkan dapat menjangkau semua lapisan masyarakat karena alat ini akan tersedia dan dapat diaplikasikan di fasilitas kesehatan tingkat 1 (PUSKESMAS) sampai dengan Lab Klinik, dan rumah sakit, serta memiliki sensitvitas dan tingkat sensitifitas yang baik, dan tidak membutuhkan waktu lama dalam pengujian.

 

—-0000—-

Untuk informasi Media, Hubungi :

Iwan Setiawan

Head of Corporate Communications.

Bio Farma

Email : iwan.setiawan@biofarma.co.id

62 22 2033755 ext 37431

www.biofarma.co.id

twitter : @biofarmaID

Instagram :@biofarmaID

Bio Care : 1500810

Edukasi Vaksin Melalui Advokasi dan Sosialisasi

By Bio Farma

Dinas Kesehatan Kabupaten Kebumen melaksanakan pertemuan advokasi, sosialisasi, koordinasi serta mobilisasi kepada masyarakat untuk mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi tingginya di Kabupaten Kebumen melalui pemberian imunisasi pada tanggal 9 Juli 2019. Hal ini berkaitan karena imunisasi merupakan cara yang paling efektif untuk mencegah penyakit menular agar anak tumbuh sehat dan dapat tumbuh secara optimal.

Eko Laksono selaku Kepala Seksie Surveilans dan Imunisasi Kabupaten Kebumen mengatakan di Kabupaten Kebumen masih ada beberapa kelompok yang kontra imunisasi, “oleh karenanya untuk memberikan pemahaman mengenai pentingnya imunisasi diperlukan advokasi, sosialisasi, koordinasi serta mobilisasi kepada masyarakat dalam penguatan Imunisasi Rutin”, ujar Eko.

Dalam kesempatan tersebut Evi Sylvia, selaku tim advokasi Bio Farma yang menjadi salah satu Narasumber, menyampaikan materi mengenai proses pembuatan vaksin yang digunakan dalam program imunisasi rutin Nasional, “Bio Farma sebagai Produsen Life Science berkomitmen untuk memproduksi produk-produk yang sudah terjamin dari sisi kualitas, keamanan dan keampuhannya  guna menyelamatkan generasi muda dari penyakit menular”, ujar Evi.

———-*****———-

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi:
Iwan Setiawan
Head of  Corporate Communications Dep Bio Farma.
Email : iwan.setiawan@biofarma.co.id
Jl. Pasteur No. 28 Bandung
Telp : 62 22 2033755
Fax : 62 22 2041306

Komunitas Lari Karyawan Bio Farma Dampingi Anak Down Syndrome Berlari sejauh 1.6 KM

By Bio Farma

Bio Farma, turut serta ambil bagian dalam peringatan Hari Sindroma Down Sedunia (HSDD) 2019, yang diselenggarakan oleh Pusat Informasi dan Kegiatan  Persatuan Orang Tua Anak dengan Downs Syndrome (PIK – POTADS) Bandung, pada tanggal 31 Maret 2019. HSDD yang diperingati setiap tanggal 21 Maret, tahun ini mengambil tema “no one leave behind on education atau semua harus sekolah” yang mengkampanyekan bahwa anak down syndrome (ADS) pun memiliki hak yang sama dengan anak lainnya dalam hal pendidikan dan juga kegiatan lainnya.

Komunitas lari Bio Farma, BioRunner, mendapatakan kesempatan untuk mengambil bagian dari acara ini sebagai pengatur jalannya acara Fun Run, agar ADS dan running buddies berlari dengan rasa nyaman sepanjang 1.6 KM, ketua BioRunner, dr. Asep Irham mengatakan “Kegiatan berlari merupakan kegiatan positif yang dapat membantu ADS untuk bisa bersosialisasi dengan orang-orang sekitar. Selama ini kita tahu kalau ADS seringkali dikucilkan. Maka dengan melibatkan mereka di kegiatan outdoor, diharapkan rasa percaya diri ADS dan orang tua mereka semakin tumbuh dan diharapkan bisa menghilangkan stigma yang muncul pada masyarakat”, Ujar dr. Asep.

Kordinator acara HSDD Rina Suyani, mengatakan bahwa acara ini bertujuan untuk memperkenalkan anak Down Syndrome ke masyarakat umum, bahwa mereka (ADS) ada di tengah – tengah masyarakat dan memiliki hak yang sama dengan masyarakat lainnya, khususnya dalam bidang pendidikan, “Sejalan dengan tema dunia yaitu Semua harus sekolah, acara ini dimulai dengan ADS akan berlari dari dago menuju Balai kota didampingi oleh pendamping dan mendapat kesempatan untuk tampil dalam pentas seni serta menari (flash mob) bersama seluruh peserta”, ungkap Rina. Di Balai kota Bandung ini, akan berkumpul sebanyak 600 ADS beserta keluarganya yang berasal dari seluruh Indonesia.

Sementara itu salah satu orang tua peserta fun run ADS, Edo Hutapea mengapresiasi acara ini dan mengajak masyarakat untuk menghapus stigma mengenai ADS, “Kami berharap tidak ada lagi stigma tentang ADS, justru kita harus membantu mereka, untuk  menumbuhkan rasa kepercayaan diri mereka untuk bergaul ditengah masyarakat”. Ungkap Edo Hutapea.

—*—

 

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi:

N Nurlaela Arief

Head of  Corporate Communications Dept.

Bio Farma

(022) 2033755 ext 37412

Email : lala@biofarma.co.id