Terapkan Sistem Manajemen Inovasi, Bio Farma Raih kategori Gold (Asia Sustainability Reporting) 2018

By Bio Farma

 

(8/12) Bio Farma kembali menerima penghargaan Asia Sustainability Reporting 2018, untuk kategori Gold (ASR Rating) dari National Centre For Sustainability Reporting (NCSR). NCSR merupakan lembaga yang bertujuan untuk membantu, mengembangkan, mengukur dan melaporkan pelaksanaan CSR / Corporate Sustainability (CS) yang berlandaskan pada Global Reporting Initiative  (GRI). Bio Farma mendapatkan pernghargaan dalam hal konsistensinya untuk kontribusi kepada masyarakat, lingkungan dan tanggung jawab terhadap produk dan pegawai.

Penghargaan diserahkan oleh Gubernur Lampung yang diwakili oleh Asisten Ekonomi dan Pembangunan, Taufik Hidayat kepada Direktur Perencanaan dan  Pengembangan Bio Farma, Adriansjah Azhari, di Lampung 8 Desember 2018. Bio Farma telah menerbitkan   Sustainability Report yang berbasis GRI sejak tahun 2012.

Adriansjah Azhari, menyampaikan “dalam pelaporan SR ini mencakup laporan tanggung jawab terhadap konsumen, masyarakat, lingkungan dan khususnya terkait produk. Untuk mendukung pencapaian tersebut, Inovasi merupakan prioritas kami”

Adriansjah menambahkan, “penguatan R&D melalui Sistem Manajemen Inovasi yang dilakukan oleh Bio Farma, merupakan komitmen Bio Farma untuk mendukung inovasi  industri farmasi di Indonesia menuju kemandirian produk obat termasuk produk biopharmaceutical seperti vaksin”

“Kami sudah memiliki Sistem Manajemen Inovasi (SMI), yang meliputi produksi, proses dan strategi, yang dilakukan secara top down dan bottom up”

“Alhamdulillah, kami bisa meraih penghargaan ini pada akhir tahun 2018. Kami berpandangan bahwa penguatan R&D termasuk inovasi – inovasi didalamnya, merupakan golden ticket menuju kemandirian, khususnya pada industri farmasi produk biopharmaceutical.

“Saat ini, Indonesia sudah menjadi Centre of Excellence di negara Organisasi Kerjasama Islam untuk bidang vaksin dan bioteknologi”, ujar Adriansjah

Inovasi yang dilakukan oleh Bio Farma antara lain : Peluncuran produk pentabio, yang sesuai dengan namanya, pentabio merupakan lima jenis vaksin dalam satu kemasan yang terdiri dari Vaksin Difteri, Tetanus, Pertusis, Hepatitis B dan Haemophilus Influenzae type b (DTP-HB-Hib), “Dengan adanya inovasi ini, efisiensi produksi dapat tercapai,  mengurangi jumlah  limbah jarum suntik, kemasan vial, penghematan penggunaan energi dan sumber daya” Ujar Adriansjah.

Inovasi produk lainnya adalah vaksin Typhoid Conjugate (Vaksin untuk mencegah penyakit tifus) yang merupakan vaksin tifoid generasi baru. Vaksin ini dapat memberi kekebalan lebih lama terhadap penyakit tifus dari vaksin tifoid yang ada saat ini dan sudah bisa digunakan untuk anak usia dua tahun.

Produk lainnya adalah vaksin Rotavirus yang digunakan untuk pencegahan terhadap penyakit diare yang disebabkan oleh kuman rotavirus pada bayi. Vaksin ini  direncanakan  akan diluncukan pada tahun 2020. Sementara itu,  inovasi strategi untuk menghindari pemalsuan produk, Bio Farma merencanakan menerapkan sistem track and trace yang dapat memonitor distribusi vaksin sejak dari pabrik sampai ke konsumen

**-**

Tentang Bio Farma

Bio Farma merupakan BUMN produsen Vaksin dan Antisera, saat ini berkembang menjadi perusahaan Lifescience, didirikan 6 Agustus 1890. Selama 128 tahun pendiriannya Bio Farma telah berkontribusi untuk meningkatkan kualitas hidup bangsa, baik di Indonesia maupun mancanegara. Lebih dari 140 negara telah menggunakan produk Vaksin Bio Farma terutama negara – negara berkembang, dan 50 diantaranya adalah negara yang tergabung dalam Organisasi Kerjasama Islam (OKI).

Dengan kapasitas produksi lebih dari 2 miliar dosis per tahun, Bio Farma merupakan produsen vaksin terbesar di Asia Tenggara. Bio Farma tidak saja telah memenuhi kebutuhan vaksin Nasional, termasuk kebutuhan vaksin untuk Jemaah Haji dan Umrah, melainkan pula turut serta memenuhi kebutuhan vaksin dunia terutama melalui  UNICEF.

Dengan filosofi Dedicated to Improve Quality of Life, Bio Farma berperan aktif dalam meningkatkan ketersediaan dan kemandirian produksi Vaksin di negara-negara berkembang termasuk  negara-negara Islam untuk menjaga keamanan kesehatan global (Global Health Security). Informasi lebih lanjut www.biofarma.co.id

 

———-***———-

 

Untuk informasi Media, Hubungi :

N.Nurlaela Arief

Head of Corporate Communications Dept.

Bio Farma

Email : lala@biofarma.co.id

Mobile : 081910102649 : 62 22 2033755

www.biofarma.co.id

Bio Care : 1500810

Bio Farma Beri Akses Sanitasi Bersih untuk Al-Fitri, Cimaung

By Bio Farma

(3/12) Bio Farma melalui program Corporate Social Responsibility  (CSR) memberikan fasilitas untuk toilet bersih beserta kelengkapannya, untuk Siswa SLB  Al-Fithri, Cimaung, Kabupaten Bandung. Toilet merupakan salah satu sarana yang perlu mendapatkan perhatian khusus di lingkungan sekolah, karena  dengan toilet yang bersih, akan menciptakan suasana belajar mengajar yang sehat dan nyaman dan dapat menghindari siswa dari ancaman gangguan penyakit seperti diare, Hepatitis A, Cacingan, Tifus dan berbagai penyakit lainnya.

Toilet yang dibangun dengan luas 2×2 meter ini, dilengkapi dengan fasilitas untuk memudahkan para difabel, seperti ruang koridor yang luas dan handrill untuk memudahkan pengguna kursi roda menggunakan fasilitas toilet tersebut. Selain sarana toilet bersih, Bio Farma memberikan bantuan berupa dapur seluas 17,4 meter persegi yang bisa dimanfaatkan utnuk meningkatkan keterampilan tata boga warga sekitar, dan gudang seluas 7,8 Meter persegi untuk menyimpan peralatan – peratalan belajar mengajar.

Menurut Direktur SDM dan Umum, Disril Revolin Putra, tujuan pembangunan sanitasi di sekolah adalah untuk membantu murid, dan guru di sekolah Al Fithri juga warga sekitarnya, untuk mendapatkan akses air bersih,serta sanitasi yang baik, sesuai dengan tujuan Sustainable Goals Development (SDG) No 6, yaitu memastikan ketersediaan dan pengelolaan air dan sanitasi yang berkelanjutan untuk semua.

“Kami berharap dengan adanya pembangunan toilet bersih ini, akan menciptakan lingkungan belajar yang sehat, bebas dari ancaman penyebaran penyakit menular sehingga motivasi belajar anak-anak bisa meningkat, dan tentu saja lingkungan sekolah yang sehat, akan bermanfaat juga untuk kesehatan di wilayah sekitar sekolah” Ujar Disril.

Sementara itu, menurut Kepala Sekolah  SD Al-Fithri, Yuni, mengatakan, pihaknya menyambut baik mengenai pembangun toilet dan fasilitas lainnya untuk sekolah ini,  “Alhamdulillah,  kami sangat terbantu dengan pembangunan toilet dan fasilitas lainnya dari program CSR Bio Farma. Kini toilet bisa lebih bersih dan nyaman untuk digunakan oleh murid, guru dan orang tua. Kemudian fasilitas lainnya yang diberikan adalah dapur yang dapat digunakan oleh warga sekitar sini, untuk pembelajaran keterampilan tata boga”, ujar Yuni,

 

———-***———-

 

Untuk informasi Media, Hubungi :

N. Nurlaela Arief

Head of Corporate Communications Dept.

Bio Farma

Email : lala@biofarma.co.id

Mobile : 081910102649 : 62 22 2033755

www.biofarma.co.id

Bio Care : 1500810

 

Dirut Bio Farma Raih Top Leader on IT Leadership 2018

By Bio Farma

Jakarta, 6 Desember 2018. M. Rahman Rustan Direktur Utama Bio Farma raih penghargaan Top Leader on IT Leadership 2018 dari Majalah It Work yang diserahkan langsung oleh Ketua Penyelenggara dan Pemimpin Redaksi Majalah IT Works, M. Lutfi Handayani, MM, MBA. Selain itu Bio Farma juga meraih TOP IT on Digital Track and Trace System 2018. Penghargaan ini merupakan inovasi digitalisasi untuk menghindari produk vaksin palsu .

Menurut Rahman, “Track & Trace merupakan inovasi digital yang diinisiasi Bio Farma, inovasi ini sudah diuji coba terhadap produk terbaru Bio Farma di beberapa titik distribusi sampai ke konsumen”

“kedepannya, sistem ini direncanakan akan di terapkan untuk produk Bio Farma secara bertahap, saat ini  produk  vaksin Bio Farma  sudah didistribusikan ke lebih dari 140 negara”

Rahman menambahkan “saat ini Indonesia memasuki revolusi industri 4.0. Dalam Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) Bio Farma tahun 2018 – 2022 pun sudah direncanakan transformasi digital menuju industri 4.0 dengan penggunaan teknologi business intelligence, big data dan bioinformatic, sehingga peran Teknologi Informasi dapat membantu manajemen dalam pengambilan keputusan bisnis (enabler) dan menuju ke arah driver”.

Adopsi trasformasi digital Bio Farma  fokus setidaknya kepada tiga area utama yaitu customer experience, operational processes, dan business model dengan sasaran  harus meningkatkan kepuasan pelanggan, efisiensi operasional, mempercepat proses pengambilan keputusan dan cepat dalam beradaptasi terhadap perubahan.

Dalam implementasi transformasi digital ini melibatkan karyawan, khususnya pada Divisi Teknologi Informasi, dan juga dengan berkolaborasi dengan akademisi dan lembaga riset  serta sharing capacity dengan  BUMN dan Kementerian BUMN.

Sebelum meraih penghargaan ini, Bio Farma sudah melewati tahapan penilaian dengan menjawab kuesioner, melakukan sesi wawancara, dan presentasi dihadapan para penilai, yang dilaksanakan pada tanggal 1 November 2018.

“Menghadapi era disruptive technology dan era industri 4.0, kami menyiapkan proses bisnis untuk mengimplementasikan smart technology, diantaranya proses material handling, storage dan proses produksi yang terintegrasi dan terkoneksi dengan sistem pencatatan dan analisa data”.

“Adapun pada bidang riset, kami sudah mulai mengembangkan bioinformatics untuk percepatan R&D produk-produk baru. Time to market produk baru menjadi kunci agar peningkatan daya saing industri bioteknologi dan farmasi nasional bisa dicapai” tutup Rahman.

 

—*—

 

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi:

N Nurlaela Arief

Head of  Corporate Communications Dept.

Bio Farma

(022) 2033755 ext 37412

Email : lala@biofarma.co.id

Badan POM RI Siap Membantu Percepatan Vaksin Halal Bio Farma

By Bio Farma

(28/11/) Kepala Badan POM RI, Penny K Lukito, mengunjungi Bio Farma pada tanggal 28 November 2018, untuk menindaklanjuti potensi kerjasama sebagai hasil dari pertemuan internasional The First Meeting of Heads of National Medicines Regulatory Authorities (NMRAs) from OIC Member Countries, yang baru saja diselenggarakan pada tanggal 20 – 23 Novemeber 2018, di Jakarta dan Bandung.

Kegiatan yang dihadiri oleh Kepala Otoritas Medis dan Regulator negara Organisasi Kerjasama Islam (OKI) tersebut, menghasilkan Deklarasi Jakarta yang berisi diantaranya komitmen bersama untuk mewujudkan kemandirian dalam bidang produksi obat dan vaksin dan juga akses untuk mendapatkannya, serta mewujudkan Sustainable Development Goals (SGDs) ke-3 tentang Kesehatan dan Kesejahteraan yang baik, dan penelitian dan pengembangan vaksin dan obat-obatan untuk penyakit menukar dan penyakit tidak menular di negara berkembang.

Posisi Bio Farma sebagai produsen lifescience dari negara anggota OIC yang sudah memiliki PQ-WHO, dan sebagai Centre of Excellence  untuk vaksin dan Bioteknologi dijadikan acuan negara OKI untuk dapat memiliki kemampuan yang sama dengan Indonesia dalam pembuatan vaksin. Hal ini mengingat negara OKI pada dasarnya mempunyai potensi yang baik untuk membuat vaksin atau produk lifescience lainnya.

Menurut Peny K Lukito, dengan ditunjuknya Bio Farma sebagai Centre of Excellence untuk vaksin, memberikan kebanggaan tersendiri, karena tentu saja hal ini dapat mengangkat pemerintahan Indonesia, dimata dunia, karena Indonesia leading diantara negara-negara muslim untuk pembuatan vaksin “Pemerintah dalam hal CoE bisa mendorong untuk masuk ke pangsa pasar lain (lebih luas) dan banyak hal yang bisa kita lakukan bersama dan membantu bio farma untuk untuk terus berkembang untuk pembuatan produk lainnya”, ujar Penny.

Penny K Lukito menambahkan, pembuatan perlu ada percepatan untuk pembuatan vaksin halal, dan BPOM siap untuk membantu Bio Farma untuk percepatan pembuatan vaksin halal, termasuk pembentukan Working Group antara Heads of National Medicines Regulatory Authorities (NMRAs) untuk menyamakan pemahaman mengenai kriteria vaksin halal.

Sementara itu, Direktur Utama Bio Farma menyampaikan bahwa, hasil dari ditunjuknya indonesia sebagai CoE berhasil mendatangkan partner strategis dan potensial untuk Bio Farma, untuk bidang alih teknologi maupun dari sisi penelitian dan pengembangan, “Secara bertahap Bio Farma akan membantu proses downstream pembuatan vaksin untuk salah satu perusahaan di Arab Saudi,. Kemudian, untuk bidang penelitian, Bio Farma akan menggandeng Tunisia dan Maroko, karena kami melihat negara OIC memiliki potensial researcher, dalam bidang bioteknologi, sehingga diharpkan vaksin yang sesuai dengan syariah Islam dapat ditemukan”, ujar Rahman.

Kesiapan Bio Farma untuk memproduksi vaksin halal, menurut Direktur Perencanaan dan Pengembangan Bio Farma, Adriansjah Azhari mengatakan hal lain yang harus diperhatikan adalah Keamanan, Keampuahan dan Keefektifan dari vaksin tersebut. Oleh karenanya, sejak tahun 2010, Bio Farma membentuk Kelompok Kerja untuk mengawal proses mendapatkan sertifikathalal, yang terdiri dari tim teknis dan no teknis.

 

———-***———-

 

Untuk informasi Media, Hubungi :

N.Nurlaela Arief

Head of Corporate Communications Dept.

Bio Farma

Email : lala@biofarma.co.id

Mobile : 081910102649 : 62 22 2033755

www.biofarma.co.id

Bio Care : 1500810

Komitmen Bio Farma Terapkan Pola Gerakan Masyarakat Hidup Sehat

By Bio Farma

(01/11) Direktur SDM & Umum Bio Farma, Disril Revolin Putra (ketiga Kiri) bersama 13 pelaku usaha di kota Bandung menandatangani Komitmen Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) bersama Pemerintah Kota Bandung yang dilakukan oleh Walikota Bandung M.Oded Danial (Kedua kanan) dan Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung, dr Rita Verita (kanan), pada tanggal 1 November 2018 di GSG Bio Farma. Oded M Danial, mengajak semua pelaku usaha yang berada di Bandung, untuk berkomitmen ikut serta menyehatkan masyarakat kota Bandung, sebagai Pilar Pembangunan kota Bandung, antara lain, Menyelenggarakan Aktivitas Fisik / Olaharaga Di Lingkungan Usaha, Memeriksakan Kesehatan Secara Berkala, Menerapkan Kawasan Tanpa Rokok Di Lingkungan Usaha Dan Membina Salah Satu Posyandu Di Wilayah Kerja Setiap Perusahaan.

Menteri Rini, Lepas Ekspor Produk Vaksin ke Pakistan, Turki dan Honduras

By Bio Farma

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno tunjukan komitmen dan dukungan peningkatan ekspor dari BUMN berbagai sektor.  Rini hadir langsung melepas ekspor produk vaksin Bio Farma, setelahnya sebelumnya melepas produk dari Pindad dan LEN Industri di Bandung, Rabu (31/10/2018).

Menurut Rini, “Di sektor industri Farmasi, BUMN didorong untuk memproduksi produk farmasi yang memiliki nilai tambah,  BUMN yang telah memiliki produksi melebihi kebutuhan dalam negeri kami dorong untuk meningkatkan ekspor.  Sesuai dengan INPRES No 6 tahun 2016 tentang percepatan pengembangan industri farmasi dan alat kesehatan”.

Rini menambahkan, “Bio Farma agar terus meningkatkan kemandirian bahan baku vaksin, memprioritaskan kebutuhan dalam negeri, serta kapasitas lebih dapat diekspor untuk membantu pasokan kebutuhan vaksin global”.

Sementara itu, M. Rahman Roestan, Direktur Utama Bio Farma, turut hadir dan menyampaikan “Bio Farma sudah lama mengekspor produk vaksin, kami memulai ekspor perdana pada tahun 1998, satu tahun setelah produk vaksin kami mendapat pra-kualifikasi dari Badan Kesehatan Dunia (WHO)”.

“Hari ini, terdapat pengiriman ke empat (4) negara tujuan ekspor. Tiga (3) diantaranya adalah finished product vaksin Polio  (bOPV-20 dosis)  ke Pakistan dan ke Turkey, serta vaksin Difteri Tetanus Pertusis (DTP) 10 dosis ke Honduras, Amerika Tengah. Selain itu kami juga ada pengiriman bulk (bahan setengah jadi atau intermediate product) Polio ke India”.tambahnya

“Jadi, total nilai ekspor vaksin yang dilepas hari ini, sebesar  USD 5,18 juta atau sekitar 75 Miliar rupiah”  yang diekspor terdiri dari 50 juta dosis bulk polio ke India sedangkan ke Pakistan, Turkey dan Honduras sekitar sebanyak 1 juta vial vaksin bOPV-20 dosis dan 10 dosis”. ungkap Rahman.

Menteri Rini menambahkan “Kami bangga dengan konsistensi dan pencapaian Bio Farma yang sudah beberapa kali meraih penghargaan Primaniyarta dan yang terbaru yaitu kategori Pelopor Pasar Baru dari Kementerian Perdagangan yang diserahkan langsung oleh Presiden RI”.

“Raihan penghargaan tersebut atas keberhasilan Bio Farma dalam memperluas pasar vaksin, dengan menambah jumlah market di negara-negara benua Asia dan Afrika, sehingga sampai dengan 2018, produk vaksin Bio Farma sudah digunakan di lebih dari 140 negara”tutup Rini.

 

**-**

 

Tentang Bio Farma

Bio Farma merupakan  BUMN produsen Vaksin dan Antisera, saat ini berkembang menjadi  perusahaan Life Science, didirikan 6 Agustus 1890. Selama 128 tahun pendiriannya Bio Farma telah berkontribusi untuk meningkatkan kualitas hidup bangsa, baik di Indonesia maupun mancanegara. Lebih dari 140 negara telah menggunakan produk Vaksin Bio Farma terutama negara – negara berkembang, dan 49 diantaranya adalah negara yang tergabung dalam Organisasi Kerjasama Islam (OKI). Dengan kapasitas produksi lebih dari 2 Miliar dosis pertahun, merupakan terbesar di Asia Tenggara. Bio Farma telah memenuhi kebutuhan vaksin Nasional, termasuk kebutuhan vaksin untuk Jemaah Haji dan Umrah, serta kebutuhan vaksin dunia melalui WHO dan UNICEF. Dengan filosofi Dedicated to Improve Quality of Life, Bio Farma berperan aktif dalam meningkatkan ketersediaan dan kemandirian produksi Vaksin di negara-negara berkembang dan negara-negara Islam untuk menjaga keamanan kesehatan global (Global Health Security).

 

Tentang Ekspor Vaksin Bio Farma

Bio Farma hampir setiap pekan mengirimkan produk ke mancanegara, mayoritas negara berkembang dan negara Islam. Selain produk akhir vaksin yang didistribusikan melalui lembaga Internasional UNICEF, PAHO, Bio Farma juga melakukan ekspor dalam bentuk bulk vaksin atau intermediate produk yang nantinya akan di formulasi dan dikemas menjadi produk akhir vaksin. Ekspor produk Vaskin Bio Farma dilakukan melalui bilateral dan melalui beberapa produsen vaksin langsung. Beberapa produsen yang membeli bulk antara lain produsen vaksin di India, perusahaan di Belgia, Turki, Mexico, Mesir, Thailand, Filipina, dan beberapa negara lain. Beberapa jenis vaksin yang diekspor sepanjang bulan September sampai dengan Desember 2018 terdiri dari vaksin polio, campak, TT, DTP, Td. Dengan tingkat komponen dalam negeri  (TKDN) yang lebih tinggi sehingga Bio Farma turut menciptakan kemandirian bahan baku vaksin.

 

Informasi lebih lanjut www.biofarma.co.id

 

 

***-***

Untuk informasi Media, Hubungi  :

N.Nurlaela Arief

Head of Corporate Communications Dept.

Bio Farma

Email : lala@biofarma.co.id

Mobile : 081910102649  : 62 22 2033755

www.biofarma.co.id

Bio Care : 1500810

 

Konsisten Perluas Ekspor Pasar Baru, Bio Farma raih kembali Penghargaan Primaniyarta 2018

By Bio Farma

PT Bio Farma meraih kembali Penghargaan Primaniyarta kategori Pelopor Pasar Baru dari Kementerian Perdagangan, diterima oleh Sri Harsi Teteki, Direktur Pemasaran Bio Farma yang diserahkan langsung oleh Presiden Joko Widodo, di Indonesia Convention Exhibition, BSD Tangerang Banten, Rabu (24/10).

“Kami satu-satunya BUMN yang mendapat apresiasi dari Pemerintah, tentunya turut serta berkontribusi bagi negara, kami terus upayakan peningkatan kapasitas dan kapabilitas produksi untuk mempertahankan dan meningkatkan kesinambungan Ekspor, saat ini kapasitas kami : bulk (intermediate product) sekitar 2.3 miliar dosis, produk akhir vaksin sekitar 700 juta dosis”kata Teki.

Teki menambahkan mengenai pelopor pasar baru “kami banyak melakukan ekspor ke negara tujuan yang mengandung risiko, baik, risiko politik, risiko ekonomi pada saat pembayaran, transportasi yang sulit juga adanya negara-negara baru  yang kami masuki, ” ungkap Teki

“Kami juga mengapresiasi dukungan Pemerintah akan memberikan kemudahan dari Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) dalam  skema pembiayaan ekspor Indonesia”

Keberhasilan perluasan pasar di negara-negara Afrika, tidak terlepas dari kerja sama yang dilakukan oleh Bio Farma dengan organisasi kerja sama negara-negara Islam (OKI), di mana Bio Farma ditunjuk sebagai “centre of excellence” serta vice chairman vaccine manufacturer group OIC.

Raihan penghargaan tersebut dilatarbelakangi oleh keberhasilan Bio Farma dalam memperluas pasar vaksin, dengan menambah jumlah “market” di negara-negara benua Asia dan Afrika, sehingga sampai dengan 2018, produk Bio Farma sudah digunakan di lebih dari 140 negara.Tahun ini untuk kali ke -7 Bio Farma raih penghargaan Primaniyarta.

Tantangan kami saat ini ekspansi fasilitas untuk produk baru, target kami ke depan terus menjajaki peluang Ekspor untuk produk final bulk (HiB, Campak) dan produk jadi (Pentabio – Difteri, Pertusis, Tetanus, Hepatitis B dan Haemophilus Influenza type B) serta memenuhi berbagai regulasi internasional  (WHO, FDA dan Registrasi di negara tujuan) dan tentunya mempertahankan Pra Kualifikasi WHO untuk produk existing dan produk baru”

Primaniyarta merupakan penghargaan tertinggi yang diberikan Pemerintah Indonesia kepada eksportir yang dinilai paling berprestasi di bidang ekspor dan dapat menjadi percontohan bagi eksportir lain. Penyelenggaraan Penghargaan Primaniyarta merupakan kegiatan rutin tahunan yang diadakan oleh Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan cq Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, penghargaan diberikan bersamaan dengan acara Trade Expo Indonesia ke-33 dengan tema “Creating Products For Global Oppotunities”.

*-*

 

Informasi Media :

N.Nurlaela Arief

Head of Corporate Communications Dept.

Bio Farma

lala@biofarma.co.id

 

The second day in Palu, Bio Farma gave Tetanus and Flu in the Earthquake & Tsunami Location in Palu – Donggala

By Bio Farma

(Palu 4/10) SOE is There for the Country, since Wednesday October 3rd, 2018 yesterday the Bio Farma Medical Team has been in Palu, to provide vaccine aid and medical teams to victims of the earthquake and tsunami Palu.

Disril Revolin Putra, Director of Human Resources & General of Bio Farma said “Since last night starting at 8:00 p.m. until 1:00 a.m., we have carried out Tetanus Immunization as many as 350 Basarnas personnel in Palu”

Today with the Ministry of Health and the Health Office of Palu, we will carry out Tetanus Immunization, Flu immunization to volunteers and the surrounding community.

In addition, for the injured victims we give Anti Tetanus Serum aid, the implementation of which is in cooperation with hospitals and health centers which will begin to open today for the next nine days.

In addition to the Ministry of Health, the implementation also coordinated with SOE in Palu, namely BNI, and Basarnas.

The relief team that we sent consisted of health workers, doctors, consisting of seven personnel to the center of the earthquake and tsunami spot that occurred on September 28th, 2018 ago in the cities of Palu and Donggala, Central Sulawesi.

The team, led by Director of Human Resources & General Bio of Farma, Disril Revolin Putra, will be in the location for nine days, starting from October 3rd-12th, 2018.

Arriving in Palu, Bio Farma’s team would join a team from other SOEs, as well as a team from the Indonesian Ministry of Health. Later in the location of the earthquake and tsunami, Bio Farma would provide aid in the form of 1000 vials of Td Vaccine, 250 vials for flu vaccine, 500 ampoules of Anti Tetanus Serum (ATS 1500 IU) and 10 6×14 platoon tent units.

According to Disril, this aid was intended to alleviate the burden experienced by the people of Palu and surrounding areas, due to the earthquake and tsunami at the end of September, 2018, and also help the medical team who had first arrived at the scene.

“We share in condolences for the incident which has killed more than 1,000 people and injured other thousands. As a state-owned company engaged in the health sector, we help to maintain the health of refugees, by providing immunizations for Tetanus and Diphtheria (Td), Flu, and treatment with Anti Tetanus Serum (ATS). With a team of seven personnel, God willing, we will join the SOE is There for the Country team, and the Indonesian Ministry of Health team,” said Disril.

 

Media information:

N.Nurlaela Arief

Head of Corporate Communications Dept.

Bio Farma

Lala@biofarma.co.id

081910102649

 

Bio Farma Sent Vaccine Aid and Medical Team to Help the Earthquake & Tsunami Victims of Palu – Donggala

By Bio Farma

(Palu 3/10) Bio Farma sent a relief team consisting of seven personnel to the center of the earthquake and tsunami spot that occurred on September 28th, 2018 in the cities of Palu and Donggala, Central Sulawesi. The team, which was led by Director of Human Resources & General of Bio Farma, Disril Revolin Putra, will be in the location for nine days, starting from October 3rd to 12th, 2018.

Arriving in Palu, Bio Farma’s team would join a team from other SOEs, as well as a team from the Indonesian Ministry of Health. Later in the location of the earthquake and tsunami, Bio Farma would provide aid in the form of 1000 vials of Td Vaccine, 250 vials for flu vaccine, 500 ampoules of Anti Tetanus Serum (ATS 1500 IU) and 10 6×14 platoon tent units.

According to Disril, this aid was intended to alleviate the burden experienced by the people of Palu and surrounding areas, due to the earthquake and tsunami at the end of September 2018, and also help the medical team who had first arrived at the scene.

“We share in condolences for the incident which has killed more than 1,000 people and injured other thousands. As a state-owned company engaged in the health sector, we help to maintain the health of refugees, by providing immunizations for Tetanus and Diphtheria (Td), Flu, and treatment with Anti Tetanus Serum (ATS). With a team of seven personnel, God willing, we will join the SOE is There for the Country team, and the Indonesian Ministry of Health team,” said Disril.

About Bio Farma

Bio Farma is a state-owned manufacturer of Vaccines and Antisera, currently developing into a Life science company, established on August 6th, 1890. During its 128 years of establishment Bio Farma has contributed to improving the quality of life of the nation, both in Indonesia and abroad. More than 140 countries have used Bio Farma Vaccine products, especially developing countries, and 50 of them are countries that are members of the Organization of Islamic Cooperation (OIC).

With a production capacity of more than 2 billion doses per year, it is the largest in Southeast Asia. Bio Farma has fulfilled the needs of National vaccines, including the need for vaccines for Hajj and Umrah Pilgrims, as well as world vaccine needs through WHO and UNICEF.

With the philosophy Dedicated to Improve Quality of Life, Bio Farma plays an active role in increasing the availability and self-reliance of vaccine production in developing countries and Islamic countries to safeguard global health security. Further information  www.biofarma.co.id

 

———-***———-

 

 

For media information, please contact:

N.Nurlaela Arief

Head of Corporate Communications Dept.

Bio Farma

Email: lala@biofarma.co.id

Mobile: 081910102649: 62 22 2033755

www.biofarma.co.id

Bio Care: 1500810

Always There for the Country, Bio Farma Participated in the Largest SOE IBD EXPO Exhibition in Indonesia

By Bio Farma

Bio Farma participated in the Indonesia Business & Development (IBD) Expo 2018 held on October 3rd-6th, 2018 at Grand City Surabaya. According to M Rahman Roestan, President Director of Bio Farma who was accompanied by Sri Harsi Teteki, Director of Marketing of Bio Farma, “We join IBD Expo to get closer to the community so that they are more familiar with SOE products and services, especially vaccines produced by Bio Farma”

Sri Harsi Teteki added, “At the biggest SOE exhibition in Indonesia, we as the only SOE that produces vaccines, will display a variety of superior products that have been marketed to more than 140 countries in the world”

In addition, at the same time providing education in the form of a talk show with the theme of knowing more closely the vaccine for millennial visitors”

“Also provides influenza vaccination and consultation services, tetanus vaccine, diphtheria vaccine and interesting programs available at the Bio Farma Exhibition hall booth, C45”

At the opening of the IBD Expo today also done visiting the Bio Farma booth, Deputy for Agro & Pharmaceutical Industry, Wahyu Kuncoro, Assistant Deputy for Agro & Pharmaceutical Industry II, Purnomo Sinar Hadi and Bio Farma Commissioner Yuni Suryanto.

On the same occasion Rahman explained directly about the innovation of vaccine products and vaccine packaging innovations, as well as various new vaccine research progresses at the BUMN Deputy and ranks of the Ministry of BUMN.

It is expected that the IBD Expo 2018 can lead to greater business opportunities to support Indonesia’s economic growth and development.

———-*****———-

For more information, you can contact:

Nurlaela Arief

Head of Corporate Communications Dept.

Email: lala@biofarma.co.id

Bio Farma

Jl. Pasteur No. 28 Bandung

Tel: 62 22 2033755

Fax: 62 22 2041306