Vaccinology Training Kembali Digelar di Bio Farma yang Diikuti oleh 80 Dokter Seluruh Indonesia

By Bio Farma

Acara ini dapat terselenggara atas  kerjasama antara PAPDI, Satgas Imunisasi Dewasa dan Bio Farma.

Sejumlah pakar vaksin hadir sebagai pembicara hari ini, tanggal 9 Februari 2019 di Bio Farma

Prof Dr dr Samsuridjal Djauzi,SpPD,K-AI ; Dr Benget Saragih,M.Epid; Dr dr Iris Rengganis,SpPD,K-AI; Dr dr Sukamto Koesnoe, SpPD,K-AI; Prof Dr dr Kusnandi Rusmil,SpA(K),MM, dr Primal Sudjana, SpPD,KPTI

Selain mendapatkan ilmu update tentang vaksin dewasa, vaksin traveller, peserta  juga mendapat materi tambahan dari Bio Farma tentang produk yang telah lulus PQ WHO dan pengelolaan cold chain yang baik dan benar sebagai bekal utama dalam standar layanan vaksin sesuai Permenkes 23 Tahun 2018 tentang penerbitan sertifikasi vaksin internasional.

Sebelum peserta kembali ke tempat masing-masing, dipersilahkan untuk meninjau layanan vaksinasi @imunicare.biofarma ( #imunicarebybiofarma ) dan museum Biofarma

Selamat berkiprah bersama membangun Indonesia kuat dan sehat ya para sejawat,  tentunya melalui salah satu upaya preventif yaitu imunisasi dengan vaksin yang terjaga kualitasnya.

 

Mau imunisasi …?

Ya Imunicare

 

#biofarma

#imunicare

#imunicarebybiofarma

#solutiontoimmunity

#vaksin

#vaccinationbeforevacation

#vaccinologytraining

 

*-*

 

Untuk informasi Media, Hubungi :

N.Nurlaela Arief

Head of Corporate Communications Dept.

Bio Farma

Email : lala@biofarma.co.id

Mobile : 081910102649 : 62 22 2033755

www.biofarma.co.id

Bio Care : 1500810

 

Perluas Layanan Imunisasi, Bio Farma Luncurkan Imunicare

By Bio Farma

Bio Farma memperkenalkan layanan terbaru imunisasi dengan nama Imunicare, kepada masyarakat kota Bandung, diawali dengan “Petualangan Imunisasi Bersama Imunicare”. Acara yang merupakan Soft launching dari Imunicare ini, dilaksanakan pada hari Minggu 27 Januari 2019, dengan mengundang 10 komunitas ibu dan balita serta beberapa komunitas lari yang ada dikota Bandung dengan diisi berbagai kegiatan yang membangun kreativitas anak dan balita.

Sosialisasi Imunicare juga dilakukan pada momen Rapat Kerja Rencana Aksi 2019, Senin 28 Januari 2019 oleh M. Rahman Roestan, Direktur Utama Bio Farma disertai jajaran Direksi, disaksikan oleh Asisten Deputi Industri Agro & Farmasi 2 Kementerian BUMN, Agus Suharyono.

Menurut Direktur Pemasaran Bio Farma, Sri Harsi Teteki, Imunicare merupakan upaya dari Bio Farma untuk turut serta menyehatkan masyarakat Indonesia melalui pemberian imunisasi.

“Imunicare merupakan layanan dari klinik imunisasi Bio Farma yang bertujuan untuk mendekatkan pelayanan ke masyarakat, sehingga masyarakat mendapatkan akses dan solusi untuk meningkatkan imunitas, yang tentu saja dengan harga terjangkau dan ketersediaan jenis vaksin yang lengkap,  serta terjamin kualitas dan keaslian dari produknya”, ujar Teki, panggilan akrab Sri Harsi Teteki.

Teki menambahkan dengan layanan baru Imunicare, yang berbasis Customer Focus dan Friendly Experience, masyarakat dari segala usia, tidak khawatir dan tidak takut untuk mendapatkan imunisasi.

Sementara itu, Kepala Divisi Divisi Unit Klinik & Imunisasi Bio Farma, Tjut Vina mengatakan layanan Imunisasi di Imunicare, tidak terbatas hanya untuk balita saja, tetapi juga bisa untuk dewasa, dengan tagline Solution to Immunity, kami hadir terutama bagi masyarakat yang akan bepergian ke luar negeri, termasuk vaksin untuk ibadah haji dan umrah.

“Kami sudah bekerja sama dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), sehingga untuk pelayanan vaksinasi Meningitis bisa dilakukan di Imunicare. Selain vaksinasi untuk haji / umrah, di Imunicare juga tersedia vaksin yang diperlukan untuk para traveller, atau yang akan melakukan studi ke luar negeri, yang membutuhkan persyaratan vaksin-vaksin tertentu”, Ujar Tjut Vina.

Tjut Vina menambahkan penambahan layanan ini tidak hanya pemberian imunisasi saja, tetapi juga penambahan jenis vaksin seperti vaksin meningitis yang dibutuhkan oleh calon Jemaah haji dan umrah, juga untuk vaksin bagi pegiat travelling.

Melalui penyedian vaksin yang berkualitas dan terjamin keasliannya, layanan Imunicare yang saat ini  berlokasi di Jl. Pasteur No 28 Bandung,  Kedepannya, akan melayani seluruh negeri, sehingga membantu meningkatkan akses terhadap vaksin dan mendorong cakupan imunisasi nasional program Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

 

———-***———-

Untuk informasi Media, Hubungi :

N.Nurlaela Arief

Head of Corporate Communications Dept.

Bio Farma

Email : lala@biofarma.co.id

Mobile : 081910102649 : 62 22 2033755

www.biofarma.co.id

Bio Care : 1500810

Penuhi Kepatuhan Pajak, Bio Farma raih Penghargaan Pajak

By Bio Farma

Jakarta, 24 Januari. Membuka tahun 2019, Bio Farma menerima prestasi berupa penghargaan & apresiasi di bidang perpajakan.

Kali ini diperoleh dari Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar Tiga. Penghargaan ini terbilang bergengsi. Karena Wajib Pajak yang terdaftar adalah Wajib Pajak BUMN beserta entitas anak & afiliasi sektor industri dan perdagangan yang berjumlah lebih dari 200 Wajib Pajak terdaftar.

Adapun yang menerima penghargaan hanya 20 Wajib Pajak.

Acara ini di laksanakan pada hari Kamis, 24 Januari 2019 di Gedung Ditjend Pajak.

Direktur Keuangan Bio Farma, Pardiman menerima langsung penghargaan tersebut yang diserahkan oleh Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Wajib Pajak Besar Tiga, Abdul Manan.

Dalam sambutan, Abdul Manan mengatakan bahwa apresiasi & penghargaan ini diberikan kepada Wajib Pajak yg terdaftar di KPP WP Besar Tiga yang telah memberikan kerjasama & kontribusi optimal dalam pemenuhan kepatuhan pajak serta penerimaan negara sehingga KPP Wajib Pajak Besar Tiga telah melampui target yaitu sebesar 100,38%.

Ini menandakan bahwa sinergi Ditjend Pajak & BUMN telah memberikan dampak positif dalam membangun negara melalui penerimaan negara dari sektor pajak.

Direktur Keuangan Bio Farma, Pardiman mengatakan “dengan diterima apresiasi & penghargaan ini oleh Bio Farma menandakan Bio Farma telah melakukan sinergi antar stakeholders dan telah melakukan pemenuhan kepatuhan pajak secara optimal. Harapannya prestasi ini tetap dipertahankan”tutup Pardiman.

 

*-*

Informasi Media:

N. Nurlaela Arief

Head of Corporate Communications Dept.

Bio Farma

Bersentuhan dengan sumber penyakit, sekitar 2000 Petugas Kebersihan dan Satpol PP diimunisasi Flubio & Tetanus

By Bio Farma

Bandung, Selama 4 hari mulai 21 sampai 24 Januari 2019, Bio Farma berikan imunisasi Flubio dan Tetanus gratis kepada 1650 Petugas Kebersihan dan 350 Satpol Kota Bandung di layanan vaksinasi Bio Farma.

“Kami berharap dengan program ini bisa berkontribusi kepada kotamadya Bandung bagi kesehatan berkelanjutan, mudah – mudahan program ini bisa terus kita lanjutkan dari waktu ke waktu”.

“Dua tahun yang lalu kami melakukan kegiatan vaksinasi ini melalui program vaksin untuk hepatitis, karena hepatitisnya sudah memiliki kekebalan, kita perlu vaksinasi yang lain yaitu flu dan tetanus” Ujar Disril Revolin Putra, selaku Direktur SDM & Umum Bio Farma.

Disril menambahkan “Mudah – mudahan ada produk – produk lainnya yang bisa kita berikan kepada bapak/ ibu petugas lapangan.

“Temen – temen yang ada di area kebersihan bersinggungan dengan hal – hal yang perlu perlindungan, begitupun bapak/ ibu satpol pp mudah – mudahan dengan vaksin tetanus ini bisa memberikan kepercayaan diri terlindung dari penyakit saat bekerja kepada para petugas kesehatan”

Dalam sambutannya, Deni Nurdyana, Direktur Utama PD Kebersihan Kota Bandung mengatakan

“Kami ucapkan terimakasih kepada manajemen Bio Farma atas program CSR pemberian vaksin yang rutin yang kami terima”

“Pekerjaan kami memang bersentuhan dengan hal – hal yang bisa disebutkan disana terdapat semua sumber penyakit”

“Sehingga memang program yang seperti ini sangat kita nantikan. Sangat bermanfaat apalagi saat musim pancaroba saat ini vaksin flu dirasa efektif. Kemudian vaksin tetanus, karena tidak sedikit karyawan kami ketika mengangkat sampah banyak terkena pecahan beling. Kondisi ini memerlukan preventif kesehatan”

Hadir pula Kepala Dinas Kesehatan, Rita Verita yang menyaksikan dan secara langsung penyuntikan pada petugas kebersihan dan satpol PP, meninjau berbagai fasilitas perusahaan, termasuk layanan baru Imunicare dan kantin sehat.

 

*-*

Informasi Media:

N. Nurlaela Arief

Head of Corporate Communications Dept.

Bio Farma

Terapkan Sistem Manajemen Inovasi, Bio Farma Raih kategori Gold (Asia Sustainability Reporting) 2018

By Bio Farma

 

(8/12) Bio Farma kembali menerima penghargaan Asia Sustainability Reporting 2018, untuk kategori Gold (ASR Rating) dari National Centre For Sustainability Reporting (NCSR). NCSR merupakan lembaga yang bertujuan untuk membantu, mengembangkan, mengukur dan melaporkan pelaksanaan CSR / Corporate Sustainability (CS) yang berlandaskan pada Global Reporting Initiative  (GRI). Bio Farma mendapatkan pernghargaan dalam hal konsistensinya untuk kontribusi kepada masyarakat, lingkungan dan tanggung jawab terhadap produk dan pegawai.

Penghargaan diserahkan oleh Gubernur Lampung yang diwakili oleh Asisten Ekonomi dan Pembangunan, Taufik Hidayat kepada Direktur Perencanaan dan  Pengembangan Bio Farma, Adriansjah Azhari, di Lampung 8 Desember 2018. Bio Farma telah menerbitkan   Sustainability Report yang berbasis GRI sejak tahun 2012.

Adriansjah Azhari, menyampaikan “dalam pelaporan SR ini mencakup laporan tanggung jawab terhadap konsumen, masyarakat, lingkungan dan khususnya terkait produk. Untuk mendukung pencapaian tersebut, Inovasi merupakan prioritas kami”

Adriansjah menambahkan, “penguatan R&D melalui Sistem Manajemen Inovasi yang dilakukan oleh Bio Farma, merupakan komitmen Bio Farma untuk mendukung inovasi  industri farmasi di Indonesia menuju kemandirian produk obat termasuk produk biopharmaceutical seperti vaksin”

“Kami sudah memiliki Sistem Manajemen Inovasi (SMI), yang meliputi produksi, proses dan strategi, yang dilakukan secara top down dan bottom up”

“Alhamdulillah, kami bisa meraih penghargaan ini pada akhir tahun 2018. Kami berpandangan bahwa penguatan R&D termasuk inovasi – inovasi didalamnya, merupakan golden ticket menuju kemandirian, khususnya pada industri farmasi produk biopharmaceutical.

“Saat ini, Indonesia sudah menjadi Centre of Excellence di negara Organisasi Kerjasama Islam untuk bidang vaksin dan bioteknologi”, ujar Adriansjah

Inovasi yang dilakukan oleh Bio Farma antara lain : Peluncuran produk pentabio, yang sesuai dengan namanya, pentabio merupakan lima jenis vaksin dalam satu kemasan yang terdiri dari Vaksin Difteri, Tetanus, Pertusis, Hepatitis B dan Haemophilus Influenzae type b (DTP-HB-Hib), “Dengan adanya inovasi ini, efisiensi produksi dapat tercapai,  mengurangi jumlah  limbah jarum suntik, kemasan vial, penghematan penggunaan energi dan sumber daya” Ujar Adriansjah.

Inovasi produk lainnya adalah vaksin Typhoid Conjugate (Vaksin untuk mencegah penyakit tifus) yang merupakan vaksin tifoid generasi baru. Vaksin ini dapat memberi kekebalan lebih lama terhadap penyakit tifus dari vaksin tifoid yang ada saat ini dan sudah bisa digunakan untuk anak usia dua tahun.

Produk lainnya adalah vaksin Rotavirus yang digunakan untuk pencegahan terhadap penyakit diare yang disebabkan oleh kuman rotavirus pada bayi. Vaksin ini  direncanakan  akan diluncukan pada tahun 2020. Sementara itu,  inovasi strategi untuk menghindari pemalsuan produk, Bio Farma merencanakan menerapkan sistem track and trace yang dapat memonitor distribusi vaksin sejak dari pabrik sampai ke konsumen

**-**

Tentang Bio Farma

Bio Farma merupakan BUMN produsen Vaksin dan Antisera, saat ini berkembang menjadi perusahaan Lifescience, didirikan 6 Agustus 1890. Selama 128 tahun pendiriannya Bio Farma telah berkontribusi untuk meningkatkan kualitas hidup bangsa, baik di Indonesia maupun mancanegara. Lebih dari 140 negara telah menggunakan produk Vaksin Bio Farma terutama negara – negara berkembang, dan 50 diantaranya adalah negara yang tergabung dalam Organisasi Kerjasama Islam (OKI).

Dengan kapasitas produksi lebih dari 2 miliar dosis per tahun, Bio Farma merupakan produsen vaksin terbesar di Asia Tenggara. Bio Farma tidak saja telah memenuhi kebutuhan vaksin Nasional, termasuk kebutuhan vaksin untuk Jemaah Haji dan Umrah, melainkan pula turut serta memenuhi kebutuhan vaksin dunia terutama melalui  UNICEF.

Dengan filosofi Dedicated to Improve Quality of Life, Bio Farma berperan aktif dalam meningkatkan ketersediaan dan kemandirian produksi Vaksin di negara-negara berkembang termasuk  negara-negara Islam untuk menjaga keamanan kesehatan global (Global Health Security). Informasi lebih lanjut www.biofarma.co.id

 

———-***———-

 

Untuk informasi Media, Hubungi :

N.Nurlaela Arief

Head of Corporate Communications Dept.

Bio Farma

Email : lala@biofarma.co.id

Mobile : 081910102649 : 62 22 2033755

www.biofarma.co.id

Bio Care : 1500810

Bio Farma Beri Akses Sanitasi Bersih untuk Al-Fitri, Cimaung

By Bio Farma

(3/12) Bio Farma melalui program Corporate Social Responsibility  (CSR) memberikan fasilitas untuk toilet bersih beserta kelengkapannya, untuk Siswa SLB  Al-Fithri, Cimaung, Kabupaten Bandung. Toilet merupakan salah satu sarana yang perlu mendapatkan perhatian khusus di lingkungan sekolah, karena  dengan toilet yang bersih, akan menciptakan suasana belajar mengajar yang sehat dan nyaman dan dapat menghindari siswa dari ancaman gangguan penyakit seperti diare, Hepatitis A, Cacingan, Tifus dan berbagai penyakit lainnya.

Toilet yang dibangun dengan luas 2×2 meter ini, dilengkapi dengan fasilitas untuk memudahkan para difabel, seperti ruang koridor yang luas dan handrill untuk memudahkan pengguna kursi roda menggunakan fasilitas toilet tersebut. Selain sarana toilet bersih, Bio Farma memberikan bantuan berupa dapur seluas 17,4 meter persegi yang bisa dimanfaatkan utnuk meningkatkan keterampilan tata boga warga sekitar, dan gudang seluas 7,8 Meter persegi untuk menyimpan peralatan – peratalan belajar mengajar.

Menurut Direktur SDM dan Umum, Disril Revolin Putra, tujuan pembangunan sanitasi di sekolah adalah untuk membantu murid, dan guru di sekolah Al Fithri juga warga sekitarnya, untuk mendapatkan akses air bersih,serta sanitasi yang baik, sesuai dengan tujuan Sustainable Goals Development (SDG) No 6, yaitu memastikan ketersediaan dan pengelolaan air dan sanitasi yang berkelanjutan untuk semua.

“Kami berharap dengan adanya pembangunan toilet bersih ini, akan menciptakan lingkungan belajar yang sehat, bebas dari ancaman penyebaran penyakit menular sehingga motivasi belajar anak-anak bisa meningkat, dan tentu saja lingkungan sekolah yang sehat, akan bermanfaat juga untuk kesehatan di wilayah sekitar sekolah” Ujar Disril.

Sementara itu, menurut Kepala Sekolah  SD Al-Fithri, Yuni, mengatakan, pihaknya menyambut baik mengenai pembangun toilet dan fasilitas lainnya untuk sekolah ini,  “Alhamdulillah,  kami sangat terbantu dengan pembangunan toilet dan fasilitas lainnya dari program CSR Bio Farma. Kini toilet bisa lebih bersih dan nyaman untuk digunakan oleh murid, guru dan orang tua. Kemudian fasilitas lainnya yang diberikan adalah dapur yang dapat digunakan oleh warga sekitar sini, untuk pembelajaran keterampilan tata boga”, ujar Yuni,

 

———-***———-

 

Untuk informasi Media, Hubungi :

N. Nurlaela Arief

Head of Corporate Communications Dept.

Bio Farma

Email : lala@biofarma.co.id

Mobile : 081910102649 : 62 22 2033755

www.biofarma.co.id

Bio Care : 1500810

 

Dirut Bio Farma Raih Top Leader on IT Leadership 2018

By Bio Farma

Jakarta, 6 Desember 2018. M. Rahman Rustan Direktur Utama Bio Farma raih penghargaan Top Leader on IT Leadership 2018 dari Majalah It Work yang diserahkan langsung oleh Ketua Penyelenggara dan Pemimpin Redaksi Majalah IT Works, M. Lutfi Handayani, MM, MBA. Selain itu Bio Farma juga meraih TOP IT on Digital Track and Trace System 2018. Penghargaan ini merupakan inovasi digitalisasi untuk menghindari produk vaksin palsu .

Menurut Rahman, “Track & Trace merupakan inovasi digital yang diinisiasi Bio Farma, inovasi ini sudah diuji coba terhadap produk terbaru Bio Farma di beberapa titik distribusi sampai ke konsumen”

“kedepannya, sistem ini direncanakan akan di terapkan untuk produk Bio Farma secara bertahap, saat ini  produk  vaksin Bio Farma  sudah didistribusikan ke lebih dari 140 negara”

Rahman menambahkan “saat ini Indonesia memasuki revolusi industri 4.0. Dalam Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) Bio Farma tahun 2018 – 2022 pun sudah direncanakan transformasi digital menuju industri 4.0 dengan penggunaan teknologi business intelligence, big data dan bioinformatic, sehingga peran Teknologi Informasi dapat membantu manajemen dalam pengambilan keputusan bisnis (enabler) dan menuju ke arah driver”.

Adopsi trasformasi digital Bio Farma  fokus setidaknya kepada tiga area utama yaitu customer experience, operational processes, dan business model dengan sasaran  harus meningkatkan kepuasan pelanggan, efisiensi operasional, mempercepat proses pengambilan keputusan dan cepat dalam beradaptasi terhadap perubahan.

Dalam implementasi transformasi digital ini melibatkan karyawan, khususnya pada Divisi Teknologi Informasi, dan juga dengan berkolaborasi dengan akademisi dan lembaga riset  serta sharing capacity dengan  BUMN dan Kementerian BUMN.

Sebelum meraih penghargaan ini, Bio Farma sudah melewati tahapan penilaian dengan menjawab kuesioner, melakukan sesi wawancara, dan presentasi dihadapan para penilai, yang dilaksanakan pada tanggal 1 November 2018.

“Menghadapi era disruptive technology dan era industri 4.0, kami menyiapkan proses bisnis untuk mengimplementasikan smart technology, diantaranya proses material handling, storage dan proses produksi yang terintegrasi dan terkoneksi dengan sistem pencatatan dan analisa data”.

“Adapun pada bidang riset, kami sudah mulai mengembangkan bioinformatics untuk percepatan R&D produk-produk baru. Time to market produk baru menjadi kunci agar peningkatan daya saing industri bioteknologi dan farmasi nasional bisa dicapai” tutup Rahman.

 

—*—

 

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi:

N Nurlaela Arief

Head of  Corporate Communications Dept.

Bio Farma

(022) 2033755 ext 37412

Email : lala@biofarma.co.id

Badan POM RI Siap Membantu Percepatan Vaksin Halal Bio Farma

By Bio Farma

(28/11/) Kepala Badan POM RI, Penny K Lukito, mengunjungi Bio Farma pada tanggal 28 November 2018, untuk menindaklanjuti potensi kerjasama sebagai hasil dari pertemuan internasional The First Meeting of Heads of National Medicines Regulatory Authorities (NMRAs) from OIC Member Countries, yang baru saja diselenggarakan pada tanggal 20 – 23 Novemeber 2018, di Jakarta dan Bandung.

Kegiatan yang dihadiri oleh Kepala Otoritas Medis dan Regulator negara Organisasi Kerjasama Islam (OKI) tersebut, menghasilkan Deklarasi Jakarta yang berisi diantaranya komitmen bersama untuk mewujudkan kemandirian dalam bidang produksi obat dan vaksin dan juga akses untuk mendapatkannya, serta mewujudkan Sustainable Development Goals (SGDs) ke-3 tentang Kesehatan dan Kesejahteraan yang baik, dan penelitian dan pengembangan vaksin dan obat-obatan untuk penyakit menukar dan penyakit tidak menular di negara berkembang.

Posisi Bio Farma sebagai produsen lifescience dari negara anggota OIC yang sudah memiliki PQ-WHO, dan sebagai Centre of Excellence  untuk vaksin dan Bioteknologi dijadikan acuan negara OKI untuk dapat memiliki kemampuan yang sama dengan Indonesia dalam pembuatan vaksin. Hal ini mengingat negara OKI pada dasarnya mempunyai potensi yang baik untuk membuat vaksin atau produk lifescience lainnya.

Menurut Peny K Lukito, dengan ditunjuknya Bio Farma sebagai Centre of Excellence untuk vaksin, memberikan kebanggaan tersendiri, karena tentu saja hal ini dapat mengangkat pemerintahan Indonesia, dimata dunia, karena Indonesia leading diantara negara-negara muslim untuk pembuatan vaksin “Pemerintah dalam hal CoE bisa mendorong untuk masuk ke pangsa pasar lain (lebih luas) dan banyak hal yang bisa kita lakukan bersama dan membantu bio farma untuk untuk terus berkembang untuk pembuatan produk lainnya”, ujar Penny.

Penny K Lukito menambahkan, pembuatan perlu ada percepatan untuk pembuatan vaksin halal, dan BPOM siap untuk membantu Bio Farma untuk percepatan pembuatan vaksin halal, termasuk pembentukan Working Group antara Heads of National Medicines Regulatory Authorities (NMRAs) untuk menyamakan pemahaman mengenai kriteria vaksin halal.

Sementara itu, Direktur Utama Bio Farma menyampaikan bahwa, hasil dari ditunjuknya indonesia sebagai CoE berhasil mendatangkan partner strategis dan potensial untuk Bio Farma, untuk bidang alih teknologi maupun dari sisi penelitian dan pengembangan, “Secara bertahap Bio Farma akan membantu proses downstream pembuatan vaksin untuk salah satu perusahaan di Arab Saudi,. Kemudian, untuk bidang penelitian, Bio Farma akan menggandeng Tunisia dan Maroko, karena kami melihat negara OIC memiliki potensial researcher, dalam bidang bioteknologi, sehingga diharpkan vaksin yang sesuai dengan syariah Islam dapat ditemukan”, ujar Rahman.

Kesiapan Bio Farma untuk memproduksi vaksin halal, menurut Direktur Perencanaan dan Pengembangan Bio Farma, Adriansjah Azhari mengatakan hal lain yang harus diperhatikan adalah Keamanan, Keampuahan dan Keefektifan dari vaksin tersebut. Oleh karenanya, sejak tahun 2010, Bio Farma membentuk Kelompok Kerja untuk mengawal proses mendapatkan sertifikathalal, yang terdiri dari tim teknis dan no teknis.

 

———-***———-

 

Untuk informasi Media, Hubungi :

N.Nurlaela Arief

Head of Corporate Communications Dept.

Bio Farma

Email : lala@biofarma.co.id

Mobile : 081910102649 : 62 22 2033755

www.biofarma.co.id

Bio Care : 1500810

Komitmen Bio Farma Terapkan Pola Gerakan Masyarakat Hidup Sehat

By Bio Farma

(01/11) Direktur SDM & Umum Bio Farma, Disril Revolin Putra (ketiga Kiri) bersama 13 pelaku usaha di kota Bandung menandatangani Komitmen Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) bersama Pemerintah Kota Bandung yang dilakukan oleh Walikota Bandung M.Oded Danial (Kedua kanan) dan Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung, dr Rita Verita (kanan), pada tanggal 1 November 2018 di GSG Bio Farma. Oded M Danial, mengajak semua pelaku usaha yang berada di Bandung, untuk berkomitmen ikut serta menyehatkan masyarakat kota Bandung, sebagai Pilar Pembangunan kota Bandung, antara lain, Menyelenggarakan Aktivitas Fisik / Olaharaga Di Lingkungan Usaha, Memeriksakan Kesehatan Secara Berkala, Menerapkan Kawasan Tanpa Rokok Di Lingkungan Usaha Dan Membina Salah Satu Posyandu Di Wilayah Kerja Setiap Perusahaan.

Menteri Rini, Lepas Ekspor Produk Vaksin ke Pakistan, Turki dan Honduras

By Bio Farma

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno tunjukan komitmen dan dukungan peningkatan ekspor dari BUMN berbagai sektor.  Rini hadir langsung melepas ekspor produk vaksin Bio Farma, setelahnya sebelumnya melepas produk dari Pindad dan LEN Industri di Bandung, Rabu (31/10/2018).

Menurut Rini, “Di sektor industri Farmasi, BUMN didorong untuk memproduksi produk farmasi yang memiliki nilai tambah,  BUMN yang telah memiliki produksi melebihi kebutuhan dalam negeri kami dorong untuk meningkatkan ekspor.  Sesuai dengan INPRES No 6 tahun 2016 tentang percepatan pengembangan industri farmasi dan alat kesehatan”.

Rini menambahkan, “Bio Farma agar terus meningkatkan kemandirian bahan baku vaksin, memprioritaskan kebutuhan dalam negeri, serta kapasitas lebih dapat diekspor untuk membantu pasokan kebutuhan vaksin global”.

Sementara itu, M. Rahman Roestan, Direktur Utama Bio Farma, turut hadir dan menyampaikan “Bio Farma sudah lama mengekspor produk vaksin, kami memulai ekspor perdana pada tahun 1998, satu tahun setelah produk vaksin kami mendapat pra-kualifikasi dari Badan Kesehatan Dunia (WHO)”.

“Hari ini, terdapat pengiriman ke empat (4) negara tujuan ekspor. Tiga (3) diantaranya adalah finished product vaksin Polio  (bOPV-20 dosis)  ke Pakistan dan ke Turkey, serta vaksin Difteri Tetanus Pertusis (DTP) 10 dosis ke Honduras, Amerika Tengah. Selain itu kami juga ada pengiriman bulk (bahan setengah jadi atau intermediate product) Polio ke India”.tambahnya

“Jadi, total nilai ekspor vaksin yang dilepas hari ini, sebesar  USD 5,18 juta atau sekitar 75 Miliar rupiah”  yang diekspor terdiri dari 50 juta dosis bulk polio ke India sedangkan ke Pakistan, Turkey dan Honduras sekitar sebanyak 1 juta vial vaksin bOPV-20 dosis dan 10 dosis”. ungkap Rahman.

Menteri Rini menambahkan “Kami bangga dengan konsistensi dan pencapaian Bio Farma yang sudah beberapa kali meraih penghargaan Primaniyarta dan yang terbaru yaitu kategori Pelopor Pasar Baru dari Kementerian Perdagangan yang diserahkan langsung oleh Presiden RI”.

“Raihan penghargaan tersebut atas keberhasilan Bio Farma dalam memperluas pasar vaksin, dengan menambah jumlah market di negara-negara benua Asia dan Afrika, sehingga sampai dengan 2018, produk vaksin Bio Farma sudah digunakan di lebih dari 140 negara”tutup Rini.

 

**-**

 

Tentang Bio Farma

Bio Farma merupakan  BUMN produsen Vaksin dan Antisera, saat ini berkembang menjadi  perusahaan Life Science, didirikan 6 Agustus 1890. Selama 128 tahun pendiriannya Bio Farma telah berkontribusi untuk meningkatkan kualitas hidup bangsa, baik di Indonesia maupun mancanegara. Lebih dari 140 negara telah menggunakan produk Vaksin Bio Farma terutama negara – negara berkembang, dan 49 diantaranya adalah negara yang tergabung dalam Organisasi Kerjasama Islam (OKI). Dengan kapasitas produksi lebih dari 2 Miliar dosis pertahun, merupakan terbesar di Asia Tenggara. Bio Farma telah memenuhi kebutuhan vaksin Nasional, termasuk kebutuhan vaksin untuk Jemaah Haji dan Umrah, serta kebutuhan vaksin dunia melalui WHO dan UNICEF. Dengan filosofi Dedicated to Improve Quality of Life, Bio Farma berperan aktif dalam meningkatkan ketersediaan dan kemandirian produksi Vaksin di negara-negara berkembang dan negara-negara Islam untuk menjaga keamanan kesehatan global (Global Health Security).

 

Tentang Ekspor Vaksin Bio Farma

Bio Farma hampir setiap pekan mengirimkan produk ke mancanegara, mayoritas negara berkembang dan negara Islam. Selain produk akhir vaksin yang didistribusikan melalui lembaga Internasional UNICEF, PAHO, Bio Farma juga melakukan ekspor dalam bentuk bulk vaksin atau intermediate produk yang nantinya akan di formulasi dan dikemas menjadi produk akhir vaksin. Ekspor produk Vaskin Bio Farma dilakukan melalui bilateral dan melalui beberapa produsen vaksin langsung. Beberapa produsen yang membeli bulk antara lain produsen vaksin di India, perusahaan di Belgia, Turki, Mexico, Mesir, Thailand, Filipina, dan beberapa negara lain. Beberapa jenis vaksin yang diekspor sepanjang bulan September sampai dengan Desember 2018 terdiri dari vaksin polio, campak, TT, DTP, Td. Dengan tingkat komponen dalam negeri  (TKDN) yang lebih tinggi sehingga Bio Farma turut menciptakan kemandirian bahan baku vaksin.

 

Informasi lebih lanjut www.biofarma.co.id

 

 

***-***

Untuk informasi Media, Hubungi  :

N.Nurlaela Arief

Head of Corporate Communications Dept.

Bio Farma

Email : lala@biofarma.co.id

Mobile : 081910102649  : 62 22 2033755

www.biofarma.co.id

Bio Care : 1500810