Bio Farma Tingkatkan Daya Saing Melalui Sustainability

By Bio Farma

(Bandung 11/9) Bio Farma sebagai perusahaan yang bergerak dalam bidang life science kelas dunia yang berdaya saing global, memandang daya saing sebagai suatu yang dapat mempengaruhi performa suatu korporasi. Keunggulan daya saing ini, bisa dipengaruhi dari kualitas produk yang lebih baik dibandingkan dengan pesaing. Namun demikian, kualitas yang lebih baik (higher quality) dalam bisnis farmasi, hanya ada dua kategori yaitu  memenuhi atau tidak memenuhi standar dari BPOM atau Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Dalam bisnis farmasi, ada variabel lain untuk memenangkan daya saing tersebut yaitu kualitas yang memenuhi standar WHO, integrated managament system dalam hal Kualitas, Lingkungan, Kesehatan dan Safety (Quality, Environment, Health and Safety) yang lebih baik.

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Utama Bio Farma, M. Rahman Roestan dalam acara Media Gathering Bio Farma, dengan tema “Toward Pharma 2030 Menuju Peningkatan Daya Saing Industri Farmasi Nasional” pada tanggal 11 September 2019 di Maribaya.

“Bisnis farmasi tidak lagi berbicara mengenai kualitas produk yang memang harus memenuhi standar WHO, namun bagaimana perusahaan farmasi harus fokus kepada kepedulian terhadap lingkungan dan kepedulian kepada komunitas sekitar perusahaan.  Hal lain yang dapat menentukan daya saing industri farmasi adalah time to market, inovasi baik dalam bentuk produk, proses maupun strategi bisnis ” ujar Rahman.

Semua daya saing di industri farmasi, diharapkan sudah bisa berjalan pada tahun 2030 dimana pada tahun tersebut, akan ada bonus demografi, pergantian kepemimpinan generasi melalui  kaum millenial, disrupsi teknologi  dan sesuai dengan kebijakan global melalui Sustainable Development Goals (SGDs).

Berkaitan dengan daya saing, menurut Kepala Divisi Pengelolaan Lingkungan dan Sosial Bio Farma, R. Herry, harga dan kualitas dari produk farmasi diseluruh dunia relatif sama. Harus ada pembeda apabila produk Bio Farma ingin mendapatkan tempat di pasar vaksin. Salah satu caranya adalah melalui Tanggung Jawab Sosial (CSR) dan Tata Kelola (GCG) yang mengelola CSR dengan baik.

Transformasi Bio Farma dalam bisnis life Science di kancah global, harus mengikuti prinsip Deklarasi Lima UNIDO (United Nations Industrial Development Organization ) yang mengharuskan Industri untuk menerapkan prinsip distribusi kemakmuran (inclusive), dan menjalankan operasi yang ramah lingkungan (sustainable), dengan menjalankan operasi yang ramah lingkungan, sehingga dapat menghindari penggunaan sumber daya alam yang berlebih dan dapat menghindari dampak negatif dari kegiatan industri.

Bagi Bio Farma sendiri, upaya–upaya pemerataan kemakmuran tersebut sudah dilaksanakan melalui program CSR, yang ditujukan untuk masyarakat yang berada di ring 1 Bio Farma, dengan membantu masyarakat melalui keahlian dalam bidang bioteknologi yang Bio Farma miliki, seperti budidaya ikan Koi Mizumi di Sukabumi, budidaya domba garut dan pemberdayaan masyarakat sekitar geopark Ciletuh.

Menurut R. Herry ada dua aspek yang harus menjadi backbone dalam melaksanakan bisnis  yaitu aspek sosial dan aspek lingkungan sesuai dengan UNIDO, harus menjadi hal utama dalam pola bisnis Bio Farma, sehingga yang dilakukan akan memiliki nilai jual, bagaimana mendapatkan energi murah dan bisa dihemat termasuk membuat konsep green technology,

“Bio Farma sudah on track dalam menjalankan prinsip UNIDO, dapat dilihat dari aspek sosial, aspek lingkungan menjadi satu kesatuan untuk mengarusutamakan pada pola Bisnis Bio Farma, dengan filosofi perusahaan dedicated to improve quality of life, yang memiliki makna mendalam yaitu, mengembangkan kualitas kehidupan masyarakat maupun kualitas lingkungan”, ujar Herry.

Bio Farma memulai komitmen untuk ramah terhadap lingkungan dimulai dari kebiasaan / habit dari setiap karyawannya untuk concern terhadap lingkungan. Sehingga pada tahun 2012,  Bio Farma memiliki cita – cita untuk produk – produk baru akan menerapkan ramah lingkungan, dimulai pada tahap R&D yang tidak lagi menggunakan bahan – bahan berbasis hewan atau menghasilkan suatu produk yang konsumsi energinya rendah.

Herry menambahkan, program Community Development yang sedang berlangsung antara lain, pengembangan pakan ternak berkualitas tinggi di area Cisarua bekerjasama dengan BPPT maupun kelompok masyarakat tani Cisarua. Selain daripada itu, Bio Farma saat ini tengah mendampingi kelompok masyarakat difabel di sekitar Perusahaan dalam mengembangkan kegiatan ekonomi yang menerapkan nilai-nilai pelestarian lingkungan.

———-***———-

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi:

Iwan Setiawan

Head of Corporate Communications Dep Bio Farma.

Email : iwan.setiawan@biofarma.co.id

Jl. Pasteur No. 28 Bandung

Telp : 62 22 2033755

Fax : 62 22 2041306

 

Bio Farma Luncurkan Layanan Vaksinasi “Imunicare” Cabang Medan

By Bio Farma

(Medan 3/8) Layanan Imunisasi besutan Bio Farma dengan nama Imunicare, kini hadir di kota Medan untuk memberikan pelayanan Imunisasi untuk warga Medan dan sekitarnya. Layanan vaksinasi yang merupakan cabang pertama imunicare di Sumatera ini, berada di Jl. Sei Batang Hari No 88A dan diresmikan oleh Direktur Pemasaran Bio Farma Sri Harsi Teteki beserta jajarannya pada tanggal 3 Agustus 2019.

Turut hadir dalam pembukaan outlet Imunicare Cabang Medan ini antara lain, Direktur Pemasaran Bio Farma Sri Harsi Teteki, Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Sumatera Utara yang diwakili oleh Kepala Seksi Surveilan Vaksinasi Dinkes Provinsi Sumut Suhadi, M.Kes, dan Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Medan yang diwakili Kepala Bidang UKLW DR. Ziad Barubara, MPH.

Imunicare dengan moto solution to imunity merupakan layanan vaksinasi Bio Farma yang bertujuan untuk mendekatkan pelayanan ke masyarakat, sehingga masyarakat mendapatkan akses dan solusi untuk meningkatkan kekebalan spesifik, yang tentu saja dengan harga terjangkau dan ketersediaan jenis vaksin yang lengkap, serta terjamin kualitas dan keaslian produknya.

Dalam sambutannya Sri Harsi mengatakan, layanan baru Imunicare berbasis customer focus dan friendly experience untuk masyarakat dari segala usia tidak perlu khawatir dan takut untuk mendapatkan imunisasi, “Kami memberikan solusi kepada masyarakat yang ingin mendapatkan imunisasi untuk keperluan imunisasi dasar, dewasa, umrah, bahkan untuk liburan sekalipun, semuanya tersedia di imunicare dan tentu saja dengan harga yang terjangkau”, ujar Sri Harsi.

Pemilihan kota Medan dikarenakan Medan merupakan salah satu kota besar di Indonesia dengan kebutuhan masyarakat yang terus meningkat terhadap layanan vaksinasi yang berkualitas, lengkap dan terjangkau.

Sri Harsi menambahkan, kedepannya Imunicare akan hadir di seluruh Indonesia, melalui program kemitraan maupun pembukaan cabang langsung imunicare seperti yang akan dilakukan di kota Denpasar pada minggu ke-3 bulan Agustus 2019 mendatang.

Untuk imunicare dengan program kemitraan sudah dibuka di beberapa tempat di kota Bandung dan untuk di luar Jawa, cabang pertama sudah dibuka di kota Makassar pada 31 Juli 2019, dengan kolaborasi bersama Telkomedika.

 

———-***———-

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi:

Iwan Setiawan

Head of Corporate Communications Dep Bio Farma.

Email : iwan.setiawan@biofarma.co.id

Jl. Pasteur No. 28 Bandung

Telp : 62 22 2033755

Fax : 62 22 2041306

Edukasi Vaksin Melalui Advokasi dan Sosialisasi

By Bio Farma

Dinas Kesehatan Kabupaten Kebumen melaksanakan pertemuan advokasi, sosialisasi, koordinasi serta mobilisasi kepada masyarakat untuk mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi tingginya di Kabupaten Kebumen melalui pemberian imunisasi pada tanggal 9 Juli 2019. Hal ini berkaitan karena imunisasi merupakan cara yang paling efektif untuk mencegah penyakit menular agar anak tumbuh sehat dan dapat tumbuh secara optimal.

Eko Laksono selaku Kepala Seksie Surveilans dan Imunisasi Kabupaten Kebumen mengatakan di Kabupaten Kebumen masih ada beberapa kelompok yang kontra imunisasi, “oleh karenanya untuk memberikan pemahaman mengenai pentingnya imunisasi diperlukan advokasi, sosialisasi, koordinasi serta mobilisasi kepada masyarakat dalam penguatan Imunisasi Rutin”, ujar Eko.

Dalam kesempatan tersebut Evi Sylvia, selaku tim advokasi Bio Farma yang menjadi salah satu Narasumber, menyampaikan materi mengenai proses pembuatan vaksin yang digunakan dalam program imunisasi rutin Nasional, “Bio Farma sebagai Produsen Life Science berkomitmen untuk memproduksi produk-produk yang sudah terjamin dari sisi kualitas, keamanan dan keampuhannya  guna menyelamatkan generasi muda dari penyakit menular”, ujar Evi.

———-*****———-

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi:
Iwan Setiawan
Head of  Corporate Communications Dep Bio Farma.
Email : iwan.setiawan@biofarma.co.id
Jl. Pasteur No. 28 Bandung
Telp : 62 22 2033755
Fax : 62 22 2041306

Bio Farma Siap Laksanakan Penilaian KPKU Pada Semester II 2019

By Bio Farma

Bio Farma, melaksanakan Opening Meeting Assessment untuk penilaian Kriteria Penilai Kinerja Unggul (KPKU) BUMN untuk tahun 2019, pada tanggal 1 Juli 2019, di Bandung. Penilaian KPKU sendiri, akan dilaksanakan pada minggu ketiga bulan Juli 2019 mendatang.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Direktur Utama Bio Farma, M.Rahman Roestan. Dalam sambutannya, Rahman mengatakan bahwa penilaian KPKU ini harus dijadikan titik balik Bio Farma, untuk melangkah ke Industri Life science kelas dunia yang berdaya saing global, dan menjadi emerging industry leader, oleh karenanya, saat assessment nanti, semua potensi yang dimikliki Bio Farma, serta data-data yang sudah terkumpul, perlu disampaikan kepada assessor.

”Visi Bio Farma sudah berkembang dari menjadi perusahaan life science, artinya kita tidak dituntut hanya untuk memproduksi saja, tetapi juga siap menyediakan produk, yang dimulai dari risetnya yang mandiri, produksinya, dan tentu pemasarannya, dan yang tidak kalah penting adalah kolaborasi dengan stakeholder ”, ujar Rahman.

Rahman menambahkan, pilar farmasi nasional terdiri dari empat yaitu, chemical, natural/herbal, biological, vaccine, dan biofarmasetikel. Dan jika dilihat dari 178 industri farmasi yang ada di Indonesia semunya bergerak di chemical dan herbal. Vaksin hanya Bio Farma. hal ini menandakan bahwa Bio Farma yang memiliki kompetensi dalam bidang bioteknologi, wajib mengusahakan agar produk life science tersedia, karena hal ini merupakan salah satu amalan kita yaitu menjadi perusahaan life science kelas dunia.

***-***

Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi:

Iwan Setiawan

Head of Corporate Communications Dept.

Email :  iwan.setiawan@biofarma.co.id

Bio Farma

Jl. Pasteur No. 28 Bandung

Telp : 62 22 2033755

Fax : 62 22 2041306

Menteri Keuangan Sri Mulyani Meninjau Fasilitas Riset dan Dukung Bio Farma untuk Pengembangan Ekspor Vaksin

By Bio Farma

Jum’at, 26 April 2019, Sri Mulyani meninjau fasilitas riset dan pengembangan vaksin Bio Farma di Bandung.  Kunjungan Sri Mulyani ini untuk mengetahui lebih lanjut kesiapan Bio Farma, setelah pada 16 April 2019, Direksi Bio Farma melakukan audiensi dengan Menteri Keuangan terkait rencana pengembangan ekspor dan kerja sama Bio Farma dengan berbagai lembaga internasional.

Rahman Roestan, Direktur Utama Bio Farma menyampaikan bahwa saat ini Bio Farma mendapat banyak kepercayaan dari lembaga internasional.

Selain kerja sama dengan Bill and Melinda Gates Foundation, PATH, UNICEF dan WHO, terdapat potensi kerjasama dengan pemerintah Maroko dalam pengembangan fasilitas produksi vaksin dan produk biologi lainnya”

“Saat ini tim Bio Farma sedang berada di Maroko untuk mendiskusikan lebih lanjut tentang kerjasama ini” tambah Rahman

Terkait dengan rencana berbagai kerjasama Bio Farma dengan pihak luar negeri, Menteri Keuangan menyampaikan bahwa pemerintah, dalam hal ini melalui Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (KPEI) mendukung pengembangan usaha Bio Farma dan akan melakukan pendampingan penuh khususnya mengenai pemberian fasilitas pembiayaan, penjaminan dan asuransi”

Bersamaan dengan peninjauan Sri Mulyani ke Bio Farma sekaligus mengecek langsung fasilitas riset dan pengembangan vaksin, paska dibentuknya Center of Excellence  Vaccine , Organization of Islamic Cooperation (OIC) di Gedung Riset Bio Farma.

Menteri Keuangan juga meninjau pelaksanaan investasi gedung-gedung dan mesin-mesin fasilitas produksi beserta penunjangnya, untuk meningkatkan kapasitas produk.

“Dengan kemampuan Bio Farma untuk memproduksi vaksin secara mandiri, sehingga bisa lebih efisien dari anggaran karena diproduksi di dalam negeri.

Produksi vaksin untuk kemandirian agar tidak di dominasi oleh negara-negara maju. Khususnya untuk menjaga ketersediaan produk vaksin di dalam negeri maupun pemenuhan vaksin untuk negara-negara berkembang, serta negara yang tergabung dalam organisasi kerjasama Islam  (OKI)” tambah Sri Mulyani

M.Rahman menjelaskan proses, manufacturing, kompleksitas vaksin dan produk life science serta menjelaskan pengembangan bahan baku produk.

Menteri Keuangan juga mendorong agar Bio Farma memanfaatkan secara optimal fasilitas bea masuk dan impor barang modal.

“Bio Farma mampu menghasilkan vaksin sendiri, masyarakat dapat menerima manfaat vaksin yang berkualitas tinggi dengan harga yang terjangkau, karena sebagain besar bahan baku vaksin merupakan hasil periset dalam negeri” tutup Rahman.

 

—*—

 

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi:

Nurlaela Arief

Head of Corporate Communications Dept.

Bio Farma

(022) 2033755 ext 37412

Email : lala@biofarma.co.id

Biocare : 15000810

 

Bill & Melinda Gates Foundation, PATH Percayakan Riset dan Pengembangan Produk Baru pada Bio Farma

By Bio Farma

Bandung, Bio Farma, Badan Kesehatan Dunia (WHO), Bill & Melinda Gates Foundation (BMGF), serta PATH mendiskusikan kerjasama riset dan pengembangan produk-produk baru Bio Farma ke depan, sejak 24 hingga 26 April di Bandung.

Bio Farma kembali mendapatkan kepercayaan lembaga penelitian dunia, untuk terlibat dalam penelitian dan produksi vaksin – vaksin terbaru, untuk mencegah beberapa penyakit, seperti penyakit polio yang akan eradikasi (musnah) pada tahun 2020 mendatang. Penelitian vaksin polio generasi terbaru (nOPV) ini, termasuk pengembangan teknologi vaksin, Uji Klinis tahap 1 – 3, hingga proses produksi.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Utama Bio Farma M. Rahman Roestan setelah menerima kunjungan tamu dari Bill and Melinda Gates Foundation (BMGF) sebagai salah satu lembaga dunia yang memiliki perhatian kesehatan masyarakat global, PATH, dan Badan Kesehatan Dunia (WHO) untuk membahas mengenai  pengembangan produksi  vaksin Polio generasi baru (nOPV).

“Bio Farma sudah sejak tahun 2012 bekerjasama dengan BMGF khususnya untuk transfer teknologi produk-produk masa depan, seperti vaksin novel OPV ini”.

Pada Oktober 2018 lalu, dalam pertemuan Annual Meeting IMF-World 2018 di Bali, BMGF telah menyatakan keinginannya untuk menindaklanjuti kerjasama dengan Bio Farma.

Bill & Melinda Gates Foundation sudah sejak lama peduli dengan kesehatan global. Salah satu langkah yang paling efektif dan memiliki biaya yang efisien adalah pencegahan penyakit. Pencegahan paling efektif, yakni melalui vaksin. Bill & Melinda Gates Foundation mencari mitra yang memiliki kapabilitas untuk bergabung.

“Kami dianggap memiliki kapabilitas untuk bergabung dan sudah berjalan prosesnya, bantuan yang diberikan disebut sudah berjalan sekitar lima tahun “ungkap Rahman.

Bill and Melinda Gates Foundation memang telah berperan besar dalam memberikan solusi-solusi terkait kesehatan anak di Indonesia. Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam Annual Meeting IMF-World Bank Group 2018, Bill & Melinda Gates Foundation menyampaikan akan membantu riset di Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melalui Bio Farma untuk pengembangan vaksin. Tujuannya, agar jenis vaksin terkait tidak hanya diproduksi oleh negara Barat. Indonesia diharapkan punya kapasitas sehingga bisa ikut menjadi pemain dunia di bidang produksi vaksin.

Sementara itu Direktur Perencanaan dan Pengembangan Bio Farma, Adriansjah Azhari mengatakan, riset vaksin – vaksin baru untuk nOPV ini, diawali dengan pembahasan transfer teknologi yang diterima oleh Bio Farma.

“Bentuk kerjasama ini akan dimulai dari proses penelitian, transfer teknologi, proses produksi, uji klinis dari tahap 1 – 3,  kami harapkan penelitian – peneltian vaksin baru ini, akan menambah portofolio Bio Farma, dan tidak hanya sampai disitu saja, semua hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi produk, sehingga bisa diterima pasar dalam waktu yang tepat (time to market)”, Ujar Adriansjah.

Dengan adanya penambahan portofolio produk terbaru, diharapkan pangsa pasar Bio Farma juga akan bertambah. Untuk tahun 2019, Bio Farma akan menambah pangsa pasar terutama untuk pasar Asia Tenggara, Afrika, dan stock pile untuk Eropa.

 

—*—

 

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi:

Nurlaela Arief

Head of Corporate Communications Dept.

Bio Farma

(022) 2033755 ext 37412

Email : lala@biofarma.co.id

Biocare : 15000810

 

 

 

 

Bio Farma dipilih Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan UNICEF Dalam Penyediaan Monovalent Oral Polio Vaccine Tipe 2 (mOPV-2) untuk Global Stockpiling

By Bio Farma

Bandung, 25-26 April 2019, Tim UNICEF Suppy Division dari Copenhagen datang ke Bio Farma untuk membahas kerjasama pengadaan mOPV2 global stockpiling ini dalam bentuk produk akhir sebanyak 60 juta dosis atau 3 juta vial yang harus disiapkan di tahun 2019.

Sri Harsi Teteki, Direktur Pemasaran Bio Farma beserta tim penjualan Ekspor menerima delegasi tersebut sejak Kamis 25 April hingga 26 April di Bandung.

Menurut Sri Harsi Teteki,  pada bulan Agustus 2018, Badan Kesehatan Dunia (WHO) melalui the Global Polio Eradication Initiative (GPEI) telah mengirim surat resmi kepada Bio Farma mengenai permintaan stockpiling bulk mOPV sebanyak 500 juta dosis guna mengantisipasi terjadinya global outbreak virus polio liar tipe 2.

“Bio Farma menanggapi positif permintaan dari the GPEI-WHO tersebut, dan berkomitmen untuk mendukung program  WHO –  GPEI yaitu Global Stockpilling mOPV type 2, untuk mengantisipasi  wabah (outbreak) virus polio liar tipe 2  secara global” ungkap Sri Harsi Teteki, Direktur Pemasaran Bio Farma, saat menerima delegasi dari UNICEF.

WHO bekerjasama dengan UNICEF untuk merealisasikan global stockpiling mOPV type 2 melalui produsen vaksin dunia, dan Bio Farma (melalui mekanisme tender dari UNICEF) telah  dipercaya oleh WHO dan UNICEF untuk dapat menyediakan/melakukan penyimpanan atas produk tersebut. Untuk tahap awal, Bio Farma diminta  memproduksi dan melakukan penyimpanan atas produk mOPV-2 dalam bentuk finished product (produk akhir) sebanyak 60 juta dosis atau 3 juta vial mOPV type 2,  yang harus tersedia mulai akhir bulan Juni hingga Agustus tahun 2019.

“Sebagai produsen Vaksin terbesar di Asia Tenggara, kami memiliki tanggung jawab yang besar untuk mendukung program dunia dalam program global eradikasi penyakit Polio. Baru-baru ini memang terdapat 3 negara yang mengalami outbreak yaitu Nigeria, Congo, serta horn of Africa yaitu Somalia, Kenya dan Ethiopia”.

 

—*—

 

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi:

Nurlaela Arief

Head of Corporate Communications Dept.

Bio Farma

(022) 2033755

Email : lala@biofarma.co.id

Biocare : 15000810

Bio Farma Raih Predikat “Sangat Baik” pada Penilaian Penerapan GCG Tahun 2018

By Bio Farma

Bio Farma meraih predikat “Sangat Baik” untuk penerapan Good Corporate Governance (GCG) Tahun 2018, dengan skor 90,938. Skor GCG Bio Farma, terus menunjukan trend peningkatan, selama tujuh kali keikut sertaan Bio Farma. Dan sejak tiga tahun terakhir sejak tahun 2015 – 2017 , baik penilaian secara internal maupun eksternal, nilai GCG Bio Farma, selalu masuk kedalam kategori sangat baik; sejak dengan hasil raihan nilai ; 87,00 ; 90, 49 dan 90,53.

Dalam sambutan, Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Jawa Barat, yang diwakili oleh Kordinator Pengawas Akuntan Negara II, Agus Sobarna mengatakan Penilaian GCG dilakukan selama 35 hari kerja oleh Badan Pengawasan Keuangan Dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Jawa Barat, dengan cakupan penilaian terdiri dari; Komitemen terhadap Penerapan Tata Kelola secara Berkelanjutan, Pemegang Saham dan RUPS, Dewan Komisaris, Direksi, Pengungkapan Informasi dan Transparasi dan Aspek lainnya, Yang terangkum dalam 43 indikator dan 153 parameter.

“Berdasarkan Assessment terhadap penerapan GCG di Bio Farma, sejak tanggal 11 Ferbruari 2019 – 9 maret 2019, dapat disimpulkan bahwa kondisi penerapan GCG di Bio Farma masuk kedalam predikat “Sangat Baik”, dengan skor 90,938”, ungkap Agus.

Saud Usman Nasution, Komisaris Bio Farma mengatakan hasil dari penilaian GCG diharapkan dapat mengoptimalkan peran dan fungsi peran Dewan Komisaris beserta perangkatnya seperti Komite Dekom dan Sekretaris Dewan Komisaris saat menjalankan tugasnya.

“Hasil yang selama ini dicapai oleh Bio Farma, dapat menjadi barometer kita untuk selalu konsisten menerapkan yang sudah baik dan memperbaiki diri untuk hal-hal yang masih perlu diperhatikan, karena penerapan GCG bukan hanya mampu menciptakan nilai tambah bagi perusahaan, tetap sebagai bentuk evaluasi perusahaan agar lebih mampu bersaing secara global dan bertahan dalam segala dinamika yang ada”, ungkap Saud.

Saud menambahkan, penerapan GCG diperlukan untuk rencana penerapan Holding BUMN Farmasi yang dilaksanakan oleh Kementerian BUMN agar setiap keputusan bisnis yang diambil saat holding BUMN farmasi terbentuk, tetap sesuai dengan kaidah GCG.

Sementara itu, Direktur Utama Bio Farma yang diwakili Juliman, mengatakan Bio Farma sudah enam kali mengikuti penilian GCG sejak tahun 2006, 2007-2008, tahun 2009 – 2010, tahun 2011-2012, tahun 2014, tahun 2017 dan tahun 2018 dan tiga penilaian secara internal yaitu tahun 2013, 2015 dan 2017.

“Saya berharap skor yang kita dapat di tahun 2018 ini, tidak menjadikan kita cepat puas, akan tetapi menjadi pengingat kita untuk selalu menerapkan prinsip – prinsip GCG secara konsisten, dan rekomendasi yang diberikan oleh TIM BPKP dapat menjadi upaya improvement Bio Farma” ujar Juliman.

Juliman menambahkan, hasil dari penilaian GCG ini, dapat memperbaiki atau menyempurnakan proses yang sudah ada, atau menciptakan proses yang dapat memberikan nilai tambah bagi perusahaan”,

 

—*—

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi:

N.Nurlaela Arief

Head of Corporate Communications Dept.

Bio Farma

(022) 2033755 ext 37412

Email : lala@biofarma.co.id

Komunitas Lari Karyawan Bio Farma Dampingi Anak Down Syndrome Berlari sejauh 1.6 KM

By Bio Farma

Bio Farma, turut serta ambil bagian dalam peringatan Hari Sindroma Down Sedunia (HSDD) 2019, yang diselenggarakan oleh Pusat Informasi dan Kegiatan  Persatuan Orang Tua Anak dengan Downs Syndrome (PIK – POTADS) Bandung, pada tanggal 31 Maret 2019. HSDD yang diperingati setiap tanggal 21 Maret, tahun ini mengambil tema “no one leave behind on education atau semua harus sekolah” yang mengkampanyekan bahwa anak down syndrome (ADS) pun memiliki hak yang sama dengan anak lainnya dalam hal pendidikan dan juga kegiatan lainnya.

Komunitas lari Bio Farma, BioRunner, mendapatakan kesempatan untuk mengambil bagian dari acara ini sebagai pengatur jalannya acara Fun Run, agar ADS dan running buddies berlari dengan rasa nyaman sepanjang 1.6 KM, ketua BioRunner, dr. Asep Irham mengatakan “Kegiatan berlari merupakan kegiatan positif yang dapat membantu ADS untuk bisa bersosialisasi dengan orang-orang sekitar. Selama ini kita tahu kalau ADS seringkali dikucilkan. Maka dengan melibatkan mereka di kegiatan outdoor, diharapkan rasa percaya diri ADS dan orang tua mereka semakin tumbuh dan diharapkan bisa menghilangkan stigma yang muncul pada masyarakat”, Ujar dr. Asep.

Kordinator acara HSDD Rina Suyani, mengatakan bahwa acara ini bertujuan untuk memperkenalkan anak Down Syndrome ke masyarakat umum, bahwa mereka (ADS) ada di tengah – tengah masyarakat dan memiliki hak yang sama dengan masyarakat lainnya, khususnya dalam bidang pendidikan, “Sejalan dengan tema dunia yaitu Semua harus sekolah, acara ini dimulai dengan ADS akan berlari dari dago menuju Balai kota didampingi oleh pendamping dan mendapat kesempatan untuk tampil dalam pentas seni serta menari (flash mob) bersama seluruh peserta”, ungkap Rina. Di Balai kota Bandung ini, akan berkumpul sebanyak 600 ADS beserta keluarganya yang berasal dari seluruh Indonesia.

Sementara itu salah satu orang tua peserta fun run ADS, Edo Hutapea mengapresiasi acara ini dan mengajak masyarakat untuk menghapus stigma mengenai ADS, “Kami berharap tidak ada lagi stigma tentang ADS, justru kita harus membantu mereka, untuk  menumbuhkan rasa kepercayaan diri mereka untuk bergaul ditengah masyarakat”. Ungkap Edo Hutapea.

—*—

 

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi:

N Nurlaela Arief

Head of  Corporate Communications Dept.

Bio Farma

(022) 2033755 ext 37412

Email : lala@biofarma.co.id