Bio Farma raih 2 Penghargaan CSR Bergengsi

By Bio Farma

Kamis, 4 OKtober 2018 bertempat di Golden Ballroom The Sultan Hotel Jakarta dalam acara Top Penghargaan CSR 2018 dengan tema “Great CSR for Great Business”, Bio Farma raih dua penghargaan sekaligus yaitu penghargaan Top CSR 2018 sektor Industri Farmasi serta penghargaan Top Leader CSR Commitment kepada M. Rahman Roestan selaku Direktur Utama Bio Farma dari Majalah Top Bussiness. Penghargaan diserahkan oleh pemimpin redaksi Top Bussiness, Moh. Lutfi Handayani dan di terima langsung oleh Wawan Setiawan Kepala Divisi Umum dan Manajemen Aset, mewakili Direksi Bio Farma.

Hadir pula Puan Maharani, Menko Pembangunan Manusia & Kebudayaan RI dan Zulfikri Hasan, Ketua MPR RI untuk memberikan keynote speech dan menyaksikan penerimaan penghargaan.  Top CSR merupakan kegiatan penilaian dan pemberian penghargaan tertinggi kepada perushaan-perusahaan yang dinilai berhasil menjalankan program CSR/PKBL, Community Development secara efektif dan berkualitas di Indonesia.

Tujuan penyelenggaran TOP CSR 2018 yaitu mendorong secara masif adopsi CSR yang lebih efektif, strategik, dan inovatif kepada perusahaan-perusahaan di Indonesia, agar kebijakan dan kegiatan CSR perusahaan lebih terintegrasi dengan strategi bisnis dan berperan sebagai upaya bersama-sama dalam memperbaiki kondisi lingkungan bisnis dan sosial ekonomi.

Diharapkan dengan kegiatan ini mampu mendorong implementasi GCG, karena CSR yang efektif, transparan, dan yang dapat dipertanggungjawabkan, hanya dapat diimplementasikan jika perusahaan telah menerapkan tata kelola perusahaan yang baik. Apresiasi diberikan kepada Bio Farma karena telah mempraktikan CSR dengan baik. Mempublikasikan kepada masyarakat, pemerintah, investor, dan lembaga pembiayaan CSR serta mendukung pelaksanaan program Nawa Cita Kabinet Kerja 2014-2019.

 

———-***———-

 

 

Untuk informasi Media, Hubungi :

N.Nurlaela Arief

Head of Corporate Communications Dept.

Bio Farma

Email : lala@biofarma.co.id

Mobile : 081910102649 : 62 22 2033755

www.biofarma.co.id

Bio Care : 1500810

 

Hari kedua di Palu, Bio Farma Imunisasi Tetanus dan Flu di Lokasi Gempa Bumi & Tsunami Palu – Donggala

By Bio Farma

(Palu 4/10) BUMN Hadir Untuk Negeri, sejak hari Rabu 3 Oktober 2018 kemarin Tim Medis Bio Farma sudah berada di Palu, untuk memberikan bantuan vaksin dan tim medis pada korban gempa dan tsunami Palu.

Disril Revolin Putra, Direktur SDM & Umum Bio Farma menyampaikan “Sejak tadi malam mulai pukul 20.00 sampai pukul 1.00 WITA, kami telah melakukan Imunisasi Tetanus sebanyak 350 personil Basarnas di Palu”

Hari ini bersama Kementerian kesehatan dan Dinas kesehatan Palu, kami akan melakukan Imunisasi Tetanus, imunisasi Flu kepada para relawan dan masyarakat sekitar.

Selain itu, untuk korban yang luka kami beri bantuan Serum Anti Tetanus, pelaksanaannya bekerjasama dengan Rumah sakit dan Puskesmas yg akan dimulai buka Hari ini sampai sembilan hari ke depan.

Selain dengan Kementerian Kesehatan, dalam pelaksanaannya juga berkoordinasi dengan BUMN di Palu yaitu BNI, serta Basarnas.

tim bantuan yang kami kirimkan tenaga kesehatan, dokter, yang terdiri dari tujuh pesonel ke pusat titik gempa dan tsunami yang terjadi pada tanggal 28 September 2018 yang lalu di Kota Palu dan Donggala Sulawesi Tengah.

Tim yang dipimpin oleh Direktur SDM & Umum Bio Farma, Disril Revolin Putra, akan berada dilokasi selama sembilan hari, terhitung mulai 3 sampai 12 Oktober 2018.

Sesampainya di Palu, tim Bio Farma akan bergabung dengan tim dari BUMN lainnya, serta tim dari Kementerian Kesehatan RI. Nantinya dilokasi gempa dan tsunami, Bio Farma akan memberikan bantuan berupa Vaksin Td sebanyak 1000 vial, vaksin flu sebanyak 250 vial, Anti Tetanus Serum (ATS 1500 IU) sebanyak 500 ampul dan juga 10 unit tenda pleton berukuran 6×14.

Menurut Disril, bantuan ini dimaksudkan untuk meringankan beban yang dialami oleh masyarakat Palu dan sekitarnya, akibat gempa bumi dan tsunami pada akhir September 2018 yang lalu, dan juga membantu tim medis yang sudah terlebih dahulu datang di lokasi kejadian.

“Kami turut berbela sungkawa atas kejadian yang sudah menewaskan lebih dari 1000 korban jiwa dan ribuan lainnya luka-luka. Sebagai BUMN yang bergerak dalam bidang kesehatan, kami turut membantu menjaga kesehatan para pengungsi, dengan melakukan pemberian imunisasi untuk Tetanus dan difteri (Td), Flu, Dan pengobatan dengan Anti Tetanus Serum (ATS). Dengan Tim sebanyak tujuh personil, Insya Allah kami akan begabung dengan tim Bumn Hadir untuk negeri, dan tim Kementerian Kesehatan RI”, ujar Disril.

 

Informasi media :

N.Nurlaela Arief

Head of Corporate Communications Dept.

Bio Farma

Lala@biofarma.co.id

081910102649

 

Bio Farma Kirimkan Bantuan Vaksin dan Tim Medis untuk Bantu Korban Gempa Bumi & Tsunami Palu – Donggala

By Bio Farma

(Palu 3/10) Bio Farma kirimkan tim bantuan yang terdiri dari tujuh pesonel ke pusat titik gempa dan tsunami yang terjadi pada tanggal 28 September 2018 yang lalu di Kota Palu dan Donggala Sulawesi Tengah. Tim yang dipimpin oleh Direktur SDM & Umum Bio Farma, Disril Revolin Putra, akan berada dilokasi selama sembilan hari, terhitung mulai 3 sampai 12 Oktober 2018.

Sesampainya di Palu, tim Bio Farma akan bergabung dengan tim dari BUMN lainnya,   serta tim dari Kementerian Kesehatan RI. Nantinya dilokasi gempa dan tsunami, Bio Farma akan memberikan bantuan berupa Vaksin Td sebanyak 1000 vial, vaksin flu sebanyak 250 vial, Anti Tetanus Serum (ATS 1500 IU) sebanyak 500 ampul dan juga 10 unit tenda pleton berukuran 6×14.

Menurut Disril, bantuan ini dimaksudkan untuk meringankan beban yang dialami oleh masyarakat Palu dan sekitarnya, akibat gempa bumi dan tsunami pada akhir September 2018 yang lalu, dan juga membantu tim medis yang sudah terlebih dahulu datang di lokasi kejadian.

“Kami turut berbela sungkawa atas kejadian yang sudah menewaskan lebih dari 1000 korban jiwa dan ribuan lainnya luka-luka. Sebagai BUMN yang bergerak dalam bidang kesehatan, kami turut membantu menjaga kesehatan para pengungsi, dengan melakukan pemberian imunisasi untuk Tetanus dan difteri (Td), Flu, Dan pengobatan dengan Anti Tetanus Serum (ATS). Dengan Tim  sebanyak tujuh personil, Insya Allah kami akan begabung dengan tim Bumn Hadir untuk negeri, dan tim Kementrian Kesehatan RI”,  ujar Disril.

Tentang Bio Farma

Bio Farma merupakan BUMN produsen Vaksin dan Antisera, saat ini berkembang menjadi perusahaan Lifescience, didirikan 6 Agustus 1890. Selama 128 tahun pendiriannya Bio Farma telah berkontribusi untuk meningkatkan kualitas hidup bangsa, baik di Indonesia maupun mancanegara. Lebih dari 140 negara telah menggunakan produk Vaksin Bio Farma terutama negara – negara berkembang, dan 50 diantaranya adalah negara yang tergabung dalam Organisasi Kerjasama Islam (OKI).

Dengan kapasitas produksi lebih dari 2 miliar dosis pertahun, merupakan terbesar di Asia Tenggara. Bio Farma telah memenuhi kebutuhan vaksin Nasional, termasuk kebutuhan vaksin untuk Jemaah Haji dan Umrah, serta kebutuhan vaksin dunia melalui WHO dan UNICEF.

Dengan filosofi Dedicated to Improve Quality of Life, Bio Farma berperan aktif dalam meningkatkan ketersediaan dan kemandirian produksi Vaksin di negara-negara berkembang dan negara-negara Islam untuk menjaga keamanan kesehatan global (Global Health Security). Informasi lebih lanjut www.biofarma.co.id

 

———-***———-

 

 

Untuk informasi Media, Hubungi :

N.Nurlaela Arief

Head of Corporate Communications Dept.

Bio Farma

Email : lala@biofarma.co.id

Mobile : 081910102649 : 62 22 2033755

www.biofarma.co.id

Bio Care : 1500810

Tak Henti Hadir Untuk Negeri, Bio Farma Ikuti Pameran IBD EXPO BUMN Terbesar di Indonesia

By Bio Farma

Bio Farma berpartisipasi dalam Indonesia Business & Development (IBD) Expo 2018 yang digelar pada tanggal 3-6 Oktober 2018 di Grand City Surabaya. Menurut M Rahman Roestan, Direktur Utama Bio Farma yang didampingi oleh Sri Harsi Teteki, Direktur Pemasaran Bio Farma, “Kami mengikuti IBD Expo untuk lebih mendekatkan diri pada masyarakat sehingga lebih mengenal produk dan layanan BUMN, khususnya vaksin yang dihasilkan oleh Bio Farma”

Sri Harsi Teteki menambahkan “Pada pameran terbesar BUMN di Indonesia tersebut, kami sebagai satu-satunya BUMN yang memproduksi vaksin, akan menampilkan berbagai produk unggulan yang sudah dipasarkan ke lebih dari 140 negara di dunia”

Selain itu, sekaligus menyediakan edukasi berupa talkshow dengan tema mengenal lebih dekat vaksin bagi para pengunjung millenial”

“ Juga menyediakan layanan konsultasi dan vaksinasi influenza, vaksin tetanus, vaksin difteri dan  program-program menarik yang tersedia di booth Bio Farma Exhibition hall, C45”

Pada pembukaan IBD Expo hari ini turut hadir pula mengunjungi booth Bio Farma, Deputi Bidang Usaha Industri Agro & Farmasi, Wahyu Kuncoro, Asisten Deputi Bidang Usaha Industri Agro & Farmasi II, Purnomo Sinar Hadi serta Komisaris Bio Farma, Yuni Suryanto.

Pada kesempatan yang sama Rahman menjelaskan secara langsung tentang inovasi produk vaksin dan inovasi kemasan vaksin, serta berbagai progres riset vaksin baru pada Deputi BUMN beserta jajaran dari Kementerian BUMN.

Diharapkan dari IBD Expo 2018 tersebut dapat terjadi peluang bisnis lebih besar untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan pembangunan Indonesia.

———-*****———-

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi:
N. Nurlaela Arief
Head of  Corporate Communications Dept.
Email : lala@biofarma.co.id
Bio Farma
Jl. Pasteur No. 28 Bandung
Telp : 62 22 2033755
Fax : 62 22 2041306

 

Lanjutkan Kolaborasi dalam Bidang Lingkungan dan Kesehatan, Walikota Bandung Kunjungi Bio Farma di Dua Minggu Pertama Masa Jabatannya

By Bio Farma

Walikota Bandung, Oded M danial, bersama jajaran Kepala Dinas Pemerintah kota Bandung memenuhi undangan Bio Farma untuk berdiskusi melanjutkan kolaborasi yang telah terjalin dengan baik terutama dibidang lingkungan dan kesehatan, diakhir diskusi pun Oded diajak untuk meninjau langsung fasilitas produksi vaksin di Bio Farma, pada Senin sore, 1 Oktober 2018.

Direktur Utama dan seluruh jajaran Direksi Bio Farma menerima langsung kunjungan kerja tersebut, yang bertempat disalah satu gedung heritage di kota Bandung ini. Menurut Oded “Bio Farma sebagai BUMN yang berada dikota Bandung diharapkan untuk terus berpartisipasi dalam mensukeskan program-program Pemerintah, terutama permasalahan sampah di kota Bandung.”

Menurut Kepala Dinas lingkungan hidup dan kebersihan kota Bandung, Salman Fauzi ”Pihaknya mengapresiasi kegiatan CSR Bio Farma dalam kinerja sosial dan lingkungan Bio Farma, sejak tahun 2010 Bio Farma merupakan satu-satunya industri di Bandung yang meraih PROPER emas dari Kementerian Lingkungan Hidup, Bio Farma pun sudah menerapkan emisi bersih dilingkungannya, diharapkan Bio Farma bisa menjadi mentor bagi industri lainnya di kota Bandung” Ungkapnya.

Sementara itu dr Rita Verita, Kepala Dinas Kesehatan Kota Jawa Barat mengungkapkan “ Terimakaih kepada Bio Farma karena sudah memberikan vaksinasi kepada petugas kebersihan kota Bandung serta program-programnya dalam mengedukasi pentingnya vaksinasi di wilayah kota Bandung.”

Dalam kesempatan yang sama M. Rahman Rustan, Direktur Utama Bio Farma pun menyampaikan informasi update terkait rencana pengembangan Bio Farma,  “Kedepan Bio Farma pun akan menambah kapasitas produksi serta mengembangkan fasilitas gedung produksi untuk pemenuhan   kebutuhan vaksin di dalam maupun luar negeri juga untuk membuat vaksin-vaksin baru”, Pungkasnya.

 

———-*****———-

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi:
N. Nurlaela Arief
Head of  Corporate Communications Dept.
Email : lala@biofarma.co.id
Bio Farma
Jl. Pasteur No. 28 Bandung
Telp : 62 22 2033755
Fax : 62 22 2041306

Komitmen Terapkan Aturan Pajak, Bio Farma Hadirkan 200 UMKM Dalam Edukasi Pemanfaatan Fasilitas Perpajakan di Era Industri 4.0

By Bio Farma

Direktur Utama Bio Farma M. Rahman Roestan, berkomitmen untuk terapkan aturan pajak pada UMKM, hal ini disampaikan dalam acara talkshow dengan tema “Peran UMKM Terhadap Pembangunan Negara Dalam Pemanfaatan Fasilitas Perpajakan di Era Industri 4.0” di Bio Farma, Senin 1 Oktober 2018.

Hadir dalam acara ini Kepala Kanwil DJP Wajib Pajak Besar, Mekar Satria Utama, Kepala Bidang P2Humas, Raden Aris Handono, CEO Perisai Grup, Ferry Tristianto  dan Direktur Utama Bio Farma, M. Rahman Roestan, serta Direktur Keuangan Bio Farma, Pardiman.

Dalam sambutannya, Kepala Kanwil DJP Wajib Pajak Besar, Mekar Satria Utama menyampaikan “Acara ini diselenggarakan sebagai salah satu strategi DJP untuk menjangkau wajib pajak melalui pendekatan end to end terhadap usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan memperluas basis data perpajakan dalam rangka meningkatkan kesadaran dan kepatuhan dalam pemenuhan kewajiban dan hak Wajib Pajak UMKM.”

Sementara itu M. Rahman Roestan dalam sambutannya menyampaikan “Bio Farma berkomitmen untuk terapkan aturan pajak pada UMKM untuk meningkatkan partisipasi dan gotong royong UMKM dalam pembangunan negara menuju kemandirian APBN serta pemanfaatan fasilitas perpajakan”.

Acara yang dihadiri oleh 200 peserta ini terdiri dari Mitra binaan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) serta karyawan Bio Farma yang sedang memasuki masa persiapan pensiun (MPP) serta beberapa Head of Tax BUMN.

Salah satu program yang disosialisasikan dalam acara ini yaitu BDS (Business Development Service) “Program ini merupakan pembinaan dan pengawasan kepada Wajib Pajak UMKM untuk mendorong pengembangan usahanya secara berkesinambungan, meningkatkan kesadaran (awareness), keterikatan (engagement), dan menciptakan kepatuhan sukarela wajib pajak (voluntary compliance).  Jelas R. Aris Handono, Kepala Bidang P2Humas dalam paparannya.

Sedangkan Ferry Tristianto, CEO Perisai Grup menuturkan “UMKN itu jangan memasuki pasar, kita lah yang harus menciptakan pasar” tambahnya.

———-*****———-

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi:
N. Nurlaela Arief
Head of  Corporate Communications Dept.
Email : lala@biofarma.co.id
Bio Farma
Jl. Pasteur No. 28 Bandung
Telp : 62 22 2033755
Fax : 62 22 2041306

Ma’ruf Amin: Darurat dan Berbahaya, Vaksin MR Diperbolehkan, Bahkan Wajib

By Bio Farma

JAKARTA – Ketika membicarakan persoalan vaksin Measles Rubella (MR), ada dua hal penting dari sisi Majelis Ulama Indonesia (MUI). Pertama, hukum imunisasi. Kedua, kehalalan dari vaksin itu sendiri.

Penjelasan tersebut disampaikan Ketua Umum MUI KH Ma’ruf Amin dalam Diskusi Media Forum Merdeka Barat 9 (Dismed FMB’9) dengan tema “Jalan Panjang Fatwa MUI Vaksin MR” di Ruang Serba Guna Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), Jakarta, Selasa (18/9/2018).

Sebenarnya, menurut Ketua MUI, terkait masalah vaksin, MUI sudah mengeluarkan fatwa pada tahun 2016. Itu fatwa MUI No. 4 Tahun 2016 sudah diputuskan bahwa melakukan imunisasi yang mengancam, menimbulkan penyakit, kecacatan yang berkelanjutan, maka bukan hanya boleh (digunakan), bahkan wajib.

“Menurut informasi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Rubella ini sangat berbahaya. Kalau bahaya itu diyakini, kalau bahasa ulama, artinya memang bahaya, merupakan kewajiban,” jelas Ma’ruf Amin.

Tadi, lanjut Ketua MUI, sudah disebutkan dan ditunjukan langsung contohnya. Ini sangat bahaya. “Kalau generasi muda Indonesia akan seperti itu, kita akan menjadi bangsa yang lemah. Akan kalah berkompetisi dengan bangsa yang lain,” ulas Ma’ruf Amin.

Sayangnya, Ketua MUI menjelaskan, Kementerian Kesehatan tidak meminta fatwa langsung tentang vaksinnya. Baru prosesnya dilakukan pada tahun 2018. Yakni, lahir Fatwa MUI No. 33 tentang penggunaan vaksin Rubella.

“Selama dua tahun itu, 2016-2018, tidak ada fatwa tentang kehalalan. Apakah vaksinya itu halal atau tidak. Baru tahun 2018 kita keluarkan kehalalannya. Karena darurat, beklum ada penggantinya. Hukumnya, ada kebolehan sesuatu yang dilarang. Yang dilarang, jika darurat, diperbolehkan,” ungkap Ma’ruf Amin.

Karena itu, Ketua MUI Ma’ruf Amin menekankan, bahwa pihaknya sangat prihatin terhadap capaian imunisasi vaksin MR ini yang hinga saat ini baru mencapai 48 persen.

“Karena itu, harus ada upaya-upaya maksimal melibatkan semua pihak. Kami, MUI sudah mengeluarkan dua fatwa dan kami siap mensukseskan Vaksin Rubella ini,” pungkas Ma’ruf Amin.

Turut hadir sebagai narasumber dalam FMB 9 kali ini Menteri Kesehatan Nila F Moeloek, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K Lukito, dan Direktur Utama PT Bio Farma M Rahman Rustan. Kegiatan FMB 9 juga bisa diikuti secara langsung di www.fmb9.id, FMB9ID (Twitter), FMB9.ID (Instagram), FMB9.ID (Facebook), dan FMB9ID (Youtube).

Pemberian Vaksin Menjadi Cara Efektif, Efisien, Murah dan Ampuh

By Bio Farma

JAKARTA – Pemberian vaksin sangat penting bagi masa depan generasi penerus sebuah bangsa. Begitupun bagi generasi penerus Indonesia. Karena, kesehatan menjadi salah satu faktor penting dalam pembangunan sebuah bangsa.

Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika (Dirjen IKP Kemkominfo) Rosarita Niken Widiastuti saat membuka acara Diskusi Media Forum Merdeka Barat 9 (Dismed FMB’9).

Kali ini, Dismed FMB’9 mengangkat tema “Jalan Panjang Fatwa MUI Vaksin MR” diselenggarakan di Ruang Serba Guna Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), Jakarta, Selasa (18/9/2018).

Dengan pemberian vaksin, menurut Dirjen IKP Kemkominfo, bisa menjadi sebuah cara yang sangat efisien dan efektif, serta murah dan ampuh untuk memutus rantai penularan penyakit.

“Untuk itu, tentang bagaimana fatwa MUI (Majelis Ulama Indonesia) tentang vaksin serta seperti apa jalan panjang tentang fatwa MUI tersebut akan dipaparkan oleh para narasumber yang akan memberikan penjelasan terkait hal tersebut,” ujar Niken.

Turut hadir sebagai narasumber dalam FMB 9 kali ini Menteri Kesehatan Nila F Moeloek, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K Lukito, Direktur Utama PT Bio Farma M Rahman Rustan, dan Ketua Umum MUI KH Ma’ruf Amin.

 

Kegiatan FMB 9 juga bisa diikuti secara langsung di www.fmb9.id, FMB9ID (Twitter), FMB9.ID (Instagram), FMB9.ID (Facebook), dan FMB9ID (Youtube). (*)

Bio Farma Terus Percepat Penemuan Vaksin & Produk Life Science Baru Melalui FRLN

By Bio Farma
(Kiri – Kanan) Direktur Utama Bio Farma, Rahman Roestan (Kedua dari Kiri) menyerahkan Prosiding Forum Riset Lifescience Nasional Tahun 2017, kepada Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi RI, Mohamad Nasir (Kedua Kanan), disaksikan oleh. Direktur Jendral Penguatan Riset dan Pengembangan Muhammad Dimyati dan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Siswanto

JAKARTA, 13 September 2018. Bio Farma kembali mengumpulkan peneliti – peneliti level nasional dari seluruh Indonesia untuk berkumpul bersama, dalam rangkaian acara Forum Riset Life Science Nasional (FRLN), yang diselenggarakan pada tanggal 13 September 2018 di Jakarta. Kegiatan yang bertema “Riset dan Inovasi Bidang Life Science yang Berkelanjutan di Indonesia” bertujuan membangun sinergi antara Pemerintah, Perguruan Tinggi, Industri serta Komunitas pendukungnya, sebagai upaya agar vaksin dan biopharmaceutical buatan dalam negeri dapat segera terwujud.

Menurut Direktur Riset dan Pengembangan Bio Farma, Adriansjah Azhari sesuai dengan Instruksi Presiden No 6 Tahun 2016 mengenai Percepatan Pengembangan Industri Farmasi dan Alat Kesehatan, Bio Farma terus melakukan upaya percepatan dan kemandirian dalam pengembangan produk biopharmaceutical dan vaksin.

“Untuk mempercepat hilirisasi dan komersialisasi produk biopharmaceutical dan vaksin, Bio Farma memerlukan kerjasama dan juga dukungan dari berbagai pihak baik dari Pemerintah termasuk regulator, peneliti – baik peneliti yang berasal dari akademisi, lembaga riset, maupun komunitas, sehingga nantinya produk-produk baru bisa dinikmati oleh masyarakat luas secara tepat waktu sesuai kebutuhan”, ujar Adriansjah.

Direktur yang juga expert di bidang current Good Manufacturing Practice (cGMP) mengatakan bahwa Bangsa Indonesia layak kagum dan bangga dengan prestasi rekan-rekan peneliti life science di Indonesia. Di tengah berbagai keterbatasan yang ada, para peneliti yang tergabung dalam FRLN berhasil menunjukkan hasil kerja nyata. Pada saat acara FRLN 2018 akan diluncurkan prototipe kit HbsAg dan dan kit antiHBsAg yang masing – masing memiliki fungsi untuk mendeteksi virus HbsAg dan mendeteksi keberhasilan imunisasi. Kit tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Bio Farma, & ITB, serta merupakan penelitian lanjutan dari Konsorsium Hep B yang terdiri dari Lembaga Eijkman, ITB, BPPT dan Bio Farma.

Neni Nurainy, Peneliti Senior Bio Farma sekaligus Ketua FRLN 2018, menjelaskan lebih lanjut bahwa kit HbsAg temuan konsorsium riset Hepatitis B memiliki keunggulan dibanding kit diagnostik tipe screening yang ada di pasaran, yaitu mampu mendeteksi titer virus secara kuantitatif. Sehingga hasil diagnosa yang didapat akan lebih akurat menggambarkan kondisi pasien yang diperiksa dibanding kit screening yang hanya memberi hasil positif dan negatif.

Neni mengharapkan kehadiran kit diagnostik asli buatan negeri sendiri bisa menjadi jawaban atas kebutuhan masyarakat untuk melindungi diri dari ancaman infeksi Hepatitis B yang pada tahun 2017 diperkirakan menginfeksi 7,1% dari penduduk Indonesia.

Kendala Penelitian Life Science

Namun dibalik keberhasilan yang dicapai dengan susah payah tersebut, menurut Neni tersimpan kendala besar. Kebutuhan mendesak saat ini untuk menjaga keberlanjutan riset life science adalah ketersediaan pendanaan jangka panjang atau multi years untuk kelanjutan riset dari awal sampai menghasilkan luaran berupa produk.

“Selama ini jangka waktu pendanaan relatif pendek, tidak berkelanjutan, kadang satu tahun dapat dana, tetapi tahun berikutnya tidak dapat dana, sehingga target roadmap penelitian tidak tercapai. Pendanaan penelitian untuk Konsorsium masih competitive based dan terkadang persyaratan administrasi yang tidak terpenuhi. Kami mengharapkan Konsorsium riset yang telah terpilih secara kompetitif akan mendapat pendanaan jangka panjang hingga menghasilkan produk” lanjut Neni.

Lebih jauh Neni menjelaskan untuk mengatasi kendala tersebut pada FRLN 2018 akan dihadirkan pembicara dari Kemenristek Dikti, Kemenkeu, dan LPDP selaku pengelola dana penelitian milik negara. Diharapkan akan ditemukan solusi jangka panjang. Terutama pembiayaan untuk riset-riset rintisan.

Peneliti yang memiliki keahlian pengembangan vaksin rekombinan ini menambahkan bahwa disamping pendanaan jangka panjang, faktor lain yang menentukan keberlanjutan riset dan inovasi bidang life science di Indonesia adalah bagaimana membangun komunikasi yang baik antara industri, akademisi, pemerintah dan komunitas. Karena faktanya, ada beberapa penelitian yang sudah dilakukan oleh perguruan tinggi, ternyata tidak bisa dipakai oleh industri, karena belum sesuai dengan standar kebutuhan industri.

“Forum ini bertujuan untuk melakukan sinkronisasi antara kebutuhan industri khususnya produk vaksin dan biopharmaceutical, dengan penelitian yang dilakukan oleh perguruan tinggi / lembaga riset, sehingga nantinya, hasil penelitian dari institusi tersebut bisa ditindaklanjuti dan diproduksi dalam skala industri yang pada akhirnya bisa tercipta pemenuhan kebutuhan masyarakat sesuai dengan jenis penyakit yang sedang dihadapi oleh Indonesia” ujar Neni.

 

Tentang Forum Riset Life Science Nasional (FRLN)

Forum yang dibentuk pada tahun 2011 semula bernama Forum Riset Vaksin Nasional (FRVN) dibentuk atas inisiatif PT Bio Farma sinergi dengan Kemenristek, Lembaga Riset, Universitas dan Kemenkes. Forum yang selalu dihadiri oleh para periset/peneliti Indonesia dari Universitas, Pemerintah dan Industri, khususnya periset dalam bidang Vaksin dan Life Science, bertujuan untuk melakukan pengembangan vaksin dan produk Life Science baru dalam negeri untuk kemandirian riset Nasional.

FRLN 2018 akan diikuti oleh dua belas konsorsium dan working group riset, yaitu Human Immunodeficiency Virus (HIV), Hepatitis B, Human Human papillomavirus (HPV), Stemcell, Eritropoetin (EPO), Tuberculosis (TBC), Demam Berdarah (Dengue), Influenza, Malaria, Rotavirus, Stem Cell, Pneumococcus dan Delivery System.

———-***———-

 

Untuk informasi lebih lanjut, media dapat menghubungi:

Nurlaela Arief

Head of Corporate Communications Dept.

Email : lala@biofarma.co.id

Bio Farma Jl. Pasteur No. 28 Bandung

Telp : 62 22 2033755 Fax : 62 22 2041306

Strengthening Cooperation between Indonesia – Morocco – Tunisia, Indonesia is trusted to assist the Self-Reliance of Vaccine Production in OIC member countries

By Bio Farma

Jakarta, 27/8. Indonesia is trusted to share knowledge about vaccine production to Morocco and Tunisia in the program “Strengthening Indonesia-Morocco-Tunisia Development Cooperation through Reverse Linkage (RL) Program” which will be held on August 27th-30th 2018, in Jakarta and Bandung. This RL activity was held in cooperation with the Ministry of National Development Planning-PPN / BAPPENAS in cooperation with the National Agency for Drug and Food Control; Ministry of Health and Bio Farma through the Reverse Linkage program with Islamic Development Bank (ISDB).

The program was attended by representatives of the Tunisian Ministry of Health, Institute Pasteur de Tunis, Directorate of medicine and Pharmacy of the Moroccan Ministry of Health, Insitute Pasteur du Maroc, Pharmaceutical Agency (Agence Marocaine d’Industrie Pharmaceutique) of Morocco”. Opened on Monday, August 27th, 2018, by directly meeting the Minister of National Development Planning / Head of the National Development Planning Agency (Bappenas), Bambang P. S. Brodjonegoro was accompanied by M. Rahman Roestan, President Director of Bio Farma.

According to Bambang PS Brodjonegoro, Minister of PPN / Head of Bappenas, “This activity is a form of Triangular South-South Cooperation, the core of this cooperation is that Indonesia will provide knowledge, experience and technical assistance to IsDB and OIC member countries, such as Tunisia and Morocco who attended here to share knowledge about vaccine production, which coincidentally Bio Farma has been determined as one of the leading institutions for vaccine production for OIC member countries,” Bambang said.

Bambang added, Morocco and Tunisia want to study the vaccine from Bio Farma, which can improve health in the country, or other OIC member countries

The meeting with the Minister of National Development Planning / Head of Bappenas and the staffs will also present material on health development policy in Indonesia, as well as sharing on health and pharmaceutical policies in Morocco.

Followed by material and visits to the POM and the Ministry of Health. While on Tuesday, August 28th, 2018, located in Bio Farma area in Bandung, a presentation from the Director of Bio Farma will be conveyed about the strategy of providing vaccines for national and global needs.

“Morocco and Tunisia are members of Organization of Islamic Cooperation (OIC), so that in the long term it is necessary to prepare themselves for the self-reliance of vaccine production in OIC member countries, they are interested in increasing their ability to develop vaccines to meet domestic vaccine needs in their country. Indonesia and ISDB through the Reverse Linkage Program are committed to support the development of Morocco and Tunisia in the Pharmaceutical sector,” Rahman added.

“Currently Bio Farma is a vaccine manufacturer whose Indonesian competence and expertise in vaccine production has been recognized by the Organization of Islamic Cooperation (OIC) and the World Health Organization (WHO). In December 2017, the 6th OIC Health Minister Conference in Jeddah has endorsed Indonesia’s status as “Center of Excellence on Vaccine and Bio-technology Product”.

As a country that is leading in producing vaccines, Indonesia is very committed to help other developing countries to improve their capabilities in the field of vaccine development.

About Reverse Linkages Program

The Government of Indonesia and the Islamic Development Bank (ISDB) have adopted the “Member Country Partnership Strategy (MCPS) 2016-2020 as a means of establishing cooperation between IsDB and Indonesia as member countries. One of the main pillars of support for implementing MCPS is the Reverse Linkages program, which is a development cooperation activity facilitated by ISDB, where members of the countries become participants and directly become representatives, in sharing expertise, knowledge, investment experience, successful experience, best practices, to overcome the constraints of development by utilizing opportunities that are very rare in other ISDB countries in mutually beneficial synergies. On December 27th, 2017.

The Minister of National Development Planning / Head of BAPPENAS and the President of ISDB signed a Memorandum of Understanding (MoU) to implement the Reverse Linkages program in which Indonesia agreed to be involved in 13 fields of cooperation. Based on successful initiatives and programs from the Government of Indonesia and in line with the most urgent needs of the ISDB member countries, one of the areas that has been identified, especially in vaccine development whose cooperation through the RL Program is intended to increase independence, availability of vaccines and increase further opportunities for economic cooperation through the exchange of relevant knowledge, expertise and technology.

About Bio Farma

Bio Farma is a state-owned producer of Vaccines and Antisera, currently developing into a Life-science company, founded on August 6th, 1890. During its 128 years of establishment Bio Farma has contributed to improve the quality of life of the nation, both in Indonesia and abroad. More than 140 countries have used Bio Farma Vaccine products, especially developing countries, and 50 of them are countries that are members of the Organization of Islamic Cooperation (OIC).

With a production capacity of more than 2 billion doses per year, is the largest in Southeast Asia. Bio Farma has fulfilled the needs of National vaccines, including the need for vaccines for Hajj and Umrah Pilgrims, as well as world vaccine needs through WHO and UNICEF.

With the Dedicated to Improve Quality of Life philosophy, Bio Farma plays an active role in increasing the availability and independence of vaccine production in developing countries and Islamic countries to safeguard global health security. Further information www.biofarma.co.id