Ratusan Santri Tebuireng Diberi Pelatihan Kesehatan

By Bio Farma

REPUBLIKA.CO.ID, JOMBANG — Ratusan santriwan-santriwati Pondok Pesantren Tebuireng Jombang mendapat pelatihan kesehatan dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) produsen Vaksin dan Antisera Bio Farma pada Selasa (17/4). Kegiatan yang diselenggarakan atas bekerja sama dengan Republika ini masih merupakan rangkaian acara Santri Sehat 2018.

Hari sebelumnya, Bio Farma juga memberi pelatihan serupa kepada santriwan dan santriwati di Mambaus Sholihin Islamic Boarding School, Gresik. Rencananya pelatihan serupa juga akan diselenggarakan di Pesantren Pabelan Magelang, dan Pesantren As-Salam, Solo.

Hubungan Eksternal Bio Farma Yuni Miyansari mengungkapkan, kegiatan serupa sebenarnya sudah dilakukan Bio Farma sejak 2016. Hanya saja, kegiatan yang diselenggarakan dalam rangka memperingati Pekan Imunisasi Dunia tersebut, biasanya diselenggarakan di pesantren-pesantren di Jawa Barat.

“Tahun ini ingin melakukan di luar Jawa Barat. Maka digelar lah di wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah. Nanti akan diberi edukasi terkait kesehatan,” kata Yuni dalam sambutannya, Selasa.

Head of Corporate Communication Bio Farma Nurlaela Arief berharap, dengan adanya program ini, para santri, pengajar, dan pengurus pesantren mendapatkan gambaran edukasi pentingnya vaksin dan menjaga kesehatan di lingkungan pesantren. Apalagi, Bio Farma sebagai BUMN selalu mendukung pemerintah, karena memiliki tanggung jawab dalam meningkatkan kesadaran masyarakat. Khususnya generasi muda akan pentingnya vaksinasi.

Nurlaela juga mengungkapkan pentingnya gelaran Santri Sehat. Itu tak lain karena selain para santri sebagai generasi muda, serta para ustaz dan ustazah juga memiliki peranan yang cukup besar dalam mempengaruhi lingkungannya. “Mereka juga dapat menjadi agent of change atau agen penyebar informasi, untuk itu perlu diberikan informasi yang baik dan benar,” ujar Nurlaela.

Sekretaris Pesantren Tebuireng Jombang, Abdul Ghofar menyampaikan betapa pentingnya pelatihan tentang kesehatan digelar di pesantren-pesantren. Apalagi selama ini, pendidikan tentang hidup sehat tergolong kesempatan yang jarang terjadi di lingkungan pesantren.

Saat ini, lanjut Ghofar, Pesantren Tebuireng mempunyai sebanyak 3.000 santri yang mondok dan 800-an santri yang tidak mondok. Ponpes Tebuireng juga telah menyediakan fasilitas kesehatan di pusat kesehatan pesantren. Yaitu poli rawat jalan dan poli rawat inap.

“Ada 30 tenaga medis yang bekerja di sana. Sering dilakukan tes terhadap kecukupan gizi dan kandungan hemoglobin yang ada dalam darah anak-anak. Ternyata memang rata-rata masih ada kekurangan dari angka normal standarnya,” ujar Ghofar.

Dalam kegiatan yang sama, Bio Farma juga menggelar lomba tulis bagi para santriwan dan santriwati di empat pesantren yang mengikuti kegiatan Santri Sehat 2018. Maka dari itu, para santriwan dan santriwati pun mendapat pelatihan menulis dari Redaktur Republika, Fernan Rahadi.

 

Sumber : http://www.republika.co.id/berita/pendidikan/eduaction/18/04/17/p7bejh291-ratusan-santri-tebuireng-diberi-pelatihan-kesehatan

Tingkatkan Kesadaran Pentingnya Kesehatan di Lingkungan Pesantren, Bio Farma Gelar Santri Sehat 2018

By Bio Farma

Bio Farma kembali menggelar Santri Sehat yang diselenggarakan pada 16 – 19 April 2018, dihadiri sekitar 300 santri di masing – masing pondok pesantren ini dilaksanakan di 4 pondok pesantren / boarding school yang berada di Jawa Timur & Jawa Tengah.

Senin, 16 April 2018, mengawali di Mambaus Sholihin Islamic Boarding School, Gresik, kemudian ke Pesantren Tebu Ireng Jombang, Pesantren Pabelan Magelang, dan Pesantren As Salam Solo.

Nurlaela Arief, Head of Corporate Communication Bio Farma,” kami menghadirkan narasumber Dr. Nanung Danardono, Direktur Halal Centre UGM dan pengajar di UGM Yogyakarta untuk memaparkan edukasi terkait kesehatan dan mengungkap fakta-fakta tentang vaksin”

“Diharapkan dengan adanya program ini, para santri dan pengajar dan pengurus pesantren mendapatkan gambaran edukasi pentingnya vaksin & menjaga kesehatan di lingkungan pesantren” ujar Nurlaela.

“Kegiatan ini merupakan rangkaian Pekan Imunisasi Dunia, yang diperingati setiap 24-30 April 2017 di seluruh dunia, di Indonesia sendiri tema tahun ini “capai imunisasi rutin lengkap bersama melindungi dan terlindungi”

Dr. Nanung menyampaikan dalam paparannya “berbagai fakta tentang kesehatan, termasuk fakta bahwa vaksin digunakan di lebih dari 183 di dunia, serta pentingnya tabayyun dalam menerima berbagai informasi isu vaksin yang beredar di internet”

“Saat ini masih ada sebagian masyarakat yang merasa anak-anaknya sehat walaupun tidak diberikan vaksin, ini adalah manfaat vaksin, apabila kita bisa mencapai imunisasi rutin lengkap, bersama melindungi dan terlindungi, atau yang disebut herd immunity” ungkap Nanung.

Bio Farma sebagai BUMN mendukung pemerintah dan memiliki tanggungjawab dalam meningkatkan kesadaran masyarakat khususnya generasi muda akan pentingnya vaksinasi.

Pada tahun 2018 ini edukasi Santri Sehat ke pondok pasantren di wilayah yang terjadi beberapa kasus penolakan yaitu Jawa Timur dan Jawa Tengah, tahun sebelumnya ke 10 pesantren di Jawa Barat.

Selain para santri sebagai generasi muda, para ustadz/ustadzah memiliki peranan yang cukup besar dalam mempengaruhi lingkungannya dan dapat menjadi “agent of change” atau agen penyebar informasi, untuk itu perlu diberikan informasi yang baik dan benar.

Selain dilaksanakan Santri Sehat, Bio Farma juga akan melaksanakan “Silaturahmi Ustadz” Jawa Timur & Jawa Tengah pada awal Mei di Yogyakarta.

 

Informasi lebih lanjut :

 

  1. Nurlaela Arief

Head of Corporate Communications Dept.

Bio Farma

Email : lala@biofarma.co.id