Deddy Mizwar Apresiasi BUMN Dukung Wisata Geopark Ciletuh

By biofarma

Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar mengapreasiasi BUMN yang selama ini mendukung destinasi wisata Geopark Ciletuh di kawasan Sukabumi Jawa Barat.

Salah satu BUMN tersebut adalah Bio farma yang secara konsisten memberikan dukungannya terhadap seluruh kegiatan Geopark Ciletuh.

“Kepada Bio farma kami atas nama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat menghaturkan apresiasi yang selalu mendukung seluruh kegiatan Geopark Ciletuh Pelabuhan Ratu ini,” kata Wagub Jabar kepada wartawan di pantai Cimaja, Kabupaten Sukabumi Jawa Barat, Sabtu (14/10/2017).

Selama mengikuti dan mengawal proses penetapan Unesco Global Geopark pada September 2018. Biofarma memberikan dukungan sepenuhnya dalam kegiatan pembangunan destinasi wisata tersebut.

“Mudah-mudahan memberikan inspirasi kepada BUMN atau perusahaan lainya agar memberidak dukungan yang positif bagi Geopark Ciletuh,” jelas Demiz

Adapun Kepala Divisi PKBL, CSR dan EHS PT Bio farma, R Herry mengungkapkan AGAT 2017 merupakan salah satu rangkaian kegiatan untuk mempromosikan Geopark Nasional Ciletuh Palabuhanratu, salah satu media untuk menarik pengunjung yaitu mengundang peselancar kelas dunia untuk menikmati potensi ombak yang ada di kawasan geopark nasional Ciletuh Pelabuhanratu yaitu di kawasan Pantai Cimaja.

Selain itu, kegiatan ini menampilkan produk lokal masyarakat sekitar, sehingga dampak dari kegiatan ini akan meningkatkan ekonomi masyarakat. Kemudian dilakukan juga penanaman pohon butun di sekitar pantai Simaja.

“Kami selalu mendukung Geopark Ciletuh dari mulai pemberdayaan masyarakat, proses untuk pengakuan UNESCO sampai saat ini,” tutur Herry

Dia berharap AGAT menjadi agenda rutin setiap tahunnya, karena untuk mempromosikan keunikan dan keindahan potensi ombak Pantai Cimaja yang merupakan bagian dari pariwisata kawasan Geopark Ciletuh

“Semoga sektor pariwisata dikawasan Geopark terus meningkat, dan binaan CSR Bio Farma dikawasan Geopark turut berkembang dan lebih sejahtera dengan adanya Geowisata Ciletuh,” pungkasnya.

Penulis:Rahmat Saepulloh

Editor:Vicky Fadil

Foto: Rahmat Saepulloh

Sumber : Warta Ekonomi.co.id, Sukabumi

https://www.wartaekonomi.co.id/read157689/deddy-mizwar-apresiasi-bumn-dukung-wisata-geopark-ciletuh.html

Bio Farma Turut Serta Dalam Pameran Indonesia Terpadu di Al-Jazair

By biofarma

 

Bio Farma turut serta dalam pameran indonesia terpadu di Al jazair
Yan Jauhardi, Kepala Bagian PKBL Bio Farma (paling kanan) beserta Dubes RI untuk Aljazair Safira Machrusah (tengah) beserta perwakilan Kementerian luar negeri di arena SAFEX Aljazair.

(Bandung, 29/11), Bio Farma turut serta dalam pameran Indonesia terpadu di SAFEX (Societe Algerienne des Foires et Exportations), Club de Pins Alger, Aljazair pada tanggal 23 – 27 November 2016. Bio Farma membawa serta mitra binaan yang sudah berhasil dan memiliki keunggulan yaitu Batik Ramah Lingkungan, Batik Pakidulan dan N-Bee Kerajinan Perhiasan Perak dan Batu Alam pada pameran dagang yang dibuka langsung oleh Perdana Menteri Aljazair, Abdelmalek Sellal.

Menurut R.Herry, Kepala Divisi Corporate Social Responsibility (CSR) Bio Farma, “keikutsertaan mitra binaannya di acara tersebut untuk turut mempromosikan potensi keragaman di bidang budaya – cultural diversity dan geo diversity, serta turut mendukung sinergi antara Kementerian BUMN dan Kementerian Luar Negeri, Dirjen Asia Pasifik dan Afrika. Kami berharap dengan keikutsertaan ini dapat meningkatkan promosi destinasi wisata Indonesia dan mendorong pertumbuhan  mitra binaan kami untuk dapat memasuki pasar global.”

 

Pameran yang berlangsung selama lima hari ini merupakan pameran produk Indonesia, yang diikuti oleh sekitar 50 peserta dari berbagai sektor dunia usaha Indonesia, BUMN dan lembaga instansi pemerintah, diantaranya kerajinan, furniture, perhiasan, kosmetik, produk makanan, produk pertanian, produk alas kaki dan kulit, produk perikanan, elektronik, tekstil, garmen, produk plastik dan gelas, kertas dan peralatan kantor serta berbagai produk lainnya.

 

Pameran diikuti oleh 9 BUMN, termasuk Bio Farma, Pertamina, Telkom, Jasa Raharja, Semen Indonesia, Pelindo II, Waskita Karya, Jamkrida dan Garuda Indonesia.

Pameran Indonesia Terpadu di Aljazair bertujuan untuk meningkatkan kerjasama di bidang ekonomi, perdagangan dan pariwisata Indonesia – Aljazair membantu program pemasaran dan peningkatan produk ekspor migas dan nonmigas Indonesia utamanya konstruksi, consumer goods  dan sektor manufaktur lainya.

Herry menambahkan “Bio Farma sudah memiliki program promosi mitra binaan dan CSR untuk bisa masuk ke pasar global, pada Oktober 2016 lalu, juga mengikuti pameran dalam kegiatan UNESCO Geo Fair di Torquay Inggris, dan bersama Disparbud Provinsi Jawa Barat, Pemprov Jabar dan Geologi UNPAD mempromosikan potensi wisata Geopark Nasional, Geopark Ciletuh Palabuhanratu untuk dapat diakui UNESCO”

———-*****———-

 

Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi:
N. Nurlaela Arief
Head of  Corporate Communications Dept.
Email : lala@biofarma.co.id
Bio Farma
Jl. Pasteur No. 28 Bandung
Telp : 62 22 2033755
Fax : 62 22 2041306

[:en]

Bio Farma turut serta dalam pameran indonesia terpadu di Al jazair
Yan Jauhardi, Kepala Bagian PKBL Bio Farma (paling kanan) beserta Dubes RI untuk Aljazair Safira Machrusah (tengah) beserta perwakilan Kementerian luar negeri di arena SAFEX Aljazair.

(Bandung, 29/11), Bio Farma turut serta dalam pameran Indonesia terpadu di SAFEX (Societe Algerienne des Foires et Exportations), Club de Pins Alger, Aljazair pada tanggal 23 – 27 November 2016. Bio Farma membawa serta mitra binaan yang sudah berhasil dan memiliki keunggulan yaitu Batik Ramah Lingkungan, Batik Pakidulan dan N-Bee Kerajinan Perhiasan Perak dan Batu Alam pada pameran dagang yang dibuka langsung oleh Perdana Menteri Aljazair, Abdelmalek Sellal.

Menurut R.Herry, Kepala Divisi Corporate Social Responsibility (CSR) Bio Farma, “keikutsertaan mitra binaannya di acara tersebut untuk turut mempromosikan potensi keragaman di bidang budaya – cultural diversity dan geo diversity, serta turut mendukung sinergi antara Kementerian BUMN dan Kementerian Luar Negeri, Dirjen Asia Pasifik dan Afrika. Kami berharap dengan keikutsertaan ini dapat meningkatkan promosi destinasi wisata Indonesia dan mendorong pertumbuhan  mitra binaan kami untuk dapat memasuki pasar global.”

Pameran yang berlangsung selama lima hari ini merupakan pameran produk Indonesia, yang diikuti oleh sekitar 50 peserta dari berbagai sektor dunia usaha Indonesia, BUMN dan lembaga instansi pemerintah, diantaranya kerajinan, furniture, perhiasan, kosmetik, produk makanan, produk pertanian, produk alas kaki dan kulit, produk perikanan, elektronik, tekstil, garmen, produk plastik dan gelas, kertas dan peralatan kantor serta berbagai produk lainnya.

Pameran diikuti oleh 9 BUMN, termasuk Bio Farma, Pertamina, Telkom, Jasa Raharja, Semen Indonesia, Pelindo II, Waskita Karya, Jamkrida dan Garuda Indonesia.

Pameran Indonesia Terpadu di Aljazair bertujuan untuk meningkatkan kerjasama di bidang ekonomi, perdagangan dan pariwisata Indonesia – Aljazair membantu program pemasaran dan peningkatan produk ekspor migas dan nonmigas Indonesia utamanya konstruksi, consumer goods  dan sektor manufaktur lainya.

Herry menambahkan “Bio Farma sudah memiliki program promosi mitra binaan dan CSR untuk bisa masuk ke pasar global, pada Oktober 2016 lalu, juga mengikuti pameran dalam kegiatan UNESCO Geo Fair di Torquay Inggris, dan bersama Disparbud Provinsi Jawa Barat, Pemprov Jabar dan Geologi UNPAD mempromosikan potensi wisata Geopark Nasional, Geopark Ciletuh Palabuhanratu untuk dapat diakui UNESCO”

———-*****———-

Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi:
N. Nurlaela Arief
Head of  Corporate Communications Dept.
Email : lala@biofarma.co.id
Bio Farma
Jl. Pasteur No. 28 Bandung
Telp : 62 22 2033755
Fax : 62 22 2041306

[:]

Kawasan Geopark ciletuh Akan Diperluas

By biofarma
BANDUNG ­ Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ahmad Heryawan mengajak Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk berin­vestasi membangun kawasan Geopark Ciletuh­ Pelabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi, Jabar. Kawasan Geopark Ciletuh akan dikembangkan dengan memperluasnya, dari tiga men­jadi delapan kecamatan.
“Saya berharap besar pada sejumlah BUMN untuk ber­investasi di Ciletuh. Tentunya investasi yang saling mengun­tungkan. Atau jika tidak ada maka kami akan mencari in­vestor lain,” kata Heryawan, di Gedung Sate, Bandung, Senin (28/11).
Georpark menjadi konsep wisata baru yang saat ini tengah dikembangkan Kementerian Pariwisata. Konsep geopark mengacu pada pengembangan kawasan yang memberikan pe­ngaruh terhadap konservasi, edukasi, dan peningkatan kese­jahteraan masyarakat. Diperke­nalkan pertama kali oleh UNES­CO pada 2000­an, geopark tidak hanya menjaga kelestarian alam, namun juga meningkatkan taraf hidup masyarakat.
Saat ini Geopark Ciletuh berada dalam kawasan tiga kecamatan, yakni Ciemas, Surade, dan Ujimg Genteng. Kedepan akan diperluas menjadi 74 desa di delapan kecamatan. Nantinya, tambah Heryawan, Geopark Ciletuh dibagi men­jadi tiga wilayah. Setiap wilayah mempunyai tema geoarea ma­sing-­masing. Misalnya geoarea Cisolok dengan tema pergeser­an jalur magmatik, geoarea Simpenan dengan tema plato jampang, geoarea Ciletuh fosil subduksi.
Tak sampai di situ, kawasan ekonomi khusus kepariwisataan di Ciletuh pun tengah dipersiap­ kan dalam rangka menuju Global Geopark. Dokumen-­dokumen telah disiapkan, pengembangan kawasan juga sudah dilakukan semenjak tahun lalu. “Tahun lalu kami memba­ngun jalan di sana.
Tahun 2017 akan kami siapkan anggaran se­kitar 200 miliar rupiah di sana untuk pembangunan jalan dan jembatan. Akan disiapkan jalan dari Pantai Loji membentang terus pinggir pantai sampai kepuncak Darma, lalu ke kawasan pokoknya Ciletuh,” kata Hery­awan.
Pengembangan kawas­an geopark, juga akan didu­kung dengan pembangunan fasilitas lainnya yang tengah di­kerjakan, seperti pembangunan Bandara Citarate. Keberadaan bandara ini sangat diperlukan ketika nantinya UNESCO me­netapkan kawasan ini sebagai Global Qeopark, dan menjadi kawasan wisata dunia.
Sejumlah instansi dan BUMN sudah menyatakan kes­ediaannya untuk membangun Ciletuh, antara lain Pemkab Su­kabumi, Kementerian LH dan Kehutanan, PT Perkebunan Nu­santara VIII, PT Bio Farma (Per­sero), Universitas Padjadjaran, PD Jawi, Paguyuban Alam Paki­dulan Sukabumi, dan Forum Komunikasi Kelompok Peng­gerak Pariwisata Kabupaten Su­kabumi. ■ tgh/N­3
Sumber : Koran Jakarta

Jawa Barat Bakal Ajukan Ciletuh

By biofarma
BANDUNG — Pemerintah Provinsi Jawa Barat segera mengajukan kawasan geopark Ciletuh, Sukabumi sebagai kawasan ekonomi khusus atau KEK.
Gubernur Jabar Ahmad Heryawan mengatakan rencana pengajuan KEK Ciletuh ke pemerintah pusat itu sei­ring dengan proses pengajuan Ciletuh ke dalam UNESCO Global Geopark.
“Rencananya Ciletuh kami ajukan sebagai KEK kepariwisataan,” kata­nya di Bandung, Senin (28/11).
Menurutnya, secara geografis, Ciletuh adalah kawasan yang layak diusulkan menjadi KEK karena bisa mendongkrak dan membangkitkan ekonomi di wilayah Selatan.
Pemprov Jabar sendiri sudah menyusun sejumlah rencana agar kawasan seluas 126.000 hektare (ha) tersebut menjadi magnet baru inves­tasi. “Kami inginnya industri pari­wisata, dari mulai resor, perhotelan hingga perdagangan,” ujarnya.
Heryawan menunjuk KEK Ciletuh bisa dirancang mirip dengan Tanjung Lesung atau Morotai dan Labuan Bajo.
Potensi Ciletuh sebagai kawas­an pariwisata terbuka lebar karena terbentang panjang sampai Ujung Genteng dan Pelabuhan Ratu. “In kawasan yang meliputi 8 kecamatan 74 desa. Nanti izinnya akan diajukan khusus ke Kementerian Pariwisata dan Kementerian Koordinator Perekonomian,” paparnya.
Pemprov Jabar telah menyiapkan anggaran sekitar Rp200 miliar untuk pembangunan jalan di Ciletuh pada anggaran 2017. Nantinya sepanjang pinggir pantai akan dibangun akses sehingga memudahkan wisatawan dan pelaku usaha dalam mengeks­plorasi daerah tersebut. “Aksesnya pada 2017 kami perbaiki,” tuturnya.
Heryawan mengatakan pihaknya juga telah resmi menandatangani kerja sama dengan berbagai pihak. Antara lain dengan Pemerintah Kabupaten Sukabumi, PTPN VIII, Universitas Padjadjaran, PD Jawi, Forum Komunikasi Penggerak Pariwisata, dan Paguyuban Alam Pakidulan Sukabumi setelah sebe­lumnya bersama Bio Farma.”Bentuk kerja samanya, kita bersama­sama untuk terus mengembangkan Geopark Nasional Ciletuh menjadi UNESCO Global Geopark/’ katanya.
Rencananya, proyek pengembang­an kawasan Geopark Ciletuh akan mengutamakan pembangunan akses ke lokasi dengan melibatkan kerja sama dengan Perhutani, atau PTPN serta warga masyarakat.
Asisten Daerah Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Jabar Denny Juanda menambahkan, pihaknya akan membentuk badan khusus untuk mengelola taman bumi tersebut. “Badan ini terdiri dari unsur Pemprov Jabar dan Pemkab Sukabumi,” katanya.
Pemprov berharap pengembangan ini mendapat dukungan dari peme­rintah pusat khususnya Kementerian Pariwisata. “Biasanya porsinya lebih besar APBN karena Kementerian Pariwisata juga ingin menjadikan geo­park Ciletuh sebagai kawasan ekonomi khusus pariwisata,” papar Denny.
Kepala Dinas Perhubungan Jabar Deddy Taufik mengatakan, untuk mendukung pariwisata di kawasan Kabupaten Sukabumi itu maka bandara perintis Citarate yang berlokasi di Ujung Genteng juga akan segera dibangun.
Bandara ini sangat dibutuhkan karena akses ke lokasi yang cukup jauh. Pembangunan inipun diharap­ kan akan memuluskan niat Ciletuh untuk masuk ke dalam jaringan UNESCO Global Geopark. “Bandara Citarate ini akan menjadi gerbang masuk ke geopark Ciletuh. Pak Menteri Perhubungan sudah membe­rikan dukungan,” ujarnya. (k57)
Sumber : Bisnis Indonesia

Konservasi Seni dan Budaya ala CSR Bio Farma

By biofarma

Yogyakarta, 8 Mei 2015, Media Workshop ‘School Of Vaccine For Journalist’ (SVJ) ke dua selain diisi dengan kurikulum tentang Vaksin oleh dr.Soedjatmiko dari Satgas Imunisasi IDAI Pusat; pengembangan kompetensi media dari Arif Zulkifly Pemimpin Redaksi Majalah Tempo, juga dilengkapi dengan materi terkait Corporate Social Responsibility (CSR), dengan narasumber, Ihsan Setiadi Latief, Pemerhati Komunikasi dan Komisaris Bio Farma dan N. Nurlaela Arief, Corporate Communications PT Bio Farma. Workshop diikuti oleh 40 peserta dari media Bandung, Jakarta, Yogyakarta, Solo, Semarang, serta perwakilan biro-biro media nasional di Yogya.

Menurut Ihsan Setiadi Latief, dalam presentasinya “Filosofi CSR Bio Farma adalah keberlanjutan (Sustainability), kemandirian, kedaulatan, serta eksistensi. Strategi CSR Bio Farma bukan sekedar charity, namun semua programnya terintegrasi juga melakukan partnership dengan seluruh stakeholder terkait. Selain itu yang menjadi rujukan CSR Bio Farma mengacu pada  ISO 26000 yang secara internasional menjadi pegangan paling mutakhir dan komprehensif. Adapun dari sisi pelaporan (reporting) merujuk pada GRI (Global Reporting Index) versi G4, Semua standar internasional ini dijadikan pegangan karena Bio Farma percaya bahwa agar CSR bisa berkesinambungan, selain memperhatikan keseimbangan triple P (profit, people, planet), Bio Farma juga harus menjalankannya sesuai “P” yang lain: prosedur.

Menurut R. Herry, Kepala Divisi CSR Bio Farma, Kegiatan-kegiatan utama CSR yang dilakukan oleh perusahaan sampai dengan semester I, 2015 yaitu melanjutkan program-progam sebelumnya dengan target kemandirian kelompok dan masyarakat. Disamping itu penguatan/pemberdayaan masyarakat menjadi prioritas agar kemandirian masyarakat dapat terwujud. “Kegiatan akses terhadap layanan kesehatan dan pengobatan (access to medicine and healthcare) antara lain pengobatan gratis dan Vaksinasi gratis (Vaksin Influenza, Vaksinasi Hepatitis B), pemberian bantuan sarana prasarana umum, pemberian bantuan pendidikan, pemberian bantuan bencana alam diberbagai wilayah seperti Bencana Angin Puting Beliung di Bandung Timur, Bencana Alam Banjir di Dayeuh Kolot, serta Bencana Alam Banjir di Ciparay, dan pemberian bantuan sarana Ibadah bagi masyarakat. Penyaluran bantuan ini diprioritaskan untuk disalurkan kepada masyarakat yang berada di wilayah yang terdekat dengan perusahaan.

Herry menambahkan bahwa Bio Farma juga berperan dalam mendukung pendaftaran Geopark ke UNESCO,  “Saat ini kami berperan aktif dalam tim kerja Geopark Ciletuh yang dibentuk oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Tim kerja ini melibatkan unsur pemerintah provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kabupaten Sukabumi, Perguruan Tinggi yang diwakili oleh Fakultas Teknik Geologi dari Universitas Padjadjaran, Badan Geologi, dan perwakilan Kelompok Masyarakat yang memiliki ketertarikan dalam pengembangan Geopark. Peranan Bio Farma dalam program ini berkaitan dengan Bio-Diversity, Geo-Diversity dan Cultural Diversity serta pemberdayaan masyarakat di wilayah yang termasuk dalam Geopark Ciletuh.

“Sebagai persiapan, saat ini kami sedang membuat delinasi kawasan, dossier geopark ciletuh dan master plan dengan target bulan Juni 2015 masuk sebagai geopark nasional. Kami juga sudah menginformasikan dan meminta dukungan  kepada PTRI Paris untuk UNESCO dalam rencana pengajuan GGN (Global Geopark Network)”Ujar Herry.

Sementara itu N. Nurlaela, Corporate Communications Bio Farma menjelaskan dalam presentasi dengan tema “Lifescience for Society”  bahwa apa yang menjadi ekspertis atau keahlian korporasi seperti di bidang pengelolaan air, lingkungan, udara,mengelola quality, pemuliaan, serta rekayasa DNA,  kami bagikan dalam bentuk solusi aplikatif kepada masyarakat, baik desa binaan maupun UKM”. Implementasi yang ril dari solusi yang kami berikan antara lain penerapan teknologi Biosecure untuk Mizumi Koi (Breeder terbaik Nasional), penerapan nano teknologi untuk Batik Pakidulan yang merupakan Batik ramah Lingkungan, serta peningkatan kualitas domba garut galur murni, juga beberapa binaan lainnya.

Selain itu, korporasi juga sedang gencar melakukan konservasi Seni dan pengembangan budaya Sunda melalui pembentukan komunitas kesenian Sunda, serta mewarnai dalam setiap kegiatan korporasi dengan aspek seni dan budaya yang kental, baik internal  juga stakeholder perusahaan. Contoh dilingkungan perusahaan dengan pembuatan leuit  atau lumbung padi di area fasilitas makan karyawan. “Kami memilih leuit karena memiliki kesamaan filosofi dengan vaksin seperti untuk keberlanjutan, kedaulatan dan persiapan(preparedness) jika terjadi wabah dan keperluan yang mendesak”

Desa Binaan Bio Farma

Perkembangan pembinaan desa binaan saat ini lebih pada tahap pelaksanaan program jangka panjang yang telah direncanakan sebelumnya, seperti Pengembangan Budidaya Domba Garut telah sampai pada tahapan pembangunan fasilitas pembudidayaan. Sedangkan untuk Pengembangan Kawasan Geopark Ciletuh yang telah dilakukan sampai dengan saat ini berupa memberikan kegiatan pengobatan kepada masyarakat, memberikan pelatihan terkait pengelolaan kawasan geopark ke Geopark Gunung  Sewu di Yogyakarta dan pelatihan pengelolaan manajemen geopark ke Geopark Langkawi di Malaysia, pembangunan fasilitas kesehatan berupa Unit Gawat Darurat di Puskesmas Tamanjaya, serta pelatihan konservasi mangrove bagi Kelompok Masyarakat binaan di wilayah Geopark Ciletuh.

———-*****———-

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi:

N. Nurlaela Arief

Head of  Corporate Communications Dept.

Email : lala@biofarma.co.id

Bio Farma

Jl. Pasteur No. 28 Bandung

Telp : 62 22 2033755

Fax : 62 22 2041306[:en]Yogyakarta, 8 Mei 2015, Media Workshop ‘School Of Vaccine For Journalist’ (SVJ) ke dua selain diisi dengan kurikulum tentang Vaksin oleh dr.Soedjatmiko dari Satgas Imunisasi IDAI Pusat; pengembangan kompetensi media dari Arif Zulkifly Pemimpin Redaksi Majalah Tempo, juga dilengkapi dengan materi terkait Corporate Social Responsibility (CSR), dengan narasumber, Ihsan Setiadi Latief, Pemerhati Komunikasi dan Komisaris Bio Farma dan N. Nurlaela Arief, Corporate Communications PT Bio Farma. Workshop diikuti oleh 40 peserta dari media Bandung, Jakarta, Yogyakarta, Solo, Semarang, serta perwakilan biro-biro media nasional di Yogya.

Menurut Ihsan Setiadi Latief, dalam presentasinya “Filosofi CSR Bio Farma adalah keberlanjutan (Sustainability), kemandirian, kedaulatan, serta eksistensi. Strategi CSR Bio Farma bukan sekedar charity, namun semua programnya terintegrasi juga melakukan partnership dengan seluruh stakeholder terkait. Selain itu yang menjadi rujukan CSR Bio Farma mengacu pada  ISO 26000 yang secara internasional menjadi pegangan paling mutakhir dan komprehensif. Adapun dari sisi pelaporan (reporting) merujuk pada GRI (Global Reporting Index) versi G4, Semua standar internasional ini dijadikan pegangan karena Bio Farma percaya bahwa agar CSR bisa berkesinambungan, selain memperhatikan keseimbangan triple P (profit, people, planet), Bio Farma juga harus menjalankannya sesuai “P” yang lain: prosedur.

Menurut R. Herry, Kepala Divisi CSR Bio Farma, Kegiatan-kegiatan utama CSR yang dilakukan oleh perusahaan sampai dengan semester I, 2015 yaitu melanjutkan program-progam sebelumnya dengan target kemandirian kelompok dan masyarakat. Disamping itu penguatan/pemberdayaan masyarakat menjadi prioritas agar kemandirian masyarakat dapat terwujud. “Kegiatan akses terhadap layanan kesehatan dan pengobatan (access to medicine and healthcare) antara lain pengobatan gratis dan Vaksinasi gratis (Vaksin Influenza, Vaksinasi Hepatitis B), pemberian bantuan sarana prasarana umum, pemberian bantuan pendidikan, pemberian bantuan bencana alam diberbagai wilayah seperti Bencana Angin Puting Beliung di Bandung Timur, Bencana Alam Banjir di Dayeuh Kolot, serta Bencana Alam Banjir di Ciparay, dan pemberian bantuan sarana Ibadah bagi masyarakat. Penyaluran bantuan ini diprioritaskan untuk disalurkan kepada masyarakat yang berada di wilayah yang terdekat dengan perusahaan.

Herry menambahkan bahwa Bio Farma juga berperan dalam mendukung pendaftaran Geopark ke UNESCO,  “Saat ini kami berperan aktif dalam tim kerja Geopark Ciletuh yang dibentuk oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Tim kerja ini melibatkan unsur pemerintah provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kabupaten Sukabumi, Perguruan Tinggi yang diwakili oleh Fakultas Teknik Geologi dari Universitas Padjadjaran, Badan Geologi, dan perwakilan Kelompok Masyarakat yang memiliki ketertarikan dalam pengembangan Geopark. Peranan Bio Farma dalam program ini berkaitan dengan Bio-Diversity, Geo-Diversity dan Cultural Diversity serta pemberdayaan masyarakat di wilayah yang termasuk dalam Geopark Ciletuh.

“Sebagai persiapan, saat ini kami sedang membuat delinasi kawasan, dossier geopark ciletuh dan master plan dengan target bulan Juni 2015 masuk sebagai geopark nasional. Kami juga sudah menginformasikan dan meminta dukungan  kepada PTRI Paris untuk UNESCO dalam rencana pengajuan GGN (Global Geopark Network)”Ujar Herry.

Sementara itu N. Nurlaela, Corporate Communications Bio Farma menjelaskan dalam presentasi dengan tema “Lifescience for Society”  bahwa apa yang menjadi ekspertis atau keahlian korporasi seperti di bidang pengelolaan air, lingkungan, udara,mengelola quality, pemuliaan, serta rekayasa DNA,  kami bagikan dalam bentuk solusi aplikatif kepada masyarakat, baik desa binaan maupun UKM”. Implementasi yang ril dari solusi yang kami berikan antara lain penerapan teknologi Biosecure untuk Mizumi Koi (Breeder terbaik Nasional), penerapan nano teknologi untuk Batik Pakidulan yang merupakan Batik ramah Lingkungan, serta peningkatan kualitas domba garut galur murni, juga beberapa binaan lainnya.

Selain itu, korporasi juga sedang gencar melakukan konservasi Seni dan pengembangan budaya Sunda melalui pembentukan komunitas kesenian Sunda, serta mewarnai dalam setiap kegiatan korporasi dengan aspek seni dan budaya yang kental, baik internal  juga stakeholder perusahaan. Contoh dilingkungan perusahaan dengan pembuatan leuit  atau lumbung padi di area fasilitas makan karyawan. “Kami memilih leuit karena memiliki kesamaan filosofi dengan vaksin seperti untuk keberlanjutan, kedaulatan dan persiapan(preparedness) jika terjadi wabah dan keperluan yang mendesak”

Desa Binaan Bio Farma

Perkembangan pembinaan desa binaan saat ini lebih pada tahap pelaksanaan program jangka panjang yang telah direncanakan sebelumnya, seperti Pengembangan Budidaya Domba Garut telah sampai pada tahapan pembangunan fasilitas pembudidayaan. Sedangkan untuk Pengembangan Kawasan Geopark Ciletuh yang telah dilakukan sampai dengan saat ini berupa memberikan kegiatan pengobatan kepada masyarakat, memberikan pelatihan terkait pengelolaan kawasan geopark ke Geopark Gunung  Sewu di Yogyakarta dan pelatihan pengelolaan manajemen geopark ke Geopark Langkawi di Malaysia, pembangunan fasilitas kesehatan berupa Unit Gawat Darurat di Puskesmas Tamanjaya, serta pelatihan konservasi mangrove bagi Kelompok Masyarakat binaan di wilayah Geopark Ciletuh.

———-*****———-

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi:

N. Nurlaela Arief

Head of  Corporate Communications Dept.

Email : lala@biofarma.co.id

Bio Farma

Jl. Pasteur No. 28 Bandung

Telp : 62 22 2033755

Fax : 62 22 2041306[:ID]undefinedYogyakarta, 8 Mei 2015, Media Workshop ‘School Of Vaccine For Journalist’ (SVJ) ke dua selain diisi dengan kurikulum tentang Vaksin oleh dr.Soedjatmiko dari Satgas Imunisasi IDAI Pusat; pengembangan kompetensi media dari Arif Zulkifly Pemimpin Redaksi Majalah Tempo, juga dilengkapi dengan materi terkait Corporate Social Responsibility (CSR), dengan narasumber, Ihsan Setiadi Latief, Pemerhati Komunikasi dan Komisaris Bio Farma dan N. Nurlaela Arief, Corporate Communications PT Bio Farma. Workshop diikuti oleh 40 peserta dari media Bandung, Jakarta, Yogyakarta, Solo, Semarang, serta perwakilan biro-biro media nasional di Yogya.

Menurut Ihsan Setiadi Latief, dalam presentasinya “Filosofi CSR Bio Farma adalah keberlanjutan (Sustainability), kemandirian, kedaulatan, serta eksistensi. Strategi CSR Bio Farma bukan sekedar charity, namun semua programnya terintegrasi juga melakukan partnership dengan seluruh stakeholder terkait. Selain itu yang menjadi rujukan CSR Bio Farma mengacu pada  ISO 26000 yang secara internasional menjadi pegangan paling mutakhir dan komprehensif. Adapun dari sisi pelaporan (reporting) merujuk pada GRI (Global Reporting Index) versi G4, Semua standar internasional ini dijadikan pegangan karena Bio Farma percaya bahwa agar CSR bisa berkesinambungan, selain memperhatikan keseimbangan triple P (profit, people, planet), Bio Farma juga harus menjalankannya sesuai “P” yang lain: prosedur.

Menurut R. Herry, Kepala Divisi CSR Bio Farma, Kegiatan-kegiatan utama CSR yang dilakukan oleh perusahaan sampai dengan semester I, 2015 yaitu melanjutkan program-progam sebelumnya dengan target kemandirian kelompok dan masyarakat. Disamping itu penguatan/pemberdayaan masyarakat menjadi prioritas agar kemandirian masyarakat dapat terwujud. “Kegiatan akses terhadap layanan kesehatan dan pengobatan (access to medicine and healthcare) antara lain pengobatan gratis dan Vaksinasi gratis (Vaksin Influenza, Vaksinasi Hepatitis B), pemberian bantuan sarana prasarana umum, pemberian bantuan pendidikan, pemberian bantuan bencana alam diberbagai wilayah seperti Bencana Angin Puting Beliung di Bandung Timur, Bencana Alam Banjir di Dayeuh Kolot, serta Bencana Alam Banjir di Ciparay, dan pemberian bantuan sarana Ibadah bagi masyarakat. Penyaluran bantuan ini diprioritaskan untuk disalurkan kepada masyarakat yang berada di wilayah yang terdekat dengan perusahaan.

Herry menambahkan bahwa Bio Farma juga berperan dalam mendukung pendaftaran Geopark ke UNESCO,  “Saat ini kami berperan aktif dalam tim kerja Geopark Ciletuh yang dibentuk oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Tim kerja ini melibatkan unsur pemerintah provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kabupaten Sukabumi, Perguruan Tinggi yang diwakili oleh Fakultas Teknik Geologi dari Universitas Padjadjaran, Badan Geologi, dan perwakilan Kelompok Masyarakat yang memiliki ketertarikan dalam pengembangan Geopark. Peranan Bio Farma dalam program ini berkaitan dengan Bio-Diversity, Geo-Diversity dan Cultural Diversity serta pemberdayaan masyarakat di wilayah yang termasuk dalam Geopark Ciletuh.

“Sebagai persiapan, saat ini kami sedang membuat delinasi kawasan, dossier geopark ciletuh dan master plan dengan target bulan Juni 2015 masuk sebagai geopark nasional. Kami juga sudah menginformasikan dan meminta dukungan  kepada PTRI Paris untuk UNESCO dalam rencana pengajuan GGN (Global Geopark Network)”Ujar Herry.

Sementara itu N. Nurlaela, Corporate Communications Bio Farma menjelaskan dalam presentasi dengan tema “Lifescience for Society”  bahwa apa yang menjadi ekspertis atau keahlian korporasi seperti di bidang pengelolaan air, lingkungan, udara,mengelola quality, pemuliaan, serta rekayasa DNA,  kami bagikan dalam bentuk solusi aplikatif kepada masyarakat, baik desa binaan maupun UKM”. Implementasi yang ril dari solusi yang kami berikan antara lain penerapan teknologi Biosecure untuk Mizumi Koi (Breeder terbaik Nasional), penerapan nano teknologi untuk Batik Pakidulan yang merupakan Batik ramah Lingkungan, serta peningkatan kualitas domba garut galur murni, juga beberapa binaan lainnya.

Selain itu, korporasi juga sedang gencar melakukan konservasi Seni dan pengembangan budaya Sunda melalui pembentukan komunitas kesenian Sunda, serta mewarnai dalam setiap kegiatan korporasi dengan aspek seni dan budaya yang kental, baik internal  juga stakeholder perusahaan. Contoh dilingkungan perusahaan dengan pembuatan leuit  atau lumbung padi di area fasilitas makan karyawan. “Kami memilih leuit karena memiliki kesamaan filosofi dengan vaksin seperti untuk keberlanjutan, kedaulatan dan persiapan(preparedness) jika terjadi wabah dan keperluan yang mendesak”

Desa Binaan Bio Farma

Perkembangan pembinaan desa binaan saat ini lebih pada tahap pelaksanaan program jangka panjang yang telah direncanakan sebelumnya, seperti Pengembangan Budidaya Domba Garut telah sampai pada tahapan pembangunan fasilitas pembudidayaan. Sedangkan untuk Pengembangan Kawasan Geopark Ciletuh yang telah dilakukan sampai dengan saat ini berupa memberikan kegiatan pengobatan kepada masyarakat, memberikan pelatihan terkait pengelolaan kawasan geopark ke Geopark Gunung  Sewu di Yogyakarta dan pelatihan pengelolaan manajemen geopark ke Geopark Langkawi di Malaysia, pembangunan fasilitas kesehatan berupa Unit Gawat Darurat di Puskesmas Tamanjaya, serta pelatihan konservasi mangrove bagi Kelompok Masyarakat binaan di wilayah Geopark Ciletuh.

———-*****———-

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi:

N. Nurlaela Arief

Head of  Corporate Communications Dept.

Email : lala@biofarma.co.id

Bio Farma

Jl. Pasteur No. 28 Bandung

Telp : 62 22 2033755

Fax : 62 22 2041306

[:]