Bio Farma Raih “Innovative Industrial Research and Development Institution (IIRDI) Award kategori Bidang Kesehatan/Obat

By Bio Farma

Jakarta, 2 Desember 2019, Bio Farma  meraih Penghargaan “Innovative Industrial Research and Development Institution (IIRDI) kategori Bidang Kesehatan/Obat yang diselenggarakan oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan tinggi. Penghargaan ini diserahkan oleh Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi RI didampingi oleh Prof. Dr. Ismunandar Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan kepada Senior Executive Vice Preseident Penelitian dan Pengembangan Bio Farma, Adriansjah Azhari yang bertempat di Auditorium BJ Habibie, Gedung II BPPT Lantai 3 MH Thamrin No.8, Jakarta Pusat

Sebagai bentuk nyata apresiasi Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi dalam memberikan apresiasi terhadap lembaga Litbang baik dalam lingkup litbang Pemerintah kementerian, litbang Pemerintah non kementerian, litbang daerah, dan litbang industi yang telah berkinerja unggul, inovative dan berdaya saing global dan juga sebagai apresiasi nyata kepada Badan Usaha/Industri yang memiliki unit kerja litbang dan melaksanakan kegiatan litbang dan penerapan IPTEK secara konsisten dan berkesinambungan, memanfaatkan dan mengembangkan hasil-hasil litbang, serta menghasilkan produk-produk inovatif yang berdaya saing.

Bio Farma dinobatkan sebagai salah satu industri yang menerima penghargaan lembaga litbang industri inovatif dibidang kesehatan/obat setelah proses penilaian dan seleksi dari 24 industri besar yang telah melalui proses seleksi administrasi, desk evaluastion, dan verifikasi data, serta penentuan terakhir menobatkan Bio Farma sebagai industri yang mendapatkan penganugerahan. Hal ini tak lepas dari peran Bio Farma dan lembaga litbang yang didalamnya terus menerapkan inovasi-inovasi guna menelurkan produk berinovasi tinggi yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat indonesia secara luas dan meningkatkan daya saing bangsa indonesia secara umum.

Bio Farma sebagai BUMN yang bergerak dalam industri life science menaruh perhatian besar pada aspek Inovasi, Riset dan Pengembangan produk baru.

 

—-0000—-

Untuk informasi Media, Hubungi :

Iwan Setiawan

Head of Corporate Communications.

Bio Farma

Email : iwan.setiawan@biofarma.co.id

62 22 2033755 ext 37431

www.biofarma.co.id

twitter : @biofarmaID

Instagram :@biofarmaID

Bio Care : 1500810

Bio Farma Raih Gold Rank Pada Asia Sustainability Reporting Rating 2019

By Bio Farma

(Bali, 23/11) National Center for Sustainability Reporting (NCSR) menggelar Asia Sustainability Reporting Rating (ASSRAT) di The Westin Resort Nusa Dua Bali. Penyelengaraan konferensi yang berkolaborasi dengan Ikatan Praktisi Keberlanjutan Berserikat (IPKB) ini, diawali dengan penyerahan Trophy (ASSRAT) kepada perusahaan – perusahaan terbaik yang telah berhasil mengkomunikasikan kinerja keberlanjutan kepada pemangku kepentingan melalui laporan keberlanjutan.

Bio Farma sebagai produsen vaksin & antisera yang bertransformasi menjadi perusahaan life science di Indonesia, kembali mendulang prestasi yaitu meraih “Gold Rank” in the Asia Sustainability Reporting Rating 2019. Penghargaan diserahkan langsung oleh Michele Lemmens, Regional Head ASEAN Hub at Global Reporting Initiative (GRI) dan diterima oleh Direktur Keuangan & Mitra Bisnis Bio Farma, I.G.N Suharta Wijaya.

Ini adalah penghargaan tahun ke 15 yang dilakukan NCSR. Sampai dengan tahun 2017 kita menyebutnya sebagai Sustainability Reporting Award tetapi sejak tahun 2018 kita merubah sistemnya dari Award menjadi Rating, ujar Prof Eko Ganis Ketua IPKB.

“Bagi kami laporan keberlanjutan merupakan hal yang penting dalam mempertanggungjawabkan bisnis yg kami jalankan kepada publik, terutama menunjukkan kepedulian perusahaan terhadap lingkungan, sosial & pelestarian” ujar Suharta.

Menurut Ali Darwin, Direktur Eksekutif NCSR, sejak tahun lalu, sistem tersebut dirubah menjadi Pemeringkatan (Rating). Pesertanya bukan hanya saja dari Indonesia, tetapi juga dari negara – negara lainnya di Asia, maka brand name yang kita pakai adalah “Asia Sustainability Reporting Rating”, ini merupakan satu – satunya sistem pemeringkatan laporan keberlanjutan yang ada saat ini.

ASRRAT 2019 dihadiri pula oleh Prof Bambang Permadi Soemantri Ph.D, Menteri Riset & Teknologi RI. Dalam sambutannya menyampaikan bahwa perusahaan harus menyampaikan 3 bottom lines dalam laporan keberlanjutan yaitu profit, people, planet. Selain itu dampak lingkungan dan sosial dari perusahaan dan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). ASRRAT diikuti oleh 50 perusahaan terdiri dari 41 perusahaan Indonesia, 2 perusahaan Bangladesh, 3 perusahaan Malaysia, 2 perusahaan Singapur dan 2 perusahaan Filipina.

—-0000—-

Untuk informasi Media, Hubungi :

Iwan Setiawan

Head of Corporate Communications.

Bio Farma

Email : iwan.setiawan@biofarma.co.id

62 22 2033755 ext 37431

www.biofarma.co.id

twitter : @biofarmaID

Instagram :@biofarmaID

Bio Care : 1500810

Masuki Industri 4.0 Bio Farma Perkuat Kolaborasi Bersama Kementerian Perindustrian RI dan Sucofindo

By Bio Farma

(Bandung 19/11) Bio Farma sebagai perusahaan lifescience kelas dunia berdaya saing global, telah menjajaki perubahan dunia industri yang memasuki industri 4.0. Untuk menjawab tantangan tersebut, Bio Farma mulai menyusun strategi – strategi dalam hal penelitian dan pengembangan, proses produksi, supply chain value yang memanfaatkan big data dan artificial intelligence.

Untuk memperkuat hal tersebut, Bio Farma berkolaborasi dengan Direktorat Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil (IKFT) Kementerian Perindustrian RI, melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU), yang bertujuan untuk melaksanakan kerja sama dalam bidang pilot project, implementasi Industri 4.0 yang bertujuan untuk mendukung program pemerintah “Making Indonesia 4.0” dan untuk membangun hubungan kerja sama yang berorientasi kepada program penumbuhan dan pengembangan industri kimia hilir dan farmasi.

Penandatanganan ini dilakukan oleh Direktur Industri Kimia Hilir dan Farmasi Kementerian Industri RI, Taufiek Bawazier, dengan Direktur Operasi Bio Farma, M. Rahman Roestan pada tanggal 30 Oktober 2019 lalu. Implementasi industri 4.0 ditandai dengan penyerahan MoU dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Kementerian Perindustrian Republik Indonesia pada tanggal 19 November 2019  diserahkan oleh Direktur Jendral Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil Kementerian Perindustrian RI, Muhammad Khayam kepada Direktur Operasi Bio Farma M. Rahman Roestan disaksikan oleh Board of Executives,  dan seluruh karyawan Bio Farma, di Bio Farma Bandung.

Menurut Muhammad Khayam, MoU ini merupakan Pilot Project untuk melihat dan mendapatkan gambaran terkini terkait profil dan kinerja perusahaan dan potensinya menuju platform industri 4.0, “Industri Farmasi di Indonesia, memiliki value added yang sangat tinggi, oleh karenanya, pemerintah telah menaruh perhatian khusus kepada industri ini,  dengan dikeluarkannya Inpres No 6 Tahun 2016*, Bio Farma sebagai bagian dari Industri Farmasi, terpilih menjadi salah satu perusahaan yang mewakili IKFT untuk dijadikan percontohan industri yang siap untuk bersaing di era 4.0, kami harap kesiapan Bio Farma dalam menghadapi persaingan di era internet of things (IoT) ini, bisa di aplikasikan di industri lainnya”, ujar Muhammad Khayam.

Sementara itu, M. Rahman Roestan mengatakan Bio Farma terpilih menjadi percontohan dari industri farmasi se Indonesia untuk menjadi percontohan dalam kesiapan menuju industri 4.0. Untuk masuk ke industri 4.0, Bio Farma sudah mempersiapkan teknologi terbaru di era disruptive, seperti Electronic Batch Record (EBR) yang menggunakan teknologi komunikasi sebagai landasannya. Hal lainnya yang disiapkan oleh Bio Farma adalah melakukan inovasi, dan kolaborasi untuk bisa bersaing di era ini, “Kunci dari industri 4.0 adalah connectivity dimana elemen – elemen yang terlibat didalamnya, harus saling terhubung dan terintergrasi, hal yang sudah kami lakukan adalah berkolaborasi bersama pihak Akademesi, Pemerintah, dan Lembaga penelitian baik dalam maupun luar negeri, untuk keperluan transfer teknologi dengan tujuan akhir penemuan produk baru”, ujar Rahman.

Rahman menambahkan, Bio Farma sudah menambahkan infrastruktur terkait 4.0 antara lain menyiapkan master plan IT untuk mendukung industry pharma 4.0, dan membuat pengembangan sistem atau aplikasi pendukung industry 4.0 Termasuk kerja sama riset dengan Untuk membuat Proof of Concept IoT (Internet of Things).

 

Factory Cell Industri 4.0

Sementara itu, pada saat yang bersamaan, diserahkan juga Non Disclosure Aggrement (NDA) antara Bio Farma dengan Sucofindo untuk memperkuat pondasi industri 4.0 di Bio Farma.  Perjanjian ini diserahkan oleh Penanggung Jawab Proyek Factory Cell 4.0 Ahmad Osman kepada M. Rahman Roestan.

Dalam perjanjian ini, Sucofindo yang ditunjuk oleh Kemenperin RI sebagai konsultan, akan melakukan pendampingan, konsultansi dan evaluasi dalam rangka pelaksanaan Penyusunan Model Factory Cell Industri 4.0 di Bio Farma.

Herliana Dewi mengatakan, kerjasama ini merupakan salah satu bentuk sinergi antar BUMN untuk bersama- sama mempersiapkan diri untuk terjun di industri 4.0 “Sucofindo siap untuk membantu Bio Farma dan mengimplementasikan Penerapan 4.0 dan Bio Farma bisa menjadi Role model bagi industri lainnya”, ujar Herliana

Herliana menambahkan, pihaknya berharap bahwa Sucofindo dan Bio Farma bisa maju dan tumbuh bersama mewujudkan “Making Indonesia 4.0” dan akan mendukung, apa yang jadi kebutuhan Bio Farma dan Kementerian Perindustrian.

* Tentang Percepatan Pengembangan Industri Farmasi Dan Alat Kesehatan, Karena Industri Farmasi Memiliki Nilai Tambah Yang Tinggi Untuk Mewujudkan Kemenadirian Dam Meningkatkan Daya Saing Industri Farmasi Dan Alat Kesehatan Dalam Negeri Melalui Percepatan Pengembangan Industri Dan Alat Kesehatan.

–00–

 

Iwan Setiawan

Head of Corporate Communications.

Bio Farma

Email : iwan.setiawan@biofarma.co.id

62 22 2033755 ext 37431

www.biofarma.co.id

twitter : @biofarmaID

Instagram :@biofarmaID

Bio Care : 1500810

Manfaatkan Industri 4.0 Bio Farma miliki Bank Plasma Nutfah

By Bio Farma

Perkembangan teknologi khususnya di era industri 4.0, dimanfaatkan secara baik oleh Bio Farma, dalam pemanfaatan lahan demplot koleksi master seed rumput dan pakan ternak yang sengaja dikoleksi oleh Bio Farma, yang merupakan salah satu dari kegiatan Community Development dari Bio Farma, hasil kolaborasi bersama Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Serpong.

Koleksi master seed rumput ini, bertujuan untuk menambah variasi dan mencari rumput yang sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh hewan ternak, khususnya yang ada di Bio Farma seperti kuda sebagai hewan donor terutama untuk pembuatan serum Anti Tetanus Serum (ATS), Anti Difteri Serum (ADS) dan Anti Bisa Ular (ABU).

Selama ini, pakan yang diperuntukan untuk hewan donor tersebut, masih mengandung serat yang tinggi dan kadar protein yang masih rendah, maka dari itu Bio Farma mencari jenis pakan ternak terbaru yang memiliki kadar nutrisi yang lebih baik yang diperoleh dari pegunungan yang berada di wilayah Bio Farma Cisarua,  seperti Gunung Burangrang, Gunung Tangkubanparahu, dan Bukittunggul.

Rumput yang saat ini akan menjadi andalan Bio Farma untuk digunakan sebagai pakan adalah, rumput  mentega atau rumput kikuyu (Pennisetum clandestinum Hochst ex. Chiov), yang memilki kadar protein yang tinggidengan serat kasar rendah (18,05 %) yang dapat berfungsi sebagai suplemen bagi hewan ternak. Selain rumput kikuyu jenis rumput lainnya adalah rumput gajah mini (Pennisetum purpureum cv. Mott) sebagai pakan utama untuk hewan ternak, yang memiliki kadar protein sebaik rumput kikuyu.

Menurut Penanggung Jawab pengelolaan Rumput Pakan Ternak binaan Bio Farma, Kiki Hendarsyah, rumput kukiyu ini sebagai Special Purposes, sudah teruji untuk nutrisinya dan mengandung protein sebanyak 16%, dibandingkan pakan ternak pada umumnya, “Rumput kikuyu ini, memang bisa dimanfaatkan untuk pakan ternak, hanya saja, tantangannya adalah rumput jenis ini memilki kuantitas produksi yang terbatas dibandingkan dengan jenis rumput lainnya seperti rumput gajah mini. Oleh karenanya kikuyu ini, dijadikan suplemen atau tambahan, dan rumput gajah mini, dijadikan pakan utama dengan kandungan protein sebanyak 12 – 14%” ujar Kiki.

Kiki menambahkan, bibit rumput yang ditanam dikawasan Bio Farma Cisarua, dapat juga dimanfaatkan oleh masyarakat umum, yaitu dengan melibatkan kelompok tani dan kelompok ternak yang juga dapat menanam jenis rumput ini dilahan mereka yang nantinya akan dimanfaatkan untuk kelompok ternak lain atau untuk ternak mereka sendiri, sehingga akan mendatangkan nilai ekonomi bagi masyarakat.Diharapkan jika para peternak Sapi Perah dapat memberikan pakan hijauan ini dapat meningkatkan kualitas TS (Total Solid) susu lebih maksimal.

Lahan yang berada ditanah seluas 500 meter ini sudah menerapkan teknologi yang canggih, dimana untuk mencegah kekeringan, sudah memanfaatkan teknologi solar cell, dengan adanya sensor kelembaban tanah di setiap titik jalur penanaman. Sehingga pada saat tanaman ini kering, pada kedalaman 10 – 20 cm, sensor kemudian akan memberikan signal yang akan menyalakan pompa air yang memanfaatkan pompa pipa irigasi, untuk memberikan suplai air ke rumput.

Sementara itu, Kepala Baian PKBL Bio Farma Sarmedi mengatakan, dengan memiliki lahan master seed rumput, Bio Farma akan memiliki big data mengenai 13 jenis plasma nutfah yang merupakan kekayaan alam yang sangat berharga bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, untuk dimanfaatkan oleh berbagai pihak seperti kelompok ternak itu sendiri, universitas untuk penelitian biodiversity dan pemerintah sebagai program CSV (Corporate Shared Value) Bio Farma.

“Terkait dengan era industri 4.0 dimana connectivity adalah kata kunci utama, kami berharap lahan master seed ini akan menjadi bank data untuk 13 jenis spesies rumput yang akan ditanam dilahan seluas 500 meter persegi, yang bisa dimanfaatkan oleh semua pihak untuk dijadikan pencarian informasi pakan ternak ataupun untuk kepentingan penelitian dalam bidang biodiversity dan akan memberikan nilai ekonomi bagi kelompok tani”, ujar Sarmedi.

 

—-0000—-

Untuk informasi Media, Hubungi :

Iwan Setiawan

Head of Corporate Communications.

Bio Farma

Email : iwan.setiawan@biofarma.co.id

62 22 2033755 ext 37431

www.biofarma.co.id

twitter : @biofarmaID

Instagram :@biofarmaID

Bio Care : 1500810

SEA Games 2019 : Sebanyak 1.500 Kontingen Asal Indonesia Terima Vaksin IPV dari Bio Farma

By Bio Farma

(Jakarta  8/11) Bio Farma berikan vaksin Inactivated Polio Vaccine (IPV) kepada 1500 kontingen Sea Games 2019, yang akan berlaga di Filipina. Pemberian vaksin ini bertujuan untuk mencegah penularan wabah polio tipe 2, yang saat ini sedang mewabah di Filipina sejak September 2019 yang lalu. Pemberian vaksin dari Bio Farma, akan dihadiri oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali, Ketua Olimpiade Indonesia Raja Sapta Oktohari beserta jajaraannya, Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan, drg. R. Vensya Sitohang M.Epid, Direktur Pemasaran, Penelitian dan Pengembangan I Bio Farma, Sri Harsi Teteki, Kepala Divisi Pemasaran dan Penjualan Domestik Bio Farma, Tedi Herawan beserta jajarannya.

Sri Harsi mengatakan, pemberian vaksin IPV, merupakan rekomendasi dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) yang menyatakan bahwa semua orang yang berkunjung ke suatu negara dengan status terkena wabah polio, harus mendapatkan vaksinasi polio dan menjaga cakupan imunisasi rutinnya untuk meminimalisir masuknya wabah virus polio. Selain itu, pemberian vaksin IPV merupakan salah satu bentuk dukungan Bio Farma, kepada duta olahraga yang akan berlaga dan mengharumkan nama Indonesia pada 30 November – 11 Desember 2019 mendatang.

“Pemberian vaksin IPV ini, merupakan saran dari Badan Kesehatan Dunia, untuk mencegah masuknya virus polio ke Indonesia, dari negara yang sedang terajangkit wabah Polio. Kemudian, sebagai BUMN, kami hadir untuk negeri, dalam bentuk memberikan perlindungan kepada para atlet dan official Sea Games 2019. Mereka akan diberikan vaksin  polio dari Bio Farma, harapannya tentu saja mereka akan terlindungi dari wabah polio dan tidak membawa virus polio, saat kembali ke tanah air”, ungkap Sri Harsi.

Beliau menambahkan pemberian vaksin ini akan dibagi menjadi beberapa gelombang, berdasarkan keberangkatan kontingen ke negara yang beribukota di Manila. Untuk kelompok pertama, akan diberikan kepada 76 anggota kontingen dari cabang olahraga Sepakbola U22 pada tanggal 8 November 2019 di Jakarta. Sehingga saat tiba di Manila, kekebalan para kontingen dari wabah polio sudah terbentuk.

Sementara itu, Tedi Herawan mengatakan, untuk memenuhi kebutuhan pemberian vaksin seluruh kontingen Indonesia, Bio Farma harus menyiapkan sebanyak 375 vial vaksin IPV 5 dosis, sehingga bisa digunakan untuk  seluruh kontingen yang berjumlah 1500 orang, “Seluruh kebutuhan vaksin tersebut, sudah kami distribusikan ke KKP Kelas I di bandara Soekarno-Hatta melalui distributor resmi kami, dan akan diberikan kepada atlet dan officaial sesuai dengan jadwal keberangkatan mereka menuju Filipina”, ujar Tedi.

—-0000—-

Untuk informasi Media, Hubungi :

Iwan Setiawan

Head of Corporate Communications.

Bio Farma

Email : iwan.setiawan@biofarma.co.id

62 22 2033755 ext 37431

www.biofarma.co.id

twitter : @biofarmaID

Instagram :@biofarmaID

Bio Care : 1500810

Bio Farma & Laboratorium Biosains Unibraw Mendapatkan Anugerah Karya Anak Bangsa

By Bio Farma

(Tangerang 9/11) Bio Farma mendapatkan Penghargaan Karya Anak Bangsa dalam Bidang Farmasi dan Alat Kesehatan dari Kementerian Kesehatan RI. Penghargaan yang merupakan rangkaian dari puncak peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-55, diserahkan oleh Menteri Kesehatan RI Terawan Putranto dan diterima oleh Direktur Pemasaran, Penelitian dan Pengembangan I Bio Farma Sri Harsi Teteki pada hari Sabtu (9/11) di BSD Tangerang.

Acara penyerahan penghargaan yang bersamaan dengan Pameran HKN 2019 ini, juga memberikan penghargaan kepada institusi atau perorangan, yang sudah berhasil meningkatkan derajat kesehatan melalui pengembangan produk farmasi dan alat kesehatan melalui promosi, inovasi teknologi Kesehatan untuk mendukung layanan kesehatan.

Inovasi menjadi isu yang penting, karena menjadi tantangan tersendiri dari dunia kesehatan khususnya di Indonesia. Sesuai dengan arahan Presiden RI Joko Widodo yang tertuang dalan Inpres No 6 Tahun 2016 mengenai Percepatan Pengembangan Industri Farmasi dan Alat Kesehatan. Inovasi dalam inpres ini, tidak hanya terbatas pada inovasi produk saja, melainkan bisa juga melalui kolaborasi riset dan sinergi lintas sektoral.

Berbicara mengenai kolaborasi dan sinergi, Bio Farma yang merupakan produsen lifescience, pada bulan September 2019 yang lalu dalam kegiatan Forum Riset Lifescience Nasional (FRLN), telah meluncurkan dan memasarkan produk diagnostik yang merupakan hasil kolaborasi Bio Farma dengan Laboratorium Biosains Universitas Brawijaya Malang. Alat yang diberi nama Kit Diagnostik Diabetes (KIT DM) GAD 65, berfungsi sebagai alat pendeteksi dini untuk memperikirakan seseorang akan terkena penyakit diabetes melitus type 1.

Menurut Sri Harsi, Bio Farma telah melakukan hilirisasi hasil riset Kit DM GAD 65, yang merupakan hasil penelitian dari akademisi dalam hal ini Laboratorium Biosains Universitas Brawijaya Malang, yang dimotori oleh Prof. Dr. Aulanni’am, DVM., DES “Fungsi dari Kit DM ini adalah untuk mengetahui potensi kesehatan seseorang, apakah akan terkena Diabetes di masa yang akan datang atau tidak. Apabila hasil pemeriksaannya dinyatakan positif akan terkena diabetes, maka pasien tersebut bisa mengubah pola hidupnya menjadi lebih sehat, dan komplikasi dari dampak penyakit DM, menjadi bisa ditekan mengingat diebetes ini termasuk kedalam penyakit yang katastropik”, ujar Sri Harsi.

Sri Harsi menambahkan, harapan dari adanya kit diagnostik yang sudah mendaptkan paten (Granted) pada tahun 2009 yang lalu, diharapkan dapat menjangkau semua lapisan masyarakat karena alat ini akan tersedia dan dapat diaplikasikan di fasilitas kesehatan tingkat 1 (PUSKESMAS) sampai dengan Lab Klinik, dan rumah sakit, serta memiliki sensitvitas dan tingkat sensitifitas yang baik, dan tidak membutuhkan waktu lama dalam pengujian.

 

—-0000—-

Untuk informasi Media, Hubungi :

Iwan Setiawan

Head of Corporate Communications.

Bio Farma

Email : iwan.setiawan@biofarma.co.id

62 22 2033755 ext 37431

www.biofarma.co.id

twitter : @biofarmaID

Instagram :@biofarmaID

Bio Care : 1500810

Indonesia diminta Untuk Terus Kawal Kemandirian Bioteknologi dan Vaksin Center of Excellence

By Bio Farma

(Abu Dhabi 7/10) Setelah pelaksanaan workshop Cold Chain System untuk angggota negara Organisasi Kerjasama Islam (OKI) pada tanggal 1 – 2  Oktober 2019 yang lalu, Kementerian Kesehatan RI dan Bio Farma diundang dalam kegiatan 13th Meeting of the OIC Steering Committee on Health yang diselenggarakan oleh OIC di Abu Dhabi UAE, pada tanggal 7 Oktober 2019 yang lalu.

Pertemuan yang diselenggarakan sebagai persiapan pertemuan tingkat tinggi Menteri Kesehatan Negara Anggota OKI (Islamic Conference of Health Ministers) ke-7 pada Desember 2019 di Abu Dhabi, membahas beberapa agenda, antara lain penyampaian pelaporan dari Indonesia mengenai kegiatan Center of Excellence (CoE) bidang Bioteknologi dan Vaksin termasuk kegiatan workshop OIC on Cold Chain Management System, dan rencana pengembangan pusat unggulan vaksin dan produk bioteknologi untuk jangka waktu 10 tahun mendatang.

Direktur Jenderal Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan Kerajaan Arab Saudi sekaligus pimpinan sidang Dr. Yahya Saeede mewakili peserta memberikan sambutan positif dan mengharapkan agar pusat unggulan tersebut terus didorong agar mampu untuk mewujudkan Ketahanan dan Kemandirian Vaksin dan Produk Bioteknologi di kawasan 57 negara anggota OKI.

Dalam laporan kegiatan Indonesia sebagai Center of Excellence (CoE) yang disampaikan oleh Sekretaris Perusahaan Bio Farma, Bambang Heriyanto menyampaikan sudah ada beberapa kegiatan yang berkaitan dengan kegiatan CoE, antara lain peluncuran secara resmi CoE oleh Ibu Menteri Kesehatan melalui Seminar tentang Pusat Unggulan Vaksin pada bulan Mei 2018 yang lalu di Jakarta,  ditunjuknya Bio Farma sebagai laboratorium dan fasilitas penelitian OIC. Fasilitas lab ini, sedianya potensial untuk diperluas di Pusat Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PUSPITEK) Serpong di masa mendatang.

Kegiatan lainnya pada CoE ini adalah pelaksanaan Workshop on Cold Chain Management System tanggal 1-2 Oktober 2019, di Bandung, serta pembuatan Sekretariat Pusat Unggulan Vaksin dan Produk Bioteknologi yang berlokasi di Gedung Adhyatma Lantai 8 Kementerian Kesehatan RI dan Fasilitas Pusat Unggulan sendiri berupa laboratorium bertempat di Bio Farma.

“Setelah penunjukan Indonesia sebagai Center of Excellence untuk bidang Bioteknologi dan vaksin, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan telah membuat beberapa agenda terutama untuk peningkatan capacity building dari anggota OKI. Untuk jangka pendek, Kemenkes telah mengundang 16 delegasi anggota OKI pada awal Oktober 2019, untuk belajar mengenai penanganan vaksin, melalui workshop cold chain system yaitu suatu metode cara penanganan vaksin, dari mulai pabrik hingga digunakan oleh pasien”, ujar Bambang

Bambang menambahkan, pelatihan ini akan terus berkembang seiring adanya peningkatan kompetensi dari masing – masing anggota OKI, sehingga tujuan akhir pembentukan CoE ini dapat terwujud antara lain, munculnya kemandirian untuk pembuatan vaksin untuk melindungi masyarakat dari ancaman penyakit global dan mengembangkan potensi kerjasama penelitian antara sesama negara Anggota OKI.

Di sela-sela pertemuan, delegasi Indonesia yang dipimpin oleh Staf Ahli Bidang Hukum Kesehatan dan beranggotakan Direktur Produksi dan Distribusi Kefarmasian dan Kepala Biro Kerja Sama Luar Negeri Kementerian Kesehatan, Perwakilan Direktorat Sosbud OINB Kementerian Luar Negeri, dan Perwakilan KBRI Riyadh berkesempatan untuk melakukan pertemuan Bilateral dengan para pelaku bisnis dan industri farmasi Persatuan Emirat Arab, yaitu LifePharma, Burjeel Hospital dan KBBO Group dalam rangka penjajakan kerja sama kesehatan bidang farmasi dan kesehatan.

 

—-0000—-

Untuk informasi Media, Hubungi :

Iwan Setiawan

Head of Corporate Communications.

Bio Farma

Email : iwan.setiawan@biofarma.co.id

62 22 2033755 ext 37431

www.biofarma.co.id

twitter : @biofarmaID

Instagram :@biofarmaID

Bio Care : 1500810

16 Delegasi Anggota OKI Kunjungi Fasilitas Center Of Excellence Bio Farma

By Bio Farma

(Bandung,2/10) Sebanyak 16 delegasi yang berasal dari Organisasi Kerjasama Islam (OKI) mengunjungi fasilitas research and development Bio Farma pada tanggal 2 Oktober 2019. Delegasi yang berasal dari negara Afghanistan, Bangladesh, Brunei Darusallam, Indonesia, Nigeria, Maldives, Senegal, Turki, Tunisia, Uganda, Maroko dan Somalia, merupakan peserta OIC Workshop on Cold Chain System Vaccine Management yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan RI, yang bertujuan untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan tentang manajemen vaksin, memperluas jaringan di negara OKI dan meningkatkan pengetahuan manajemen vaksin.

Workshop ini merupakan bagian dari tematik keempat di OIC yang meliputi tentang medicine, vaksin dan medical technology, serta kelanjutan setelah ditunjuknya Indonesia sebagai Center of Excellence di negara OKI untuk Bidang Bioteknologi dan Vaksin pada tahun 2017 yang lalu.

Selama pelatihan yang berlangsung sejak tanggal 1-2 Oktober 2019, peserta yang merupakan pelaksana program vaksin di masing- masing negaranya, mendapatkan materi bagaimana pendistrisbusian vaksin dan sistem rantai dingin (cold chain system), membahas bagaimana cara penanganan vaksin dari mulai produksi vaksin, pendistribusian ke tempat penyimpanan vaksin, hingga pencatatan di Pusat Pelayanan Kesehatan.

Menurut Direktur Produksi dan Distribusi Kefarmasian Kemenkes RI, Agusdini Banun, workshop ini bertujuan untuk berbagi keahlian tentang manajemen rantai dingin vaksin. Kedua, memperluas jaringan antara negara-negara OKI. Ketiga, sebagai tolak ukur pengelolaan vaksin dinegara-negara OKI, meningkatkan pengetahuan manajemen dingin vaksin, dan melihat mekanisme distribusi vaksin di Indonesia. “Peserta, kami akan ajak berkunjung ke Bio Farma karena sebagai industri vaksin yang sudah mengekspor.”

Sedangkan menurut Vice Chairman of OIC Vaccine Manufacturers Group, M. Rahman Roestan mengatakan  bahwa kunjungan ini sebagai sarana untuk berbagi pengetahuan tentang manajemen rantai dingin distribusi vaksin, “Kami berharap bahwa dengan adanya kegiatan ini akan menghasilkan potensi kolaborasi dan kerjasama antara negara OIC, untuk menjawab tantangan masa depan, pencegahan penyakit melalui penemuan vaksin baru”, ujar Rahman.

Rahman melanjutkan, bahwa Bio Farma bersedia untuk memberikan teknologi transfer untuk membantu produksi vaksin di negara OIC, sehingga program ketersediaan vaksin di negara OIC bisa tercapai.

Sementara itu, menurut Asisten Sekretaris Jendral OIC bidang sains dan teknologi Askar Musinov dari Negara Kazakhtan mengatakan bahwa, “Ini merupakan suatu kehormatan bagi kami bisa ada disini, kami merasa bangga akan perusahaan ini karena menjadi perusahaan terkemuka tidak hanya untuk Indonesia tetapi juga untuk negara Islam lainnya. Perusahaan ini juga telah lulus uji kualifikasi WHO (World Health Organization). Saya berharap seluruh peserta yang datang dari seluruh dunia di negara-negara Asia, Afrika, Arab, dan negara lainnya  bisa mendapatkan pengetahuan dan mencoba untuk menciptakan vaksin dengan hasil yang sama di negaranya masing-masing seperti yang telah dilakukan oleh Bio Farma”, ujar Askar Musinov.

 

—-0000—-

Untuk informasi Media, Hubungi :

Iwan Setiawan

Head of Corporate Communications.

Bio Farma

Email : iwan.setiawan@biofarma.co.id

62 22 2033755 ext 37431

www.biofarma.co.id

twitter : @biofarmaID

Instagram :@biofarmaID

Bio Care : 1500810

 

 

 

 

FRLN 2019, Kolaborasi Merah-Putih Menuju Kemandirian Produk Life Science Nasional

By Bio Farma

(Jakarta 26/9) Bio Farma kembali menyelenggarakan event tahunan terkait kolaborasi penelitian pada tahun 2019 dalam bentuk Forum Riset Life Science Nasional (FRLN) 2019, di Jakarta. Pada tahun 2019 ini, FRLN mengangkat tema “Kolaborasi Riset Untuk Kemandirian Produk Life Science Indonesia”, diresmikan oleh Menteri Kesehatan RI Nilla F Moeloek yang diwakili oleh Direktur Jendral Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, Engko Sosialine Magdalene, Direktur Jendral Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Ismunandar dan Kepala BPOM Penny K Lukito, yang diwakili oleh Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor dan Zat Adiktif, Rita Endang  didampingi oleh Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir, beserta jajaran Komisaris dan Board of Execuitive Bio Farma.

Forum yang diinisiasi oleh Bio Farma sejak 2011 ini, telah memfasilitasi 12 kelompok penelitian yaitu Hepatitis B, TB, EPO, HIV, Dengue, Malaria, Rotavirus, Influenza, HPV, Stemcell, Adjuvant Delivery System dan Pneumokokus, dan 20 target luaran utama dan 44 luaran samping, diantaranya Kandidat Hepatitis B Generasi 2 dan 3, Kandidat Vaksin Protein Sub-Unit Tuberculosis (TB), Prototype Vaksin Tetravalen Sub-Unit Dengue, Prototype Kit Diagnostik Hepatitis B, Prototype Kit Diagnostik Dengue, Publikasi dalam dan luar negeri, termasuk didalamnya kandidat paten telah dihasilkan dari kolaborasi merah putih ini.

Acara pertemuan tahunan yang melibatkan para periset dari seluruh Indonesia ini, merupakan tindak lanjut dari Simposium Forum Riset Life Science Nasional 2018. Untuk tahun 2019, diharapkan akan mendorong kolaborasi dan pengembangan antar lembaga pengembangan riset di Indonesia, antara Pemerintah, Perguruan Tinggi, Industri dan Komunitas pendukungnya, sebagai upaya agar penelitian dan inovasi di Indonesia tetap berkelanjutan.

Honesti Basyir mengatakan, industri, Bio Farma terus melakukan upaya agar terjadi kemandirian dalam penciptaan produk – produk baru. Setelah dilakukan harmonisasi, sinergi, kini kami dari industri akan melakukan kolaborasi untuk percepatan penemuan produk baru, khususnya dalam bidang life science.

”Bio Farma sebagai BUMN yang bergerak dalam industri life science menaruh perhatian besar pada aspek Inovasi, Riset dan Pengembangan produk baru. Rencana pembentukan perusahaan holding farmasi nasional dimana Bio Farma sebagai induk holding tentunya akan semakin menegaskan dukungan pemerintah dalam hilirisasi produk hasil riset dan inovasi anak negeri agar dapat dikomersialisasikan dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat Indonesia”. Ujar Honesti.

Sementara itu, Direktur Operasi Bio Farma, M. Rahman Roestan mengatakan dalam forum riset ke 9 ini, Bio Farma siap meluncurkan dan memasarkan produk diagnostik yaitu Kit Diagnostik Diabetes (KIT DM) GAD 65, yang merupakan alat pendeteksi dini untuk penyakit diabetes melitus type 1.

“Kit DM ini merupakan hasil kolaborasi Bio Farma bersama dengan Laboratorium Biosains Universitas Brawijaya Malang. Selain Kit Diagnostik, pada acara ini, akan juga dilaksanakan kick off dimulainya pengembangan produk darah, dalam rangka menuju kemandirian produk darah yang saat ini telah berkolaborasi bersamaPMI, yang saat ini sudah siap dengansembilan Unit Transfusi Darah yang telah tersertifikasi CPOB dari BPOM”, ujar Rahman.

 

Rahman menambahkan, selain launching Kit DM dan kick off menuju kemandirian produk darah, akan dilaksanakan juga dimulainya Uji Klinis Fase III untuk vaksin Rotavirus, dan vaksin Tifoid. Untuk  Uji Klinis III Vaksin Tifoid rencananya akan bekerjasama dengan Universitas Indonesia.

—-0000—-

Untuk informasi Media, Hubungi :

Iwan Setiawan

Head of Corporate Communications.

Bio Farma

Email : iwan.setiawan@biofarma.co.id

62 22 2033755 ext 37431

www.biofarma.co.id

twitter : @biofarmaID

Instagram :@biofarmaID

Bio Care : 1500810

Bio Farma Perkenalkan Board of Executives yang Baru

By Bio Farma

Bio Farma pada tanggal 16 September 2019 menyampaikan informasi Board of Executives (BoE) PT Bio Farma yang baru sebagai berikut :

Direktur Utama : Honesti Basyir

Direktur Operasi : M. Rahman Roestan

Direktur Keuangan dan Mitra Bisnis : I.G.N Suharta Wijaya

Direktur Pemasaran, Penelitian dan Pengembangan I : Sri Harsi Teteki

 

Senior Executive Vice President (SEVP) Legal dan Compliance : Disril Revolin Putra

Senior Executive Vice President (SEVP) Produksi : Juliman

Senior Executive Vice President (SEVP) Penelitian dan Pengembangan : Adriansjah Azhari

 

Suksesi atau pergantian Direksi di Bio Farma dalam rangka menjalankan program berkelanjutan Bio Farma untuk tetap berkontribusi positif untuk Indonesia dan dunia, khususnya sektor kesehatan. Perusahaan akan tetap menjalankan filosofi Dedicated to Improve Quality of Live untuk keamanan, kesehatan dan solusi kemakmuran, baik di tingkat nasional maupun global. Dengan adanya pergantian Direksi tersebut tidak akan berpengaruh terhadap kegiatan bisnis perusahaan.

SUSUNAN CORPORATE EXECUTIVES BIO FARMA

 

***************

Untuk info lebih lanjut hubungi

Iwan Setiawan

Head of Corporate Communications Bio Farma

Jl. Pasteur No 28 Bandung

Tlp : 022 – 2033755 ext 37431

Fax : 022 – 2041306

E : corcom@biofarma.co.id

Instagram : @biofarmaID

Twitter: @biofarmaID