Holding BUMN Farmasi : Hadir Untuk Negeri Memperkuat Kemandirian Industri Farmasi Nasional

By Bio Farma

(Jakarta 5/2) Setelah ditetapkan menjadi induk holding BUMN farmasi dengan anggota holding Kimia Farma Tbk dan Indofarma Tbk, Bio Farma siap untuk menjalankan perannya sebagai induk holding BUMN farmasi, antara lain ; mendorong anggota Holding BUMN Farmasi untuk mandiri baik dalam hal penelitian maupun produksi produk – produknya, mendorong anggota Holding BUMN Farmasi untuk menerapkan Produksi dan Quality Management System, untuk mendapatkan Pre-Qualification WHO (PQ WHO). Dengan PQ-WHO, diharapkan Kimia Farma dan Indofarma juga dapat menembus pasar global, dan membantu anggota Holding BUMN Farmasi untuk menjadi global player, mengingat saat ini, produk Bio Farma sudah digunakan di lebih dari 140 negara di dunia dan menembus pasar di negara – negara Organisasi Kerjasama Islam (OKI).

Penetapan Bio Farma sebagai holding BUMN farmasi, ditandai pasca keluarnya surat persetujuan dari Menteri BUMN selaku RUPS yang menyetujui pengalihan seluruh saham seri B milik Negara Republik Indonesia pada Kimia Farma Tbk maupun Indofarma Tbk ke PT Bio Farma (Persero) pada akhir Januari 2020.

Tujuan dari holding BUMN Farmasi ini adalah selain untuk memperkuat kemandirian industri farmasi nasional, juga untuk meningkatkan ketersediaan produk, dengan menciptakan inovasi bersama dalam penyediaan produk farmasi untuk mendukung ekosistem farmasi dimasa yang akan datang.

Direktur Utama Bio Farma, Honesti Basyir mengatakan dalam acara Press Conference dengan tema Holding BUMN Farmasi Memperkuat Kemandirian Industri Farmasi Nasional di Jakarta 5 Februari 2020, yang turut dihadiri oleh Direktur Utama Kimia Farma Tbk, Verdi Budidarmo dan Direktur Utama Indofarma Tbk, Arief Pramuhanto.

Saat ini, industri farmasi di Indonesia, masih dihadapkan pada beberapa tantangan yang cukup signifikan, dimana Indonesia masih bergantung pada impor khususnya untuk bahan baku obat atau Active Pharmaceutical Ingredients (API). Kemudian tantangan lainnya adalah access untuk mendapatkan produk farmasi yang cenderung sulit karena keterbatasa jalur distribusi yang membuat harga obat relatf mahal, dan tantangan berikutnya inovasi – inovasi terbaru yang dapat melahirkan produk farmasi yang dibutuhkan oleh masyarakat.

“Dengan bergabungnya Bio Farma, Kimia Farma dan Indofarma dalam suatu Holding BUMN Farmasi, diharapkan masing – masing dari perusahaan ini, akan memberikan kontribusi pada ketahanan farmasi nasional, sehingga harga produk farmasi bisa lebih murah, karena adanya penurunan harga API dan masyarakat akan lebih mudah mendapatkan produk farmasi dengan jaringan distribusi yang luas dan merata, bahkan hingga ke manca negara dan yang terpenting adalah inovasi – inovasi dapat melahirkan produk baru yang dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia”, Ujar Honesti.

Beliau menambahkan, dari sisi inovasi Bio Farma sebagai induk holding akan mendorong Kimia Farma Tbk dan Indofarma Tbk, untuk dapat melakukan penetrasi pasar yang lebih luas lagi dengan standar produk yang sudah terkualifikasi dari Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Setelah holding ini terbentuk, selain sebagai induk Holding Company, Bio Farma akan tetap fokus pada core bisnis utama saat ini yaitu sebagai produsen vaksin dan antisera, dengan adanya manajemen tersendiri yang fokus kepada sektor tersebut sebagai operating holding.

Sementara Verdi Budidarmo, Direktur Utama Kimia Farma mengatakan “Bahwa dengan Holding BUMN Farmasi ini akan mendukung hilirisasi produk Kimia Farma, Bio Farma dan Indofarma, mengingat saat ini Kimia Farma memiliki rantai bisnis dari hulu ke hilir (retail farmasi, distribusi, laboratorium diagnostik, dan klinik kesehatan).”

Direktur Utama Indofarma – Arief Pramuhanto – menambahkan bahwa, Indofarma berkomitmen mendukung Holding BUMN Farmasi untuk bersama-sama mewujudkan kemandirian dan meningkatkan daya saing industri farmasi dan alat kesehatan dalam negeri. Untuk itu, sesuai blueprint dari Holding BUMN Farmasi, selain tetap mengembangkan beberapa produk farma, Indofarma juga akan menitik fokuskan pada pengembangan produk Natural Extract dan Medical Equipment (alat kesehatan). Hal itu selaras dengan Indofarma Turnaround Strategy, yang telah ditetapkan Manajemen Indofarma sebagai pedoman penentuan arah pengembangan Perusahaan untuk secara berkelanjutan menjadi Profitable Healthcare Company.

Diharapkan, sebagai holding BUMN Farmasi, akan hadir untuk negeri dalam turut serta menciptapkan bangsa Indonesia yang sehat dengan produk – produk bioteknologi, farmasi dan health care kelas dunia yang berdaya saing global.

 

—-0000—-

Untuk informasi Media, Hubungi :

Iwan Setiawan

Head of Corporate Communications.

Bio Farma

Email : iwan.setiawan@biofarma.co.id

62 22 2033755 ext 37431

www.biofarma.co.id

twitter : @biofarmaID

Instagram :@biofarmaID

Bio Care : 1500810

PERSIB BANDUNG LAKUKAN VAKSINASI DI IMUNICARE

By Bio Farma

Bandung – Persib Bandung, klub sepakbola kebanggaan Jawa Barat, melakukan vaksinasi di Imunicare, Senin (03/02). Imunicare merupakan layanan vaksinasi milik Bio Farma. Vaksinasi dilakukan oleh para pemain serta tim manajemen klub Persib.

“Hal ini merupakan kontribusi biofarma untuk tim Persib Bandung, sebagai tim kebanggaan kota Bandung dan Jawa Barat,” ujar Honesti Basyir, Direktur Utama Bio Farma dalam sambutannya di Gedung Herritage, Bio Farma.

Tim Persib Bandung melakukan vaksinasi dalam rangka menghadapi kompetisi panjang dengan tempat yang berpindah-pindah. Vaksin yang diberikan adalah vaksin flu, yang dapat menjaga daya tahan tubuh para pemain agar tetap kuat serta dapat bermain dengan optimal di sela-sela jadwal yang padat.

“Vaksin yang diberikan tujuannya untuk memberikan antibodi bagi para pemain. Sehingga, tubuh mereka lebih kuat dan memiliki pertahanan terhadap penyakit yang akan menyerang,” papar Dr. Mohamad Rafi Ghani, dokter tim Persib Bandung.

Kegiatan vaksinasi ini juga dilakukan sebagai bagian dalam memeriahkan ulang tahun Imunicare yang pertama, sabtu (01/02), lalu. Imunicare merupakan layanan vaksinasi yang memudahkan masyarakat dalam mendapatkan akses dan solusi dalam upaya meningkatkan imunitas, dengan harga terjangkau serta produk yang lengkap, terjamin kualitas dan keaslian produknya.

“Saya berterimakasih pada Bio Farma atas support yang diberikan pada tim. Hal ini dapat meningkatkan kepercayaan diri bagi para pemain,” tutur Rene Alberts, Pelatih tim Persib Bandung.

Bio Farma, memberikan dukungannya sebagai bentuk kepeduliah terhadap kesehatan tim untuk menghadapi pertandingan panjang musim ini. Bio Farma juga memastikan agar tim Persib Bandung dapat bertanding dengan baik dan selalu sehat serta terhindar dari flu yang sewaktu-waktu dapat menyerang.

Biofarma menegaskan bahwa adanya kegiatan vaksinasi ini merupakan bentuk dukungan biofarma dalam kancah olahraga di Indonesia. Bio Farma akan terus melakukan kontribusi vaksinasi melalui Imunicare serta memberikan pelayanan yang terbaik.

 

—-0000—-

Untuk informasi Media, Hubungi :

Iwan Setiawan

Head of Corporate Communications.

Bio Farma

Email : iwan.setiawan@biofarma.co.id

62 22 2033755 ext 37431

www.biofarma.co.id

twitter : @biofarmaID

Instagram :@biofarmaID

Bio Care : 1500810

IMUNICARE BIOFARMA RAYAKAN HARI JADI YANG PERTAMA

By Bio Farma

Bandung – Imunicare, layanan vaksinasi besutan PT Bio Farma (persero) rayakan hari jadinya yang pertama, (01/02). Mengusung tema “Healthy Lifestyle for Healthy Life,” acara ini dilakukan di halaman depan gedung Bio Farma, dihadiri oleh lebih dari 10 komunitas dari Bandung Community dan komunitas internal Bio Farma.

“Acara kali ini selain diadakan untuk mengucapkan rasa syukur satu tahun berdirinya imunicare, juga ingin mengajak masyarakat untuk mempraktekkan pola hidup sehat. Tidak lupa juga, kami selalu mengajak masyarakat untuk melakukan imunisasi agar terhindar dari bahaya penyakit menular,” ujar Nandra Danudesa, ketua penyelenggara ulang tahun pertama Imunicare.

Kegiatan ini diisi dengan talkshow yang mengundang praktisi kesehatan, Dr. Frecilia Regina., SpA, IBCLC dan Dr. Dwi Monik Purnamasari, M.Kes, sebagai bintang tamu yang akan berbicara mengenai tumbuh kembang anak dan nutrisi serta gizi yang baik bagi anak. Acara ini juga semakin meriah dengan adanya performance, bazaar, games yang dapat diikuti oleh orangtua dan anak, doorprize dengan berbagai hadiah menarik untuk para pemenang, dan masih banyak acara seru lainnya.

Ulang tahun Imunicare yang pertama ini, melibatkan seluruh lapisan masyarakat dari berbagai usia, dengan tujuan agar lebih dikenal dan lebih dekat dengan masyarakat. Imunicare selalu berupaya agar masyarakat menyadari pentingnya imunisasi. Imunicare hadir di berbagai kota di Indonesia sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan di Indonesia.

Direktur Pemasaran, Penelitian, dan Pengembangan I Bio Farma, Sri Harsi Teteki menegaskan bahwa, Imunicare merupakan layanan vaksinasi dari Bio Farma yang sudah ada di lebih dari 20 kota, seperti Jakarta, Medan, Makassar, Bandung, Bandar Lampung, hingga Madiun dan kota-kota lainnya. Sri Harsi Teteki menginginkan layanan ini agar terus berkembang dan dapat merambah ke 56 kota lainnya di Indonesia.

“Kehadiran Imunicare ini supaya dapat menciptakan generasi Indonesia yang sehat dan kuat. Sehingga, Indonesia bisa bersaing di kancah global,” tutur Sri Harsi Teteki.

Imunicare berusaha untuk memberikan pengalaman layanan vaksinasi yang terbaik dan berkualitas bagi masyarakat. Imunicare hadir dengan tenaga medis yang ahli di bidangnya, kualitas produk tinggi, serta harga yang terjangkau bagi masyarakat. Imunicare berkomitmen menyediakan kebutuhan pelayanan vaksinasi untuk segala usia mulai dari bayi, anak-anak, remaja, dewasa, dan lansia, layanan ini merupakan layanan vaksinasi yang sangat lengkap.

Bio Farma berharap, layanan ini dapat menjadi solusi bagi kesehatan masyarakat kedepannya. Melalui Imunicare, Bio Farma ingin masyarakat lebih mengetahui dan tidak takut lagi untuk melakukan imunisasi. Timbulnya kesadaran masyarakat untuk imunisasi, diharapkan menjadi faktor agar anak Indonesia menjadi lebih sehat.

 

—-0000—-

Untuk informasi Media, Hubungi :

Iwan Setiawan

Head of Corporate Communications.

Bio Farma

Email : iwan.setiawan@biofarma.co.id

62 22 2033755 ext 37431

www.biofarma.co.id

twitter : @biofarmaID

Instagram :@biofarmaID

Bio Care : 1500810

Menkes RI Ajak Anggota OKI Kunjungi Laboratorium Center of Excellence Bio Farma

By Bio Farma

(Abu Dhabi 17/12) Indonesia semakin memantapkan diri untuk menjadi Center of Excellence (CoE), untuk bidang vaksin dan bioteknologi bagi negara – negara yang tergabung dalam Organisasi Kerjasama Islam (OKI). Hal ini disampaikan oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Terawan Agus Putranto, pada Pertemuan Menteri Kesehatan yang tergabung dalam OKI atau The Islamic Conference Of Health Ministers (ICHM) ke 7 Di Abu Dhabi Uni Emirat Arab pada tanggal 17 December 2019.

Keberadaan CoE ini, mendapatkan pujian dari Negara-negara anggota OKI atas kemajuan dalam pengembangan Centre of Excellent (CoE) Vaksin dan Bioteknologi OKI Menkes Uni Emirat Arab dan  Ketua Konferensi ICHM ke 7, Abdurrahman Muhammad al-‘Uwais. Pengembangan lebih lanjut CoE, didukung oleh negara anggota OKI untuk untuk mencapai kemandirian negara – negara OKI dalam memenuhi obat, vaksin dan teknologi kesehatan sesuai dengan Resolusi nomor 4/7-ICHM “Self-Reliance in Supply and Production of Medicines, Vaccines and Medical Technologies”.

Dalam pidato sambutan delegasi Indonesia yang disampaikan oleh, Terawan, menyampikan bahwa visi dari pembentukan CoE adalah untuk mewujudkan kemandirian dalam pembuatan vaksin dan produk biologi lainnya diantara negara – negara peserta OKI. “Selain visi untuk membentuk kemandirian, pembentukan CoE ini harus ditekankan pada pembangunan kapasitas dalam produksi vaksin dan produk bioteknologi lainnya, utamanya dalam hal manajemen, keahlian, produksi, penelitian dan pengembangan serta distribusi produk – produk Biologi”, ujar Terawan.

Terawan menambahkan bahwa CoE yang diremsikan pada tahun 2018 di Jakarya oleh mantan Menkes RI Nilla Moeloek, dan beberapa duta besar negara OKI, telah melahirkan sekretariat CoE yang terletak di Kemenkes RI, dan dua fasilitas laboratorium yaitu di Bio Farma, yang akan menjadi tempat untuk melaksanakan workshop dan pelatihan untuk anggota OKI, yang dilengkapi dengan fasilitas untuk transfer teknologi, kolaborasi riset dan pengembagan, yang dilengkapi dengan fasilitas upstream dan downstream.

Laboratorium kedua ; terletak di Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspitek) yang terletak di lingkungan Kemenristek, Serpong, Kota Tangerang Selatan, didirikan untuk memperkuat penelitian dan inovasi berbasis teknologi dan bertujuan untuk menjadi pusat kolaborasi antara penelitian dalam inovasi produk life science. Dalam akhir  pidatonya, Terawan mengajak anggota OKI untuk mengunjungi laboratorim Center of Excellence di Bio Farma dan memanfaatkan sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan anggota OKI.

Sementara itu Direktur Operasi Bio Farma, sekaligus anggota delegasi dalam acara ICHM ke 7  dari Indonesia, Rahman Roestan, mengatakan, Bio Farma sebagai BUMN farmasi telah menjalani peran globalnya, dengan menjadi motor untuk anggota OKI untuk melakukan riset bersama, dengan tujuan menciptakan kemandirian untuk negara – negara OKI membuat vaksin yang sesuai dengan standar dari Badan Kesehatan Dunia (WHO).

“Dengan ditunjuknya Indonesia sebagai center of excellence untuk bioteknologi dan vaksin, peran Bio Farma akan memainkan peran globalnya, yang terbagi dalam tiga tahap. Tahap pertama atau jangka pendek, melalui peningkatan pengetahuan dalam handling vaksin (distribusi), kedua dalam jangka menengah, membantu dukungan teknis dalam pembuatan vaksin, dan dalam jangka panjang akan dilaksanakan dalam bentuk kerjasama riset untuk menemukan vaksin terbaru, untuk memperkuat, kesehatan global”, ujar Rahman.

Rahman Menambahkan, penunjukan Indonesia sebagai CoE ini, merupakan suatu kebanggaan tersendiri karena diantara 57 negara anggota OIC, hanya ada tujuh negara yang memiliki produsen vaksin antara lain ; Indonesia, Iran, Turki,  Mesir, Senegal, Saudi Aribia dan Tunisia. Namun dari ketujuh negara tersebut, yang produknya paling banyak dan sudah sesuai dengan standar WHO hanya dari Indonesia yaitu Bio Farma.

“Oleh karenanya, Bio Farma ditunjuk sebagai pusat untuk penelitian vaksin dan bioteknologi lainnya. Dan sampai dengan tahun 2019 yang lalu, setidaknya sudah ada 18 negara yang telah mengunjungi CoE di Bio Farma dalam program workshop on cold chain system yang diselanggarakan oleh Kementerian Kesehatan dalam jangka waktu 2018 – 2019, dan awal Desember kemarin, giliran Institut Pasteur de Dakar dari Senegal yang berkunjung ke CoE Bio Farma, dalam program Reverse Linkage (RL) yang diselenggarakan oleh Islamic Development Bank (IsDB), Bappenas, Kemenkes, BPOM dalam tema Development of A Reverse Linkage Project Between Senegal and Indonesia (Bio Farma) in Vaccine Production”, ujar Rahman.

 

—-0000—-

Untuk informasi Media, Hubungi :

Iwan Setiawan

Head of Corporate Communications.

Bio Farma

Email : iwan.setiawan@biofarma.co.id

62 22 2033755 ext 37431

www.biofarma.co.id

twitter : @biofarmaID

Instagram :@biofarmaID

Bio Care : 1500810

Bio Farma akan Jajaki Produk Imunoterapi untuk Kanker

By Bio Farma

(Jakarta 16/12) Bio Farma kembali memperluas jaringan kolaborasi dengan dua perusahaan asal Korea Selatan yaitu ForeverNK Inc.dan Aribio Co. Ltd. Awal kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman Bersama (MoU) antara Bio Farma dengan dua perusahaan yang bermarkas di Seongnam, mengenai penjajakan dan pengembangan potensi kesempatan bisnis untuk produk yang sifatnya terapi atau terapeutik untuk pengobatan kanker. Produk yang dibuat, menggunakan teknologi “NK Cell Therapy” yang akan disediakan oleh ForeverNK Inc sedangkan “NK Cell Conditioned Media”, akan didapat dari Aribio Co. Ltd.

NK (Natural Killer) Cell  atau Sel-sel pembunuh alami adalah sel limfoid bawaan yang memberikan perlindungan dini terhadap perkembangan kanker dengan cara membunuh sel-sel abnormal dalam tubuh yang menjalani transformasi seluler tanpa perlu stimulasi sebelumnya. Teknologi NK Cell therapy ini, akan disediakan oleh ForeverNK. Sedangkan NK Cell Conditioned Media merupakan media atau ‘tempat’ tumbuhnya NK Cell yang akan dibuat dalam suatu kultur jaringan yang dibuat oleh Aribio.

MoU ini ditandatangani oleh Direktur Utama Bio Farma, Honesti Basyir, Chief Executive Officer ForeverNK, Jung Hoon Oh, dan Vice Chariman, Soo-Hyun Sung, pada tanggal 16 Desember 2019 di Jakarta.

Dalam sambutan Honesti Basyir mengatakan, Bio Farma yang saat ini sudah menjadi Holding farmasi BUMN per Oktober 2019 yang lalu, akan mulai merambah ke bisnis produk farmasi yang sifatnya imunoterapi, salah satunya produk dari hasil dari penjajakan MoU ini.

“Kerjasama ini merupakan awal dari dimulainya produk – produk Bio Farma untuk imunoterapi, khususnya untuk penyakit kanker. Sebagai langkah awal, Bio Farma bersama dua perusahaan asal Korea Selatan ini akan mengembangkan dan mengevaluasi kesempatan potensi pasar, serta menetapkan syarat dan ketentuan atas evaluasi terkait NK Cell Therapi dari ForeverNK dan produk kosmetik termasuk NK Cell Conditioned Media dari ARIBIO. ”, ujar Honesti.

Honesti menambahkan, imunoterpai merupakan, suatu jenis pengobatan yang mendorong sistem imun tubuh kita sendiri, agar lebih efektif dalam melawan penyakit, termasuk kanker. Bio Farma akan berperan untuk memeriksa dan mengevaluasi teknologi dan produk untuk mengaplikasikannya di Indonesia bekerjasama dengan Rumah Sakit, mengajukan untuk lisensi, untuk kemudian dipasarkan di Indonesia melalui pelayanan klinik.

Sementara itu Fred Kim, perwakilan dari Aribio US, mengatakan pihaknya sangat menyambut baik penandatatanganan MoU ini disamping karena antara Bio Farma dengan ForeverNK memiliki kesamaan filosofi yaitu dedicated to improve quality of life, melalui produk yang memiliki manfaat bagi orang banyak.

“Kami berharap kolaborasi bersama ini, setelah penandatanganan MoU akan tercipta suatu produk yang dapat berguna selain kosmetik dan NK Cell terapi untuk kehidupan yang lebih baik”, ujar Fred.

—-0000—-

Untuk informasi Media, Hubungi :

Iwan Setiawan

Head of Corporate Communications.

Bio Farma

Email : iwan.setiawan@biofarma.co.id

62 22 2033755 ext 37431

www.biofarma.co.id

twitter : @biofarmaID

Instagram :@biofarmaID

Bio Care : 1500810

 

 

Kemenristek / KBRIN : Menristek KBRIN Dukung Bio Farma Menjadi Industri Bebasis Inovasi

By Bio Farma

(Bandung 12/12) Menteri Riset Teknologi  / Kepala Badan Riset Inovasi Nasional Bambang P.S Brodjonegoro,mengadakan kunjungan kerja ke Bio Farma pada tanggal 12 Desember 2019, diterima langsung oleh Direktur Utama Bio Farma, Honesti Basyir besert jajaran Board of Executives Bio Farma. Kunjungan ini, bertujuan untuk melihat perkembagan inovasi Riset dan Pengembangan yang dilakukan oleh Bio Farma, melalui mekanisme kerjasama riset dan konsorsium bersama Perguruan Tinggi yang ada di Indonesia, dan juga kerjasama riset dengan negara lain. Kunjungan kerja ini, Bambang P.S Brodjonegoro didampingi oleh Plt. Deputi Penguatan Inovasi Jumain Appedan Direktur Inovasi Industri kemenristek/BRIN ,Santosa Yudo Warsono.

Dalam Sambutannya Bambang PS Brodjonegoro mengatakan Kemenristek / BRIN, pihakn sudah mengenal Bio Farma sebagai industri yang aktif melakukan riset dan hilirisasi bersama lembaga penelitian.

“Kami melihat bahwa Bio Farma adalah salah satu industri yang sudah secara intens melakukan hilirisasi hasil penelitian, bersama lembaga penelitian seperti LIPI dan BPPT maupun Perguruan Tinggi dan Bio Farma sudah terlibat langsung dalam ekosistem inovasi dimana pihak Bio Farma berfungsi sebagai pihak dunia usaha yang berupaya agar riset yang dilakukan oleh universitas dan lembaga tadi berujung pada produk yang nantinya dibutuhkan oleh masyarakat”, ujar Bambang PS Brodjonegoro.

Bambang menambahkan tujuan datang ke Bio Farma untuk melihat fasilitas R&D yang terkait dengan Organisasi Kerjasama Islam dimana Bio Farma menjadi center of excellence dari pengembangan serum dan vaksin untuk negara OKI dan Indonesia melalui Bio Farma yang paling berpengalaman diantara negara OKI.

Sementara itu, dalam sambutan Honesti Basyir, Bio Farma yang sudah menjadi holding farmasi akan menjadi pilar untuk bisa mengembangkan produk health security sesuai arahan presiden. Kami juga bekerjasama dengan Perguruan Tinggi Negeri dan swasta, baik dalam negeri maupun swasta.

“Fungsi kami sebagai holding, adalah untuk membantu dalam hal hilirisasi produk. Karena tantangan berikutnya dari penelitian yang dilakukan oleh peruruan tinggi atau lembaga adalah, mengenai hilirisasi. Keberadaan holding farmasi sangat vital, karena disamping bisa memproduksi kita juga punya value chian yang langsung ke retail dengan jaringan retail dari Sabang sampai Marauke melalui group holding farmasi BUMN”, ujar Honesti

Sementara itu, Senior Executives Vice President (SEVP) Penelitian dan Pengembangan Bio Farma, Adriansjah Azhari mengatakan, dalam meluncurkan produk terbaru, Bio Farma mengacu kepada prioritas yang dikeluarkan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO), seperti vaksin Typhoid Conjugate dan Rotavirus yang saat sedang Bio Farma persiapkan, untuk diluncurkan pada tahun 2021 dan 2022.

“Untuk vaksin Rotavirus masih dalam proses uji klinis tahap 2 dan untuk typhoid saat ini masih dalam uji klinis tahap 3, uji ini untuk melihat sejauh mana tingkat safety, eficacy dan quality dari vaksin, sebelum vaksin diluncurkan. Untuk pengujian klinis kami berkolaborasi bersama Universitas Gajah Mada”, ujar Adriansjah.

Dalam kunjungannya ke Bio Farma, Bambang PS Brodjonegoro sempat mengunjungi fasilitas laboratorium Center of Excellence yang terletak di dalam kampus Bio Farma. Laboratorium ini telah menjadi rujukan bagi negara – negara yang tergabung dalam Organisasi Kerjasama Islam (OKI) untuk pelatihan dan sharing experience and knowledge dari Bio Farma tentang pembuatan vaksin yang sesuai dengan standar dari WHO.

Honesti Basyir pun memberikan laporan bahwa lab yang diresmikan pada tahun 2019 ini, telah dikunjungi oleh beberapa negara, seperti pada 2 – 9 Desember 2019 yang lalu, negara Senegal mengunjungi lab ini dalam kegiatan  Reverse Linkage Senegal – Indonesia yang merupakan bagian dari kerjasama Selatan – Selatan dari Bappenas dan Islamic Development Bank (IsDB). Kemudian pada bulan Oktober 2019 yang lalu sebanyak 16 Delegasi dari 16 Negara OIC mengikuti pelatihan mengenai Workshop on Cold Chain System Vaccine Management.

Target pembentukan lab CoE ini adalah untuk menciptakan kemandirian diantara negara – negara yang tergabung dalam (OKI) berdasarkann pengalaman Bio Farma yang produknya sudah digunakan di lebih dari 140 negara, selain untuk membuka potensi pasar baru di negara – negara benua Afrika  yang memiliki nilai strategis untuk membuka pintu gerbang tujuan ekspor nontradisional dan berbasis teknologi.

—-0000—-

 

Untuk informasi Media, Hubungi :

Iwan Setiawan

Head of Corporate Communications.

Bio Farma

Email : iwan.setiawan@biofarma.co.id

62 22 2033755 ext 37431

www.biofarma.co.id

twitter : @biofarmaID

Instagram :@biofarmaID

Bio Care : 1500810

Bio Farma Raih “Innovative Industrial Research and Development Institution (IIRDI) Award kategori Bidang Kesehatan/Obat

By Bio Farma

Jakarta, 2 Desember 2019, Bio Farma  meraih Penghargaan “Innovative Industrial Research and Development Institution (IIRDI) kategori Bidang Kesehatan/Obat yang diselenggarakan oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan tinggi. Penghargaan ini diserahkan oleh Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi RI didampingi oleh Prof. Dr. Ismunandar Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan kepada Senior Executive Vice Preseident Penelitian dan Pengembangan Bio Farma, Adriansjah Azhari yang bertempat di Auditorium BJ Habibie, Gedung II BPPT Lantai 3 MH Thamrin No.8, Jakarta Pusat

Sebagai bentuk nyata apresiasi Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi dalam memberikan apresiasi terhadap lembaga Litbang baik dalam lingkup litbang Pemerintah kementerian, litbang Pemerintah non kementerian, litbang daerah, dan litbang industi yang telah berkinerja unggul, inovative dan berdaya saing global dan juga sebagai apresiasi nyata kepada Badan Usaha/Industri yang memiliki unit kerja litbang dan melaksanakan kegiatan litbang dan penerapan IPTEK secara konsisten dan berkesinambungan, memanfaatkan dan mengembangkan hasil-hasil litbang, serta menghasilkan produk-produk inovatif yang berdaya saing.

Bio Farma dinobatkan sebagai salah satu industri yang menerima penghargaan lembaga litbang industri inovatif dibidang kesehatan/obat setelah proses penilaian dan seleksi dari 24 industri besar yang telah melalui proses seleksi administrasi, desk evaluastion, dan verifikasi data, serta penentuan terakhir menobatkan Bio Farma sebagai industri yang mendapatkan penganugerahan. Hal ini tak lepas dari peran Bio Farma dan lembaga litbang yang didalamnya terus menerapkan inovasi-inovasi guna menelurkan produk berinovasi tinggi yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat indonesia secara luas dan meningkatkan daya saing bangsa indonesia secara umum.

Bio Farma sebagai BUMN yang bergerak dalam industri life science menaruh perhatian besar pada aspek Inovasi, Riset dan Pengembangan produk baru.

 

—-0000—-

Untuk informasi Media, Hubungi :

Iwan Setiawan

Head of Corporate Communications.

Bio Farma

Email : iwan.setiawan@biofarma.co.id

62 22 2033755 ext 37431

www.biofarma.co.id

twitter : @biofarmaID

Instagram :@biofarmaID

Bio Care : 1500810

Bio Farma Raih Gold Rank Pada Asia Sustainability Reporting Rating 2019

By Bio Farma

(Bali, 23/11) National Center for Sustainability Reporting (NCSR) menggelar Asia Sustainability Reporting Rating (ASSRAT) di The Westin Resort Nusa Dua Bali. Penyelengaraan konferensi yang berkolaborasi dengan Ikatan Praktisi Keberlanjutan Berserikat (IPKB) ini, diawali dengan penyerahan Trophy (ASSRAT) kepada perusahaan – perusahaan terbaik yang telah berhasil mengkomunikasikan kinerja keberlanjutan kepada pemangku kepentingan melalui laporan keberlanjutan.

Bio Farma sebagai produsen vaksin & antisera yang bertransformasi menjadi perusahaan life science di Indonesia, kembali mendulang prestasi yaitu meraih “Gold Rank” in the Asia Sustainability Reporting Rating 2019. Penghargaan diserahkan langsung oleh Michele Lemmens, Regional Head ASEAN Hub at Global Reporting Initiative (GRI) dan diterima oleh Direktur Keuangan & Mitra Bisnis Bio Farma, I.G.N Suharta Wijaya.

Ini adalah penghargaan tahun ke 15 yang dilakukan NCSR. Sampai dengan tahun 2017 kita menyebutnya sebagai Sustainability Reporting Award tetapi sejak tahun 2018 kita merubah sistemnya dari Award menjadi Rating, ujar Prof Eko Ganis Ketua IPKB.

“Bagi kami laporan keberlanjutan merupakan hal yang penting dalam mempertanggungjawabkan bisnis yg kami jalankan kepada publik, terutama menunjukkan kepedulian perusahaan terhadap lingkungan, sosial & pelestarian” ujar Suharta.

Menurut Ali Darwin, Direktur Eksekutif NCSR, sejak tahun lalu, sistem tersebut dirubah menjadi Pemeringkatan (Rating). Pesertanya bukan hanya saja dari Indonesia, tetapi juga dari negara – negara lainnya di Asia, maka brand name yang kita pakai adalah “Asia Sustainability Reporting Rating”, ini merupakan satu – satunya sistem pemeringkatan laporan keberlanjutan yang ada saat ini.

ASRRAT 2019 dihadiri pula oleh Prof Bambang Permadi Soemantri Ph.D, Menteri Riset & Teknologi RI. Dalam sambutannya menyampaikan bahwa perusahaan harus menyampaikan 3 bottom lines dalam laporan keberlanjutan yaitu profit, people, planet. Selain itu dampak lingkungan dan sosial dari perusahaan dan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). ASRRAT diikuti oleh 50 perusahaan terdiri dari 41 perusahaan Indonesia, 2 perusahaan Bangladesh, 3 perusahaan Malaysia, 2 perusahaan Singapur dan 2 perusahaan Filipina.

—-0000—-

Untuk informasi Media, Hubungi :

Iwan Setiawan

Head of Corporate Communications.

Bio Farma

Email : iwan.setiawan@biofarma.co.id

62 22 2033755 ext 37431

www.biofarma.co.id

twitter : @biofarmaID

Instagram :@biofarmaID

Bio Care : 1500810

Masuki Industri 4.0 Bio Farma Perkuat Kolaborasi Bersama Kementerian Perindustrian RI dan Sucofindo

By Bio Farma

(Bandung 19/11) Bio Farma sebagai perusahaan lifescience kelas dunia berdaya saing global, telah menjajaki perubahan dunia industri yang memasuki industri 4.0. Untuk menjawab tantangan tersebut, Bio Farma mulai menyusun strategi – strategi dalam hal penelitian dan pengembangan, proses produksi, supply chain value yang memanfaatkan big data dan artificial intelligence.

Untuk memperkuat hal tersebut, Bio Farma berkolaborasi dengan Direktorat Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil (IKFT) Kementerian Perindustrian RI, melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU), yang bertujuan untuk melaksanakan kerja sama dalam bidang pilot project, implementasi Industri 4.0 yang bertujuan untuk mendukung program pemerintah “Making Indonesia 4.0” dan untuk membangun hubungan kerja sama yang berorientasi kepada program penumbuhan dan pengembangan industri kimia hilir dan farmasi.

Penandatanganan ini dilakukan oleh Direktur Industri Kimia Hilir dan Farmasi Kementerian Industri RI, Taufiek Bawazier, dengan Direktur Operasi Bio Farma, M. Rahman Roestan pada tanggal 30 Oktober 2019 lalu. Implementasi industri 4.0 ditandai dengan penyerahan MoU dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Kementerian Perindustrian Republik Indonesia pada tanggal 19 November 2019  diserahkan oleh Direktur Jendral Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil Kementerian Perindustrian RI, Muhammad Khayam kepada Direktur Operasi Bio Farma M. Rahman Roestan disaksikan oleh Board of Executives,  dan seluruh karyawan Bio Farma, di Bio Farma Bandung.

Menurut Muhammad Khayam, MoU ini merupakan Pilot Project untuk melihat dan mendapatkan gambaran terkini terkait profil dan kinerja perusahaan dan potensinya menuju platform industri 4.0, “Industri Farmasi di Indonesia, memiliki value added yang sangat tinggi, oleh karenanya, pemerintah telah menaruh perhatian khusus kepada industri ini,  dengan dikeluarkannya Inpres No 6 Tahun 2016*, Bio Farma sebagai bagian dari Industri Farmasi, terpilih menjadi salah satu perusahaan yang mewakili IKFT untuk dijadikan percontohan industri yang siap untuk bersaing di era 4.0, kami harap kesiapan Bio Farma dalam menghadapi persaingan di era internet of things (IoT) ini, bisa di aplikasikan di industri lainnya”, ujar Muhammad Khayam.

Sementara itu, M. Rahman Roestan mengatakan Bio Farma terpilih menjadi percontohan dari industri farmasi se Indonesia untuk menjadi percontohan dalam kesiapan menuju industri 4.0. Untuk masuk ke industri 4.0, Bio Farma sudah mempersiapkan teknologi terbaru di era disruptive, seperti Electronic Batch Record (EBR) yang menggunakan teknologi komunikasi sebagai landasannya. Hal lainnya yang disiapkan oleh Bio Farma adalah melakukan inovasi, dan kolaborasi untuk bisa bersaing di era ini, “Kunci dari industri 4.0 adalah connectivity dimana elemen – elemen yang terlibat didalamnya, harus saling terhubung dan terintergrasi, hal yang sudah kami lakukan adalah berkolaborasi bersama pihak Akademesi, Pemerintah, dan Lembaga penelitian baik dalam maupun luar negeri, untuk keperluan transfer teknologi dengan tujuan akhir penemuan produk baru”, ujar Rahman.

Rahman menambahkan, Bio Farma sudah menambahkan infrastruktur terkait 4.0 antara lain menyiapkan master plan IT untuk mendukung industry pharma 4.0, dan membuat pengembangan sistem atau aplikasi pendukung industry 4.0 Termasuk kerja sama riset dengan Untuk membuat Proof of Concept IoT (Internet of Things).

 

Factory Cell Industri 4.0

Sementara itu, pada saat yang bersamaan, diserahkan juga Non Disclosure Aggrement (NDA) antara Bio Farma dengan Sucofindo untuk memperkuat pondasi industri 4.0 di Bio Farma.  Perjanjian ini diserahkan oleh Penanggung Jawab Proyek Factory Cell 4.0 Ahmad Osman kepada M. Rahman Roestan.

Dalam perjanjian ini, Sucofindo yang ditunjuk oleh Kemenperin RI sebagai konsultan, akan melakukan pendampingan, konsultansi dan evaluasi dalam rangka pelaksanaan Penyusunan Model Factory Cell Industri 4.0 di Bio Farma.

Herliana Dewi mengatakan, kerjasama ini merupakan salah satu bentuk sinergi antar BUMN untuk bersama- sama mempersiapkan diri untuk terjun di industri 4.0 “Sucofindo siap untuk membantu Bio Farma dan mengimplementasikan Penerapan 4.0 dan Bio Farma bisa menjadi Role model bagi industri lainnya”, ujar Herliana

Herliana menambahkan, pihaknya berharap bahwa Sucofindo dan Bio Farma bisa maju dan tumbuh bersama mewujudkan “Making Indonesia 4.0” dan akan mendukung, apa yang jadi kebutuhan Bio Farma dan Kementerian Perindustrian.

* Tentang Percepatan Pengembangan Industri Farmasi Dan Alat Kesehatan, Karena Industri Farmasi Memiliki Nilai Tambah Yang Tinggi Untuk Mewujudkan Kemenadirian Dam Meningkatkan Daya Saing Industri Farmasi Dan Alat Kesehatan Dalam Negeri Melalui Percepatan Pengembangan Industri Dan Alat Kesehatan.

–00–

 

Iwan Setiawan

Head of Corporate Communications.

Bio Farma

Email : iwan.setiawan@biofarma.co.id

62 22 2033755 ext 37431

www.biofarma.co.id

twitter : @biofarmaID

Instagram :@biofarmaID

Bio Care : 1500810

Manfaatkan Industri 4.0 Bio Farma miliki Bank Plasma Nutfah

By Bio Farma

Perkembangan teknologi khususnya di era industri 4.0, dimanfaatkan secara baik oleh Bio Farma, dalam pemanfaatan lahan demplot koleksi master seed rumput dan pakan ternak yang sengaja dikoleksi oleh Bio Farma, yang merupakan salah satu dari kegiatan Community Development dari Bio Farma, hasil kolaborasi bersama Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Serpong.

Koleksi master seed rumput ini, bertujuan untuk menambah variasi dan mencari rumput yang sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh hewan ternak, khususnya yang ada di Bio Farma seperti kuda sebagai hewan donor terutama untuk pembuatan serum Anti Tetanus Serum (ATS), Anti Difteri Serum (ADS) dan Anti Bisa Ular (ABU).

Selama ini, pakan yang diperuntukan untuk hewan donor tersebut, masih mengandung serat yang tinggi dan kadar protein yang masih rendah, maka dari itu Bio Farma mencari jenis pakan ternak terbaru yang memiliki kadar nutrisi yang lebih baik yang diperoleh dari pegunungan yang berada di wilayah Bio Farma Cisarua,  seperti Gunung Burangrang, Gunung Tangkubanparahu, dan Bukittunggul.

Rumput yang saat ini akan menjadi andalan Bio Farma untuk digunakan sebagai pakan adalah, rumput  mentega atau rumput kikuyu (Pennisetum clandestinum Hochst ex. Chiov), yang memilki kadar protein yang tinggidengan serat kasar rendah (18,05 %) yang dapat berfungsi sebagai suplemen bagi hewan ternak. Selain rumput kikuyu jenis rumput lainnya adalah rumput gajah mini (Pennisetum purpureum cv. Mott) sebagai pakan utama untuk hewan ternak, yang memiliki kadar protein sebaik rumput kikuyu.

Menurut Penanggung Jawab pengelolaan Rumput Pakan Ternak binaan Bio Farma, Kiki Hendarsyah, rumput kukiyu ini sebagai Special Purposes, sudah teruji untuk nutrisinya dan mengandung protein sebanyak 16%, dibandingkan pakan ternak pada umumnya, “Rumput kikuyu ini, memang bisa dimanfaatkan untuk pakan ternak, hanya saja, tantangannya adalah rumput jenis ini memilki kuantitas produksi yang terbatas dibandingkan dengan jenis rumput lainnya seperti rumput gajah mini. Oleh karenanya kikuyu ini, dijadikan suplemen atau tambahan, dan rumput gajah mini, dijadikan pakan utama dengan kandungan protein sebanyak 12 – 14%” ujar Kiki.

Kiki menambahkan, bibit rumput yang ditanam dikawasan Bio Farma Cisarua, dapat juga dimanfaatkan oleh masyarakat umum, yaitu dengan melibatkan kelompok tani dan kelompok ternak yang juga dapat menanam jenis rumput ini dilahan mereka yang nantinya akan dimanfaatkan untuk kelompok ternak lain atau untuk ternak mereka sendiri, sehingga akan mendatangkan nilai ekonomi bagi masyarakat.Diharapkan jika para peternak Sapi Perah dapat memberikan pakan hijauan ini dapat meningkatkan kualitas TS (Total Solid) susu lebih maksimal.

Lahan yang berada ditanah seluas 500 meter ini sudah menerapkan teknologi yang canggih, dimana untuk mencegah kekeringan, sudah memanfaatkan teknologi solar cell, dengan adanya sensor kelembaban tanah di setiap titik jalur penanaman. Sehingga pada saat tanaman ini kering, pada kedalaman 10 – 20 cm, sensor kemudian akan memberikan signal yang akan menyalakan pompa air yang memanfaatkan pompa pipa irigasi, untuk memberikan suplai air ke rumput.

Sementara itu, Kepala Baian PKBL Bio Farma Sarmedi mengatakan, dengan memiliki lahan master seed rumput, Bio Farma akan memiliki big data mengenai 13 jenis plasma nutfah yang merupakan kekayaan alam yang sangat berharga bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, untuk dimanfaatkan oleh berbagai pihak seperti kelompok ternak itu sendiri, universitas untuk penelitian biodiversity dan pemerintah sebagai program CSV (Corporate Shared Value) Bio Farma.

“Terkait dengan era industri 4.0 dimana connectivity adalah kata kunci utama, kami berharap lahan master seed ini akan menjadi bank data untuk 13 jenis spesies rumput yang akan ditanam dilahan seluas 500 meter persegi, yang bisa dimanfaatkan oleh semua pihak untuk dijadikan pencarian informasi pakan ternak ataupun untuk kepentingan penelitian dalam bidang biodiversity dan akan memberikan nilai ekonomi bagi kelompok tani”, ujar Sarmedi.

 

—-0000—-

Untuk informasi Media, Hubungi :

Iwan Setiawan

Head of Corporate Communications.

Bio Farma

Email : iwan.setiawan@biofarma.co.id

62 22 2033755 ext 37431

www.biofarma.co.id

twitter : @biofarmaID

Instagram :@biofarmaID

Bio Care : 1500810